cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10" : 26 Documents clear
Hubungan Waist Hip Ratio (WHR) Dan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Karyawan Administras Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Pratama, Hasfuri Darlan; sariningsih, Sariningsih; Triswanti, Nia; Yunus, Muhamad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20548

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum terjadi akibat postur tubuh yang tidak ergonomis, terutama pada pekerja administrasi yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Selain posisi duduk, distribusi lemak tubuh yang diukur melalui Waist Hip Ratio (WHR) juga diduga memiliki peran dalam meningkatkan risiko LBP. WHR mencerminkan distribusi lemak di daerah perut dan panggul, yang jika tidak seimbang, dapat menyebabkan beban berlebih pada tulang belakang. Di Indonesia, prevalensi LBP akibat pekerjaan diperkirakan berkisar antara 7,6% hingga 37%, dengan faktor risiko yang mencakup umur, indeks massa tubuh, pola duduk, serta durasi kerja. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Waist Hip Ratio (WHR) dan posisi duduk terhadap kejadian Low Back Pain (LBP) pada karyawan administrasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil Penelitian : Mayoritas responden berjenis kelamin pria (54,8%), sedangkan wanita sebanyak (45,2%). WHR perempuan menunjukkan kategori obesitas sentral pada sebagian besar responden, sedangkan WHR laki-laki bervariasi. Posisi duduk sebagian besar tidak ergonomis. Berdasarkan uji statistik, ada keterkaitan bermakna antara WHR perempuan dan kejadian LBP (P<0,05), hubungan negatif sedang antara WHR laki-laki dan LBP, serta hubungan lemah dan tidak signifikan antara posisi duduk dan LBP (P>0,05). Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara Waist Hip Ratio (WHR) pada karyawan perempuan dengan kejadian Low Back Pain (LBP) pada karyawan administrasi. Sementara itu, WHR pada karyawan laki-laki menunjukkan hubungan negatif dengan LBP, namun tidak signifikan secara statistik. Selain itu, posisi duduk tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan LBP, meskipun cenderung berkontribusi terhadap kejadiannya.
Analisis Faktor-Faktor Risiko Pasien Katarak Di RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Halayuda, Moch. Farrel Naufal; Martiningsih, Wahju Ratna; Diatri, Devita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20115

Abstract

Katarak merupakan kondisi lensa mengalami kekeruhan terjadi akibat hidrasi cairan lensa, hilangnya protein lensa, atau kombinasi keduanya. Hal ini mengakibatkan penurunan produktifitas manusia yang berkualitas rendah, dan biaya perawatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor risiko pasien terhadap kejadian katarak di RSUD dr. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Penelitian dilakukan dengan desain analitik obsevasional dengan case-control. Sampel penelitian adalah pasien katarak yang berkunjung di poli mata mata di RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo kota Bojonegoro. Hasil penelitan didapatkan dari 80 responden diantaranya 40 responden katarak dan 40 tidak katarak. Hasil perhitungan statistik memperlihatkan bahwa ada hubungan bermakna antara terjadinya katarak dengan faktor usia (p = 0,042), jenis kelamin (p = 036), riwayat glukoma (p = 0,043), diabetes mellitus (p = 0,013), pekerjaan (p = 0,012) sedangkan faktor merokok (p = 0,793), penggunaan Kortikosteroid (p = 0,745), dan trauma mata (p = 0,314) menunjukkan hubungan yang tidak bermakna. Pada variabel faktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat glaukoma, diabetes mellitus, dan pekerjaan didapatakan hasil memiliki hubungan signifikan dengan katarak sedangkan faktor risiko merokok penggunaan kortikosteroid, dam trauma mata menunjukkan hubungan yang tidak signifikan.
Karakteristik Dan Faktor Prediktor Komplikasi Abortus Di Rumah Sakit DR. Soeroto Ngawi Permatasari, Dyan Amelia; Kuntari, Titik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19977

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab kematian ibu di dunia, termasuk Indonesia. Ngawi merupakan salah satu kabupaten dengan angka kematian ibu yang melebihi rata-rata provinsi Jawa Timur. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan karakteristik, tipe aborsi, penatalaksanaan, dan faktor prediktor komplikasi abortus di RS dr Soeroto, Kabupaten Ngawi pada periode 2018-2019. Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder pasien rawat inap di RS dr. Soeroto, Ngawi. Variabel meliputi karakteristik sosiodemografi, penatalaksanaan, serta faktor prediktif komplikasinya. Hasil menunjukkan bahwa pada periode tersebut, terdapat 120 kasus abortus, yang terdiri atas abortus imminens (48,3%), inkomplet (44,2%), komplet (4,2%), dan missed abortion (3,3%). Abortus paling banyak dialami oleh pasien dalam rentang usia 35-39 tahun (26,7%), berpendidikan SMA (37,5%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (40,8%). Mayoritas pasien mengalami komplikasi (53,3%). Komplikasi terbanyak adalah perdarahan (22,5%), infeksi (10%) dan syok hipovolemik (10%). Penatalaksanaan meliputi medikamentosa dan non medikamentosa. Terapi medikamentosa meliputi pemberian antibiotika, analgetika, hormon, sulfas ferosus, dan pemberian cairan infus. Preparat antibiotika merupakan terapi medikamentosa yang paling banyak digunakan (52,2%). Sebanyak 53 orang (44,2%) mendapatkan terapi nonmedikamentosa kuretase. Pendidikan ibu merupakan faktor yang paling berhubungan dengan risiko terjadinya komplikasi (aOR 3,4; IK95% 1,13-10,14, p-value 0,03). Penatalaksanaan medikamentosa dan non medikamentosa, berupa tindakan kuretase, diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Pendidikan rendah merupakan faktor prediktif terjadinya komplikasi pada ibu yang mengalami abortus.
Gambaran Faktor Risiko Pasien Chronic Kidney Disease Yang Sedang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Rasyid, Aureliany Aulia; Purwaningrum, Ratna; Hutasuhut, Arti Febriyani; Kriswiastiny, Rina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20522

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap dan permanen. Keadaan ini terjadi Ketika ginjal tidak lagi mampu membuang limbah metabolik tubuh atau menjalankan fungsinya secara normal. Zat-zat yang sebaiknya dikeluarkan melalui kemih terjadinya penumpukan didalam cairan tubuh akibat gangguan pada sekresi ginjal, sehingga mengakibatkan gangguan pada fungsi endokrin, metabolisme, serta keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa tubuh. Tujuan Penelitian : mengetahui gambaran faktor-faktor risiko pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang sedang menjalani hemodialisis di rumah sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif menggunakan data sekunder dari 76 pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2024. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif, adapun data yang dipakai berasal dari data sekunder yang diolah secara kuantitatif deskriptif. Hasil Penelitian : Faktor-faktor risiko Predisposisi yang dialami pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Bintang Amin Bandar Lampung meliputi usia >35 tahun (91%), jenis kelamin perempuan (55%), Tingkat pendidikan mayoritas pasien berada pada jenjang SMA (59%), yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap pengelolaan Chronic Kidney Disease (CKD).Faktor-faktor risiko biomedis yang dialami pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Bintang Amin Bandar Lampung riwayat hipertensi (70%), serta riwayat keluarga dengan CKD (66%). Selain itu, faktor lain seperti diabetes melitus (43%), kadar asam urat tinggi (82%), dan batu ginjal (13%) . Kesimpulan : faktor predisposisi dan faktor biomedis memiliki permasalahan dan menjadi faktor penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD).
Gambaran Karakteristik Penderita Morbus Hansen DI RSUP DR. Tadjuddin Chalid Makassar Periode 2022 - 2023 Haris, Mutmainna; Syamsuddin, Heryanto; Saenong, Rizqa Haerani; Farhan, Fanny Septiani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19465

Abstract

Morbus Hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Indonesia masih menduduki peringkat ketiga dengan penderita Morbus Hansen terbanyak di dunia setelah India dan Brazil. Terdapat 14.376 kasus baru Morbus Hansen pada tahun 2023 di Indonesia. Provinsi Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke 14 kasus Morbus Hansen terbanyak dengan jumlah penderita pada tahun 2023 mencapai 817 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita Morbus Hansen di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar periode 2022 – 2023. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data melalui data sekunder dari rekam medis pasien Morbus Hansen periode 2022 – 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh penderita Morbus Hansen periode 2022 – 2023 sebanyak 187 pasien. Dari total 187 sampel didapatkan penderita Morbus Hansen berdasarkan usia yaitu paling banyak berusia 15 – 35 tahun (36.9%), jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki (77.0%), tingkat pendidikan paling banyak adalah SMA (39.0%), pekerjaan paling banyak adalah buruh (22.5%), klasifikasi Morbus Hansen terbanyak adalah tipe Multibasiler (81.3%), reaksi kusta terbanyak adalah tidak ada reaksi (71.7%) dan berdasarkan tingkat disabilitas terbanyak adalah derajat tingkat 0 (77.0%). Berdasarkan hasil yang diperoleh gambaran karakteristik penderita Morbus Hansen di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar periode 2022 – 2023 yaitu dari usia 15 – 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan sebagai buruh, klasifikasi Morbus Hansen tipe Multibasiler, tidak ada reaksi kusta dan derajat cacat tingkat 0.
Pengaruh Promosi Kesehatan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu Dalam Gerakan Pencegahan Stunting Agustina, Bibit Hefrida; Hermawan, Nur Sefa Arief; Rukmana, Nova Mega
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.17630

Abstract

Kader Posyandu memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya promositif pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Promosi Kesehatan Media Leaflet terhadap tingkat pengetahuan Kader Posyandu dalam gerakan pencegahan stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukoharjo Pringsewu Tahun 2024. Jenis penelitian ini berupa jenis kuantitatif dengan menggunakan metode Quasy Eksperimental Design dan teknik stratified random sampling. Objek penelitian ini adalah kader posyandu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukoharjo Pringsewu dengan jumlah populasi sebesar 263 orang dan sampel sebesar 73 orang. Diperoleh nilai mean dari hasil pretest 49 dan posttest 87 yang terjadi peningkatan siginifikan. Uji Statistika yang dilakukan menggunakan uji Independent Samples t Test, menunjukkan hasil berupa nilai Sig atau p value = 0,000 yang berarti jika nilai Sig atau nilai (p) < 0,05 maka artinya Promosi Kesehatan Media Leaflet memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan kader posyandu dalam gerakan pencegahan stunting. Atas dasar hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Promosi Kesehatan Media Laflet memberikan pengaruh terhadap Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukoharjo Pringsewu.
Hubungan Monosit Dengan High Sensitivity C-Reactive Protein (HS-CRP) Pada Pasien Talasemia Beta Mayor Anak Di RSUD Pringsewu Marsella, Manda Meno; Muliasih, Mulat; Anggraeni, Selvia; Hidayat, Hidayat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20606

Abstract

Talasemia beta mayor merupakan penyakit kelainan genetik yang pada penderitanya memerlukan transfusi darah secara berkala dan berisiko menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh, yang berpotensi memicu terjadinya inflamasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara jumlah monosit dan kadar High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) sebagai indikator peradangan pada anak dengan talasemia beta mayor. Studi ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), yang melibatkan 43 pasien anak dengan talasemia beta mayor yang memenuhi kriteria inklusi di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Data mengenai jumlah monosit dan kadar hs-CRP diperoleh dari data sekunder berupa rekam medis pasien talasemia beta mayor yang telah melakukan pemeriksaan darah lengkap dan hs-CRP. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman, diperoleh nilai p sebesar 0,379 (0,379 > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah monosit dan kadar hs-CRP pada pasien anak talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu.
Hubungan Derajat Tumor Infiltrating Lymphocytes Stroma Dengan Skoring International Prostate Symptom Score Pada Benign Prostatic Hyperplasia Di Rumah Sakit Bintang Amin Ramadhan, Moch. Fajar Akbar; Sahara, Nita; Dalfian, Dalfian; Wiratmoko, Wien
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20415

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah suatu kondisi yang paling sering menyerang pria berusia lanjut ditandai adanya pertumbuhan yang sangat cepat pada epitel prosat dan daerah transisi jaringan fibromuscular sehingga muncul respon imun yaitu TILs yang dapat menghambat pertumbuhan tumor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat tumor infiltrating lymphocytes stroma dengan derajat keparahan benign prostatic hyperplasia . Desain  analitik  observasional  dengan  pendekatan  cross-sectional.  Sampel berjumlah 168 orang merupakan pasien BPH yang menjalani TURP di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024. Data derajat keparahan BPH diperoleh melalui rekam medis. Dan data derajat TILs diperoleh melalui analisis slide histopatologi pasien BPH. Analisis statistik menggunakan korelasi Chi-square untuk menilai hubungan antara derajat TILs dengan derajat keparahan BPH. Skoring IPSS pada BPH didapatkan 16 (9.6%) pasien masuk kedalam derajat ringan, 120 (71.4%) derajat sedang, dan 32 (19.0%) derajat berat. Hasil penelitian ini diketahui nilai P-Value sebesar 0.300 (p-value > 0.05) sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel derajat Tumor Infiltrating Lymphocytes Stroma dan variabel skoring IPSS pada Benign Prostatic Hyperplasia.
Potensi Ekstrak Daun Parijoto (Medinilla speciosa) Sebagai Penghambatan Biofilm Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Sa'adah, Arina Lis; Kartikasari, Fariza Yulia; Mundriyastutik, Yayuk; Hayati, Defi Nurul; Faizal, Imam Agus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20935

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri S. aureus yang bermutasi pada pembentukan biofilm menjadi resistan terhadap methicillin. Sehingga menurunkan efek terapeutik dan semakin sulit untuk diobati. Daun parijoto (Medinilla speciosa) memiliki senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Senyawa ini diperoleh dari ekstraksi daun parijoto dan berpotensi dapat memberikan efek penghambatan dalam pembentukan biofilm bakteri MRSA. Fokus Penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun parijoto sebagai penghambatan dalam pembentukan biofilm MRSA dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu 100%, 80%, 60% dan 40%, serta gentamisin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman daun parijoto mampu menghambat pertumbuhan biofilm MRSA dengan nilai persentase inhibisi tertinggi sebesar 86% pada variasi ekstrak daun parijoto 100%, lebih besar daripada kontrol positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun parijoto secara signifikan mampu mengganggu pertumbuhan biofilm MRSA dengan nilai IC50 pada uji efektivitas ekstrak daun parijoto sebagai penghambatan biofilm MRSA sebesar 4,5 μg/mL. S. aureus yang bermutasi pada pembentukan biofilm menjadi resistan terhadap methicillin. Sehingga menurunkan efek terapeutik dan semakin sulit untuk diobati. Daun parijoto (Medinilla speciosa) memiliki senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Senyawa ini diperoleh dari ekstraksi daun parijoto dan berpotensi dapat memberikan efek penghambatan dalam pembentukan biofilm bakteri MRSA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun parijoto sebagai penghambatan dalam pembentukan biofilm MRSA dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu 100%, 80%, 60% dan 40%, serta gentamisin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun parijoto mampu menghambat pertumbuhan biofilm MRSA dengan nilai persentase inhibisi tertinggi sebesar 86% pada variasi ekstrak daun parijoto 100%, lebih besar daripada kontrol positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun parijoto secara efektif mampu menghambat pertumbuhan biofilm MRSA dengan nilai IC50 pada uji efektivitas ekstrak daun parijoto sebagai penghambatan biofilm MRSA sebesar 4,5 μg/mL.
Perbandingan Efektivitas Transfusi Darah Prc Segar Dengan PRC Simpan Pada Pasien Thalasemia Di UTD Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung Kamajaya, Akbar Kami; Syuhada, Syuhada; Sani, Nopi; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20540

Abstract

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang menyebabkan ketergantungan transfusi darah rutin seumur hidup. Efektivitas transfusi darah Packed Red Cell (PRC) segar dan simpan menjadi kritis untuk memastikan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas transfusi PRC segar (≤6 jam penyimpanan) dengan PRC simpan (>6 hari) dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada pasien thalassemia. Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Januari–Maret 2025. Sampel terdiri dari 36 pasien thalassemia beta mayor yang memenuhi kriteria inklusi, dibagi menjadi dua kelompok: 18 pasien menerima PRC segar dan 18 pasien PRC simpan. Data kadar Hb pra dan pasca transfusi dianalisis menggunakan uji paired T-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rerata kenaikan Hb pada kelompok PRC segar sebesar 2,15 g/dL (rentang: 1,2–3 g/dL), sedangkan pada PRC simpan sebesar 1,35 g/dL (rentang: 0,7–2,4 g/dL). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Studi ini menyimpulkan bahwa PRC segar secara signifikan lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan PRC simpan pada pasien thalassemia. Temuan ini merekomendasikan penggunaan PRC segar untuk kasus yang memerlukan peningkatan Hb cepat, dengan pertimbangan kualitas darah selama penyimpanan.

Page 2 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue