cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Budaya Keselamatan Pasien untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan di UPT Puskesmas Banjar Serasan Pontianak Anggreini, Yunita Dwi; Kirana, Wahyu; Priyatnanto, Hendra; Safitri, Dewin; Nuraini, Nuraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17668

Abstract

ABSTRAK Keselamatan pasien merupakan hal yang harus diutamakan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.  Untuk meningkatkan pemahaman tenaga Kesehatan yang meliputi dokter, perawat, bidan, tenaga medis maupun non medispuskesmas tentang budaya keselamatan pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan. Metode pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan kepada peserta selama 60 menit yang berkaitan dengan keselamatan pasien di puskesmas. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah petugas kesehatan dan non kesehatan. Jumlah peserta yang terlibat adalah 10 orang. Hasil pengukuran awal pengetahuan tenaga kesehatan tentang budaya keselamatan pasien didapatkan hasil bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan cukup yaitu sebesar 50%. Sedangkan setelah diberikan penyuluhan tentang budaya keselamatan pasien maka didapatkan peningkatan pengetahuan dengan hasil pengetahuan baik sebesar 60%. Hasil penyuluhan kesehatan tentang keselamatan pasien meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan non kesehatan di puskemas. Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Patient safety is a priority in improving the quality of health services, including at the health center level. To improve the understanding of health workers including doctors, nurses, midwives, medical and non-medical health center personnel about patient safety culture to improve the quality of service. The method in this community service activity is to provide counseling to participants for 60 minutes related to patient safety in health centers. Participants involved in this activity are health and non-health workers. The number of participants involved is 10 people. The results of the initial measurement of health workers' knowledge about patient safety culture showed that most participants had sufficient knowledge, namely 50%. Meanwhile, after being given counseling about patient safety culture, an increase in knowledge was obtained with good knowledge results of 60%. The results of health counseling about patient safety increased the knowledge of health and non-health workers in health centers. Keywords: Patient Safety, Health Education
Program Latihan Senam Otago sebagai Upaya Pencegahan Resiko Jatuh pada Orang dengan Lanjut Usia (Lansia) Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18087

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya usia, Pada lansia akan muncul beberapa masalah, dimana salah satu masalah fisik dan biologis yang muncul adalah jatuh. Strategi pencegahan jatuh merupakan intervensi penting pada semua individu lanjut usia. Pencegahan jatuh dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada lansia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kekuatan fisik lansia dengan latiahn senam Otago sebagai upaya pencegahan resiko jatuh. Metode kegiatan dengan demontrasi latihan senam Otago secara terbimbing. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah lansia di PPS Griya lansia Garut. kehadiran lansia yang mengikuti kegiatan senam Otago mencapai 58% (43 org), semua lansia dapat mengikuti gerakan senam Otago. Program Latihan Otago efektif dalam melatih keseimbangan dan pencegahan resiko jatuh pada lansia. Kata Kunci: Resiko Jatuh, Latihan Otago, Lansia  ABSTRACT Introduction: As we get older, in the elderly there will be several problems, where one of the physical and biological problems that arise is falling. Fall prevention strategies are an important intervention in all elderly individuals. Fall prevention can reduce the rate of illness and death in the elderly. Purpose: The purpose of this service activity is to increase the physical strength of the elderly by practicing Otago gymnastics as an effort to prevent the risk of falling. Methods: Activity method with a demonstration of Otago exercises in a guided manner. The target of the implementation of the activity is the elderly at PPS Griya Lansia Garut. Results: the attendance of the elderly who participated in Otago exercise reached 58% (43), all elderly people were able to participate in Otago exercise movements. Conclusion: The Otago exercise Program is effective in practicing balance and preventing the risk of falling in the elderly.  Keywords: Otago Exercise, Elderly, Fall Risk
Upaya Peningkatan Cakupan Pelayanan Posbindu melalui Program Edukasi dan Kunjungan Rumah Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18064

Abstract

ABSTRAK Paradigma sehat merupakan cara pandang masyarakat yang lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif dari pada pelayanan kuratif. Cara pandang ini  mendukung masyarakat untuk hidup sehat. Salah satu indikator hidup sehat yaitu penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur. Pengelolaan penyakit hipertensi merupakan tanggung jawab pemerintah, swasta dan masyarakat. Salah satu program pengelolaan penyakit hipertensi adalah program posbindu. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasiswa program profesi ners angkatan 46 yang dilaksanakan di RW 17 Kelurahan Kotawetan  ditemukan data masih rendah kunjungan lansia ke posbindu. Rendahnya kunjungan posbindu tersebut dimungkinkan karena faktor pengetahuan dan keterbatasan fisik lansia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan cakupan kunjungan posbindu melalui peningkatan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan manfaat posbindu serta melakukan kunjungan rumah. Metode kegiatan berupa pelaksanaan penyuluhan kesehatan dan kunjungan rumah. Kegiatan diikuti oleh 35 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukan ada peningkatan pengetahuan sebesar 13 poin dan peningkatan kunjungan posbindu sebanyak 20 orang. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya lansia dapat melaksanakan pengelolaan penyakit hipertensi di posbindu secara mandiri.  Kata Kunci: Hipertensi, Kunjungan Rumah, Posbindu.   ABSTRACT The healthy paradigm is a society's perspective that prioritizes promotive and preventive services rather than curative services. This perspective supports people to live healthy lives. One indicator of a healthy life is that people with hypertension take regular medication. Management of hypertension is the responsibility of the government, private sector and society. One of the hypertension management programs is the posbindu program. Based on the results of a survey conducted by students of the 46th class of the nursing profession program which was carried out in RW 17, Kotawetan Subdistrict, it was found that data on elderly visits to posbindu was still low. The low number of posbindu visits is possible due to the knowledge and physical limitations of the elderly. The aim of this activity is to increase the coverage of posbindu visits by increasing the elderly's knowledge about hypertension and the benefits of posbindu as well as conducting home visits. The activity method is in the form of health education and home visits. The activity was attended by 35 elderly people. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge by 13 points and an increase in posbindu visits by 20 people. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued with support from the Kotawetan sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end the elderly can manage hypertension at Posbindu independently.   Keywords: Hypertension, Home Visits, Posbindu.
Edukasi Mental Health Awareness melalui Screening Kesehatan pada Gen Z sebagai Upaya Promotif Lestari, Catur Retno; Marchamah, Dwi Nur Siti; Dewi, Restu Ayu Eka Pustika; Rachmadani, Almira Nathania
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17765

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan suatu tahap perkembangan yang sangat rentan mengalami permasalahan. Permasalahan ini dapat memengaruhi mental health remaja. Edukasi diperlukan untuk bisa mendeteksi secara dini masalah mental health, sehingga dapat mengetahui tindakan yang akan diambil ketika remaja mengalami masalah mental health. Berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, dan mental health screening menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ  20) yang diberikan pada saat pretest dan postest. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa di SMK Kesehatan Darussalam. Pengujian secara statistik untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan tentang mental health awareness. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengindikasikan seseorang mengalami gejala mental health. Remaja antusias untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan proses terjadinya gangguan mental health dan cara melakukan deteksi dini. Edukasi kesehatan tentang mental health awareness sebelum dan sesudah kegiatan berpengaruh terhadap pengetahuan remaja. Pencegahan mental health di sekolah dapat dilakukan dengan memberikan upaya promotif, pemantauan dan intervensi lebih lanjut bekerjasama dengan berbagai lintas program dan lintas sektor terkait. Kata Kunci: Awareness, Mental Health, Promotif, Screening  ABSTRACT Adolescence is a stage of development that is very vulnerable to experiencing problems. This problem can affect teenagers mental health. Education is needed to be able to detect mental health problems early so that we can know what actions to take when teenagers experience mental health problems. In the form of lectures, discussions, questions and answers, and mental health screening using the Self Reporting Questionnaire (SRQ 20) questionnaire given at pretest and posttest. Participants in this activity were students at the SMK Kesehatan Darussalam. Statistical testing to determine the effect before and after health education regarding mental health awareness. This community service activity indicates that someone is experiencing mental health symptoms. Teenagers are enthusiastic about asking questions related to the process of mental health disorders and how to carry out early detection. Health education about mental health awareness before and after activities influences teenagers knowledge. Prevention of mental health in schools can be done by providing further promotive, monitoring, and intervention efforts in collaboration with various related programs and sectors. Keywords: Awareness, Mental Health, Promotive, Screening
Penguatan Kesiapsiagaan Kader Kesehatan Siaga Bencana melalui Sosialisasi dan Simulasi Penangganan Kegawatdaruratan pada Kejadian Kebakaran di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Rimadeni, Yeni; Aditama, Wiwit; Afdhal, Afdhal; Pamudi, Berwi Fazri; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Riani, Eka Oktarina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17861

Abstract

ABSTRAK Dalam Dokumen RPJM dan RPD Kota Banda Aceh tergolong sebagai salah satu kota yang rawan bencana. Adapun ancaman bencana non alam yaitu kebakaran dalam kategori tingkat risiko tinggi. Kawasan rawan bencana yang telah ditetapkan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan kegiatan pembangunan infra struktur dalam pengurangan risiko bencana. Berdasarkan survey lapangan dan wawancara langsung oleh tim pengabdian kepada salah satu Kheuchik Gampong di Kecamatan Meuraxa didapatkan informasi awal bahwa di daerah tersebut baru saja mengalami kebakaran rumah warga yang membuat warga panik. Sejalan dengan enam pilar transpormasi kesehatan pilar ke tiga yaitu transpormasi sistem ketahanan kesehatan dalam memperkuat ketahanan kesiapsiagaan dan tanggap darurat krisis. Hal ini juga sejalan dengan pusat unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Aceh yaitu manajemen kesehatan bencana. Dimana kader kesehatan juga bagian dari relawan yang dapat berperan penting sebagai penggerak dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memberikan respon secara cepat pada saat bencana. Tujuan Kegiatan adalah Peningkatanan pengetahuan masyarakat tentang  kebakaran dan penanganannya secara sederhana, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang evakuasi pada kejadian kebakaran, peningkatanan pengetahuan kader tentang penanganan luka bakar ringan, teknik evakuasi korban, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) sederhana. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, simulasi dan praktek. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah kader kesehatan siaga bencana berjumlah 34 orang. Hasil pengabdian masyarakat di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh di peroleh hasil pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan kepada kader kesehatan siaga bencana. Sebelumnya memiliki nilai rata-rata 5,7  menjadi 9.8. Perbedaan nilai rata-rata saat pre dan post test bermakna secara statistik, dimana nilai p value < α (0,000<0.05). Masukan dan saran kepada pihak mitra agar kegiatan ini tetap berkelanjutan minimal adanya pelatihan berkala dengan berkoordinasi dengan mitra kesehatan dan penangulangan bencana khususnya kegawatdaruratan kebakaran. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Kader Kesehatan Siaga Bencana, Kegawatdaruratan, Kebakaran  ABSTRACT In The RPJM and RPD documents of Banda Aceh City are classified as one of the cities prone to disaster. prone to disasters. The threat of non-natural disasters, namely fire in the category of high risk level. The disaster-prone areas that have been determined become one of the considerations in determining policies and activities infra structure development in disaster risk reduction. Based on a survey field survey and direct interview by the service team to one of the Kheuchik Gampong in Meuraxa District, preliminary information was obtained that in the area had just experienced a house fire that made residents panic. In line with the six pillars of health transformation, the third pillar, namely transpormation health resilience system in strengthening the resilience of crisis preparedness and response. emergency crisis. This is also in line with the center of excellence of science and technology of Poltekkes Aceh, namely disaster health management. Kemenkes Aceh's center of excellence in disaster health management. Where health cadres are also part of volunteers who can play an important role as a driving force in improve community preparedness and provide a rapid response in times of disaster. during a disaster. The purpose of the activity is to increase community knowledge about fire and its simple handling, increased knowledge and skills of cadres about evacuation in the event of fire, increased cadre knowledge about handling minor burns, evacuation techniques, increased cadre knowledge about handling, victim evacuation techniques, increased knowledge and skills of cadres about simple Basic Life Support (BHD) techniques. The methods used were lecture, question and answer, simulation and practice. Target audience in this activity This service is a disaster preparedness health cadre totaling 34 people. Results The results of community service in Meuraxa District, Banda Aceh City obtained the results of knowledge before and after training to disaster preparedness health cadres. Previously had an average value of 5.7  to 9.8. The difference in mean scores during the pre and post test is statistically significant statistically, where the p value < α (0.000 < 0.05). Feedback and suggestions to the partners so that this activity remains sustainable, at least there should be periodic training in coordination with health and disaster management partners, especially in partners, especially fire emergencies. Keywords: Preparedness, Disaster Preparedness Health Cadres, Emergency, Fire
Penerapan Therapi Relaksasi pada Lansia Hipertensi Berutu, Heriaty; R, Maria Magdalena Saragi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17808

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di atas normal yaitu meningkatnya sistolik (bagian atas) dan diastolik (bagian bawah) pada pemeriksaan tekanan darah yang menggunakan alat pengukur tekanan darah. Pada masyarakat  lanjut   usia   (lansia)   adalah kelompok   rentan  yang sangat berisiko mengalami gangguan pada kesehatan. Tujuan pengabdian Masyarakat adalah untuk memberikan edukasi PMR dan penerapan terapi relaksasi progressive muscle   relaxation (PMR) terhadap lansia. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk  edukasi dan simulasi pada lansia berjumlah 30 orang. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan lansia tentang penerapan therapi relaksasi otot progresif sebagai upaya pencegahan hipertensi. Dari hasil evaluasi diperoleh pengetahuan lansia sebelum diberikan edukasi pengetahuan baik sebanyak 50% dan pengetahuan kurang 50%, setelah dilakukan edukasi mayoritas baik sebanyak 83,3%. Simulasi terapi relaksasi otot progresif diperoleh hasil nilai p value 0,031 yang menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah lansia setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapakan kepada lansia dapat meningkatkan pengetahuan mengenai penerapan therapi relaksasi otot progresif sebagai upaya pencegahan hipertensi. Kata kunci: Penerapan relaksasi otot progresif, Lansia, Hipertensi  ABSTRACT Hypertension is an increase in blood pressure above normal, namely an increase in systolic (upper) and diastolic (lower) in blood pressure examinations using a blood pressure measuring device. In the elderly community (elderly) is a vulnerable group that is at high risk of experiencing health problems. Community service is carried out in the form of education and simulation on 30 elderly people. The purpose of this Community Service is to realize community service as one of the Tri Dharma activities of Higher Education, increasing the knowledge of the elderly about the application of progressive muscle relaxation therapy as an effort to prevent hypertension. From the evaluation results obtained, the knowledge of the elderly before being given education was good knowledge of 50% and knowledge was lacking 50%, after education the majority was good as much as 83.3%. The simulation of progressive muscle relaxation therapy obtained a p value of 0.031 which showed a decrease in blood pressure in the elderly after being given progressive muscle relaxation therapy. With this Community Service activity, it is hoped that the elderly can increase their knowledge about the application of progressive muscle relaxation therapy as an effort to prevent hypertension. Keywords: Progressive muscle relaxation; elderly; hypertension
Implementation of Digital Technology to Improve Balance at Elderly Posyandu Nazhira, Fidyatul; Anggraeni, Risa Kusuma; Faradillah, Kiki Rezki; Rabia, Rabia; Ghani, Gibran; Puspadini, Dinda; Nainggolan, Marcel Geordan; Rifanty, Ananda Putri; Wibisono, Heri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17746

Abstract

ABSTRACT This community service initiative was designed to enhance balance among the elderly by leveraging digital technology at Posyandu Lansia RW 06, Rangkapan Jaya Baru, Depok City. The underlying issue was that Indonesia's increasing life expectancy was not accompanied by healthier lifestyle habits, leading to a higher risk of falls. Poor balance among the elderly elevated the likelihood of falls, which could adversely affect their independence and quality of life. The research methodology involved conducting Focus Group Discussions (FGDs) to identify primary concerns, educating participants on the importance of balance, and providing balance exercise training through digital instructional videos. Evaluations were performed using pre-test and post-test assessments. The results indicated a significant improvement in the participants' knowledge. In conclusion, despite challenges like limited access to technology, the program successfully achieved its objectives and showed potential for further development and implementation in other locations. This initiative provided tangible benefits to the elderly, boosting their confidence in daily activities, reducing the risk of falls, and thereby enhancing their overall quality of life. Keywords: Elderly, Balance, Exercise, Technology
Edukasi Cara Membuang Dahak yang Benar pada Penderita Tuberculosis di Puskesmas Sekban Kabupaten Fakfak Atanai, Yosina; Wahyudi, Ketut; Hukubun, Meriam Christiani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17712

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis (M. TB) yang dapat menyerang paru. Sampai saat ini TB masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia dan merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian di seluruh dunia dengan mortalitas melebihi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit tuberkulosis paru (TB Paru) masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia dikarenakan penularan dan penyebaran yang terjadi melalui pengidap TBC saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bahkan tertawa. Resiko penularan bakteri TBC semakin luas jika pengidap TBC sembarang dalam mengeluarkan dahak karena akan berpotensi dalam penyebaran bakteri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai cara membuang dahak yang benar pada penderita TBC dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui edukasi, sehingga para peserta dapat mengetahui dan memahami cara membuang dahak yang benar sebagai upaya pencegahan infeksi laten tuberculosis. Kata Kunci: Dahak, Edukasi, Upaya Pencegahan ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis (M. TB) complex which can attack the lungs. To date, TB is still a public health problem in the world and is one of the 10 causes of death worldwide with mortality exceeding that of the Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pulmonary tuberculosis (Pulmonary TB) is still a major public health problem in Indonesia due to transmission and spread that occurs through TB sufferers when they cough, sneeze, talk, sing or even laugh. The risk of transmitting TB bacteria is greater if TB sufferers are careless in expelling phlegm because this has the potential to spread the bacteria. The aim of this community service is to provide education on how to properly dispose of phlegm for TB sufferers using lecture and question and answer methods. The results achieved after health education were carried out through education, so that participants could know and understand how to properly dispose of phlegm as an effort to prevent latent tuberculosis infection.  Keywords: Sputum, Education, Prevention Efforts
PKM Kelompok Petani Berkah Sinergy dengan Metode Family Centered Maternity Care di Nagari Pertanian Salimpek Rahmayanti, Rini; Mardesci, Hermiza; Wahyuni, Fitri; Diningsih, Suci Marta; Sarumaha, Rahmat Syarief
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17689

Abstract

ABSTRAK Kelompok petani Berkah Sinergy yang merupakan persatuan perempuan yang aktif bekerja dalam bidang pertanian di Nagari Salimpek. Kondisi ekonomi keluarga yang tidak berkecukupan mengharuskan pasangan suami istri saling bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Masalah kesehatan perempuan memang menjadi masalah krusial pada daerah ini. Belum adanya  pendampingan kesehatan perempuan pada petani khususnya kelompok Berkah Sinergy, rendahnya pengetahuan dan kesadaran petani perempuan berkaitan dengan kesehatan dan belum ada pendidikan kesehatan berkaitan dengan alat perlindungan diri dan  bahaya pestisida bagi kesehatan perempuan serta belum ada metode pendidikan kesehatan yang menarik bagi petani dan melibatkan keluarga, rendahnya pendapatan petani karena mahalnya harga pestisida kimia dan belum pernah ada pembuatan pestisida yang ramah lingkungan berupa pestisida nabati. Tujuan pemberdayaan kemitraan masyarakat ini berfokus untuk memberdayakan kelompok petani perempuan Berkah Sinergy dengan metode FCMC di Nagari pertanian Salimpek sehingga meningkatkan pengetahuan serta kesadaran petani tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mewaspadai bahaya pestisida. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan pendampingan petani perempuan pada bulan Juni - September 2024. Didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan petani perempuan dan teridentifikasi remaja aktif mendengarkan dan bertanya selama kegiatan. Kata Kunci: Kelompok Petani Perempuan, Family Centered Maternity Care  ABSTRACT The Berkah Sinergy farmer group is an association of women who actively work in the agricultural sector in Nagari Salimpek. The family's poor economic condition requires husband and wife to work together to meet their living needs. Women's health problems are indeed a crucial problem in this area. There is no assistance on women's health to farmers, especially the Berkah Sinergy group, there is low knowledge and awareness of women farmers regarding health and there is no health education regarding personal protective equipment and the dangers of pesticides for women's health and there is no method of health education that is attractive to farmers and involves families. , the low income of farmers is due to the high price of chemical pesticides and there has never been an environmentally friendly pesticide made in the form of vegetable pesticides. The aim of empowering this community partnership focuses on empowering the Berkah Sinergy group of women farmers using the FCMC method in the Salimpek Agricultural Village so as to increase farmers' knowledge and awareness about the importance of maintaining health and being aware of the dangers of pesticides. The activities were carried out using the methods of socialization, training and mentoring of female farmers in June - September 2024. The results showed an increase in the knowledge of female farmers and identified teenagers who actively listened and asked questions during the activities. Keywords: Women Farmer Group, Family Centered Maternity Care
Program Implementasi Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari pada Remaja Putri Anggarani, Anastasia Putu Martha; Fedelina Rassa, Alida Nella
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.14673

Abstract

ABSTRAK Salah satu cara untuk mengetahui adanya kelainan pada payudara adalah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dapat membantu menemukan tanda-tanda kanker payudara secara dini sehingga pengobatan yang diberikan memberikan keberhasilan yang tinggi. Kondisi mitra saat ini adalah remaja putri di tempat mitra belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai cara melakukan SADARI. Dengan kelompok masyarakat memahami pentingnya melakukan SADARI, diharapkan dapat terjadi pencegahan seorang wanita mengalami kanker payudara stadium lanjut. Kegiatan ini memberi dampak bagi mitra bahwa tingkat pengetahuan dan sikap mitra mengenai pemeriksaan payudara sendiri meningkat setelah mengikuti pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research. Sasaran program ini adalah 106 remaja putri di lingkungan STIKES St. Vincentius A Paulo Surabaya. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan redemonstrasi oleh peserta. Prosentase mitra yang berpengetahuan baik meningkat dari 72% menjadi 94%, sedangkan sikap positif meningkat (dari 39% menjadi 46%). Mitra meliki pengetahuan yang baik mengenai SADARI. Dengan ini diharapkan mitra dapat melakukan SADARI secara mandiri dan mitra dapat terhindar dari kanker payudara stadium lanjut Kata Kunci: Implementasi, SADARI, Remaja Putri  ABSTRACT A breast self-examination (BSE) is one method to determine whether the breasts are abnormal. Breast self-examination is a useful tool for early breast cancer identification. It can help identify breast cancer symptoms early on, resulting in extremely successful therapy. The current situation for the spouse is that young women are not well-versed in BSE at their location. It is intended that community groups will raise awareness of the value of BSE and help women avoid developing advanced breast cancer. This activity affects partners in that after attending health education, partners' knowledge and attitudes about breast self-examination rise. Participatory action research is the methodology employed. 106 young women in the STIKES St. Vincentius A. Paulo Surabaya are the program's target audience. Participants engage in lectures, demonstrations, and re-demonstration of health education techniques. The percentage of well-informed partners increased from 72% to 94%, while positive attitudes increased (from 39% to 46%). Partners are well-versed in BSE. It is believed that by doing this, partners will be able to independently do BSE and prevent advanced-stage breast cancer Keywords: Implementation, BSE, Young Women

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue