cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Gambaran Angka Bakteri Di Laboratorium Mikroskopik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Atirah, Nur -; Mardhia, Mardhia; Liana, Delima Fajar
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i3.p276-288.2024

Abstract

Tujuan: Mengetahui angka dan jenis bakteri udara, lantai, dan meja berdasarkan pewarnaan Gram di laboratorium Mikroskopik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode settling plate, selama 15 menit dengan media agar darah untuk sampel bakteri udara. Sampel lantai dan meja diambil menggunakan swab lidi kapas steril dengan cairan buffer phospate, kemudian digores pada media agar darah. Semua media sampel diinkubasi pada suhu 36℃ selama 24 jam, kemudian dilakukan penghitungan koloni serta pewarnaan Gram untuk melihat variasi jenis bakterinya. Hasil: Angka bakteri udara tertinggi adalah 208,33 CFU/m3, dan yang paling rendah 52,08 CFU/m3.  Dari pewarnaan Gram, bentuk morfologi bakteri udara yaitu kokkus Gram positif dan negatif, serta basil Gram negatif. Sedangkan angka bakteri swab permukaan lantai dan meja yang paling tinggi adalah 200 CFU/m2, terendah adalah 18 CFU/m2. Morfologi bakteri permukaan lantai dan meja yang paling banyak yaitu diplobasil Gram negatif. Kesimpulan: Rata – rata angka bakteri udara laboratorium Mikroskopik adalah 52,08 CFU/m3, dan masih memenuhi standar nilai batas yang ditetapkan. Rata-rata angka bakteri swab permukaan adalah 64 CFU/m2 yang cukup tinggi, melebihi standar nilai batas permukaan dinding dan lantai ruang perawatan yang ditetapkan oleh Kepmenkes.
Pengaruh Pemberian Es Krim Dadih Terhadap Perubahan Jumlah Lactobacillus Fermentum Pada Feses Anak Obesitas Wahyuni, Yosha Putri; Sulastri, Delmi; Eka Putra, Andani
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v47.i3.p321-329.2024

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian es krim dadih terhadap jumlah Lactobacillus fermentum anak obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan desain pre-post test with control group. Responden penelitian adalah 24 orang anak obesitas yang masuk kriteria inklusi dan ekslusi yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan adalah yang diberikan es krim dadih dan kelompok kontrol adalah yang diberikan es krim tanpa dadih. Jumlah Lactobacillus fermentum diperiksa di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dengan metode real- time PCR. Data dianalisis dengan menggunakan uji Dependent sample t-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah Lactobacillus fermentum sebelum intervensi pada kelompok perlakuan 2,59 ± 1,18 log cfu/gr dan setelah intervensi 3,74 ± 0,75 log cfu/gr, pada kelompok kontrol sebelum intervensi 3,47 ± 1,27 log cfu/gr dan setelah intervensi 3,21 ± 0,41 log cfu/gr. Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah Lactobacillus fermentum sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan dan tidak terdapat perbedaan pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian es krim dadih terhadap jumlah Lactobacillus fermentum pada feses anak obesitas.
Gambaran Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi Covid-19 Pada Mahasiswa FK Unand Angkatan 2020 Agung Hidayat, I Gusti Putu; Syah, Nur Afrainin; Rusjdi, Selfi Renita
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p383-389.2025

Abstract

Latar Belakang: Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi COVID-19 adalah salah satu bentuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berupa reaksi lokal maupun sistemik yang tidak diinginkan yang muncul setelah pemberian vaksin COVID-19. Vaksinasi COVID-19 merupakan vaksinasi yang wajib diberikan kepada mahasiswa dalam rangka pencegahan penularan COVID-19. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala yang muncul setelah pemberian vaksin COVID-19 pada mahasiswa FK UNAND angkatan 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data primer yang diperoleh dengan metode consecutive sampling. Data didapatkan melalui kuesioner yang dikumpulkan dengan g-form. Subjek penelitian berjumlah 159 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2020 yang sudah pernah divaksinasi COVID-19. Hasil: Penelitian ini menunjukkan persentase kejadian ikutan pasca vaksinasi COVID-19 lebih sering terjadi pada perempuan (79,2%) dibandingkan laki-laki (20,8%). Vaksin Sinovac menyebabkan KIPI terbanyak dengan jumlah 68 dari 119 kasus positif (42,8%). Gejala KIPI tersering adalah nyeri pada lokasi suntikan yang terjadi pada 89 dari 159 mahasiswa (56,0%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebanyakan KIPI terjadi pada perempuan, dan gejala KIPI yang paling sering timbul adalah nyeri pada lokasi suntikan.
Hubungan Pemakaian Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) dengan Derajat Keparahan Dispepsia pada Pasien Osteoartritis di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang Muhammad Fadli; Rustam, Erlina; Syahrul, Muhammad Zulfadli; Usman, Elly; Miro, Saptino; Kadri, Husnil
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p373-382.2025

Abstract

Latar Belakang: Di layanan primer, OA sering ditangani dengan OAINS, namun efek samping gastrointestinal seperti dispepsia kerap menurunkan kualitas hidup. Objektif: Menilai hubungan pemakaian OAINS dan durasinya dengan derajat keparahan dispepsia pada pasien OA di wilayah kerja Puskesmas Kuranji, Kota Padang. Metode: Studi potong lintang menggunakan data primer melalui wawancara terstruktur terhadap 101 pasien OA yang sedang menjalani terapi OAINS. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden berusia >60 tahun 54,5 persen, perempuan 79,2 persen. Natrium Diklofenak merupakan OAINS tersering 84,2 persen, dengan durasi penggunaan >3 bulan 56,4 persen. Terdapat hubungan pemakaian OAINS dengan dispepsia p=0,000, dan hubungan durasi penggunaan OAINS dengan derajat keparahan dispepsia p=0,001. Kesimpulan: Pada pasien OA di layanan primer, pemakaian dan durasi OAINS berkaitan dengan dispepsia dan tingkat keparahannya. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining gejala cerna, edukasi pasien, serta peninjauan regimen analgesik yang lebih aman. Pertimbangkan gastroproteksi dan pemantauan berkala pada kelompok berisiko tinggi secara klinis.
Characteristics of Melasma Patients in Dermatology and Venereology Polyclinic Ngoerah Hospital Denpasar Bali From 2020 to 2022: Characteristics of Melasma Patients in Dermatology and Venereology Polyclinic Ngoerah Hospital Denpasar Bali From 2020 to 2022 Phinari, Handelia; Darmaputra, I Gusti Nyoman
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p436-444.2025

Abstract

Pendahuluan: Melasma merupakan kondisi hipermelanosis akibat paparan sinar matahari. Melasma menyebabkan rasa kurang percaya diri yang berpengaruh terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien melasma di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RS Ngoerah, Denpasar, Bali. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi dan Instalasi Rekam Medis pada bulan Februari hingga Mei 2024. Hasil Penelitian: 69 (6.56%) pasien baru yang terdiagnosis melasma, dengan jenis kelamin perempuan 67 pasien (97.10%) dan laki-laki 2 pasien(2.90%), serta dominan pada usia 41-50 tahun yakni 40 pasien (57.97%). Sebanyak 50 pasien (72.25%) dengan riwayat keluarga melasma, 43 pasien (62,32%) >2 jam per hari terkena matahari, 45 pasien (65,72) menggunakan kontrasepsi hormonal, 2 pasien (2,90%) memiliki kista ovarium. Tipe melasma dominan yakni sentrofasial pada 47 pasien (68,27%) dengan kedalaman epidermal pada 47 pasien (68,11%). Payung dominan sebagai alat fotoproteksi pada 35 pasien (50,09%), dan pasien yang mendapatkan terapi tabir surya sebanyak 69 orang (100%). Kesimpulan: Rasio melasma pada laki-laki dibandingkan perempuan adalah 1:34 dan dominan pada usia 41-50 tahun. Faktor risiko utama yakni riwayat keluarga, paparan sinar matahari, dan kontrasepsi. Melasma tipe sentrofasial dengan kedalaman epidermal, fotoproteksi dengan payung, dan terapi tabir surya ditemukan paling dominan.
Pola Kuman dan Uji Kepekaan Antibiotik pada Kasus Infeksi Daerah Operasi di Departemen Obstetri & Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2020-2022 Alfajri, Muhammad Hafizh
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p412-425.2025

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) adalah infeksi pada lokasi insisi yang muncul dalam 30–90 hari setelah tindakan operasi. Pedoman penggunaan antibiotik di rumah sakit perlu disesuaikan dengan hasil surveilans pola kuman dan uji kepekaan antibiotik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan data sekunder berupa hasil kultur mikrobiologi dan rekam medis pasien IDO di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2020–2022. Dari 28 pasien yang terdata, 18 memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Kelompok usia terbanyak yang mengalami IDO adalah wanita usia subur 15–49 tahun (77,8%). Kultur mikrobiologi menunjukkan kuman terbanyak adalah Escherichia coli (27,8%), diikuti Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter cloacae, dan Staphylococcus aureus. Uji kepekaan menunjukkan kuman Gram negatif sebagian besar sensitif terhadap amikasin dan meropenem, sedangkan kuman Gram positif sensitif terhadap gentamisin, klindamisin, tetrasiklin, dan vankomisin. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah seftriakson (66,7%). Kesimpulan: Escherichia coli merupakan penyebab utama IDO pada pasien obstetri dan ginekologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Amikasin dan meropenem efektif untuk kuman Gram negatif, sementara gentamisin, klindamisin, tetrasiklin, dan vankomisin efektif terhadap kuman Gram positif. Seftriakson menjadi antibiotik profilaksis yang paling banyak diresepkan, sehingga perlu evaluasi kesesuaiannya dengan pola kuman lokal.
Hubungan infeksi Human papillomavirus dengan histopatologi serviks wanita : sebuah narrative review Kaisar , Kevin Florentino; Rahmi, Wahida; Delfilaura, Asyifa; Putra, Andani Eka
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p466-478.2025

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks menempati urutan keempat terbanyak secara global dan kedua pada wanita, dengan Human papillomavirus (HPV) sebagai faktor risiko utama. Infeksi HPV, terutama tipe onkogenik seperti HPV16 dan HPV18, dapat menyebabkan perubahan histopatologi serviks dari lesi intraepitel skuamosa rendah hingga kanker invasif. Tujuan: Mengetahui hubungan infeksi HPV dengan gambaran histopatologi serviks menggunakan pemeriksaan sitologi, khususnya pap smear. Metode: Pendekatan narrative review, database PubMed, ProQuest, Cochrane, dan Google Scholar periode 2015–2020 dengan metode PRISMA dan kriteria inklusi spesifik. Hasil: Menunjukkan sebagian besar kanker serviks berasosiasi dengan infeksi HPV, dengan variasi tipe dan prevalensi pada tiap studi. Pemeriksaan kombinasi sitologi dan deteksi genom HPV memiliki sensitivitas tinggi dalam skrining kanker serviks. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini HPV untuk pencegahan progresi displasia menjadi kanker invasif.
Potensi antibakteri bawang putih dan bawang hitam siung tunggal (allium sativum l.) terhadap proteus mirabilis Rahmat Dani, Kafa; Fajar Liana, Delima; Mahyarudin, Mahyarudin
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p426-435.2025

Abstract

Latar Belakang: Resistensi Proteus mirabilis meningkat; eksplorasi antibakteri bawang hitam dan bawang putih siung tunggal menjadi alternatif. Tujuan: Menilai serta membandingkan potensi antibakteri ekstrak etanol herbal bawang hitam siung tunggal serta herbal bawang putih siung tunggal terhadap Proteus mirabilis. Metode: Merupakan penelitian true experiment dengan melakukan observasi setelah perlakuan diberikan. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Uji statistik memakai rumus uji Shapiro Wilk, uji alternatif menggunakan rumus Kruskal Wallis serta rumus uji Mann Whitney sebagai penutup. Hasil: Percobaan memperlihatkan ekstrak etanol bawang putih siung tunggal tidak memiliki aktivitas antibakteri apapun pada semua konsentrasi uji. Sementara itu, ekstrak etanol tanaman herbal bawang hitam siung tunggal dengan kepekatan 75% serta 100% menunjukkan adanya zona jernih (zona antibakteri) dengan ukuran masing-masing 8,2 milimeter dan 8,4 milimeter. Simpulan: Bawang hitam siung tunggal memiliki potensi dalam mencegah pertumbuhan bakteri Proteus mirabilis, dengan konsentrasi minimum efektif sebesar 75%.
Prevalensi dan Faktor Risiko Self-Injury pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2021 dan 2022 Luthfi, Muhammad; Yaunin, Yaslinda; Rustam, Erlina; Rini Gusya Liza; Cimi Ilmiawati; Yulistini
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p400-411.2025

Abstract

Latar Belakang: Self-injury merupakan gangguan kesehatan mental yang banyak dialami oleh remaja dan dewasa muda. Faktor risiko yang dapat mendorong terjadinya perilaku self-injury yaitu jenis kelamin, usia, gangguan perilaku, gangguan mental, perundungan, dan permasalahan interpersonal. Objektif: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko self-injury pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2021 dan 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pertanyaan kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 288 orang mahasiswa. Hasil: Mahasiswa kedokteran yang pernah melakukan self-injury sebanyak 49 orang (17%). Responden yang pernah melakukan self-injury cenderung memiliki karakteristik berikut, yaitu berjenis kelamin perempuan (77,5%), riwayat gangguan tidur (79,6%), riwayat gangguan makan (69,3%), permasalahan dengan teman (49%), riwayat mengalami perundungan (40,8%), riwayat mengalami pelecehan seksual (26,5%), riwayat gangguan mntal (26,5%), memiliki permasalahan dengan dosen (22,4%), merokok (10,2%), konsumsi alkohol (2%). Kesimpulan: Seperlima mahasiswa pernah melakukan tindakan self-injury. Terdapat berbagai faktor risiko perilaku self-injury pada mahasiswa yang perlu diperhatikan.
Gambaran Kejadian Infeksi STH Pada Murid SDN 33 Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang Ramadani, Indah; Eka Nofita; Rahmi Lestari; Elly Usman; Ulya Uti Fasrini
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p390-399.2025

Abstract

Latar Belakang: Infeksi cacing usus atau yang lebih dikenal dengan kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Pada saat awal terinfeksi, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Jenis yang paling sering menginfeksi manusia berasal dari kelompok soil transmitted helminth. Infeksi ini lebih banyak menginfeksi anak usia sekolah. Objektif: Mengetahui gambaran kejadian infeksi pada murid SDN 33 Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Metode: Penelitian deskriptif dengan melibatkan 33 murid dari kelas I-VI. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan menggunakan metode langsung. Data sosiodemografi dan faktor risiko kecacingan dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan status gizi dinilai berdasarkan IMT/U. Hasil: Menunjukkan 3,0 % (1 orang) murid terinfeksi dengan tipe infeksi tunggal oleh spesies Trichuris Trichiura. Anak yang terinfeksi umumnya memiliki kebiasaan menggigit kuku, bermain di tanah, dan tidak selalu memakai alas kaki saat keluar ruangan. Umur orang tua responden terinfeksi berada direntang 39-48 tahun, tamatan SLTA, tidak bekerja, dan memiliki pendapatan keluarga yang tergolong tinggi. Status gizi anak terinfeksi tergolong normal. Kesimpulan Hanya satu anak yang ditemukan terinfeksi soil transmitted helminth.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue