cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 587 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUSASUKA (BUKU SAKU SUKU KATA) BERBASIS CANVA PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Anzanie, Dhela; Septika, Hety Diana; Haerani, Rosita Putri Rahmi; Muhlis, Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1156

Abstract

Studi ini diarahkan untuk merancang suatu sarana instruksional baru BUSASUKA (Buku Saku Suku Kata) bagi siswa kelas I SD. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya keterampilan membaca dan menulis suku kata yang dimiliki siswa, sehingga berdampak pada kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode pengembangan berbasis ADDIE yang terdiri atas lima langkah utama, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. BUSASUKA merupakan perangkat ajar yang disusun guna mendukung peserta didik tingkat awal dalam mengenal dan memahami suku kata dengan cara yang menarik dan interaktif. Media ini dibuat menggunakan aplikasi Canva dengan tampilan praktis dan mudah dibawa, berisi pengenalan huruf, suku kata, serta latihan membaca dan menulis. Subjek penelitian melibatkan 13 siswa kelas I-B SD Negeri 007 Sungai Pinang dengan instrumen berupa angket penilaian ahli media, ahli materi, respon guru wali kelas, serta respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pengembangan BUSASUKA mengikuti model ADDIE, dengan menganalisis kesulitan siswa dalam membaca dan menulis, kemudian dilanjutkan dengan merancang flowchart dan storyboard untuk mendesain tampilan halaman media BUSASUKA. (2) Penilaian kelayakan pada media BUSASUKA dilakukan oleh ahli media, ahli materi, guru kelas, dan 13 siswa. Hasil penilaian menunjukkan skor 90% dari ahli media, 98% dari ahli materi, 91,85% dari siswa, dan 98% dari guru kelas. Dengan demikian, BUSASUKA dinyatakan “Sangat Layak” digunakan sebagai media pembelajaran.
ANALISIS TRANSFORMASI NILAI ADAT MARTONGGO RAJA DI ERA MODERNISASI MASYARAKAT BATAK TOBA Sitorus, Novellyn Debora; Butar-Butar, Ningrum Melati; Sinaga, Cristine Fitta Homasan
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1197

Abstract

Di tengah arus modernisasi yang ditandai oleh perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, praktik adat masyarakat Batak Toba menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai, termasuk dalam tradisi Martonggo Raja sebagai forum musyawarah adat. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk memahami bagaimana nilai-nilai adat dipertahankan atau ditransformasikan dalam konteks kekinian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nilai adat Martonggo Raja dalam masyarakat Batak Toba. Martonggo Raja berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial berdasarkan prinsip Dalihan Na Tolu: hormat kepada hula-hula, kasih kepada boru, dan solidaritas dengan dongan sabutuha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi fokus melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen adat di Kota Pematangsiantar. Hasil penelitian menunjukkan transformasi dalam tiga aspek: (1) bentuk, dari musyawarah komunal menjadi lebih adaptif; (2) makna, dari simbol sakral menjadi praktik sosial; dan (3) fungsi, dari kewajiban adat menjadi ekspresi identitas budaya. Meskipun demikian, nilai inti seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap leluhur tetap bertahan. Dengan demikian, Martonggo Raja tetap relevan sebagai wadah sosial dan spiritual di tengah modernisasi.
KRISIS INTERNAL DAN KETIDAKBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM DRAMA “MALAM JAHANAM” KARYA MOTINGGO BOESJE Jenyfer, Jie; Dewi, Yusra; Lestari, Gita Aulia; Zarkasi, A.
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1203

Abstract

Penelitian ini menganalisis krisis internal tokoh Paijah dalam drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje melalui pendekatan feminisme liberal dengan teori Kate Millett. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap dialog, tindakan, dan situasi dramatik yang mencerminkan posisi perempuan dalam struktur patriarki. Berdasarkan konsep sexual politics Millett, patriarki dipahami sebagai sistem kekuasaan yang menundukkan perempuan melalui dominasi laki-laki di ranah publik dan domestik. Tokoh Paijah digambarkan mengalami tekanan psikologis dan sosial akibat perannya sebagai istri yang dibatasi oleh norma patriarkis dan keterkungkungan dalam ruang domestik. Krisis internalnya muncul dari konflik antara kepatuhan terhadap sistem tersebut dan keinginannya untuk memperoleh kebebasan diri. Analisis menunjukkan bahwa pergulatan batin Paijah menjadi simbol ketidakberdayaan perempuan dalam menghadapi sistem sosial yang tidak adil. Dengan demikian, drama Malam Jahanam tidak hanya menampilkan konflik keluarga, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap ketimpangan gender serta perjuangan perempuan untuk meraih kesetaraan dan kemandirian dalam masyarakat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PjBL TERHADAP KREATIVITAS SISWA DALAM MENULIS TEKS ARGUMENTASI KELAS XI SMK GKPS 2 PEMATANG SIANTAR Sirait, Jumaria; Sinulingga, Andhika; Simanjuntak, George; Sinaga, Sandri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1231

Abstract

Menulis teks argumentasi merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Namun faktanya, kenyataan yang diperoleh melalui observasi langsung ke SMK GKPS 2 Pematang Siantar, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun argumen yang logis, serta menulis dengan gaya yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kreativitas siswa dalam menulis teks argumentasi di kelas XI SMK GKPS 2 Pematang Siantar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, sedangkan sampel diambil dua kelas secara acak, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PjBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes menulis teks argumentasi dan dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam menulis teks argumentasi. Dengan hasil penelitian yang diperoleh, model pembelajaran PjBL dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis yang kreatif dan produktif di lingkungan sekolah kejuruan.
KAJIAN SEMIOTIKA SIMBOL AMPANG DALAM ADAT BATAK TOBA: PEMBELAJARAN NILAI ETIKA DAN KARAKTER Aritonang, Fransiska Risnawati; Nainggolan, Rista Veronika; Situmorang, Jonatan Francois Tua
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1234

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pemahaman generasi yang lebih muda mengenai makna simbolik dalam budaya Batak Toba, terutama terkait dengan barang-barang tradisional yang memiliki nilai-nilai filosofis dan kultural. Salah satu simbol yang mulai diabaikan adalah ampang, yang selama ini dianggap sekadar sebagai tempat biasa, padahal ia menyimpan makna yang mendalam dalam konteks sosial dan adat. Di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, sangat penting untuk kembali menggali nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembentukan identitas budaya dan karakter. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna simbolik ampang dalam tradisi Batak Toba dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, agar dapat ditemukan nilai-nilai etika dan karakter yang tersembunyi di dalamnya. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan kajian literatur. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ampang tidak sekadar berfungsi sebagai wadah tradisional, melainkan juga sebagai simbol kebersamaan, penghormatan, dan spiritualitas dalam beragam upacara adat seperti paranak mamboan parboru, mangongkal holi, dan saur matua. Analisis semiotik mengungkapkan makna denotatif ampang sebagai barang anyaman dari bambu, sementara secara konotatif, ia merepresentasikan nilai-nilai etika seperti tanggung jawab, kewajiban untuk saling membantu, kejujuran, penghormatan kepada orang tua, serta upaya pelestarian budaya setempat. Simbol ampang berperan sebagai media pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran moral, spiritualitas, dan identitas budaya bagi generasi muda. Dengan demikian, ampang berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya, namun juga sebagai alat untuk mendidik etika dan karakter yang berlandaskan pada kearifan lokal Batak Toba.
ALIRAN-ALIRAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN Sulistyani, Dyah Retno; Anggrayani, Anggrayani; Dila, Ramika; Masruhim, Muhammad Amir; Warman, Warman; Hidayanto, Dwi Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1250

Abstract

Manajemen pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu berkembang melalui berbagai aliran teori yang memberikan perspektif berbeda dalam mengelola lembaga pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis aliran-aliran utama dalam teori manajemen pendidikan, seperti aliran klasik, aliran hubungan manusiawi, aliran sistem, serta aliran kontemporer yang menekankan pada pendekatan transformasional dan partisipatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan literatur, buku, dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap aliran teori memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk praktik manajemen pendidikan, mulai dari penekanan pada efisiensi dan struktur organisasi, pentingnya motivasi dan komunikasi, hingga integrasi sistem dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kesimpulannya, pemahaman terhadap aliran-aliran teori manajemen pendidikan memberikan landasan konseptual yang kuat bagi pengembangan strategi pengelolaan lembaga pendidikan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
PERAN KEPEMIMPINAN STRATEGIK KEPALA SEKOLAH MENDORONG BUDAYA INOVASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF Sulistyani, Dyah Retno; Anggrayani, Anggrayani; Rujianto, Rujianto; Allo, Aris Ringgi; Dila, Ramika; Mulawarman, Widyatmike Gede; Akhmad, Akhmad
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1251

Abstract

Kepemimpinan strategik kepala sekolah sangat berperan penting dalam mewujudkan visi dan misi inovatif yang membangun kolaborasi dan optimalisasi sumber daya sekolah. Kepala sekolah berfungsi sebagai pemimpin strategis yang mampu mengarahkan seluruh warga sekolah untuk bergerak dalam satu tujuan bersama, menciptakan iklim kerja yang kolaboratif, serta mendorong guru dan siswa agar berani berinovasi. Dengan kepemimpinan yang visioner, kepala sekolah dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada baik fasilitas, tenaga pendidik, maupun potensi lokal sehingga program-program inovatif dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptual terhadap praktik kepemimpinan strategik dalam konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan strategik mampu: (1) merumuskan visi dan misi yang berorientasi pada inovasi, (2) menciptakan iklim kolaboratif yang mendukung kreativitas guru dan siswa, (3) mengoptimalkan sumber daya untuk pengembangan program inovatif. Dengan demikian, kepemimpinan strategik kepala sekolah tidak hanya memperkuat budaya inovasi, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam meningkatkan daya saing sekolah.
MOTIVASI MENULIS TEKS NARATIF SISWA SMP NEGERI 9 PENAJAM PASER UTARA DALAM PERSPEKTIF SELF DETERMINATION THEORY: STUDI KASUS PSIKOLINGUISTIK BERBASIS WAWANCARA DAN PRODUK TEKS Khadijah, Desy Sitti; Listiyowardany, Yunia Hardiani; Susilo, Susilo; Kalukar, Ventje Jany
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motivasi siswa SMP dalam menulis teks naratif serta keterkaitannya dengan kualitas produk tulisan dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi proses pembelajaran/penulisan, dan analisis dokumen teks naratif siswa. Analisis dilakukan secara tematik untuk data wawancara dan observasi, serta analisis teks untuk mengkaji struktur naratif, koherensi, pengembangan ide, ketepatan penggunaan bahasa, dan jejak revisi sebagai indikator proses kognitif menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi menulis siswa bervariasi dan dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan otonomi, kompetensi, dan relasi (Self Determination Theory), serta oleh harapan keberhasilan dan nilai tugas (teori harapan–nilai). Siswa dengan otonomi dan nilai personal yang kuat cenderung lebih mudah memulai, mempertahankan alur, serta mengembangkan konflik dan resolusi, sehingga struktur naratif lebih utuh dan koheren. Sebaliknya, siswa dengan persepsi kompetensi rendah lebih sering mengalami kesulitan generasi ide, menghasilkan teks yang cenderung aditif, kurang terorganisasi, dan menunjukkan ketidakstabilan pada aspek kebahasaan serta monitoring-revisi. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pembelajaran menulis naratif yang memberi ruang pilihan, scaffolding perencanaan (orientasi–komplikasi–resolusi), serta umpan balik bertahap untuk memperkuat keterlibatan dan kualitas tulisan siswa.
KAJIAN PSIKOLINGUISTIK TENTANG KEPERCAYAAN DIRI DAN KELANCARAN BERBICARA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 SAMARINDA Hadijati, Sri; Susilo, Susilo
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri sebagai variabel afektif terhadap kelancaran berbicara sebagai aspek produksi bahasa pada siswa kelas X SMA Negeri 16 Samarinda. Dengan menggunakan landasan teori Affective Filter Hypothesis yang dikemukakan oleh Krashen, penelitian ini dibatasi hanya pada dua variabel utama, yaitu kepercayaan diri dan kelancaran berbicara. Fokus penelitian diarahkan untuk menguji hipotesis alternatif (H₁) yang menyatakan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kepercayaan diri terhadap kelancaran berbicara siswa, serta membandingkannya dengan hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak terdapat pengaruh antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran faktor afektif terhadap keterampilan berbahasa, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa di tingkat sekolah menengah.
PERBANDINGAN KOSAKATA BAHASA JAWA DAN BAHASA SUNDA DI DESA DAYO KECAMATAN TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU Rohmah, Dewi; Hermandra, Hermandra; Rasdana, Oki
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1265

Abstract

Perbandingan kosakata Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda di Desa Dayo, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna kosakata yang sama, bentuk sama dengan makna berbeda, dan hubungan kekerabatan antara Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini merupakan kajian linguistik historis komparatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan 200 kosakata dasar Morris Swadesh dan 100 kosakata umum untuk dianalisis kosakata yang termasuk kerabat. Hasil penelitian membuktikan bahwa persentase kekerabatan kedua bahasa adalah 40% sehingga termasuk dalam tingkat keluarga, dengan waktu pisah 2.100 tahun dan 0,03 jangka kesalahan standar.