cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pelatihan Perilaku Gaya Hidup Bersih dan Sehat Pada Pekerja Home Industry Jaket Kulit Rosidin, Udin; Yamin, Ahmad; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20726

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam menjamin kesehatan pekerja. Pelaksanaan K3 bertujuan untuk menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman serta pencegahan gangguan kesehatan  fisik dan mental. Walaupun pengelolaan program keselamatan dan kesehatan kerja sangat menentukan produktivitas, namun masih banyak perusahaan yang tidak melaksanakan program tersebut secara maksimal. Dampak dari keadaan tersebut memungkinkan banyak ditemukan masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh para pekerja. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan perilaku pekerja dalam pelaksanaan gaya hidup bersih dan sehat di tempat kerja.  Untuk mengatasi permasalahan itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan gaya hidup berih dan sehat di tempat kerja. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pekerja tentang perilaku gaya hidup bersih dan sehat ditempat kerja. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan perilaku gaya hidup bersih dan sehat ditempat kerja. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 12 pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 45,89 dan rata rata nilai posttest sebesar 63,67. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan pekerja setelah dilakukan pelatihan sebesar 17,78 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemilik home industry jaket kulit secara rutin dan  bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.  Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pelatihan, Pekerja  ABSTRACT Occupational safety and health (K3) management is an important aspect that must be considered in ensuring worker health. The implementation of K3 aims to ensure the creation of safe working conditions and prevention of physical and mental health disorders. Although the management of occupational safety and health programs greatly determines productivity, there are still many companies that do not implement the program optimally. The impact of this situation allows many health problems to be found that are complained about by workers. This is due to the lack of knowledge and behavior of workers in implementing a clean and healthy lifestyle in the workplace. To overcome this problem, it is necessary to carry out clean and healthy lifestyle training activities in the workplace. The purpose of this community service activity is to increase worker knowledge about clean and healthy lifestyle behavior in the workplace. The method of activity used is training in clean and healthy lifestyle behavior in the workplace. The number of participants who attended was 12 workers. The results of the activity showed an average pretest score of 45.89 and an average posttest score of 63.67. The conclusion of this activity is that there was an increase in worker knowledge after the training of 17.78 points. The activities that have been implemented are expected to be continued by the owners of leather jacket home industries routinely and in collaboration with the health center as the regional supervisor. Keywords: Healthy Lifestyle, Training, Workers
Tinjau Flourishing: Workshop dalam Upaya Preventif bagi Penyintas Penyakit Kronis Rina, Amherstia Pasca; Surjaningrum, Endang R.; Dewi, Triana Kesuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.19783

Abstract

ABSTRAK Salah satu urgensi dalam masyarakat saat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental bagi kondisi fisik individu dengan penyakit kronis seperti autoimun, khususnya dalam masa perubahan iklim yang tidak menentu. Dampak perubahan iklim yang tidak menentu akan menyebabkan kondisi penyakit individu bisa menjadi tidak terkendali baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Berdasarkan hal ini, kondisi psikologis menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu mengelola penyakit autoimun yang dimiliki oleh individu. Kondisi psikologis yang baik cenderung dapat mencegah perburukan penyakit dan sebaliknya. Melalui pendekatan psikologi positif yaitu flourishing, individu dapat mengelola kondisi psikologisnya sebagai upaya pengelolaan penyakit supaya tidak semakin parah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan konsep desain pelatihan dengan memfasilitasi kegiatan workshop paralel mengenai kesehatan individu dari faktor psikologis, fisik, serta sosial. Berdasarkan hal ini maka serangkaian kegiatan mengenai kesehatan disusun dengan tema yaitu “BTS (Build The Step): Bangun Langkah Sehat Melalui Flourishing” yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia juga pada tanggal 16 November 2024 secara daring bersama Komunitas Orang dengan Autoimun (Komodai) Yayasan TULUS. Hasilnya kegiatan workshop paralel yang diberikan kurang efektif diberikan kepada penyintas individu dengan penyakit kronis, hal ini dikarenakan desain workshop yang kurang ideal dan latar belakang individu yang sudah mengetahui konsep mengenai flourishing dalam kesehatan. Workshop paralel yang diberikan dalam satu waktu merupakan desain kegiatan preventif untuk menjaga kondisi kesehatan individu dengan penyakit kronis, namun perlu adanya strategi implementatif dalam pelaksanaannya seperti melakukan olahraga bersama disamping memberikan workshop terkait flourishing.  Kata Kunci: Flourishing, Positive Activity, Penyakit Kronis, Relasi Sosial  ABSTRACT One of the urgencies today is to raise public awareness about the importance of mental health for the physical condition of individuals with chronic diseases such as autoimmune diseases, especially in times of erratic climate change. The impact of erratic climate change will cause individual disease conditions to become uncontrollable both psychologically, physically, and socially. Based on this, psychological conditions become one of the important factors that can help manage autoimmune diseases owned by individuals. A good psychological condition tends to prevent worsening of the disease and vice versa. Through a positive psychology approach, namely flourishing, individuals can manage their psychological conditions as an effort to manage the disease so that it does not get worse. This service activity is carried out with a training design concept by facilitating parallel workshop activities regarding individual health from psychological, physical, and social factors. Based on this, a series of activities on health were organized with the theme “BTS (Build the Step): Build Healthy Steps Through Flourishing” which was held to commemorate World Mental Health Day also on November 16, 2024, online with the TULUS Foundation Community of People with Autoimmune (Komodai). As a result, the parallel workshop activities provided were less effective for survivors of individuals with chronic diseases, this was due to the less-than-ideal workshop design and the background of individuals who already knew the concept of flourishing in health. Parallel workshops given at one time are a preventive activity design to maintain the health conditions of individuals with chronic diseases, but there needs to be an implementative strategy in its implementation such as doing sports together in addition to providing workshops related to flourishing. Keywords: Flourishing, Positive Activity, Chronic Illness, Social Relation
Program “Nestara”: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting Sejak Masa Hamil dengan Pendekatan Teknologi dan Pemberdayaan Perempuan Widiasih, Restuning; Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Hermayanti, Yanti; Ermiati, Ermiati; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18651

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak konsepsi, hamil, dan setelah melahirkan sebagai bagian upaya pencegahan yang efektif dan komprehensif. Namun, hal tersebut merupakan proses yang kompleks, membutuhkan waktu, dan komitmen tinggi berbagai pihak, khususnya petugas kesehatan. Perawat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya, termasuk dalam pencegahan stunting. Melaksanakan rangkaian kegiatan intervensi terintegrasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting sejak masa hamil dengan pendekatan teknologi melalui Program “Nestara”. Pendampingan dan pelatihan pada 30 ibu hamil tanpa komplikasi yang rutin memeriksakan diri ke Posyandu dan di bawah pengawasan bidan desa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Program “Nestara” menerapkan lima kegiatan yaitu KKN Integratif, Festival Kesehatan, Homevisit, Pemantauan Lanjutan dengan Kunjungan Posyandu, Pemanfaatan Media Sosial, dan Aplikasi Skrining Stunting. Analisis data secara deskriptif dilakukan untuk mendapatkan karakteristik partisipan dan mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting di masa kehamilan. Kegiatan Program “Nestara” dilaksanakan dengan lima rangkaian kegiatan dan melibatkan mahasiswa KKN Integratif dan mahasiswa Program Magister Keperawatan. Terdapat peningkatan pengetahuan pada 30 ibu hamil yang mengikuti rangkaian dari awal hingga akhir program selama hamil sampai dengan melahirkan. Intervensi Program “Nestara” dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sejak asa kehamilan. Selanjutnya dibutuhkanimplementasi berlanjut terkait upaya pendampingan ibu setelah melahirkan sebagai upaya pencegahan stunting yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Masa Kehamilan, Pencegahan Stunting, Pemberdayaan Perempuan  ABSTRACT Stunting prevention needs to be carried out starting from conception, pregnancy, and after childbirth to create effective and comprehensive efforts. However, it is a complex and challenging process including for health professionals. Nurses play an important role in improving women’s health throughout their life cycle, including stunting prevention. Objective: To implement a series of integrated intervention activities as an effort to improve pregnant women’s understanding of stunting prevention actions during pregnancy using a technological approach through the “Nestara” Program. Assistance and training for 30 pregnant women with no complications and regularly check themselves at the local integrated health posts (Posyandu) and are under the supervision of the village midwives in Parigi Sub-district, Pangandaran Regency. The “Nestara” program implemented five key activities, including Integrative KKN, Health Festival, Homevisit, Follow-up Monitoring with Posyandu Visit, and Utilization of social media and Stunting Screening Application. Descriptives of data were done to obtain participant characteristics and determine the level of knowledge of pregnant women about stunting prevention during pregnancy. The “Nestara” program was implemented with five series of activities and involved KKN Integrative students as well as Nursing Master’s students. There was an increase in knowledge in 30 pregnant women who followed the series from the beginning to the end of the program during pregnancy to childbirth. The “Nestara” program intervention increased the knowledge of pregnant women about stunting prevention since pregnancy. Further implementations are needed regarding efforts to assist mothers after childbirth for more comprehensive stunting prevention efforts. Keywords: Pregnancy, Stunting Prevention, Women’s Empowerment
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Rheumatoid Arthritis pada Lansia Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Amira, Iceu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20140

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan bertambahnya usia, lansia cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh, seperti melemahnya sistem imunitas tubuh, penurunan massa otot, penurunan fungsi organ, serta bertambahnya risiko terhadap penyakit-penyakit kronis. Salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada lansia adalah nyeri sendi. Nyeri sendi yang dirasakan oleh lansia sering kali menjadi tanda awal dari berbagai penyakit, salah satunya adalah rheumatoid arthritis. Prevalensi berdasarkan usia penderita rheumatoid arthritis 45-54 tahun mencapai 37,2%, usia 55-64 tahun sebanyak 45,0%, usia 65-74 tahun sebanyak 51,9% dan usia lebih dari 75 tahun mencapai 54 ,8%. Tingginya angka tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan terhadap penyakit rheumatoid arthritis. Untuk mengatasi permasalahn tersebut perlu dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pada kelompok  lansia dalam melakukan pengelolaan penyakit rheumatoid arthritis. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan kesehatan pada lansia tentang pengelolaan penyakit rheumatoid arthritis. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 Lansia. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 76,67  poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 90 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan masyarakat lansia tentang penyakit rheumatoid arthritis sebesar 13,33 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat RT 3 RW 1 Desa Cipacing.  Kata Kunci: Lansia, Pendidikan Kesehatan, Rheumatoid Arthritis  ABSTRACT As they age, the elderly tend to experience decreased body function, such as a weakened immune system, decreased muscle mass, decreased organ function, and increased risk of chronic diseases. One of the health problems that often occurs in the elderly is joint pain. Joint pain felt by the elderly is often an early sign of various diseases, one of which is rheumatoid arthritis. The prevalence based on the age of rheumatoid arthritis sufferers 45-54 years reached 37.2%, 55-64 years old as much as 45.0%, 65-74 years old as much as 51.9% and over 75 years old reached 54.8%. The high number is caused by several factors, one of which is the lack of knowledge about rheumatoid arthritis. To overcome this problem, health education activities need to be carried out. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge, especially in the elderly group, in managing rheumatoid arthritis. The method of activity used is health education for the elderly about managing rheumatoid arthritis. The number of participants who attended was 20 elderly people. The results of the activity showed an average pretest score of 76.67 points and an average posttest score of 90 points. The conclusion of this activity is that there is an increase in the knowledge of the elderly community about rheumatoid arthritis by 13.33 points. The activities that have been implemented are expected to be sustainable independently by the community of RT 3 RW 1 Cipacing Village.  Keywords: Elderly, Health Education, Rheumatoid Arthritis
Pelatihan dan Edukasi Penanganan Awal Gawat Darurat pada Orang Awam Disekolah Irwadi, Irwadi; Rahmadhian, Tosi; Saputra, Muhammad Rizki; Ellfira, Yeni; Fatimah, Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20450

Abstract

ABSTRAK Kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi di mana saja termasuk di lingkungan sekolah yang merupakan tempat dengan risiko tinggi bagi murid mengalami cedera atau kondisi darurat medis. Data menunjukkan bahwa 20% cedera pada anak terjadi saat jam sekolah dengan jenis cedera yang umum mencakup luka lecet, terkilir, patah tulang hingga kondisi seperti pingsan, tersedak, dan mimisan. Sehingga membutuhkan pertolongan awal yang cepat dan tepat terhadap korban dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Ketidaksiapan lingkungan sekolah, termasuk murid, dan guru dalam menangani keadaan ini dapat memperburuk keadaan anak sebelum mendapat pertolongan medis lebih lanjut. Kondisi saat ini masih banyak murid dan guru disekolah lainnya belum memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan. Dengan demikian upaya promotif dan preventif seperti edukasi dan pelatihan menjadi sangat penting. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Metode kegiatan ini berupa penyuluhan, pelatihan dan simulasi. Untuk membantu dan pengingat sekolah diberikan modul panduan penanganan kegawatdaruratan bagi orang awam. Hasil pre-test,  menujukan bahwa sebanyak 90% murid belum paham penanganan awal kegawatdaruratan, setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan hasil post-test  menunjukan  adanya peningkatan paham murid cara penanganan awal kejadian kegawatdaruratan sebesar  65,0%. Hasil ini menujukan bahwa pelatihan berbasis simulasi efektif meningatkan pengetahuan dan pemahaman guru, siswa, dan karyawan sekolah bagaimana cara pertolongan awal  seperti pingsan, tersedak, mimisan, patah tulang, dan terkilir dilingkungan sekolah MAN 1 Pesisir Selatan. Kata Kunci: Kegawatdaruratan, Pengetahuan Siswa, Pertolongan Pertama.  ABSTRACT Emergency incidents can occur anywhere, including in the school environment, which is a high-risk place for students to experience injury or medical emergencies. Data shows that 20% of injuries to children occur during school hours, with common types of injuries including abrasions, sprains, fractures, to conditions such as fainting, choking, and nosebleeds. So that it requires fast and appropriate initial assistance to victims can save lives and prevent further complications. The unpreparedness of the school environment, including students, and teachers in handling this situation, can worsen the child's condition before receiving further medical assistance. Currently, many students and teachers in other schools do not have basic knowledge and skills in handling emergencies. Thus, promotive and preventive efforts such as education and training are very important. The purpose of this activity is to improve the understanding and skills of participants in handling initial emergencies. The method of this activity is in the form of counseling, training and simulation. To assist and remind schools, emergency handling guide modules are provided for lay people. The pre-test results showed that 90% of students did not understand the initial handling of emergencies, after counseling and training, the post-test results showed an increase in students' understanding of how to handle initial emergency incidents by 65.0%. These results indicate that simulation-based training is effective in increasing the knowledge and understanding of teachers, students, and school employees on how to provide first aid such as fainting, choking, nosebleeds, broken bones, and sprains in the MAN 1 Pesisir Selatan school environment. Keywords: Emergency, Student Knowledge, First Aid
Education of Posyandu Cadres on The Hazards of Diarrhea in Toddlers in Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Fadhilla, Reza; Nadiyah, Nadiyah; Utami, Dessy Aryanti; Marsidi, Sitti Rahmah; Muslim, Siti Zaqiah; Durotunisa, Siti Irma; Teftae, Ester Tyo Fany; Nuryanah, Witri; Apraningrum, Anisa Elok; Hanifah, Luthfi Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19516

Abstract

ABSTRACT Diarrhea is defined as a phase of abnormal feces discharge in the form of more liquid consistency with a frequency of more than 3 times a day. Pathogens that cause diarrhea are infections of Vibrio cholerae, Shigella, Campylobacter jejuni, Escherichia coli, and Salmonella. For toddlers, diarrhea can cause death if not treated properly because they are easily dehydrated. Therefore, one step to overcome diarrhea in toddlers is to increase the capacity of cadres. This community service activity aims to educate posyandu cadres about the hazards of diarrhea in toddlers in the Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, and Kabupaten Bogor. A total of 36 cadres who participated in the activity were educated and evaluated by providing pre-test and post-test questions. The test results showed that the average pre-test score was 69.7, and the average post-test score increased to 74.9. In the future, activities that need to be carried out include educating posyandu cadres about the use and processing of local food in an effort to increase toddler immunity, especially against the risk of diarrhea. Keywords: Diarrhea, Education, Posyandu cadres, Toddlers  
Masyarakat Sehat melalui Penguatan Peran Kader sebagai Agen Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Ahyanti, Mei; Suarni, Lisa; Aliyanto, Warjidin; Nurkhoiriyah, Yustin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19653

Abstract

ABSTRAK Permasalahan kesehatan berupa penderita PTM dan penyakit menular masih tinggi di Desa Pulau Jaya harus segera ditanggulangi. Layanan menuju rumah sakit jauh dan jalan rusak menjadi salah satu dorongan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan (poskesdes, posyandu). Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut perlu dilakukan pemberdayaan pada masyarakat, melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), program pemberdayaan kader dan pendampingan pengelolaan lingkungan yang sehat, diharapkan masyarakat dapat mandiri mengatasi masalah-masalah kesehatannya. Metode dalam pengabdian ini adalah pendampingan pembentukan Posyandu terintegrasi yang diawali dengan pelatihan 33 kader kesehatan dan petugas Kesehatan serta pengumpulan data Kesehatan masyarakat.  Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PPDM ini telah berhasil memberikan pendampingan kepada kader sehingga terbentuk organisasi Posyandu Terintegrasi, memiliki tempat di samping Balai Desa Pulau Jaya dan terkumpul 500 data kesehatan keluarga. Sehingga target luaran dalam pengabdian ini telah terpenuhi. Kegiatan dapat dilanjutkan berupa peningkatan kapasitas kader untuk penyegaran materi-materi yang dapat digunakan oleh kader untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan kesehatannya. Kata Kunci: Agen Pemberdayaan Kesehatan, Kader Kesehatan, Posyandu Terintegrasi  ABSTRACT Health problems in the form of sufferers of Non-Communicable Diseases and infectious diseases are still high in Pulau Jaya Village and must be addressed immediately. Services to hospitals are far away and damaged roads are one of the motivations to optimize health services through health facilities (poskesdes, posyandu). To overcome these problems, community empowerment needs to be carried out, through the Partner Village Development Program (PPDM), cadre empowerment programs and assistance in managing a healthy environment, it is hoped that the community can independently overcome their health problems. The method in this service is assistance in the formation of an integrated Posyandu which begins with training 33 health cadres and health workers and collecting community health data. This PPDM Community Service activity has succeeded in providing assistance to cadres so that an Integrated Posyandu organization is formed, has a place next to the Pulau Jaya Village Hall and 500 family health data have been collected. So that the output target in this service has been met. Activities can be continued in the form of increasing the capacity of cadres to refresh materials that can be used by cadres to help the community overcome their health problems. Keyword: Health Empowerment Agents, Health Cadres, Integrated Health Posts
Dukungan Bagi Penderita Hipertensi melalui Pelatihan Progresive Muscle Relaxation dengan Musik Klasik di Puskesmas Kemayoran Khumaeroh, Ana; Fauzia, Wilda; Sugiarto, Naura Syahira; Estiningsih, Syabila Tansy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20227

Abstract

ABSTRAK Hipertensi dapat dicegah dengan memonitor tekanan darah dan memodifikasi pola hidup dengan benar salahsatunya aktifitas fisik dan manajemen stress. Pola aktivitas fisik in aktif dan monoton serta manajemen stress penderita hipertensi perlu ditingkatkan untuk membantu sirkulasi darah berjalan dengan lancar dan resiko penyumbatan dapat dicegah. Pemberian modalitas dengan aktifitas aerobik dengan mengkombinasikan Teknik relaksasi dengan musik klasik dapat membantu mengelola gejala dan mengontrol tekanan darah. Tujuan kegiatan adalah memberikan Dukungan Bagi Penderita Hipertensi Melalui Pelatihan Progresive Muscle Relaxation (PMR) Dengan Musik Klasik di Puskesmas Kemayoran. Metode Program kegiatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan pelatihan self care dengan aktifitas relaksasi otot ringan dengan kombinasi musik yang diperuntukkan bagi penderita hipertensi Posyandu terintegrasi. Hasil kegiatan didapatkan tahapan latihan mudah diingat untuk dilakukan dan ada dampak kenyamanan setelah menerapkan latihan. Kata Kunci: Hipertensi, Progresive Muscle Relaxation, Musik Klasik  ABSTRACT Hypertension can be prevented by monitoring blood pressure and properly modifying lifestyle patterns, including physical activity and stress management. The pattern of physical activity being inactive and monotonous, as well as stress management in hypertension patients, needs to be improved to help blood circulation run smoothly and prevent the risk of blockage. The provision of modalities with aerobic activities combined with relaxation techniques using classical music can help manage symptoms and control blood pressure. The objective of the activity is to provide support for hypertension patients through Progressive Muscle Relaxation (PMR) training with classical music at the Kemayoran Community Health Center. The method of the program activities conducted is by providing health services through self-care training with light muscle relaxation activities combined with music, intended for integrated Posyandu hypertension patients. The results of the activity showed that the exercise stages were easy to remember and perform, and there was a sense of comfort after applying the exercises. Keywords: Hypertension, Progressive Muscle Relaxation, Classical Music
Program Edukasi dan Praktik Pembuatan Omlet Daun Bayam untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin dan Mengatasi Masalah Gizi pada Ibu Hamil Dansis, Angela Dwisaris; IIlau, Elisabet Herty; Sarni, Adeliana; Bate, Elfrida; Ngamul, Claudia; Dahung, Elenora; Manggul, Makrina Sedista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19215

Abstract

ABSTRAK Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan diri dan janinnya.Ketika kebutuhan gizi tidak terpenuhi,resiko masalah gizi dapat meningkat. Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari adanya peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran wanita hamil tentang masalah gizi yang terjadi pada masa kehamilan yang dapat membahayakan ibu dan juga janinnya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan pre test dan pos test serta menyebarkan liflet sebelum dan sesudah menyampaikan materi. Hasil pre test menunjukan bahwa dari 20 ibu hamil,10 orang mempunyai pengetahuan kurang,6 orang berpengetahuan cukup dan 4 orang mempunyai pengetahuan baik.Kesimpulan ibu hamil sangat rentan terhadap masalah gizi,dan anaemia merupakan masalah gizi yang paling sering dialami.Jika masalah gizi ini tidak ditangani,dapat berdampak negative bagi ibu maupun janin. Kata Kunci: Anemia,Nutrisi,Wanita Hamil  ABSTRACT Introduction pregnant woman need to consume adequate nutrition to maintain the healt of themselves and baby they are carrying. If nutritional needs are not met,this can increase the risk of nutrition problems.Unfortunattely, many pregnant woman are not aware of the increased nutritional ned during pregnancy .Thefore ,the aim of this article is to discuss various nutritional problems commonly seen in pregnant women. The pre test result showed that of the 20 pregnant woman,there were 10 mothers who had poor knowledge,6 mothers had sufficien knowledge, and 4 mothers had good kwoledge.After providing education about anemia during pregnancy,significan changes in outcomes werw observed.Currenttly,there are 17 pregnant women with knowledge.Pregnant women are very vulnerable to nutritional problems,the most common nutritional problem is anemia.if this nutritional problem is not treated,it can have a negative impact on the mother and fetus. Keywords: Anemia, Nutrition, Pregnant Woman. 
Implementasi Latihan Relaksasi Autogenik pada Lansia dengan Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah di Posyandu Desa Bintang Naibaho, Risdiana Melinda; Arianti, Wiwik Dwi; Silabang, Jojor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19898

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh lansia, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif adalah melalui teknik relaksasi autogenik, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan merangsang sistem saraf parasimpatis dan mengurangi stres. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan latihan relaksasi autogenik pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Desa Bintang, guna menurunkan tekanan darah mereka. Kegiatan ini melibatkan 32 orang lansia yang berisiko atau sudah menderita hipertensi. Proses pelaksanaan dimulai dengan pemberian edukasi mengenai hipertensi dan pentingnya relaksasi autogenic untuk kesehatan jantung, dilanjutkan dengan demonstrasi teknik relaksasi autogenik Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah pelaksanaan latihan. Hasil pengabdian menunjukkan seluruh peserta antusias dan aktif sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan baik dari 6,06 % menjadi 78,78 selanjutnya hasil pengukuran tekanan darah systole rata rata 9,34 mmHg dan diastole rata rata penurunan 7,18 mmHg. Penurunan tekanan darah yang signifikan pada sebagian besar peserta setelah melakukan latihan relaksasi autogenik secara rutin. Aktivitas ini terbukti efektif dalam memberikan manfaat bagi lansia, baik dalam pengelolaan hipertensi.  Kata Kunci: Implementasi Latihan Relaksasi Autogenik Lansia Dengan Hipertensi Menurunkan Tekanan Darah   ABSTRACT Hypertension is one of the common health problems experienced by the elderly, which can increase the risk of serious complications if not properly managed. One effective non-pharmacological approach is through autogenic relaxation techniques, which can help lower blood pressure by stimulating the parasympathetic nervous system and reducing stress. This community service aims to implement autogenic relaxation exercises for elderly people with hypertension at Posyandu Desa Bintang, in order to lower their blood pressure. This activity involved 32 elderly people who were at risk or already suffering from hypertension. The implementation process began with providing education about hypertension and the importance of autogenic relaxation for heart health, followed by a demonstration of autogenic relaxation techniques. Evaluation was carried out through measuring knowledge and measuring blood pressure before and after the exercise. The results of the service showed that all participants were enthusiastic and active so that an increase in good knowledge was obtained from 6.06% to 78.78, then the results of systole blood pressure measurements averaged 9.34 mmHg and diastole averaged a decrease of 7.18 mmHg. A significant decrease in blood pressure in most participants after doing autogenic relaxation exercises regularly. This activity is proven to be effective in providing benefits for the elderly, both in the management of hypertension. Keywords: Implementation of Autogenic Relaxation Exercise for Elderly with Hypertension Lower Blood Pressure

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue