cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Skrining Bank Darah untuk Pemeriksaan HBsAg di Kelurahan Pasalakan Kecamatan Sumber Al Sas, Oktafirani; Supenah, Pipin; Solikhah, Solikhah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12166

Abstract

ABSTRAK Tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) adalah tes darah yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan antigen permukaan virus hepatitis B. Tes ini penting untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus hepatitis B atau tidak. Virus ini merupakan salah satu dari berbagai virus yang menginfeksi hati. Faktor penyebabnya antara lain penggunaan jarum suntik secara bersamaan, hubungan seks bebas, melalui cairan tubuh penderita, serta dari ibu yang menderita hepatitis B kepada bayi yang akan dilahirkannya. Beberapa cara untuk mengobati dan mengendalikan penyakit hepatitis B adalah dengan menghindari berbagi peralatan pribadi, melakukan hubungan seksual yang aman, dan menjaga pola hidup sehat. Kematian dilaporkan di Amerika Serikat pada tingkat 1%. Infeksi Hepatitis B akut pada orang dewasa menyebabkan kesembuhan total dengan dikeluarkannya HBsAg dari darah dan produksi anti-HBs yang memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit hepatitis B. Metode yang digunakan adalah edukasi kepada masyarakat dengan menyebarkan angket sebelum pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil skrining bank darah menunjukkan pemeriksaan imunoserologi HBsAg non reaktif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah seluruh responden dinyatakan sehat atau tidak tertular virus Hepatitis B. Saran dari kegiatan ini adalah agar responden tetap menjaga kesehatannya agar tetap sehat dan terhindar dari virus Hepatitis B. Kata Kunci: Hepatitis B, Pemeriksaan HBsAg, Skrining Bank Darah  ABSTRACT The HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) test is a blood test used to detect the presence of the hepatitis B virus surface antigen. This test is important to find out whether a person is infected with the hepatitis B virus or not. This virus is one of the various viruses that infect the liver. The causal factors include using injection needles at the same time, free sex, via the patient's body fluids, as well as from mothers suffering from hepatitis B to the babies they will give birth to. Some ways to treat and control hepatitis B are avoiding sharing personal equipment at the same time, having safe sexual relations, maintaining a healthy lifestyle. Deaths are reported in the United States at a rate of 1%. Acute Hepatitis B infection in adults causes complete recovery with the removal of HBsAg from the blood and the production of anti-HBs providing immunity against subsequent infections. The aim of this activity is to provide knowledge to the public about the importance of preventing hepatitis B. The method used is education to the public by distributing questionnaires before taking blood samples for further examination. The results of the blood bank screening showed that the HBsAg immunoserological examination was non-reactive. The conclusion of this activity is that all respondents were declared healthy or not infected with the Hepatitis B virus. The suggestion for this activity is for respondents to maintain their health so that they stay healthy and avoid the Hepatitis B virus. Keywords: Hepatitis B, Hbsag Test, Blood Bank Screening
Training Of Trainer (TOT) Kader Posyandu untuk Generasi Bebas Stunting di Kelurahan Pasir Putih Sawangan-Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12773

Abstract

ABSTRAK Pemerintah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024. Provinsi Jawa barat merupakan salah satu provinsi yang menjadi 12 provinsi prioritas stunting. Stunting merupakan masalah keluarga, maka intervensinya difokuskan pada keluarga khususnya keluarga 1000 HPK yang dilaksanakan di posyandu. Penurunan angka stunting dengan Intervensi sensitive untuk menangani penyebab tidak langsung dengan optimalisasi peran kader Kesehatan. Permasalahan mitra adalah belum dilakukannya Training of Trainer (ToT) kader Kesehatan untuk generasi bebas stunting. Solusi bagi masalah yang dihadapi mitra di kelurahan Pasir Putih kecamatan Sawangan-Depok adalah dengan Program Kemitraan Masyarakat Dasar (PKM-D)  melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) kader Posyandu untuk generasi bebas stunting yang dilaksanakan pada tangga 1-30 Juni 2023 dan diikuti oleh 13 orang kader Posyandu di Kelurahan Pasir Putih Sawangan Depok. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat Dasar (PKM-D) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis kader posyandu dalam berperan mencegah stunting. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader posyandu diberikan materi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak serta demontrasi dan redemontrasi cara pemeriksaan penyimpangan tumbuh kembang anak. Selanjutnya kader melakukan praktik pengukuran tumbuh kembang anak di posyandu masing-masing. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari rerata nilai pretest 70 meningkat pada saat post test dengan rerata nilai 89,5. Serta nilai rata-rata kader dalam keterampilan pemeriksaan tumbuh kembang anak adalah 71. Kesimpulan: Kegiatan ToT kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kata Kunci: Kader, Posyandu, Stunting, Training Of Trainer   ABSTRACT The government has set stunting as a national priority issue in the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) with a target of a significant reduction from 24.4% in 2021 to 14% in 2024. West Java Province is one of the 12 priority provinces stunting. Stunting is a family problem, so the intervention is focused on the family, especially the 1000 HPK families implemented at the Posyandu. Reducing stunting rates with sensitive interventions to deal with indirect causes by optimizing the role of health cadres. The partner's problem is that health cadre training of trainers (ToT) has not been carried out for a stunting-free generation. The solution to the problems faced by partners in the Pasir Putih sub-district, Sawangan-Depok sub-district is the Basic Community Partnership Program (PKM-D) through the Posyandu cadre Training of Trainer (ToT) activities for stunting-free generations which are held on June 1-30 2023 and are followed by by 13 Posyandu cadres in Pasir Putih Sub-District, Sawangan Depok. The aim of the Basic Community Partnership Program (PKM-D) is to increase knowledge, attitudes, behavior and practical skills of posyandu cadres in their role in preventing stunting. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Posyandu cadres were given material on child growth and development as well as demonstrations and demonstrations on how to check for irregularities in child growth and development. Furthermore, the cadres practice measuring the growth and development of children in their respective posyandu. There is an increase in the knowledge of cadres from an average pretest score of 70 to an increase in the post test with an average score of 89.5. As well as the average score of cadres in the skill of examining child growth and development is 71. Conclusion: ToT activities for psoyandu cadres can increase cadres' knowledge and skills in monitoring children's growth and development. Keywords: Cadres, Posyandu, Stunting, Training of Trainer
Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Purwoadi melalui Pengembangan Budidaya, Bantuan Bibit dan Pakan Lele sebagai Usaha Mengatasi Stunting Ika Fitria Elmeida; Sugiarti Sugiarti; Wibowo Ady Sapta; Filia Yuniza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12349

Abstract

ABSTRAK Budidaya ikan lele merupakan suatu usaha yang menjanjikan untuk di geluti saat ini, dikarenakan kebutuhan ikan yang tinggi di pasaran. Budidaya ikan lele termasuk ke dalam industri rumahan yang memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan keluarga, baik dari aspek ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, serta relasi anggota keluarga yang lebih harmonis. Desa Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah merupakan salah satu desa yang berpotensi untuk dilakukan budidaya ikan lele.  Sebagian dari masyarakat Desa Purwoadi memiliki kolam ikan lele dibelakang rumahnya, namun warga masih awam dengan perawatan serta kesehatan ikan lele. Ikan lele memiliki banyak manfaatnya salah satunya adalah perbaikan gizi protein anak dan ibu. Sebagian Balita di Desa Purwoadi terkena stunting. Oleh karena itu, adanya budidaya ikan lele diharapkan mampu menambah protein gizi anak, sehingga mampu mengatasi stunting di desa tersebut. Untuk membina kelompok pembudidaya ikan dalam membudidayakan ikan lele guna meningkatkan kualitas ekonomi, kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat Desa Purwoadi, sehingga mampu mengatasi masalah stunting. Sosialisasi budidaya lele dan produk olahan lele pada kelompok peternak ikan, pembuatan dan pengembangan kolam ikan lele, serta pemberian bantuan bibit dan pakan lele. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian, di Desa Purwoadi saat ini telah terbentuk kolam ikan lele dengan ukuran 17x8x1 meter dan telah dilakukan pengembangan beberapa kolam milik warga. Saat pengabdian telah juga telah dilakukan pembagian bibit ikan lele dan pakan lele. Masyarakat juga telah mendapat sosialisasi tentang budidaya ikan lele yang benar, serta sosialisasi pembuatan olahan makanan dari ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan telah berhasil membina kelompok peternak ikan dalam membudidayakan ikan lele untuk meningkatkan kualitas ekonomi, status kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat desa Purwoadi. Kata Kunci: Budidaya Lele, Pemberdayaan Ekonomi, Stunting  ABSTRACT Currently, catfish cultivation is a promising business to be involved in due to the high market demand for fish. Catfish cultivation is a home-based industry with significant potential to enhance family resilience in terms of economics, health, education, and fostering harmonious family relationships. Purwoadi Village, located in the Trimurjo District of Central Lampung, is a community with great potential for catfish cultivation. While some residents in Purwoadi Village have catfish ponds behind their houses, there remains a lack of knowledge regarding proper catfish care and health management. Catfish offers numerous advantages, notably in enhancing the protein intake for both children and mothers. Unfortunately, some toddlers in Purwoadi Village are experiencing stunting issues. Therefore, it is our hope that promoting catfish cultivation will contribute to improving children's protein nutrition. To develop a community of catfish farmers in cultivating catfish to enhancing economic prosperity, health standards, and nutritional of the Purwoadi village community. Socialization of catfish cultivation among catfish farmer, facilitated the establishment and expansion of catfish pond, and offered support by providing catfish seeds and feed. After conducting community service activities in Purwoadi village, a 17x8x1 meter catfish pond has been established, and several ponds owned by residents have been developed. Additionally, catfish seeds and feed were distributed during the service. The community also received training on proper catfish cultivation techniques and processing catfish into food products. The community service activities undertaken have provided guidance to fish farmer groups in catfish cultivation, with the goal of enhancing the economic well-being, health, and nutritional fulfillment of the Purwoadi village community. Keywords: Catfish Seed, Economic Empowerment, Stunting.
Pelatihan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Pasca Pandemi Covid 19 di Desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Kapriani, Kapriani; Basar, Nur Fatwa; Asmawiyah, Asmawiyah; Alam, Andi Rifqah Purnama; Syamsinar, Syamsinar; Aisyah, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13140

Abstract

ABSTRAK Pada saat Indonesia dilanda pandemi Covid 19, berdampak bagi semua sector kehidupan utamanya perekonomian. Banyak perusahaan yang harus melakukan pemutusan hubunga kerja (PHK) kepada karyawannya. Akibatnya jumlah pengangguran semakin bertambah. Masyarakat tidak memiliki penghasilan. Setelah berakhirnya pandemic Covid 19 perlu dilakukan pemulihan di sector perekonomian. Salah satunya adalah dengan menjadi wirausaha. Namun permasalahan yang dihadapi masyarakat yang terdampak Covid 19, yakni masyarakat tidak memiliki penghasilan, tidak berani memulai usaha atau bisnis, susah mencari jenis usaha yang akan dijalankan, kurangnya pengetahuan untuk menjadi seorang wirausaha, kurang kreatif dan inovasi untuk memulai suatu usaha. Oleh karena itu tim dosen STIE Tri Dharma Nusantara Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada masyarakat Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yang terkena PHK. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 yang berada di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yang terkena PHK sebagai dampak Pandemi Covid 19 tentang bagaimana cara memulai suatu bisnis di era teknologi digital sekarang ini sehingga masyarakat dapat menjadi seorang wirausaha yang memiliki penghasilan. Hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dapat dilihat peserta pelatihan merespon secara positif dan terlihat puas dengan kegiatan yang dilaksanakan. Para peserta sangat antusias untuk menjadi wirausaha yang ditunjukkan dengan partisipasi dan keikutsertaan selama pelatihan berlangsung. Peserta juga sudah membuktikan pemahaman mereka tentang materi kewirausahaan yang telah diberikan oleh narasumber dengan mempraktekkan proses pengolahan jajanan kekinian dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pemateri. Kata Kunci: Pelatihan, Kewirausahaan, Masyarakat, Pandemi Covid 19                                                     ABSTRACT When Indonesia was hit by the Covid 19 pandemic, it had an impact on all sectors of life, especially the economy. Many companies have had to lay off their employees. As a result, the number of unemployed is increasing. People have no income. After the end of the Covid 19 pandemic, it is necessary to restore the economic sector. One way is to become an entrepreneur. However, the problems faced by people affected by Covid 19 are that people have no income, do not dare to start a business, have difficulty finding the type of business to run, lack of knowledge to become an entrepreneur, lack of creativity and innovation to start a business. Therefore, the STIE Tri Dharma Nusantara Makassar lecturer team carried out Community Service activities for the people of Jenetallasa Village, Pallangga District, Gowa Regency who were affected by layoffs. The aim of this community service activity is to provide entrepreneurship training to people affected by Covid 19 in Jenetallasa Village, Pallangga District, Gowa Regency who have been laid off as a result of the Covid 19 Pandemic on how to start a business in the current era of digital technology so that people can become an entrepreneur who has an income. The results of implementing Community Service can be seen by training participants responding positively and appearing satisfied with the activities carried out. The participants were very enthusiastic about becoming entrepreneurs as shown by their participation and participation during the training. Participants have also proven their understanding of the entrepreneurship material provided by the resource person by practicing the process of processing contemporary snacks and answering every question asked by the speaker. Keywords: Training, Entrepreneurship, Society, Covid 19 Pandemic 
Focus Group Coaching dalam Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3k) Bagi Siswa Sekolah Dasar Syifa, Nailis; Asmiati, Elva; Aswad, Hafizul; Elvira, Jihan; Widyastuti, Rifdah; Najwa, Sajida; Purnama, Annisa; Muhammad, Izbikavik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13050

Abstract

ABSTRAK Siswa SD (Sekolah Dasar) merupakan siswa dengan usia yang memiliki aktivitas tinggi dalam bermain atau olahraga, sehingga rawan terjadi cedera pada anak-anak. Kecelakaan kecil di sekolah jika tidak tertangani dengan baik akan berdampak fatal pada siswa. Oleh sebab itu, diperlukan pendidikan pemahaman tentang pertolongan pertama pada kecelakaan pada siswa sejak awal karena pada saat itu lah anak-anak dapat mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama yang benar. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman dan skill siswa SD mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) bagi anak-anak. Target khusus yang diharapkan oleh kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatnya kemampuan serta skill siswa tentang P3K dalam penanganan mengatasi cedera ketika mengalami atau melihat kecelakaan di sekitarnya. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan materi dan penjelasan P3K dengan media powerpoint, poster, dan video edukatif sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik. Selanjutnya, metode focus group coaching pada siswa SDN 4 Dinoyo dilakukan dengan membagi lima grup pelatihan dan masing-masing grup terdapat sepuluh siswa dan satu orang coach. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang P3K dimana hasil pre-test menunjukkan 62% siswa memiliki pemahaman sedang, dan 48% siswa kurang paham mengenai P3K. Setelah pemberian informasi (post-test), 100% siswa memahami terkait pengetahuan P3K. Dari evaluasi pelatihan siswa, terlihat bahwa siswa memiliki kemampuan sangat baik (32%) dan baik (62%) dalam mempraktekkan skill P3K. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pemahaman dan skill kemampuan P3K pada siswa SD. Kata Kunci: Kesehatan, P3K, Siswa, Focus Group Coaching  ABSTRACT Elementary School students are students who have high activity in playing or sports, which are prone to injury. If small accidents at school are not handled properly, they can have a fatal impact on students. Therefore, it is necessary to educate students about first aid in accidents, so that children can know how to do first aid correctly. This activity focuses on increasing elementary school students' understanding and skills regarding first aid for accidents (P3K) for children. The specific target expected by this service activity is increasing students' abilities and skills regarding first aid in handling injuries when experiencing or seeing accidents around them. The method used is to provide first aid materials and explanations using PowerPoint, posters and educational videos so that students can easily understand the topics. Next, the focus group coaching method for SDN 4 Dinoyo students was carried out by dividing five training groups and each group contained ten students and one coach. The results of this counselling show that there is an increase in students' knowledge and understanding about First Aid, where the pre-test results show that 62% of students have moderate understanding, and 48% of students do not understand much about First Aid. After providing information (post-test), 100% of students understood related First Aid knowledge. From the evaluation of student training, it appears that students have very good (32%) and good (62%) abilities in practicing first aid skills. Overall, this outreach activity can improve understanding and first aid skills in elementary school students. Keywords: Health, First Aid, Student, Focus Group Coaching
Pembinaan Peningkatan Kapasitas Usaha dalam Program Sandang Terpandang Melalui Pelatihan Komunikasi Pemasaran Sistiawan, Ivana Clairine; Siswono, Thalia Nikky; Santoso, Nathania Angelica; Lidya, Natasha; Salim, Dinda Ayu Widya; sari, Ida Ayu Indira Cempaka; Irawan, Sam Ryan; Hartanto, Louisa Christine
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12902

Abstract

ABSTRAK Sandang Terpandang merupakan bentuk usaha fesyen yang berfokus pada pengolahan limbah tekstil berupa kain perca menjadi pakaian hewan yang terletak di Desa Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo. Banyak dari masyarakat desa yang belum memiliki pekerjaan tetap, selain itu pengetahuan masyarakat desa terhadap teknologi dan wirausaha sangat minim sehingga kurangnya penerapan bisnis dari sisi teknologi. Dengan kemampuan warga desa dalam menjahit menjadikan landasan bagi wirausaha desa. Sebagai solusinya, masyarakat diajarkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan ataupun tren pasar guna menunjang pengembangan keterampilan. Diciptakan Sandang Terpandang menjawab ciri khas desa Bungurasih yang masih belum tergambarkan secara jelas, sehingga punya potensi besar untuk memilih suatu bidang yang akan dispesifikasikan dan dikembangkan sebagai karya unggulan desa kedepannya.  Dalam metode bentuk peningkatan kapasitas usaha memberikan pelatihan komunikasi pemasaran dengan skema Observasi dan perencanaan, Pelatihan berlandaskan teori pemasaran langsung (Digital Marketing), Pelatihan berlandaskan teori hubungan masyarakat dan publisitas, Pelatihan Alur produksi dan penjualan. Hasil dari peningkatan kapasitas usaha ini menghasilkan 100 produk baju dan aksesoris hewan, penggunaan aplikasi penjualan online dan penjualan bazaar. Dengan hasil produksi dan penjualan produk melalui brand Bungurasih Handmade, harapannya masyarakat desa mendapatkan penghasilan dan menjadi pekerjaan tetap dengan munculnya kelompok usaha baru. Kata Kunci: Kain perca, Wirausaha, Marketing.  ABSTRACT Sandang Terpandang is a form of fashion enterprise that focuses on the processing of textile wastes of perca fabrics into animal clothing located in Bungurasih Village, Sidoarjo district. Many of the people of the village have not had a fixed job, besides the knowledge of the villagers about technology and entrepreneurship is so minimal that the lack of business application from the technology side. With the ability of the villagers in sewing make the groundwork for the village entrepreneurs. As a solution, the society is taught and developed according to the needs or trends of the market to support the development of skills. Created the Sandang of the View responds to the characteristic characteristics of the village of Bungurasih which has not yet been clearly described, so it has great potential to choose a field that will be specified and developed as the best work of the next village.  In the method of capacity-enhancing enterprise forms provide marketing communication training with scheme Observation and planning, Training based on the theory of direct marketing (Digital Marketing), Training based the theories of public relations and publicity, Training Production and sales flows. The result of the increased capacity of this enterprise is 100 products of animal clothing and accessories, the use of online sales applications and the sale of bazaars. With the output of production and sale of products through the brand Bungurasih Handmade, the hope of the village people to get income and become a fixed job with the emergence of new enterprise groups.  Keywords: Fabrics, Entrepreneurship, Marketing.
Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Kontrasepsi sebagai Upaya Mengatur Jarak Kehamilan yang Sehat pada Ibu Menyusui Putri, Noviyati Rahardjo; Dharmawan, Caroline; Larasati, Disa; Septiana, Yesika Fitriani; Amalia, Riza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13523

Abstract

ABSTRAK Wanita Usia Subur (WUS) yang sedang menyusui merupakan akseptor KB penting, karena masa ini merupakan masa menjarangkan kehamilan dengan jarak minimal 2 tahun dalam rangka optimalisasi kesehatan reproduksi dan menyusu bagi bayi. Pemilihan alat kontrasepsi (alakon) yang tepat dalam masa menyusui difokuskan salah satunya agar tidak mengganggu produksi ASI. Salah satu upaya peningkatan pemilihan alakon yang tepat adalah dengan meningkatkan pengetahuan sehingga ibu menyusui dapat memperoleh preferensi alakon yang sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kader kesehatan tentang alat kontrasepsi terutama pada masa menyusui. Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dibantu dengan software microsoft power point yang berisi tentang kontrasepsi terutama pada masa menyusui. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan mitra tentang kontrasepsi dengan rerata hasil pretest adalah 7,2 dan hasil posttest adalah 10,3 dari hasil maksimal 12. Pengetahuan ibu bayi 0-1 tahun dan kader kesehatan meningkat setelah diberikan KIE. Saran kegiatan pengabdian selanjutnya adalah adanya edukasi tentang kontrasepsi yang disasarkan pada ibu hamil trimester III sehingga dapat menjadi preferensi penggunaan alakon yang tepat setelah masa nifas selesai. Kata Kunci: Kontrasepsi, Ibu Menyusui, Edukasi, Kader Kesehatan.  ABSTRACT Women of childbearing age who are breastfeeding are important family planning acceptors, because this is a period of spacing pregnancies at least 2 years apart in order to optimize reproductive health and breastfeeding for babies. Choosing the right contraceptive device during breastfeeding is focused on one of them so that it does not interfere with breast milk production. One effort to increase the selection of appropriate contraceptive device is to increase knowledge so that breastfeeding mothers can obtain alakon preferences that suit their needs. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and health workers about contraceptives, especially during breastfeeding. Information Communication and Education activities assisted with Microsoft PowerPoint software which contains information about contraception, especially during breastfeeding. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. The result of this study concluded that partners' knowledge about contraception increased with the average pretest result being 7.2 and the posttest result being 10.3 out of a maximum result of 12. Conclusion: Knowledge of mothers of babies 0-1 years old and health cadres increased after being given information communication and education. The next recommendation for community service activities is to provide education about contraception targeted at pregnant women in the third trimester so that it can become a preference for appropriate use of alakon after the postpartum period is over. Keywords: Contraception, Breastfeeding Mothers, Education, Cadres.
Pemberdayaan Lansia Penderita Penyakit Jantung Koroner melalui Pemahaman PJK Guna Mengontrol Kadar Kolesterol di Malang Raya Berliany Venny Sipollo; Elizabeth Yun Yun Vinsur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12152

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat termasuk lanjut usia dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Setiap upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat merupakan investasi bagi pembangunan negara. Prinsip non diskriminatif mengandung makna bahwa semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk lanjut usia (Lansia). Penuaan di negara sedang berkembang berjalan dengan cepat dan diikuti dengan perubahan dinamis dalam struktur dan peran keluarga, di samping pola perburuhan dan migrasi. Urbanisasi, migrasi orang muda ke perkotaan mencari pekerjaan, banyaknya perempuan masuk angkatan kerja dan perubahan keluarga besar ke arah keluarga inti, mengakibatkan lebih sedikit orang yang bersedia merawat lanjut usia yang membutuhkan bantuan. Perubahan fisiologis pada lansia terutama perubahan jantung mengakibatkan terjadinya resiko tinggi mengalami peningkatan kolesterol dan arterosklerosis, sehingga lansia rentan menderita penyakit jantung koroner (PJK). Metode yang digunakan adalah home care, dapat membantu lansia penderita PJK untuk memahami lebih terperinci dengan penjelasan mendalam tentang PJK. Jumlah lansia penderita PJK sejumlah 21 orang dan diharapkan hal ini berguna untuk mengontrol kadar kolesterol pada lansia penderita PJK. Hasil pengabdian kepada masyarakat di dapatkan tingkat pengetahuan lansia tentang PJK mengalami peningkatan yaitu rata – rata hasil pre-test (59,42), rata – rata hasil post-test (76). Perkembangan hasil kadar kolesterol darah rata – rata sebelum diberikan edukasi (203,95 mg/dL), kadar kolesterol rata – rata setelah di berikan edukasi (190,28 mg/dL). Pemberian edukasi tentang PJK dan kontrol kolesterol secara teratur dapat meningkatkan pola hidup sehat lansia dan mengontrol kadar kolesterol. Kata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Lansia, Kolesterol  ABSTRACT Efforts to improve and maintain public health, including older adults, are carried out based on non-discriminatory, participatory and, sustainable principles. Every effort to improve public health status is an investment forine country's development. The principle of non-discrimination implies that all people must receive health services, including the r adults. Aging in developing countries is rapid and accompanied by dynamic changes in family structure and roles, as well as labor and migration patterns. Urbanization, the migration of young people to cities looking for work, the large number of women entering the labor force and the, shift of extended families towards nuclear families, resulted in fewer people willing to care for the older adults who needed assistance. Physiological changes in older adults, especially changes in the heart result in a high risk of experiencing increased cholesterol and atherosclerosis, so that the r adults are susceptible to coronary heart disease (CHD). The home care method can help older adults with CHD to understand in more detail with an in-depth explanation of CHD. The number of responderespondentsD is 21 older adults and it is hoped that this will be useful for controlling cholesterol levels in older adults with CHD. The results of community service showed that the level of knowledge of the olddults about CHD has increased, find that the average pre-test result (59.42), thewas  aveand rage post-test result (76)was . The results of average blood cholesterol levels before being given education (203.95 mg/dL),and  average cholesterol levels after being given education (190.28 mg/dL). Regularly providing education about CHD and cholesterol control could improves the healthy lifestyle of the older adults and control of cholesterol levels. Keywords: Coronary Heart Disease, Older adults, Cholesterol 
Pendampingan Lansia Melalui Pemberian Teknik Relaksasi Progresif sebagai Upaya Mengontrol Tekanan Darah dan Menurunkan Insomnia Surani, Vincencius; Ajul, Keristina; Pranata, Lilik; Suryani, Ketut; Rini, Maria Tarisia; Hardika, Bangun Dwi; Handayani, Shela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12794

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia (lansia) adalah individu yang telah mencapai usia tua dan dimana kemampuan jaringan untuk memperbaiki atau mengganti dirinya sendiri dan perlahan-lahan mempertahankan fungsi normalnya sedemikian rupa sehingga perbaikan dari kerusakan dan infeksi yang dideritanya tidak cukup untuk menangani lebih lanjut. Seiring bertambahnya usia, prevalensi penyakit yang berkaitan dengan proses degeneratif meningkat, termasuk hipertensi, diabetes, penyakit ginjal kronis, dan stroke. Di antaranya masalah kesehatan yang paling umum terkait dengan proses penuaan lansia adalah tekanan darah tinggi dan gangguan tidur. Tujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengontrol tekanan darah dan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat insomnia pada lansia. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode demonstrasi tindakan yaitu dengan melakukan tindakan relaksasi otot progresif. Nilai tekanan darah dan tingkat insomnia diukur sebelum dan sesudah dilakukan tindakan relaksasi otot progresif. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu adanya perubahan kategori nilai tekanan darah lansia yang sebelumnya mayoritas hipertensi stadium 1 dan setelah tindakan mayoritas berada pada kategori normal. Tingkat insomnia lansia tidak banyak mengalami perubahan, antara sebelum dan sesudah tindakan mayoritas berada pada kategori insomnia ringan. Relaksasi otot progresif membantu untuk merilekskan otot-otot dan pikiran sehingga dapat membuat nilai tekanan darah dan insomnia pada lansia berada pada rentang normal. Tindakan ini dapat dilakukan secara mandiri di panti karena relaksasi otot progresif mudah untuk dilakukan dan tanpa mengeluarkan biaya. Kata Kunci: Insomnia, Relaksasi Otot Progresif, Tekanan Darah  ABSTRACT Elderly are individuals who have reached old age and where the ability of the tissue to repair or replace itself and slowly maintain its normal function is such that the repair of the damage and infection suffered by them is not sufficient to treat further. As we age, the prevalence of diseases related to degenerative processes increases, including hypertension, diabetes, chronic kidney disease, and stroke. Among the most common health problems associated with the aging process of the elderly are high blood pressure and sleep disorders. The aim of this community service activity is to control blood pressure and as an effort to reduce the level of insomnia in the elderly. The method in this community service activity uses the action demonstration method, namely by carrying out progressive muscle relaxation actions. Blood pressure values and levels of insomnia were measured before and after progressive muscle relaxation. The results obtained from this community service activity were a change in the blood pressure value category of the elderly, previously the majority had stage 1 hypertension and after the action the majority were in the normal category. The elderly's level of insomnia did not change much, between before and after the procedure the majority were in the mild insomnia category. Progressive muscle relaxation helps to relax the muscles and mind so that blood pressure and insomnia values in the elderly can be within the normal range. This procedure can be done independently in a nursing home because progressive muscle relaxation is easy to do and costs nothing. Keywords: Insomnia, Progressive Muscle Relaxation, Blood Pressure
Pendidikan Kesehatan Mobilisasi Dini pada Ibu Post Partum Pasca Sectio Caesaria di Ruang Jade RSUD DR Slamet Garut Mamuroh, Lilis; Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12885

Abstract

ABSTRAK Pada ibu yang bersalin secara Sectio Caesarea lebih beresiko mengalami komplikasi dari pada ibu yang bersalin secara normal. Komplikasi yang dapat terjadi diantaranya infeksi puerperal (nifas), pendarahan, emboli pulmonal, luka pada kandung kemih serta kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang. Dalam mengatasi luka akibat dari operasi Sectio Caesarea  diperlukan tindakan dan bimbingan dari  petugas kesehatan untuk mempercepat proses penyembuhan     luka     diantaranya    nutrisi   yang   bergizi seimbang  dan cairan    yang    cukup,    dengan    melakukan mobilisasi dini, istirahat yang cukup , melakukan senam nifas dan penanganan insisi. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan  dan mampu menerapkan tentang mobilisasi dini pada ibu nifas yang dilakukan section caesaria. Metode yang yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode demonstrasi , ceramah dan tanya jawab. Hasil dari pendidikan kesehatan ini 14 peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan bisa melakukan  mobilisasi dini pada ibu nifas dengan section caesaria. Adanya peningkatan pengetahuan dan bisa menerapkan mobilisasi dini sehingga  komplikasi bisa dicegah. Kata Kunci: Ibu Post Parum, Mobilisasi Dini, Sectio Caesaria    ABSTRACT Mothers whogive birth via caesarian section are  more at risk of experiencing complications than mothers who give birth normslly. Complications that can occur include infection, puerperial, bleding, pulmonary embolism, bladder injury and the possibility of spontaneous uterine rupture pregnancies. In treating wounds caused by caesarean section, action and guidance from health workers is needed to speed up the wound healing process including nutritionally balance and adequate fluids by early mobilization, adequate rest, post partum exercises and handling incisions. The aim of this community service is to increase  knowledge and be able to apply fini mobilization to pot partum mothers who undergo caesarean section. The method used in this communityservice is using demonstration, lecture and question and answer methods. As a result of this health education 14 participants experienced increased knowledge and were able to carry out early mobilization for post partum mothers with caesarean section. The conclusion is that there is increased knowledge and can implement early mobilization so that complication can be prevented. Keywords: Caesarean Section, Early Mobilization, Post Partum Mothers.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue