cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Pengaruh Penggunaan Serbuk Bata Merah Recycling Sebagai Filler Substitusi Terhadap Kinerja Campuran AC-WC Archenita, Dwina; Satwarnirat, Satwarnirat; Maliar, Saryeni; Trifani, Sonia; Fahmi, Muhamad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 20 No. 3 (2024)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.20.3.182-189.2024

Abstract

Filler merupakan salah satu material penyusun campuran beraspal, yang biasanya diperoleh dari abu batu yang ketersediaannya semakin sulit dirasakan dalam pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu dalam menjamin kelancaran pelaksanaan di lapangan diteliti berbagai material alternatif yang memiliki sifat dan ukuran yang memenuhi spesifikasi sebagai filler. Salah satu material yang memungkinkan adalah serbuk bata merah recycling (SBR). SBR merupakan material limbah bongkaran konstruksi yang belum termanfaatkan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja campuran AC-WC menggunakan SBR sebagai material substitusi filler dengan Metoda Percentage Refusal Density (PRD). Dengan melakukan pengujian Metoda PRD ini dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan metoda Marshall yang belum cukup untuk menjamin kinerja campuran beraspal yang digunakan untuk lalu lintas berat dan padat dengan suhu tinggi. Aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70, dengan variasi SBR adalah SBR-0%, SBR-5%, SBR-10%, dan SBR-15%. Pengujian PRD dilakukan dengan penumbukan sebanyak 2 x 400 tumbukan dengan acuan kadar aspal pada kondisi rongga dalam campuran (VIM) sebesar 6%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PRD dari campuran memberikan nilai VIM refusal yang meningkat dengan substitusi SBR 5% yaitu sebesar 3,11%. Penambahan substitusi selanjutnya yaitu 10% dan 15% menunjukkan penurunan nilai VIM refusal berturut-turut 2,47% dan 2,78%.
OPTIMALISASI PROPORSI SERAT PISANG ABAKA DALAM BETON UNTUK MAKSIMASI DURABILITAS DAN KEKUATAN MEKANIK Farizal, Teuku; Febrianti, Dian; Budi Aulia, Teuku; Agusmaniza, Roni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.1.16-28.2025

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan serat pisang abaka (Musa textilis) terhadap kekuatan tekan dan workability beton. Penggunaan serat abaka sebagai bahan penguat alami menawarkan potensi yang ramah lingkungan dalam memperbaiki sifat mekanis beton, terutama pada distribusi beban internal dan peningkatan ketahanan terhadap retakan. Penelitian ini menggunakan variasi proporsi serat abaka sebesar 0%, 0,65%, 1,45%, dan 2,45%, dengan uji kekuatan tekan dilakukan pada umur 7 dan 28 hari menggunakan mesin Universal Testing Machine (UTM), serta pengujian workability melalui uji slump. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat abaka sebesar 0,65% memberikan hasil yang optimal, dengan peningkatan kekuatan tekan beton yang signifikan. Pada umur 7 hari, beton dengan proporsi 0,65% serat abaka menunjukkan kekuatan tekan 13,01 MPa, lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal tanpa serat yang hanya mencapai 12,53 MPa. Sementara itu, pada umur 28 hari, kekuatan tekan beton dengan 0,65% serat meningkat menjadi 18,59 MPa, dibandingkan beton tanpa serat yang hanya mencapai 16,50 MPa. Namun, pada proporsi serat yang lebih tinggi, yaitu 1,45% dan 2,45%, terjadi penurunan kekuatan tekan, masing-masing menjadi 14,54 MPa dan 13,79 MPa pada umur 28 hari. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat abaka yang berlebihan dapat menurunkan homogenitas campuran dan mengurangi kekuatan tekan beton. Selain itu, penambahan serat abaka juga memengaruhi workability, yang ditunjukkan oleh penurunan nilai slump. Beton tanpa serat memiliki nilai slump sebesar 9,40 cm, sementara pada proporsi 0,65%, nilai slump turun menjadi 8,20 cm, dan semakin menurun pada proporsi 1,45% dan 2,45%, masing-masing menjadi 7,80 cm dan 7,60 cm. Penurunan slump ini menunjukkan bahwa penambahan serat meningkatkan viskositas campuran beton, membuatnya lebih kaku dan sulit dikerjakan. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa proporsi optimal serat abaka dalam campuran beton adalah 0,65%, di mana kekuatan tekan meningkat secara signifikan tanpa mengorbankan workability secara berlebihan. Proporsi serat yang lebih tinggi cenderung menurunkan kekuatan tekan dan membuat beton lebih sulit untuk diolah, sehingga penambahan serat abaka dalam beton perlu dibatasi untuk mencapai kinerja yang optimal dalam aplikasi praktis.
PRAKTIK KONSTRUKSI BERKELANJUTAN DALAM REKONSTRUKSI PERUMAHAN PASCABENCANA: PELAJARAN DARI GEMPA LOMBOK UTARA 2018 Indramanik, Ida Bagus Gede; Sudarsana, Dewa Ketut; Astana, I Nyoman Yudha; Agung Yana, Anak Agung Gde; Parthami Lestari, Ayu Putu Utari
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.1.1-15.2025

Abstract

Penelitian ini meneliti praktik konstruksi berkelanjutan dalam rekonstruksi perumahan pascabencana di Lombok Utara pasca gempa bumi 2018. Perencanaan/desain, bahan, prosedur, dan dampak lingkungan adalah empat aspek utama yang dinilai. Adanya peningkatkan keberlanjutan dan ketangguhan dalam upaya rekonstruksi, akan memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam strategi pemulihan pasca bencana. Penelitian ini menggunakan metodologi tiga fase: meninjau literatur tentang rekonstruksi perumahan berkelanjutan pasca bencana, melakukan survei lapangan dengan kuesioner terstruktur, dan melakukan analisis statistik deskriptif menggunakan SPSS. Penduduk daerah terdampak di Lombok Utara yang berpartisipasi sebagai responden adalah 125 orang, yang menggunakan skala Likert lima poin untuk mengukur pendapat mereka tentang praktek konstruksi berkelanjutan. Hasil penelitian meninjukkan bahwa meskipun pembangunan kembali perumahan pascabencana di Lombok Utara telah membuat langkah signifikan menuju keberlanjutan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Keterlibatan masyarakat, pemanfaatan bahan daur ulang, pengolahan limbah, pengelolaan lokasi lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi, dan adopsi energi terbarukan adalah area penting untuk ditingkatkan. Keberlanjutan dan ketangguhan jangka panjang akan dipastikan dengan memperkuat elemen-elemen tersebut.
Sebuah Pemodelan Numerik Fondasi Dangkal di Atas Tanah Lempung yang Dipengaruh Beban Dinamik Pratiwi, Desti Santi; Setiawan, Muhammad Raihan Aulia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.1.29-44.2025

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi dan dicegah. Selain itu, gempa bumi dapat menimbulkan tekanan tambahan dan kehancuran infrastruktur. Gerakan tanah yang ditimbulkan oleh gempa bumi harus diperhitungkan ketika merancang bangunan, khususnya untuk struktur geoteknik seperti fondasi. Fondasi sangat penting dalam mendukung bangunan atas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap fondasi yang terkena beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban dinamis yang bersumber dari gerakan tanah, secara bervariasi, yang dikenai fondasi dangkal dengan Analisis Respon Situs Non Linier dengan Metode Numerik. Gerakan tanah yang digunakan berdasarkan data yang tercatat di Jepang (2007), Taiwan (1999), dan Italia (1980). Selain itu, lapisan tanahnya terdiri dari lempung homogen dengan tiga konsistensi yaitu lunak, sedang, dan keras yang dimodelkan dengan material Hardening-Soil Small. Penelitian kami mencakup pengamatan deformasi dan waktu yang menunjukkan terjadinya gerakan tanah terbesar. Hasil analisis menunjukkan bahwa deformasi tertinggi, baik vertikal maupun horizontal, terjadi pada tanah lunak. Gempa Taiwan menghasilkan deformasi horizontal tertinggi dibandingkan gempa lainnya. Namun, deformasi vertikal tertinggi dihasilkan oleh gerakan tanah pada gempa Italia. Berdasarkan hasil intensitas arias terlihat bahwa durasi gempa antara 10% hingga 90% adalah lebih dari 9 detik untuk seluruh gempa.
ANALISIS LUAS PEMBASAHAN LAHAN AKIBAT PENYEKATAN KANAL UNTUK RESTORASI GAMBUT Sutikno, Sigit; Gunawan, Haris; Budisusanti, SPM; Askary, Muhammad; Kusairi, Muhammad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.1.45-54.2025

Abstract

Menjaga tinggi muka air tanah (TMAT) merupakan kunci dalam melindungi dan merestorasi ekosistem gambut. Untuk menjaga TMAT, pemerintah Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan telah membangun sekat-sekat kanal sebagai bagian dari program pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut yang terdegradasi untuk tujuan restorasi. Kegiatan pembasahan kembali dinilai optimal apabila luas lahan gambut yang terbasahi dapat dimaksimalkan dengan biaya pembangunan sekat kanal seminimal mungkin. Namun, efektivitas dan luas area yang berhasil dibasahi akibat pembangunan sekat kanal tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti dan perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penyekatan kanal terhadap luas area pembasahan lahan gambut. Penelitian dilakukan melalui analisis dan pemantauan lapangan terhadap dampak hidrologis di beberapa Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Provinsi Riau, yaitu KHG Pulau Tebing Tinggi, KHG Sungai Siak–Sungai Kampar, KHG Sungai Kampar–Sungai Gaung, dan KHG Sungai Gaung–Batang Tuaka. Luas area terdampak dianalisis menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pembasahan dari setiap sekat kanal individu berkisar antara 15 hingga 35 hektar. Variasi luas dampak ini sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrotopografi, tutupan lahan, sifat material gambut, geometri kanal, dan kinerja sekat kanal
KINERJA STRUKTUR GEDUNG FASHION GALLERY TERHADAP PENGGUNAAN KAYU LAMINASI LABAN Desimaliana, Erma; Ramadhini, Zachra Kamila; Arifin, Altie Santika; Nurrensyah, Delinasimie
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.1.55-66.2025

Abstract

Seiring dengan berkembangnya industri fashion di Indonesia, pembangunan proyek konstruksi juga meningkat terutama gedung perbelanjaan. Material konstruksi yang umumnya digunakan pada proyek gedung perbelanjaan yaitu komposit antara beton bertulang dengan baja, sehingga diperlukan alternatif material konstruksi lainnya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti kayu laminasi Laban. Maka, penelitian ini menganalisis kinerja struktur gedung Fashion Gallery di Kota Bandung terhadap penggunaan kayu laminasi Laban dengan bantuan perangkat lunak ETABS. Analisis struktur dilakukan menggunakan beban seismik, baik respon spektra sesuai SNI 1726:2019 maupun riwayat waktu sesuai FEMA 356. Dari metode respon spektra dilakukan pengecekan periode, ragam getar, gaya geser dasar, dan simpangan antar lantai; sedangkan metode riwayat waktu dilakukan pengecekan tingkat kinerja. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan kayu laminasi Laban pada struktur gedung Fashion Gallery di Kota Bandung ternyata menunjukkan kinerja struktur yang baik dengan tingkat kinerja LS (Life Safety). Tingkat kinerja struktur LS ini mengisyaratkan bahwa gedung perbelanjaan hanya boleh mengalami kerusakan pada elemen balok saja sehingga penghuninya masih dapat menyelamatkan diri ketika beban seismik terjadi. Hal ini juga didukung oleh nilai rasio drift lateral berada di rentang 1% hingga 2%.
PENGEMBANGAN KONSEP WASTE MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BIAYA PROYEK GEDUNG Andraiko, Heru
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.2.79-93.2025

Abstract

Bisnis konstruksi merupakan kegiatan yang paling dominan dalam perkembangan bisnis di Indonesia saat ini. Banyaknya proyek konstruksi saat ini tentu akan menimbulkan limbah material konstruksi yang sangat banyak apabila tidak dikelola dengan baik. Beragamnya limbah material konstruksi yang ada di proyek mempunyai pengaruh tersendiri terhadap pengendalian biaya di proyek, sehingga diperlukan suatu sistem pengelolaan yang terencana. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor apa saja yang mempunyai pengaruh besar terhadap pengembangan konsep penerapan sistem waste management material konstruksi pada pekerjaan struktur, sehingga dapat meningkatkan kinerja biaya proyek dan menghasilkan suatu pedoman untuk keberhasilan penerapan waste management pada proyek bangunan gedung yang dikerjakan. Hasil penelitian diharapkan mampu mengurangi risiko timbulnya waste material kontruksi pada proyek bangunan gedung di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data didapat dari sebaran kuisioner kepada responden terkait pengembangan konsep waste management pada proyek bangunan gedung. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu statistik. Dari hasil penelitian didapat enam belas variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap pengembangan konsep waste management untuk mengelola limbah material konstruksi dan tiga variabel yang sangat berpengaruh untuk meningkatkan kinerja biaya proyek. Ketiga variabel yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja biaya proyek adalah variabel perubahan desain, variabel pembuatan rekaman database waste management, dan variabel metode kerja untuk memperkecil timbulnya waste management.
PENGARUH LIMBAH SERBUK KAYU DAN SERBUK ARANG TERHADAP BERAT VOLUME DAN KUAT TEKAN BETON Alfianarrochmah, Ilma; Ayu Rahmawati, Rizka; Jenita Maharani, Dwi; Junianda Velantika, Griselda
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.2.67-78.2025

Abstract

Peningkatan kebutuhan pada pembangunan infrastruktur menyebabkan penggunaan beton semakin membesar, namun hal ini turut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan terutama pada penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan emisi karbon dari proses produksi semen. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan maka dapat dilakukan pemanfaatan bahan ramah lingkungan dengan melakukan penelitian terkait analisis berat volume dan kuat tekan beton dengan penggunaan bahan substitusi serbuk kayu dan serbuk arang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh serbuk kayu sebagai substitusi berat agregat halus sebesar 2,5% dan serbuk arang sebagai substitusi berat semen dengan variasi 0%, 2%, 5%, 7%, dan 9% terhadap hasil berat volume dan kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan benda uji silnder beton sebanyak 24 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu dan serbuk arang menyebabkan penurunan berat volume pada beton. Pada umur 14 hari menunjukkan penurunan dari beton normal ke V5 yaitu sebesar 2225 kg/m3 menjadi 1966 kg/m3. Pada umur 28 hari menunjukkan penurunan signifikan berat volume terjadi pada beton normal ke V5 yaitu sebesar 2258 kg/m3 menjadi 2035 kg/m3. Hasil pengujian kuat tekan optimal pada penambahan inovasi material adalah V2 sebesar 7,55 MPa pada umur 14 hari dan V3 sebesar 9,24 MPa pada umur 28 hari. Kuat tekan dengan inovasi material ramah lingkungan pada peneitian ini menunjukkan kuat tekan yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan kuat tekan pada beton normal yang mencapai 15,66 Mpa dan 17,17 Mpa pada 14 dan 28 hari  . Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan ramah lingkungan dapat mengurangi berat beton secara signifikan walaupun diiringi dengan penurunan kuat tekan. Hal tersebut menunjukkan potensi aplikasinya sebagai material untuk konstruksi non struktural sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya alamt dan emisi karbon dari produksi semen.
Analisis Volume Tampungan Kolam Retensi Das Deli Sebagai Salah Satu Upaya Pengendalian Banjir Kota Medan Zevri, Asril
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.2.113-122.2017

Abstract

Daerah Aliran Sungai Deli adalah salah satu DAS yang berperan penting terhadap Kota Medan. Curah hujan yang tinggi disertai dengan perubahan tata guna lahan dapat meningkatkan limpasan air permukaan mengalir dengan cepat dan menimbulkan debit banjir. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa volume tampungan kolam retensi akibat debit banjir kala ulang DAS Deli dengan debit kapasitas penampang sungainya. Lingkup kegiatan dalam penelitian ini yaitu menganalisa curah hujan harian maksimum rata-rata DAS Deli, curah hujan harian maksimum kala ulang 2 s/d 100 tahun, debit banjir kala ulang 2 s/d 100 tahun, debit kolam retensi, dan volume tampungan kolam retensi. Hasil studi menunjukan debit kolam retensi 388.66 m3/det terjadi dengan lama waktu banjir 6.13 jam sehingga  volume tampungan kolam retensi mencapai 8,600,000 m3 dengan rencana luas lahan 215 ha dan rata-rata kedalaman 4 meter.
Perencanaan Integrasi Layanan Operasional Antar Moda Railbus dan Angkutan Umum di Kota Padang Chairi, Maiyozzi; Yossyafra, Yossyafra; Putri, Elsa Eka
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.1.1-12.2017

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat menyebabkan akses jalan untuk menunjang kelancaran perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skenario perencanaan secara operasional dalam menyesuaikan moda transportasi Railbus yang terintegrasi dengan moda angkutan umum sehingga diharapkan pemanfaatan dan pelayanannya bisa berjalan dengan baik, diterima oleh semua masyarakat, dan tercipta transportasi multimoda yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga didukung oleh parameter analisis perencanaan yaitu waktu tempuh perjalanan dan biaya perjalanan. Di dalam perencanaan menggunakan identifikasi daerah tangkapan (Catchment Area) pada 5 Stasiun/Halte Railbus dengan asumsi radius +2000 m dan daerah tangkapan (Catchment Area) untuk rute angkot dengan asumsi +500 m ke daerah sekitar. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, deskriptif dan perencanaan yang merujuk pada hasil survey pengamatan operasional kombinasi multimoda dalam kondisi angkot eksisting maupun setelah multimoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 39 zona yang telah ditetapkan batasannya dan sudah diidentifikasi, maka didapatkan sekitar 18 zona asal tujuan perjalanan yang berpeluang untuk multimoda dan terbagi menjadi 180 kombinasi asal tujuan perjalanan dengan persentase sekitar 11,83 % dari O-D Matrix secara keseluruhan. Pada analisis variabel waktu perjalanan didapatkan sebanyak 15 zona asal dan 18 zona tujuan yang berpeluang multimoda terdiri dari 77 kombinasi asal tujuan perjalanan atau sekitar 42,77% dari keseluruhan kombinasi asal tujuan perjalanan dan 5,06% dari O-D Matrix secara keseluruhan. Sedangkan pada analisis variabel biaya perjalanan didapatkan sebanyak 15 zona asal dan 14 zona tujuan yang berpeluang multimoda terdiri dari 78 kombinasi asal tujuan perjalanan atau sekitar 43,33% dari keseluruhan kombinasi asal tujuan perjalanan dan 5,13% dari O-D Matrix secara keseluruhan. Tahap akhir dilakukan berupa perencanaan terintegrasi dari semua skenario yang sudah ditetapkan yaitu berupa perencanaan yang diharapkan terintegrasi secara waktu, rute, biaya, dan fasilitas penunjang.Kata kunci : Integrasi, Transportasi, Railbus, Kombinasi perjalanan, Multimoda