cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Model Posyandu Terpadu dalam Layanan Primer untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan melalui Pekarangan Berkelanjutan Yunarti, Azmi; Prihandini, Yustin Ari; Ramadhani, Aulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22963

Abstract

ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Paku, Kabupaten Banjar, dengan tujuan memperkuat fungsi Posyandu melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pengembangan pekarangan lestari sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain tingginya prevalensi anemia pada remaja, wanita usia subur (WUS), dan ibu hamil, rendahnya pengetahuan kader tentang ILP, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan posyandu. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan kader, pendampingan posyandu, serta pengembangan kebun pekarangan produktif. Hasil program menunjukkan adanya percepatan pembentukan Posyandu ILP yang telah memperoleh SK resmi dari desa dan peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman sayuran cepat panen dan tanaman herbal. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest memperlihatkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan kader dalam pengelolaan posyandu ILP dan pekarangan lestari. Program ini berkontribusi terhadap upaya penurunan prevalensi anemia sekaligus mendukung terwujudnya Desa Sehat Zero Anemia. Kata Kunci: Posyandu ILP, Ketahanan Pangan, Pekarangan Lestari, Anemia  ABSTRACT This Community Service Program (PkM) was conducted in Paku Village, Banjar Regency, aiming to strengthen the role of Posyandu through the implementation of Integrated Primary Services (ILP) and the development of sustainable home gardens as a family food security strategy. The main problems faced by the community were the high prevalence of anemia among adolescents, women of reproductive age, and pregnant women, limited knowledge of cadres regarding ILP, and the underutilization of Posyandu’s yard. The activities included socialization, cadre training, Posyandu mentoring, and the development of productive home gardens. The program resulted in the acceleration of ILP-based Posyandu establishment with an official decree from the village and increased utilization of home gardens through the cultivation of fast-harvesting vegetables and medicinal plants. Evaluation using pretest and posttest showed improvements in cadres’ knowledge and skills in managing ILP Posyandu and sustainable home gardens. This program contributes to reducing anemia prevalence and supports the realization of a Zero Anemia Healthy Village. Keywords: ILP Posyandu, Food Security, Sustainable Home Gardens, Anemia
Pendampingan Guru Paud melalui Media Edukasi Interaktif Robot Sandwich dalam Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kabupaten Probolinggo Nugroho, Setiyo Adi; Tholib, Abu; Sholehah, Baitus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22728

Abstract

ABSTRACT Early Childhood Education (ECE) plays a crucial role in instilling clean and healthy living behaviors (PHBS). However, conventional teaching methods are often less engaging for children, thereby requiring innovative and interactive learning media. The Sandwich Robot was developed as a technology-based educational tool to assist ECE teachers in delivering PHBS material more effectively. This study aims to enhance the capacity of ECE teachers in teaching PHBS through the use of the interactive Sandwich Robot and to evaluate its impact on children’s PHBS behavior in Probolinggo Regency. This community service program was implemented in five ECE institutions involving 50 teachers who are members of IGTKI-PGRI. The methods consisted of socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Data were collected through pre-tests and post-tests, classroom observations, and activity documentation, and analyzed using descriptive quantitative techniques. The findings revealed an improvement in teachers’ understanding of PHBS from 52% to 87% and technical skills in operating the Sandwich Robot from 45% to 82%. Children’s active participation in learning increased from 40% to 75%. Four key PHBS indicators among children also improved: handwashing practices (41% → 79%), waste disposal (50% → 85%), personal hygiene (46% → 80%), and healthy eating habits (39% → 74%). Program sustainability was supported through a lending system of the Sandwich Robot to non-partner schools and collaboration with local government. Mentoring ECE teachers through the interactive Sandwich Robot is effective in improving teachers’ capacity and shaping PHBS behaviors among young children, with strong potential for wider adoption through government support. Keywords: Early Childhood Education, PHBS, Interactive Media, Sandwich Robot, Teacher Mentoring.  ABSTRAK Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Namun, metode konvensional sering kali kurang menarik bagi anak, sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang interaktif dan menyenangkan. Robot Sandwich dikembangkan sebagai media edukasi berbasis teknologi untuk membantu guru PAUD menyampaikan materi PHBS secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam mengajarkan PHBS melalui media interaktif Robot Sandwich, sekaligus mengukur dampak program terhadap perilaku PHBS anak usia dini di Kabupaten Probolinggo. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di lima lembaga PAUD dengan melibatkan 50 guru yang tergabung dalam IGTKI-PGRI. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi perilaku anak, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang PHBS dari 52% menjadi 87% dan keterampilan teknis penggunaan Robot Sandwich dari 45% menjadi 82%. Partisipasi aktif anak dalam pembelajaran meningkat dari 40% menjadi 75%. Empat indikator PHBS anak juga mengalami peningkatan, yaitu mencuci tangan dengan benar (41% → 79%), membuang sampah pada tempatnya (50% → 85%), menjaga kebersihan diri (46% → 80%), dan pola makan sehat (39% → 74%). Program juga berlanjut melalui sistem peminjaman Robot Sandwich ke PAUD non-mitra serta kolaborasi dengan pemerintah daerah. Pendampingan guru PAUD melalui media edukasi interaktif Robot Sandwich efektif dalam meningkatkan kapasitas guru dan membentuk perilaku PHBS anak usia dini, serta memiliki potensi untuk diadopsi lebih luas melalui dukungan pemerintah daerah. Kata Kunci: PAUD, PHBS, Media Interaktif, Robot Sandwich, Pendampingan Guru
Training Health Cadres in Overcoming Nausea, Vomiting, and Sleep Disorders Wijayanti, Lono; Purwanti, Nunik; Septianingrum, Yurike; Damawiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22847

Abstract

ABSTRACT Nausea, vomiting, and sleep disorders are common complaints often experienced by the community, especially among vulnerable groups such as the elderly and patients with chronic diseases. If not treated properly, these conditions can reduce quality of life and increase the risk of complications. Health cadres, as the spearhead of health services in the community, have a strategic role in the early detection and initial treatment of these complaints. This training activity aims to improve the knowledge and skills of health cadres in recognizing, preventing, and managing nausea, vomiting, and sleep disorders appropriately and in a community-based manner. The training methods include interactive lectures, simulations, and case discussions. Evaluation results show a significant improvement in cadres' understanding of the training material and their practical ability to provide education and initial intervention to the community. It is hoped that this activity will strengthen the capacity of cadres in supporting public health programs, particularly in promotive and preventive efforts related to nausea, vomiting, and sleep disorders. Keywords: Health Cadres, Nausea And Vomiting, Sleep Disturbances, Promotive-Preventive
Program Psikoedukasi Parenting Emas Anti Cemas untuk Ibu dan Balita di Desa Sungai Batang Ilir Yuserina, Firdha; Ramdhani, Nurul Fadhillah; Fatimah, Husnul; Putri, Niarsari Anugrahing; Utama, Adelia Anggraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22966

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 2023, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa estimasi jumlah orang tua yang mendapatkan edukasi parenting di Indonesia hanya 23%. Selain berkontribusi terhadap kecemasan orang tua, kurangnya edukasi parenting juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak di masa depan. Kurangnya pengetahuan dalam pengasuhan anak berpotensi menyebabkan anak tumbuh kembang tidak sesuai harapan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pengasuhan anak dan menilai tumbuh kembang balita di Desa Sungai Batang Ilir. Metode pelaksanaan adalah kegiatan pengabdian masyarakat, memberikan edukasi dan skrining tumbuh kembang balita dengan tahapan pelaksanaan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 14 orang ibu yang memiliki balita. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita, dan pada skrining tumbuh kembang anak ditemukan 8 anak dengan status tumbuh kembang sesuai, sedangkan 5 anak lainnya berada pada kategori ragu-ragu. Kegiatan psikoedukasi ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh, dan diharapkan untuk kedepannya dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan disertai dengan kegiatan skrining secara berkala untuk menilai luaran kegiatan jangka panjang. Kata Kunci: Pengasuhan, Psikoedukasi, Anxiety, Growth, Skrining Tumbuh Kembang  ABSTRACT In 2023, the chairman of the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) stated that the estimated number of parents receiving parenting education in Indonesia was only 23%. In addition to contributing to parental anxiety, a lack of parenting education can also impact a child's future development. Lack of knowledge in parenting can potentially cause a child to grow up not as expected. The purpose of this community service was to improve mothers' parenting knowledge and assess toddler development in Sungai Batang Ilir Village. The implementation method was a community service activity, providing education and toddler development screening with implementation stages consisting of preparation, implementation, monitoring and evaluation. The number of participants who participated in this activity was 14 mothers with toddlers. The results of the activity showed an increase in knowledge of toddler mothers, and the child development screening found 8 children with appropriate developmental status, while 5 others were in the doubtful category. This psychoeducational activity is considered effective in increasing knowledge about parenting, and it is hoped that in the future it will be carried out continuously and accompanied by regular screening activities to assess long-term activity outcomes Keywords: Parenting, Psychoeducation, Anxiety, Growth and Development Screening
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sawakong melalui Inovasi Cemilan Sehat Tongkol Jagung Tinggi Kalori untuk Cegah Stunting Meilany, Lilik; Talib, Muhammad Thabran; Sari, Novi Puspita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22923

Abstract

ABSTRAK Stunting pada balita dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan dengan jumlah kasus 34 anak tergolong stunting dan 9 Ibu hamil KEK. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi serta kurangnya pemanfaatan sumber pangan lokal bergizi seperti jagung. Mayoritas penduduk di Desa Sawakong adalah petani jagung, namun limbah tongkol jagung yang memiliki potensi kandungan serat dan gizi tinggi masih kurang dimanfaatkan secara optimal. Tujuan Pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan kader posyandu melalui pelatihan pembuatan “Baruassa Tekoja,” kue tradisional Makassar yang diolah dengan tambahan tepung tongkol jagung sebagai sumber serat dan nutrisi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis pengolahan, edukasi gizi ibu hamil dan balita, serta pendampingan produksi. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita sekaligus menurunkan angka kejadian stunting di Desa Sawakong melalui pemanfaatan bahan lokal yang berkelanjutan. HasilProgram PKM di Desa Sawakong berhasil mengembangkan camilan bergizi "Baruasa Tekoja" berbasis tepung tongkol jagung untuk intervensi stunting pada balita. Pelatihan teknis meningkatkan kapasitas kader dan ibu rumah tangga dalam produksi pangan bergizi. Produk mengandung 63,02 Kkal energi, 0,8 g protein, dan mikronutrien seperti zat besi dan zinc. Uji konsumsi menunjukkan tingkat penerimaan tinggi dan indikasi perbaikan status gizi balita. Inovasi ini mendukung pencapaian SDGs terkait pangan, kesehatan, ekonomi, dan produksi berkelanjutan serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam pengelolaan pangan lokal. Kata Kunci: Stunting, Tepung Tongkol Jagung, Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi Pangan Lokal.  ABSTRACT Stunting in toddlers and Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remain significant health issues in Sawakong Village, Galesong Selatan District, with 34 stunted children and 9 pregnant women with CED. One of the contributing factors is the low community knowledge about nutrition and the underutilization of nutritious local food sources such as corn. Most residents in Sawakong are corn farmers, but corn cob waste, which has potential high fiber and nutritional content, is still underutilized. Purpose This community service aims to empower posyandu cadres through training in making "Baruasa Tekoja," a traditional Makassar cake processed with added corn cob flour as a source of fiber and nutrients. The methods include technical processing training, nutrition education for pregnant women and toddlers, and production assistance. This activity is expected to improve the nutritional status of pregnant women and toddlers while reducing stunting incidence in Sawakong Village through sustainable utilization of local ingredients. Result The PKM program successfully developed a nutritious snack "Baruasa Tekoja" based on corn cob flour for stunting intervention in toddlers. Technical training increased the capacity of cadres and housewives in producing nutritious food. The product contains 63.02 Kcal energy, 0.8 g protein, and micronutrients such as iron and zinc. Consumption trials showed high acceptance and indications of improved toddler nutritional status. This innovation supports the achievement of SDGs related to food, health, economy, and sustainable production, as well as strengthens community independence in managing local food resources. Keywords: Stunting, Corn Cob Flour, Community Empowerment, Local Food Innovation.
Pemberdayaan Ibu melalui Praktik Pemantauan Tumbuh Kembang Baduta sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kota Kupang Nur, Astuti; Pantaleon, Maria Goreti; Costa, Santa Luciana Da; Nenotek, Christina R.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22849

Abstract

ABSTRAK Nusa Tenggara Timur masih menghadapi masalah gizi yang serius, salah satunya adalah stunting. Peran ibu sangat penting dalam memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal dalam upaya pencegahan stunting. meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Oesapa yang dihadiri oleh ibu baduta sebanyak 24 orang pada bulan September tahun 2025. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif. Edukasi diberikan mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, pelatihan pemantauan pertumbuhan (pengukuran antropometri dan membaca grafik pertumbuhan) serta pemantauan perkembangan anak menggunakan buku KIA. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan ibu dari rata-rata 67 pada pretest menjadi 78 pada posttest. Proporsi ibu dengan pengetahuan baik meningkat dari 20,8% menjadi 58,3%, sedangkan kategori kurang menurun dari 16,7% menjadi 0%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu. kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian selanjutnya disarankan menilai perubahan perilaku ibu serta memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi. Ke depan, pemanfaatan buku KIA perlu lebih dioptimalkan melalui pendampingan kader dan kolaborasi lintas sector.  Kata Kunci: Stunting, Tumbuh Kembang, Buku KIA  ABSTRACT East Nusa Tenggara continues to face serious nutritional problems, one of which is stunting. The role of mothers is crucial in ensuring children grow and develop optimally, thereby helping to prevent stunting. To increase mothers' knowledge in monitoring children's growth and development. The community service activity was conducted in Oesapa Village in September 2025, attended by 24 mothers of infants. The methods used include lectures, demonstrations, hands-on practice, and interactive discussions. Education was provided on the importance of monitoring child growth and development, including training on growth monitoring (anthropometric measurements and reading growth charts), as well as monitoring child development using the KIA book. Evaluation was conducted through pretests and posttests to measure changes in knowledge. The results showed an increase in mothers' knowledge scores from an average of 67 on the pretest to 78 on the posttest. The proportion of mothers with good knowledge increased from 20.8% to 58.3%, while the proportion in the poor category decreased from 16.7% to 0%. This indicates that nutrition education is effective in improving mothers' understanding. This community service activity is effective in increasing mothers' knowledge about monitoring the growth and development of toddlers. Further research is recommended to assess changes in maternal behavior and utilize digital media as an educational tool. In the future, the use of the KIA book needs to be further optimized through cadre mentoring and cross-sectoral collaboration. Keywords: Stunting, Growth and Development, KIA book
Pendidikan Kesehatan tentang Bahaya Penggunaan Gadget pada Anak di SDN 5 Kelurahan Sukamenteri Garut Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Lukman, Mamat; Yamin, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23003

Abstract

ABSTRAK Penggunaan gadget di kalangan anak-anak semakin meluas seiring perkembangan teknologi digital yang pesat. Meski menawarkan kemudahan akses informasi dan hiburan, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan pada anak serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik. Melalui pendekatan partisipatif dan komunikatif melalui Ceramah interaktif, Diskusi kelompok kecil, Media audio-visual dan permainan games. Secara umum, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif dan media yang menarik dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman serta sikap anak sekolah dasar dalam menggunakan gadget secara lebih sehat dan seimbang. Perubahan juga terlihat dari hasil kuesioner sederhana yang dibagikan sebelum dan sesudah edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari skor 60 menjadi 85 dari skala 100. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan sangat penting dilakukan sejak dini untuk membentuk perilaku digital yang sehat, serta mencegah dampak negatif gadget terhadap tumbuh kembang anak. Program serupa sebaiknya dilakukan secara berkala dan terintegrasi dengan dukungan dari sekolah dan keluarga. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Gadget, Anak-Anak, Bahaya Digital  ABSTRACT The use of gadgets among children is becoming increasingly widespread with the rapid development of digital technology. While offering easy access to information and entertainment, excessive unsupervised use can have negative impacts on a child's physical, mental, and social development. This service aims to provide health education on the dangers of excessive gadget use in children and to identify prevention strategies that can be implemented by parents and educators. Thru a participatory and communicative approach using interactive lectures, small group discussions, audio-visual media, and games. Overall, the results of this activity indicate that health education with a participatory approach and engaging media can have a significant impact on elementary school children's understanding and attitudes toward using gadgets in a healthier and more balanced way. Changes are also evident in the results of a simple questionnaire distributed before and after the education. The average knowledge score of the students increased from 60 to 85 out of 100. Overall, this activity demonstrates that health education is crucial to be implemented from an early age to shape healthy digital behavior and prevent the negative impact of gadgets on children's growth and development. Similar programs should be conducted regularly and integrated with support from schools and families. Keywords: Health Education, Gadgets, Children, Digital Dangers
Pengaruh Meotde Simulasi Praktikum Pelatihan Perioperatif terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Perawat Kamar Bedah di Provinsi Bali Carolina, Ayu Indah; Lestari, Ni Nyoman Rita; Suantika, Putu Inge Ruth
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22543

Abstract

ABSTRAK Perawat kamar bedah memiliki peran sentral dalam menjamin keselamatan pasien selama proses pembedahan. Kompetensi tinggi baik dalam pengetahuan maupun keterampilan perioperatif sangat diperlukan. Namun, pelatihan konvensional masih dominan menekankan aspek kognitif, sehingga keterampilan praktis kurang terasah. Metode simulasi praktikum dinilai mampu menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode simulasi praktikum pelatihan perioperatif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat kamar bedah di Provinsi Bali.  PKM ini diaksanakan selama 4 hari berturut-turut dengan memberikan teori perioperative dan simulasi praktikum. Sebelumnya dilakukan penilaian pre test setelah diberikan materi dan simulasi praktikum dilakukan penilaian post test dan ketrampilan. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 49 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan peserta antara pre-test dan post-test. Selain itu, keterampilan peserta berada pada kategori baik dalam pelaksanaan scrubbing, gowning, gloving, drapping, dan instrument handling. Hal ini menegaskan bahwa metode simulasi praktikum efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis maupun kognitif perawat kamar bedah. Metode simulasi praktikum memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat kamar bedah. Pelatihan berbasis simulasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang lebih aplikatif untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan perioperatif dan keselamatan pasien di ruang operasi. Kata Kunci: Ketrampilan, Pengetahuan, Perioperatif, Simulasi Praktikum  ABSTRACT Operating room nurses play a central role in ensuring patient safety during surgical procedures. High competence in both knowledge and perioperative skills is essential. However, conventional training methods tend to emphasize cognitive aspects, leaving practical skills less developed. Practical simulation methods are considered effective in bridging this gap. This activity aimed to determine the effect of perioperative training using practical simulation methods on improving the knowledge and skills of operating room nurses in Bali Province. This community service program (PKM) was conducted over four consecutive days by providing perioperative theory sessions and practical simulation training. A pre-test was administered before the intervention, followed by post-test and skill assessments after the material delivery and simulation. A total of 49 operating room nurses participated in the training. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge scores between the pre-test and post-test. In addition, participants demonstrated good skills in scrubbing, gowning, gloving, draping, and instrument handling. These findings confirm that practical simulation methods are effective in enhancing both technical and cognitive competencies of operating room nurses. Practical simulation methods have a positive impact on improving the knowledge and skills of operating room nurses. Simulation-based training can serve as an applicable alternative learning strategy to support the improvement of perioperative care quality and patient safety in the operating room. Keywords: Skills, Knowledge, Perioperative, Practical Simulation
Workshop Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Laboratorium di Klinik Pratama Sukaraya Hidayat, Afif Wahyudi; Setianingsih, Lyliana Endang; Kristina H, Emmelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22993

Abstract

ABSTRAK Pelayanan laboratorium di klinik memiliki peran penting dalam mendukung akurasi diagnosis dan efektivitas terapi pasien. Namun, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), dan minimnya pemanfaatan teknologi masih menjadi kendala utama. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium di Klinik Pratama Sukaraya melalui workshop berbasis partisipatif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga laboratorium dalam manajemen mutu, penerapan SOP, serta pemanfaatan teknologi laboratorium. Metode yang digunakan adalah workshop interaktif dengan desain pre-test dan post-test terhadap 17 peserta dari laboran dan tenaga medis. Kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, serta simulasi penerapan SOP berbasis standar mutu. Evaluasi dilakukan dengan instrumen penilaian pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 62,35 meningkat menjadi 85,29 pada post-test (p<0,05). Selain itu, observasi keterampilan praktik menunjukkan peningkatan kepatuhan peserta terhadap SOP dari 58,8% menjadi 88,2%. Temuan ini mengindikasikan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium, khususnya pada aspek manajemen mutu dan penerapan teknologi digital. Kesimpulannya, program PKM ini berhasil meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan sesuai standar. Peningkatan ini diharapkan berkontribusi pada mutu layanan kesehatan secara keseluruhan serta menjadi model intervensi berkelanjutan bagi klinik sejenis. Kata Kunci: Laboratorium Klinik, Manajemen Mutu, Workshop, Pre-Test Post-Test, Pelayanan Kesehatan.  ABSTRACT Clinical laboratory services play a crucial role in supporting diagnostic accuracy and therapeutic effectiveness. However, limitations in human resources, lack of standardized operating procedures (SOPs), and suboptimal use of technology remain major challenges. This Community Service Program (PKM) was implemented to improve the quality of laboratory services at Sukaraya Primary Clinic through a participatory workshop. The objective was to enhance the knowledge and skills of laboratory staff in quality management, SOP implementation, and the utilization of laboratory technologies. The method used was an interactive workshop with a pre-test and post-test design for 17 participants from laboratory and medical personnel. Activities included lectures, group discussions, case studies, and simulations of SOP implementation based on quality standards. Evaluation was conducted using structured instruments to measure participants’ knowledge and skills before and after the training. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge scores, with the average pre-test score of 62.35 increasing to 85.29 in the post-test (p<0.05). In addition, practical skill observation showed an increase in SOP compliance from 58.8% to 88.2%. These findings suggest that the workshop effectively enhanced the competence of laboratory staff, particularly in quality management and digital technology application. In conclusion, this PKM program successfully improved laboratory staff capacity to deliver faster, more accurate, and standardized services. Such improvements are expected to contribute to overall healthcare quality and provide a sustainable intervention model for similar clinics. Keywords: Clinical Laboratory, Quality Management, Workshop, Pre-Test Post-Test, Healthcare Services.
Strategi Posyandu Integrasi Layanan Primer untuk Ketahanan Pangan melalui Pekarangan Lestari Aryanti, Diah Ayu; Rahman, Muhammad Arif; Soo, Yuliani Sarina; Raihan, Muhammad; Maulida, Annisa Tria; Prihandini, Yustin Ari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22887

Abstract

ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Paku, Kabupaten Banjar, dengan tujuan memperkuat fungsi Posyandu melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pengembangan pekarangan lestari sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain tingginya prevalensi anemia pada remaja, wanita usia subur (WUS), dan ibu hamil, rendahnya pengetahuan kader tentang ILP, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan posyandu. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan kader, pendampingan posyandu, serta pengembangan kebun pekarangan produktif. Hasil program menunjukkan adanya percepatan pembentukan Posyandu ILP yang telah memperoleh SK resmi dari desa dan peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman sayuran cepat panen dan tanaman herbal. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest memperlihatkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan kader dalam pengelolaan posyandu ILP dan pekarangan lestari. Program ini berkontribusi terhadap upaya penurunan prevalensi anemia sekaligus mendukung terwujudnya Desa Sehat Zero Anemia. Kata Kunci: Posyandu ILP, Ketahanan Pangan, Pekarangan Lestari, Anemia  ABSTRACT This Community Service Program (PkM) was conducted in Paku Village, Banjar Regency, aiming to strengthen the role of Posyandu through the implementation of Integrated Primary Services (ILP) and the development of sustainable home gardens as a family food security strategy. The main problems faced by the community were the high prevalence of anemia among adolescents, women of reproductive age, and pregnant women, limited knowledge of cadres regarding ILP, and the underutilization of Posyandu’s yard. The activities included socialization, cadre training, Posyandu mentoring, and the development of productive home gardens. The program resulted in the acceleration of ILP-based Posyandu establishment with an official decree from the village and increased utilization of home gardens through the cultivation of fast-harvesting vegetables and medicinal plants. Evaluation using pretest and posttest showed improvements in cadres’ knowledge and skills in managing ILP Posyandu and sustainable home gardens. This program contributes to reducing anemia prevalence and supports the realization of a Zero Anemia Healthy Village. Keywords : ILP Posyandu, Food Security, Sustainable Home Gardens, Anemia

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue