cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 636 Documents
TRANSFORMASI MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK EKONOMIS MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI RW 05 PAKINTELAN GUNUNGPATI Widiarti, Nuni; Lestari, Devy; Sulistyaningsih, Triastuti; Astuti, Budi; Rohmah, Rojaa Maysa; Muna, Nala Izzul; Maylani, Amanda Farizka
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66575

Abstract

Used cooking oil is household waste that is often not managed properly, giving it the potential to pollute the environment and endanger human health. Reusing it without proper procedures and disposing of it carelessly can lead to soil and water pollution and increase the risk of degenerative diseases. This community service activity aims to empower the residents of RW 05, Pakintelan Village, Gunungpati District, Semarang City, through training on the utilization of used cooking oil into environmentally friendly, value-added products, namely soap, aromatherapy candles, and briquettes made from biomass waste. The program was carried out using a participatory and educational approach through the stages of counseling, technical training, practical assistance, and simple evaluation. The activity, which took place on May 25, 2025, was attended by 40 active PKK members and facilitated by a team of lecturers from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Semarang. The results of the activity showed that participants were able to produce the products independently and apply appropriate technology-based household waste recycling techniques. As a form of sustainability, the residents replicated the soap and candle products to participate in the HATINYA PKK competition at the village level, where they won third place. This activity proves that community empowerment based on waste management can promote ecological awareness, practical skills, and family economic independence. The program has great potential to be replicated in other communities with similar social and environmental characteristics, especially in urban and semi-urban areas facing similar household waste management problems. Minyak goreng bekas (jelantah) merupakan limbah rumah tangga yang sering kali tidak dikelola dengan baik, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Penggunaan ulang tanpa prosedur yang tepat serta pembuangan sembarangan dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga RW 05 Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi, yaitu sabun, lilin aromaterapi, dan briket dari limbah biomassa. Program dilaksanakan secara partisipatif-edukatif melalui tahapan penyuluhan, pelatihan teknis, pendampingan praktik, dan evaluasi sederhana. Kegiatan yang berlangsung pada 25 Mei 2025 ini diikuti oleh 40 anggota aktif PKK dan difasilitasi oleh tim dosen FMIPA Universitas Negeri Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk secara mandiri serta mempraktikkan teknik daur ulang limbah rumah tangga berbasis teknologi tepat guna. Sebagai wujud keberlanjutan, warga mereplikasi produk sabun dan lilin untuk mengikuti lomba HATINYA PKK tingkat kelurahan dan meraih juara 3. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan limbah dapat mendorong kesadaran ekologis, keterampilan praktis, serta kemandirian ekonomi keluarga. Program ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di komunitas lain dengan karakteristik sosial dan lingkungan serupa, terutama di kawasan urban dan semi-urban yang menghadapi persoalan serupa terkait limbah rumah tangga.
PEMBERDAYAAN UMKM BERBASIS DIGITAL MELALUI OPTIMALISASI GOOGLE MAPS DAN KONTEN PROMOSI MEDIA SOSIAL DI DESA DUKUH, INDRAMAYU Dermawan, Windy; Renanta, Alifda Tisya; Dwi Damara, Zaskia Rahma; Rahma, Rizki Aulia; Zaman, Muhammad Badruz; Fitriyani, Syifa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.71318

Abstract

Low adoption of digital technology remains a challenge for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in rural areas, particularly regarding marketing and business visibility. This situation is evident among MSMEs in Dukuh Village, Indramayu Regency, where the majority have yet to utilize digital platforms to expand their market reach. This community service initiative aims to enhance the digital visibility of MSMEs by optimizing their presence on Google Maps and creating promotional content for social media. The methods employed included social mapping, MSME data collection, guidance on adding and optimizing business locations on Google Maps, and the creation of digital promotional content titled "JEDUK (Jelajah Desa Dukuh)," distributed via TikTok and Instagram. The initiative targeted 47 MSMEs across Dukuh Village. Results indicate that, of the 36 MSMEs previously unregistered on Google Maps, 30 were successfully listed; consequently, 41 out of the 47 MSMEs (approximately 87%) now have location-based visibility on the platform, with 16 having achieved verified status and active visibility in search results. Furthermore, the digital promotional content produced garnered between 2,169 and 2,801 views within the first 24 hours of posting. Overall, the initiative improved the accessibility of business information, expanded promotional reach to a wider audience, and fostered initial interactions between MSMEs and potential customers. Additionally, the program strengthened the capacity of MSME owners to utilize digital platforms for marketing, thereby paving the way for sustainable digital marketing practices at the village level.Rendahnya pemanfaatan teknologi digital masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan, termasuk dalam aspek pemasaran dan visibilitas usaha. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM di Desa Dukuh, Kabupaten Indramayu, yang sebagian besar belum memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan visibilitas digital UMKM melalui optimalisasi Google Maps dan pembuatan konten promosi media sosial. Metode yang digunakan meliputi social mapping, pendataan UMKM, pendampingan penambahan dan optimalisasi titik lokasi usaha pada Google Maps, serta pembuatan konten promosi digital “JEDUK (Jelajah Desa Dukuh)” yang dipublikasikan melalui TikTok dan Instagram. Sasaran kegiatan adalah 47 UMKM yang tersebar di Desa Dukuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 36 UMKM yang sebelumnya belum terdaftar pada Google Maps, sebanyak 30 UMKM berhasil didaftarkan, sehingga secara keseluruhan 41 dari 47 UMKM (±87%) telah memiliki visibilitas berbasis lokasi pada platform tersebut, dengan 16 UMKM yang telah terverifikasi dan muncul secara aktif dalam pencarian. Selain itu, konten promosi digital yang diproduksi memperoleh jangkauan 2.169–2.801 penayangan dalam 24 jam pertama setelah unggahan. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak pada peningkatan aksesibilitas informasi usaha, perluasan jangkauan promosi ke audiens yang lebih luas, serta mendorong interaksi awal antara UMKM dan calon konsumen. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran, sehingga membuka peluang keberlanjutan praktik pemasaran berbasis digital di tingkat desa.
PEMBERDAYAAN POKDARWIS DESA BANDASARI MELALUI LITERASI DIGITAL UNTUK PENGUATAN SMART RURAL TOURISM BERBASIS KOMUNITAS Novianti, Evi; Endyana, Cipta; Yustikasari, Yustikasari; Lukman, Kevin Muhamad; Putra, Adhika Graha Irianto; Lazuardina, Annisa; Delamontano, Eldo; Baituloh, Taqiy Gusdi; Prasetya, Zendra Haris; Zahra, Izzatun
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.69181

Abstract

Digitalization in rural tourism villages is often reduced to social media promotion, emphasizing visual branding instead of data-based destination management. This Community Service Program (PKM) aims to strengthen digital literacy in Bandasari Tourism Village by integrating Global Positioning System (GPS) technology, GPS Exchange Format (GPX) data, and storytelling as community-based destination management tools. Using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, residents were positioned as active decision-makers. The program consisted of three stages: identifying tourism potential through participatory discussions, training residents to collect and interpret GPS–GPX spatial data, and developing narrative descriptions of tourism waypoints. Data were obtained through participatory observation, focus group discussions, and documentation. The results show a shift in the community’s perception of digitalization. Waypoints, initially viewed only as coordinates, evolved into narrative points representing local identity, enabling the creation of a digital story map. The community also began linking waypoints to local micro-businesses, strengthening the village’s economic network and reducing dependence on individuals with localized knowledge.Digitalisasi di desa wisata perdesaan sering kali direduksi hanya pada promosi melalui media sosial, dengan penekanan pada pencitraan visual dibandingkan pengelolaan destinasi berbasis data. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital di Desa Wisata Bandasari melalui integrasi teknologi Global Positioning System (GPS), data GPS Exchange Format (GPX), dan pendekatan storytelling sebagai alat pengelolaan destinasi berbasis komunitas. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat diposisikan sebagai pengambil keputusan aktif. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu: identifikasi potensi wisata melalui diskusi partisipatif, pelatihan masyarakat dalam pengumpulan dan pembacaan data spasial GPS–GPX, serta penyusunan deskripsi naratif pada titik-titik wisata (waypoints). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pergeseran persepsi masyarakat terhadap digitalisasi. Waypoints yang semula dipahami hanya sebagai koordinat berkembang menjadi titik-titik naratif yang merepresentasikan identitas lokal, sehingga memungkinkan terbentuknya peta cerita digital (digital story map). Masyarakat juga mulai mengaitkan waypoints dengan usaha mikro lokal, yang memperkuat jejaring ekonomi desa serta mengurangi ketergantungan pada individu-individu dengan pengetahuan lokal yang bersifat personal.
PENERAPAN SEKOLAH KETERAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN MENGGUNAKAN KURIKULUM MUSLIMPRENEUR DAN SMART CLASS SYSTEM Arsyad, Aisyah Tiar; Nurlatifah, Hanny; Samiono, Bambang Eko; Yusuf, Andi Mukramin; Shabir, Achmad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.69968

Abstract

This training program aims to increase the understanding and skills of Muslimpreneur value-based entrepreneurship among 100 participants from Pameungpeuk Subdistrict, Bandung Regency, the majority of whom are students and alumni of Al Marwah Vocational School. Activities include building smart-class-system-based classroom infrastructure, Muslimpreneur curriculum training, and pre-test and post-test surveys. The results of the training showed a significant increase in participants' understanding of aspects such as Muslimpreneur, entrepreneurship, marketing, halal products, and sharia finance, despite technical difficulties such as unstable electricity and licensing issues related to imported equipment. This program succeeded in producing 20 products with business concepts that were ready to be incubated at the Tajeer Incubator at Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) and graduated 100 participants with competency certification, creating a strong foundation for the sustainability of micro-enterprises based on religious and technical values.Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kewirausahaan berbasis nilai Muslimpreneur bagi 100 peserta dari Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, yang mayoritas merupakan siswa dan alumni SMK Al Marwah. Kegiatan mencakup pembangunan infrastruktur kelas berbasis smart class system, pelatihan kurikulum Muslimpreneur, dan survei pre-test serta post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta pada aspek Muslimpreneur, kewirausahaan, pemasaran, produk halal, dan keuangan syariah, meskipun sempat terdapat kendala teknis seperti stabilitas listrik dan perizinan perangkat impor. Program ini berhasil menghasilkan 20 produk dengan konsep bisnis yang siap diinkubasi di Inkubator Tajeer Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan meluluskan 100 peserta bersertifikasi kompetensi, menciptakan fondasi kuat untuk keberlanjutan usaha mikro berbasis nilai religius dan teknis.
IDENTIFIKASI KONDISI EKOLOGI DAN LAYANAN DASAR DI KAWASAN TRANSMIGRASI LAGITA, KABUPATEN BENGKULU UTARA Fasyadera, Syiffa Aulia; Miftah, Ahmad Zaini; Pratama, Masry Nanda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.70404

Abstract

The Lagita Transmigration Area in North Bengkulu Regency represents a developing region facing challenges in environmental management and the provision of basic services due to land-use changes and the intensification of natural resource utilization. This study aims to identify ecological conditions, natural resource utilization dynamics, and the accessibility of basic services in the Lagita Transmigration Area. Data were collected through community interviews, Focus Group Discussions (FGDs), field observations, and spatial analysis to describe the existing conditions of the area. The results indicate that the ecological structure of the region is dominated by monoculture plantations, particularly oil palm and rubber, which contribute to declining soil quality, reduced ecological functions, and decreasing water availability in several areas. Homogeneous resource utilization also increases environmental and economic vulnerability among local communities. Meanwhile, basic services such as roads, clean water, sanitation, healthcare, education, and internet access are available but remain uneven in terms of accessibility and service quality across different locations. These findings demonstrate a strong relationship between ecological pressures and limitations in basic services that affect community well-being. Therefore, area development requires an integrated approach that combines environmental management with improvements in basic services to support sustainable regional development.Kawasan Transmigrasi Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara merupakan wilayah pengembangan yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan dan penyediaan layanan dasar sebagai dampak dari perubahan tata guna lahan dan intensifikasi pemanfaatan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekologi, dinamika pemanfaatan sumber daya alam, serta keterjangkauan layanan dasar di Kawasan Transmigrasi Lagita. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan masyarakat, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, serta analisis spasial untuk menggambarkan kondisi eksisting kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekologi kawasan didominasi oleh perkebunan monokultur kelapa sawit dan karet yang berdampak pada penurunan kualitas tanah, berkurangnya fungsi ekologis, serta menurunnya ketersediaan air di beberapa wilayah. Pemanfaatan sumber daya alam yang cenderung homogen juga meningkatkan kerentanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, layanan dasar seperti jalan, air bersih, sanitasi, kesehatan, pendidikan, dan akses internet telah tersedia, namun masih menunjukkan ketimpangan dalam hal aksesibilitas dan kualitas layanan di beberapa wilayah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara tekanan ekologis dan keterbatasan layanan dasar dalam memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan kawasan memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara pengelolaan lingkungan dan peningkatan layanan dasar guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
THE MAROSOK TRADITION AS AN EDUCATIONAL MEDIUM FOR LIVESTOCK BUSINESS ETHICS AND TRUST-BASED MARKETING: AN INTERCULTURAL LEARNING APPROACH Suhardi, Suhardi; Widiarta, I Putu Gede Didik; Qamara, Cori; Azzahra, Jasmine
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66913

Abstract

The Marosok tradition is a trust-based livestock trading system of the Minangkabau community, serving as a culturally rooted medium for teaching business ethics and marketing models. This program was conducted under the International Summer School at Mulawarman University and aimed to enhance participants’ understanding of ethical negotiation, local wisdom, and its relevance to contemporary markets. A total of 38 students, comprising 25 international and 13 local students representing diverse academic disciplines, participated in a series of activities, including orientation, thematic lectures, intercultural discussions, role-play simulations, and reflective evaluations. Using a participatory and qualitative-descriptive approach, data were collected through pre- and post-tests, Likert-scale questionnaires, and focus group discussions, and analyzed using descriptive statistics and thematic interpretation. Results indicated a 34.9% increase in participants’ knowledge, particularly in understanding Marosok’s historical context, ethical principles, and non-verbal negotiation mechanisms. With 86% reporting high or very high interest, this increase was primarily attributed to the cultural uniqueness and practical applicability of the material. The multicultural composition of the cohort enriched dialogue, fostered cross-cultural understanding, and stimulated critical reflection on integrating traditional values into modern business contexts. Despite these achievements, challenges included participants’ varying baseline knowledge, limited exposure to trust-based trade systems, and the short duration of the program. It is recommended that future programs extend opportunities for practice, incorporate digital learning tools, and explore applications of Marosok principles in contemporary market platforms to strengthen cultural preservation and educational impact.Tradisi Marosok merupakan sistem perdagangan ternak berbasis kepercayaan dalam komunitas Minangkabau, yang berfungsi sebagai medium budaya untuk mengajarkan etika bisnis dan model pemasaran. Program ini dilaksanakan dalam kerangka International Summer School di Universitas Mulawarman dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai negosiasi etis, kearifan lokal, serta relevansinya dengan pasar kontemporer. Sebanyak 38 mahasiswa yang terdiri dari 25 mahasiswa internasional dan 13 mahasiswa lokal dari berbagai disiplin ilmu berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan, meliputi orientasi, materi tematik, diskusi lintas budaya, simulasi peran, dan evaluasi reflektif. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kuesioner skala Likert, serta diskusi kelompok terfokus (FGD), kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 34,9%, khususnya dalam memahami konteks historis Marosok, prinsip-prinsip etika, dan mekanisme negosiasi non-verbal. Sebanyak 86% peserta menyatakan minat tinggi atau sangat tinggi, yang terutama dipengaruhi oleh keunikan budaya dan relevansi praktis dari materi. Komposisi multikultural peserta memperkaya dialog, memperkuat pemahaman lintas budaya, serta mendorong refleksi kritis mengenai integrasi nilai-nilai tradisional ke dalam konteks bisnis modern. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan, antara lain perbedaan pengetahuan dasar peserta, keterbatasan paparan terhadap sistem perdagangan berbasis kepercayaan, serta durasi program yang relatif singkat. Oleh karena itu, disarankan agar program di masa mendatang memperluas kesempatan praktik, mengintegrasikan perangkat pembelajaran digital, serta mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip Marosok dalam platform pasar kontemporer untuk memperkuat pelestarian budaya dan dampak edukatif.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue