cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 326 Documents
Enhancing Communication Skill in Lobby, Presentation, and Negotitation via Project-Based Digital Simulation Andi Atrianingsih; Zulkifli Tahir; Muhammad Yahya; Diana Rina
Media Komunikasi FPIPS Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v25i1.106913

Abstract

This study explores the application  of Project-Based Learning (PjBL) based on digital simulation in the learning of the Lobbying, Presentation, and Negotiation Engineering Course, as well as its contribution to  students' interpersonal communication competencies and life skills. Using  a descriptive qualitative approach  with reflexive thematic analysis, data were obtained from 10 group simulation video documents, in-depth interviews, and classroom practical observations. The results showed that the integration of PjBL and digital simulation encouraged improved verbal and nonverbal communication, critical thinking, empathy, and self-management, as well as more confident and strategic communication expressions. The collaborative process strengthens self-expression and critical reflection, which is the foundation of life skills development. The findings confirm that project-based digital simulations are effective as a communication learning strategy, while facilitating the transformation of students' social-cognitive competencies in the digital era.
Student Characteristics and Learning Support Design in Open and Distance Higher Education: Evidence from Universitas Terbuka Yusup Lintang Cahyo Andrian Putro; Rafika Afriyanti; Helni Sadid Parassa; Fadri Ari Sandi; Agus Priyanto
Media Komunikasi FPIPS Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v25i1.107174

Abstract

This study examines student characteristics and their implications for designing adaptive learning support in Open and Distance Higher Education at Universitas Terbuka. Using an exploratory sequential mixed-methods approach, qualitative interviews and observations were conducted to identify key student needs, followed by a survey involving 212 respondents to validate emerging patterns. The analysis integrates Self-Determination Theory (autonomy, competence, and relatedness) and principles of quality improvement to interpret student learning experiences within a flexible distance education environment. The findings reveal that 92% of students belong to early digital native groups and 55% are working students, indicating a strong demand for flexible yet structured learning support. While autonomy is relatively high due to flexible learning arrangements, competence develops through lecturer guidance and institutional support, and relatedness remains moderate, highlighting the need for stronger academic interaction and community-building strategies. Students reported the importance of responsive academic communication, clearer digital learning guidance, and more interactive tutorial design. These results suggest that mapping student characteristics can inform pedagogically oriented learning support, including adaptive tutorial strategies, enhanced lecturer–student interaction, and integrated student support systems. The study contributes to the development of evidence-based academic services that strengthen learning engagement and student experience in open and distance education contexts.
Pengaruh Disiplin Belajar dan Kesiapan Siswa terhadap Hasil Belajar Geografi: Kajian Kuantitatif di SMA Negeri 1 Wedi Klaten Nur Aida Farani; Ratih Puspita Dewi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v25i1.108892

Abstract

Pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai aspek penting. Dua diantaranya yang memiliki peran signifikan adalah disiplin belajar dan kesiapan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar Geografi, pengaruh kesiapan siswa terhadap hasil belajar, dan pengaruh disiplin dan kesiapan siswa terhadap hasil belajar Geografi di SMAN 1 Wedi Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 215 siswa dari kelas XI dan XII, dengan sampel sebanyak 141 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Geografi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,189 yang lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesisi alternatif (H1) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima. Variabel kesiapan siswa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar Geografi di SMA Negeri 1 Wedi Klaten. Hal ini dibuktikan melalui nilai signifikansi sebesar 0,264 yang berada diatas batas signifikansi 0,05, sehingga hipotesis alternatif (H2) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima. Variabel disiplin belajar (X1), dan kesiapan siswa (X2) secara simultan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel hasil belajar Geografi (Y). Temuan ini menginidkasikan bahwa hasil belajar Geografi Lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti strategi pembelajaran, kompetensi guru, dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, peningkatan hasil belajar perlu difokuskan pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif.
Variasi Strategi Belajar Geografi Siswa SMA Ditinjau dari Gender dan Tingkat Kelas Naufal Mufid Prasetyo; Ratih Puspita Dewi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v25i1.110055

Abstract

Pencapaian keberhasilan belajar yang optimal tidak hanya didukung oleh strategi mengajar guru yang baik namun juga harus disertai dengan strategi belajar siswa yang baik pula. Siswa juga harus memiliki strategi belajar yang baik agar siswa mampu mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi belajar siswa, perbedaan strategi belajar siswa berdasarkan tingkatan kelas, perbedaan strategi belajar siswa berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi belajar siswa pada mata pelajaran geografi serta menguji perbedaan strategi belajar berdasarkan gender dan tingkat kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X, XI, dan XII SMA Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus Kartasura dengan jumlah sampel 92 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner strategi belajar yang mencakup aspek metakognitif, kognitif, berpikir kritis, pengembangan diri, pengorganisasian belajar, serta pengelolaan waktu dan lingkungan belajar. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi belajar siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 69%. Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan strategi belajar berdasarkan tingkat kelas (sig = 0,075 > 0,05). Namun, hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan strategi belajar berdasarkan gender (sig = 0,037 < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor gender memiliki pengaruh terhadap variasi strategi belajar siswa, sedangkan tingkat kelas tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru geografi dalam merancang pembelajaran diferensiatif yang mempertimbangkan karakteristik belajar siswa.
Efektivitas Contextual Teaching and Learning Berbasis Pesisir dalam Mengembangkan Literasi Sosial Siswa pada Pembelajaran IPS: Studi Kuasi Eksperimen Tata Okta Vilona; Taufiq Hidayat; Yashifa Raihani Haq; Nurkhasanah Harahap
Media Komunikasi FPIPS Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v25i1.113440

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis pesisir dalam mengembangkan literasi sosial siswa pada pembelajaran IPS. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pesisir Salido, Sumatera Barat, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal sebagai konteks pembelajaran berbasis tempat (place-based learning) yang autentik. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group, penelitian ini melibatkan 31 siswa dengan instrumen pretest–posttest yang dianalisis melalui teknik statistik parametrik, termasuk paired sample t-test dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan secara statistik, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dan perolehan N-Gain kategori sedang yang mengindikasikan kemajuan belajar yang bermakna. Lebih dari itu, integrasi konteks pesisir dalam kerangka CTL mendorong keterlibatan aktif siswa terhadap fenomena sosial yang kontekstual, sehingga berkontribusi pada pengembangan literasi sosial melalui proses pembelajaran berbasis inkuiri, interaktif, dan reflektif. Temuan ini menegaskan relevansi pedagogis integrasi pendekatan berbasis tempat dalam CTL, tidak hanya dalam meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga dalam memperkuat pemahaman sosial kontekstual siswa. Meskipun memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan cakupan penelitian, studi ini memberikan kontribusi pada penguatan diskursus pendekatan kontekstual dan place-based dalam pendidikan IPS, khususnya pada lingkungan pesisir yang masih relatif kurang dieksplorasi.
Minat dan Sikap Siswa SMA Terhadap Mata Pelajaran Geografi: Studi Komparatif Berdasarkan Gender dan Tingkat Kelas Rizqon Fathoni; Ratih Puspita Dewi; Yunus Aris Wibowo
Media Komunikasi FPIPS Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v25i1.113789

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran geografi, meskipun mata pelajaran ini berperan penting dalam membentuk pemahaman spasial, lingkungan, dan kebencanaan. Perbedaan karakteristik siswa, khususnya berdasarkan tingkat kelas dan jenis kelamin (Gender), diduga mempengaruhi minat dan sikap terhadap pembelajaran geografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan minat siswa berdasarkan tingkat kelas, menganalisis perbedaan minat berdasarkan jenis kelamin, menganalisis perbedaan sikap berdasarkan tingkat kelas, dan menganalisis perbedaan sikap berdasarkan jenis kelamin di SMA Negeri 1 Karanganyar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Subjek penelitian adalah siswa yang dipilih melalui teknik random sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi statistik deskriptif serta uji One-Way ANOVA untuk perbedaan berdasarkan tingkat kelas, dan uji t untuk perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam minat siswa berdasarkan tingkat kelas (sig. = 0,407 > 0,05). Selain itu, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam minat berdasarkan jenis kelamin (sig. = 0,594 > 0,05), terdapat perbedaan signifikan dalam sikap siswa berdasarkan tingkat kelas (sig. = 0,018 < 0,05), dan tidak terdapat perbedaan signifikan dalam sikap berdasarkan jenis kelamin (sig. = 0,200 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kelas memengaruhi sikap siswa, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap minat, sementara jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keduanya.