cover
Contact Name
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students
Contact Email
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students
ISSN : 26569868     EISSN : 2656985X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students adalah open access journal berbahasa Indonesia, yang menerbitkan artikel penelitian dari para peneliti pemula dan mahasiswa di semua bidang ilmu dan pengembangan dasar kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan interdisipliner dan multidisiplin. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dua kali setahun, setiap bulan Februari dan Oktober. Bidang cakupan Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; ilmu kedokteran gigi anak; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, endodontik, dan kedokteran gigi operatif; periodonsia; prostodonsia; ortodonsia; ilmu penyakit mulut; radiologi kedokteran gigi dan maksilofasial; serta perkembangan dan ilmu kedokteran gigi dari pendekatan ilmu lainnya. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students mengakomodasi seluruh karya peneliti pemula dan mahasiswa kedokteran gigi untuk menjadi acuan pembelajaran penulisan ilmiah akademisi kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
Uji Fungsional, ergonomis, dan usabilitas dental hypnosis monitoring device dalam mengelola kecemasan pasien selama prosedur perawatan gigi: studi experimental Muttaqin, Akmal; Yubiliana, Gilang; Suryani, Mira
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.60596

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Dental Hypnosis Monitoring Device (DHMD) merupakan alat yang dirancang untuk memantau tingkat kesadaran pasien selama hipnosis gigi, bertujuan mengurangi kecemasan pasien pada prosedur perawatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsionalitas, ergonomis, dan usabilitas DHMD dalam kecemasan pasien selama prosedur perawatan gigi Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji fungsional berbasis Black Box Testing, uji ergonomi melalui kuesioner skala Likert, dan uji usabilitas menggunakan user Experience Questionnaire (UEQ). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut LADOKGI R.E Martadinata pada Januari-Februari 2024, dengan melibatkan 11 pasien berusia 20-58 tahun sebagai responden. Hasil: Dental Hypnosis Monitoring Device berhasil menampilkan fungsi utama, seperti gelombang otak, visual, dan audio, sesuai harapan ketika digunakan oleh semua responden. Tingkat ergonomi mendapat persentase kelayakan 84,85%, tergolong sangat layak, meskipun masih ada potensi peningkatan pada aspek desain fisik. Sementara itu, uji usabilitas menunjukkan skor ”excellent” pada hampir semua skala, seperti daya tarik, efisiensi, dan kejelasan, dengan skor kebaruan relatif lebih rendah. Simpulan: Dental Hypnosis Monitoring Device terbukti dari aspek fungsional, ergonomis, dan kegunaan dapat membantu pengelolaan kecemasan pasien selama perawatan gigi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut pada aspek inovasi desain dan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. KATA KUNCI: Dental hypnosis monitoring device (DHMD), hipnosis gigi, kecemasan pasien, uji fungsional, uji ergonomis, uji usabilitasFunctional, ergonomic, and usability testing of the dental hypnosis monitoring device: experimental studyABSTRACTIntroduction: The Dental Hypnosis Monitoring Device (DHMD) is a tool designed to monitor patients' consciousness levels during dental hypnosis, with the aim of reducing  anxiety during dental procedures. This study was conducted to evaluate the functionality, ergonomics, and usability of the DHMD through a series of structured tests. This study aims to evaluate the functionality, ergonomics, and usability of the DHMD in relation to patient anxiety during dental treatment procedures. Methods: The research employed a quantitative approach, with functional testing based on Black Box Testing, ergonomic evaluation utilized a Likert-scale questionnaire, and usability testing was performed using the User Experience Questionnaire (UEQ). The study took place at the LADOKGI R.E. Martadinata Dental and Oral Hospital from January to February 2024, involving 11 patients aged 20–58 years as respondents. Results: The Dental Hypnosis Monitoring Device successfully performed its primary functions, including the display of brainwaves, visual output, and audio features, meeting the expectations of all respondents. The ergonomic assessment yielded a feasibility percentage of 84.85%, classified as highly feasible, though some improvements in physical design are still required. The usability test produced excellent scores across most scales, such as attractiveness, efficiency, and clarity, with a comparatively lower score in novelty. Conclusion: The Dental Hypnosis Monitoring Device has demonstrated functionality, ergonomic suitability, and effectiveness in helping to manage patient anxiety during dental treatments. This study recommends further advancements in design and technology to enhance the user experience.KEYWORDS: Dental hypnosis monitoring device (DHMD), dental hypnosis patient anxiety, functional testing, ergonomic testing, usability testing
Efektivitas daya hambat gel kitosan kepiting hitam (Scylla serrata) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro : studi eksperimental Pradiva, Muhammad Naufal; Rusdy, Hendry; Agusnar, Harry
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.61691

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kitosan merupakan biomaterial polimer yang diperoleh dengan deasetilasi kitin yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam produk olahan. Kitosan dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yaitu salah satu jamur yang berperan dalam proses terjadinya karies gigi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas gel kitosan kepiting hitam (Scylla serrata) dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan desain kelompok kontrol post-test only. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sediaan Candida albicans ATCC 10231. Penelitian dilakukan menggunakan metode disc diffusion method untuk menguji daya hambat gel kitosan kepiting hitam 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5% terhadap Candida albicans. Teknik analisis data yang digunakan yaitu One-way ANOVA. Hasil: Daya hambat gel kitosan Scylla serrata dengan konsentrasi 0,5% tidak memiliki daya hambat terhadap Candida albicans. Namun berbeda dengan gel kitosan Scylla serrata dengan konsentrasi 1%, 1,5 %, 2 %, 2,5 % memiliki daya hambat terhadap Candida albicans. Daya hambat kelompok kontrol positif (ketoconazole) lebih efektif dalam menghambat Candida albicans dibandingkan dengan gel kitosan pada konsentrasi 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5%. Simpulan: Gel kitosan yang berasal dari Scylla serrata memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans. Temuan ini mengindikasikan potensi gel kitosan sebagai agen antijamur yang efektif, yang dapat digunakan dalam pengembangan terapi untuk mengatasi infeksi jamur.KATA KUNCI: Antijamur, Candida albicans, kitosan kepiting hitam (scylla serrata), kitin, karies Effectiveness of black crab (Scylla serrata) chitosan gel in inhibiting the growth of Candida albicans in vitro: experimental study ABSTRACTIntroduction: Chitosan is a polymer biomaterial obtained by deacetylation of chitin which is widely used for various processed products. Chitosan can inhibit the growth of Candida albicans, which is one of the fungi that play a role in the process of dental caries. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of black crab (Scylla serrata) chitosan gel in inhibiting the growth of Candida albicans. Methods: This study used a laboratory experimental method with a posttest only control group design. The sample used in this study was Candida albicans ATCC 10231 preparation. The study was conducted using a disc diffusion method to test the inhibition of black crab chitosan gel 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5% against Candida albicans. The data analysis technique used was One-way ANOVA. Results: The inhibition of Scylla serrata chitosan gel with a concentration of 0.5% has no inhibition against Candida albicans. However, it is different with Scylla serrata chitosan gel with a concentration of 1%, 1.5%, 2%, 2.5% has inhibition against Candida albicans. The inhibition of the positive control group (ketoconazole) was more effective in inhibiting Candida albicans than the chitosan gel at concentrations of 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%. Conclusion: Chitosan gel derived from Scylla serrata has the ability to inhibit the growth of Candida albicans. This finding indicates the potential of chitosan gel as an effective antifungal agent, which can be used in the development of therapies to treat fungal infections.KEY WORDS: Antifungal, Candida albicans, black crab chitosan (scylla serrata), chitin, caries
Status kesehatan gigi dan mulut pada penyalahguna narkoba : studi cross sectional Luthfiyah, Ananda Meidy; Theresia, Tiarma Talenta; Astoeti, Tri Erri; Louisa, Marie; Putri, Anzany Tania Dwi
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.61248

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan dan menimbulkan masalah kesehatan tubuh, terutama kesehatan gigi dan mulut seperti karies dan penyakit periodontal. Masalah kesehatan gigi dan mulut tersebut dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut terhadap pengguna narkoba. Tujuan penelitian mengetahui status kesehatan gigi dan mulut pada penyalahguna narkoba di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional dan metode purposive sampling (non - probability sampling). Pengambilan data dengan pemeriksaan klinis berupa indeks WHO yang diubah menjadi DMF-T, OHI-S, Gingival Index, kedalaman poket periodontal, dan kegoyangan gigi pada 101 responden. Hasil: Sebanyak 101 responden, 98 (97%) responden yang mengalami karies dan 3 (3%) responden tidak mengalami karies atau sehat dengan nilai rerata DMF-T 9,43. Sebagian besar responden memiliki kebersihan gigi dan mulut dalam kategori baik (53%) dan tingkat keparahan gingivitis kategori peradangan ringan (53%). Selain itu, hampir tidak ditemukan kegoyangan gigi pada seluruh responden dan sebagian besar gigi memiliki kedalaman poket periodontal normal. Kedalaman poket periodontal adalah normal pada 61 responden dari total 101 responden. Simpulan: Penyalahguna narkoba di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido memiliki prevalensi karies yang tinggi walaupun tingkat kebersihan gigi dan mulut dalam kategori baik, tidak ada peradangan gingiva, tidak ada kedalaman poket periodontal, dan tidak ada kegoyangan gigi pada sebagian besar responden.KATA KUNCI: penyalahguna narkoba, kebersihan gigi dan mulut, karies, penyakit periodontal. Oral health status among individuals with substance use disorder: cross sectional studyABSTRACTIntroduction: Drug abuse can lead to dependence and result in various health problems, particularly affecting oral health, including dental caries and periodontal disease. These oral health issues may further compromise the overall oral condition of individuals with Substance Use Disorder (SUD). This study aimed to determine the oral and dental health status of individuals with SUD at the Lido Rehabilitation Center of the National Narcotics Agency. Methods: This study was an observational descriptive study with a cross-sectional design, using a purposive (non-probability) sampling method. Data were collected through clinical examination using WHO caries index, converted into DMF-T, OHI-S, Gingival Index, Periodontal Pocket Depth, and tooth mobility among 101 respondents. Results: Of the 101 respondents, 98 (97%) presented with dental caries, while 3 (3%) were caries-free, with an average DMF-T score of 9.43. The majority of respondents demonstrated good oral hygiene (53%) and mild gingival inflammation (53%). Additionally, tooth mobility was rarely observed, and most respondents exhibited normal periodontal pocket depth. Specifically, 61 out of 101 respondents had normal periodontal pocket measurements. Conclusions: Individuals with SUD at the National Narcotics Agency Rehabilitation Center in Lido exhibit a high prevalence of dental caries, despite presenting with generally good oral hygiene, mild gingival inflammation, normal periodontal pocket depth, and minimal tooth mobility.KEY WORDS: individual with substance use disorder, caries, oral hygiene, periodontal disease.
Korelasi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada penyalahguna narkoba: studi cross-sectional Fadhila, Putri Khansa; Lestari, Sri; Asia, Rr Asyurati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.61487

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies gigi. Salah satu faktor penyebabnya adalah perilaku mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kejadian karies gigi pada penyalahguna narkoba dapat disebabkan karena kurangnya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada penyalahguna narkoba. Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional.  Besar sampel minimum pada penelitian ini menggunakan rumus lemeshow dan didapatkan sebesar 80 sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 responden. Pengumpulan data perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menggunakan kuesioner (pengetahuan, sikap, dan tindakan) dan pengumpulan data karies gigi dengan pemeriksaan gigi dan mulut menggunakan indeks karies gigi WHO. Analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariate dan uji statistic menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori cukup sebesar 48%. Didapatkan DMF-T rerata dan prevalensi karies gigi responden adalah 9,4 dan 97%. Hasil uji korelasi Spearman, didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,822 dan nilai signifikansi p<0,001 yang menunjukkan kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dan signifikan. Tanda negatif menunjukkan jika semakin baik perilaku responden, maka semakin rendah nilai indeks karies giginya begitupun sebaliknya. Simpulan: Terdapat korelasi negatif antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada para penyalahguna narkoba.KATA KUNCI: Penyalahguna narkoba, perilaku kesehatan gigi dan mulut, karies gigiCorrelation between oral health behaviors and dental caries on substance use disorder : a cross-sectional studyABSTRACTIntroduction: Drug abuse can cause dental and oral health problems such as dental caries. One of the contributing factors is the behavior of ignoring dental and oral hygiene. Several studies state that the incidence of dental caries in substance use disorder can be caused by a lack of dental and oral health maintenance behavior. This study aims to determine the association between oral health behaviors and dental caries in substance use disorder at the Rehabilitation Center of the National Narcotics Board Lido Bogor. Methods: This research method is analytic observational with cross-sectional design.  The minimum sample size in this study used the lemeshow formula and obtained 80 samples. The number of samples used in this study were 100 respondents. Data collection on oral health behaviors using questionnaires (knowledge, attitudes, and practices) and dental caries data using the WHO dental caries index. Data were analyzed using bivariate analysis and statistical tests using the Spearman correlation test. Results: The results showed that most respondents had oral health behaviors in the moderate category at 48%. The average DMF-T and dental caries prevalence of respondents were 9.4 and 97%. The results of the Spearman correlation test, obtained a correlation coefficient (r) of - 0.822 and a significance value p < 0.001 which shows that the two variables have a strong and significant relationship. The negative sign indicates that the better the respondent's behavior, the lower the dental caries index value and vice versa. Conclusions: There is a negative correlation between oral health behavior and dental caries on substance use disorder.KEY WORDS: Substance use disorder, oral health behavior, dental caries
Analisis kecepatan degradasi gel berbasis madu Heterotrigona itama berdasarkan nilai indeks kristalinitas: studi eksperimental laboratoris dengan uji acak terkendali Alus, Levi Natya; Anitasari, Silvia; Kosala, Khemasili; Ismail, Sjarif; Yani, Sinar
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.63110

Abstract

Pendahuluan: Pengaplikasiaan dental topical merupakan tindakan preventif guna mencegah kerusakan lapisan gigi dan salah satu kandidatnya adalah gel berbasis madu Heterotrigona itama. Karakteristiknya yang kental dan lengket dapat memberikan perlekatan yang erat sehingga tidak mudah terdegradasi. Kecepatan degradasi dari gel ini dapat dianalisis dari nilai indeks kristalinitas menggunakan FTIR. Selain itu, Komponen pendukung dapat diketahui melalui gugus fungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecepatan degradasi gel berbasis madu Heterotrigona itama berdasarkan nilai indeks kristalinitas dan keberadaan gugus fungsi pendukung. Metode: Jenis penelitian berupa true experimental menggunakan Bruker Alpha II dan software origin. Sebanyak 25 gigi dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan berupa gel berbasis madu Heterotrigona itama 10%, 12,5% dan 15%, dental topical application dan gel CMC Na 3,5%. Analisis statistika yang digunakan, yaitu one way ANOVA dan post hoc test games howell. Hasil: Rerata nilai indeks kristalinitas gel berbasis madu Heterotrigona itama 10%, 12,5% dan 15% sebesar 86,14%±2.91161, 86,60%±273380, dan 87,88%±2.59568. Gugus fungsi pendukung meliputi O-H; C=O; C-H serta C-O. Elusidasi senyawa kimia, yaitu carboxylic acid. Hasil uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan signifikan (p<0,05), uji statistika antar kelompok perlakuan menunjukkan ada perbedaan signifikan secara nyata antara gel berbasis madu Heterotrigona itama 10%, 12,5% dan 15% terhadap kontrol positif dan kontrol negatif. Simpulan: Gel berbasis madu Heterotrigona itama 15% tidak mudah mengalami degradasi pada permukaan gigiKata Kunci: Gel berbasis madu Heterotrigona itama, ftir, kecepatan degradasi, indeks kristalinitas, gugus fungsi
Persepsi Estetika Gigi dan Senyum pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran : Studi cross-sectional Sari, Mayang Anggita; Irsal, Imran; Pramulia Yudia, Riries Choiru
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62616

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Estetika gigi dan senyum memainkan peranan penting dalam membentuk persepsi seseorang terhadap penampilan dirinya maupun orang lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui persepsi estetika gigi dan senyum pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran, karena faktor seperti usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan dapat mempengaruhi penilaian estetika seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi estetika gigi dan senyum pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang memuat 15 pertanyaan dengan menggunakan skala Guttman dengan alternatif pertanyaan YA atau TIDAK. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November 2022. Responden penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran yang berjumlah 201 mahasiswa dan menggunakan teknik stratified random sampling. Jawaban yang dipilih responden dianalisis menggunakan metode descriptive statistics. Hasil: Responden dengan usia 22 tahun memiliki persepsi positif dengan persentase tertinggi yaitu 75.0%, persentase terendah yaitu pada responden dengan usia 17 tahun hanya 40.0%. Responden laki-laki lebih memiliki persepsi diri yang positif yaitu 70.7% dan responden perempuan hanya 47.6%. Mahasiswa berdasarkan tingkat akademik, responden tingkat 4: angkatan 2019 memiliki persepsi diri positif yaitu 71.4% dan pada responden tingkat 1: angkatan 2022 sebanyak 38.8% dan Program Studi Kedokteran Gigi memiliki persentase tertinggi berdasarkan latar belakang pendidikan responden, yaitu sebanyak 59.4%. Simpulan: Persepsi positif paling banyak adalah pada responden yang dengan usia 22 tahun. Responden laki-laki memiliki persepsi yang lebih positif. Berdasarkan tingkat akademik, persepsi positif paling banyak adalah pada responden dengan tingkat akademik yang lebih tinggi, dan berdasarkan latar belakang pendidikan, persepsi positif paling banyak adalah pada responden Program Studi Kedokteran Gigi.KATA KUNCI: Persepsi diri, estetika gigi, estetika senyum, senyum, pendidikan The Self-Perception of Dental Aesthetics and Smile in Students the Faculty of Medicine: Studi cross-sectionalABSTRACTIntroduction: Dental aesthetics and smiles play an important role in shaping a person's perception of their own appearance and that of others. This study was conducted to determine the perception of dental aesthetics and smiles among medical students, as factors such as age, gender, and educational level can influence a person's aesthetic judgment. Methods: This study is a descriptive study with a cross-sectional design. The study utilized a questionnaire comprising 15 questions using the Gutmann scale, with response options of YES or NO. Data collection was conducted in November 2022. The study respondents were 201 medical students, selected using stratified random sampling. The responses selected by the respondents were analyzed using descriptive statistics. Results: Respondents aged 22 years had the highest positive perception at 75.0%, while the lowest percentage was among respondents aged 17 years at 40.0%. Male respondents had a more positive self-perception at 70.7%, while female respondents had 47.6%. Based on academic level, respondents in their fourth year (class of 2019) had a positive perception of 71.4%, while respondents in their first year (class of 2022) had a positive perception of 38.8%. Students from the Dentistry Program had the highest percentage based on educational background, at 59.4%. Conclusion: The highest positive perception was among respondents aged 22 years. Male respondents had a more positive perception. Based on academic level, the highest positive perception was among respondents with a higher academic level, and based on educational background, the highest positive perception was among respondents from the Dental Medicine Program.KEY WORDS: Self-Perception, dental aesthetics, smile aesthetics, smile, academic
Uji efektivitas antibakteri ekstrak biji buah naga merah (Hylocereus costaricensis) terhadap pertumbuhan porphyromonas gingivalis pada plat resin akrilik: Studi eksperimental Ardinata, Nadya; Ferdina, Resa; Amran, Ricky
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.61763

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kehilangan gigi dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, termasuk fungsi bicara dan nutrisi. Penggunaan gigi tiruan yang berbahan dasar resin akrilik berisiko menyebabkan akumulasi plak, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri patogen seperti Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis uji efektivitas ekstrak biji buah naga merah (Hylocereus costaricensis) sebagai alternatif antibakteri alami. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah plat resin akrilik berukuran 10 x 10 x 1 mm. Ekstrak biji buah naga merah diuji pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA. Hasil: Ekstrak biji buah naga merah (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose), efektif dalam menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Konsentrasi 15% menghasilkan jumlah pertumbuhan bakteri terendah dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Hasil uji One Way ANOVA dalam penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan bahwa pemberian ekstrak biji buah naga merah pada berbagai konsentrasi berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Simpulan: Ekstrak biji buah naga merah memiliki potensi sebagai agen antibakteri untuk mencegah pertumbuhan Porphyromonas gingivalis pada plat resin akrilik. Temuan ini memberikan alternatif alami yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mulut pada pengguna gigi tiruan.  KATA KUNCI: antibakteri, ekstrak biji buah naga merah, porphyromonas gingivalis, resin akrilik polimerisasi panas. Antibacterial effectiveness test of red dragon fruit seed extract (Hylocereus costaricensis) Inhibiting The Growth of Porphyromonas gingivalis on acrylic resin plates: study experimentalABSTRACT  Introduction: Tooth loss can affect a person's quality of life, including speech function and nutritional intake. The use of acrylic resin dentures carries a risk of plaque accumulation, which can be a breeding ground for pathogenic bacteria such as Porphyromonas gingivalis. This study aims to analyze the effectiveness of red dragon fruit seed extract (Hylocereus costaricensis) as a natural antibacterial alternative. Methods: This study used a post-test-only control group experimental design. The sample used was a 10 x 10 x 1 mm acrylic resin plate. Red dragon fruit seed extract was tested at concentrations of 5%, 10%, and 15%. Data analysis was carried out using the One Way ANOVA test. Results: Red dragon fruit seed extract  (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose) was effective in inhibiting the growth of Porphyromonas gingivalis. The 15% concentration demonstrated the lowest bacterial growth compared to other concentrations. The results of the One Way ANOVA test in this study showed a significant difference between treatment groups, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the administration of red dragon fruit seed extract at various concentrations had a significant effect in inhibiting the growth of Porphyromonas gingivalis.Conclusion: Red dragon fruit seed extract has potential as a natural antibacterial agent for preventing the growth of Porphyromonas gingivalis on acrylic resin plates. These findings provide a natural alternative for maintaining oral health in denture users. KEY WORDS: antibacterial, red dragon fruit seed extract, porphyromonas gingivalis, heat-polymerized acrylic resin.
Perbedaan arah sudut dan jarak penyinaran pada ketepatan marginal mahkota sementara resin komposit Urethane Dimethacryla: Studi eksperimental Rafi, Mohamad Afifuddin; Andryas, Ika; Wahyuni, Siti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.61936

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Seiring dengan perkembangan teknologi, bahan mahkota sementara berbasis resin komposit dapat dipolimerisasi dengan aktivasi sinar. Aktivasi dengan arah sudut dan jarak penyinaran yang tidak tepat dapat meningkatkan terjadinya celah dan ketidaktepatan marginal. Hal ini memegang peranan penting dalam penyinaran bahan mahkota sementara sehingga diperoleh ketepatan marginal yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan arah sudut dan jarak penyinaran terhadap ketepatan marginal bahan mahkota sementara resin komposit urethane dimethacrylate (UDMA) polimerisasi sinar. Metode: 40 sampel resin komposit light-cured disebar pada 4 kelompok (10 sampel per kelompok). Kelompok A disinari dengan LED light cure unit (B.G Light®, Bluedent, Bulgaria.)) pada jarak 1 mm dan arah sinar 45°. Kelompok B disinari pada jarak 3 mm dan arah sinar 45°. Kelompok C disinari dengan jarak 1 mm dan arah sinar 90°. Kelompok D disinari dengan jarak 3 mm dan arah sinar 90°. Sampel direndam dalam air destilasi selama 7 hari agar sesuai dengan kondisi pH rongga mulut dan dilakukan pengukuran celah marginal menggunakan stereomikroskop (Zeiss Stereo Discovery®. V12, Germany). Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui nilai  rerata dan standar deviasi ketepatan marginal. Uji Anova satu arah dilakukan untuk menganalisis perbedaan arah sudut dan jarak penyinaran terhadap ketepatan marginal mahkota sementara resin komposit Urethane Dimethacrylate. Hasil:  Hasil uji anova menunjukkan bahwa pada seluruh kelompok yang di uji,  terdapat perbedaan celah marginal yang signifikan pada pada sisi bukal dengan nilai p = 0,026. Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan celah marginal yang bermakna pada kelompok C dengan kelompok D dengan nilai p = 0,005. Simpulan: Berdasarkan uji Post Hoc menunjukkan bahwa kelompok A (arah sudut penyinaran 45° dan jarak 1 mm) hanya menunjukkan perbedaan terhadap kelompok D (arah sudut penyinaran 90° dan jarak 3 mm) dengan nilai p=0,019 dan kelompok C (arah sudut penyinaran 90° dan jarak 1 mm) memiliki perbedaan celah marginal yang signifikan dengan kelompok D (arah sudut penyinaran 90° dan jarak 3 mm) dengan nilai p=0,005. Arah sudut penyinaran  90° dan jarak 1 mm  lebih direkomendasikan untuk mendapatkan penyinaran maksimal agar mahkota sementara dapat terpolimerisasi dengan baik.KATA KUNCI: Arah Sudut, Jarak, Ketepatan Marginal, Mahkota Sementara, Urethane DimethacrylateEffect of irradiation direction and distance on marginal fit of provisional crown material: Study experimentalABSTRACTIntroduction: With the advancement of technology, provisional crown materials based on composite resin can be polymerized through light activation. Inaccurate angulation and distance of light irradiation may increase the occurrence of gaps and marginal discrepancies. This factor plays an important role in ensuring optimal marginal accuracy during the curing of provisional crowns. This study aimed to analyze the effect of different irradiation angles and distances on the marginal accuracy of light-cured urethane dimethacrylate (UDMA) composite resin provisional crowns. Methods: Forty light-cured composite resin samples were divided into four groups (10 samples each). Group A was irradiated with an LED light-curing unit (B.G Light®, Bluedent, Bulgaria) at a distance of 1 mm and a 45° angle. Group B was irradiated at a distance of 3 mm and a 45° angle. Group C was irradiated at a distance of 1 mm and a 90° angle. Group D was irradiated at a distance of 3 mm and a 90° angle. Samples were immersed in distilled water for 7 days to simulate the oral cavity’s pH conditions, followed by marginal gap measurement using a stereomicroscope (Zeiss Stereo Discovery® V12, Germany). Univariate analysis was used to determine the mean and standard deviation of marginal accuracy, and one-way ANOVA was applied to evaluate differences between irradiation angles and distances. Results: One-way ANOVA revealed significant differences in marginal gaps on the buccal side among all tested groups (p = 0.026). Post Hoc analysis indicated a significant difference between Group C and Group D (p = 0.005). Conclusion: Post Hoc testing showed that Group A (45° angle, 1 mm distance) differed only from Group D (90° angle, 3 mm distance) (p = 0.019), while Group C (90° angle, 1 mm distance) showed a significant difference from Group D (p = 0.005). An irradiation angle of 90° at a distance of 1 mm is recommended to achieve optimal polymerization and marginal adaptation of provisional crowns.KEYWORDS: Irradiation angle, Distance, Marginal accuracy, Provisional crown, Urethane dimethacrylate
Differences of room temperature vulcanized silicone and dimensional accuracy towards silicone PVS light body impression: Study experimental Kambolong, Sitti Annisa; Masyhudi, Masyhudi; Sulistiani, Dewi Arsih; Asfirizal, Verry; Irsal, Imran; Sukotjo, Cortino
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62117

Abstract

ABSTRAKIntroduction: Dental impressions are materials used to accurately replicate. Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) impression material is known to have good ultimate tensile strength and flexibility. Polyvinyl siloxane light body impression (low viscosity) which has the same viscosity as RTV material. Dimensional accuracy is used to see the accuracy of the impression material. Objective to investigate the optimal ratio of base, catalyst, and filler for RTV silicone to achieve the setting time and working time. To investigate is a difference between treatments using fillers and not using fillers. To investigate the difference in dimensional accuracy between the two materials. Methods: This research is pure experimental researches with randomized post-test only control group design. The control group was PVS light body silicone and the treatment group was RTV silicone. RTV silicones were categorized into 6 treatment groups. The treatments were increasing the amount of catalyst and adding talc filler. Each treatment group had 4 replications. Based on data analysis, there was no difference in the average. Results: The results showed that RTV silicone had significant difference with p < 0.05. At the ratio of RTV treatment groups without fillers by using fillers had a real difference with p < 0.05. In terms of dimensional accuracy, RTV silicone and silicone with light body impression viscosity did not have significant difference with p > 0.05. Conclusion: The optimal ratio for RTV silicon is 10:2 with the addition of 10 grams of talc filler. In the treatment using filler and without filler, having original fabrics with faster results was found in the filler treatment group. There is no significant difference in dimensional accuracy between RTV silicone and silicone with light body impression viscosity, so that both materials have the same accuracy.KEY WORDS: Room temperature vulcanized (RTV) silicone, light body impression, dimensional accuracyPerbandingan silikon room temperature vulcanized   dan akurasi dimensi terhadap silikon PVS light body impression dalam kedokteran gigi : studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: cetakan gigi adalah bahan yang digunakan untuk membuat replika atau tiruan yang akurat. Bahan cetak Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) diketahui memiliki ultimate tensile strength serta kelenturan yang baik. Bahan polyvinyl siloxane (PVS) light body (viskositas rendah) yang memiliki viskositas sama dengan bahan RTV. Akurasi dimensi digunakan untuk melihat keakuratan bahan cetak. Metode: Penelitian ini bermetode eksperimental murni dengan desain penelitian Randomized post-test only control group design. Kelompok kontrol adalah Silikon PVS light body dan kelompok perlakuan adalah Silikon RTV. Silikon RTV dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan, dengan perlakuan menaikkan jumlah katalis dan penambahan filler talc. Setiap kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Akurasi dimensi dari silikon RTV dilakukan pengecoran, dan diukur menggunakan dental caliper. Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan analisis data didapatkan tidak terdapat perbedaan rata-rata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa silikon RTV dengan PVS light body memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p<0.05. Pada akurasi dimensi antara kedua bahan silikon RTV dengan silikon PVS berviskositas light body impression, tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p>0.05. Simpulan: RTV didapatkan rasio perbandingan yang paling optimal adalah katalis dan base (2:10) dengan penambahan filler talc sebanyak 10 gram. Pada akurasi dimensi silikon RTV dengan silikon berviskositas light body impression tidak memiliki perbedaan yang nyata/signifikan, sehingga kedua bahan memiliki keakuratan yang sama.KATA KUNCI: Silikon room temperature vulcanized (RTV), light body impression, akurasi dimensi 
Evaluasi Pengukuran Dimensi Vertikal Sebelum dan Sesudah Pemasangan Gigi Tiruan Lengkap Lepasan: Studi Potong Lintang Damayanti, Lisda; Fuadi, Muhamad Firdaus; Wulansari, Daisy
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.64890

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Langkah penting pada rehabilitasi gigi tiruan yang berperan untuk mengembalikan fungsi dan estetik dari pasien yang kehilangan gigi adalah pengukuran dimensi vertikal yang terbagi menjadi Dimensi Vertikal Oklusi (DVO) dan Dimensi Vertikal Fisiologis (DVF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis  kesesuaian dimensi vertikal sebelum dan sesudah pemasangan gigi tiruan lengkap lepasan. Metode: Jenis penelitian ini merupakan metode observasional dengan desain cross sectional. Subjek pasien poliklinik Prostodonsia RSGM UNPAD. Data dimensi vertikal oklusi pasien sebelum pemasangan gigi tiruan (diukur dengan rumus Niswonger, DVO= DVF-2 mm freeway space pada posisi istirahat fisiologis) dan sesudah pemasangan gigi tiruan saat oklusi sentrik, diukur dengan mengukur jarak 2 titik subnation dan gnation. Hasil: Hasil nilai probabilitas p=0,000 menggunakan uji paired t-test menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengukuran DVF dan DVO sebelum dan sesudah pemasangan gigi tiruan lengkap lepasan (p-value 0,000 ≤0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan hasil pengukuran Dimensi Vertikal Oklusi (DVO) antara sebelum dan sesudah pemasangan gigi tiruan lengkap lepasan, tetapi perbedaan hasil ini masih dalam batas toleransi yang dapat diterima.KATA KUNCI: Gigi Tiruan Lengkap Lepasan, dimensi Vertikal oklusi, dimensi vertikal fisiologis, sebelum dan sesudah pemasangan gigi tiruan    Evaluation of vertical dimension before and after insertion of removable dentures: A cross-sectional studyABSTRACTIntroduction: Dentures play a role in returning both physiological function and esthetics of a patient that experiences tooth loss, one of the steps in denture fabrication is vertical dimension measurements that consists of the Vertical Dimension of Occlusion (VDO) and the Vertical Dimension at Rest (VDR), this step is crucial in ensuring the rehabilitation of function and esthetics are achieved. The purpose of this study is to analyze the suitability of vertical dimension measurements before and after insertion of complete dentures. Methods: This is an observational study using the cross sectional method done on 30 patients indicated for removable dentures treated by coassistents and residency at prosthodontic clinic RSGM UNPAD. Sample size is determined using the purposive sampling method. Measurements are done using the 2 dot method, first measurements are done prior to insertion using the Niswonger method which is VDR subtracted by freeway space to get the first VDO measurement. The second measurement is done after denture insertion which then patients are put in the centric occlusion position, the distance between the 2 dots subnation and gnation are measured to get the second VDO after insertion Results: Probability value of p=0,000 using paired t-test analysis shows that there is significant difference between VDO and DVF before and after insertion off dentures (p-value 0,000 ≤0,05). Conclusion: There is a difference in the measurement of the VDO between before and after the insertion of complete removable dentures, and this difference remains within an acceptable tolerance range. KEY WORDS:  Complete dentures, vertical Dimension of Occlusion, physiologic vertical dimension, before and after denture insertion