cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
“Gesit” Gerakan Edukasi Stunting Terpadu untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Remaja Terkait Pencegahan Stunting di Desa Sukamulya Kabupaten Bandung Purnama, Dadang; Haroen, Hartiah; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18090

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi gangguan perkembangan atau pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh gangguan gizi kronis atau infeksi berulang. Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Desa Sukamulya, Kabupaten Bandung, Indonesia, dengan angka kejadian stunting sebanyak 107 balita dari 600 balita. Kurangnya kesadaran di kalangan remaja dan akses terhadap informasi kesehatan merupakan hambatan dalam mencegah stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait stunting dan pencegahannya. Kegiatan Gerakan Pendidikan Stunting Terpadu (GESIT) dilaksanakan dengan metode edukasi dan simulasi posyandu remaja. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan, dari target kehadiran 66 peserta dengan realisasi kehadiran 43 peserta, dengan hasil pre-test 69,473 dan hasil post-test 85,263. Hal tersebut dilihat dari rata-rata skor post-test 22,73% lebih tinggi dibandingkan pre-test. Kegiatan Gesit berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran remaja tentang stunting dan pencegahannya. Simulasi posyandu juga dapat menjadi wadah latihan kader posyandu remaja dalam menjalankan posyandu remaja di kemudian hari. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pencegahan, Edukasi, Posyandu Remaja.  ABSTRACT Stunting is a condition of developmental or growth disorders in children caused by chronic malnutrition or repeated infections. Stunting is still a health problem in Indonesia, including in Sukamulya Village, Bandung Regency, Indonesia, with a stunting incidence rate of 107 children under five out of 600 toddlers. Lack of awareness among adolescents and access to health information are obstacles in preventing stunting. This activity aims to increase the knowledge and awareness of adolescents related to stunting and its prevention. The Integrated Stunting Education Movement (Agile) activities are carried out using educational methods and simulations of youth posyandu. The results of the activity showed an increase in knowledge, from the attendance target of 66 participants with the realization of the attendance of 43 participants, with pre-test results of 69,473 and post-test results of 85,263. This can be seen from the average post-test score of 22.73% higher than the pre-test. GESIT activities have succeeded in increasing the knowledge and awareness of adolescents about stunting and its prevention. Posyandu simulations can also be a forum for training youth posyandu cadres in running youth posyandu in the future. Keywords: Stunting, Prevention, Posyandu Remaja, Education, Adolescents
Penguatan Program Promotif dan Preventif melalui Skrining Tekanan Darah, Gula Darah Sewaktu, dan Saturasi Oksigen Permana, Yandi; Wardhani, Bantari Wisynu Kusuma; Azhar, Muhammad; Khalisa, Andi Thafida; Renesteen, Editha; Subiyakto, Yuli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18311

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes mellitus menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, yang memerlukan deteksi dini dan intervensi tepat waktu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran indeks massa tubuh (IMT), saturasi oksigen, tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu (GDS) di Desa C. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 50 responden. Pengukuran IMT, saturasi oksigen, tekanan darah sistolik dan diastolik, serta GDS dilakukan untuk mengidentifikasi risiko penyakit tidak menular. Hasil analisis menunjukkan bahwa 56% responden berada dalam kategori obesitas, 26% tergolong overweight, dan 18% memiliki IMT normal. Tekanan darah sistolik mencatat bahwa 30% responden berada diatas normal, sementara kadar GDS yang melebihi 200 mg/dL ditemukan pada 12% responden. Hasil ini mendorong adanya pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosa dan intervensi melalui edukasi kesehatan serta pentingnya gaya hidup sehat.   Kata kunci: Pengabdian Masyarakat, Deteksi Dini, Indeks Masa Tubuh, Tekanan Gula Darah, Gula Darah Sewaktu. ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) such as obesity, hypertension, and diabetes mellitus are major health issues in Indonesia, requiring early detection and timely intervention. This community service activity aims to provide an overview of body mass index (BMI), oxygen saturation, blood pressure, and random blood glucose (RBG) levels in C Village, Gunung Putri District. The study employed a descriptive quantitative method involving 50 respondents. Measurements of BMI, oxygen saturation, systolic and diastolic blood pressure, and RBG were conducted to identify the risk of non-communicable diseases. The analysis revealed that 56% of respondents were classified as obese, 26% were overweight, and 18% had normal BMI. Systolic blood pressure indicated that 30% of respondents had value above normal, while random blood glucose levels exceeding 200 mg/dL were found in 12% of respondents. These findings suggest the need for further examinations to confirm diagnosis and emphasize interventions through health education and the importance of a healthy lifestyle. Keywords: Community Service, Early Detection, Body Mass Index, Blood Pressure, Random Blood Glucose.
Hilirisasi Program Stunting di Landasan Ulin Selatan melalui Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Remaja Putri dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah Sandi, Dita Ayulia Dwi; Izma, Hayatun; Setiawan, Muhammad Irwan; Rahman, Muhammad Arief; Azzahra, Meilinda Putri; Rasyid, Muhammad; Rizki, Nur; Safitri, Nur Haifa; Nurrahmah, Ika Maulida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17677

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak serius, merupakan salah satu risiko penyebab stunting pada generasi berikutnya. Kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu langkah pencegahan yang krusial, namun tingkat kepatuhan yang rendah masih menjadi tantangan besar. Melakukan edukasi dan pendampingan guna meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting dan anemia, serta meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD melalui pemanfaatan aplikasi pengingat minum obat. Pre-post group design. Empat puluh satu remaja putri diberikan edukasi mengenai anemia, stunting serta konsumsi TTD melalui presentasi dengan media PowerPoint dan leaflet. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin awal untuk mendeteksi remaja puti yang mengalami anemia. Remaja putri yang mengalami anemia diberikan 30 TTD yang dikonsumsi satu kali sehari selama 30 hari, dengan dilengkapi aplikasi pengingat pengobatan dan grup WhatsApp untuk berbagi informasi dan pemantauan. Satu bulan setelah terapi, dilakukan kembali pemantauan kadar Hemoglobin dan perhitungan sisa TTD untuk mengukur tingkat kepatuhan. Pengetahuan remaja putih terhadap stunting dan anemia meningkat dari 85% menjadi 91% setelah diberikan edukasi. Sebanyak 54% remaja putri patuh dalam mengonsumsi TTD dan menglami peningkatan kadar Hb setelah pendampingan konsumsi TTD selama 1 bulan menggunakan aplikasi minum obat.  Pemanfaatan teknologi digital dalam edukasi dan pendampingan konsumsi TTD dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan kepatuhan remaja putri terkait stunting, anemia dan konsumsi TTD. Sebaiknya kegiatan pencegahan stunting pada remaja putri perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh petugas Puskesmas, kader Posyandu atau program sekolah untuk mengatasi masalah stunting di Landasan Ulin Selatan. Kata Kunci: Anemia, Tablet Tambah Darah, Remaja Putri, Aplikasi Pengingat  ABSTRACT Anemia in adolescent girls is a health problem that can have severe impacts and is one of the risks of stunting in the next generation. Compliance with consuming iron tablets (TTD) is one of the crucial preventive measures, but low compliance is still a significant challenge. To conduct education and mentoring to increase knowledge of adolescent girls about preventing stunting and anemia, and to increase compliance in consuming TTD through the use of medication reminder applications. Pre-post group design. Forty-nine teenage girls were given education about anemia, stunting, and TTD consumption through presentations with PowerPoint media and leaflets. Furthermore, initial hemoglobin levels were examined to detect anemia in adolescent girls. Adolescent girls who had anemia were given 30 TTDs consumed once a day for 30 days and equipped with a medication reminder application and a WhatsApp group to share information and monitoring. One month after therapy, Hemoglobin levels were monitored again and the remaining TTD was calculated to measure the level of compliance. Knowledge of adolescent girls about stunting and anemia increased from 84.16% to 87.51% after being educated. As many as 50% of teenage girls are compliant in consuming TTD. The use of digital technology in education and mentoring of TTD consumption can increase the level of knowledge and compliance of adolescent girls regarding stunting, anemia, and TTD consumption. Stunting prevention activities for teenage girls should be carried out continuously by Puskesmas officers, Posyandu cadres, or school programs to overcome the problem of stunting in Landasan Ulin Selatan. Keywords: Anemia, Iron Tablet, Adolescent Girls, Reminder Application
Upaya Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Inovasi PMT Berbahan Dasar Daun Kelor (Moringa Oleifera) di Kelurahan Pontap Ryadinency, Resty; Furqani, Dian; Hertiana, Hertiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17943

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah kesehatan yang hampir semua negara berkembang mengalami termasuk Indonesia. Permasalahan stunting pada anak akan mengakibatkan gagal tumbuh. Menurut laporan WHO tahun 2020, sekitar 21.3% anak usia di bawah lima tahun mengalami stunting. Data Riskesdas 2018 menunjukkan stunting 30,8%. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2020, prevalensi stunting di kota Palopo 23,8%. Masalah stunting pada anak disebabkam asupan nutrisi selama kehamilan tidak tercukupi menyebabkan ibu hamil menjadi KEK. Upaya pencegahan dan intervensi, seperti edukasi gizi dan dukungan pangan lokal menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan stunting ini. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu di Kelurahan Pontap tentang gizi ibu hamil dan balita dengan inovasi PMT berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera). Kader Posyandu Kelurahan Pontap Kota Palopo diberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan PMT berbahan dasar daun kelor dan dibagikan kepada ibu hamil KEK dan ibu balita stunting. Terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan kader (0,003). Keterampilan Kader Posyandu juga telah mampu membuat produk PMT berbahan pangan lokal daun kelor. Disimpulkan bahwa PMT berbahan dasar daun kelor memiliki manfaat gizi yang melimpah dan merupakan pangan lokal yang banyak ditemui sebagai alternatif bahan pangan dalam upaya mengatasi stunting. Kata Kunci: Kelor, Ibu Hamil, Balita, Edukasi, Stunting  ABSTRACT Stunting is a health problem that almost all developing countries experience, including Indonesia. The problem of stunting in children will result in failure to grow. According to the 2020 WHO report, around 21.3% of children under five years old experience stunting. Riskesdas data (2018) shows stunting at 30.8%. Results of the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) in 2020, the prevalence of stunting in Palopo is 23.8%. The problem of stunting in children is caused by inadequate nutritional intake during pregnancy, causing pregnant women to become CED. Prevention and intervention efforts, such as nutrition education and local food support, are key in overcoming this stunting problem. The aim of this community service is to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres in Pontap, Palopo. Regarding nutrition for pregnant women and toddlers with supplementary feeding innovations made from Moringa oleifera leaves. Pontap Posyandu cadres were given education about stunting and training in making PMT made from Moringa leaves and distributed to CED pregnant women and mothers of stunted toddlers. There is a significant effect of providing education on the level of cadre knowledge (0.003). The skills of Posyandu cadres have also been able to make PMT products made from local Moringa leaves. It was concluded that PMT made from Moringa leaves has abundant nutritional benefits and is a local food that is often found as an alternative food ingredient in efforts to overcome stunting. Keywords: Moringa Oleifera, Pregnant Women, Toddlers, Education, Stunting
Penyuluhan dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar pada Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik Kecamatan Sumbul Manik, Herlina Evi Yanti; Togianur, Rugun; Simangunsong, Dame Evalina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17648

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat Prodi DIII Keperawatan Dairi  Poltekkes Kemenkes Medan dilakukan dalam bentuk Penyuluhan dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar  Pada Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik Kecamatan Sumbul Tahun 2024. Lokasi pengabadian masyarakat adalah Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik Kecamatan Sumbul Tahun 2024 berjumlah 100 orang. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik mengenai bantuan hidup dasar. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bantuan hidup dasar adalah dengan  penyuluhan dan simulasi bantuan hidup dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah edukasi : ceramah dan diskusi, melakukan simulasi dan sekaligus demonstrasi tentang bantuan hidup dasar. Hasil pengabdian kepada siswa  diperoleh pengetahuan  pre test baik 32%, cukup 19 %, kurang 49%. Setelah diberikan penyuluhan diperoleh 49 % pengetahuan baik dan 51% pengetahuan cukup. Pre test keterampilan diperoleh keterampilan cukup 25 % dan 75% kurang. Setelah diberikan simulasi diperoleh keterampilan 35 % baik dan 65% keterampilan cukup.      Kata Kunci: Penyuluhan, Simulasi , Bantuan Hidup Dasar, Siswa   ABSTRACT Community service for the DIII Nursing Study Program, Dairi Health Polytechnic, Ministry of Health, Medan, was carried out in the form of counseling and basic life support simulations for students of Bukit Cahaya Huta Manik Private High School, Sumbul District in 2024. The location of community service was students of Bukit Cahaya Huta Manik Private High School, Sumbul District. In 2024 there will be 100 people. The aim of this Community Service is to realize community service as one of the Tri Dharma of Higher Education activities, increasing the knowledge and skills of students at Bukit Cahaya Huta Manik Private High School regarding basic life support.  One effort to improve basic life support knowledge and skills is through basic life support counseling and simulations. The method used in this Community Service activity is education: lectures and discussions, carrying out simulations and at the same time demonstrating basic life support. The results of the service to students obtained pre-test knowledge of 32% good, 19% sufficient, 49% poor. After being given counseling, 49% had good knowledge and 51% had sufficient knowledge. Pre test skills obtained 25% sufficient skills and 75% less. After being given the simulation, 35% of the skills were good and 65% of the skills were sufficient. Keywords: Counseling, Simulation, Basic Life Support, Students
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Berbasis Lingkungan melalui Praktik PHBS Puspitaningrum, Ike; Putri, Sukma Diani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17787

Abstract

ABSTRAK Kebersihan lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, lingkungan yang kotor dapat menimbulkan berbagai penyakit atau yang biasa disebut dengan penyakit berbasis lingkungan (PBL).Berbagai PBL dapat dicegah dengan perilaku hidup yang bersih dan sehat (PHBS). Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang PHBS merupakan langkah penting untuk pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut edukasi yang luas kepada masyarakat sangat penting. Peran kader kesehatan perlu dioptimalkan untuk menjangkau edukasi dan praktik PHBS yang lebih luas. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi edukasi dan praktik langsung. Edukasi dalam rangka menggugah kesadaran  masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan praktik PHBS pada ibu  rumah  tangga  di Desa Sleman untuk  pencegahan PBL. Hasil kegiatan dapat menyelesaikan permasalahan prioritas mitra, yaitu: 1). Terjadinya peningkatan kesadaran terhadap kebersihan dan kesehatan melalui praktik PHBS. 2). Terjadinya peningkatan pengetahuan dalam literasi informasi kesehatan terkait praktik PHBS untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular berbasis lingkungan. 3). Peran kader lebih optimal dalam melakukan upaya promosi kesehatan terkait praktik PHBS untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular berbasis lingkungan melalui kegiatan edukasi dan praktik PHBS secara langsung dengan warga masyarakat. Rekomendasi untuk pengabdian selanjutkan bisa digunakan topik dan media yang lebih kreatif agar antusias peserta bisa semakin meningkat. Kata Kunci: Penyakit Berbasis Lingkungan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kader Kesehatan  ABSTRACT Environmental cleanliness will greatly affect the health of humans who are around it. Therefore, a dirty environment can cause various diseases or what is commonly referred to as environment-based diseases (EBD). Various EBDs can be prevented by clean and healthy living behaviour (PHBS). Therefore, increasing public awareness about PHBS is an important step for the prevention of environment-based diseases. To achieve this goal, extensive education to the community is essential. The role of health cadres needs to be optimised to reach a wider range of PHBS education and practices. The activities carried out in this service activity include education and hands-on practice. Education in order to arouse public awareness, increase knowledge and improve the practice of PHBS in housewives in Sleman Village for the prevention of PBL. The results of the activities can solve the partner's priority problems, namely: 1). Increased awareness of hygiene and health through the practice of PHBS. 2). Increased knowledge in health information literacy related to PHBS practices to prevent and control environment-based infectious diseases. 3). The role of cadres is more optimal in carrying out health promotion efforts related to PHBS practices to prevent and control environment-based infectious diseases through educational activities and PHBS practices directly with community members. Recommendations for further service can be used more creative topics and media so that the enthusiasm of participants can increase. Keywords: Environment-Based Diseases, Clean and Healthy Living Behaviour, Health Cadres
Edukasi Penerapan Sanitasi dalam Upaya Pencegahan Penyakit Infeksi Pada Balita di Posyandu Mawar II Veronika, Erna; Azteri, Veza; Sari, Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17910

Abstract

ABSTRAK Sanitasi dan higiene yang kurang baik dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada balita, ditandai dengan masih tingginya kejadian penyakit infeksi pada anak. Salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh kondisi sanitasi yang kurang baik adalah diare, infeksi saluran pernafasan akut dan kecacingan. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk menekan kejadian tersebut, yaitu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan atau penyuluhan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perilaku sanitasi sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi pada balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Mawar II dengan menggunakan metode ceramah. Sasaran kegiatan ini adalah 41 orang ibu di Posyandu. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini ditemukan adanya perubahan rata-rata tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini merupakan salah satu upaya pemecahan masalah pasangan. Oleh karena itu, diharapkan peningkatan tingkat pengetahuan akan memberikan dampak lebih lanjut terhadap perubahan perilaku individu dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Sanitasi, Penyakit Infeksi, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Inadequate sanitation and hygiene can cause various health problems for toddlers, indicated by the high incidence of infectious diseases in children. One of the infectious diseases caused by poor sanitation conditions is diarrhea, acute respiratory infection and worms. Therefore, an effort is needed to reduce these incidents, through community service activities through health education or counselling.The purpose of this community service activity is to increase mothers' knowledge about the sanitation behaviour as an effort to prevent infectious diseases in toddlers. This community service activity was carried out at Posyandu Mawar II using the lecture method. The target of this activity was 41 mothers at Posyandu.The results of this community service found that a change in the average of the mother's knowledge level before and after the counseling was given. This health education activity is an effort to solve partner problems. Therefore, it is expected that the improve of knowledge level will have a further impact on changes in individual behavior and an increase in the health status of the community Keywords: Sanitation, Infectious Disease, Health Education
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Program “Oke Heart” sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Gagal Jantung di Kecamatan Limo, Depok Anggraeni, Diah Tika; Rosaline, Mareta Dea; Florensia, Lima; Noor'aini, Bianca Gadis; Setyoko, Salma Afina; Israfil, Muhammad; Balqis, Ayunisa; Sandra, Rati Ari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17692

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan Global Health Data Exchange Registry, prevalensi pasien gagal jantung sebesar 64,34 juta orang di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia sendiri sebesar lebih dari 5% dari jumlah penduduk. Kementerian Kesehatan RI (2020) menyatakan bahwa gagal jantung merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah stroke. Melakukan optimalisasi peran kader Kesehatan melalui Edukasi, Aksi dan Reinforcement dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk mendeteksi gagal jantung dan upaya pencegahannya. Rangkaian kegiatan optimalisasi peran kader kesehatan melalui ”OKE HEART” dimulai dari Edukasi kader kesehatan tentang gagal jantung akut (penyebab, faktor risiko, komplikasi). Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan deteksi dini, pemeriksaan, identifikasi masyarakat berisiko dan kegiatan pencegahan. Terjadi peningkatan secara signifikan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat tentang gagal jantung dengan p-value = 0,000 (p<0,05). Selain itu, kemampuan kader Kesehatan dalam deteksi dini gagal jantung dengan menghitung denyut nadi (100%), pengkajian edema (80%), dan pengkajian pembesaran vena jugularis (90%). Program “OKE HEART” di Kelurahan Limo mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader Kesehatan dan masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah gagal jantung. Reinforcement bagi kader Kesehatan dan masayarakat menjadi salah satu kegiatan esensial dalam keberlanjutan program, oleh karena itu diperlukan monitoring secara berkala. Kata Kunci: Deteksi Dini, Gagal Jantung, Pemberdayaan, Pencegahan  ABSTRACT Based on the Global Health Data Exchange Registry, the prevalence of heart failure patients is 64.34 million people worldwide, while in Indonesia itself it is more than 5% of the population. The Indonesian Ministry of Health (2020) stated that heart failure is the second leading cause of death in Indonesia after stroke. Optimize the role of health cadres through education, action, and reinforcement to increase public awareness and independence in detecting heart failure and its prevention efforts. A series of activities to optimize the role of health cadres through "OKE HEART" starting from health care education about acute heart failure (causes, risk factors, complications). Then, continued with early detection activities, examinations, identification of at-risk communities, and prevention activities. There was a significant increase in the knowledge of health cadres and the community about heart failure with a p-value = 0.000 (p <0.05). In addition, the ability of health cadres to detect heart failure early by counting the pulse (100%), assessing edema (80%), and assessing jugular vein enlargement (90%). The “OKE HEART” program in Limo Village can improve the knowledge and skills of Health cadres and the community in detecting and preventing heart failure. Reinforcement for Health cadres and the community is one of the essential activities in the sustainability of the program, therefore regular monitoring is needed. Keywords: Early Detection, Empowerment, Heart Failure, Preventive
Mewujudkan Generasi Emas melalui Pelatihan Pijat Bayi dan SPA baby bagi Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskemas Kota Ruteng Padeng, Eufrasia Prinata; Raden, Natalia Damaiyanti Putri; Laput, Dionesia Octaviani; Bandur, Paskalinda Maria Yosefa; Dewi, Imelda Rosniyati; Nanur, Fransiska Nova
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.15429

Abstract

ABSTRAK Perawatan bayi yang holistik menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan generasi emas di masa depan. Dalam konteks ini, pelatihan baby spa dan pijat bayi bagi kader memiliki peran penting dalam memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh kader dalam hal ini dapat membawa dampak positif yang signifikan dalam memastikan kesejahteraan dan perkembangan optimal bagi anak-anak di masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan baby spa dan pijat bayi bagi kader dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang perawatan bayi serta dampaknya terhadap kesejahteraan anak-anak yang mereka layani. Dengan memahami manfaat dan teknik-teknik praktis yang terkait dengan kedua kegiatan tersebut, diharapkan kader akan mampu memberikan perawatan yang lebih holistik dan berorientasi pada hasil. Penelitian ini melibatkan kader berjumlah 10 orang di puskesmas Kota Ruteng. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan baby spa dan pijat bayi. Kader mampu mengidentifikasi manfaat kesehatan dari kedua kegiatan tersebut, menguasai teknik-teknik praktis, dan menjadi lebih waspada terhadap faktor-faktor risiko dan tindakan pencegahan yang perlu diambil selama perawatan bayi. pelatihan ini berpotensi besar untuk mewujudkan generasi emas melalui pemberian perawatan bayi yang holistik dan berorientasi pada hasil. Kata Kunci: Baby Spa, Pijat Bayi, Generasi Emas, Kader  ABSTRACT Holistic baby care is the main focus in the effort to create a golden generation in the future. In this context, baby spa and infant massage training for cadres plays an important role in providing a strong foundation for children's growth and development. The knowledge and skills acquired by cadres in this regard can have a significant positive impact in ensuring optimal well-being and development for children in the community. This study aims to evaluate the effectiveness of baby spa and infant massage training for cadres in improving their knowledge of infant care and its impact on the well-being of the children they serve. By understanding the benefits and practical techniques associated with both activities, it is expected that cadres will be able to provide more holistic and outcome-oriented care. The study involved 10 cadres at the Ruteng City health center. The results showed a significant increase in cadre knowledge following the baby spa and baby massage training. Cadres were able to identify the health benefits of both activities, master practical techniques, and become more aware of risk factors and precautions that need to be taken during infant care. This training has great potential to realize the golden generation through the provision of holistic and outcome-oriented infant care. Keywords: Baby Spa, Baby Massage, Golden Generation, Cadres
Edukasi Tension and Trauma Releasing Exercises terhadap Masyarakat Rawan Bencana Angin Puting Beliung di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul Kab Dairi Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha; Silaban, Jojor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18711

Abstract

ABSTRAK Bencana alam merupakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang dapat mengancam serta mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam ataupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dapat berupa dampak psikologi. Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) merupakan salah satu jenis trauma healing yang digunakan untuk mengatasi respon psikologis pasca masyarakat pasca bencana. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa  Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) efektif menurunkan tingkat kecemasan, depresi dan PTSD pada para bencana Terapi TRE  ini sangat relevan digunakan untuk mengatasi permasalahan emosional. Metodenya yang mudah dan simpel memungkinkan untuk dilakukan semua orang. TRE mengatasi permasalahan emosi, stress, kegelisahan, ketakutan, kemarahan, keserakahan dan permasalahan personal lainnya dengan mengetukkan dua ujung jari pada beberapa lokasi tubuh yang disebut titik tapping. Hasil yang didapatkan tentang pengetahuan sasaran kegiatan yang dikaji melalui pre test mayoritas adalah kurang, tetapi setelah mereka mendapatkan edukasi berubah menjadi mayoritas menjadi baik. Terdapat peningkatan signifikan rata rata pengetahuan sasaran masyarakat  sebelum dan sesudah edukasi. Sebelum edukasi mayoritas kurang sebanyak 90,12% tetapi setelah diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 59,26%, yang pengetahuan cukup 25,93% dan pengetahuan kurang menjadi 14,91%. Latihan Ketegangan dan Pelepasan Trauma (TRE) telah terbukti memberikan hasil yang dapat diterapkan pada banyak populasi. TRE juga telah menunjukkan potensinya untuk mengurangi kecemasan, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada siswa sekolah menengah atas yang mengalami kecemasan setelah hanya satu sesi TRE yang berlangsung selama tiga jam. Kata Kunci: Tension and Trauma Releasing Exercises, Bencana, Angin Puting Beliung  ABSTRACT A natural disaster is an event or series of events that can threaten and disrupt the lives and livelihoods of people caused by natural factors, non-natural factors or human factors resulting in human casualties, environmental damage, property losses and can be in the form of psychological impacts. Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) is a type of trauma healing used to overcome psychological responses after a post-disaster community. Based on the results of the study, it was found that Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) are effective in reducing levels of anxiety, depression and PTSD in disaster victims. TRE therapy is very relevant to overcome emotional problems. Its easy and simple method allows everyone to do it. TRE overcomes emotional problems, stress, anxiety, fear, anger, greed and other personal problems by tapping two fingertips on several locations of the body called tapping points. The results obtained regarding the knowledge of the target activities studied through the pre-test were mostly lacking, but after they received education, the majority changed to good. There was a significant increase in the average knowledge of the target community before and after education. Before education, the majority were lacking as much as 90.12% but after being given education, the majority were good as much as 59.26%, those with sufficient knowledge were 25.93% and those with insufficient knowledge were 14.91%. Tension and Trauma Release Exercises (TRE) have been shown to provide results that can be applied to many populations. TRE has also shown its potential to reduce anxiety, as shown by a study conducted on high school students who experienced anxiety after just one TRE session lasting three hours. Keywords: Tension and Trauma Releasing Exercises, Tornado, Disaster

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue