cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
AT-TA`DIB
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 311 Documents
DEVELOPMENT OF AUGMENTED REALITY AS A LEARNING MEDIA FOR SBDP IN CLASS V STUDENTS MIN 4 JEMBER Ramadhan, Firman Aulia; Muhith, Abd; Usriyah, Lailatul; Dahlan, Moh
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19509

Abstract

The existence of issues in the environment of arts and culture material learning activities us-ing musical notation in primary schools is what spurred this research. Researchers created a learning medium based on the Android operating system because these learning activities did not receive positive feedback. 1) The development of augmented reality-based learning materials for fourth-grade elementary schools' arts and crafts classes that explore musical notes. 2) Another goal of this research is to ascertain how media experts and subject matter experts create learning media, and 3) how effective learning media implementation is. The research and development technique was employed in this study, and the end result is a product whose viability has been proven. (1) The design of instructional materials for aug-mented reality employing tools from Adobe Photoshop CC 2021, Adobe XD CC, Blender 3D, Unity 3D, Cubase 12 Pro, and Vuforia SDK (2) The results show that the Augmented Reality learning medium achieves 96.7% (in the small group) and 91.6% (in the big group), showing that it is very effective and well suited for usage as a learning medium. These find-ings led to the conclusion that this arts and crafts learning medium was effective and suita-ble for use as a teaching tool for elementary school fifth graders.
PENGARUH MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI SIFAT-SIFAT MAGNET DI KELAS 6 SD AL WASHLIYAH 31 PEKAN LABUHAN Gustiani, Gustiani; Aufa, Aufa
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19510

Abstract

Mewujudkan hasil belajar yang diinginkan guru perlu memperhatikan beberapa hal yang harus digunakan pada proses pembelajaran supaya tidak monoton dan mewujudkan pembelajaran yang lebih menyenangkan, salah satu diantaranya penggunaan model pembelajaran. Tujuan dari melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Hasil Belajar IPA siswa ke-las 6 SD Al Washliyah 31 Pekan Labuhan dipengaruhi oleh Model Student Facilitator and Explaining. Dengan menggunakan desain quasi-experimental dan metode penelitian kuanti-tatif, data uji-t penelitian ini dianalisis. Rata-rata hasil uji-t dari pretest dan posttest menun-jukkan tingkat signifikansi 0,000 yang menunjukkan bahwa model student facilitator and ex-plaining berpengaruh terhadap hasil belajar IPA di SD Al Washliyah 31 Pekan Labuhan menunjukkan adanya perbedaan antara kedua tes tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada dampak yang cukup besar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 6 SD Al Washliyah 31 Pekan Labuhan dengan adanya penggunaan model student facili-tator and explaining.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA Agustin, Intan Silvia; Hadi, Muhamad Sofian
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19511

Abstract

Merdeka belajar merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Implementasi merdeka bela-jar berupa upaya yang diberikan kepada tiap unit pendidikan bebas dapat melakukan inovasi yang juga tentunya disesuaikan dengan daerah masing-masing unit pendidikan sebagai keterbukaan proses pembelajaran dari rumah yang nantinya dapat memberikan pengalaman belajar tanpa harus dituntut oleh standar ketuntasan dan standar kelulusan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi merdeka belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran matematika selama pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan pendekatan kualitatif yang akan diuraikan secara deskriptif. Data yang digunakan merupakan kajian dari artikel ilmiah, makalah, prosiding, serta buku yang sesuai dengan fokus penelitian. Hasil dan pembaha-san yang didapat yaitu merdeka belajar dapat: (1)membuat siswa dan guru men-jadi lebih kreatif, inovatif, dan tentunya lebih maju dalam penggunaan teknolo-gi; (2) adanya kebebasan siswa dalam memperoleh informasi dalam belajar se-hingga meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan berpikir logis serta meningkatkan kognitif siswa. Akibatnya pembelajaran matematika menjadi lebih maju dikarenakan pengimplementasian merdeka belajar.
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DASAR MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM MEWUJUDKAN SUISTANABLE DEVELOPMENTS GOAL’S Fadil, Khaidir; Amran, Amran; Alfaien, Noor Isna
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19512

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar guna mencapai tujuan pembangunan berkelanju-tan. Metode penelitian penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan analisis isi. Penelitian ini menggunakan berbagai sumber data berupa jurnal ilmiah, buku, dan sumber bacaan lainnya, baik cetak maupun online. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan membaca dan mencatat bahan penelitian, selanjutnya dilakukan analisis data dengan cara menyajikan data dan membahasnya secara kualitatif. Penelitian ini mengungkapkan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidi-kan dasar di Indonesia, serta faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya mutu pendidi-kan dasar di Indonesia. Untuk mencapai tujuan pendidikan dasar yang berkualitas untuk mewujudkan program SDG, diperlukan upaya dan kerjasama yang signifikan antara pemerintah dan swasta, serta lembaga pendidikan itu sendiri, seperti optimalisasi pelaksa-naan kurikulum belajar mandiri di sekolah dasar, meningkatkan profesionalisme dan kese-jahteraan guru, menjamin pemerataan mutu, dan memberikan kesempatan kepada siswa un-tuk bersekolah di lembaga pendidikan yang berimbang di seluruh Indonesia.
ANALISIS PELAKSANAAN GERAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA CITA-CITAKU DI KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 7 MEDAN Agara, Liska Ratu; Siregar, Nurdiana
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19513

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pelaksanaan gerakan penguatan pendidi-kan karakter berbasis kelas pada pembelajaran Tematik dengan tema cita-citaku pada MIN 7 Medan khususnya siswa kelas IV. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada siswa kelas IV dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, maka didapatkan hasil yang juga diperkuat dengan data baik berupa lisan maupun tulisan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Sedangkan wawancara yang dil-akukan dengan guru dan kepala sekolah. Pada kegiatan observasi yang telah dilaksanakan maka didapatkan hasil yaitu terdapat kemajuan pada siswa kelas IV MIN 7 Medan dengan adanya gerakan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas pada pembelajaran tematik. Anak yang semula tidak disiplin, setelah dilakukannya gerakan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas, anak menjadi lebih disiplin, sehingga dengan adanya penguatan karakter dalam diri anak dapat menjadi pondasi yang kuat dalam mencapai cita-cita yang di-inginkan.
PENGEMBANGAN PERMAINAN DOMINO PECAHAN LEVEL RENDAH UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS 5 SEKOLAH DASAR PADA MATERI PECAHAN Abadi, Ma'ulfi Kharis
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19514

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang banyak tidak disukai siswa sekolah dasar dikarenakan dianggap sulit untuk dipelajari. Materi matematika di sekolah dasar terdapat pembahasan terkait pecahan yang dibagi menjadi fase A, B dan C. Kelas V sekolah dasar masuk pada fase C dengan capaian pembelajaran siswa dapat membandingkan pecahan. Perlu adanya pembelajaran yang menarik pada materi pecahan sehingga siswa menyukai pembelajaran matematika dan siswa dapat sering berlatih matematika. Permainan dianggap mampu menjadi daya tarik siswa dalam belajar. Permainan domino pecahan dapat dikembangkan untuk pembelajaran pecahan kelas V. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan domino pecahan level rendah. Metode yang digunakan adalah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi atau biasa disebut ADDIE. Hasil penelitian ini adalah permainan domino pecahan level rendah dapat digunakan untuk kelas V SD. Peserta didik senang dalam mekakukan permainan. Permainan ini memiliki efek pembiasaan konsep pecahan dengan kegiatan perbandingan pecahan sehingga siswa terbiasa terhadap perkalian dan pembagian. Harapannya permainan ini dapat dikembangkan sehingga dapat digunakan di berbagai fase dan tingkatan pendidikan yang lain.
IMPELEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP TANTANGAN DAN KEPUASAN BAGI GURU PAI DI SDN SERANG 21 KOTA SERANG Maslihah, Maslihah; Supardi, Supardi; Bachtiar, Machdum; Syakib, Najmi; Wasehudin, Wasehudin
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19515

Abstract

Pemerintah melalui kementerian pendidikan menghimbau kepada seluruh instansi pendidikan un-tuk menerapkan kurikulum merdeka. Hal ini perlu direspon baik oleh seluruh praktisi pendidikan dalam upaya mencapai keberhasilan tujuan pendidikan. Dengan demikian tujuan penelitian ini mengungkap tantangan dan kepuasan guru guru PAI di SDN 21 Kota Serang dalam penerapan kuirkulum merdeka. Metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi partisipatif dan wawancara. Untuk mengungkap hasil data pada ting-kat kepuasan dan tantangannya, penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa implementasi kurikulum merdeka SDN Serang 21 secara mandiri berubah dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan sesuai dengan pola kurikulum merdeka pada satuan pendidikan kelas 1 dan IV. Banyak tantangan yang dihadapi guru PAI seperti merubah paradigma belajar yang baru, mempersiapkan perangkat pembelajaran yang rele-van. Tingkat kepuasan guru terbilang puas dengan berdampak positif terhadap proses pembelaja-ran dengan prinsip merdeka belajar. Kesimpulannya, implementasi kurikulum merdeka menjadi hal baru yang menantang bagi guru PAI. Namun kemaslahatan dari penerapan kurikulum merdeka ialah memberikan susasana baru dan memberikan kepuasan dalam pembelajaran.
EKSPRESI SISWA KELAS IV SD NEGERI PADAWENING YANG BELUM MAMPU MEMBACA PEMAHAMAN KETIKA BELAJAR MEMBACA PEMAHAMAN Nurmala, Mela; Apriliya, Seni; Mulyadiprana, Ahmad
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19516

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh lambatnya siswa kelas IV sekolah dasar dalam menguasai keterampilan membaca pemahaman. tentu saja kejadian ini sangat memprihatinkan karena akan sangat berpengaruh pada hasil belajar yang diharapkan. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan lambatnya siswa dalam membaca pemahaman diantaranya, dari sisi literasi emosi siswa itu sendiri, kondisi emosional siswa yang cenderung tidak stabil sangat berpengaruh pada pembelajaran siswa. Setiap emosi yang dialami oleh siswa tentu akan diek-spresikan, baik itu melalui gerak tubuh maupun ekspresi muka. Ekpresi dari emosi yang dirasakan siswa ketika mengikuti belajar membaca pemahaman penting untuk diketahui karena sangat terkait dengan keadaan emo-sional siswa dan akan berpengaruh pada hasil belajarnya. Maka dari itu perlu upaya dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi yang dit-ampilkan siswa kelas IV sekolah dasar yang belum mampu membaca pemahaman saat mengikuti pembelaja-ran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengum-pulan data dengan wawancara, observasi dan penelaahan hasil dokumentasi. Wawancara dilakukan pada siswa, guru kelas dan kepala sekolah, sedangkan observasi dilakukan kepada siswa. Hasil penelitian ini menun-jukan bahwa siswa dapat menekspresikan perasaanya ketika mengikuti pembelajaran membaca pemahman. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi untuk guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa da-lam mengelola emosinya secara tepat dan benar sebagai upaya dalam peningkatan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman.
KEMAMPUAN MUSIKALITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR KANAAN GLOBAL SCHOOL DI KOTA JAKARTA Monica, Monica; Respati, Resa; Nugraha, Akhmad
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19517

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan sendiri merupakan kemampuan kognitif yang tidak terpisahkan dari aktivitas pikiran manusia, salah satu hal yang membedakan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah kecer-dasan yang dimilikinya. Howard gardner mengemukakan manusia mempunyai sembilan kecerdasan, pada penelitian ini akan membahas tentang kecerdasan musikal. Penelitian ini penting dilakukan karena kemampuan musikalitas merupakan kemampuan bawaan yang melekat pada diri anak dan sudah ada sejak manusia dilahirkan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat tes musikal dengan empat indikator seperti menirukan nada, menirukan ritme, menirukan melo-di dan merespon ritme. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan musikalitas siswa terkategorikan cukup musikal (CM) sebanyak 44 siswa (31%), tingkat kemampuan musikalitas siswa terkategorikan musikal (M) sebanyak 74 siswa (53%) dan tingkat kemampuan musikalitas terkategorikan sangat musikal (SM) sebanyak 22 siswa (16%). Dengan demikiran dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar siswa sekolah dasar Kanaan Global School di Kota Jakarta terkategorikan Musikal dengan perolehan jumlah sebanyak 74 siswa (53%) dari 140 siswa secara keseluruhan.
IMPLIKASI KECERDASAN DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SD IT PERADABAN KOTA SERANG Najmi, Najmi; Kholili, Ahmad; Dirjo, Dirjo; Maslihah, Maslihah
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19518

Abstract

Proses pembelajaran yang efektif harus memperhatikan seluruh aspek kecerdasan yang dimiliki siswa. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengungkap keterlibatan kecerdasan dalam pembelaja-ran yang harus diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran PAI d SD IT Peradaban, agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai pada tingkat kebutuhan dan kemampuan siswa. Kualitatif menjadi pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian studi lapangan untuk mengkaji data yang diperoleh di lingkungan SD IT Peradaban sebagai sumber primer dan beberapa sumber buku yang relevan sebagai data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara. Berdasarkan analisis data melalui tahap reduksi, penyajian dan veri-fikasi serta penarikan kesimpulan maka dihasilkan penelitian ini yaitu mengungkapkan adanya implikasi kecerdasan dalam pembelajaran yang harus diterapkan oleh guru dengan memberikan pelayanan kepada siswa yang focus terhadap kecerdasan majemuk dengan memberikan fasilitas proses pembelajaran yang menunjang bagi perkembangan kecerdasannya. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa kecerdasan dan pembelajaran merupakan dua unsur yang sudah pasti terlibat dalam proses pembelajaran, karena seseorang dapat cerdas jika ia belajar dan seseorang dapat belajar jika ia menggunakan kecerdasannya dengan maksimal. Maka dari itu peran guru yang sangat vital dalam memberikan pembelajaran yang terimpilakasi dengan kecerdasan.