cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,791 Documents
LEGAL MAXIM DALAM PERKAWINAN: ANALISIS HUKUM ISLAM KONTEMPORER BERDASARKAN KAIDAH FIKIH DAN APLIKASINYA DI INDONESIA Rahmono, Eko Bambang; Saebani, Beni Ahmad; Rifat, Tb.; Basyarudin, Basyarudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7779

Abstract

Kajian ini menganalisis peran fundamental al-qawaid al-fiqhiyyah sebagai prinsip universal dalam membentuk dan menerapkan fiqh munakahat (hukum keluarga Islam) dalam konteks hukum positif di Indonesia. Laporan ini secara spesifik membedah aplikasi dari lima kaidah fikih asasi (al-qawaid al-khamsah) dalam isu-isu kontemporer, seperti dispensasi nikah, sengketa perceraian, dan hak serta kewajiban suami-istri. Meskipun kaidah fikih sering dipandang sebagai ringkasan dari sejumlah permasalahan hukum, laporan ini menunjukkan bahwa kaidah-kaidah tersebut berfungsi sebagai fondasi intelektual bagi penalaran hukum (ratio decidendi) para hakim di Pengadilan Agama. Melalui studi kasus dan korelasi dengan Kompilasi Hukum Islam (KHI), analisis ini menunjukkan bahwa kaidah fikih memberikan fleksibilitas yang diperlukan bagi hukum Islam untuk tetap relevan, adaptif, dan mampu menyediakan keadilan substantif dalam menghadapi dinamika sosial modern. Oleh karena itu, kaidah fikih bukanlah sekadar konsep teoritis, melainkan kerangka kerja yang hidup dan esensial dalam praktik hukum Islam di Indonesia.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI TERHADAP PENGGUNAAN AI DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR (FENOMENOLOGI: MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK) Titi, Titi; Sulistyarini, Sulistyarini; Christanto, Ludovicus Manditya Hari
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa Pendidikan Geografi di Universitas Tanjungpura mengenai penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, pengamatan non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang AI sebagai alat yang efektif untuk memahami materi, mempercepat penyelesaian tugas, dan meningkatkan kreativitas dalam menciptakan media pembelajaran. Platform seperti ChatGPT, Perplexity.ai, dan Canva AI merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan karena memudahkan pencarian informasi, pengorganisasian ide, dan produksi konten akademik. Namun, mahasiswa juga mengekspresikan kekhawatiran terkait ketergantungan, penurunan keterampilan berpikir kritis, dan potensi ketidakakuratan informasi jika AI digunakan tanpa verifikasi. Masalah etika akademik, khususnya terkait keaslian tugas, juga menjadi perhatian. Secara keseluruhan, mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap AI, namun menekankan pentingnya literasi digital dan pemikiran kritis untuk memastikan penggunaannya yang bertanggung jawab.
ANALISIS TEACHING FACTORY SEBAGAI SARANA PENERAPAN EDUPRENEURSHIP DI SMK WIDYA PRAJA UNGARAN Anggrayni, Naura Atika Cahya; Rachmawati, Rina
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teaching factory pada kantin boga sebagai sarana penerapan edupreneurship di SMK Widya Praja Ungaran. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pelaksanaan teaching factory di SMK Widya Praja Ungaran yang belum sepenuhnya optimal karena masih ditemui masalah seperti rendahnya motivasi sebagian siswa, keterbatasan kreativitas dalam mengembangkan resep, hingga koordinasi dan komunikasi yang kurang efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Teaching Factory sebagai sarana penerapan edupreneurship berada pada kategori “sangat kuat” dengan persentase sebesar 84,54%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Teaching Factory efektif dalam meningkatkan jiwa wirausaha siswa melalui pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual di bidang kuliner.
ANALISIS PENYEBAB FAKTOR-FAKTOR PATOLOGI SOSIAL MASYARAKAT TUNAS BANGSA KELURAHAN LOSUNGBATU (STUDI KASUS GAME ONLINE DAN JUDI ONLINE) Rambe, Rizky Putriana; Surianti, Seri; Harahap, Riswandi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan patologi sosial di masyarakat Tunas Bangsa, Kelurahan Losung Batu, dengan penekanan pada pengaruh game online dan judi online. Patologi sosial yang dimaksud mencakup perilaku menyimpang seperti kecanduan, peningkatan angka kriminalitas, dan berkurangnya interaksi sosial. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang berkontribusi pada patologi sosial ini meliputi pengaruh lingkungan sosial, kurangnya pemahaman tentang penggunaan teknologi, dan ketidakstabilan ekonomi. Game online dan judi online berfungsi sebagai pelarian dari tekanan kehidupan, namun juga membawa konsekuensi negatif yang signifikan, seperti kecanduan dan konflik dalam keluarga. Di samping itu, keberadaan komunitas yang mendukung perilaku tersebut memperburuk keadaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya tindakan dari pihak berwenang dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai risiko game dan judi online, serta memperkuat program edukasi dan dukungan sosial. Diharapkan hasil studi ini dapat menjadi panduan dalam upaya mengurangi patologi sosial di kalangan generasi muda.
LINGUISTIC DEVICES OF STANCE AND DISAGREEMENT IN A POLITICAL INTERVIEW Ikhsan, Ikhsan; Junaedi, Ahmad; Ahyadi, Ahyadi; Ridwan, Ridwan
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7810

Abstract

The specific objective of this study was to investigate linguistic device of stance and disalignment markers used by politician in a political interview. This study use a qualitative approach by employing discourse analysis methodology. Data for this study were collected using a transcribed political interview and analysed using the the conventions developed by Du Bois, Schuetze- Coburn, Cumming, and Paolino. The source material for this study consists of a video downloaded from YouTube, which has a total run time of 37 minutes and 54 seconds. The video displayed Jonathan Swan, an Australian political contributor for Axios, conducts interview with President Donald Trump touching various domestic issues in the U.S. The findings show that speakers predominantly express disagreement using negative stance markers ("no," "not," "never"), posing yes/no questions, introducing a third-party to justify a statement, and offering evasive responses. Additional finding is that when they are challenged, the politician tend to change his stance.
POLA ASUH OTORITER DAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU SELF- HARM PADA REMAJA Ulpa, Eska Prawisudawati; Putri, Alicia Amanda
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7814

Abstract

Remaja yang tidak mampu mengatasi masalah cenderung mengalami emosi negatif yang berujung pada perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan kesepian dengan kecenderungan perilaku self-harm pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 46 remaja berusia 15–20 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala pola asuh otoriter (α = 0,889), UCLA Loneliness Scale Version 3 (α = 0,924), dan Self-Harm Inventory versi Indonesia (α = 0,902). Analisis data menggunakan regresi berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dan kesepian dengan kecenderungan perilaku self-harm (R = 0,504; F = 7,329; p = 0,002). Secara parsial, pola asuh otoriter berhubungan positif signifikan dengan kecenderungan self-harm (r = 0,498; p = 0,000), dan kesepian juga berhubungan signifikan (r = 0,370; p = 0,011). Kontribusi efektif pola asuh otoriter sebesar 21,7% dan kesepian sebesar 3,7%, sehingga total sumbangan keduanya adalah 25,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter lebih dominan memengaruhi kecenderungan self-harm dibandingkan kesepian.
KEMAMPUAN AWAL DAN LITERASI DIGITAL DALAM MENULIS KARYA ILMIAH PADA MAHASISWA PBSI IPTS Lubis, Mina Syanti; Zainy, Ahmad; Hernika, Devi; Sumita, Sumita
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan awal dan literasi digital mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan mendeskripsikan data yang berasal dari informan dan penyebaran angket. Adapun objek penelitian ini adalah mahasiswa PBSI IPTS sebagai sumber primer penelitian ini sebanyak 72-86 partisipan. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian dari wawancara 62,19 % diperoleh tingkat pemahaman awal mahasiswa dalam menulis ilmiah masih tergolong perlu dibimbing oleh dosen atau mentor, dan 37,80% mengetahui struktur dan menulis ilmiah secara otodidak, mencari referensi dan jurnal sendiri di media sosial. Sedangkan hasil analisis dari angket kebutuhan, kendala dan pengalaman menulis karya ilmiah mahasiswa diperoleh 43,05% setuju jika perlu latihan langsung dan membuat contoh konkret pada saat belajar menulis karya ilmiah. Sebanyak 51,38% mengaku mengalami kesulitan dalam merumuskan masalah penelitian. Pada analisis angket literasi digital dan pengalaman menggunakan media berbasis mind map dan AI diperoleh 61,17% mengakui responden terbiasa mencari referensi melalui google scholar, portal jurnal, atau flog random di internet. 44,70% responden menjawab pernah membuat atau menggunakan peta konsep atau mind map secara manual untuk membantu belajar atau menulis. 44,70% mahasiswa pernah menggunakan aplikasi mind mapping digital dalam pembelajaran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBANTUAN MEDIA EDUCAPLAY TERHADAP HASIL BELAJAR Asmaidah, Seri; Siregar, Yenni Amalia
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7825

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) berbantuan media Educaplay terhadap hasil belajar siswa pada materi pemanasan global di kelas X MA YPKS Padangsidimpuan tahun ajaran 2025/2026. Hasil belajar siswa awalnya rendah (rata-rata 70 dari 80 ketetapan KKTP dengan kategori Kurang), disebabkan model konvensional dan minimnya media interaktif, sehingga siswa pasif dan sulit memahami konsep seperti efek rumah kaca serta dampaknya. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental one group pretest-posttest dengan sampel 18 siswa kelas X (total sampling), instrumen tes pilihan ganda (20 butir valid dan reliabel r=0,885), observasi ranah afektif/psikomotorik, serta angket respons siswa. Penerapan TGT melibatkan tahap persiapan, kelompok belajar, turnamen via Educaplay dan penghargaan, yang meningkatkan kognitif menjadi rata-rata posttest 81,67 (kategori Baik), afektif dari 70,83 menjadi 86,81 (Sangat Baik), serta psikomotorik dari 64,24 (Baik) ke lebih tinggi. Uji t-test menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05), membuktikan pengaruh positif model TGT berbantuan Educaplay dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika, motivasi, dan keterampilan kolaboratif siswa. Implikasi: Guru disarankan terapkan pendekatan gamifikasi ini untuk materi abstrak, sementara sekolah sediakan akses internet stabil.
ANALISIS YURIDIS PASAL 27 AYAT (3) UNDANG-UNDANG NO 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI TRANSAKSI ELEKTRONIK (UU ITE) TERHADAP PENCEMARAN NAMA BAIK Sopalatu, Abd Raid; Hardyansah, Rommy
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7828

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang mengatur tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik, namun dinilai mengandung norma samar yang berpotensi multitafsir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ratio decidendi hakim dalam perkara No. 202/Pid.Sus/2023/PN.Jkt.Tim serta menelaah perlindungan hukum terhadap kebebasan berekspresi dalam penerapan pasal tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan perbandingan hukum. Objek penelitian difokuskan pada putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan analisis dokumen sebagai instrumen utama. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan teori kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pasal 27 ayat (3) UU ITE sering kali bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi, terutama jika tidak disertai interpretasi hukum yang cermat oleh aparat penegak hukum. Ratio decidendi hakim dalam perkara terkait mengedepankan perlindungan atas kehormatan, namun belum seimbang dalam menilai motif dan konteks ekspresi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu hukum dengan menawarkan solusi interpretatif untuk mencegah penyalahgunaan norma, serta menekankan pentingnya reformasi pasal agar selaras dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
PERGESERAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DARI KULTURALISME KE PURITANISMEPADA PERIODE 1930-AN Budi, Budi; Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7831

Abstract

Muhammadiyah, didirikan pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, awalnya mengadopsi pendekatan kulturalisme yang mengintegrasikan Islam dengan budaya lokal Jawa. Namun, pada periode 1930-an, terjadi pergeseran signifikan menuju puritanisme, yang menekankan pemurnian ajaran dari unsur bid'ah, takhyul, dan khurafat. Artikel ini menganalisis faktor-faktor utama pergeseran tersebut, prosesnya, dampak terhadap identitas Muhammadiyah dalam masyarakat Islam Indonesia, serta pengaruh eksternal seperti ideologi Wahabi dan globalisasi kolonial. Analisis historis menunjukkan bahwa pergeseran ini didorong oleh dinamika internal (peran tokoh kunci dan Majelis Tarjih) serta eksternal (penyebaran ide Salafi melalui haji dan modernisasi transportasi). Dampaknya menciptakan dikotomi antara Muhammadiyah sebagai gerakan modernis-puritan dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pembela tradisi, yang tetap relevan hingga kini.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue