JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,294 Documents
Pengaruh Personal Branding X sebagai Beauty Influencer dalam Media Sosial Instagram terhadap Keputusan Pembelian Foundation Y (Studi pada Para MUA di Beauty Class Prscillas)
Pitaloka, Puspa;
Yulia, Elvyra;
A, Neneng Siti Silfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecantikan memiliki standar berbeda tergantung lingkungan dan budaya. Di Indonesia, kecantikan dinilai dari kulit putih, mulus, tubuh langsing, dan make-up yang tidak berlebihan. Akibatnya, banyak perempuan berusaha menyesuaikan diri dengan standar ini, salah satunya melalui penggunaan make-up. Profesi terkait kecantikan adalah beauty influencer, yang melalui media sosial seperti Instagram, dapat mempengaruhi pengikutnya dengan kemampuan merias dan memberikan informasi tentang perkembangan make-up dan produk kecantikan terbaru.
Development in Enriching Social Studies Learning with Local Culture for Student Character
Azzahra, Naila;
Akmal, Najwa Zakia;
Azzahra, Rabella;
Nanda, Riska;
Wahyunengsih, Wahyunengsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengembangan karakter siswa dalam pembelajaran IPS berbudaya lokal. Permasalahannya, pembelajaran IPS seringkali diwarnai dengan pendekatan yang monoton dan tidak kontekstual. Hal ini menyebabkan siswa kurang berminat dan tidak mampu memahami nilai-nilai dan norma-norma sosial yang terkandung dalam materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengacu pada studi literatur. Pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran IPS memberikan lingkungan belajar yang lebih bermakna, memperkuat karakter siswa, dan memfasilitasi pengembangan pengetahuan dan keterampilan sosial melalui interaksi dengan budaya lokal.
Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan di Indonesia
Mukri, Anang;
Yosmardi, Harpen;
Jamrizal, Jamrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan sangat penting untuk keberlangsungan bangsa dan negara, jadi pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan terbaik kepada rakyatnya. Mutu pendidikan mengacu pada standar dan kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana proses pembelajaran dan hasil pendidikan memenuhi harapan dan kebutuhan yang telah ditetapkan. Di Indonesia, penjaminan mutu terpadu diterapkan dalam dua bentuk, yaitu penjaminan mutu internal dan penjaminan mutu eksternal. Kedua bentuk penjaminan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua siswa menerima pendidikan yang tidak hanya merata tetapi juga memenuhi standar pendidikan nasional. Dalam hal pendidikan nasional, pendidikan Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan, terutama dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan global. Selain itu, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi akan mendukung kemajuan bangsa, terutama di era revolusi industri saat ini, di mana Indonesia harus bersaing dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan.
Enhanceing Students' Speaking Skills Through Videos on The National Geographic Channel
Mido, La;
Herman, Ary Irjayanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa di SMA Negeri 2 Lakudo. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa yang terbagi dalam 2 kelas yakni kelas ekperimen dan kelas pembanding. Sampel diambil dari populasi menggunakan teknik kluster random sampling. Sampel berada pada tahun akademik 2023/2024. Data penelitian dikumpulkan menggunakan subjektif test. Test merupakan instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Statistik deskriptif dan inferensial merupakan statistik untuk menganalisis data tentang keterampilan berbahasa Inggris siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan “video saluran geografis nasional” dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa di SMA Negeri 2 Lakudo. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata tes awal pada kelas ekperimen adalah 40.16 dan berada pada kategori rendah. Kemudian nilai rata-rata tes akhir pada kelas ekperimen adalah 84.72 dan berada pada kategori sangat baik. Ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan “video saluran geografis nasional” sangat efektif diimplementasikan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa dalam aspek ketepatan, kelancaran dan pemahaman.
Akreditasi sebagai Mutu Jaminan Lembaga PAUD
Suhardi, Suhardi;
Aulia, Nadia Diva;
Maulida, Ayu;
Nurhaliza, Nurhaliza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak akreditasi terhadap mutu pendidikan di lembaga PAUD, termasuk peningkatan kompetensi guru, kualitas kurikulum, dan sarana prasarana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang relevan. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa PAUD adalah institusi pendidikan non-formal untuk anak-anak usia dini. Lembaga yang berkualitas adalah yang telah terakreditasi dan sesuai dengan standar mutu nasional. Akreditasi penting untuk menjamin dan mengendalikan mutu pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi mencerminkan kualitas lembaga dan membantu orang tua memilih lembaga yang tepat. Mutu lembaga pendidikan dinilai melalui indikator-indikator dalam instrumen akreditasi yang mencakup 8 standar nasional pendidikan, termasuk standar tingkat pencapaian perkembangan anak, kurikulum, proses, pendidik, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian.
Implementasi Kebijakan Kampus Merdeka pada Minat dan Keterlibatan Mahasiswa (Studi pada Peserta Kampus Mengajar Angkatan 6 Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI
Maulidiana, Maulidiana;
Suryaningsih, Tutut
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat besar saat ini, telah membawa perubahan yang sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan kampus merdeka di Universitas Bhinneka PGRI, untuk mengetahui minat dan keterlibatan mahasiswa pada program kampus mengajar di Prodi Pendidikan Ekonomi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kampus merdeka di Universitas Bhinneka PGRI telah berjalan dengan baik karena bisa dilihat saat ini sudah banyak mahasiswa yang mengikuti program kampus merdeka. Keterlibatan mahasiswa di kampus mengajar angkatan 6 yaitu meningkatkan literasi dan numerasi siswa serta mengajarkan siswa dalam hal teknologi dan membantu administrasi sekolah.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Tema 1 Subtema 2 Kelas V SDN 11 Bandar Sono Kab.Batu Bara T.A 2023-2024
Jannah, Miftahul;
Sitohang, Risma;
Siregar, Arifin;
Gandamana, Apiek;
Simanihuruk, Lidia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan penggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe talking stick di kelas V SD Negeri 11 Bandar Sono T.A 2023/2024. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 11 Bandar Sono. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai rata-rata prestest pada kelas eksperimen yaitu 48,80 dan nilai rata rata postest yaitu 72,20, sedangkan pada kelas kontrol menyatakan bahwa nilai rata-rata pretest yaitu 46,27 dan nilai rata-rata postest yaitu 54,93. Hasil pengujian hipotesis I di peroleh diperoleh ttabel sebesar 5,488 dan thiung sebesar 1,699 yang berarti thitung > ttabel maka Ha diteriman dan H0 ditolak yaitu model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hipotesis II diperoleh nilai t58 = 1,67. Karena thitung > ttabel yaitu 5,67 > 1,67. Berdasarkan hasil dari analisis data dan uji statistik serta pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran talking stick lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran talking stick.
Gambaran Presentasi Diri Pengemis Badut Dewasa di Kota Medan
Armansyah, Armansyah;
Syam, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persentase penduduk kategori miskin tidak hanya terdapat di pedesaan, tetapi juga di perkotaan, termasuk Kota Medan, yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Data menunjukkan bahwa sekitar 8% penduduk Kota Medan hidup di bawah garis kemiskinan. Beberapa orang masyarakat mengemis untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memahami bagaimana seorang pengemis badut mempresentasikan dirinya di tempat umum dan faktor yang menyebabkan mereka memilih pekerjaan tersebut. Sampel penelitian terdiri dari tiga responden dewasa yang bertempat tinggal di Kota Medan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemis badut di Kota Medan menggunakan strategi presentasi diri untuk mempresentasikan diri dan memengaruhi orang lain untuk mendapatkan belas kasihan dan memeroleh bantuan. Mereka memilih lokasi yang ramai seperti di jalan raya atau di depan mini market untuk menarik perhatian dan empati orang banyak.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Permainan dengan Gotong Royong untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Pembelajaran Matematika Kelas IV SD
Khairurrijal, Imam;
Solahudin, Dandi;
Imanda, Eki Novta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini berdasarkan rendahnya hasil belajar matematika dikarenakan kurang tertarik disebabkan oleh berbagai faktor, seperti metode pembelajaran yang kurang menarik dan tidak relevan dengan kehidupan peserta didik. Perbaikan kualitas pembelajaran dilakukan melalui model Problem Based Learning (PBL) berbasis permainan dengan gotong royong melalui untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adala sisiwa kelas IV SD yang berjumlah 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan dengan instrument lembar tes dan instrumen lembar pengamatan (observasi) aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik. dan nilai Pengetahuan dengan instrument penelitian sesuai aspek yang dinilai. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model problem based learning berbasis permainan dengan gotong royong dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini terlihat pada jumlah hasil tes peserta didik yang tuntas pada evaluasi yang semula 18 peserta didik dengan persentase 56,25% pada siklus I, meningkat menjadi 30 peserta didik dengan persentase 93,75% pada siklus II, sehingga penelitian ini telah mencapai persentase ketuntasan yang telah ditentukan peneliti yaitu 75%. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya partisipasi peserta didik dalam pembelajaran, antusiasme mereka dalam menyelesaikan tugas, dan hasil tes formatif yang menunjukkan peningkatan pemahaman mereka terhadap materi matematika.
Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Gamtala di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Atid, Haris;
Koerniawaty, Franscisca Titing;
Darsana, I Made
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ekowisata hutan mangrove Gamtala terletak di desa wisata Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat yang memiliki potensi diantaranya hutan mangrove, pemandian air panas, jelajah rempah dan wisata edukasi. Namun seiring paska pandemi covid-19 pengunjung yang datang mulai menurun hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor internal (IFAS) dan faktor-faktor eksternal (EFAS) serta merancang strategi untuk mengembangkan ekowisata hutan mangrove Gamtala secara profesional dan kolaboratif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisa strategi menggunakan SWOT (IFAS EFAS) yang menghasilkan Growth Oriented Strategy melalui empat aspek yaitu aspek destinasi, aspek pengembangan dan pengelolaan berkelanjutan, aspek kelembagaan dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat belum maksimal dalam pengembangan ekowisata hutan mangrove Gamtala karena hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, dan stakeholder belum terintegrasi dengan baik. Pertama, harus melakukan pemeliharaan aset ekowisata dan manajemen tata kelola destinasi. Kedua, terus menggerakkan masyarakat. Ketiga, pendampingan berkala kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan Keempat, yaitu melakukan diversifikasi produk melalui paket wisata dan penyelenggaran event.