cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11" : 24 Documents clear
Penggunaan Albumin Oral, Albumin Injeksi Dan Kombinasi Keduanya Terhadap Kadar Albumin Darah Pada Pasien Hipoalbuminemia Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Paru DR. H. A. Rotinsulu Anggraini, Sridevi; Yudhista, Giva Olviana; Eriyanto, Eriyanto; Azhara, Dennisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21568

Abstract

Hipoalbuminemia merupakan kondisi yang sering ditemui pada pasien penyakit paru dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas, lama rawat inap, serta prognosis klinis. Terapi albumin diberikan dalam berbagai bentuk sediaan, seperti albumin oral, albumin injeksi, dan kombinasi keduanya. Namun, bukti mengenai efektivitas komparatif antar sediaan albumin pada pasien paru di Indonesia masih terbatas. Menilai perubahan kadar albumin pre- dan post-terapi serta membandingkan efektivitas albumin oral, injeksi, dan kombinasi. Hipotesis penelitian ini adalah adanya perbedaan peningkatan kadar albumin yang signifikan antar ketiga bentuk terapi.Penelitian ini menggunakan desain comparative one-group pretest–posttest dengan data rekam medis pasien hipoalbuminemia di RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu (Januari–Desember 2024). Dari 169 pasien, sebanyak 30 pasien memenuhi kriteria inklusi. Uji Paired t-test digunakan untuk menganalisis perubahan pre–post, sedangkan perbandingan antar kelompok terapi dianalisis menggunakan ANOVA. Perbaikan klinis didefinisikan sebagai peningkatan ≥0,3 g/dL. Terdapat peningkatan signifikan kadar albumin setelah terapi (mean difference = −0,23 ± 0,44 g/dL; p = 0,007). Terapi Human Albumin 20% menunjukkan peningkatan tertinggi (mean +0,52 g/dL), diikuti terapi kombinasi (mean +0,47 g/dL) dan albumin oral (mean +0,32 g/dL). Pada pretest, terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,003), tetapi perbedaan tersebut tidak lagi signifikan pada posttest (p = 0,088). Human Albumin 20% demonstrated the greatest increase, suggesting superior bioavailability compared to oral preparations. Semua bentuk terapi albumin memberikan peningkatan kadar albumin, namun albumin injeksi 20% menunjukkan respons paling besar dan konsisten. Meskipun demikian, setelah terapi, ketiga kelompok menunjukkan peningkatan yang setara secara statistik, menandakan bahwa terapi oral dan kombinasi tetap dapat menjadi alternatif efektif pada kasus tertentu.
Hubungan Antara Stres Dan Risiko Kardiovaskular Berdasar Jakvas Scoring System: Studi Pada Ojek Online Di Surabaya Handari, Saskia Dyah; Ginting, Adhitya; Panggabean, Ronald Torang Marsahala; Adrianto, Hebert; Suryadarma, Antonius Yansen; Christine, Catarina Lilian; Dion, Aldy; Jefri, Wilhelmus; Putri, Firda Aulia; Damayanti, Ni Nyoman Rere; Yasa, Oka Suputra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.20686

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Salah satu profesi pekerjaan yang berisiko stres adalah pengemudi ojek online. Penelitian memiliki tujuan untuk melihat hubungan tingkat stres dengan skor JAKVAS. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah 75 orang sopir transportasi online laki-laki yang mengendarai sepeda motor dari 5 wilayah Surabaya, yang diambil dengan accidental sampling. Pengukuran tingkat stress menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Pengukuran risiko kardiovaskular menggunakan Jakarta Cardiovascular Score (JAKVAS). Data dianalisis statistik dengan menggunakan program jamovi, menggunakan statistik deskriptif dan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan skor JAKVAS terbanyak adalah kategori high risk (40%),  mayoritas responden memiliki tingkat stress berat (37,3%), tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat stres dan skor JAKVAS (χ² = 4,396; df = 4; p = 0,355). Meskipun hubungan keduanya tidak signifikan, tingginya proporsi responden dengan risiko kardiovaskular tinggi menegaskan perlunya skrining rutin pada profesi dengan beban kerja tinggi seperti pengemudi ojek online.
Pengaruh Durasi Penggunan Gadget Terhadap Aktivitas Fisik Dan Pola Sosialisasi Anak SD Maranatha 01 Semarang (Peran Moderator Status Pekerjaan Ibu) Ikawati, Kartika; Yuniarti, Christina Ary
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.22671

Abstract

Teknologi gadget saat ini berkembang pesat dengan salah satu pengguna dominan anak SD usia 6-12 tahun. Durasi penggunaan yang berlebihan berpotensi mempengaruhi aktivitas fisik dan pola sosialisasi anak. Status pekerjaan ibu diduga menjadi salah satu faktor yang memoderasi hubungan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh durasi penggunaan perangkat gadget terhadap aktivitas fisik dan pola sosialisasi anak SD Maranatha 01 Semarang dengan peran status pekerjaan ibu sebagai variabel moderator. Jenis penelitian ini eksplanatori dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah siswa SD Maranatha 01 Semarang. Jumlah sampel penelitian 42 anak yang dipilih dengan teknik proporsionate random sampling. Kriteria inklusi penelitian yaitu anak SD yang berumur 6-12 tahun sehat fisik dan mental. Data diperoleh  melalui pengisian lembar kuesioner dan observasi langsung. Analisis data dengan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata durasi penggunaan gadget anak adalah 1,7 jam. Tingkat aktivitas fisik dan pola sosialisasi anak pada kategori sedang (40,5%). Hasil analisis menunjukkan durasi penggunaan gadget terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap aktivitas fisik (p=0.011) namun tidak berpengaruh terhadap pola sosialisasi anak (P=0.292). Status pekerjaan ibu memoderasi hubungan pengguanan gadget terhap aktivitas fisik anak (p=0.016), namun tidak terbukti memoderasi hubungan pengunaan gadget terhadap pola sosialisasi anak (p=0.995). Implikasi penelitian menunjukkan perlunya pengaturan waktu penggunaan gadged, penyediaan kegiatan fisik dan strategi pendampingan anak oleh ibu.
Perbandingan Kasus Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 Di Wilayah Endemis Kota Bandar Lampung Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Utami, Deviani; Fitriani, Dita; Ayati, Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.23568

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan vector borne disease yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus infeksius virus dengue. Peningkatan curah hujan, suhu dan kelembaban menciptakan lingkungan ideal bagi perkembang biakan nyamuk vektor dan meningkatkan transmisi virus dengue. Terdapat fenomena  peningkatan kasus DBD  ditengah pandemi COVID-19 dan kecenderungan peningkatan kasus DBD  terjadi  saat musim hujan. Wilayah kerja puskesmas kota Bandar Lampung yang mengalami peningkatan kasus DBD di masa pandemi COVID-19 adalah Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat Inap Sukabumi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kasus DBD sebelum dan saat pandemi COVID-19 di wilayah endemis Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian deskriptif komparatif. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jenis data sekunder berupa data kasus DBD perbulan di Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat inap Sukabumi Bandar Lampung dengan rentang waktu tahun 2019 (sebelum pandemi COVID-19) dan tahun 2020 (saat pandemi COVID-19 ). Data curah hujan diperoleh dari pendataan bulanan tahun 2019 – 2020 dari BMKG Bandar Lampung Provinsi Lampung. Analisis data  menggunakan uji paired T-test. Hasil analisis menyatakan tidak ada perbedaan kasus DBD sebelum dan saat pandemi COVID-19 , baik Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat Inap Sukabumi. Puncak kasus DBD sebelum pandemi COVID-19 (tahun 2019) di wilayah kerja Puskesmas Sukarame terjadi pada bulan Februari, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Sukabumi pada bulan Januari. Puncak kasus DBD saat pandemi COVID-19 (tahun 2020) kedua Puskesmas berada bulan Februari. Puncak kasus DBD pada kedua Puskesmas tersebut, linier dengan curah hujan cenderung tinggi. Sehingga menjadi warning system dalam mencegah  peningkatan dan perluasan kasus DBD. 
Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis C Virus (HCV) Pada Pendonor Darah Di UDD PMI Kota Medan Dalimunthe, Afrina Yulia; Siregar, Ice Ratnalela; Rahmah, Lestari; Lubis, Nita Andriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21358

Abstract

Hepatitis C Virus (HCV) adalah virus yang menyerang hati dan ditularkan terutama melalui darah, termasuk melalui transfusi darah yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HCV pada pendonor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei. Penelitian dilakukan pada April 2025 di UUD PMI Kota Medan menggunakan metode CLIA. Sampel terdiri dari 87 pendonor darah yang diperiksa menggunakan metode Chemiluminescent Immunoassay (CLIA). Ditemukan 4 pendonor (4,6%) reaktif HCV dan 83 pendonor (95,4%) non-reaktif. Kasus reaktif lebih banyak ditemukan pada laki-laki (3 orang) dibandingkan perempuan (1 orang), dan pada usia dewasa antara 23 hingga 52 tahun. Meskipun telah melalui tahap seleksi awal, pendonor masih dapat membawa infeksi HCV. Skrining ketat Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) harus diterapkan secara menyeluruh. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa skrining donor darah perlu diperketat dengan metode molekuler.
Hubungan Polusi Udara Dengan Angka Kejadian Rhinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Aulyasari, Fina; Detty, Ade Utia; Utami, Deviani; Wijaya, Bara Ade
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.20765

Abstract

Rhinitis alergi ialah inflamasi kronis pada mukosa hidung akibat reaksi alergi, yang banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya ialah polusi udara. Tujuan studi ini ialah mengetahui hubungan antara polusi udara dengan angka kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021. Studi ini memakai desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional, diselenggarakan pada  bulan Februari-Maret 2025. Sampel yang dipakai yaitu 96 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik simple random sampling, memakai kuesioner modifikasi untuk mengukur paparan polusi udara dan kuesioner Score for Allergic Rhinitis (SFAR) untuk mengidentifikasi rhinitis alergi. Hasil memperoleh di antara 46 mahasiswa yang tidak terpapar polusi udara, 73,9% tidak mengalami rhinitis alergi, sementara 26,1% mengalaminya, serta dari 50 mahasiswa yang terpapar polusi udara, 42% tidak mengalami rhinitis alergi, dan 58% mengalaminya. Uji statistik chi-square menunjukkan p = 0,002 (< 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara polusi udara dan kejadian rhinitis alergi, dengan nilai Odds Ratio (OR) 3,913, yang berarti individu yang terpapar polusi udara memiliki risiko 3,9 kali lebih besar untuk mengalami rhinitis alergi. Hail ini menunjukkan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.
Efektivitas Krim Kunyit (Curcuma longa) Dalam Mengurangi Luas Area Dan Kegelapan Melasma Serta Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Melasma Tumanggal N.S.S., Wulan; Jasaputra, Diana Krisanti; Sujatno, Muchtan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21298

Abstract

Melasma merupakan gangguan hiperpigmentasi yang ditandai dengan munculnya makula berwarna coklat muda hingga tua pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari, terutama wajah, dan sering dianggap sebagai tanda penuaan kulit. Meskipun hidrokuinon masih menjadi standar emas terapi melasma, penggunaan jangka panjangnya dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas krim kunyit (Curcuma longa) dalam mengurangi luas dan kepekatan pigmen melasma serta meningkatkan kualitas hidup penderita sebagai terapi alternatif. Penelitian menggunakan desain pretest–posttest control group pada wanita berusia 20–40 tahun dengan diagnosis klinis melasma ringan di Jakarta, periode Februari–Mei 2024. Subjek dibagi secara acak menjadi dua kelompok: P1 mendapat krim hidrokuinon 2%, dan P2 mendapat krim kunyit 3%. Derajat keparahan melasma diukur dengan Modified Melasma Area and Severity Index (mMASI), dan kualitas hidup dinilai menggunakan Melasma Quality of Life scale (MELASQoL) sebelum dan sesudah 4 minggu perlakuan. Kedua kelompok menunjukkan penurunan skor mMASI dan MELASQoL yang signifikan setelah 4 minggu (p < 0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada skor pascaintervensi (p > 0,05), yang menunjukkan efektivitas serupa antara krim kunyit 3% dan hidrokuinon 2%. Hasil ini menyimpulkan bahwa krim kunyit (Curcuma longa) efektif mengurangi luas dan kepekatan melasma serta meningkatkan kualitas hidup penderita, sehingga berpotensi menjadi alternatif alami hidrokuin.
Hubungan Antara Perilaku Merokok Dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Pada Pasien Low Back Pain (LBP) Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung Hamam, Zaky Mufid; Fitriyani, Fitriyani; Anggaraini, Marissa; Sina, Ibnu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21119

Abstract

Low back pain (LBP) ialah salah satu gangguan kesehatan umum pada masyarakat. Hernia nukleus pulposus (HNP) ialah salah satu penyebab utamanya, yaitu gangguan yang dapat menghambat kegiatan. Salah satu faktor risiko HNP ialah kebiasaan merokok. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hernia nukleus pulposus (HNP) pada pasien low back pain (LBP) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Provinsi Lampung, selama Februari hingga Maret 2025. Studi ini memakai metode analitik dan pendekatan case control. Sampel yang diteliti sejumlah 72 orang, yang dikelompokkan menjadi 36 orang kelompok kasus dan 36 orang kelompok kontrol. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian hernia nukleus pulposus pada pasien low back pain (LBP) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung Februari-Maret tahun 2025 (p=0,458;OR= 1,45) tetapi perilaku merokok tetap menjadi faktor resiko terhadap hernia nukleus pulposus (HNP). 
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dan Self-Efficacy Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Amatullah, Nur Shofiyyah; Wardani, Ratih Sari; Pratama, Susilo Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.19729

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi atau fungsi insulin. Penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Prevalensi DM terus meningkat secara global dan nasional, termasuk di Indonesia. Pengelolaan DM tipe 2 memerlukan manajemen yang baik melalui edukasi, diet, aktivitas fisik, pengobatan, serta keyakinan diri (self-efficacy). Self-efficacy yang tinggi dan kepatuhan minum obat yang baik berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 94 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk menilai kepatuhan minum obat dan DMSES untuk menilai self-efficacy pada pasien diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan uji chi-square p value dari kepatuhan minum obat sebesar (p=0.001) dan untuk self-efficacy (p=0.001). Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan self-efficacy dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Semakin tinggi kepatuhan minum obat responden maka semakin terkontrolnya kadar gula darah, dan responden dengan self-efficacy baik cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol karena lebih patuh menjalani terapi.
Meningitis Tuberkulosis Pada Pasien Dewasa : Kajian Pustaka Rusmini, Hetti; Dilangga, Pad; Theng, Luther; Lyanda, Apri; Hendarto, Gatot Sudiro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.20467

Abstract

Meningitis tuberkulosis (MTB) pada dewasa memiliki mortalitas tinggi akibat inflamasi kompleks, gejala awal yang tidak spesifik, dan keterbatasan diagnostik. Tantangan semakin besar di Indonesia karena keterbatasan fasilitas molekuler dan neuroimaging. Merangkum bukti terbaru mengenai imunopatogenesis, diagnosis modern, dan tantangan klinis MTB pada dewasa, serta implikasinya bagi praktik di Indonesia. Tinjauan literatur naratif melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan rentang tahun 2010–2024. Kata kunci meliputi “tuberculous meningitis,” “adult TBM,” “immunopathogenesis TBM,” “CSF biomarkers TB,” dan “Xpert Ultra.” Artikel yang memuat data patofisiologi, diagnosis, atau tatalaksana dewasa disertakan; laporan yang tidak relevan disingkirkan. MTB ditandai aktivasi mikroglia, respons sitokin, dan peningkatan MMP yang menyebabkan kerusakan BBB dan komplikasi neurologis. Analisis CSF dan kultur memiliki sensitivitas rendah, sedangkan GeneXpert/Xpert Ultra dan MRI meningkatkan akurasi diagnosis namun belum tersedia luas. Terapi tetap mengandalkan OAT jangka panjang dan kortikosteroid, sementara regimen lini kedua diperlukan pada resistensi obat. Pendekatan multimodal yang menggabungkan pemahaman patogenesis, pemeriksaan molekuler, dan neuroimaging diperlukan untuk deteksi dini. Peningkatan akses diagnostik dan pengembangan biomarker CSF serta strategi rifampisin dosis tinggi menjadi arah penelitian penting untuk memperbaiki luaran MTB dewasa.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue