cover
Contact Name
Siti Rohmah
Contact Email
sitirohmah@ub.ac.id
Phone
+6281913731008
Journal Mail Official
novafiaji@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Published by Universitas Brawijaya
Focus and Scope WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter is published by the Center of Character Building Subject, Brawijaya University. WASKITA has been published offline since July 2017 and online since April 2019. In the next publication, this journal will be published twice a year on April and on October. WASKITA accepts research and conceptual papers related to values education and character building. Those values are mores, philosophical, religious, social, linguistic and literature, civil and nationalistic values. This journal also accepts literature review, book review, in depth interview of influential figure or seminar note related to values education and character building.
Articles 141 Documents
Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia tanaya, mentari angela wahyu edi
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENETRASI TANPA LABEL: PENDEKATAN BARU INTERNALISASI IDEOLOGI PANCASILA PADA GENERASI MILENIAL Kuswandoro, Wawan Edi
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.01.2

Abstract

This article describes millennial Pancasila discourse. Discourse on Pancasila is often combined with discourse on The New Order, ideology politicization, partisan ideology, practical political objectives, and other political discourses. The Pancasila animates citizenship discourse on life, ideology, and state. The discourse on Pancasila has a discursive dynamic that suggests discussion, from power parties using it for political propaganda to its alienation in social life, especially among the millennial age. The article uses Critical Discourse Analysis (CDA) method to analyze big data from Twitter, Facebook, YouTube, and Instagram hashtags for #Pancasila and #Millennial, scientific discourse in journals, and informants. MediaToolKit was used to mine besides informants from Java, Kalimantan, Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, and Papua provided discourses and narratives. This research explores the Pancasila discourse among the millennial age and a novel technique of ideological penetration called "penetration without a label (Pental)" to internalize Pancasila philosophy
MARI MOI NGONE FUTURU SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL: MAKNA DAN IMLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MALUKU UTARA Ibrahim, Asriadi; Bau, Suharlin Ode; Safi, Jamin
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.01.6

Abstract

Mari Moi Ngone Futuru merupakan semboyan yang hidup dalam masyarakat Maluku Utara. Semboyan yang sarat nilai dan dijadikan sebagai pedoman hidup masyarakat Maluku Utara yang plural. Semboyan ini sebagai pemersatu dan pencegahan konflik lintas suku dan agama di Zajirah Al-Mulk. Dalam semboyan Mari Moi Ngone Futuru sebenarnya memiliki kedudukan yang hampir sama dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Namun Mari Moi Ngone Futuru merupakan semboyan yang berbasis pada nilai-nilai local genius. Pada prinsipnya Mari Moi Ngone Futuru telah ada sebelum Ternate menjadi Kota Madya dan Maluku Utara sebagai Provinsi Maluku Utara. Dalam konteks ini, semboyan Mari Moi Ngone Futuru digagas dan diperkenalkan bahkan dijadikan sebagai perekat antara etnis-etnis yang bertika atasnama kekuasaan. Oleh karena itu, semboyan ini mestinya dihayati dan diamalkan oleh masyarakat Maluku Utara yang beragam etnis, budaya, agama dan bahasa guna menjaga keharmonisan bersama. Penelitian ini bertujuan menjelaskan prespektif masyarakat tentang semboyan Mari Moi Ngone Futuru dan strategi internalisasi nilai dari semboyan Mari Moi Ngone Futuru dalam mayarakat Maluku Utara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen. Uji keabsahan dengan cara triangulas. Analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Mari moi ngone futuru artinya bersatu kita kuat. Semboyan bermakna bahwa kebersamaan menjadikan kuat dalam mewujudkan kedamaian. Mari moi ngone futuru mengandung nilai-nilai seperti nilai persatuan, kesatuan, tolong menolong, rela berkorban, dan kebersamaan/kekeluargaan. Proses internalisasi nilai-nilai mari moi ngone futuru melalui pembiasaan dan keteladanan dalam kegiatan sosial budaya seperti kegiatan bari rumah, liliyan dina, dan sebagainya.
PERSPERKTIF PSIKOLOGIS PERUBAHAN METODE PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN PAHAM RADIKAL TERORISME Mustika, Ulfa Dyah; widodo, widodo
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perspektif Psikologis Penambahan Metode Pembelajaran Kewarganegaraan Untuk Pencegahan Penyebaran Paham Radikal Terorisme. Penyebaran paham radikal terorisme kepada mahasiswa sudah terjadi dan perlu dicegah, misalnya melalui pembelajaran Kewarganegaraan. Perguruan tinggi perlu melakukan perubahan berupa penambahan metode dan materi pembelajarannya. Kajian psikologi dan hukum perlu digunakan sebagai dasar pembenaran ilmiah perubahan tersebut agar sesuai dengan kondisi psikologis mahasiswa dan sah, dan mahasiswa mudah memahami karakteristik, bahaya, dan cara pencegahan penyebaran paham radikal terorisme sehingga dapat terhindar dari paparan paham radikal terorisme. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian desk research. Hasil penelitian: (1) Materi pembelajaran tentang Karakteristik, bahaya dan Pencegahan Penyebaran Paham Radikal-Terorisme perlu ditambahkan dalam RPS-KWN agar kemampuan kognitif mahasiswa berkembang. (2) Metode pembelajaran studi kasus layak digunakan penyampaian materinya, karena sesuai dengan karakteristik psikologis mahasiswa berdasarkan andragogi. (3) Secara hukum, perubahan RPS-KWN pada lingkup perguruan tinggi adalah sah.
CHARACTER BUILDING IN THE PERSPECTIVE OF PANCASILA: A CASE STUDY OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION STUDENTS Ladamay, Ode Mohamad Man Arfa; Mustakim, Mustakim
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.01.7

Abstract

The values of character building in students are a reflection of the institution in preparing future generations who have religious, tolerant, democratic and love the country’s characters. The purpose of this study is to describe character building for students, and the implementation of character building in the perspective of Pancasila. This research uses a qualitative method with a case study type of research. The results of the study illustrate that: (1) character building in students is seen in student discipline when attending lectures offline and online. In addition, student creativity when attending lectures is getting better with creative ideas, high curiosity leads students to have an attitude to ask questions and provide arguments in accordance with the experiences students have. character building for students is also seen in the responsibilities of students in submitting assignments for Pancasila Education courses in a timely manner; and (2) the implementation of character building in accordance with the perspective of Pancasila is manifested in the core values of Pancasila which are internalized in the first precept character building reflected in the behaviour of diligent worship, and tolerance between religious communities; the second precept is reflected in polite behaviour, mutual respect, and as an example; the third precept which is manifested through a sense of unity and oneness, a spirit of self-sacrifice, and love for the motherland; the fourth precept through the embodiment of always respecting the opinions of others, prioritizing deliberation for consensus, and upholding democracy; and the fifth precept through fairness in opinion, mutual welfare, and always respecting each other's self-actualization.
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER “JUARA” Ramadhianti, Medina; Oktaviani, Maya; Faesal, Muhammad
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.01.4

Abstract

At the start of offline learning, there are still students who are carried away by the atmosphere of online learning and there is a decrease in the character of some students when learning online so the role of the teacher is needed to foster and develop the character of the students. This study aims to find out the strategies used by teachers in instilling JUARA character values in grade 8 students. This research was conducted from July to August 2022 at SMPN 252 Jakarta. The results of this study are: 1) in instilling honest character, the teacher uses an assessment rubric strategy (especially for English lessons), integrity pacts, personal correction, giving assignments, role models/examples, advice/appeals, 2) in instilling tenacious character, the teacher uses strategies by providing trust, examples/examples, group work, rote assignments (specifically Islamic religious lessons) and involving students in various activities, 3) in instilling a trustworthy character, teachers use strategies by giving responsibility, role models/examples, and appeals, 4) in instilling religious character, the teacher uses the tadarus Al-Quran strategy together, morning services (non-Muslims), holding congregational and dhuha prayers, getting used to praying before studying and going home, and holding events on religious holidays, and 5) in instilling active character , the teacher uses strategies by requiring mandatory and optional extracurriculars, Wednesday performance activities, group discussions, class pickets, healthy Friday activities, examples/examples, advice and the question and answer method.
GURU SEBAGAI TELADAN DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI MURID DI KELAS Ayu, Philia Candra Sekar; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 1 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.01.5

Abstract

Kemajemukan dalam kelas seharusnya dapat dipandang sebagai potensi untuk murid belajar saling melengkapi. Akan tetapi pada kenyataannya, belum semua murid kelas VII yang terdapat pada salah satu Sekolah di Lampung Tengah mampu menyikapi perbedaan dengan baik. Kesenjangan inilah yang menjadi topik permasalahan dalam penelitian ini, di mana data diperoleh dari hasil observasi, disertai angket wawancara dan kuesioner. Partisipan terdiri dari wali kelas, guru konselor dan 21 murid kelas VII. Penelitian ini dibuat dengan tujuan meninjau pentingnya guru sebagai teladan dalam menumbuhkan sikap toleransi murid di kelas, serta menjelaskan upaya apa saja yang dilakukan guru dalam menumbuhkan sikap toleransi murid. Hasil kajian menunjukkan bahwa sangat penting bagi guru untuk memiliki keteladanan. Sebab keteladanan merupakan respon syukur seorang percaya kepada Tuhan, karena telah dimampukan untuk hidup dalam kasih kepada sesama. Kemudian dijelaskan juga upaya yang dilakukan guru untuk menumbuhkan sikap toleransi murid, yaitu: menunjukkan teladan, memberikankan penguatan dan penjelasan mengenai sikap toleransi dalam pembelajaran, serta melatih murid untuk hidup dalam kesatuan komunitas. Adapun saran yang dituliskan untuk penelitian selanjutnya yaitu penambahan waktu pelaksanaan observasi untuk melihat signifikansi perkembangan murid, adanya keterlibatan peneliti yang lebih aktif di kelas, serta lebih berhati-hati dalam melakukan pendekatan dengan murid.
PERAN GURU PPKN DALAM MENJAGA EKSISTENSI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI KEPRIBADIAN BANGSA DI ERA DIGITAL Nuryadi, Muhammad Hendri; Widiatmaka, Pipit; Hakim, Muhammad Lukman
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 8 No. 1 (2024): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2024.008.01.8

Abstract

This study aims to determine the meaning of local wisdom as the nation's personality, the problems of PPKn teachers in maintaining local wisdom, and the role of PPKn teachers in maintaining local wisdom in the digital era. This study uses a qualitative approach to the literature method. The data collection technique uses documentation and the analysis used is content analysis. The results of the study show that local wisdom that develops in Indonesia is a national personality that contains religious values, humanism, nationalism, democracy, and justice. The role of PPKn learning teachers is spearhead to and educate students to be able to maintain and care for the values of local wisdom, but teachers currently have a problem that is not yet able to adapt to the digital era so in the learning process they have not been able to take advantage of varied learning methods and learning media. digitally based. To anticipate this, teachers must be able to utilize digital technology and be able to act as facilitators, managers, learning resources, motivators, inspirations, mentors, and evaluators.
WAWASAN KEBANGSAAN DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER GENERASI MUDA Shabrilia, Farikha Fitria; Pandin, Moses Glorino Rumambo
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 7, No 2 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.02.10

Abstract

MEMBANGUN JIWA MERDEKA BAGI DOSEN PANCASILA RELEVANSINYA BAGI PENGUATAN KARAKTER MAHASISWA Santoso, Heri; Surono, Surono; Ainia, Dela Khoirul; Putri, Kusuma; Hastangka, Hastangka
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 2 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.02.1

Abstract

Karakter Mahasiswa. Dosen yang memiliki jiwa merdeka menjadi poin penting dalam mensukseskan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Dosen yang merdeka adalah mereka yang mengaktualisasikan diri dengan baik guna menjadi pribadi yang memiliki kecakapan yang seimbang dalam berbagai aspek seperti Intelektual (IQ), Emosional (EQ), Spiritual (SQ), Kinestetik (KQ) dan Ketangguhan (AQ) dalam semangat keIndonesiaan. Tujuan membangun jiwa merdeka ini didasarkan pada semangat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk merdeka dari berbagai bentuk penjajahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian didapatkan melalui Training of Trainer (ToT), Focus Group Discussion (FGD), pendampingan terstruktur, dan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu menstimulasi pengembangan jiwa merdeka pada dosen, melalui pengembangan aspek emosional, spiritual, intelektual, kinestetik, dan ketangguhannya. Kemampuan tersebut merupakan modal utama dalam penguatan karakter mahasiswa agar lebih berjiwa merdekaKata kunci : Jiwa Merdeka, Dosen Pancasila, Karakter MahasiswaAbstract:  Build The Independent Soul For Pancasila Lecturers Its Relevance For Strengthening The Student’s Character. Government policies related to the Independent Learning program and the Independent Campus will be difficult to achieve if lecturers, students, and education staff are still shackled to various life problems. Life problems become challenges and obstacles for lecturers to embody themselves maximally to be a person who has balanced skills in various aspects such as Intellectual (IQ), emotional (EQ), Spiritual (SQ), Kinesthetic (KQ), and Adversity (AQ). In addition, the goal of building an independent soul is based on the core of the founding of the Unitary State of the Republic of Indonesia which is based on the fighting spirit for independence. This study used a qualitative approach while the research sources were obtained through Training of Trainer (ToT), Focus Group Discussions (FGD), structured coaching, and literature studies. The results obtained in this study indicate that the training can stimulate the development of an independent soul in lecturers, through the development of emotional, spiritual, intellectual, kinesthetic, and toughness aspects. This ability is the main capital in strengthening the character of students to be more independent-soul.

Page 10 of 15 | Total Record : 141