cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
School-Based Health Education as A Promotive Strategy for Preventing HIV Transmission Among Adolescents in Depok City Efendi, Sudirman; Syaiful, Syaiful; Sembiring, Erika Emnina; Mariati, Lusia Henny; Wabula, La Rakhmat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24744

Abstract

ABSTRACT Adolescents represent a population that is particularly vulnerable to human immunodeficiency virus (HIV) transmission due to limited knowledge, engagement in risk behaviors, and the persistence of HIV-related stigma. School-based health education serves as an important promotive and preventive strategy in efforts to reduce HIV transmission among adolescents. This community service activity aimed to enhance adolescents’ knowledge of HIV and its prevention through health education. The program was implemented at SMK YAPPA Depok using a school-based health education approach, incorporating interactive counseling, group discussions, and evaluation through pretest and posttest assessments. The target participants consisted of 175 twelfth-grade students. The educational content covered the basic concepts of HIV, modes of transmission, risk factors, and HIV prevention strategies relevant to adolescents. The results demonstrated a significant improvement in adolescents’ knowledge levels, with the proportion of students categorized as having high knowledge increasing from 10.86% before the intervention to 93.14% after the health education program. The activity also received positive responses and active participation from the participants throughout the educational process. It is expected that this community service program can serve as a model for school-based health education in HIV prevention among adolescents and further strengthen the role of nurses as health educators within the context of community nursing. Keywords: Adolescents, Community Service, HIV, Health Education, Transmission Prevention.
Efektifitas Pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMAN 5 Jakarta Yusuf, Bahreni; Kusumawati, Ira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24439

Abstract

ABSTRAK Keadaan gawat darurat merupakan keadaan yang memerlukan penanganan atau tindakan segera untuk menghilangakan ancaman nyawa korban yang dapat menyebabkan kematian. Henti jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal. Tanpa penanganan yang segera, kematian dapat terjadi hanya dalam hitungan menit. Resusitasi jantung paru merupakan salah satu penanganan paling mendasar apabila menemukan seseorang yang mengalami henti jantung dan henti napas. Tingginya angka kematian akibat serangan jantung tidak lepas dari kurangnya pengetahuan masyarakat umum untuk memberikan pertolongan pertama saat menemukan korban henti jantung dan henti napas di luar rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat pengetahuan siswa SMAN 5 Jakarta. Peneliti memberikan pelatihan bantuan hidup dasar kepada 103 siswa. Metode penelitian kuantitatif, jenis penelitian quasi-experimental dengan desain one group pretest-postest. Di dapatkan hasil bahwa ada perbedaan yang bermakna rerata tingkat pengetahuan siswa SMAN 5 Jakarta sebelum dan sesudah siswa diberikan pelatihan bantuan hidup dasar P value=0.00 (P0.05). Begitu juga pada tingkat kemampuan adanya perbedaan yang bermakna rerata tingkat kemampuan siswa SMAN 5 Jakarta sebelum dan sesudah diberikan pelatihan bantuan hidup dasar P value=0.00 (P0.05). Kesimpulan pelatihan bantuan hidup dasar efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa yang berdampak terhadap kesiapan siswa saat memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung dan henti napas di luar rumah sakit.  Kata Kunci: Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar, Tingkat Pengetahuan.   ABSTRACT An emergency situation is a situation that requires immediate treatment or action to eliminate the threat to the victim's life that can cause death. Cardiac arrest is an emergency condition that occurs suddenly without initial symptoms. Without immediate treatment, death can occur in just a matter of minutes. Cardiopulmonary resuscitation is one of the most basic treatments when finding someone experiencing cardiac arrest and respiratory arrest. The high death rate due to heart attacks is inseparable from the general public's lack of knowledge in providing first aid when finding victims of cardiac arrest and respiratory arrest outside the hospital. This study aims to determine the effectiveness of basic life support training on the level of knowledge of students at SMAN 5 Jakarta. Researchers provided basic life support training to 103 students. The research method was quantitative, quasi-experimental research type with a one-group pretest-posttest design. The results showed that there was a significant difference in the average level of knowledge of students at SMAN 5 Jakarta before and after students were given basic life support training P value = 0.00 (P 0.05). Likewise, at the level of ability, there was a significant difference in the average level of ability of students of SMAN 5 Jakarta before and after being given basic life support training P value = 0.00 (P 0.05). The conclusion is that basic life support training is effective in increasing students' knowledge which has an impact on students' readiness when providing first aid to victims of cardiac and respiratory arrest outside the hospital. Keywords: Training, Basic Life Support, Knowledge Level.
Program Edukasi Berbasis Theory of Planned Behavior untuk Mencegah Kekerasan Seksual Pada Remaja di SMKN 2 Pangandaran Nurhamsyah, Donny; Maziyya, Nur; Solahudin, Holis; Hidayati, Desi Nur; Zahra Nainggolan, Aldira Aulia; Hidayatuloh, Akmal; Afrianti, Arum Salva; Aliqa, Ditta; Oktafiyani, Adinda Dwi; Kharisma, Candramukti Wibawa; Sonjaya, Devano Ramadhan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24282

Abstract

ABSTRAK Kekerasan seksual pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat dan pendidikan yang membutuhkan intervensi komprehensif berbasis pendekatan perilaku. Remaja berada pada fase perkembangan yang rentan dan dipengaruhi oleh norma sosial, persepsi diri, serta lingkungan pergaulan. Theory of Planned Behavior (TPB) menawarkan kerangka konseptual untuk membangun niat dan perilaku protektif melalui penguatan sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi berbasis TPB yang terstruktur dan sesuai konteks sekolah kejuruan untuk mencegah kekerasan seksual pada remaja. Mengetahui efektivitas program edukasi berbasis TPB dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, memperkuat norma protektif, dan meningkatkan kontrol diri remaja SMKN 2 Pangandaran dalam pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan dilaksanakan sebagai program pengabdian masyarakat dengan pendekatan edukasi partisipatif berbasis TPB melalui penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi situasi, pembentukan kesepakatan norma positif sekolah, serta pendampingan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan melalui observasi proses, refleksi peserta, serta penilaian perubahan pemahaman dan kesiapan perilaku protektif. Program edukasi berjalan efektif, sistematis, dan diterima baik oleh peserta. Remaja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai bentuk, risiko, dan mekanisme pencegahan kekerasan seksual; terbentuk sikap lebih kritis terhadap perilaku berisiko; muncul dukungan norma sosial yang lebih kuat terhadap pencegahan kekerasan seksual; serta peningkatan keyakinan diri dalam mengambil keputusan aman dan melindungi diri. Program edukasi berbasis TPB di SMKN 2 Pangandaran terbukti mampu memperkuat kapasitas remaja dalam pencegahan kekerasan seksual melalui penguatan aspek sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan serta diadaptasi pada sekolah lain dengan dukungan kolaborasi sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan pemangku kebijakan. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kekerasan Seksual, Remaja, Sekolah, Theory of Planned Behavior. ABSTRACT Sexual violence among adolescents is a public health and educational issue that requires comprehensive interventions grounded in behavioral approaches. Adolescents are in a vulnerable developmental phase and are influenced by social norms, self-perception, and peer environments. The Theory of Planned Behavior (TPB) provides a conceptual framework for developing protective intentions and behaviors through the strengthening of attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. Therefore, a structured TPB-based educational program that aligns with the context of vocational schools is needed to prevent sexual violence among adolescents. To determine the effectiveness of a TPB-based educational program in improving knowledge, shaping positive attitudes, strengthening protective norms, and enhancing self-control among students at SMKN 2 Pangandaran in preventing sexual violence. The program was implemented as a community service activity using a participatory TPB-based educational approach through health education sessions, interactive discussions, situation simulations, the establishment of positive school norms, and follow-up mentoring. Evaluation was carried out through process observation, participant reflection, and assessments of changes in understanding and readiness to engage in protective behaviors. The educational program was conducted effectively, systematically, and was well received by participants. Adolescents demonstrated improved understanding of the forms, risks, and prevention mechanisms of sexual violence; developed more critical attitudes toward risky behaviors; showed stronger social support for sexual violence prevention; and exhibited greater confidence in making safe decisions and protecting themselves. The TPB-based educational program at SMKN 2 Pangandaran effectively strengthened adolescents’ capacity to prevent sexual violence by enhancing attitudes, subjective norms, and behavioral control. This program is recommended for continuous implementation and adaptation in other schools with the support of collaboration between educational institutions, health professionals, parents, and policymakers.  Keywords: Adolescent, Health Education, School, Sexual Violence, Theory of Planned Behavior
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Siswa SMA 4 Kota Jakarta Yusuf, Bahreni; Kusumawati, Ira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24212

Abstract

ABSTRAK Sekitar 43 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit tidak menular, atau sekitar 74 % dari seluruh kematian di dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 18 juta kematian terjadi sebelum usia 70 tahun (prematur). Penyakit kardiovaskular (termasuk penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab utama kematian, penyakit tidak menular dengan lebih dari 19 juta jiwa per tahun. Kejadian gawat darurat termasuk keadaan ketika korbanmengalami henti nafas dan henti jantung. Pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat henti nafas dan henti jantung adalah bantuan hidup dasar, sekin cepat dilakukan maka semakin besar harapan hidup. Tujuan pelatihan BHD adalah untuk meningkatkan keterampilan BHD. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemaparan konsep dasar BHD, demonstrasi pelaksanaan BHD dan praktik BHD dengan menggunakan media manekin. Hasil yang didapatkan sebagian siswa (89%) siswa memahami BHD dan mampu melakukan BHD dengan benar Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Pelatihan, Siswa SMA.  ABSTRACT Approximately 43 million people die each year from non-communicable diseases, or about 74% of all deaths worldwide. Of these, approximately 18 million deaths occur before the age of 70 (premature). Cardiovascular disease (including heart disease and stroke) is the leading cause of death, with non-communicable diseases claiming more than 19 million lives annually. Emergency situations include situations where the victim experiences respiratory and cardiac arrest. First aid in emergency situations of respiratory and cardiac arrest is basic life support, and the sooner it is administered, the greater the chance of survival. The goal of BLS training is to improve BLS skills. This activity is carried out using the method of explaining the basic concepts of BLS, demonstrating its implementation, and practicing BLS using mannequins. The results obtained were that most students (89%) understood BHD and showed it correctly Keywords: Basic Life Support, Training, High School Students.
Peningkatan Pengetahuan Keluarga dalam Perawatan Pasien Pasca Stroke melalui Sistem Informasi Rehabilitasi Pasca Stroke (Semar) Berbasis Website Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Kautsari, Farah Widya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.23451

Abstract

ABSTRAK Posyandu Menur berlokasi di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan total 33 keluarga yang memiliki anggota penderita stroke. Keluarga memegang peran penting dalam proses perawatan pasien pasca stroke. Keberhasilan perawatan tersebut turut dipengaruhi oleh kepatuhan dalam mengonsumsi obat, pengelolaan stres psikologis dan emosional yang baik, serta penerapan pola nutrisi yang seimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai perawatan pasien pasca stroke melalui media berbasis website, serta memperluas pengetahuan mereka tentang pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat, pengelolaan stres psikologis dan emosional yang efektif, dan penerapan pola nutrisi yang sesuai bagi pasien pasca stroke. Kegiatan ini dimulai dengan pelaksanaan sosialisasi dan focus group discussion bersama pengurus Posyandu Menur serta pihak Puskesmas Kasihan 2, yang membahas Plan of Action (PoA), Term of Reference(ToR), dan penjelasan mengenai teknologi berbasis website. Selanjutnya, dilakukan edukasi kesehatan melalui metode ceramah dan simulasi menggunakan website SEMAR, yang dapat diakses secara gratis, kapan saja dan di mana saja, serta dapat digunakan berulang kali melalui smartphone. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dari Posyandu Menur. Setelah dilakukan intervensi, pengetahuan mitra mengenai perawatan pasien pasca stroke pada kategori baik meningkat hingga 87,9%, dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, pemahaman mitra terkait manajemen stres psikologis, emosional, dan strategi koping efektif juga meningkat hingga 81,8% pada kategori baik, dengan p = 0,000 yang menandakan perbedaan signifikan. Pengetahuan mitra mengenai pola nutrisi yang tepat pun mengalami peningkatan hingga 87,9% pada kategori baik, dengan p = 0,000 yang menunjukkan perubahan signifikan. Demikian pula, tingkat pengetahuan mitra tentang kepatuhan dalam mengonsumsi obat meningkat hingga 81,8% pada kategori baik, dengan p = 0,000 yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan edukasi berbasis website SEMAR efektif meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien pasca stroke. Terjadi peningkatan signifikan pada aspek kepatuhan minum obat, manajemen stres, dan pola nutrisi setelah intervensi. Disarankan agar program edukasi berbasis website SEMAR dapat dilanjutkan serta diperluas implementasinya pada posyandu lainnya. Pembaruan materi dan pendampingan berkelanjutan perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Kata Kunci: Stroke, Rehabilitasi, Keluarga, Website.  ABSTRACT Posyandu Menur is located in Tirtonirmolo Village, Kasihan District, Bantul Regency, Yogyakarta Province's Special Region, and has 33 families with stroke patients. Family is a vital part of the post-stroke patient care process. Adherence to medicine, appropriate psychological and emotional stress management, and the adoption of a balanced eating pattern all contribute to the treatment's success. This activity aims to improve families' understanding of post-stroke patient care through website-based media, as well as expand their knowledge about the importance of medication adherence, effective psychological and emotional stress management, and the application of appropriate nutritional patterns for post-stroke patients. This activity began with socialisation and focus group discussions with the management of Posyandu Menur and Kasihan 2 Health Centre, which covered the Plan of Action (PoA), Terms of Reference (ToR), and explanations about website-based technology. Next, health education was conducted through lectures and simulations using the SEMAR website, which is accessible for free, anytime, anywhere, and can be used repeatedly via smartphone. Thirty-three members of the Menur Posyandu attended this event. With a p-value of 0.000, partners' knowledge of post-stroke patient care in the good category rose to 87.9% following the intervention, demonstrating a significant difference between the two periods. Furthermore, partners' comprehension of efficient coping mechanisms and psychological and emotional stress management climbed to 81.8% in the good group, with a p-value of 0.000, showing a significant difference. Additionally, partners' understanding of healthy eating habits rose to 87.9% in the good category, indicating a significant shift with a p-value of 0.000. In a similar vein, partners' awareness of medication adherence rose to 81.8% in the good category, with a significant difference between before and after the intervention (p-value = 0.000). The website-based educational activity SEMAR is effective in increasing families' knowledge about post-stroke patient care. There was a significant improvement in medication adherence, stress management, and nutritional patterns after the intervention. It is recommended that the SEMAR website-based educational program be continued and its implementation expanded to other posyandu. Content updates and ongoing support are needed to ensure the program's sustainability and effectiveness. Keywords: Stroke, Rehabilitation, Family, Website.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Murid tentang Penanganan Tersedak melalui Penyuluhan Demonstratif Teknik Heimlich Maneuver di TK Aisyiyah 31 Banjarmasin Salam, Abdus; Satriani, Desy; Wulan, Diah Retno; Daud, Izma; Julianto, Julianto; Aprilia, Hanura; Noorkhalilati, Noorkhalilati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24124

Abstract

ABSTRAK Tersedak (choking) merupakan kondisi kegawatdaruratan pada anak usia dini yang berpotensi menimbulkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Tingginya risiko tersedak pada anak prasekolah dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan motorik anak serta rendahnya keterampilan orang tua dan guru dalam melakukan pertolongan pertama yang sesuai prosedur medis. Panduan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan berbasis demonstrasi langsung teknik heimlich maneuver. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan orang tua dan guru TK dalam menangani kejadian tersedak pada anak usia dini. Metode Penelitian yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan disertai demonstrasi langsung dan praktik berkelompok, dengan desain evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di TK Aisyiyah 31 Kota Banjarmasin dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari orang tua murid dan guru TK. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta, di mana kategori pengetahuan dan keterampilan “Baik” meningkat dari 12% pada pre-test menjadi 92% pada post-test, serta tidak ditemukan lagi peserta pada kategori Kurang dan Cenderung Kurang. Metode demonstrasi langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotorik peserta. Penyuluhan kesehatan dengan metode demonstrasi langsung efektif meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi choking emergency pada anak usia dini, sehingga layak direkomendasikan sebagai model edukasi berkelanjutan di lingkungan pendidikan anak. Kata Kunci: Tersedak, Himlick Manuver, Keperawatan Gawatdarurat.   ABSTRACT Choking is an emergency condition in early childhood that can potentially cause death if not treated quickly and appropriately. The high risk of choking in preschool children is influenced by their limited motor skills and the low level of skills of parents and teachers in providing first aid in accordance with medical procedures. This community service activity guide is designed as a promotional and preventive effort through health education based on direct demonstrations of the Heimlich maneuver technique. This activity aims to improve the knowledge, skills, and preparedness of parents and kindergarten teachers in handling choking incidents in young children. Health education accompanied by direct demonstrations and group practice was used, with a pre-test and post-test evaluation design. The activity was carried out at Aisyiyah 31 Kindergarten in Banjarmasin City, involving 50 participants consisting of parents and kindergarten teachers. The evaluation showed a significant improvement in participants' abilities, with the “Good” category for knowledge and skills increasing from 12% in the pre-test to 92% in the post-test, and no participants remaining in the ‘Poor’ and “Tending to be Poor” categories. The live demonstration method proved effective in improving participants' cognitive understanding and psychomotor skills. Health education using the direct demonstration method is effective in improving preparedness and mitigation skills for choking emergencies in young children, making it a recommended model for continuing education in early childhood education settings. Keywords: Choking, Heimlich Manoeuvre, Emergency Nursing.
Peningkatan Literasi Kesehatan Jiwa Remaja melalui Program Edukasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Florensa, Florensa; Hidayah, Nurul; Kirana, Wahyu; Sari, Lintang; Yousriatin, Fajar; Huda, Nurul; Astuti, Dwi Puji
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24386

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan kesehatan jiwa, terutama remaja yang berada dalam lingkungan pembinaan seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Kondisi keterbatasan sosial, tekanan psikologis, serta stigma dapat berdampak pada kesejahteraan mental remaja binaan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa remaja melalui program edukasi kesehatan jiwa di LPKA Sungai Raya / Lapas Anak Pontianak. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 70 remaja binaan sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan pemberian materi edukatif mengenai kesehatan jiwa remaja, pengenalan emosi, strategi koping adaptif, serta pentingnya mencari bantuan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi, keaktifan diskusi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mampu mengungkapkan pemahaman dasar tentang kesehatan jiwa, serta menunjukkan sikap yang lebih terbuka dalam membicarakan perasaan dan masalah psikologis. Program edukasi ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan jiwa remaja binaan di LPKA. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Jiwa, Remaja, Edukasi, LPKA, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Adolescents are a particularly vulnerable age group when it comes to mental health issues, especially those in institutional care settings such as Juvenile Correctional Facilities (LPKA). Social limitations, psychological pressures, and stigma can significantly impact the mental well-being of these young individuals. This Community Service Program (PKM) aims to enhance adolescent mental health literacy through an educational initiative at the Sungai Raya LPKA / Pontianak Juvenile Detention Center. The program engaged 70 incarcerated youth as participants. Implementation methods included interactive counseling, group discussions, and educational materials covering adolescent mental health, emotional awareness, adaptive coping strategies, and the importance of seeking professional support. The activity was evaluated qualitatively through observation of participation, engagement in discussions, and participant feedback. Results indicate that participants enthusiastically took part in the program, demonstrated a foundational understanding of mental health, and showed greater openness in discussing feelings and psychological issues. This educational initiative is expected to serve as a promotive and preventive effort in supporting the mental health of juvenile inmates at LPKA. Keywords: Mental Health Literacy, Adolescents, Education, LPKA, Community Service.
Upaya Pencegahan Stroke Sejak Dini pada Remaja melalui Intervensi Pendidikan Kesehatan di MA Darul Inayah Ramadhan, Muhammad Deri; Triwahyuni, Nova; Kusumah, Mochamad Gibran Adrian; Al - Fathir, Muhammad Ghibran; Ariyanti, Nadila; Amini, Aisyah; Khairinnissa, Almira; Ardana, Novia; Azizah, Helsa; Risdianto, Riki; Agustina, Imas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23703

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan stroke dapat meningkatkan potensi kasus pada usia muda, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengenalan dan pencegahan penyakit stroke di MA Darul Inayah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode ceramah interaktif dan diskusi yang didukung dengan media edukatif berupa leaflet, poster, serta presentasi PowerPoint. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diadaptasi dari Stroke Knowledge Test (SKT) versi Malay dengan jumlah peserta sebanyak 31 siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari 59,68% sebelum penyuluhan menjadi 80,97% setelah penyuluhan dengan selisih peningkatan sebesar 21,29%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai pengenalan dan pencegahan penyakit stroke efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa terhadap pentingnya penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan sejak usia remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stroke, Pencegahan, Pengetahuan, Remaja.  ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of death and disability worldwide, including in Indonesia, with a prevalence of 8.3 per 1,000 population. The lack of knowledge among adolescents regarding risk factors and prevention efforts for stroke increases the potential for cases to occur at a young age, making early health education essential. The purpose of this study was to determine the effect of health education on improving students’ knowledge about the recognition and prevention of stroke at MA Darul Inayah. The method used in this study was an interactive lecture and discussion supported by educational media such as leaflets, posters, and PowerPoint presentations. Knowledge evaluation was carried out through pre-test and post-test adapted from the Malay version of the Stroke Knowledge Test (SKT) involving 31 students from grades X and XI. The results showed an increase in students’ knowledge from 59.68% before the session to 80.97% after the session, with an improvement of 21.29%. The conclusion of this study indicates that health education about the recognition and prevention of stroke is effective in enhancing students’ knowledge and awareness of the importance of adopting a healthy lifestyle as an early preventive effort during adolescence. Keywords: Health Education, Stroke, Prevention, Knowledge, Adolescent.
Mie Growol sebagai Alternatif Pangan Darurat yang Kaya Manfaat untuk Ketahanan Pangan Styaningrum, Silvia Dewi; Puspaningtyas, Desty Ervira; Sari, Puspita Mardika; Sucipto, Adi; Wijaya, Andri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24913

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, gempa dan masih banyak lagi. Dalam menghadapi bencana, penting untuk mempersiapkan pangan darurat yang dapat memenuhi kebutuhan gizi. Salah satu upaya adalah pengembangan produk berbasis pangan lokal, yaitu mie dari growol, makanan tradisional dari singkong yang telah difermentasi, yang memiliki manfaat kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat growol dan potensinya sebagai pangan darurat. Selain itu, pelatihan pembuatan mie dari growol diharapkan dapat memperkenalkan mie dari bahan nonterigu. Metode yang digunakan adalah edukasi dan pelatihan. Edukasi diberikan tentang growol, manfaatnya bagi kesehatan, dan potensinya dalam penyediaan pangan darurat. Pelatihan kemudian dilakukan dengan mengajarkan peserta cara membuat mie dari growol menggunakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di rumah tangga.Kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan yang baik mengenai growol dan manfaat kesehatan yang dimilikinya. Pelatihan pembuatan mie growol menunjukkan hasil positif, dengan peserta aktif berpartisipasi dalam praktik pembuatan mie dan memberikan penilaian positif terhadap rasa mie growol, yang lebih gurih dibandingkan mie terigu. Kegiatan ini berhasil memberikan edukasi mengenai growol sebagai alternatif pangan darurat dan meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat mie growol. Produk mie growol ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor.Kata Kunci: Mie Growol, Pangan Darurat, Nonterigu, Ketahanan Pangan.  ABSTRACT Indonesia is a country prone to natural disasters, floods, landslides, volcanic eruptions, earthquakes, and many more. In the face of disasters, it is important to prepare emergency food that meets nutritional needs. One effort is the development of locally produced food products, namely noodles made from growol, a traditional fermented cassava product with health benefits. This activity aims to educate the public about the benefits of growol and its potential as emergency food. In addition, training in making noodles from growol is expected to introduce noodles made from non-wheat ingredients. The methods used are education and training. Education is provided on growol, its health benefits, and its potential as an emergency food source. Training is then conducted by teaching participants how to make noodles from growol using simple technology that can be applied in households. Participants demonstrated good knowledge of growol and its health benefits. The training on making growol noodles showed positive results, with participants actively participating in the noodle-making practice and giving positive reviews of the taste of growol noodles, which were more savoury than wheat noodles. This activity successfully provided education on growol as an emergency food alternative and improved participants' skills in making growol noodles. It is hoped that this growol noodle product can strengthen. Keywords: Growol Noodle, Emergency Food, Non-Wheat, Food Security.
Focus Group Discussion dalam Peningkatan Pengetahuan Kader tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular Sari, Nia Novita; Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.13279

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit kronik atau kondisi medis yang tidak dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya dan saat ini merupakan masalah serius dan masih mendapat perhatian khusus dibidangkesehatan. Tingginya kejadian dan kematian akibat PTM menjadikan pengendaliannya penting dilakukan. Salah satu pencegahan dan pengendalian oleh pemerintah adalah adanya pemberdayaan kader. Pemberdayaan kader dapat dikembangkan melalui peran kader. Peran kader kesehatan sangat penting dalam menyebarkan informasi kesehatan, termasuk informasi terkait pencegahan penyakit tidak menular. Menganalisis pengetahuan kader tentang penyakit tidak menular melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terarah tentang pencegahan penyakit tidak menular. Jumlah kader yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 orang, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 8 pertanyaan. Secara umum pengetahuan yang diperoleh kader mengenai penyakit tidak menular dikategorikan dalam pengetahuan baik. Hal ini dilihat dari kader menjawab pertanyaan tentang penyakit tidak menular yang diajukan oleh fasilitator. Pengetahuan kader tentang penyakit tidak menular sudah baik. Pengetahuan ini sangat penting agar para kader lebih siap dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan Kader, Focus Group Discussion, Penyakit Tidak Menular.  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) are chronic diseases or medical conditions that cannot be transmitted from one individual to another and are currently a serious issue that continues to receive special attention in the health sector. The high incidence and mortality rates caused by NCDs make their control essential. One of the prevention and control efforts carried out by the government is the empowerment of health cadres. Cadre empowerment can be strengthened through the active roles of these cadres. The role of health cadres is crucial in disseminating health information, including information related to the prevention of non-communicable diseases. To analyze the knowledge of health cadres about non-communicable diseases using the Focus Group Discussion (FGD) method. The method used in this activity was a Focus Group Discussion (FGD) on the prevention of non-communicable diseases. A total of 20 cadres participated in the activity, with 8 questions discussed during the session. Overall, the knowledge acquired by the cadres regarding non-communicable diseases was categorized as good. This was evident from the cadres’ ability to answer the questions about non-communicable diseases posed by the facilitator. The cadres’ knowledge about non-communicable diseases was already good. This knowledge is very important to ensure that the cadres are better prepared to provide health education to the community. Keywords: Cadre’s Knowledge, Focus Group Discussion, Non-Communicable Disease.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue