cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
khairul.amri@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25274244     EISSN : 2541206X     DOI : -
Core Subject : Education,
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali setahun sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ristekdik memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam bimbingan dan Konseling.
Arjuna Subject : -
Articles 614 Documents
EFEKTIVITAS KONSELING INDIVIDU TEKNIK EXPRESSIVE WRITING THERAPY DALAM MENINGKATKAN SELF ACCEPTANCE SISWA KELAS VIII A MTS BUSTANUL ULUM PANTI Jamaliyah, Latifatul; Mutakin, Fakhruddin; Karamoy, Yurike Kinanthy
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.26-31

Abstract

Self acceptance merupakan salah satu aspek yang sangat dibutuhkan oleh setiap siswa terutama dalam proses aktualisasi dirinya. Peneliti melakukan penelitian awal menggunakan metode angket di kelas VIII A MTs Bustanul Ulum Panti dan diperoleh data bahwa sekitar 15 siswa memiliki tingkat self acceptance tinggi, 9 siswa memiliki tingkat self acceptance sedang, dan 2 siswa memiliki tingkat self acceptance rendah yang selanjutnya 2 siswa ini menjadi sampel pada penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektivitas Konseling Individu Teknik Expressive writing therapy Dalam Meningkatkan Self acceptance Siswa VIII A MTs Bustanul Ulum Panti. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Prosedur yang digunakan yaitu pengukuran yang dilakukan dua kali pada pretest dan posttest menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata pretest dari sampel penelitian yaitu 45.80. Sedangkan pada posttest nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 80.00. Hal tersebut membuktikan bahwa self acceptance siswa dapat meningkat dengan memberikan konseling individu teknik expressive writing therapy.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGANAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SMA NEGERI 8 BANJARMASIN Hidayanti, Hidayanti; Yuliansyah, Muhammad; Prasetia, Muhammad Eka
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i4.416-424

Abstract

Perilaku menunda-nunda dalam dunia akademis adalah salah satu masalah yang kerap ditemui oleh siswa dan mahasiswa, di mana individu dengan sadar menangguhkan penyelesaian tugas akademik walaupun terdapat waktu serta keterampilan yang memadai untuk menyelesaikannya. Dalam konteks ini, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi sangat krusial dalam membantu siswa mengatasi kebiasaan menunda-nunda tugas atau kewajiban akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran guru BK dalam menangani perilaku prokrastinasi akademik siswa di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data yang meliputi wawancara dan dokumentasi yang komprehensif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari Guru BK dan sejumlah siswa yang terkait kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Temuan penelitian menunjukan bahwa guru BK memiliki peran penting dalam mengatasi penundaan akademis melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta pendekatan preventif dan kuratif lainnya. Setelah mendapatkan penanganan dari guru BK, siswa menunjukkan perubahan positif dalam perilaku akademiknya, seperti meningkatnya kesadaran akan tanggung jawab belajar, manajemen waktu yang lebih baik, serta berkurangnya kecenderungan untuk menunda-nunda tugas. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan oleh guru BK efektif dalam membantu siswa mengatasi prokrastinasi akademik, serta mempertegas pentingnya keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. 
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB ANAK MENGALAMI GANGGUAN SPEECH DELAY DI TK PEMBINA NEGERI TINGKAT 1 PALEMBANG Intania, Natasya; Darmawani, Evia; Idayana, Santa
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i6.652-662

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi  pada studi pendahuluan di Taman Kanak- Kanak Pembina Negeri Tingkat 1 Palembang untuk melihat gambaran anak yang terdampak pada kesulitan berkomunikasi, karena sebagaimana fenomena abad digital pola interaksi anak dan lingkungan semakin berkurang karena mereka lebih focus pada gadget, tontonan yang tersedia atau menonton TV anak- anak yang banyak sekali menyediakan fasilitas bermain. Sementara pada usia perkembangan tersebut seharusnya mereka banyak berinteraksi dengan lingkungan social sebaya untuk menempa emosional, karakter keterampilan berhubungan, berbicara, menerima, dan menghargai. Pengamatan awal ada empat orang anak yang terindikasi mengalami kesulitan berkomunikasi di kelas dilihat dari ciri- ciri diam dan menghindar ketika diajak bicara, atau menjawab terbata- bata bahasanya tidak jelas dengan lawan bicaranya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan bicara dan upaya yang dilakukan oleh guru serta orang tua. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik analisa deskriftif kualitatif. Hasil penelitian, terbukti keempat anak terebut mengalami speech delay pada kategori menengah. Dari empat murid tersebut tiga anak laki- laki mengalami speed delay, satu orang diantaranya anak guru kemampuan bicaranya sangat rendah ketergantungan dengan hanphone,  satu orang anak lagi berjenis kelamin perempuan kemampuan bicaranya lebih baik dari ke tiga temannya sekalipun masih kelihatan kurang percaya diri. Hasil wawancara membuktikan bahwa pola pengasuhan sehari- hari diserahkan pada nenek karena orang tua bekerja. Gaya pengasuhan  grand parenting dengan pola permisif atau membiarkan anak untuk bermain, berbicara, beraktivitas sendiri. Orang tua baru menyadari untuk melakukan pendekatan theraphy atas saran dari para guru
UPAYA PREPENTIF DALAM MENCEGAH PERILAKU CYBERBULLYING MELALUI BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING Hastin, Ma'fufah Hastin; Setiawati, Denok; Widjanarko, Koes
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i3.494-502

Abstract

Masifnya penggunaan tekgnologi dan internet yang sudah sangat canggih di era saat ini oleh peserta didik, guru BK perlu melakukan layanan klasikal secara tepat agar peserta didik dapat memahami bahaya cyberbullying sebagai satu langkah preventif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan bimbingan klasikal sebagai upaya pencegahan perilaku cyberbullying pada peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 di kelas XII SMAN 11 Surabaya Tahap-tahap yang dipaparkan tersebut merupakan tahapan dalam satu siklus. Siklus berikutnya, tahap perencanaan direvisi dengan megurangi pernyataan atau kegiatan dalam layanan yang dilakukan yang bersifat mengontrol peserta didik. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan mampu mengubah pemikiran, perilaku dan sikapnya kearah yang baik dan positif dengan tidak melakukan cyberbullying, tergerak menciptakan lingkungan sekolah yang damain dan menjunjung nilaii-nlai kemanusiaan melalui proyek yang telah dikerjakan. 
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENGATASI KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA BIMBINGAN KkONSELING SEMESTER II RUANG 02 UNIVERISTAS MUHMMADIYAH TAPANULI SELATAN Amri, Khairul; Dela, Vitria Larseman; Hafisoh, Muainah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.239-248

Abstract

PENDAHULUAN Mahasiswa bimbingan konseling dituntut untuk memiliki kemampuan berbicara di depan umum, selain keahlian mengungkapkan pikirannya secara tertulis. Kemampuan mengungkapkan pikiran secara lisan memerlukan kemampuan penguasaan bahasa yang baik agar mudah dimengerti oleh orang lain dan membutuhkan pembawaan diri yang tepat. Kemampuan mahasiswa berbicara di depan umum lebih banyak menggunakan metode diskusi kelompok dan presentasi. Akan tetapi, mahasiswa seringkali merasa cemas untuk mengungkapkan pikirannya secara lisan, baik pada saat diskusi kelompok, saat mengajukan pertanyaan pada dosen, ataupun ketika harus berbicara di depan kelas saat mempresentasikan tugas. Kondisi tersebut ditandai dengan ketakutan dalam menunjukkan performansi maupun situasi interaksionalnya dengan orang lain. Kondisi tersebut berdampak terhadap kualitas kehidupan individu.Berdasarkan hasil needs assessment yang penulis lakukan dengan mahasiswa Bimbingan Konseling Univeristas Muhammdiyah Tapanul  i Selatan, pada tanggal 18 september 2023 di dapatkan informasi bahwa, terdapat beberapa kendala yang dialami mahasiswa saat proses pembelajaran antara lain : 1.Adanya kecemasan berbicara di depan umum, terutama saat presentasi. 2.Kurangnya percaya diri mahasiswa. 3.Kurangnya komunikasi sesama mahasiswa di ruangan. 4. Kurangnya kerjasama anatara mahasiswa di ruangan. 5. Gangguan suara dari luar ruangan, yang membuat mahasiswa kurang fokus dalam proses pembelajaran.Dari fenomena yang penulis temukan, kendala yang dialami mahasiswa tersebut dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Salah satunya, adanya kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa, terutama saat presentasi. Mereka merasa gugup ketika presentasi, serta malu-malu dan takut untuk mengemukakan pendapatnya. Akibatnya mahasiswa lebih sering diam ketika dosen bertanya atau meminta mahasiswa untuk tampil. Disitulah banyaknya siswa yang pasif disaat proses pembelajaran berlangsung, dan belajar yang pasif bukanlah hal yang baik untuk individu / mahasiwa.Sehingga hal tersebut dapat menjadi penghambat dalam proses pembelajaran yang dapat menganggu fungsi kognitif seseorang, misalnya dalam hal konsentrasi, mengingat, pembuatan konsep serta pemecahan masalah. Dan sebagai mahasiwa khususnya mahasiswa bimbingan konseling, berbicara di depan umum merupakan salah satu hal yang diperlukan sebagai penunjang kegiatan konseling. Karena dalam proses konseling diperlukan keterampilan berbicara agar dapat mengajak klien berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling.Berdasarkan hasil wawancara di atas maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Role playing Dalam Mengatasi Kecemasan Berbiacara di Depan Umum pada Mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan”Konseling kelompok adalah upaya bantuan yang bersifat pencegahan dan pengembangan kemampuan pribadi sebagai pemecahan masalah secara kelompok atau bersama-sama dari seorang konselor kepada klien. (Lumongga, 2016 : 20).Nurihsan J, A. menyatakan bahwa konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pemikiran, serta perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif, orientasi pada kenyataan, katarsis, saling mempercayai, saling memperlakukan dengan mesra, saling pengertian, saling menerima, dan saling mendukung. Fungsi-fungsi terapi itu diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling memedulikan di antara para peserta konseling kelompok. (Diambil dari Rasimin Hamdi, 2021 : 7)Berdasarkan penjelasan di atas layanan konseling kelompok merupakan layanan yang diberikan kepada sejumlah orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk saling belajar dari pengalaman para anggotanya sehingga siswa dapat mengatasi masalah yang dialaminya.(dalam Herlina U, 2015) Santrock menyatakan definisi role playing sebagai berikut :Bermain peran (role playing) ialah suatu kegiatan yang menyenangkan. secara lebih lanjut bermain peran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperolah kesenangan, Role playing merupakan suatu metode bimbingan dan konseling kelompok yang dilakukan secara sadar dan diskusi tentang peran dalam kelompok.Menurut pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa teknik role playing dapat meningkatkan kemampuan individu untuk menghargai diri-sendiri dan meningkatkan empati individu terhadap orang lain, karena di dalam teknik role playing mahasiswa diajarkan kemampuan memecahkan masalah dalam dirinya sehingga melatih dirinya lebih bertanggung jawab dalam situasi dan keadaan yang sulit sekalipun.(dalam Wahyuni, E. 2015) Chaplin berpendapat bahwa kecemasan merupakan perasaan campuran berisikan ketakutan dan keprihatinan mengenai rasa-rasa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut. Alwisol mengemukakan bahwa kecemasan akan berubah menjadi ancaman dan menciptakan ketegangan dan rasa tidak menyenangkan. METODETempat penelitian dilakukan di Universitas Muhammdiyah Tapanuli Selatan. Adapun alasan penulis menjadikan Universitas ini sebagai lokasi penelitian karena sepengetahuan penulis belum ada yang meneliti mengenai "Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Role Playing Dalam Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum”. Sedangkan lama peneliti ini lebih kurang 2 bulan setelah pelaksanaan seminar proposal atau setelah surat keterangan penelitian dikeluarkan oleh kampus. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya.Sugiyono (2019, 16-17) metode kuantatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.Metode yang digunakan penulis dalam penelitan ini adalah metode ekspreimen. Sugiyono (2019 : 111) menyatakan penelitian eksperimen adalah sebagai metode penelitian yang dilakukan dengan percobaan, digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan, agar tidak ada variabel lain selain variabel treatment yang mempengaruhi variabel dependen. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba ada tidaknya hubungan sebab akibat.Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre-Experimental design dengan tipe one group pretest-posttest design, dalam arti hanya kelompok eksperimen saja yang akan diukur berdasarkan dari treatment yang diberikan, pelaksanaannya dengan cara memberikan pretest terlebih dahulu sebelum diberi tindakan, sehingga dapat melihat pengaruh tindakan yang diberikan terhadap siswa setelah itu baru diberikan posttest untuk mengukur seberapa besar pengaruh yang muncul setelah diberikan treatment.Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan Konseling Semester II Univeristas Muhammadiyah Tapanuli Selatan yang berjumlah 24 Mahasiswa.  digambarkan pada tabel dibawah ini:Tabel 3.1 Populasi PenelitianNoMahasiswa BKJumlah1. II ruang 0224 Jumlah24pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Menurut Sugiyono (2019 : 129) Simple Random Sampling adalah adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.Sampel atau sumber data dengan pertimbangan tertentu dimana untuk Purposive Sampling ini adalah mahasiswa semester 2 ruang 02 karena pada umumnya mahasiswa memiliki kecemasan berbicara di depan umum. Sehingga peneliti mengambil mahasiswa semester 2 ruang 02 untuk menjadi sampel penelitian, Alasan peneliti mengambil 10 mahasiswa untuk penelitian adalah karena tidak seluruh mahasiswa memiliki kecemasan berbicara didepan umum yang tinggi, ada sebagian mahasiswa yang mampu mengatasi kecemasan berbicara di depan umum.HASILPenelitian diawali dengan menyebarkan angket pretest untuk melihat kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling Sebelum diberikan treatment peneliti akan menyajikan data pretest yang mengungkap tentang kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling yang kategorinya tinggi. Berdasarkan data hasil pretest yang telah dilakukan pada mahasiswa Bimbingan Konseling semester II ruang 02 Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dengan jumlah 24 orang.ada 24 orang mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 yang megikuti pretest dengan skor keseluruhan 3667 dengan rata-rata skor 152,8 berada pada kategori sedang. Artinya tingkat kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 berada pada kategori sedang. yang dimana 10 mahasiswa memiliki kecemasan yang tinggi, 11 mahasiswa memiliki kecemasan yang sedang, dan 3 mahasiswa memiliki kecemasan yang rendah. Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah 10 mahasiswa dengan kecemasan yang tinggi. dengan skor keseluruhan 1883 dengan rata-rata 188,3 berada pada kategori tinggi. Artinya kecemasan berbicara di depan umum yang dialami 10 mahasiswa tersebut berada pada kategori tinggi.Berdasarkan hasil pretest diatas, selanjutnya diterapkan treatment konseling kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa dengan 4 kali treatment. Setelah mahasiswa mendapatkan treatment berupa layan konseling kelompok dengan teknik role playing sebanyak empat kali, dan selanjutnya dilakukan pengolahan data posttest. Berdasarkan data hasil posttest tentang kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 dapat dijelaskan ada 10 orang mahasiswa setelah diberikan posttest tentang kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa di peroleh jumlah skor 1150 poin dengan rata-rata 115 poin berada pada kategori rendah. Pada hasil posttest di dapatkan bahwa 3 orang berada pada kategori sedang, dan ada 7 orang adalah berada pada kategori rendah. Artinya setelah penerapan treatmen konseling kelompok dengan teknik Role Playing efektif dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 Univerisitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.Dapat dijelaskan bahwa sampel pada penelitian ini mengalami penurunan jumlah skor kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa. Sebelum treatment jumlah skor 1883 dengan rata-rata skor 188,3 berada pada kategori tinggi. Setelah diberikan treatment jumlah skor menurun menjadi 1150 dengan rata-rata 115 berada pada kategori rendah. Artinya data di atas menggambarkan bahwa dari 10 orang mahasiswa tersebut mengalami penurunan secara keseluruhan. Perolehan skor di atas dapat menggambarkan mutu kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa antara data pretest dan data posttest.Uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan SPSS 20.0. Dalam menentukan suatu item valid atau tidak. Berdasarkan perhitungan peneliti menggunakan 50 item intrumen yang dinyatakan valid dalam penelitian ini.Dasar pengambilan keputusan uji reliabilitas cronbach intrumen dikatakan reliable apabila, jika nilai crhonbach alpha 0,7.Reliability StatisticsCronbach's AlphaN of Items.96150Berdasarkan tabel Realibility statistics, Cronbach’s Alfa menunjukan pada angka 0,961, dapat dipahami bahwa reabilitas instrumen yang penulis gunakan berada pada klasifikasi tinggi. Dapat dipahami hasil uji reabilitas skala kecemasan berbicara di depan umum siswa menunjukan hasil yang reliabel.          Peneliti menggunakan normal data yang berdistribusi normal, hal ini dapat dilihat pada tabel tabel dibawah ini tentang uji normalitas.Tabel 4.9Tests of Normality Kolmogorov-SmirnovaShapiro-WilkStatisticDfSig.StatisticdfSig.Pretest.15910.200*.97210.906*. This is a lower bound of the true significance.a. Lilliefors Significance CorrectionBerdasarkan tabel di atas bahwa data memiliki distribusi normal jika p≥ 0,05. Berdasarkan tabel di atas, sig. untuk variable kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa yaitu 0,90 dari 0,05. Jadi variabel tersebut memiliki distribusi data yang normal.Analisis data pretest dan posttest terhadap kelompok eksperimen terdapat pada tabel di bawah ini.Tabel 4.5 Analisis Hasil Pretest Dan Posttest Kelompok EksperimenRespondenKelompok EksperimenPretestPosttestMS214115PDAP202113M201116ORS193127NAHH185110BS181131SG180114YMI180107ASP179120AM16897MS214115 Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa sampel pada penelitian ini mengalami penurunan jumlah skor kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa. Sebelum treatment jumlah skor 1883 dengan rata-rata skor 188,3 berada pada kategori tinggi. Setelah diberikan treatment jumlah skor menurun menjadi 1150 dengan rata-rata 115 berada pada kategori rendah. Artinya data di atas menggambarkan bahwa dari 10 orang mahasiswa tersebut mengalami penurunan secara keseluruhan. Perolehan skor di atas dapat menggambarkan mutu kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa antara data pretest dan data posttest.Berdasarkan tabel hasil uji ( Paired Sample T-Test), dapat diketahui nilai signifikansi pada yaitu 0,000 yang dimana nilai tersebut 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Berdasarkan dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik asertif dapat mengatasi bullying siswa kelas VIII MTsS Islamiyah Barbaran.PEMBAHASANBerdasarkan penelitian dilakukan layanan bimbingan kelompok dengan 5 kali pertemuan terhadap siswa-siswa kelas VIII MTsS Islamiyah Barbaran dengan jumlah sampel 10 orang dalam 1 kelompok eksperimen. Data yang diperoleh untuk mengetahui hasil pretest dan posttest diperoleh dari penyebaran angket yang dilakukan oleh peneliti mengenai bullying. Perbedaan penurunan perilaku bullying siswa pada kelompok eksperimen sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok.Tabel 4.7 Perbandingan Kelompok Eksperimen Pretest Dan PosttestRespondenKelompok EksperimenSkor PenurunanPretestPosttestMS214115Turun 99PDAP202113Turun 89M201116Turun 85ORS193127Turun 66NAHH185110Turun 75BS181131Turun 50SG180114Turun 66YMI180107Turun 73ASP179120Turun 50AM16897Turun 71MS214115Turun 99Rata-Rata214115Turun 89Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa sampel pada penelitian ini mengalami penurunan jumlah skor kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa. Sebelum treatment jumlah skor 1883 dengan rata-rata skor 188,3 berada pada kategori tinggi. Setelah diberikan treatment jumlah skor menurun menjadi 1150 dengan rata-rata 115 berada pada kategori rendah. Artinya data di atas menggambarkan bahwa dari 10 orang mahasiswa tersebut mengalami penurunan secara keseluruhan. Perolehan skor di atas dapat menggambarkan mutu kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa antara data pretest dan data posttest. nilai signifkansi (2-taliled) 0,001 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna setelah diterapkan perlakuan treatment konseling kelompok dengan teknik role playing.Dengan demikian maka dapat disimpulkan H0 jika probabilitas yang dihiting ≤ probabilitas yang ditetapkan sebesar 0.05 [Sig. (2-tailed)≤α0.05] di tolak. H0 jika probabilitas yang dihitung probabilitas yang ditetapkan sebesar 0.05 [Sig. (2-tailed)α0.05] diterima. Artinya konseling kelompok dengan teknik role playing efektif dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.Berdasarkan hasil analisis diatas dapat diperoleh hasil penelitian yang menujukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik role playing efektif dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Hal ini diperoleh dari hasil analisis data. Jika dilihat dari skor penurunan dan perbandingan data hasil pretest dan posttest, saat pretest jumlah skor kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa adalah 1883 dengan rata-rata 188,3 dengan rincian 10 orang mahasiswa berada pada kategori tinggi. Selanjutnya hasil posttest menunjukkan bahwa setelah diterapkan treatment konseling kelompok dengan teknik role playing didapati jumlah skor 1150 dengan rata-rata 115 dengan rician 3 orang pada kategori sedang dan 7 orang pada kategori rendah. Jadi dapat di pahami konseling kelompok dengan teknik role playing dapat mengatasi kecemasan bericara di depan umum.SIMPULANBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di MTsS Islamiyah Barbaran diperoleh kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:Layanan konseling kelompok dengan teknikn role playing efektif dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Berdasarkan data hasil pretest dan posttest, saat pretest jumlah skor kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa adalah 1883 dengan rata-rata 188,3 dengan rincian 10 orang mahasiswa berada pada kategori tinggi. Selanjutnya hasil posttest menunjukkan bahwa setelah diterapkan treatment konseling kelompok dengan teknik role playing didapati jumlah skor 118 dengan rata-rata 118,1 dengan rician 3 orang pada kategori sedang dan 7 orang pada kategori rendah.Konseling kelompok dengan teknik role playing efektif dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa bimbingan konseling semester II ruang 02 Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. H0 jika probabilitas yang dihiting ≤ probabilitas yang ditetapkan sebesar 0.05 [Sig. (2-tailed)≤α0.05] di tolak. H0 jika probabilitas yang dihiting probabilitas yang ditetapkan sebesar 0.05 [Sig. (2-tailed)α0.05] diterima.DAFTAR RUJUKANDAFTAR PUSTAKA Ananda, R. (2018). Peningkatan Pembelajaran PKN dengan Penerapan Metode Role-Playing Siswa Kelas II SDN 003 Bangkinang Kota. Jurnal Basicedu, 2(1), 33-42.Andriati, N. (2015). Pengembangan model bimbingan klasikal dengan teknik role playing untuk meningkatkan kepercayaan diri. Jurnal Bimbingan Konseling, 4(1).Cemas, B. D. D. K. KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR KhairunisaDewandari.2015. Cari Tahu Tentang Gangguan Kecemasan. Jakarta : PT. Glory Offset Press.FITRI, L. (2020). Pengaruh konseling kelopok dengan Teknik role playing dalam mengurangi perilaku bullying pesertas didik kelas XI Jurusan TKJ SMKN 2 Bandar Lampung. TA 2017/2018 (Doctoral dissertation, UINRaden Intan lampung).Herlina, U. (2015). Teknik role playing dalam konseling kelompok. Sosial Horizon:     Jurnal Pendidikan Sosial, 2(1), 94-107.Indriasari, E. (2016). Meningkatkan Rasa Empati Siswa Melalui Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Pada Siswa Kelas Xi Ips 3 Sma 2 Kudus Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 2(2)Jama, J. (1990). Populasi dan Sampel.Juliandi, A., Manurung, S., Satriawan, B. (2016). Mengolah data penelitian bisnis dengan SPSS. Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah AQLI.Lumongga, D. N. (2016). Konseling kelompok. Kencana.Mulkiyan, M. (2017). Mengatasi masalah kepercayaan diri siswa melalui konseling kelompok. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5(3), 136-142.Nisa, W., Muhid, A. (2022). Peran Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok dengan Teknik Role Playing dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional: Literature Review. SHINE: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 1-13.Yanto, A. (2015). Metode bermain peran (Role playing) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jurnal Cakrawala Pendas, 1(1). Rasimin, M. P., Hamdi, M. (2021). Bimbingan dan Konseling Kelompok. Bumi Aksara. Saputri, N. M. I., V. L., Islamiati, I., Asmaryadi, A., Amri, K. (2022). Pengaruh Layanan Konseling Kleompok Brerbasis Self Management Terhadap Penurunan Tingkat Kecanduan Game online Pada Siswa Kelas XI di SMK Negeri 1 Hutaraja Tinggi. Restikdik : Jurnal bimbingan dan konseling, 7(2), 216-226.Sugiyono.2019. Metode Penelitian Kuantatif kualitatif dan RD. Bandung : AlfabetaSuharsimi.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.Susanti, E. (2019). Keterampilan Berbicara. Wahyuni, E. (2015). Hubungan self-effecacy dan keterampilan komunikasi dengan kecemasan berbicara di depan umum. Jurnal Komunikasi Islam (Journal of Islamic Comunication), 5(1), 51-82.Wahyuni, S. (2013). Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa psikologi. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(4).Yanto, A. (2015). Metode bermain peran (Role playing) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jurnal Cakrawala Pendas, 1(1).
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI MEDIA POSTER MENGGUNAKAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIER PADA SISWA SMK N 2 PALANGKA RAYA Kusuma Wardani, Afifah Tri; Romiaty, Romiaty; Sukarningsi, Susi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 7 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i7.751-760

Abstract

: Perencanaan karier adalah proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang untuk menentukan arah dan tujuan kariernya di masa depan. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting, seperti kemampuan diri, minat, bakat, serta pemahaman terhadap dunia kerja dan peluang tersedia. Dalam konteks siswa, perencanaan karier bukan hanya berlangsung pada masa sekolah saja, tetapi merupakan proses yang berkelanjutan hingga mereka benar-benar mampu mewujudkan cita-cita atau karier yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan layanan bimbingan kelompok melalui media poster menggunakan canva untuk meningkatkan perencanaan karier siswa di kelas XI AKL 4 SMK N 2 Palangka Raya tahun pelajaran 2024/2025. Pada penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimental dengan desain one group pretest and postest. Sampel di ambil dengan teknik purposive sampling sehingga sesuai dengan kriteria pemilihan sampel, yaitu 6 siswa dari kelas XI AKL 4 SMK N 2 Palangka Raya yang di tetapkan sebagai sampel dalam penelitian ini. Alat pengumpulan data utama yang penulis gunakan adalah kuesioner, penulis membagikan kuesioner untuk dapat mengetahui ada tidaknya peningkatan tentang perencanaan karier siswa. Kemudian, data dianalisis menggunakan statistik parametrik karena data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan uji-t dengan menggunakan uji paired sampel t test ini sig, ,0000,05 dan nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel yaitu 8,077 2,776 maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok melalui poster menggunakan canva efektif dalam meningkatkan perencanaan karier 6 siswa kelas XI AKL 4 di SMK N 2 Palangka Raya. Hal ini juga dibuktikan dengan perhitungan R Square untuk mengetahui berapa besar presentase keefektifan penelitian, menggunakan model summary ini sebesar 0,157 atau 15,7%. Oleh karena itu, penerapan layanan bimbingan kelompok melalui media poster menggunakan canva berhasil dalam meningkatkan perencanaan karier siswa
EVALUASI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA Nazwa, Nazwa; Hasibuan, Uli Makmun; Elvidayani, Elvidayani; Adifiya, Alfira
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i2.186-192

Abstract

Karakter merupakan sifat, watak, perilaku yang ada pada diri individu, karakter dapat di pengaruhi oleh lingkungan individu tersebut. Seperti pergaulan bebas, kurang menghormati guru dan orang tua, merokok, dll. Akibat itu semua dikarenakan faktor pengawasan kebiasaan dari siswa. Dengan hal tersebut perlu adanya perlakuan untuk mengembangkan karakter pada siswa salah satunya dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok oleh guru bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layanan bimbingan kelompok dalam mengembangkan karakter pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil kajian pustaka merupakan jurnal yang dikaji secara mendalam menggunakan tiga point yaitu 1) tingkat karakter pada siswa; 2) sasaran bimbingan kelompok dalam mengembangkan karakter pada siswa; 3) keberhasilan dalam menerapkan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan karakter siswa.  
DAMPAK PENERAPAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP OTORITAS DAN EFEKTIVITAS MENGAJAR GURU DI SD NEGERI 8 BIAU Anisa, Nur; Rudini, Moh; Marto, Hasia
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 5 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MEI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i5.551-559

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dampak penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap otoritas dan efektivitas mengajar guru di sekolah dasar khususnya di SD Negeri 8 Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian Untuk mengetahui gambaran dampak penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak pada otoritas guru dan efektvitas mengajar guru dan untuk mengetahui hambatan dan tantangan yang di hadapi guru dalam menjalankan otoritasnya dan menciptakan efektivitas pembelajaran dengan adanya penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak di SD Negeri 8 Biau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui 3 tekhnik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hambatan serta tantangan dan gambara penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak diatas dapat pula diketahui bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak mempunyai dampak positif dan negatifnya, dimana dampak positifnya ke siswa namun dampak negatifnya ke guru, akibatnya yaitu guru lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan karena adanya ancaman dengan adanya kebijakan ini, hal ini menyebabkan guru kesulitan dalam mengambil keputusan serta menegakkan disiplin kelas disisi lain siswa terhindar dari tindakan kekerasan dalam proses pembelajaran.
PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI KULIAH KERNYA NYATA (KKN) REGULER DI KELURAHAN HUTA BARANGAN KOTA SIBOLGA Arrasyd, Harun; Waruwu, Junior; Jannah, Nur Syifaul
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i3.365-371

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas permasalahan pembentukan karakter mahasiswa melalui kuliah kerja nyata (KKN) regular di kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah Untuk membentuk karakter mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) reguler di Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga dan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang karakter. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, Bagaimana membentuk karakter mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) reguler di Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah 1. Pembentukan karakter mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) reguler di Kelurahan Hutabarangan Kota. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) yaitu melakukan observasi (pengamatan), interview (wawancara), studi dokumentasi dan gabungan dari ketiganya. Responden penelitian ini adalah mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) reguler di Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga, dan informannya adalah Lurah Hutabarangan, Polisi dan warga dikelurahan Hutabarangan. Hasil penelitian ini karakter yang dapat dibentuk melalui keliah kerja nyata (KKN) regular di Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga adalah 1. Karakter semangat kebangsaan, 2. Karakter cinta tanah air, 3. Karakter disiplin, 4. Karakter tanggung jawab, 5. Karakter peduli lingkungan, 6. Karakter peduli sosial, 7. Karakter religius.
EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI ANAK DIDIK LAPAS (ANDIKPAS) Novira, Lathifa; Rasmanah, Manah; Putra, Bela Janare
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.170-176

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efektifitas Konseling Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Anak Didik Lapas (ANDIKPAS)” Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui adakah gambaran dan efektifitas konseling kelompok dengan teknik role playing untuk meningkatkan regulasi emosi anak didik lapas ANDIKPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen. Populasi penelitian ini adalah berjumlah 200 ANDIKPAS sampel yang diambil berjumlah 8 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling yaitu suatu metode penarikan sampel non random sampling yang dilakukan dengan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner atau angket dengan jumlah 20 pernyataan, dengan dasar pengambilan keputusan jika rHitung rTabel maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon mengukur signifikan perbedaan antara dua populasi yang didasarkan pada jika nilai (asymp.sig (2-tailed) maka HO ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pre-test sebelum M(SD) 44 (3) dengan kategori rendah 5, kategori sedang 2 dan kategori tinggi 1 menjadi setelah post-test M(SD) 64 (2) dengan Kategori rendah 0, kategori sedang 7, kategori tinggi 1 mengalami peningkatan regulasi emosi ANDIKPAS. Berdasarkan hasil pengujian uji Wilcoxon Dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,012 0,05 dengan hasil Zscore = -2.527 maka dari itu konseling kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan regulasi emosi anak didik lapas ANDIKPAS. 

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026 Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025 Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025 Vol 10, No 10 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER 2025 Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025 Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025 Vol 10, No 7 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI 2025 Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025 Vol 10, No 5 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MEI 2025 Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025 Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025 Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025 Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025 Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2025 Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING-JANUARI 2025 Vol 9, No 4 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2024 Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024 Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024 Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024 Vol 8, No 4 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2023 Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023 Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023 Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023 Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022 Vol 7, No 1 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2022 Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021 Vol 6, No 1 (2021): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2021 Vol 5, No 2 (2020): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - JULI-DESEMBER 2020 Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020 Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019 Vol 4, No 1 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2019 Vol 3, No 2 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2018 Vol 3, No 1 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2018 Vol 2, No 2 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Juli-Desember 2017 Vol 2, No 1 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Januari - Juni 2017 Vol 1, No 2 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Juli-Desember 2016 Vol 1, No 1 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Januari-Juni 2016 More Issue