cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pendidikan Kesehatan Mobilisasi Dini pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD Dr. Slamet Garut Hermayanti, Yanti; Widiasih, Restuning; Solehati, Tetti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23002

Abstract

ABSTRAK Masa post partum merupakan periode pemulihan penting bagi ibu setelah melahirkan, di mana mobilisasi dini menjadisalah satu intervensi utama yang dapat mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu post partum serta pendamping pasien mengenai pentingnya mobilisasi dini, waktu pelaksanaan yang tepat, teknik mobilisasi, serta peran keluarga dalam mendukung proses tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 19 April 2025 di Ruang Jade RSUD dr. Slamet Garut. Metodeyang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui skor post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah promotif dan preventif yang mendukung kualitas pelayanan keperawatan maternitas serta mempercepat pemulihan ibu post partum. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Post Partum, Keperawatan Maternitas  ABSTRACT The postpartum period is an important recovery phase for mothers after childbirth, where early mobilization is one of the main interventions that can accelerate the recovery process and prevent complications. This health education activity aims to increase the knowledge and understanding of postpartum mothers and patient companions regarding the importance of early mobilization, the appropriate timing, mobilization techniques, and the role of the family in supporting this process. The activity will be held on April 19, 2025, in the Jade Room of Dr. Slamet Garut Regional General Hospital, The methods used are lectures, discussions, and live demonstrations. The results of the activity show an increase in participants' knowledge, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test scores.Additionally, the participants showed high enthusiasm throughout the activity. This activity is expected to be a promotional and preventive step that supports the quality of maternal nursing services and accelerates the recovery of postpartum mothers. Keywords: Early Mobilization, Postpartum, Maternity Nursing
Edukasi Pencegahan Digital Eye Strain dan Pemeriksaan Visus pada Remaja Imanuel Kilay, Levinus Thos; Ali Dabutar, Prezto Simon; Komul, Shiela; Fadila Maradjabessy, Nurul; Asmin, Elpira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22839

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan remaja semakin sering menggunakan perangkat elektronik, sehingga berisiko mengalami digital eye strain (DES) dan gangguan visus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan DES serta mendeteksi dini gangguan penglihatan melalui pemeriksaan visus. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 2 Ambon pada tanggal 10 September 2025 dengan melibatkan 84 siswa berusia 14–17 tahun. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet, disertai pemeriksaan visus menggunakan Snellen chart. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai gejala, penyebab, serta langkah pencegahan DES, termasuk penerapan aturan 20-20-20 dan menjaga jarak pandang aman terhadap layar. Pemeriksaan visus menemukan 21 siswa mengalami penurunan ketajaman penglihatan, terutama kesulitan melihat jauh (miopia) yang sebelumnya tidak pernah diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Edukasi yang dipadukan dengan pemeriksaan visus terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kesadaran, tetapi juga mendeteksi kasus gangguan refraksi sejak dini. Kegiatan edukasi kesehatan mata berbasis tatap muka yang disertai pemeriksaan visus merupakan strategi komprehensif untuk mencegah dampak jangka panjang penggunaan perangkat digital pada remaja. Peran sekolah dan orang tua sangat penting dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan, mengawasi penggunaan gadget, serta mendorong pemeriksaan mata lanjutan ke fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Digital Eye Strain, Pemeriksaan Visus, Edukasi, Remaja  ABSTRACT The rapid development of digital technology has led teenagers to use electronic devices more frequently, increasing the risk of digital eye strain (DES) and visual disturbances. This study aims to enhance adolescents’ knowledge about DES prevention and to enable early detection of visual impairments through vision screening. The activity was conducted at SMK Negeri 2 Ambon on September 10, 2025, involving 84 students aged 14–17 years. The methods included health education through interactive presentations, group discussions, and leaflet distribution, combined with vision screening using a Snellen chart. The results showed an improvement in students understanding of the symptoms, causes, and preventive measures of DES, including the application of the 20-20-20 rule and maintaining a safe viewing distance from screens. Vision screening revealed that 21 students experienced decreased visual acuity, particularly difficulty seeing at a distance (myopia), which had not previously been examined at health facilities. Health education combined with vision screening proved effective not only in raising awareness but also in detecting refractive disorders at an early stage. In conclusion, face-to-face eye health education accompanied by vision screening is a comprehensive strategy to prevent the long-term impacts of digital device use among adolescents. The role of schools and parents is crucial in following up the screening results, supervising gadget use, and encouraging further eye examinations at healthcare facilities. Keywords: Digital Eye Strain, Visual Acuity Examination, Education, Adolescents
Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widiastuti, Eni; Widakdo, Giri; Latipah, Siti; Hidayanti, Lia; Fadillah, Harif; Yuliawati, Yuliawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23106

Abstract

ABSTRAK Kualitas pelayanan keperawatan mencerminkan citra rumah sakit di mata publik, sehingga perawat dituntut untuk profesional. Untuk mencapai pelayanan berkualitas, diperlukan sistem pemberian asuhan keperawatan yang mendukung praktik profesional dan berpedoman pada standar yang ditetapkan, serta didukung oleh manajer yang kompeten (Patoding & Sari, 2022). Metode asuahan keperawatan (MAKP) adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan empat unsur yaitu: standar,proses keperawatan,pendidikan keperawatan, dan sistem MAKP nya.dalam menetapkan suatu model ,keempat hal tersebut harus menjadi bahan petimbangan karena merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (nursalam,2022). Tujuan meningkatan mutu pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional” dengan cara edukasi dan latihan tentang Metode Asuhan Keperawatan Profesional, analisa kasus dan role play kegiatan asuhan keperawatan Primer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dari penerapan MAKP terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan juga mengalami peningkatan, menunjukkan dampak positif pada mutu pelayanan. Masih terdapat beberapa hambatan implementasi, terutama yang berkaitan dengan beban kerja, budaya dokumentasi, dan supervisi yang perlu menjadi fokus perbaikan berkelanjutan. Saran untuk manajemen rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi peran PPJA secara berkala, pelatihan lanjutan dan mentoring rutin bagi PPJA perlu dilakukan agar kompetensi tetap terjaga, perlu adanya integrasi PPJA ke dalam indikator mutu keperawatan rumah sakit, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari sistem yang terukur dan berkelanjutan, penguatan sistem reward dan feedback untuk perawat yang konsisten menerapkan prinsip asuhan keperawatan profesional. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Metoda Asuhan Keperawatan Profesional, Pemberdayaan PPJA. ABSTRACT The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. Keywords: Service Quality, Professional Nursing Care Method, PPJA Empowerment.
Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Pendekatan Holistik: Integrasi Rima Therapy dan Teh Jahe Merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) Arsa, Putu Sintya Arlinda; Aini, Luluk Nur; Santoso, Bilal Subchan Agus; Fuadiati, Lie Liana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22949

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 makin banyak menyerang remaja akibat pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik. Kasus terus meningkat, termasuk di Malang hingga usia belasan tahun. Remaja Karang Taruna RW 14 masih minim pengetahuan tentang pencegahan DM. Edukasi, posyandu remaja, serta terapi RIMA dan teh jahe merah bisa menjadi solusi sederhana dan efektif. Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Pendekatan Holistik: Integrasi RIMA Therapy dan Teh Jahe Merah (Zingiber officinale var.rubrum. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan demonstrasi. Peserta pengabdian masyarakat adalah karang taruna RT 01 RW 14 Dusun Krajan Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Jawa Timur. Alat ukur menggunakan kuesioner pengetahuan Diabetes Mellitus dan Lembar Observasi. 1) Pretest pengetahuan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada remaja Karang Taruna RT 01 RW 14 Dusun Krajan Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Jawa Timur didapatkan sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 remaja (46,67%). 2) Setelah diberikan edukasi tentang Diabetes Mellitus Tipe 2 pada remaja, sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 11 remaja (73,33%). 3) Evaluasi demonstrasi RIMA (Relaxation Autogenic, Movement and Affirmation), tidak dilakukan pretest. Pada posttest, tidak ada peserta yang dinilai kurang (0%), 3 remaja dinilai cukup (20%), dan 12 remaja dinilai baik (80%). 4) Evaluasi demonstrasi Pembuatan Teh Jahe Merah, tidak dilakukan pretest. Pada posttest, tidak ada peserta yang dinilai kurang (0%), 1 remaja dinilai cukup (6,67%), dan 14 remaja dinilai baik (93,37%). Kegiatan Pengabdian Masyarakat berjudul “Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Pendekatan Holistik: Integrasi RIMA Therapy dan Teh Jahe Merah” berjalan lancar sesuai rencana, dengan keberhasilan didukung partisipasi aktif peserta. Hal ini terbukti dari peningkatan signifikan hasil pretest dan posttest serta kemampuan redemonstrasi peserta, sehingga dapat disimpulkan kegiatan mencapai hasil yang baik. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Remaja, RIMA, Teh Jahe Merah   ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is increasingly affecting adolescents due to unhealthy diets and lack of physical activity. Cases continue to rise, including in Malang, even among teenagers. Youth from Karang Taruna (Youth Organization) RW 14 still have limited knowledge about diabetes prevention. Education, youth health posts (Posyandu), and RIMA therapy and red ginger tea could be simple and effective solutions. Empowering Adolescents in Preventing Type 2 Diabetes Mellitus through a Holistic Approach: Integration of RIMA Therapy and Red Ginger Tea (Zingiber officinale var.rubrum. The methods used were counseling and demonstrations. The community service participants were youth from RT 01 RW 14, Krajan Hamlet, Pakisjajar Village, Pakis District, Malang Regency, East Java. The measurement tools used were a Diabetes Mellitus knowledge questionnaire and an observation sheet. 1) Pretest of knowledge of Type 2 Diabetes Mellitus in adolescents of Karang Taruna RT 01 RW 14 Dusun Krajan Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang East Java found that most of them had poor knowledge as many as 7 adolescents (46.67%). 2) After being given education about Type 2 Diabetes Mellitus in adolescents, most of them had good knowledge as many as 11 adolescents (73.33%). 3) Evaluation of the RIMA (Relaxation Autogenic, Movement and Affirmation) demonstration, no pretest was conducted. In the posttest, no participants were assessed as lacking (0%), 3 adolescents were assessed as sufficient (20%), and 12 adolescents were assessed as good (80%). 4) Evaluation of the Red Ginger Tea Making demonstration, no pretest was conducted. In the posttest, no participants were assessed as lacking (0%), 1 adolescent was assessed as sufficient (6.67%), and 14 adolescents were assessed as good (93.37%). The Community Service activity titled "Empowering Adolescents in Preventing Type 2 Diabetes Mellitus through a Holistic Approach: Integrating RIMA Therapy and Red Ginger Tea" went smoothly as planned, with the success supported by the active participation of participants. This was evident from the significant improvement in pre- and post-test results as well as the participants' redemonstration abilities, thus concluding that the activity achieved good results. Keywords: Diabetes Mellitus, Adolescents, RIMA, Red Ginger Tea
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita untuk Pencegahan Stunting di Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Jansen, Susiana; Herlina, Santi; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20389

Abstract

ABSTRAK Prevalensi stunting di Kota Depok pada tahun 2023 mencapai 25,4%, menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan untuk menurunkan angka tersebut. Salah satu upaya penting adalah penguatan peran kader Posyandu dalam pencegahan stunting. Kader Posyandu, sebagai motivator dan edukator, memiliki peran strategis dalam meningkatkan status gizi balita melalui pelatihan yang memadai, motivasi, dan dukungan dari berbagai pihak. Posyandu Markisa di Kelurahan Pangkalan Jati menghadapi kendala berupa kurangnya pendidikan dan pelatihan kader serta keterbatasan sumber daya edukasi. Namun, kader di Posyandu Markisa memiliki potensi besar dalam penerapan pengetahuan lokal, penyuluhan kesehatan, serta pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi kader melalui pelatihan dan pendampingan yang meliputi pendidikan kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita. Sasaran kegiatan ini adalah 12 kader Posyandu Markisa. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader diberikan materi mengenai pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pengukuran pertumbuhan anak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sangat baik dan mampu melakukan pengukuran pertumbuhan anak dengan benar. Kesimpulan: Pelatihan kader posyandu mampu meningkatkan pengetahuan kader dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan kader dalam pengukuran pertumbuhan anak. Kata Kunci: Anak, Kader Posyandu, Pelatihan, Stunting  ABSTRACT The prevalence of stunting in Depok City in 2023 reached 25.4%, indicating the need for sustainable interventions to reduce the rate. One important effort is to strengthen the role of Posyandu cadres in stunting prevention. Posyandu cadres, as motivators and educators, have a strategic role in improving the nutritional status of children under five through adequate training, motivation, and support from various parties. Posyandu Markisa in Pangkalan Jati Village faces constraints such as a lack of cadre education and training and limited educational resources. However, cadres at Posyandu Markisa have great potential in the application of local knowledge, health counseling, and prevention and early detection of health problems. This Community Service Activity (CSA) aims to maximize the potential of cadres through training and mentoring which includes health education, toddler growth monitoring training. The targets of this activity were 12 cadres of Posyandu Markisa. The method of implementing training is in the form of lectures and demonstrations. Cadres were given material on stunting prevention as well as demonstrations and redemonstrations of child growth measurement assistance. The results of the training showed a very good increase in cadre knowledge and were able to measure children's growth correctly. Conclusion: Posyandu cadre training can increase cadre knowledge in stunting prevention and increase cadre skills in measuring child growth. Keywords: Children, Posyandu cadres, training, stunting
Edukasi tentang Penanganan Mimisan dan Terapi Kelompok Terapeutik Anak Usia Sekolah di SDN Rawabunga 11 Jakarta Timur Laela, Sri; Putri, Nadia Oktiffany
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19856

Abstract

ABSTRAK Mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak usia sekolah, terutama akibat faktor lingkungan, trauma ringan, atau kondisi medis tertentu. Penanganan mimisan yang tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi dan memberikan rasa aman bagi anak. Selain aspek medis, penanganan mimisan juga berkaitan erat dengan perkembangan psikososial anak, mengingat usia sekolah adalah tahap perkembangan yang kritis dalam membangun kemandirian, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi sosial. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk melakukan edukasi tentang penanganan mimisan yang meliputi pertolongan pertama, pemantauan kesehatan dan Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) anak usia sekolah guna mendukung perkembangan psikososial anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dan TKT anak. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 10 Desember 2024 di SDN Rawabunga 11, Jakarta Timur dihadiri oleh 30 anak. Setelah diberikan edukasi dan TKT anak, anak menjadi lebih paham mengenai penanganan mimisan dan implikasi psikososialnya, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak usia sekolah. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Mimisan, Terapi Kelompok Terapeutik  ABSTRACT Nosebleeds or epistaxis are conditions that often occur in school-aged children, especially due to environmental factors, minor trauma, or certain medical conditions. Proper handling of nosebleeds is important to prevent complications and provide a sense of security for the child. Apart from medical aspects, handling nosebleeds is also closely related to children's psychosocial development, considering that school age is a critical developmental stage in building independence, self-confidence and social adaptability. The aim of this community service activity is to provide education about handling nosebleeds which includes first aid, health monitoring and Therapeutic Group Therapy (TKT) for school-aged children to support children's psychosocial development. The methods used are health education and children's TKT. The activity was held on Tuesday, December 10, 2024 at SDN Rawabunga 11, East Jakarta, attended by 30 children. After being given education and TKT for children, children will understand more about handling nosebleeds and their psychosocial implications, it is hoped that this can help improve the quality of life of school-aged children. Keywords: School age children, nosebleeds, Therapeutic Group Therapy
Sosialisasi Pendidikan Kesehatan Terhadap Pencegahan Stunting Pada Anak Usia Dini Juniarti, Depi Sari; Nurhayati, Yeti; Lutfiah, Lutfiah; Winarti, Winarti; Puspiati, Sunia; Yulyani, Resi; Nufifa, Eva; Eni, Eni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20289

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah serius yang masih dihadapi dan belum sepenuhnya dapat dicegah dan diatasi. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini bertujuan untuk mensosialisasikan , mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat terutama kaum ibu tentang pencegahan stunting pada anak usia dini. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan dilakukan di TK dan PAUD yang berada di wilayah Kecamatan Ciruas, Lebak Wangi Dan Kragilan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan menggunakan ceramah, dialog interaktif, diskusi dan tanya jawab berhadiah.Sosialisasi ini telah membuka wawasan masyarakat tentang stunting pada anak sangat berdampak pada masa depan mereka dimana anak stunting akan memiliki kesulitan dan gagal fokus dalam belajar. Ini berakibat kualitas pendidikan si anak stunting menjadi rendah dan tidak mampu bersaing di dunia kerja dan akan mempengaruhi pendapatan mereka dan berakibat ekonomi menjadi rendah. Himbauan untuk datang ke Posyandu harus dilakukan karena.Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan dilakukan di TK dan PAUD yang berada di wilayah Kecamatan Ciruas, Lebak Wangi Dan Kragilan sudah membuktikan bahwa masih banyak orangtua terutama ibu – ibu yang belum mengetahui gejala serta dampak stunting pada anak baik dari segi pendidikan si anak dimasa depan serta perkonomiannya. Dengan diadakannya sosialisasi tersebut maka terbukalah wawasan para orangtua untuk bekerjasama dalam hal membesarkan anak-anak mereka dengan mengutamakan pemberian gizi terbaik yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang si anak. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stunting, Anak Usia Dini.  ABSTRACT Stunting is a serious problem that is still being faced and has not been fully prevented and overcome. This Field Experience Practice Activity aims to socialize, educate and provide information to the community, especially mothers, about preventing stunting in early childhood. Field Experience Practice Activities are carried out in kindergartens and PAUDs located in the Ciruas, Lebak Wangi and Kragilan Districts. The method used is socialization using lectures, interactive dialogues, discussions with prizes. This socialization has opened the community's insight into stunting in children which has a major impact on their future where stunted children will have difficulty and fail to focus on learning. This results in the quality of education of stunted children being low and unable to compete in the world of work and will affect their income and result in a low economy. The appeal to come to the Posyandu must be done because. Field Experience Practice Activities carried out in Kindergartens and PAUD in the Ciruas, Lebak Wangi and Kragilan Districts have proven that there are still many parents, especially mothers, who do not know the symptoms and impacts of stunting on children, both in terms of the child's education in the future and their economy. By holding this socialization, the insight of parents is opened to work together in raising their children by prioritizing the provision of the best nutrition that is in accordance with the stages of the child's growth and development. Keywords: Health Education, Stunting, Early Childhood
Simulasi Penanganan Korban Tenggelam dan Launching Satgas Nawasena Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Meningkatkan Keselamatan Wisata di Pantai Pangandaran Nurhamsyah, Donny; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Marya, Nenden Nur Asriyani; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul; Khan, Alexander M.A; Maziyya, Nur; Setiawan, Setiawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19400

Abstract

ABSTRAK Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan laut, terutama insiden tenggelam. Kurangnya kesadaran wisatawan akan potensi bahaya serta keterbatasan sistem pemantauan dan respons cepat menjadi tantangan dalam meningkatkan keselamatan wisata. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan sistem mitigasi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan kecelakaan. Untuk meningkatkan keselamatan wisata di Pantai Pangandaran melalui simulasi penanganan korban tenggelam dan pembentukan Satgas Nawasena. Selain itu, Sistem Informasi Geografis (SIG) diterapkan sebagai alat bantu dalam pemetaan titik rawan kecelakaan dan optimalisasi sistem tanggap darurat berbasis data spasial. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, tenaga kesehatan, petugas Search and Rescue (SAR), pengelola wisata, dan masyarakat lokal. Metode yang digunakan mencakup: (1) pemetaan area rawan kecelakaan menggunakan SIG, (2) simulasi penanganan korban tenggelam yang melibatkan skenario realistis, dan (3) pembentukan serta pelatihan Satgas Nawasena sebagai satuan tugas keselamatan wisata berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIG mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai titik-titik rawan kecelakaan serta mempercepat koordinasi dalam situasi darurat. Simulasi yang dilakukan berhasil meningkatkan keterampilan petugas dan masyarakat dalam penanganan korban tenggelam. Pembentukan Satgas Nawasena juga mendapat respons positif dari berbagai pihak, dengan harapan dapat menjadi model keberlanjutan dalam pengelolaan keselamatan wisata bahari di Pantai Pangandaran. Penerapan SIG dalam sistem keselamatan wisata terbukti efektif dalam meningkatkan mitigasi risiko kecelakaan di Pantai Pangandaran. Simulasi penanganan korban tenggelam dan pembentukan Satgas Nawasenamenjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan komunitas wisata terhadap potensi kecelakaan laut. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata yang lebih aman dan berkelanjutan. Kata Kunci: Keselamatan Wisata, Sistem Informasi Geografis, Keperawatan Pariwisata, Satgas Nawasena, Mitigasi Risiko ABSTRACT Pangandaran Beach is one of Indonesia's premier marine tourism destinations, which has a high risk of maritime accidents, particularly drowning incidents. The lack of awareness among tourists regarding potential dangers, along with limited monitoring and rapid response systems, poses challenges in enhancing tourist safety. To address these issues, a technology-based mitigation system is needed to improve preparedness and the effectiveness of accident handling. To enhance tourist safety at Pangandaran Beach through simulations of drowning victim handling and the establishment of the Nawasena Task Force. Additionally, Geographic Information Systems (GIS) are applied as a tool for mapping accident-prone areas and optimizing emergency response systems based on spatial data. This activity is conducted through a participatory approach involving various stakeholders, including academics, healthcare professionals, Search and Rescue (SAR) personnel, tourism managers, and local communities. The methods used include: (1) mapping accident-prone areas using GIS, (2) conducting drowning victim handling simulations involving realistic scenarios, and (3) establishing and training the Nawasena Task Force as a community-based tourism safety unit. The results indicate that the application of GIS has improved participants' understanding of accident-prone areas and accelerated coordination in emergency situations. The simulations successfully enhanced the skills of both officials and the community in handling drowning victims. The establishment of the Nawasena Task Force also received positive responses from various parties, with hopes that it can serve as a sustainable model for managing marine tourism safety at Pangandaran Beach. The application of GIS in the tourism safety system has proven effective in enhancing risk mitigation for accidents at Pangandaran Beach. The simulations for handling drowning victims and the establishment of the Nawasena Task Force are strategic steps in strengthening the community's preparedness for potential maritime accidents. The sustainability of this program is expected to support the development of safer and more sustainable tourism.  Keywords: Tourist Safety, Geographic Information Systems, Tourism Nursing, Nawasena Task Force, Risk Mitigation
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi CERDIK untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Wilayah Sukalaksana Tasikmalaya Hasanah, Annisa Nur; Nurpalah, Rianti; Kasmanto, Hendro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19954

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat secara global dan berpotensi memengaruhi produktivitas sumber daya manusia serta kualitas generasi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan PTM melalui edukasi CERDIK di wilayah Puskesmas Sukalaksana, Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi perencanaan dengan survey awal ke pihak Puskesmas, tahap Pelaksanaan meliputi sosialisasi, pengisian survei, pelatihan, dan tahap evaluasi pengetahuan menggunakan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat meningkat dari 45% sebelum diberikan edukasi CERDIK menjadi 85% setelah diberikan edukasi CERDIK. Edukasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu, diharapkan edukasi ini dapat membantu individu dalam pencegahan PTM dan lebih mengendalikan kondisi mereka dan mencegah komplikasi lebih lanjut.  Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, CERDIK, Sukalaksana  ABSTRACT This study aims to enhance public knowledge about NCD prevention through CERDIK education in the Sukalaksana Public Health Center area, Tasikmalaya City. This study aims to enhance public knowledge about NCD prevention through CERDIK education in the Sukalaksana Public Health Center area, Tasikmalaya City. The methods used include socialization, survey completion, training, and knowledge evaluation using pre-tests and post-tests. The results show that public knowledge levels increased from 45% before giving CERDIK education to 85% after receiving CERDIK education. This education serves as a strategic step in promoting behavioral change and improving public health status. Additionally, it is expected that this education can help individuals with NCDs better manage their conditions and prevent further complications. Keywords: Non-communicable Diseases, CERDIK, Sukalaksana
Program Penyuluhan Pengolahan Serbuk Effervescent Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) sebagai Biolarvasida Nyamuk Aedes Aegypti dengan Tim Penggerak PKK di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Andriani, Disa; Ovikariani, Ovikariani; Cahyadi, Doni Nur; Ariffanisa, Azzahro; Nurfitriyani, Dewi; Amaris, Eugenia; Putri, Kinanti Zaeni Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20347

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah merupakan wabah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dalam melakukan upaya pencegahan penyakit tersebut dapat dilakukan dengan metode PSN dan 3M plus. Dalam pemberian agen larvasida konvensional memiliki beberapa efek negatif seperti keracunan, gangguan saluran napas, serta resistensi serangga terhadap senyawa kimia yang digunakan. Maka dalam program ini akan dilaksanakan penyuluhan terkait pemanfaatan serbuk daun kemangi sebagai biolarvasida effervescent untuk nyamuk Aedes aegypti.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan asayrakat terkait penyakit DBD serta pencegahannya menggunakan produk biolarvasida effervescent dari serbuk daun kemangi, serta guna menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap program penyuluhan yang diselenggarakan. Program ini dilakukan dengan beberapa tahapan prosedural, yang dimulai dari interpretasi permasalahan pada lahan, dilanjutkan dengan penyusunan timelinepelaksanaan kegiatan, kemudian dilakukan penyuluhan yang terbagi dalam beberapa sesi penyampaian materi yaitu sesi pemaparan tentang penyakit DBD, pemaparan perihal pemanfaatan serbuk daun kemangi sebagai biolarvasida effervescent, dan diakhiri dengan sesi workshop prosedur pembuatan biolarvasida effervescent serbuk daun kemangi. Program ini diakhiri dengan penilaian evaluasi kegiatan. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta tim penggerak PKK desa Langenharjo, berdasarkan hasil evaluasi kegiatan diperoleh hasil uji reliabilitas pertanyaan pretest dan posttest sebesar 0,517 dengan kriteria sedang dan hasil uji validitas pertanyaan keseluruhan dinyatakan ‘valid’. Berdasarkan nilai perolehan pretest dan posttest terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat perihal program yang dilakukan dengan persentase rata-rata pretest yaitu 67% dan terjadi peningkatan pada persentase rata-rata nilai postest hingga 93%. Dalam penilaian kuesioner tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan tergolong sangat puas dengan nilai sebesar 92,67. Pelaksanaan kegiatan KKN-PPM telah berjalan dengan lancar dan diikuti dengan baik oleh Tim Penggerak PKK Desa Langenharjo. Kegiatan pengabdian tersebut juga telah terbukti memberikan peningkatan tingkat pemahaman responden dalam hal pemahaman seputar penyakit DBD dan biolarvasida effervescent nyamuk aedes aegypti. Kata Kunci: Demam Berdarah, Biolarvasida, Daun Kemangi, Effervescent ABSTRACT Dengue fever is an epidemic disease transmitted by the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Efforts to prevent this disease can be carried out using the PSN and 3M plus methods. The administration of conventional larvicidal agents has several negative effects such as poisoning, respiratory tract disorders, and insect resistance to the chemical compounds used. So in this program, counseling will be carried out regarding the use of basil leaf powder as an effervescent biolarvicide for the Aedes aegypti mosquito. This activity aims to increase public knowledge regarding dengue fever and its prevention using effervescent biolarvicide products from basil leaf powder, as well as to assess the level of public satisfaction with the outreach program held. This program was carried out in several procedural stages, starting from interpreting problems on the land, followed by preparing a timeline for implementing activities, then providing outreach which was divided into several material delivery sessions, namely a presentation session about dengue fever, a presentation about the use of basil leaf powder as an effervescent biolarvicide, and ending with a workshop session on procedures for making effervescent biolarvicide from basil leaf powder. This program ends with an activity evaluation assessment. This activity was attended by 30 participants from the Langenharjo village PKK team. Based on the results of the activity evaluation, the reliability test results for the pretest and posttest questions were 0.517 with medium criteria and the overall question validity test results were declared 'valid'. Based on the pretest and posttest scores, there was an increase in public knowledge regarding the program being carried out with an average pretest percentage of 67% and an increase in the average posttest score of up to 93%. In the questionnaire assessment, community satisfaction with the implementation of activities was classified as very satisfied with a score of 92.67. The implementation of KKN-PPM activities has gone smoothly and has been well followed by the Langenharjo Village PKK Mobilization Team. This service activity has also been proven to increase the level of understanding of respondents in terms of understanding about dengue fever and the effervescent biolarvicide of the Aedes aegypti mosquito. Keywords: Dengue, Biolarvicide, Basil Leaves, Effervescent

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue