cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Smart Screening Ulkus Diabetik Merdekawati, Diah; Astuti, Ani; Kurniawati, Eti; Azzahira S, Nyimas Putri; Permadita, Shelly Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17611

Abstract

ABSTRAK Semakin banyak penyandang diabetes mellitus, semaikn besar angka kejadian ulkus. Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi adalah salah satu Puskesmas yang memiliki peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus. Menjadi tugas penting bagi petugas kesehatan serta kader Posyandu dalam mencegah terjadinya peningkatan angka kejadian ulkus diabetik. Tujuan pelatihan smart screening yaitu meningkatkan kompetensi kader posyandu lansia dalam menilai resiko ulkus pada penyandang diabetes mellitus. Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang diabetes mellitus dan skrining ulkus diabetik serta pengenalan dan penggunaan aplikasi smart screening ulkus diabetik. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta tentang skrining ulkus diabetik baik secara manual maupun dengan aplikasi. Kata Kunci: Smart Screening, Ulkus Diabetik  ABSTRACT The more people with diabetes, the greater the risk of developing diabetic ulcers. Simpang Kawat Health Center, Jambi City is one of the health centers that has an increasing number of diabetes mellitus sufferers. It is an important task for health workers and posyandu cadres to prevent an increase in the incidence of diabetic ulcers. The aim of this smart screening training is to increase the knowledge and skills of elderly posyandu cadres in assessing the risk of ulcers in people with diabetes mellitus. The activity began with providing material about diabetes mellitus and diabetic ulcer screening as well as the introduction and use of the diabetic ulcer smart screening application. There was an increase in participants' knowledge and skills regarding diabetic ulcer screening both manually and with applications. Keywords: Smart Screening, Ulcus Diabetic
Peningkatan Kesadaran Mental Pada Remaja Melalui Upaya Promotif dan Preventif Lestarina, Ni Nyoman Wahyu; Djoar, Raditya Kurniawan; Ariana, Yohanes Kadek
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19571

Abstract

ABSTRAK Kondisi kesehatan mental merupakan penyebab utama kecacatan pada kaum muda. Kesehatan mental yang buruk dapat memicu perilaku berisiko termasuk menyakiti diri sendiri, penggunaan rokok, alkohol dan zat lainnya, perilaku seksual berisiko dan kekerasan yang dapat berdampak pada kehidupan remaja. Bunuh diri merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di kalangan remaja. Kurangnya pengetahuan atau  kesadaran mengenai kesehatan mental di kalangan remaja menjadi salah satu penyebab menghalangi remaja untuk mencari pertolongan. Intervensi untuk menangani gangguan kesehatan mental pada remaja dapat dilakukan dengan pencegahan primer melalui kegiatan promotif dan preventif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental, meningkatkan kesadaran remaja terhadap gangguan kesehatan mental, meningkatkan perilaku pencegahan gangguan kesehatan mental dan menyediakan akses ke sumberdaya yang relevan. Tahapan yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu: 1) kegiatan asesmen, 2) perencanaan program, 3) implementasi program dan 4) monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan peningkatan pengetahuan remaja dan juga orang tua mengenai kesehatan mental. Disarankan untuk para remaja terutama di wilayah RW 1 Kupang Krajan untuk tetap menjaga kesehatan mental. Peran serta orang tua dalam mejaga kesehatan mental remaja juga perlu dipertahankan agar remaja memiliki tempat untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupannya Kata Kunci: Kesehatan Mental, Remaja, Promotif, Preventif  ABSTRACT Mental health conditions are a leading cause of disability in young people. Poor mental health can trigger risky behaviors including self-harm, use of cigarettes, alcohol, and other substances, risky sexual behavior, and violence that can impact the lives of adolescents. Suicide is one of the leading causes of death among adolescents. Lack of knowledge or awareness about mental health among adolescents is one of the reasons preventing adolescents from seeking help. Interventions to treat mental health disorders in adolescents can be done with primary prevention through promotive and preventive activities. The purpose of this activity is to increase adolescents' knowledge about mental health, increase adolescents' awareness of mental health disorders, increase preventive behavior of mental health disorders, and provide access to relevant resources. The stages carried out in this community service activity are: 1) assessment activities, 2) program planning, 3) program implementation, and 4) monitoring and evaluation. The results of this community service activity were found to increase the knowledge of adolescents and parents about mental health. It is recommended for teenagers, especially in the RW 1 Kupang Krajan area, to maintain mental health. Parents' participation in supporting adolescents' mental health also needs to be maintained so that adolescents have a place to overcome problems in their lives. Keywords: Mental Health, Adolescent, Promotive, Preventive
Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Remaja di Pantoloan Boya, Kota Palu Kurniawan, Rahmat; Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16578

Abstract

ABSTRAK Masa pubertas merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena  proses pertama pematangan reproduksi  manusia  disebut dengan masa pubertas. Kesehatan reproduksi remaja adalah keadaan dimana remaja dapat menikmati kehidupan seksualnya serta menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dan aman. Pendidikan kesehatan merupakan penerapan konsep pendidikan di bidang Kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Melakukan pre test dan post melalui pengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari kuesioner dan format observasi. Kegiatan ini melibatkan partisipan sebanyak 50 orang di Pantoloan Boya dan mahasiswa keperawatan dalam pengumpulan data. Data menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja. Hal ini membuktikan bahwa dalam menyikapi kemampuan responden dalam menerima dan memahami materi kesehatan reproduksi remaja yang diberikan berbeda-beda, pendidikan kesehatan merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Terdapat pengaruh terhadap pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Anak, Pubertas, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Puberty is a very important period in human life because the first process of human reproductive maturation is called puberty. Adolescent reproductive health is a state where adolescents can enjoy their sexual life and carry out reproductive functions and processes in a healthy and safe manner. Health education is the application of educational concepts in the field of Health in order to improve health status. To determine the effect of counseling on the level of knowledge of reproductive health in adolescents. Conducting pre and post tests through data collection from primary data obtained from questionnaires and observation formats. This activity involved 50 participants in Pantoloan Boya and nursing students in data collection. The results of the research analysis showed an increase in knowledge before and after being given health education about adolescent reproductive health, this proves that in addressing the ability of respondents to accept and understand the adolescent reproductive health material provided is different, health education is an effective method to improve adolescent knowledge. There is an influence on adolescent knowledge before and after being given health education about adolescent reproductive health. Keywords: Reproductive Health, Children, Puberty, Health Education
Promosi Kesehatan sebagai Penguatan Hypnobreastfeeding untuk Peningkatan Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Ritonga, Paruhum Tiruon; Siburian, Urhuhe Dena; Siregar, Enda Harani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.20071

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yaitu masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak pendek dari standar usianya yang disebut stunting. Memotivasi dan menguatkan kemauan ibu melaksanakan hypnobreastfeeding untuk meningkatkan keberhasilan IMD. Peserta kegiatan ini adalah ibu hamil yang berjumlah 28 orang. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang stunting, IMD dan hypnobreastfeeding serta praktek hypnobreastfeeding. Peningkatan pengetahuan ibu diukur berdasarkan hasil pretest dan posttest. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Siborong-borong yang dilaksanakan pada bulan Oktober dan Nopember 2024. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting, IMD, hypnobreastfeeding, dan ibu dapat melaksanakan hypnobreastfeeding. Ibu sudah mengerti tentang  stunting, IMD dan hypnobreastfeeding serta sudah dapat melaksanakan hypnobreastfeeding.  Diharapkan ibu dapat melaksanakan hypnobreastfeeding secara mandiri di rumah masing-masing, sehingga pada saat bersalin ibu dapat melaksanakan IMD sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak. Kata Kunci: Hypnobreastfeeding, Inisiasi Menyusu Dini, Stunting  ABSTRACT Stunting is still a nutritional problem in Indonesia, namely a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is short from the standard for their age, which is called stunting. To increase the knowledge of pregnant women about hypnobreastfeeding to increase the success of Early Initiation of Breastfeeding. Participants in this activity were 28 pregnant women. Activities include counseling on stunting, Early Initiation of Breastfeeding and hypnobreastfeeding as well as hypnobreastfeeding practice. The increase in maternal knowledge was measured based on the results of the pretest and posttest. The activity was carried out in the Siborong-borong District Area which was carried out in October and November 2024. There was an increase in maternal knowledge about stunting, Early Initiation of Breastfeeding, hypnobreastfeeding, and mothers were able to carry out hypnobreastfeeding. Mothers already understand about stunting, Early Initiation of Breastfeeding and hypnobreastfeeding and can implement hypnobreastfeeding. It is hoped that mothers can carry out hypnobreastfeeding independently at home, so that when giving birth, mothers can carry out Early Initiation of Breastfeeding as an effort to prevent stunting in children.  Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Hypnobreastfeeding, Stunting
Optimalisasi Karang Taruna “Tirana" dalam Pencegahan dan Penurunan Kelebihan Berat Badan Pada Remaja di Masyarakat melalui Pengembangan Sistem Informasi Anggraini, Nourmayansa Vidya; Hutahaean, Serri; Fithri, Nayla Kamilia; Apriliana, Vionita; Lestari, Bonieta Dwi; Junita, Nita; Ningtiyas, Astuti; Anandita, Laura
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16832

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan aset sumber daya manusia masa datang yang perannya sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Dampak dari kelebihan berat badan yang lain diantaranya adalah dapat menyebabkan penderitaan secara psikososial dan meningkatnya biaya kesehatan yang harus ditanggung individu dan keluarga dengan kelebihan berat badan. Masalah kelebihan berat badan harus segera diatasi supaya tidak berdampak pada penyakit tidak menular (PTM) yang akan muncul. Penatalaksanaan intervensi kelebihan berat badan badan pada remaja lebih baik dilakukan di sekolah, rumah, dan masyarakat. Perawat komunitas bisa melakukan pendidikan kesehatan kepada remaja supaya remaja bisa tahu perihal kelebihan berat badan. Promosi kesehatan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kesadaran individu dalam masalah kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di wilayah kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok. Hasil dari kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan tindakan karang taruna berkaitan dengan kelebihan berat badan pada remaja. Peran kader karang taruna dalam pembangunan kesehatan sangatlah penting. Perlu dilakukan pelatihan microteaching kepada para kader karang taruna supaya bisa melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dengan efektif. Kata Kunci: Karang Taruna, Kelebihan Berat Badan, Remaja  ABSTRACT Adolescents are a future human resource asset whose role is crucial in the development of a nation. The effects of being overweight include psychosocial suffering and increased healthcare costs that must be borne by individuals and families affected by overweight. The problem of being overweight must be addressed immediately to prevent it from leading to non-communicable diseases (NCDs). Managing overweight interventions in adolescents is best carried out in schools, homes, and communities. Community nurses can provide health education to adolescents so that they become aware of issues related to being overweight. Health promotion is one of the efforts to increase individual awareness of health problems. Community service activities were carried out in the Kukusan urban village area, Beji sub-district, Depok. The results of these activities showed an increase in the knowledge and actions of youth groups regarding overweight issues in adolescents. The role of youth group leaders in health development is very important. Microteaching training needs to be provided to youth group leaders to effectively conduct health promotion activities. Keywords: Youth Group, Overweight, Adolescents
Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pada Pasien Pasca Operasi Maulani, Maulani; Az, Rasyidah; Harkomah, Isti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19156

Abstract

ABSTRAK Spiritual merupakan faktor penting bagi individu dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, serta beradaptasi dengan penyakit. Asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien pasca operasi lebih banyak berorientasi pada masalah keperawatan domain fisik, untuk domain spiritual masih kurang maksimal, salah satunya adalah pelaksanaan ibadah shalat saat pasien dirawat. Banyak pasien setelah dilakukan operasi tidak melaksanakan sholat. Meningkatkan pengetahuan peserta serta membantu perawat dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien pasca operasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan, edukasi menggunakan video serta simulasi tata cara bersuci dan sholat bagi pasien. Dari 31 peserta, 28 (90.3%) mengaku puas dengan materi yang diberikan, dan 23 (74.2%) peserta memiliki kategori pengetahuan tinggi. Sebagian besar peserta mengetahui dan memahami tata cara bersuci dan beribadah bagi pasien. Diharapkan pihak rumah sakit memfasilitasi media kebutuhan bersuci bagi pasien. Kata Kunci: Spiritual, Ibadah, Post Operasi  ABSTRACT Spirituality is an important factor for individuals in maintaining health, well-being, and adapting to disease. The nursing care provided to post-operative patients is more oriented towards physical domain nursing problems, while the spiritual domain is still less than optimal, one of which is the implementation of prayers while the patient is being treated. Many patients after surgery do not pray. Increase participants' knowledge and assist nurses in meeting the spiritual needs of post-operative patients. The activities are carried out using counseling methods, education using videos and simulations of procedures for purifying and praying for patients. Of the 31 participants, 28 (90.3%) said they were satisfied with the material provided, and 23 (74.2%) participants had a high knowledge category. Most of the participants know and understand the procedures for purification and worship for patients. It is hoped that the hospital will facilitate the media for the need for purification for patients. Keywords: Spiritual, Worship, Post Surgery
Langkah Preventif Terpadu: Penyuluhan dan Skrining Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Asam Urat di Desa Bahu Palawa Widyananda, Azizah; Rizqy, Muhammad Sulthan; Caesar, Muhammad Akbar; Tiana, Devina Ananda; Fathinah, Salma; Haryono, Nurul Ilma; Majida, Salwa Dwina; Aprianor, Dendi; Nugraha, Yudha; Rizaldi, M. Yusuf; Herianto, Restu; Alif, Muhammad; Nahan, Elmo Alfaliano; Gregorius, Ocratya; Purba, Abed Nego; Hanasia, Hanasia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17587

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi sehingga memerlukan perhatian serius. Promosi kesehatan seperti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis adalah bentuk upaya pencegahan untuk mengurangi beban penyakit dan pengobatan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada warga Desa Bahu Palawa tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat serta melihat gambaran penyakit-penyakit ini di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap yaitu (1) penyuluhan kesehatan yang terdiri dari pemaraparan materi oleh narasumber dan tanya jawab. (2) Pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pengukuran tekanan darah, tes gula darah, dan tes asam urat pada 73 masyarakat yang hadir. Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa prevalensi hipertensi adalah 69,86 %, diabetes 23,28 % dan asam urat 43,84 %. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa, kegiatan ini berhasil menghimpun data penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat masyarakat Desa Bahu Palawa yang memberikan gambaran prevalensi dan distribusi penyakit di masyarakat. Harapan dari kegiatan ini yaitu masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan mereka sendiri, melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan melakukan pengobatan sesegera mungkin sebelum menimbulkan komplikasi serius. Kata Kunci: Hipertensi, Diabetes Melitus, Asam Urat  ABSTRACT Non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and gout are health problems with high prevalence that require serious attention. Health promotion, such as counselling and free health checks, is a form of prevention that aims to reduce the burden of disease and treatment in the community. This community service activity aims to educate and provide understanding to Bahu Palawa Village residents about the prevention and management of hypertension, diabetes mellitus, and gout, as well as provide a picture of these diseases in the community. This activity was carried out through two stages: (1) health counselling, which involved a resource person presenting materials and conducting questions and answers. (2) free health check-up for 73 community members, which included a blood pressure measurement, blood sugar test, and uric acid test. The examination results revealed a prevalence of hypertension of 69.86%, diabetes of 23.28%, and gout of 43.84%. These results conclude that the activity successfully collected data on hypertension, diabetes mellitus, and gout in the Bahu Palawa Village community, providing an overview of the prevalence and distribution of diseases in the community. The goal of this activity is to increase community awareness of maintaining their own health, make changes to a healthier lifestyle, and carry out treatment as soon as possible before causing serious complications. Keywords: Hypertension, Diabetes Mellitus, Uric Acid
Deteksi Dini Pencegahan Stunting pada Remaja melalui Pemeriksaan Laboratorium : Kalsium Darah Al Sas, Oktafirani; Setiawan, Fiki; Aji, Rizal Ibrahim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19913

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kekurangan makanan bergizi, sering sakit, atau kurang stimulasi. Kekurangan protein dan mikronutrien, termasuk kalsium, merupakan faktor risiko utama stunting. Berdasarkan data tahun 2014 menunjukkan bahwa 23,8% anak di seluruh dunia dan 33,5% anak di negara-negara berkembang mengalami stunting atau pertumbuhan terhambat. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi stunting pada remaja mencapai 35,1%. Provinsi Jawa Timur prevalensi stunting pada remaja mencapai 31,1%, sebanyak 10,8% dikategorikan sangat pendek dan 20,3% lainnya dikategorikan pendek. Pemeriksaan kalsium darah pada remaja awal sangat penting karena kalsium tidak hanya penting untuk pertumbuhan tulang, tetapi juga berperan dalam berbagai fungsi tubuh lainnya, seperti kontraksi otot, transmisi saraf, dan pembekuan darah. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, kekurangan kalsium dapat dideteksi dini dan segera diberikan pencegahan yang tepat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini, terutama terkait dengan peran kalsium dalam pertumbuhan tulang. Manfaat pemeriksaan kadar kalsium darah, diharapkan dapat mendeteksi potensi risiko stunting pada generasi mendatang dan mendorong remaja untuk melakukan gaya hidup sehat. Kegiatan ini di laksanakan di SMAN 1 Dukupuntang, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Pelaksanaan kegiatan PKMD ini pada tanggal 02 September 2024 sampai tanggal 09 September 2024. Hasil pemeriksaan kadar kalsium darah pada seluruh responden (48 orang) menunjukkan bahwa 100% memiliki kadar kalsium di bawah normal. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Kalsium Darah  ABSTRACT Stunting is the impaired growth and development of children due to lack of nutritious food, frequent illness or lack of stimulation. Protein and micronutrient deficiencies, including calcium, are major risk factors for stunting. Based on 2014 data, 23.8% of children worldwide and 33.5% of children in developing countries experience stunting or stunted growth. In Indonesia, based on the results of the Basic Health Research in 2013, the prevalence of stunting in adolescents reached 35.1%. In East Java, the prevalence of stunting in adolescents reached 31.1%, with 10.8% categorized as very short and 20.3% categorized as short. Checking blood calcium in early adolescents is very important as calcium is not only essential for bone growth, but also plays a role in various other bodily functions, such as muscle contraction, nerve transmission, and blood clotting. By conducting regular checks, calcium deficiency can be detected early and appropriate prevention can be given immediately. The purpose of this activity is to increase knowledge about the importance of balanced nutrition from an early age, especially related to the role of calcium in bone growth. Through checking blood calcium levels, it is expected to detect the potential risk of stunting in future generations and encourage adolescents to adopt a healthy lifestyle. This activity was carried out at SMAN 1 Dukupuntang, Dukupuntang, Cirebon Regency. The implementation of this PKMD activity was on September 02, 2024 to September 09, 2024. The results of checking blood calcium levels in all respondents (48 people) showed that 100% had calcium levels below normal. Keywords: Stunting, Adolescents, Blood Calcium
Pelatihan Baby Massage and Spa: sebagai Bekal Kewirausahaan bagi Mahasiswa Kebidanan Putri, Noviyati Rahardjo; Septiana, Yesika Cahya; Larasati, Disa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18480

Abstract

ABSTRAK Lulusan mahasiswa kebidanan dituntut dapat memberikan asuhan berkualitas terutama pada kesehatan ibu dan anak. Menciptakan peluang kerja sendiri sangat dibutuhkan pada masa ini. Peluang wirausaha yang dapat dilakukan yaitu terapi komplementer berupa baby massage dan baby spa. Pelatihan khusus dibutuhkan untuk hal ini guna bekal wirausaha bagi lulusan mahasiswa kebidanan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan lulusan kebidanan dalam pelayanan baby massage and spa sebagai bekal dalam menginisiasi kewirausahaan bidang kesehatan ibu dan anak. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa penyampaian materi dengan menggunakan software microsoft power point dan praktik secara langsung dengan menggunakan media edukasi berupa boneka dan minyak bayi. Jumlah mitra yang ikut pelatihan ini 31 orang lulusan sarjana terapan kebidanan FK UNS. Terdapat penguatan skill keterampilan lulusan mahasiswa kebidanan setelah diberi pelatihan baby massage and spa dengan nilai rata-rata mitra adalah 83,2 hal ini mendekati dari nilai maksimal sebesar 86. Keterampilan lulusan mahasiswa kebidanan teruji setelah diberikan pelatihan baby massage and spa. Kedepannya diharapkan adanya pengabdian masyakarat berupa baby massage and spa pada masyarakat yang melibatkan peserta pelatihan yang kompeten.  Kata Kunci: Baby Massage, Baby Spa, Wirausaha, Bidan   ABSTRACT Graduates of midwifery programs are expected to provide quality care, particularly in maternal and child health. Creating opportunities for self-employment is essential in today's era. One entrepreneurial opportunity that can be pursued is complementary therapy, such as baby massage and baby spa. Special training is needed for this to equip midwifery graduates with entrepreneurial skills. This activity aimed to improve the skills of midwifery graduates in baby massage and spa services as a provision in initiating entrepreneurship in the field of maternal and child health. The method of this activity involved delivering material using Microsoft PowerPoint software and direct practice using educational media, such as dolls and baby oil. A total of 31 graduates from the Applied Bachelor of Midwifery program at FK UNS participated in this training. There was a significant improvement in the skills of midwifery graduates after receiving training in baby massage and baby spa. The participants' average score was 83,2, which is close to the maximum score of 86. The skills of midwifery graduates improved after receiving training in baby massage and baby spa. In the future, it is hoped that there will be community service in the form of baby massage and spa in the community involving competent training participants. Keywords: Baby Massage, Baby Spa, Entrepreneurship, Midwife
Edukasi Pendampingan Pentingnya ASI Ekslusif dan MP-ASI Dalam Mencegah Stunting Sitompul, Emilia Silvana; Simbolon, Juana Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20244

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan program prioritas nasional salah satu permasalahan gizi utama pada balita di Indonesia yang belum teratasi. Prevalensi stunting mengalami kenaikan pada usia 6 bulan ke 12 bulan & 24 bulan. Ini menunjukkan bahwa anak usia tersebut tidak mendapatkan intervensi yang mencukupi. Intervensi harus fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah terjadinya stunting, seperti : pemberian ASI dan makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang dan tepat. Strategi upaya dan pendekatan pada penanganan stunting berbagai intervensi pada hal-hal yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk mempercepat penurunan stunting, perlu dilakukan khususnya dalam enam bulan pertama kehidupan. Masalah stunting perlu mendapatkan penanganan yang serius karena berpengaruhterhadap pertumbuhan balita. Mengedukasi dan pendampingan pentingnya ASI Eksklusif dan MP-ASI dalam mencegah stunting. Metode community development, melibatkan ibu secara langsung sebagai subjek dan objek kegiatan dan sebagai penerima manfaat langsung. Kegiatan ini dilakukan di Posyandu yang ada di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah peserta 98. Pada kegiatan ini 80,6 % ibu memperoleh edukasi dan pendampingan pentingnya ASI Eksklusif dan MP-ASI dalam mencegah stunting. Ibu sudah baik memahami pentingnya ASI Ekslusif dan MP-ASI, setelah diberikan Edukasi pemahaman ibu terlihat pada keaktifannya berdiskusi dan memecahkan masalah. Kata Kunci: Edukasi, ASI Eksklusif, MP-ASI, Stunting  ABSTRACT Stunting is a national priority programme and one of the main nutritional problems in children under five in Indonesia that has not been resolved. The prevalence of stunting increases from 6 months to 12 months & 24 months of age. This indicates that these children are not receiving adequate interventions. Interventions should focus on the first 1000 days of life to prevent stunting, such as breastfeeding and complementary foods that are nutritionally balanced and appropriate. Strategic efforts and approaches to handling stunting various interventions on things that have high leverage to accelerate stunting reduction, need to be done especially in the first six months of life. The problem of stunting needs to be handled seriously because it affects the growth of toddlers. To educate and assist the importance of exclusive breastfeeding and complementary feeding in preventing stunting. Community development method, involving mothers directly as subjects and objects of activities and as direct beneficiaries. This activity was carried out at Posyandu in Pahae Jae Sub-district, North Tapanuli Regency with 98 participants. In this activity 80,6 % of mothers received education and assistance on the importance of exclusive breastfeeding and complementary feeding in preventing stunting. Mothers have a good understanding of the importance of exclusive breastfeeding and complementary feeding, after being given education, their understanding is seen in their activity in discussing and solving problems. Keywords: Education, Exclusive Breastfeeding, Complementary Feeding, Stunting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue