cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Pemberdayaan Keluarga Pasien Stroke melalui Pelatihan Relaksasi Terpadu Berbasis Mindfulness untuk Mendukung Rehabilitasi di Rumah Suantari, Luh Ari; Artha Kusuma, I Nyoman Krisna; Purnama Sari, Putu Mariany; Kusmadi, I Kadek Doni; Sri Rahayu, Dewa Ayu Erna; Israfil, Israfil; Darma Suyasa, I Gede Putu; Buntari Agustini, Ni Luh Putu Inca; Indrayani, Ni Luh Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24890

Abstract

ABSTRAK Keluarga berperan sebagai pengasuh utama dalam rehabilitasi pasien stroke berbasis rumah, namun peran ini kerap dihadapkan pada stres psikologis, kelelahan emosional, dan keterbatasan kemampuan koping yang dapat memengaruhi kualitas perawatan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan keluarga pasien stroke melalui pelatihan relaksasi terintegrasi berbasis mindfulness untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan regulasi stres, serta kesiapan caregiver dalam menjalankan perannya.Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan tenaga interprofesional serta mengacu pada kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Sebanyak 15 caregiver mengikuti edukasi terstruktur, diskusi kelompok kecil, dan demonstrasi teknik relaksasi yang meliputi pernapasan mindfulness, pernapasan dalam, serta relaksasi otot progresif. Proses pembelajaran didukung media leaflet dan audiovisual untuk menunjang praktik mandiri di rumah.Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan rendah dengan rerata skor 38,0. Setelah pelatihan, hampir seluruh peserta mencapai kategori pengetahuan baik dengan rerata skor 100. Analisis statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (Z = −3,296; p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan relaksasi berbasis mindfulness efektif mendukung peran keluarga dalam rehabilitasi pasien stroke berbasis komunitas. Kata Kunci: Stroke, Caregiver, Mindfulness, Relaksasi Terintegrasi, Rehabilitasi Di Rumah.  ABSTRACT Family members play a central role as primary caregivers in home-based stroke rehabilitation, yet this responsibility is frequently associated with psychological stress, emotional exhaustion, and limited coping skills that may compromise care quality. This community service program aimed to empower families of stroke patients through integrated mindfulness-based relaxation training to improve caregivers’ knowledge, stress regulation abilities, and readiness to provide care.The program applied an educational and participatory approach with interprofessional collaboration and was guided by the POAC framework (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Fifteen caregivers participated in structured educational sessions, small-group discussions, and demonstrations of relaxation techniques, including mindfulness breathing, deep breathing, and progressive muscle relaxation. Educational materials were supported by leaflet and audiovisual media to encourage independent home practice. Program effectiveness was assessed using pre-test and post-test evaluations and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test. Results showed a significant improvement in caregivers’ knowledge, with mean scores increasing from 38.0 before the intervention to 100 after training (Z = −3.296; p = 0.001). These findings indicate that mindfulness-based relaxation training is a feasible and effective strategy to reduce caregiver stress and enhance family capacity in community-based stroke rehabilitation. Keywords: Stroke, Caregiver, Mindfulness, Integrated Relaxation, Home Based Rehabilitation.
Penerapan Perawatan Berpusat Keluarga dalam Penanganan Stunting di Komunitas Tahlil, Teuku; Maulina, Maulina; Hadi, Nurul; Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24000

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah nutrisi kronis yang berdampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang merupakan sumber daya manusia masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga sebagai unit utama pengasuhan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam pencegahan stunting melalui penerapan pendekatan pelayanan yang berpusat keluarga atau Family Centered Care (FCC). Metode pelaksanaan intervensi meliputi kegiatan koordinasi dengan pemerintah gampong dan puskesmas, sosialisasi program Keluarga Sadar Stunting, edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita, pelatihan kader posyandu, pembentukan taman sehat keluarga, serta penyediaan sarana pendukung berupa modul FCC, video edukasi, alat stimulasi anak, dan timbangan digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting setelah intervensi. Selain itu, kemampuan kader dalam deteksi dini masalah gizi meningkat, keaktifan masyarakat dalam mengikuti posyandu bertambah, dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi semakin optimal. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara fakultas, puskesmas, dan pemerintah gampong. Dengan demikian, pendekatan FCC terbukti efektif dalam memberdayakan keluarga sekaligus mendorong upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di komunitas. Tenaga perawat dan professional terkait di komunitas perlu mempertimbangkan penggunaan pendekatan FCC dalam pencegahan stunting di Masyarakat. Kata Kunci: Family Centered Care, Stunting, Pemberdayaan Keluarga, Posyandu.  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and cognitive development, a future human capital. An effective stunting prevention intervention requires an approach that goes beyond nutritional interventions by empowering families as the primary caregiving unit. This community engagement program aimed at enhancing family capacity in stunting prevention through the implementation of the Family Centered Care (FCC) approach. The activities included coordination with village authorities and the local health center, implementation of the “Stunting-Aware Family” campaign, health education for pregnant women and mothers of toddlers, training for posyandu cadres, establishment of family health gardens, and provision of related support materials such as FCC modules, educational videos, child stimulation tools, and digital weighing scales. Evaluation results showed a significant improvement in mothers’ knowledge, attitudes, and practices related to stunting prevention. Additionally, cadre skills in early nutritional detection improved, community participation in posyandu increased, and the utilization of home gardens as sources of nutritious food became more optimal. The program has also strengthened collaboration between the Faculty of Nursing, the local health center, and the village government. In conclusion, the FCC approach has proven effective in empowering families and promoting sustainable stunting prevention efforts at the village level. Community health nurses and other related professionals should consider the use of FCC in stunting prevention approach in community setting. Keywords: Family Centered Care, Stunting, Family Empowerment, Community Health Posts.
Sinergi Komunitas Tani dan Kader Posyandu melalui Karangasem Gemilang: Gerakan Milenial Lawan Anemia dan Gizi Buruk Berbasis Pangan Fungsional Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Antari, Ni Wayan Sukma; Widnyani, Ida Ayu Putu Ary
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24410

Abstract

ABSTRAK Desa Tianyar di Kabupaten Karangasem memiliki potensi mangga dan jambu mete yang belum diolah optimal serta menghadapi masalah anemia dan gizi buruk tinggi. Melalui program PM-BEM 2025, sinergi Kelompok Tani Taman Sari dan kader posyandu dilakukan untuk mengolah potensi lokal menjadi pangan fungsional Kukis Mangga Mete dan Granola Mangga Mete guna meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat, mewujudkan Karangasem GEMILANG yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memberdayakan masyarakat Desa Tianyar melalui sinergi Kelompok Tani Taman Sari dan kader posyandu dalam mengolah potensi lokal mangga dan mete menjadi produk pangan fungsional Kukis Mangga Mete dan Granola Mangga Mete guna meningkatkan nilai ekonomi hasil tani serta mendukung pencegahan anemia dan gizi buruk di Kabupaten Karangasem. Program dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi awal dan FGD, edukasi gizi dan pangan fungsional, pelatihan produksi olahan mangga–mete, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre–post test dan observasi praktik. Program Karangasem GEMILANG meningkatkan pengetahuan peserta tentang pangan fungsional dari 6,5% menjadi 85,2%, serta keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk MangMete Cookies dan MangMete Bar mencapai lebih dari 80%. Sinergi kelompok tani dan kader posyandu efektif memberdayakan masyarakat dalam pengolahan pangan lokal berbasis mangga dan mete, meningkatkan ekonomi desa, serta mendukung pencegahan anemia dan gizi buruk di Kabupaten Karangasem. Kata Kunci: Anemia, Gizi Buruk, Pangan Fungsional, Mangga, Mete.  ABSTRACT Tianyar Village in Karangasem Regency has great potential in mango and cashew cultivation; however, these local resources have not been optimally processed, while the community faces high rates of anemia and malnutrition. Through the PM-BEM 2025 program, a synergy between the Taman Sari Farmers Group and Posyandu health cadres is established to transform local agricultural products into functional foods Mango Cashew Cookies (MangMete Cookies) and Mango Cashew Granola Bars (MangMete Bars) aimed at improving both the community’s economy and health, realizing Karangasem GEMILANG as a healthy, productive, and competitive region. To empower the community of Tianyar Village through collaboration between the Taman Sari Farmers Group and Posyandu cadres in processing local mango and cashew resources into functional food products that enhance agricultural economic value and support anemia and malnutrition prevention in Karangasem Regency. The program was carried out using an educative–participatory approach through initial observation and FGD, nutrition and functional food education, training on mango–cashew product processing, group discussions, and evaluation through pre–post tests and practice observations. The Karangasem GEMILANG program increased participants’ knowledge of functional foods from 6.5% to 85.2%, while skills in production, packaging, and marketing of MangMete Cookies and MangMete Bars improved to over 80%. The synergy between farmer groups and posyandu cadres effectively empowered the community in processing local mango and cashew-based functional foods, improving the village economy and supporting anemia and malnutrition prevention in Karangasem Regency. Keywords: Anemia, Malnutrition, Functional Food, Mango, Cashew. 
Pelatihan Efikasi Diri Mahasiswa Universitas Malahayati Sandayanti, Vira; Supriyati, Supriyati; Junilia, Elsy; Hermawan, Dessy; Sutikno, Sutikno; Perdana, Andre Pebrian; Arisandi, Syafik; Amnesti, Rahayu Tias Wulan; Sabila, Atikah Dwi; Ramadhani, Hamisyah; Oktasari, Yosa; Hartati, Zulfah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23464

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa berada pada masa transisi dari remaja menuju dewasa yang menuntut kemampuan belajar mandiri, pengaturan waktu, serta penyesuaian terhadap tuntutan sosial dan akademik. Keberhasilan pada tahap ini tidak hanya bergantung pada kemampuan kognitif, tetapi juga pada efikasi diri, yakni keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk mencapai tujuan (Bandura, 1997). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri mahasiswa melalui pelatihan partisipatif berbasis teori Bandura. Kegiatan diikuti oleh 15 mahasiswa dan terdiri atas lima sesi: pengantar, self-awareness, self-efficacy, afirmasi positif, dan penutup. Evaluasi dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pre-test dan post-test, serta kualitatif melalui observasi dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor efikasi diri dari rata-rata 6,80 menjadi 8,27 (p = 0,003), serta peningkatan kepercayaan diri, kesadaran potensi, dan motivasi setelah pelatihan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi metode partisipatif, dukungan sosial, dan pengalaman keberhasilan selama kegiatan. Secara keseluruhan, pelatihan efikasi diri ini efektif dalam mengembangkan keyakinan dan kesadaran diri mahasiswa, serta layak dijadikan program berkelanjutan dalam pengembangan pribadi dan kesiapan menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja. Kata Kunci: Efikasi Diri, Pelatihan, Mahasiswa, Afirmasi Positif, Kesadaran Diri.  ABSTRACT University students are in a transitional stage from adolescence to adulthood, which requires them to learn independently, manage their time effectively, and adapt to various social and academic demands. Success at this stage is not determined solely by cognitive abilities but also by self-efficacy an individual’s belief in their capability to organize and execute actions to achieve specific goals (Bandura, 1997). This study aimed to enhance students’ self-efficacy through a participatory training program based on Bandura’s self-efficacy theory. The training involved 15 students and consisted of five sessions: introduction, self-awareness, self-efficacy, positive affirmation, and closing. Evaluation was conducted using both quantitative methods (pre-test and post-test) and qualitative approaches (observation and participant reflection). The results showed a significant increase in self-efficacy scores from a mean of 6.80 to 8.27 (p = 0.003), along with improved self-awareness, confidence, and motivation among participants. Supporting factors included a participatory learning approach, a supportive environment, and small success experiences throughout the sessions. Overall, the self-efficacy training effectively enhanced students’ confidence, self-awareness, and motivation, making it a promising ongoing program for personal development and academic or career readiness. Keywords: Self-Efficacy, Training, University Students, Positive Affirmation, Self-Awareness.
Upaya Pencegahan Preeklampsi pada Ibu Hamil melalui Deteksi Dini dan Paket Edukasi Kesehatan AS, Emilda; Magfirah, Magfirah; Alchalidi, Alchalidi; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22440

Abstract

ABSTRAK Preeklampsia dan eklampsia menempati urutan kedua didunia sebagai penyumbang angka mordibitas dan mortalitas bagi ibu hamil yang memengaruhi 3% sampai 8% wanita hamil setelah pendarahan serta dapat meningkatkan risiko kematian janin sebesar empat kali dibandingkan dengan kehamilan normal. Jika hipertensi tidak dapat di antisipasi maka akan mengarah ke preeklamsia yang dapat meningkatkan resiko komplikasi selama kehamilan seperti kerusakan sistem atau organ lainnya yang berefek jangka panjang. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut diperlukan pencegahan dini terutama pada kelompok yang berisiko tinggi dengan kegiatan pencegahan penyakit (promotif–preventif) seperti promosi kesehatan, penyuluhan, pendidikan masyarakat, maupun upaya-upaya pencegahan lainnya terbukti efektif dapat membentuk mindset masyarakat yang lebih peduli akan kesehatan diri dan keluarganya, yang pada akhirnya akan mewujudkan kesehatan masyarakat. Selain itu, program pendampingan ibu hamil dan kader ini telah terbukti bermanfaat dalam memotivasi ibu hamil agar rajin memeriksakan kesehatannya secara rutin selama masa kehamilan hingga nifas. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsi dan cara membantu mengurangi gejalanya. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi kesehatan dan deteksi dini. Adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah pada ibu hamil diberikan edukasi dengan kategori baik yaitu 60% menjadi 86,7%. Pemberian edukasi ibu hamil tentang preeklamsi dan cara membantu mengurangi gejalanya dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesehatan ibu hamil, sekaligus mendukung upaya pencegahan morbiditas dan mortalitas maternal di masyarakat. Kata Kunci: Preeklamsi, Deteksi Dini, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Preeclampsia and eclampsia rank second in the world as contributors to morbidity and mortality rates for pregnant women, affecting 3% to 8% of pregnant women after bleeding and can increase the risk of fetal death by four times compared to normal pregnancies. If hypertension cannot be anticipated, it will lead to preeclampsia which can increase the risk of complications during pregnancy such as damage to other systems or organs that have long-term effects. Therefore, to prevent this, early prevention is needed, especially in high-risk groups with disease prevention activities (promotive-preventive) such as health promotion, counseling, community education, and other prevention efforts that have proven effective in forming a mindset of the community that is more concerned about the health of themselves and their families, which will ultimately realize public health. In addition, this program of mentoring pregnant women and cadres has been proven to be useful in motivating pregnant women to diligently check their health regularly during pregnancy until postpartum. Increase knowledge of pregnant women about preeclampsia and how to help reduce its symptoms. The community service method used in this activity was health education and early detection interventions. There was a difference in knowledge scores between pregnant women before and after receiving education, with a positive score, increasing from 60% to 86.7%. Providing education about preeclampsia and ways to help reduce its symptoms can improve their understanding. This community service activity provides tangible benefits for improving the health of pregnant women while supporting efforts to prevent maternal morbidity and mortality in the community. Keywords: Preeclampsia, Early Detection, Health Education.
Penguatan Kapasitas Tenaga Kesehatan melalui Upaya Sosialisasi Penanggulangan Emerging Disease di Wilayah Kota Palu Ismawati, Ismawati; Pendit, Saka Adhijaya; Yulianti, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24078

Abstract

ABSTRAK Menghadapi emerging disease di wilayah yang memilki potensi wabah/KLB dangan kategori ancaman tinggi, maka dibutuhkan upaya peningkatan kapasitas khususnya tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak masalah kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2025 dengan metode sosialisasi pada petugas kesehatan di 14 puskesmas wilayah kerja Kota Palu dan RSUD Anutapura Palu. Kapasitas tenaga kesehatan dinilai berdasarkan kebijakan, edukasi bencana, dan informasi bencana sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kapasitas tenaga kesehatan. Penilaian responden berdasarkan persentase seluruh item pertanyaan masih di bawah 80%, menunjukkan bahwa upaya penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani emerging diseases belum optimal dilaksanakan di Kota Palu. Pemberian sosialisasi pada tenaga kesehatan menghadapi emerging disease merupakan langkah awal dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan.  Kata Kunci: Kapasitas, Tenaga Kesehatan, Bencana, Emerging Disease.  ABSTRACT Facing emerging diseases in areas with the potential for outbreaks/outbreaks with a high threat category, efforts are needed to increase the capacity of health workers as the frontline in providing health services to communities affected by health problems. This activity was carried out in February 2025 through a socialization method for health workers in 14 community health centers in the Palu City working area and the Anutapura Palu Regional Hospital. Health worker capacity was assessed based on policies, disaster education, and disaster information as strengthening factors that influence health worker capacity. Respondent assessments based on the percentage of all question items were still below 80%, indicating that efforts to strengthen the capacity of health workers in handling emerging diseases have not been optimally implemented in Palu City. Providing socialization to health workers facing emerging diseases is the first step in increasing health worker capacity. Keywords: Capacity, Health Workers, Disaster, Emerging Disease.
Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Desa Adiraja Kabupaten Cilacap Menawati, Khairunnisa; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24204

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian anemia di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum memahami pentingnya pencegahan anemia melalui pola makan sehat dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi pencegahan anemia dan pemberian TTD kepada remaja putri di Desa Adiraja, Kabupaten Cilacap. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan media leaflet dan powerpoint, serta dilakukan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 68,4 (pre-test) menjadi 83,6 (post-test). Peserta menunjukkan antusiasme dalam sesi diskusi dan lebih memahami pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai anemia serta langkah-langkah pencegahannya. Untuk keberlanjutan program, diperlukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam memastikan bahwa remaja putri mengonsumsi TTD dengan pemberian kartu bukti konsumsi TTD sehingga memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Remaja Putri.  ABSTRACT The high incidence of anemia in Indonesia indicates that many adolescents still do not fully understand the importance of anemia prevention through a healthy diet and the consumption of Iron Supplement Tablets (TTD). Therefore, an anemia prevention socialization program and TTD distribution were conducted for adolescent girls in Adiraja, Cilacap. The implementation method of this activity utilized leaflets and powerpoint presentations, along with pre-tests and post-tests to evaluate the participants' understanding of the material. The results showed an increase in the average score from 68.4 (pre-test) to 83.6 (post-test). Participants demonstrated enthusiasm during the discussion sessions and gained a better understanding of the importance of regularly consuming TTD. This socialization effectively enhanced adolescent girls' knowledge of anemia and its prevention measures. For program sustainability, periodic monitoring and evaluation are necessary to ensure that adolescent girls consistently consume TTD by providing a TTD consumption record card, ensuring that the knowledge gained continues to be applied in their daily lives. Keywords: Anemia, Education, Adolescent Girls.
Pelatihan Managemen Sampah untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Sesuai SDG’s 13 di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kalitengah Tanggulangin Syahrorini, Syamshudduha; Mulyadi, Akhmad; Ayuni, Shazana Dyah; Prihatiningrum, Andriani Eko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.22067

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan permasalahan yang selalu dihadapi baik di kota maupun di desa, karena setiap hari setiap individu membuang sampah setidaknya sebesar 0,5 kg. Untuk itu perlu adanya edukasi ke Masyarakat bagaimana mengolah sampah sebelum dibuang ke TPS. Desa Kalitengan dalam penanganan sampah masih mengandalkan pembuangan sampah di tingkat desa, dengan cara pengambilan sampah satu minggu sekali dengan biaya setiap rumah 20 ribu. Sampah rumah tangga adalah sampah yang paling banyak, sehingga perlu adanya pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga, pengumpulan atau daur ulang sampah plastik. Dengan demikian diharapkan masyarakat sudah bisa memilah sampah rumah tangganya sebelum dibuang ke TPS. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Ranting “Aisyiyah Kalitengan Tanggulangin Sidoarjo memberikan penyadaran akan managemen pemilahan sampah dan pengolahan sampah organic dari rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan pelatihan managemen bank sampah, pengolahan sampah organic menjadi eco enzyme dan kegunaannya, serta pembuatan eco brik. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini warga ‘Aisyiyah Ranting Kalitengah bisa mengolaha sampah organic menjadi eco enzyme, pembukuan bank sampah dan eco brik. Dari pelatihan ini warga ‘Aisyiyah bisa memilah sampah organic dan an organic yang bernilai ekonomis Kata Kunci: ‘Aisyiyah, Managemen Sampah, Organik, Pelatihan.  ABSTRACT Waste is a persistent problem in both cities and villages, as each individual disposes of at least 0.5 kg of waste daily. Therefore, community education is needed on how to process waste before disposing of it at the landfill (TPS). Kalitengan Village still relies on village-level waste disposal for waste management, with weekly collection at a cost of 20,000 Rupiah per household. Household waste constitutes the largest source of waste, necessitating training on organic household waste management, plastic waste collection, and recycling. This is expected to empower the community to sort their household waste before disposing of it at the TPS. Through the Institute for Environment and Disaster Management (LLHPB), the Branch Leadership of "Aisyiyah Kalitengan Tanggulangin Sidoarjo provides awareness of waste sorting management and organic waste processing from households. The method used in this community service is to provide training on waste bank management, processing organic waste into eco-enzymes and their uses, and making eco-briks. The results of this community service are that residents of 'Aisyiyah Kalitengah Branch can process organic waste into eco-enzymes, bookkeeping for waste banks and eco-briks. From this training, 'Aisyiyah residents can sort organic and inorganic waste that has economic value. Keywords: 'Aisyiyah, Waste Management, Organic, Training
Implementasi Video Edukasi Stretching dan Pernapasan untuk Meningkatkan Kardirespirasi pada Karate Apdi (Anak Penderita Disabilitas Intelektual) Elfiyani, Nur Khotimah; Puspita, Dyas Nurvitasari; Rantika, Wa Ode; Nesi, Nesi; Fuadi, Dela Fariha; Fikri, Nuraini; Handajany, Sofie; Amabel, Elysia; Balqis, Nazwa Azzahra; Dewanti, Yudhistika Rahma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23164

Abstract

ABSTRAK Anak Penyandang Disabilitas Intelektual (APDI) memiliki keterbatasan dalam kapasitas kardiorespirasi dan kemampuan motorik kasar yang berdampak pada kemandirian serta partisipasi sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan video edukasi stretching dan pernapasan berbasis karate adaptif guna meningkatkan fungsi kardiorespirasi dan keterampilan motorik APDI. Program dilaksanakan di Yayasan Asih Budi dengan melibatkan 21 peserta, guru pendamping dan intruktur karate. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi berdurasi lima menit yang menampilkan gerakan stretching dasar karate adaptif, disertai latihan pernapasan dan praktik karate sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi peserta dan wawancara terhadap guru dan intruktur karate menilai efektivitas media serta respon anak. Hasil menunjukkan bahwa video edukasi meningkatkan antusiasme dan keterlibatan peserta. Gerakan sederhana seperti mengangkat tangan dan menarik napas dapat diikuti dengan baik, namun transisi cepat dari berdiri ke duduk menjadi tantangan bagi sebagian peserta. Instruksi verbal terbukti penting dalam membantu pemahaman dan fokus. Guru menilai video efektif sebagai media pembelajaran, namun perlu penyesuaian tempo dan pengulangan gerakan. Implementasi video edukasi stretching dan pernapasan berbasis karate adaptif terbukti efektif untuk meningkatkan koordinasi gerak, kebugaran, dan kepercayaan diri APDI. Kombinasi media audiovisual dan bimbingan verbal menjadi strategi pembelajaran yang potensial bagi anak dengan disabilitas intelektual. Kata Kunci: Disabilitas Intelektual, Video Edukasi, Kardiorespirasi, Karate Adaptif, Motorik Kasar.  ABSTRACT Children with Intellectual Disabilities (ID) often experience limitations in cardiorespiratory capacity and gross motor skills, affecting their independence and social participation. This activity aimed to implement an educational video on adaptive karate-based stretching and breathing to improve cardiorespiratory function and motor coordination. The programme was conducted at Yayasan Asih Budi, involving 21 participants, teachers and Karate instructor. The intervention consisted of a five-minute educational video demonstrating adaptive karate stretching movements, followed by breathing and basic karate exercises. Evaluation was conducted through participants observation and interviews with teachers and Karate instructor to assess effectiveness and engagement. The educational video increased enthusiasm and participation among participants. Simple movements, such as hand lifting and breathing, were well-followed, though faster transitions from standing to sitting posed challenges. Verbal guidance played a key role in maintaining understanding and attention. Teachers found the video effective as a learning medium but recommended slower pacing and repeated movements. The implementation of an adaptive karate-based stretching and breathing video proved effective in improving motor coordination, fitness, and confidence among children with intellectual disabilities. Combining audio visual materials with verbal guidance presents a promising approach to inclusive learning. Keywords: Intellectual Disability, Educational Video, Cardiorespiratory, Adaptive Karate, Gross Motor Skills.
Penerapan "Ayah Asi (Breastfeeding Father)" untuk Keberhasilan ASI Eksklusif sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Mekar Agung Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Rasyidah, Nur; Nuraineu, Yaneu; Mawaddah, Dina Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23554

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan ayah, salah satunya melalui pijat oksitosin yang membantu memperlancar produksi ASI. Namun, pengetahuan ayah mengenai peran tersebut masih rendah, termasuk di Desa Mekar Agung yang belum pernah mendapatkan edukasi khusus terkait Ayah ASI dan pijat oksitosin. Kurangnya keterlibatan ayah dapat menghambat keberhasilan menyusui dan berpotensi meningkatkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas ayah yang memiliki istri hamil dan baduta melalui edukasi “Ayah ASI dan Pijat Oksitosin”, sehingga mereka mampu memberikan dukungan optimal dalam proses menyusui. Secara khusus, kegiatan menargetkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ayah mengenai ASI eksklusif serta kemampuan melakukan pijat oksitosin. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung mengenai peran ayah dalam keberhasilan ASI eksklusif, konsep dasar ASI, dan teknik pijat oksitosin. Peserta mempraktikkan pijat oksitosin dengan supervisi fasilitator. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Terdapat peningkatan pada seluruh komponen yang diukur. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 70 menjadi 79, sedangkan skor sikap meningkat dari 41 menjadi 44. Pada aspek perilaku, peserta menunjukkan dukungan nyata terhadap ibu menyusui setelah kegiatan, serta mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin sesuai standar. Edukasi “Ayah ASI dan Pijat Oksitosin” efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ayah dalam mendukung ibu menyusui di Desa Mekar Agung. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif dan mendukung upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: ASI, Ayah, Pijat Oksitosin, Stunting   ABSTRACT The success of exclusive breastfeeding is strongly influenced by fathers’ support, one of which is through oxytocin massage that helps stimulate breast milk production. However, fathers’ knowledge regarding this role remains low, including in Mekar Agung Village, which has never received specific education on “Breastfeeding Fathers” and oxytocin massage. Limited paternal involvement can hinder breastfeeding success and potentially increase the risk of stunting. This community service program aimed to enhance the capacity of fathers with pregnant wives and children under two years old through the “Breastfeeding Father and Oxytocin Massage” education. Specifically, the program sought to improve fathers’ knowledge, attitudes, and skills related to exclusive breastfeeding, as well as their ability to perform oxytocin massage. Activities were conducted through lectures, discussions, and direct demonstrations on fathers’ roles in exclusive breastfeeding, basic concepts of breast milk, and oxytocin massage techniques. Participants practiced the massage technique under facilitator supervision. Evaluation was carried out using pre- and post-tests to assess changes in knowledge, attitudes, and behaviors. Improvements were observed across all measured components. The mean knowledge score increased from 70 to 79, while the attitude score increased from 41 to 44. In terms of behavior, participants demonstrated concrete support for breastfeeding mothers and were able to perform oxytocin massage according to standards. The “Breastfeeding Father and Oxytocin Massage” education effectively enhanced fathers’ knowledge, attitudes, and skills in supporting breastfeeding mothers in Mekar Agung Village. This program has the potential to increase exclusive breastfeeding success and contribute to stunting prevention efforts. Keywords: Breastfeeding, Fathers, Oxytocin Massage, Stunting.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue