cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Tempat Sampah Berbahan Dasar Bambu Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Bersih Dan Sehat Masyarakat Di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Hasyim; Suteja, I Wayan; Yuniarti, Ratna; Widianty, Desi; Salehudin; Saidah, Humairo; Salsabila, Fera Fitri; Negara, I Dewa Gede Jaya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7631

Abstract

Kurangnya tempat pembuangan sampah di Desa Kuripan Utara menjadi salah satu penyebab mengapa sampah masih merupakan masalah yang sulit teratasi. Sampah masih menjadi salah satu masalah utama yang ada di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Di desa ini banyak sampah yang ditemukan di sungai, selokan, serta di kebun warga, terkadang juga di halaman rumah warga yang kurang kesadaran pentingnya kebersihan dan kesehatan, sehingga sampah dapat mencemari lingkungan sekitar. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sarana tempat pembuangan sampah di desa ini. Sehingga perlu dilakukan pengabdian tentang pembuatan tempat sampah berbahan dasar bambu sebagai penguatan budaya hidup bersih dan sehat masyarakat. Pohon bambu yang ditanam oleh warga desa ini juga cukup banyak, sehingga sangat tepat sekali jika bambu ini dijadikan tempat sampah sehingga bernilai ekonomis. Pelaksanaan program pengabdian dilaksanakan di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan kabupaten Lombok Barat dan dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu persiapan, penyuluhan, pelaksanaan pembuatan dan distribusi. Edukasi mengenai dampak buruk dari pembuangan sampah sembarangan, bersama dengan pemberian solusi berupa pembuatan tempat sampah yang sesuai, memberikan kontribusi positif dalam merubah perilaku masyarakat.
Pembuatan Batik Jumputan (Pembaju) Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Di Desa Patumbak I Harianja, Apdon Fransisko; Silaen, Esta Rosmina Uli; Dewi, Citra Novica; Siregar, Ainul Masthura Azis Nurhafni; Siregar, Aisyah Butar Butar Nurhafni; Siregar, Ani Wahyuni Nurhafni; Siregar, Andres H.J. Sianipar Nurhafni; Siregar, Rini Hayati Nurhafni; Siregar, Mimi Rosadi Nurhafni; Siregar, Nurhafni
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7656

Abstract

: Batik Jumputan adalah batik yang dibuat melalui teknik ikat dan celup pada warna yang diinginkan. Kain yang digunakan untuk membuat batik tersebut diikat atau dijahit dan dikerut menggunakan tali. Terdapat dua teknik untuk membuat batik jumputan, yang pertama adalah teknik ikat, dan yang kedua adalah teknik jahitan. Benang yang digunakan untuk mengikat kain sebaiknya tebal dan kuat agar mencegah warna masuk ke dalam kain, disarankan menggunakan benang tebal dan kuat seperti benang plastik/sintetis, benang jeans, atau benang sepatu. Kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun III Desa Patumbak I bertujuan untuk melatih kreativitas siswa yang ditunjukkan melalui hasil kreasi batik ikat dan pewarnaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan (sosialisasi) dan praktek pembuatan batik. Para siswa sangat antusias dalam menciptakan batik jumputan mereka sendiri. Hasil dari sosialisasi batik jumputan kepada siswa di SD yang berada di Dusun III Desa Patumbak I adalah peningkatan keterampilan siswa.
Program Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di UPT SD Negeri 2 Kekeri Lestari, Tri Ayu; Pahmi, Saepul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7693

Abstract

Field Experience Practice (PPL) was conducted at UPT SD Negeri 2 Kekeri, starting on February 16, 2024, and concluding on May 22, 2024. This program provides a valuable opportunity for students to develop and strengthen their competencies in performing duties as professional educators in schools. The process of developing teaching skills for prospective teachers is pursued by applying the principles taught by Ki Hadjar Dewantara: niteni (observing), nirokke (imitating), and nambahi (developing). PPG students learn to develop their teacher identity and teaching process by integrating an analytical understanding of the context of a particular educational unit with the concepts and practices of other core courses. The students' practical experience is designed as a continuous improvement process through the lesson study format. Problems encountered in the field become part of the maturation process for students, while also providing opportunities to enhance their teaching abilities in the future.
Edukasi Pentingnya Mangrove Bagi Lingkungan Pesisir di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Affandi, Rangga Idris; Diniariwisan, Damai; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Sumsanto, Muhammad; Diamahesa, Wastu Ayu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7725

Abstract

Coastal areas are transition between land and marine ecosystems. The coast is an area rich in natural potential which has long been utilized by humans. Changes that occur in coastal and marine areas are generally influenced by human activities in the surrounding areas, resulting in a decline in environmental quality, one of which is the mangrove ecosystem. Mangrove are spread throughout almost all coastal areas in Indonesia. The mangroves in South Lembar Village are directly adjacent to settlements, coastal tourist areas and aquaculture. Therefore, it is necessary to transfer knowledge so that the community of South Lembar Village, especially those on the coast, understand the importance of mangroves for the environment so that they can protect the mangrove ecosystem. The implementation of this community service activity is carried out using the counseling method. This service activity began with a presentation on the importance of the mangrove ecosystem and a question and answer/discussion. The result of this community service was that outreach was carried out with material presented regarding the importance of the mangrove ecosystem, which was attended by the South Lembar Ecotourism Group and the Cemare Eco Green Mangrove Society, the South Lembar Village community, and lecturers from the Aquaculture Study Program. The conclusion of this community service is that information, knowledge and science have been conveyed to the community in Cemare Hamlet, South Lembar Village about the importance of mangrove ecosystems for marine coastal areas. Further community service activities are needed in the form of mangrove planting.
Sosialisasi Produk Nutrasetikal Anggur Laut Sebagai Terapi Penunjang Diabetes di Kelurahan Pagutan Amani, Syauzatta; Yanuar, Rinta Putri; Afriliani, Tity; Indriani, Zulfia Ika; Muchlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7745

Abstract

Prevalensi penderita diabetes melitus di Nusa Tenggara Barat sebesar 19.247 jiwa dan di Kota Mataram sejumlah 8.635 jiwa pada tahun 2020. Data prevalensi penderita diabetes di Indonesia terus meningkat sehingga diperlukan solusi dalam pemeliharaan gula darah tubuh, salah satunya adalah produk berbahan alam seperti anggur laut. Anggur laut memiliki senyawa utama yang mampu menurunkan kadar glukosa secara signifikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cara pencegahan diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya pembukaan, pemaparan materi, diskusi, demonstrasi memasak sup anggur laut, dan penutup. Dengan dilakukannya pemaparan materi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan diabetes melitus dan manfaat anggur laut sebagai terapi penunjang diabetes
Gambaran Pengetahuan Infeksi Menular Seksual pada Santri Pondok Pesantren Darul Hukumaini Rosyunita, Rosyunita; Ayunda, Rahmah Dara; Elizar, Lale Justin Amelinda; Rahim, Adelia Riezka; Hasbi, Nurmi; Andrayani, Lale Wisnu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7762

Abstract

Adolescence is a time of curiosity about many things, including sexual behaviors that make it possible to become infected with sexually transmitted diseases. Education is needed to prevent transmission by providing material on the infections of reproductive organs. Based on this, this service aims to increase students' knowledge at the Pondok Pesantren Darul Hukumaini about the types of sexually transmitted infections and how to prevent them. The methods used for assessment were pre-test and post-test. Delivery of material was carried out using lecture and presentation methods to students. The participants were 32 aged 16-17 years and female. The assessment results showed an increase in students' scores from an average of 5.8 in the pre-test to 9.6 in the post-test. The lowest score obtained in the pre-test was 0 to 6.4 after the post-test or delivery of educational material. This increase in student's knowledge must be accompanied by habits of clean and healthy living behavior such as avoiding drugs and having free sex by the students themselves.
Penyuluhan Hukum Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Di Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Jailani, Muhammad; Islam, M. Khotibul; Grindulu, Lewis
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7773

Abstract

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Dalam arti ini, maka meskipun setiap orang terlahir dengan warna kulit, jenis kelamin, bahasa, budaya dan kewarganegaraan yang berbeda-beda, ia tetap mempunyai hak-hak tersebut. Inilah sifat universal dari hak-hak tersebut. Selain bersifat universal, hak-hak itu juga tidak dapat dicabut (inalienable). Artinya seburuk apapun perlakuan yang telah dialami oleh seseorang atau betapapun bengisnya perlakuan seseorang, ia tidak akan berhenti menjadi manusia dan karena itu tetap memiliki hak-hak tersebut. Dengan kata lain, hak-hak itu melekat pada dirinya sebagai makhluk insani sebagaimana yang dimaksud dalam teori hak kodrati. Desa Bagek Polak merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Minimnya tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Bagek Polak terhadap maksud/pengertian HAM, Generasi-generasi HAM, Asas-asas HAM, dan macam-macam hak yang terkandung dalam ketentuan hukum positif menjadi suatu alasan sehingga tim menjadikan desa ini menjadi lokasi suluh dengan penyuluhan hukum Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Rencana pendekatan metode yang akan kami lakukan dalam penyuluhan hukum ini dilaksanakan dalam bentuk: Ceramah, yaitu penyampaian materi penyuluhan dalam bentuk ceramah kepada peserta dengan aplikasi waktu yang telah disepakati. Kemudian Diskusi atau umpan balik, yaitu dengan membuka kesempatan Tanya jawab antara peserta dengan tim penyuluh tentang materi yang telah disampaikan yaitu mengenai maksud dan cakupan HAM yang terkandung dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan Konsultasi hukum, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta suluh untuk menyampaikan keluhan-keluhan atau permasalahan-permasalahan yang masih membingungkan mereka terkait dengan penegakan dan perlindungan HAM yang terjadi pada masyarakat itu sendiri atau yang sedang dihadapinya kemudian kami dari tim suluh akan menjawab dengan memaparkan dengan rinci dan jelas yang dalam hal ini terkait dengan pengertain, perlindungan dan penegakan HAM dan bagaimana HAM ini diatur dalam hukum positif indonesia yakni dalam ketentuan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos di Desa Jelantik Kabupaten Lombok Tengah Saidah, Humairo; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Budianto, Muh. Bagus; Widianty, Desi; Hasyim; Karyawan, Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Seniari, Ni Made
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7775

Abstract

Jelantik Village faces environmental problems, especially waste generation from agricultural and household activities. The main livelihood of the people of Jelantik Village is livestock and farming. Because farming is the main livelihood, the people of Jelantik Village really need fertilizer for their agricultural needs, so it is very profitable if they are able to process organic waste into fertilizer. However, the people of Jelantik do not yet understand how to use waste to make fertilizer. This activity aims to help the people of Jelantik Village understand how to process waste, especially organic waste from agriculture, livestock, the tofu and tempeh industry, and household waste, into useful compost. The socialization was carried out using counselling methods and the direct practice of making compost using straw and an EM4 activator. The counselling was attended by at least 25 participants in a warm atmosphere and without any difficulties. The team has been able to share knowledge with the Jelantik Village community about the principles and stages of making proper compost fertilizer, so it is hoped that this can reduce the waste problem while producing quality compost fertilizer.
Sosialisasi Penggunaan Dampak Penggunaan Pupuk dan Pestisida Kimia Di Desa Karangrejo Oleh KKN UMD Dalam Upaya Peningkatan Kesadaran dan Kelestarian Lingkungan Azzahro, Firyal Nurul Haifa; Habibie, Muhammad; Setiawan, Moh Rizqi; Safira, Arlinda; Safitri, Berliana Desta; Wirayudo, Haykal FIkram; Khozin, Mohammad Nur
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7799

Abstract

The majority of residents in the village of Karangrejo work as farmers and breeders. Yosowilangun sub-district has an area of ​​2,271 hectares of dry land and 56,206 hectares of paddy fields. The problem in Karangrejo village is the lack of awareness of the people who dispose of livestock manure carelessly without any use. In addition, another problem is that some Karangrejo farmers use chemical fertilizers which are currently experiencing price increases and the government has also reduced subsidies. Therefore, UMD Community Service Students at Jember University Group 197 together with UPT BPP Yosowilangun carried out an innovative program to socialize the impact of using chemical fertilizers and pesticides. This aims to reduce the use of chemical fertilizers and pesticides and make farmers and breeders aware of efforts to create environmentally friendly villages. This service activity was carried out through socialization and distribution of pre-test and post-test questionnaires. The method used is quantitative by distributing questionnaires to Karangrejo farmers. Based on the results of the questionnaire data analysis, it can be seen that there is an increase in farmers' knowledge regarding the advantages of using organic fertilizers and plant-based pesticides and the impact of using chemical fertilizers and pesticides. This is expected to be able to make people aware of the dangers of using chemical fertilizers and pesticides that can damage the surrounding environment.
Studi Awal Pengembangan Tumbuhan Obat-Obatan Sebagai Destinasi Wisata Kesehatan Berbasis Biodiversitas Di Desa Karang Sidemen, Nusa Tenggara Barat valentino, niechi; Hayati; Setiawan, Budhy; Webliana, Kornelia; Prasetyo, Andrie Ridzki; Gozali, M. Rijalul; Hadi , Muhammad Anwar; Syahruanda, Eggi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7800

Abstract

Karang Sidemen Village plays an important role in protecting and preserving the rich biodiversity around the Mount Rinjani area, especially in the use of medicinal plants as an inseparable part of the "Gumi Sasak" cultural heritage. This service aims to document the potential of medicinal plants along the tourist route through the creation of distribution maps and plant pocket books. This service is carried out using the Community Based Participatory Research (CBPR) method which includes steps such as: initial coordination, socialization, exploration, data analysis, and submission of service results. The result of this service was that 82 families, 253 genera and 303 species were obtained with a total number of plant individuals found along the Karang Sidemen village tourist route of 8,139 individuals, of which 25 plant species were selected for making a draft pocket book and at the same time making a distribution map into a 2D map.

Page 94 of 156 | Total Record : 1560