cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 636 Documents
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI INOVASI PRODUK KERIPIK RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN AB, Nizhamuddin; Suryana, Nia Kurniasih; Sudarto, Sudarto; Juliana, Ahmad; Syahran, Syahran; Cahyaningrum, Widyastuti; Giggs, Naybila
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66868

Abstract

Coastal communities in Tarakan City have considerable potential to develop seaweed as a local economic commodity. However, its utilization remains largely dominated by raw material sales, resulting in limited added economic value for local business actors. This community service program aimed to strengthen the entrepreneurial competence of coastal communities through seaweed-cracker product innovation based on training, business mentoring, appropriate technology diffusion, and digital marketing. The program was implemented with the Usaha Wanita Pantai Amal partner group using a participatory approach, including needs identification, production process observation, focus group discussions, practical training, mentoring, and monitoring and evaluation. The intervention involved the use of stainless steel gas ovens and oil spinners, improvements in production hygiene, simple financial record-keeping, packaging innovation, branding, and digital marketing. The final evaluation showed that production capacity increased by 30%, production efficiency rose by 35%, digital marketing utilization increased from 10% to 40%, and 75% of partner members began applying simple financial record-keeping. In addition, the partners' level of empowerment in the production and management-marketing aspects increased from a score of 1 to a score of 3 based on observation and mentoring evaluations. The novelty of this program lies in the development of a coastal community-based seaweed innovation model that integrates appropriate technology, entrepreneurial competence strengthening, and collective business institutional readiness through the initiation of a Joint Business Group. These findings indicate that product innovation based on local potential can strengthen the competitiveness of coastal MSMEs and provide a foundation for replicating similar empowerment programs in other coastal communities. Masyarakat pesisir Kota Tarakan memiliki potensi rumput laut sebagai komoditas ekonomi lokal, namun pemanfaatannya masih didominasi penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh pelaku usaha masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi kewirausahaan masyarakat pesisir melalui inovasi produk keripik rumput laut berbasis pelatihan, pendampingan usaha, difusi teknologi tepat guna, dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra Usaha Wanita Pantai Amal dengan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, observasi proses produksi, diskusi kelompok terfokus, pelatihan praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi program mencakup penggunaan oven gas stainless dan mesin spinner, penguatan higienitas produksi, pencatatan keuangan sederhana, inovasi kemasan, branding, serta pemasaran digital.  Evaluasi akhir menunjukkan kapasitas produksi meningkat 30%, efisiensi produksi naik 35%, pemasaran digital meningkat dari 10% menjadi 40%, dan 75% anggota mitra mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Selain itu, level keberdayaan mitra pada aspek produksi serta manajemen-pemasaran meningkat dari skor 1 menjadi 3 berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pendampingan. Kebaruan program terletak pada pengembangan model inovasi rumput laut berbasis komunitas pesisir yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, penguatan kompetensi kewirausahaan, dan kesiapan kelembagaan usaha kolektif melalui rintisan Kelompok Usaha Bersama. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk berbasis potensi lokal dapat memperkuat daya saing UMKM pesisir dan menjadi dasar replikasi program pemberdayaan serupa pada komunitas pesisir lainnya.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI IRIGASI TETES BERBASIS KONSEP MEKANIKA FLUIDA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR DAN KAPASITAS PRODUKSI PADA TANAMAN CABAI Rende, Jeane Cornelda; Mandang, Theresje; Kamaruddin, Kamaruddin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66080

Abstract

This Community Service Activity (PKM) was carried out in response to the problems of limited water access and dependence on conventional irrigation systems faced by the "Pa Wali Walian" Farmers Group in Kampung Jawa Village, North Tondano District, Minahasa Regency. These conditions have resulted in low water-use efficiency and limited productivity and farm management in chili cultivation. To address these issues, activities were designed to sustainably improve farmers' knowledge, skills, and production capacity in using a drip irrigation system based on fluid mechanics concepts. The program was implemented through training, the installation of drip irrigation systems, and support for farm business management. A quantitative approach was used with a pre-experimental design (one-group pre-test and post-test), involving 17 farmers as participants. Data were collected through knowledge tests and closed-ended questionnaires using a Likert scale. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average score increasing from 6.24 (pre-test) to 9.29 (post-test), which was confirmed by a paired-samples t-test analysis (p < 0.05). Participants' assessment of the drip irrigation system was also positive, particularly in terms of water and labor-use efficiency (average score of 27.47 out of 35) and farm management efficiency (average score of 27.71 out of 35). Satisfaction with the training was high (average score of 32.47 out of 40). These findings indicate that the application of a fluid-based drip irrigation system is practical, well received by the community, and is expected to make a significant contribution to increased productivity, resource efficiency, and sustainable local food security in the future. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan keterbatasan akses air dan ketergantungan pada sistem irigasi konvensional yang dihadapi oleh Kelompok Tani “Pa Wali Walian” di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi penggunaan air serta terbatasnya produktivitas dan manajemen usaha pertanian cabai. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas produksi petani secara berkelanjutan dalam menggunakan sistem irigasi tetes berbasis konsep mekanika fluida. Program dilaksanakan melalui pelatihan, instalasi sistem irigasi tetes, dan pendampingan manajemen usaha tani. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain pre-eksperimental (one group pre-test and post-test) melibatkan 17 petani sebagai peserta. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pengetahuan dan kuesioner tertutup berskala Likert. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata naik dari 6,24 (pre-test) menjadi 9,29 (post-test), serta terkonfirmasi melalui analisis paired sample t-test (p < 0,05). Penilaian peserta terhadap sistem irigasi tetes juga positif, terutama dalam aspek efisiensi penggunaan air dan tenaga kerja (rerata skor 27,47 dari 35) serta efisiensi manajemen usaha tani (rerata 27,71 dari 35). Tingkat kepuasan terhadap pelatihan tergolong tinggi (rerata 32,47 dari 40). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan sistem irigasi tetes berbasis konsep fluida bersifat aplikatif, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan di masa yang akan datang.
KELAS ANTENATAL: STRATEGI PEMBERDAYAAN KADER DAN IBU HAMIL UNTUK PERSIAPAN ORANG TUA DI BONYOH, KINTAMANI Armini, Ni Wayan; Ayu Harini, I Gusti; Kumala Ratih, Ida Ayu; Astika Dewi, Ni Nyoman
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.68097

Abstract

Stunting remains a national public health challenge, including in Bonyoh Village, Kintamani, Bangli. A preliminary assessment revealed that 50% of pregnant women had limited knowledge of pregnancy care, and 70% had not performed fetal stimulation. This community-based program aimed to strengthen the capacity of health cadres as change agents in supporting pregnant women as the ultimate target through an antenatal class based on an interprofessional education (IPE) approach. The program involved four health professions (midwifery, nutrition, medical laboratory, and dental health) and was implemented through interactive lectures, discussions, demonstrations, prenatal yoga practice, fetal stimulation, and health examinations. A pretest–posttest design without a control group was applied, and the data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. A total of 20 participants were involved (16 health cadres and 4 pregnant women). The results showed a significant increase in knowledge scores from a mean of 83.64 to 90.02 (p=0.00) and attitude scores from 83.20 to 93.00 (p=0.00). Dental examination identified that 40% of participants had dental caries. These findings indicate that the program effectively improved the capacity of health cadres and enhanced pregnant women’s readiness to maintain a healthy pregnancy and prepare for parenthood. This program is recommended as a community-based intervention model for stunting prevention. Stunting masih menjadi tantangan nasional, termasuk di Desa Bonyoh, Kintamani, Bangli. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa 50% ibu hamil memiliki pengetahuan rendah mengenai perawatan kehamilan dan 70% belum melakukan stimulasi janin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam mendampingi ibu hamil sebagai target akhir intervensi melalui kelas antenatal berbasis interprofessional education (IPE). Kegiatan melibatkan empat profesi kesehatan (kebidanan, gizi, laboratorium medis, dan kesehatan gigi) melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, diskusi, praktik prenatal yoga, stimulasi janin, serta pemeriksaan kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest dengan uji Wilcoxon. Sebanyak 20 peserta terlibat (16 kader, 4 ibu hamil). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dari rerata 83,64 menjadi 90,02 (p=0,00) dan sikap dari 83,20 menjadi 93,00 (p=0,00). Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 40% peserta mengalami karies gigi. Program ini meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan edukasi serta meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilan dan persiapan menjadi orang tua. Program direkomendasikan sebagai model intervensi berbasis desa untuk pencegahan stunting.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK RUMPUT LAUT: STUDI KASUS DI DUSUN BORONGKALUKUA, SULAWESI SELATAN Rahim, Sri Wahyuni; Yanti, Asri; Istnaeni, Zabhika Dinda; Andy Omar, Sharifuddin Bin; Tresnati, Joeharnani; Yaqin, Khusnul; Nadiarti, Nadiarti; Rukminasari, Nita; Parawansa, Basse Siang; Umar, Moh. Tauhid; Kudsiah, Hadiratul; Suwarni, Suwarni; Moka, Wilma Joanna Carolina; Putri, Amanda Pricella; Haerul, Andi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67549

Abstract

Seaweed is one of the leading fishery commodities in the coastal areas of South Sulawesi, with high economic potential. However, its utilization is still predominantly limited to the sale of raw products, resulting in limited economic value added for local communities. This Community Service Program was conducted to promote seaweed product diversification through the development of value-added food products, namely seaweed-based noodles and nuggets. The activity was carried out on May 10, 2025, in Borongkalukua Hamlet, Borimasunggu Village, Maros Baru District, Maros Regency, involving coastal communities as the main participants. The implementation methods included educational sessions, demonstrations and hands-on processing practices, as well as product packaging training. Evaluation was conducted using pretest and posttest approaches to describe changes in participants' responses regarding their knowledge, technical understanding of processing, and motivation. The results showed an increase in the percentage of positive responses across most measured indicators. Participants' knowledge increased from 5–15% before the training to 60–80% after the training, while motivation increased from 45–65% to 75–93%. Overall, the program indicated an improvement in the community's understanding of utilizing seaweed as a value-added product and increased participants' interest in developing local resource-based economic activities. This program has the potential to support capacity strengthening among coastal communities and promote the more sustainable utilization of marine resources.Rumput laut merupakan komoditas perikanan unggulan di wilayah pesisir Sulawesi Selatan yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong diversifikasi produk rumput laut melalui pengolahan menjadi produk pangan bernilai tambah berupa mie dan nugget. Kegiatan berlangsung pada tanggal 10 Mei 2025 di Dusun Borongkalukua, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, dengan melibatkan masyarakat pesisir sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi dan praktik langsung pengolahan, serta pelatihan pengemasan produk. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk menggambarkan perubahan respons peserta pada aspek pengetahuan, pemahaman teknis pengolahan, dan motivasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan persentase respons positif pada sebagian besar indikator yang diukur. Pengetahuan peserta meningkat dari 5–15% sebelum pelatihan menjadi 60–80% setelah pelatihan, sedangkan motivasi meningkat dari 45–65% menjadi 75–93%. Secara umum, kegiatan ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan rumput laut menjadi produk bernilai tambah serta meningkatnya ketertarikan peserta untuk mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis sumber daya lokal. Program ini berpotensi mendukung penguatan kapasitas masyarakat pesisir dan pemanfaatan sumber daya laut secara lebih berkelanjutan.
PENGUATAN DESA BAUMATA BARAT SEBAGAI DESA PENYANGGA PENGHASIL PROTEIN HEWANI TELUR Setyani, Ni Made Paramita; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Sabat, Diana Meliani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.65951

Abstract

Baumata Barat Village holds significant potential as a buffer zone for regional food security through the production of laying hen eggs by the Ora et Labora Farmer Group. However, high feed costs, due to the underutilization of locally available resources, remain a major constraint. This community engagement program aimed to enhance the capacity of the farmer group by promoting the use of locally sourced feed ingredients such as maize. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed, encompassing the stages of preparation, socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The training focused on the formulation of alternative feed using local maize, wheat bran, commercial concentrate, and limestone flour. Program evaluation was conducted using pre- and post-tests to assess changes in knowledge, skills, motivation, and participant satisfaction. Results indicated substantial improvements in knowledge (49.28%), skills (45.25%), motivation (59.48%), and satisfaction (15.37%). These findings demonstrate the effectiveness of the participatory approach in transferring knowledge, enhancing practical competencies, and boosting participant engagement. This program is expected to make a sustainable contribution to food security by strengthening the capacity of local farmers to produce laying hen eggs at lower costs. The utilization of local resources such as maize as an alternative feed ingredient not only reduces dependency on commercial feed but also fosters self-reliance and sustainability in poultry farming in Baumata Barat Village. With the improvement of farmers’ knowledge, skills, motivation, and satisfaction, the productivity and stability of egg production are anticipated to increase, thereby reinforcing the village’s role as a buffer zone for regional food security. Desa Baumata Barat memiliki potensi besar sebagai desa penyangga ketahanan pangan melalui produksi telur ayam ras oleh Kelompok Peternak Ayam Petelur Ora et Labora. Namun, tingginya biaya pakan akibat belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal menjadi hambatan utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok peternak dalam memanfaatkan potensi lokal seperti jagung untuk pakan alternatif ayam petelur jenis Isa Brown. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), meliputi tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada pembuatan ransum berbahan jagung lokal, dedak gandum, konsentrat, dan tepung kapur. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pada empat aspek: pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan kepuasan mitra. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (49,28%), keterampilan (45,25%), motivasi (59,48%), dan kepuasan mitra (15,37%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis potensi lokal dengan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas kelompok serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan. Kegiatan ini berpotensi memberikan kontribusi berkelanjutan bagi ketahanan pangan melalui penguatan kapasitas peternak lokal dalam memproduksi telur ayam ras dengan biaya lebih efisien. Pemanfaatan sumber daya lokal seperti jagung sebagai bahan baku pakan alternatif tidak hanya menurunkan ketergantungan terhadap pakan komersial, tetapi juga mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha peternakan di Desa Baumata Barat. Dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan kepuasan peternak, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas dan stabilitas produksi telur, yang pada gilirannya memperkuat peran desa sebagai penyangga ketahanan pangan regional.
EDUKASI PENERAPAN TEKNOLOGI COLD CHAIN BERBASIS INOVASI ICE GEL UNTUK MENINGKATKAN MUTU HASIL TANGKAPAN NELAYAN LHOK KUALA BUBON KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Arif, Muhammad; Rahmawati, Rahmawati; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Masrura, Delfian; Rifki, Aminul; Mujiburrahman, Mujiburrahman
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67684

Abstract

The cold chain plays a crucial role in maintaining the quality and freshness of fishery products from the harvesting process through to final distribution. In the coastal area of Lhok Kuala Bubon, West Aceh Regency, most small-scale fishers still rely on conventional ice blocks as their primary cooling medium. However, the rapid melting of ice reduces cooling efficiency, ultimately leading to a decline in fish quality. This community service program aimed to enhance the knowledge and practical skills of fishers through education on the application of cold chain technology using innovative ice gel as a more efficient, cost-effective, and environmentally friendly cooling alternative. The program was implemented through a series of activities, including socialization, technology demonstrations, and hands-on training in the preparation and application of ice gel. The evaluation results showed that participants' knowledge improvement achieved a satisfaction score of 4.56, which falls within the very good category. Furthermore, the implementation of ice gel reduced fishing operational costs by approximately IDR 220,000 per fishing trip compared with the use of conventional ice. These findings indicate that education based on simple, appropriate, and practical technology can serve as an effective strategy for improving the quality of fish catches while simultaneously supporting the economic sustainability of coastal communities.Rantai dingin (cold chain) memiliki peran krusial dalam mempertahankan mutu dan kesegaran produk perikanan sejak proses penangkapan hingga tahap distribusi akhir. Kawasan pesisir Lhok Kuala Bubon, Kabupaten Aceh Barat, sebagian besar nelayan tradisional masih mengandalkan penggunaan es batu konvensional sebagai media pendingin. Namun, karakteristik es batu yang mudah mencair menyebabkan penurunan efektivitas pendinginan, yang pada akhirnya berdampak terhadap penurunan kualitas ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui edukasi penerapan teknologi rantai dingin berbasis inovasi ice gel sebagai alternatif pendingin yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Pendekatan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi teknologi, serta pelatihan pembuatan dan aplikasi ice gel di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi kepuasan peningkatan pengetahuan nelayan sebesar 4.56 dengan kategori sangat baik. Selain itu, penerapan ice gel terbukti mampu menurunkan biaya melaut sehingga Rp 220.000/trip dibandingkan dengan penggunaan es batu konvensional. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa edukasi berbasis teknologi tepat guna yang sederhana namun aplikatif dapat menjadi strategi efektif dalam peningkatan mutu hasil tangkapan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
PARTICIPATORY EMPOWERMENT OF SELF-CARE GROUPS FOR PERSONS AFFECTED BY LEPROSY WITH DISABILITIES Bakhtiar, Rahmat; Duma, Krispinus; Sukmana, Mayusef; Tarihoran, Nurhasan; Kabir, Fahmi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66872

Abstract

Disability and stigma among persons affected by leprosy remain important public health challenges, particularly for those living with permanent impairments. These conditions can limit physical functioning, social participation, economic independence, and overall quality of life. This community engagement program aimed to improve knowledge of self-care and disability prevention, as well as enhance the quality of life of persons affected by leprosy through a community-based empowerment approach. The program was conducted in Harapan Baru Sub-village, Sebulu Village, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan, Indonesia, from May to August 2025. A total of 25 persons affected by leprosy participated, including 76% with grade 2 disability and 24% with grade 1 disability. The intervention consisted of health education, self-care training, and empowerment activities designed to promote independence and improve quality of life. Knowledge and quality of life were assessed before and after the intervention using a structured questionnaire and the Assessment of Quality of Life–4 Dimensions (AQoL-4D) instrument. The results showed improvements in both knowledge and quality of life following the intervention. The proportion of participants with high self-care knowledge increased from 4% to 36%, while the proportion with low knowledge of disability prevention decreased from 48% to 32%. Quality of life also improved, as indicated by a reduction in the proportion of participants with a high level of quality-of-life impairment from 40% to 12%. In contrast, the proportions of participants with moderate and low levels of impairment increased from 40% to 56% and from 20% to 32%, respectively. Community-based empowerment interventions that integrate health education, self-care training, and community participation can improve knowledge and quality of life among persons affected by leprosy. Sustained support from relevant stakeholders is needed to maintain independence, reduce stigma, and enhance the well-being of persons affected by leprosy.Kecacatan dan stigma pada penyintas kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena dapat membatasi fungsi fisik, partisipasi sosial, kemandirian ekonomi, dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang perawatan diri dan pencegahan kecacatan serta meningkatkan kualitas hidup penyintas kusta melalui pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Harapan Baru, Desa Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Mei–Agustus 2025. Sebanyak 25 penyintas kusta berpartisipasi, terdiri atas 76% dengan cacat tingkat 2 dan 24% dengan cacat tingkat 1. Intervensi meliputi pendidikan kesehatan, pelatihan perawatan diri, dan kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian serta kualitas hidup. Pengetahuan dan kualitas hidup diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur dan instrumen Assessment of Quality of Life-4 Dimensions (AQoL-4D). Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kualitas hidup setelah intervensi. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi mengenai perawatan diri meningkat dari 4% menjadi 36%, sedangkan peserta dengan pengetahuan rendah mengenai pencegahan kecacatan menurun dari 48% menjadi 32%. Pada aspek kualitas hidup, proporsi peserta dengan gangguan kualitas hidup tinggi menurun dari 40% menjadi 12%, sementara kategori gangguan sedang meningkat dari 40% menjadi 56% dan kategori gangguan rendah meningkat dari 20% menjadi 32%. Intervensi pemberdayaan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan kesehatan, pelatihan perawatan diri, dan keterlibatan masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup penyintas kusta. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mempertahankan kemandirian, mengurangi stigma, dan meningkatkan kesejahteraan penyintas kusta.
PELATIHAN PENANGGULANGAN KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO) DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA Kusumawati, Erna Dyah; Listyaningrum, Arifah Naura; Aji, Jonathan Eric Krisna; Satyalalita, Skolastika Pradnya; Mesyca, M; Elvina, Talitha Danti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.57407

Abstract

The ease of using internet technology allows people to upload videos, photos, content, and comments quickly, which can spread widely across platforms and become a source of new problems and crimes. One of the new forms of these problems and crimes is Online Gender-Based Violence (KBGO). KBGO is similar to gender-based violence committed in the real world, where the perpetrator has the intention to harass the victim based on gender, both physically and non-physically. The city of Surakarta is one of the cities affected by KBGO, where violence, especially against women in Soloraya, has increased, particularly after social media became widely used following the COVID-19 pandemic. To combat KBGO in the city of Solo, the UNS KKN team provided KBGO training for students at SMA Negeri 8 Surakarta. This activity uses the service-learning (SL) method, a teaching strategy that provides opportunities for community members to be actively involved and apply knowledge while learning. This strategy allows the community to directly influence the harmony of experiences and activities by utilising university resources. The training successfully increased the participants' knowledge about KBGO and its legislation. This is also evidenced by the post-test results, which showed that the scores increased compared to the pre-test results. Participants were also provided with socialisation on the procedures for filing KBGO complaints through several mechanisms, including digital and web-based applications provided by the Indonesian government. Kemudahan penggunaan teknologi internet membuat masyarakat dapat dengan mudah mengunggah video, foto, konten, hingga berkomentar dalam waktu yang singkat dan langsung tersebar luas di platform yang digunakan, yang dapat menjadi sumber permasalahan dan kejahatan baru. Salah satu bentuk baru dari permasalahan dan kejahatan tersebut adalah Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO).  KBGO serupa dengan kekerasan berbasis gender yang dilakukan di dunia nyata, yang mana pelaku memiliki niat untuk melakukan pelecehan pada korban berdasarkan gender baik secara fisik maupun non-fisik. Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang terdampak akan adanya KBGO, yang mana kekerasan khususnya terhadap perempuan di Soloraya meningkat terutama setelah media sosial marak digunakan pasca adanya pandemi Covid-19. Dalam upaya memerangi KBGO di kota Solo, tim KKN UNS memberikan pelatihan mengenai KBGO bagi siswa-siswi di SMA Negeri 8 Surakarta. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Service-Learning, yaitu strategi pengajaran yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat aktif dan menerapkan pengetahuan sambil belajar, sehingga memungkinkan masyarakat untuk secara langsung mempengaruhi keselarasan pengalaman dan aktivitas dengan memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh perguruan tinggi. Pelatihan ini berhasil dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024. Hasilnya,  pengetahuan peserta mengenai KBGO beserta payung hukumnya telah bertambah, terbukti dari peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari para pemateri di penghujung acara. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil nilai pre-test. Peserta juga diberikan sosialisasi terkait langkah-langkah pengaduan KGBO melalui beberapa metode, seperti melalui aplikasi digital dan web yang telah disediakan oleh pemerintah Indonesia.
PEMBERDAYAAN GURU BAHASA SUNDA MELALUI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH POPULER BERBASIS LITERASI BUDAYA DAN EDUKASI LINGKUNGAN Nugraha, Haris Santosa; Alia, Dwi; Cahyani, Isah; Hendrayana, Dian; Kusdinar, Hidayat; Herdiyanti, Febri; Dakir, Siti Humaira Ramadhani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.68172

Abstract

This community engagement program was implemented to enhance the capacity of Sundanese language teachers in writing popular scientific articles grounded in cultural literacy and environmental education. The main challenges faced by the partner were the teachers’ limited writing skills and the lack of accessible publication platforms that promote local culture and ecological awareness. The program was conducted through a combination of online and offline sessions at SMAN 1 Cisarua, involving twenty teachers as participants. The objective of the program was to develop teachers’ ability to write contextual, communicative, and inspiring articles that document cultural values and environmental issues within their local surroundings. The implementation consisted of several stages, including orientation, training in popular scientific writing, the application of digital technology in the creative process, intensive mentoring, and program sustainability. Participants were actively engaged through practical writing activities based on field observations and personal reflections on cultural and environmental phenomena around their schools. The results indicated a significant improvement in participants’ writing competence, particularly in terms of topic relevance, data enrichment, narrative structure, and the strength of the cultural messages conveyed. Fifteen articles were successfully produced and prepared for submission to both print and digital media. Furthermore, the program fostered participants’ awareness of the importance of digital technology as a tool for the exploration, documentation, and dissemination of local knowledge. Overall, this initiative contributed to enhancing teacher professionalism and supporting the preservation of Sundanese cultural heritage through meaningful and inspiring popular scientific writing.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas guru Bahasa Sunda dalam menulis karya ilmiah populer berbasis literasi budaya dan edukasi lingkungan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya keterampilan menulis populer dan minimnya akses terhadap media publikasi yang mengangkat nilai budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Program dilaksanakan secara kombinasi daring dan luring di SMAN 1 Cisarua dengan melibatkan dua puluh guru sebagai peserta. Tujuan kegiatan ini adalah membekali peserta dengan kemampuan menulis secara komunikatif, kontekstual, dan inspiratif, sehingga mampu menghadirkan isu budaya dan lingkungan dalam bentuk karya ilmiah populer yang layak disebarluaskan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan penulisan ilmiah populer, penerapan teknologi digital dalam proses kreatif, pendampingan intensif, dan keberlanjutan program. Peserta dilibatkan secara aktif melalui praktik menulis berbasis pengalaman lapangan dan refleksi personal terhadap fenomena budaya dan lingkungan di sekitar sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis peserta, terutama pada aspek ketepatan pemilihan tema, kelengkapan data lapangan, struktur naratif, dan kekuatan pesan budaya yang disampaikan. Sebanyak lima belas artikel berhasil disusun dan difasilitasi untuk dipublikasikan melalui media cetak dan digital. Selain peningkatan keterampilan menulis, peserta menunjukkan perubahan sikap dan kesadaran baru terhadap pemanfaatan teknologi digital sebagai alat eksplorasi, dokumentasi, dan penyebaran pengetahuan lokal. Program ini berkontribusi nyata dalam penguatan profesionalisme guru serta pelestarian kearifan lokal melalui karya ilmiah populer yang inspiratif dan edukatif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TANAMAN PAKAN LEBAH TRIGONA DI DUSUN BANGKO KABUPATEN HALMAHERA BARAT Tamnge, Fadila; Nurdin, Aqshan Shadikin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67559

Abstract

West Halmahera Regency holds significant potential for the development of its agricultural and livestock sectors, including the cultivation of forage plants for Trigona bees. Bangko Hamlet, located within this region, exhibits rich biodiversity that supports the domestication of Trigona spp., a genus of stingless bees renowned for producing high-quality honey. This community engagement program aimed to (1) enhance the availability of forage resources for Trigona bees through the management of flowering plants and (2) empower local partners to actively participate in sustainable land management practices. The program was implemented using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, which emphasizes community involvement throughout all stages of the program. The introduction of nine flowering plant species in Bangko Hamlet successfully increased the sustainable supply of nectar and pollen for the colonies, leading to an approximate 50% increase in average honey production per colony. Furthermore, the establishment of two local management groups contributed to the development of small-scale enterprises centered on Trigona honey production. A locally branded product, "Madu TrigonaQu," has been introduced to the market, generating direct economic benefits and fostering community-based sustainable enterprise development in Bangko Hamlet.Kabupaten Halmahera Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan, termasuk pengelolaan tanaman pakan lebah Trigona. Dusun Bangko, yang terletak di daerah ini, memiliki keanekaragaman hayati yang mendukung budidaya lebah Trigona, jenis lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu berkualitas tinggi. Tujuan dilaksanakannya kegiatan PKM ini adalah untuk (1) meningkatkan ketersediaan sumber pakan lebah trigona melalui pengelolaan tanaman berbunga, dan (2) memberdayakan mitra untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu pendekatan yang menekankan pada keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan. Sembilan tanaman berbunga yang ditanam di Dusun Bangko dapat meningkatkan ketersediaan nektar dan serbuk sari yang berkelanjutan bagi koloni lebah. Produksi madu rata-rata per koloni meningkat sekitar 50%. Program pembinaan yang diterapkan melalui pembentukan dua kelompok pengelola dapat mengembangkan usaha kecil berbasis madu trigona. Produk madu kemasan sederhana dengan label “Madu TrigonaQu” telah dipasarkan di tingkat lokal, memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat Dusun Bangko.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue