cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Sosialisasi Program Guru Penggerak Pada Guru-Guru SMAN 1 Terara Sebagai Upaya Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka 'Ardhuha, Jannatin; Susilawati; Sri Putu Verawati, Ni Nyoman; Sutrio; Gunada, I Wayan; Hikmawati; Dwiyanti, Ulfa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9252

Abstract

Program Guru Penggerak (PGP) merupakan program pemerintah yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 3 Juli 2020. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan potensi dan kompetensi guru dalam mendorong dan mewujudkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik, menjadi pelatih bagi guru lainnya dalam merancang dan mengelola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan implementasi kurikulum merdeka belajar, serta menjadi agen transformasi bagi ekosistem pendidikan Indonesia. Target yang ingin dicapai adalah melalui program ini adalah tersedianya sebanyak 405.900 orang guru penggerak di tahun 2024. Peluang bagi guru-guru SMAN 1 Terara untuk mengikuti program ini sangat besar, hal ini dikarenakan kuota peserta seleksi tiap tahunnya meningkat, dan Lombok Timur merupakan salah satu daerah sasaran program CGP angkatan 11. Akan tetapi peluang tersebut bisa saja tidak termanfaatkan jika guru tidak mempersiapkan diri sedini mungkin untuk dapat berpartisipasi dalam program tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan Program Guru Penggerak kepada guru-guru di sekolah sebagai upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan sosialisasi meliputi pemataran materi, penyampaian testimoni guru, tanya jawab, dan pengisian angket kepuasan peserta. Respon peserta terkait kegiatan ini sangat baik dari segi penyampaian materi, peningkatan pemahaman dan wawasan guru terkait Program Guru Penggerak, relevansi materi dengan tugas guru dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, dan kesiapan guru dalam seleksi CGP. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi Program Guru Penggerak ini memberikan manfaat bagi guru-guru di SMAN 1 Terara, sehingga ke depannya kegiatan sejenis dapat dilaksanakan secara kontinu dan berkelanjutan.
Peningkatan Kuantitas Dan Kualitas Produksi Madu Lokal Kelompok Tani AI Sanger Desa Mataiyang Kabupaten Sumbawa Barat sumarlin, sumarlin; Rahmawati; Dewi Seprianingsih; Ismiati; Jalaluddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9262

Abstract

Kelompok Tani Ai Sanger merupakan kelompok usaha yang telah menjalankan usaha madu sejak tahun 2015 di Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Kekayaan madu hutan yang berlimpah di Desa Mataiyang memberikan peluang bagi kelompok tani untuk mencari dan memproduksi sendiri madu yang dipasarkan. Hasil panen yang diperoleh dalam satu kali musim sangat berlimpah. Namun dalam lima tahun terakhir Kelompok Tani Ai Sanger menghadapi masalah dalam menjalankan usahanya dimana hasil panen semakin berkurang dan hasil produksi kurang berkualitas disebabkan oleh proses pemanenan dan pengemasan madu yang masih dilakukan secara konvensional. Berdasarkan permasalahan tersebut. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan guna memberikan solusi bagi kelompok tani melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan tentang metode panen lestari, proses madu tiris, dan pengemasan produk. Kegiatan dilaksankan selama lima hari dengan jumlah peserta 11 orang. Berdasarkan hasil pelatatihan dan pendampingan, Kelompok Tani Ai Sanger mampu meningkatkan produksinya dengan rata-rata 50-80%, dan kualitas madu lebih baik dangan kemasana lebih menarik
Pemanfaat Limbah Rumah Tangga Sebagai Pupuk Organik Berbahan Baku Air Cucian Beras Kepada Masyarakat di Kelurahan Lobu Sona Kecamatan Rantau Selatan Yelfi Yana Linda Br Sijabat; Rahmania, Rahmania; Sibuea, Nunti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9273

Abstract

Currently, environmentally friendly agriculture is accompanied by high demand for organic products. There are various types of household waste, but around 85% of household waste is organic waste and the rest is inorganic waste. Processing this waste into products with high economic value, such as liquid organic fertilizer, is one of the solutions that can be done so that the waste that is most produced by households is rice washing water which can be used as the main raw material in making liquid organic fertilizer. This activity uses counseling and training methods for housewives and the local community. Based on the evaluation results from the practical session, it can be concluded that this activity as a whole has succeeded in improving the ability of participants in making liquid organic fertilizer and how to use it on plants. The enthusiasm of the participants for the training was seen during this training activity. This was proven when the speaker presented data on the results of the trial of the use of liquid organic fertilizer on plants.
Pemberdayaan Masyarakat Tani Melalui Kemandirian Pupuk Organik Di RW Penyonggok Desa Tetebatu Lombok Timur. Hailuddin; Kisman; Suprayanti MD; Murianto; Zaenab
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9290

Abstract

Pembangunan masyarakat tani pada hakekatnya merupakan suatu proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sehingga pada saatnya setiap masyarakat dapat berprestasi dan merupakan palaku pembangunan untuk menunjang pembangunan nasional. Tugas ini merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat baik itu pemerintah maupun swasta, termasuk juga tanggung jawab perguruan tinggi beserta civitas akademikanya. Oleh karena itu perguruan tinggi harus menunjang pembangunan wilayah pada khususnya. Pembangunan jangka panjang khususnya dibidang pertanian diupayakan untuk terus dapat ditingkatkan yang sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan kesempatan kerja dan berusaha. Upaya meningkatkan usaha masyarakat perlu perhatian yang besar khususnya pada kelompok lapisan masyarakat bawah yaitu petani dipedesaan. Pemberdayaan usaha masyarakat tani khususnya tergolong belum intensif, seringkali para pelakunya menghadapi kendala yang berkaitan dengan asset, permodalan, pemasaran, keterbatasan saprodi dan lainnya. Permasalahan yang timbul sering terlambat diantisipasi oleh para petani ini. Beberapa permasalahan yang merupakan sumber dari sebab terjadinya usaha tani sulit berkembang, karena kurang pengetahuan tentang pengelolaan usaha, keterbatasan modal dan sarana produksi, pemasaran serta kerjasama antar petani yang masih lemah. Dengan gambaran tersebut, maka kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organic berbasis alam ini mendapat respon positif dari para peserta. Keseriusan tim pendamping dan para peserta dalam melaksanakan kegiatan ini merupakan modal utama (sebagai faktor pendorong) untuk mengatasi berbagai permasalahan komplek khususnya keterbatas sarana produksi yang para petani hadapi dalam beraktifitas.
Pengolahan Kerupuk Cumi Pada Kelompok UMKM DAFALA Di KotaTernate Abubakar, Yuyun; Serosero, Rugaya H; Abubakar, Salim; Subur, Riyadi; Rina; Sunarti; Fadel, Ariyati H.
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9291

Abstract

Squid (Loligo sp) is one of the fishery resources from the cephalopod class which has important economic value. The cephalopod class consists f several groups tht are widely consumed, namely squid, cuttlefish and octopus. Squid is an important commercial fishery commodity that is often found in coastal areas of Asia (Sin et al.,2009). Partners are a group of women who often process fish products but are not yet productive in carrying out processing innovations. With conseling methods and training on squid cracker processing. PKM results training un making squid crackers by exploiting the potential of squid resources in the Togafo sub distric,west Ternate sub district went smoothly and the enthusiasm of the participants was high. Enthusiasm for squid crackers products in two color, namely white (without ink) and black (wth ink). PKM activities Increase knowledge and improve community skills and build comunity enthusiasm for entrepreneurship.
Pemanfaatan Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Kacang Panjang Raksun, Ahmad; Zulkifli, Lalu; Karnan; Santoso, Didik; Japa, Lalu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9292

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tetang Pemanfaatan Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Kacang Panjang telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2024. Masyarakat yang menjadi peserta kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat tani yang beralamat di RT 01 Dusun Mertak Umbak Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Lombok Tengah. Mitra kegiatan adalah petani yang memiliki usaha sampingan yaitu memelihara ternak sapi dan kambing. Kegiatan peternakan yang mereka lakukan menghasilkan limbah berupa kotoran ternak yang menimbulkan bau tak sedap dan menurunkan estetika lingkungan. Untuk menangani masalah tersebut maka tim pengabdian memberikan solusi dengan memafaatkan kotoran ternak sebagai bahan baku pembuatan kompos. Selanjutnya kompos yang diproduksi oleh mitra digunakan dalam pemupukan tanaman sehingga produksi pertanian dapat ditingkatkan. Selain itu, penggunaan pupuk kompos juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia seperti pupuk urea dan NPK yang dibeli dengan harga mahal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Cocopeat di Desa Andoolo Utama Weka Gusmiarty Abdullah; La Ode Santiaji Bande; Indriyani Nur; Muhaimin Hamzah; Putu Arimbawa; Rizal Adi Saputra; Wa Ode Yatni Yansari; Fazilah, Nurul; Hidjriani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9293

Abstract

Training and assistance in making coco peat was carried out by the service team in the main village of Andoolo to increase the community's knowledge and skills. This activity aims to ensure that residents can utilize coconut dregs effectively and sustainably through Input, Production Process, Output and Evaluation methods. Participants are trained in the process of making coco peat which is expected to increase income and support organic farming. The evaluation results show an increase in public understanding and interest in the use of coco peat and plans for its implementation on a wider scale.
Pemberdayaan Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Lamglumpang dalam Produksi Sabun Antibakteri Berbahan Ampas Kopi dan Minyak Nilam Fajar Fakri; Didi Nurhadi Illian; Cut Nella Asyifa; Mirdha Iryana; Muhammad Amin Nasution
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9295

Abstract

Coffee is one of Indonesia's leading commodities, making it the world's largest coffee producer. In Aceh, the culture of drinking coffee has become part of people's daily traditions, especially in Ulee Kareng Sub-district, which is known as one of the centers of coffee bean powder processing. Large amounts of coffee grounds are produced during the coffee processing process, but they are typically not utilized optimally and often end up as waste. We have the potential to process coffee grounds into value-added products like antibacterial soap. Furthermore, patchouli oil from patchouli plants growing in Aceh has strong antibacterial properties, making it an ideal ingredient for combining with coffee grounds in making antibacterial soap. This community service activity aims to empower the beneficiaries of the Family Welfare Program (PKH) in Lamglumpang Village by improving their skills in making antibacterial soap formulated from coffee grounds and patchouli oil. The training provided is in the form of making dish soap products, as well as understanding the economic potential of these ingredients. The activity stages include socialization, technical training, application of simple technology in production, as well as mentoring and evaluation of product results. Results showed high enthusiasm from participants, with active involvement in the training and a desire to continue soap production independently. We expect this program to create new economic opportunities, enhance the economic independence of the Lamglumpang Village community, and lessen their reliance on social assistance. This antibacterial soap innovation also supports waste reduction and sustainable utilization of local resources.
Edukasi dan Pendampingan Pembudidayaan Bawang Putih Lumbu Hijau di Dusun Jorong, Sembalun, Lombok Timur -, Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Bustan; Mulyati; Rika Andriati Sukma Dewi; Siska Ita Selvia; Joko Priyono; Lalu Bahrul Ilmi; Muh. Safrony Akmal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9315

Abstract

The area of Mount Rinjani is developing rapidly as a vegetable and fruit farming area that supplies the needs of basic vegetable and fruit commodities. Garlic is one of the main agricultural commodities as the main seasoning in every dish. The Sumur Lembokek Farmers Group in Jorong Hamlet in Sembalun District, some of whose members grow garlic. The Sumur Lembokek Farmers Group in Sembalun District has often cultivated garlic, but farmers in this farmer group still experience obstacles, namely rotting of their onion bulbs. When the garlic plant is 50-70 days old after planting, the garlic begins to rot. The rot that occurs is always gradual from several plants, not simultaneously but within 20 days some plants will rot so that the harvest fails. Therefore, to help farmer groups in solving these problems, the community service team carried out educational activities and assistance in garlic cultivation which aimed to provide education and socialization related to good and correct garlic cultivation. This activity was carried out on July 10 and 16, 2024, which was located at the house of the Head of the Sumur Lembokek Group, which was attended by 15 members of the farmer group. The results of this activity provide enlightenment and solutions related to the problems experienced by using silicate-based fertilizers. In the continuation of the activity, cultivation activities are still ongoing and are in the trial stage of using silicate-based fertilizers to overcome the problem of rotting garlic bulbs.
Penyuluhan Tentang Penekanan Fertilitas Terhadap Pasangan Suami Istri Masa Subur di Desa Lenek Duren Lombok Timur Merta, I Wayan; Raksun, Ahmad; Ilham, Rusdi Bastian; Faozah, Sri Rauhul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9334

Abstract

Populasi penduduk Desa Lenek Duren berjumlah 1.550 jiwa yang terdiri dari 786 jiwa laki-laki dan 764 jiwa perempuan dengan jumlah KK 419 orang. Pasangan suami istri yang masih subur atau produktif menghasilkan keturunan sebanyak 223. Pasangan suami tersebut berkeinginan tidak lagi menghendaki keturunan atau anak, namun mereka tidak paham bagaimana caranya. Salah satu bentuk untuk meningkatkan pemahaman meraka denga cara menerapkan KB Kalender atau Pantang Berkala. KB kalender adalah salah satu metode kontrasepsi alami, tanpa menimbulkan efek samping terhadap kesehatan. Metode KB kalender dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah kehamilan atau kontrasepsi alami. Dengan membantu menentukan hari terbaik untuk menghindari hubungan intim tanpa kondom. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama adalah persiapan menginventarisis pasangan suami istri yang masih subur. Kegiatan kedua adalah melaksanakan penyuluhan dengan cara menyampaikan materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ketiga adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian, pada tahap ini dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung pada peserta pengabdian. Pengabdian ini dapat disimpulkan pasangan suami istri peserta pengabdian telah memiliki pemahaman secara baik dan komprehensif tentang struktur anatomi dan fisiologi reprudksi dan menentukan masa-masa subur pada wanita serta menerapkan sistim KB kalender atau pantang berkala.