cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 636 Documents
PENDAMPINGAN PARTISIPATIF BERBASIS SOSIAL-EKONOMI DALAM OPTIMALISASI BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI DI SLEMAN Kastono, Dody; Untari, Dyah Woro; Azzahrah, Unaitsa; Subejo, Subejo; Utami, Sri Nuryani Hidayah; Harjaka, Tri; Ansari, Andrianto; Muttaqin, Andi Syahid; Akhda, Najmu Tsaqib; Widada, Arif Wahyu; Danindra, Septian Adira
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67766

Abstract

This community service program aims to address low productivity and improve the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for seedless watermelon cultivation in Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, from November 2023 to January 2025. Farmers face obstacles in land management, fertilization, and pest control, and are influenced by limited capital, fertilizer availability, and traditional farming mindsets. This activity aims to improve farmers' ability to partner with the private sector to achieve the target of supplying five tons of watermelon per week. The implementation method uses a participatory empowerment model that actively involves farmers in the processes of problem identification, training, application of cultivation technology, and evaluation of activities. The implementation of activities includes problem identification, technical cultivation training according to SOPs, direct field assistance, and evaluation of results using the before-and-after method to compare changes in SOP implementation and productivity achievements before and after mentoring. Evaluation indicators include the level of SOP implementation, harvest productivity (tons/ha), and yield quality based on watermelon grading. The results of the activity showed an increase in SOP implementation, especially in bed preparation, balanced fertilization, and integrated pest control. Farmer productivity in several planting cycles reached more than 10 tons/ha, with the highest achievement of 18.78 tons/ha, while the average productivity was close to the target range of 5–10 tons/ha. In terms of yield quality, the percentage of Grade A fruit among some farmers reached 31.64–36.08%, close to the quality target of 30–50%, while Grade B fruit still dominated the yield, ranging from 44.87–63.92%. From a socio-economic perspective, this activity also strengthened farmers' ability to manage their businesses and expand market access through the integration of sustainable partnerships.Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi rendahnya produktivitas dan belum optimalnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya semangka tanpa biji di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta selama November 2023 hingga Januari 2025. Petani menghadapi kendala dalam pengelolaan lahan, pemupukan, dan pengendalian hama, serta dipengaruhi oleh keterbatasan modal, ketersediaan pupuk, dan pola pikir tradisional dalam bertani. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani untuk bermitra dengan sektor swasta agar mampu mencapai target pasokan lima ton semangka per minggu. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory empowerment model yang melibatkan petani secara aktif dalam proses identifikasi masalah, pelatihan, penerapan teknologi budidaya, dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, pelatihan teknis budidaya sesuai SOP, pendampingan langsung di lapangan, serta evaluasi hasil menggunakan metode before-after untuk membandingkan perubahan penerapan SOP dan capaian produktivitas sebelum dan sesudah pendampingan. Indikator evaluasi meliputi tingkat penerapan SOP, produktivitas panen (ton/ha), dan kualitas hasil berdasarkan grading buah semangka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan penerapan SOP, terutama dalam pembuatan bedengan, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama terpadu. Produktivitas petani pada beberapa siklus tanam mencapai lebih dari 10 ton/ha, dengan capaian tertinggi sebesar 18,78 ton/ha dan rata-rata produktivitas kategori mendekati target berada pada kisaran 5–10 ton/ha. Dari aspek kualitas hasil, persentase buah Grade A pada beberapa petani mencapai 31,64–36,08%, mendekati target mutu 30–50%, sedangkan komposisi Grade B masih mendominasi hasil panen dengan kisaran 44,87–63,92%. Dari sisi sosial-ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan petani dalam manajemen usaha dan memperluas akses pasar melalui integrasi kemitraan yang berkelanjutan.
REVITALISASI PASAR SARWOASRI DAN PARISUKO: PENATAAN LAPAK DAN INOVASI PRODUK KULINER UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN Santoso, Iwan Budi; Pujiono, Bagong; Andriyanto, Iyok
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service program is titled "Revitalization of Sarwoasri and Parisuko Markets: Stall Arrangement and Culinary Product Innovation to Improve the Economy." Culinary markets are crucial to the local economy and serve as community hubs. Revitalizing them restores their function as both economic centers and cultural spaces. This program consists of several stages: analyzing traders' needs, rearranging stalls to make them more strategic and attractive, providing workshop-based digital marketing training, and developing culinary product innovations. The needs analysis identifies the traders' main problems. The stall rearrangement creates a more organized, comfortable, and attractive market environment. The digital marketing training helps traders use social media and digital platforms to promote sales. Culinary product innovation enhances product quality, hygiene, variety, and packaging to better match market preferences, thereby adding value and appeal. These activities lead to significant improvements in market management, product quality, and the traders' marketing skills. Besides providing economic benefits, the revitalization also strengthens local identity by making the market a space for social and cultural interaction. The program increases traders' income in the short term and supports sustainable economic development in the long term. Evaluation and monitoring are conducted regularly to ensure the program's sustainability and to provide recommendations for further market development.Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada pengelolaan pasar kuliner. Pasar kuliner memiliki peran penting dalam perekonomian lokal serta berfungsi sebagai tempat interaksi sosial dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi pasar kuliner menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsinya, tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang budaya yang mempererat hubungan masyarakat. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, antara lain analisis kebutuhan pedagang, penataan kembali lapak yang strategis dan menarik, pelatihan berbasis workshop mengenai pemasaran digital, dan inovasi produk kuliner. Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi oleh pedagang, sementara penataan lapak bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih teratur, nyaman, dan menarik bagi konsumen. Pelatihan digital marketing dirancang untuk meningkatkan keterampilan pedagang dalam memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai alat promosi penjualan. Inovasi produk kuliner difokuskan pada peningkatan kualitas, kebersihan, variasi, serta kemasan yang sesuai dengan selera pasar, sehingga produk-produk tersebut memiliki nilai tambah dan daya tarik yang lebih tinggi. Berdasarkan survei kepuasan pedagang, observasi di lapangan, dan checklist data pengunjung yang dikelola manajemen pasar, didapati data yang cukup memuaskan, Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengelolaan pasar, kualitas produk, serta keterampilan pedagang dalam memasarkan produk secara modern. Selain manfaat ekonomi, revitalisasi ini juga berdampak pada penguatan identitas lokal, karena pasar kembali berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pendapatan pedagang, tetapi juga memberikan kontribusi jangka panjang terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Evaluasi dan monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program serta merumuskan rekomendasi pengembangan pasar kuliner.
PENERAPAN NEKAY (BONEKA KULIT KAYU) SEBAGAI KONSEP EDUECOTOURISM UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KAMPUNG ASEI KABUPATEN JAYAPURA Suseno, Bayu Aji; Utami, Putri Prabu; Astuti, Retnoning Adji Widi; Murda, Muhammad Ilham Mustain; Rinantanti, Yulini; Wafom, Yunus; Koyari, Yanes
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.65483

Abstract

The development of Asei Village as a pilot village for the Women's Friendly and Child Protection Village (DRPPA) program has not yet been accompanied by activities that support play and learning spaces for children, as well as women's economic empowerment to enhance artistic entrepreneurship based on the potential of local materials (Khombouw bark). This community service activity aims to provide training in creating bark puppet theater performance models (NEKAY) for women (mama-mama) bark artisans in Asei Village. The Asset-Based Community Development (ABCD) method is used in this community service activity through four stages: (1) socialization of environmental- and education-based sustainable tourism (educotourism) programs; (2) training in sketching, creating basic patterns, assembly techniques, doll finishing, and the production of NEKAY ASEI performance merchandise in the form of gift-set hamper souvenirs; (3) assistance in developing performance models through training in vocal performance, musical accompaniment for NEKAY theater performances, and puppet manipulation techniques (movement), using monologue drama scripts based on the stories Friends of Animals and Mama Asei; and (4) development of the NEKAY ASEI theatrical performance through marketing strategies covering the production process, promotional media, and preparation for public performances. The output targets of this community service activity are performance props in the form of Khombouw bark puppets depicting indigenous Papuan children and endemic Papuan animals (the Bird-of-Paradise and the Waigeo Cuscus), as well as the addition of one female character (Mama Asei), and three children's songs with more cheerful and energetic musical arrangements that convey themes of friendship between humans and animals, as well as parental love for children. Pengembangan Kampung Asei sebagai desa percontohan program Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak (DRPPA) masih belum disertai dengan kegiatan yang menunjang ruang bermain dan belajar bagi anak, serta pemberdayaan ekonomi perempuan untuk meningkatkan kewirausahaan seni berbasis potensi material lokal (kulit kayu Khombouw). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan model pertunjukan teatrikal boneka kulit kayu (NEKAY) bagi perempuan (mama-mama) pengrajin kulit kayu di Kampung Asei. Metode Asset Based Community Development (ABCD) digunakan dalam kegiatan pengabdian melalui empat tahapan, antara lain: (1) sosialisasi program pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan edukasi (eduecotourism); (2) pelatihan pembuatan sketsa, pola dasar, teknik perakitan, finishing boneka & pelatihan pembuatan produk merchandise pertunjukan NEKAY ASEI dengan format gift set hampers souvenir, (3) pendampingan model pertunjukan dengan pelatihan olah vokal dan musik iringan pertunjukan teater NEKAY dan teknik manipulasi (gerak) boneka dengan naskah drama monolog cerita Sahabat Satwa dan Mama Asei, (4) pengembangan pentas seni teatrikal NEKAY ASEI dengan menggunakan strategi pemasaran mulai dari proses pembuatan, media promosi hingga siap untuk dinikmati oleh penonton. Target luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah alat peraga pertunjukan berupa boneka kulit kayu yang berbentuk anak asli Papua dan binatang satwa endemik Papua (Burung Cenderawasih dan Kuskus Waigeo), serta tambahan satu buah karakter tokoh perempuan (Mama Asei), serta tiga buah lagu anak-anak dengan aransemen musik yang lebih ceria dan energik yang bertemakan tentang persahabatan antara manusia dengan hewan, serta kasih sayang orang tua terhadap anak.
OPTIMIZING THE ROLE OF FAMILY EMPOWERMENT AND WELFARE CADRES THROUGH FOOD PRODUCT INNOVATION AND NUTRITIONAL LITERACY IN PENGGILINGAN URBAN SUBURBS, CAKUNG, EAST JAKARTA Nugraha, Ananditya; Anngrainy, Hanny; Wibisono, Kenneth Francis; Siaurat Kaawoan, Leonard Davinci; Haidi, Bianca; Wiria, Sheila Zivana; Theodosius, Timothy; Hasanah, Fathiyah Mumtaz
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.69137

Abstract

In Indonesia, Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), or Family Empowerment and Welfare cadres, play a crucial role as grassroots agents in disseminating health- and livelihood-related knowledge to the wider community. This community service program aimed to optimize the role of PKK cadres in Penggilingan Urban Village, Cakung, East Jakarta, through integrated training on food product development. The community service program was conducted from July to December 2025, involving twenty PKK cadres through seminars, hands-on workshops, and a benchmarking field visit to Rumah Tempe Indonesia. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-tests at each major activity. The results showed consistent improvements in post-test scores across all sessions. The post-test scores were higher than the pre-test scores across all topics, indicating an overall improvement. For instance, Food Hygiene and Safety increased from 4.42 to 4.84, Profit-Smart Kitchen from 4.39 to 4.62, Hypertension from 3.71 to 3.93, Food Safety and Packaging from 3.39 to 4.36, and Food Additives from 4.38 to 4.50. However, statistically significant increases (p < 0.05) were only observed in the Food Hygiene and Safety (p = 0.011) and Food Safety and Packaging (p = 0.007) topics, while the other topics showed non-significant gains. Overall, these findings indicate that experiential learning approaches combining theoretical instruction and practical application are effective in improving PKK cadres’ capacity in food product development-related skills.Di Indonesia, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran penting sebagai agen dalam diseminasi pengetahuan terkait kesehatan dan penghidupan kepada masyarakat lebih luas Pemberdayaan kader PKK melalui pembekalan ilmu pangan dan pengetahuan gizi akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader PKK di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur, melalui pelatihan terintegrasi yang mencakup pengembangan produk pangan. Program dilaksanakan pada periode Juli hingga Desember 2025 dengan melibatkan 20 kader PKK melalui kegiatan seminar, lokakarya praktik, serta kunjungan pembelajaran ke Rumah Tempe Indonesia. Evaluasi efektivitas program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada setiap kegiatan utama. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor post-test secara konsisten pada seluruh sesi, dengan peningkatan yang signifikan terutama pada materi kebersihan, keamanan pangan, dan pengemasan. Skor post-test lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test pada seluruh topik, yang menunjukkan adanya peningkatan secara keseluruhan; sebagai contoh, Food Hygiene and Safety meningkat dari 4,42 menjadi 4,84, Profit-Smart Kitchen dari 4,39 menjadi 4,62, Hypertension dari 3,71 menjadi 3,93, Food Safety and Packaging dari 3,39 menjadi 4,36, serta Food Additives dari 4,38 menjadi 4,50. Peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) hanya terdapat pada topik terkait Food Hygiene and Safety (p = 0,011) dan Food Safety and Packaging (p = 0,007). Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan teori dan praktik efektif dalam meningkatkan kapasitas kader PKK untuk mengembangkan produk pangan.
PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA MELALUI ECOLOGICAL LITERACY DAN PRODUKSI ECO-DETERGENT DI DESA JATIROKE, SUMEDANG, JAWA BARAT Sarasi, Vita; Yulianti, Dina; Saefulhadjar, Deny; Aswandari, Desi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67627

Abstract

Single-use detergent packaging has become a serious environmental and economic issue for rural communities. This condition is further exacerbated by the low level of ecological literacy and the high dependence of households on industrial detergent products. In response to this issue, this community service activity, conducted through the Integrative Student Community Service–Community Learning and Empowerment Program (KKN–PPM) of Universitas Padjadjaran, aimed to improve ecological literacy while strengthening household economic resilience through training in the production of eco-detergent. The activity was carried out in Jatiroke Village, Sumedang Regency, using a Participatory Action Research (PAR) approach involving residents, local groups such as PKK and Karang Taruna, and university facilitators. The training materials included education on the environmental impacts of plastic waste, household financial literacy, and practical sessions on producing eco-detergent using natural ingredients, such as coconut-based surfactants and fruit enzymes. The novelty of this program lies in its integration of ecological literacy, household economic efficiency, and locally based eco-detergent production practices within a participatory empowerment model. The results showed a reduction in household detergent expenditure of up to 50% and a decrease in plastic waste of 90–95%. In addition, the program improved participants' understanding of sustainable consumption and encouraged the formation of community groups capable of producing eco-detergent independently. These findings indicate that households can serve not only as targets of environmental education but also as key actors in developing sustainable consumption practices that are economical, practical, and potentially replicable in other villages.Kemasan deterjen sekali pakai menjadi salah satu persoalan lingkungan sekaligus ekonomi yang cukup serius bagi masyarakat pedesaan. Kondisi tersebut diperparah oleh masih rendahnya literasi ekologis serta tingginya ketergantungan rumah tangga terhadap produk deterjen industri. Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN–PPM) Integratif Universitas Padjadjaran ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi ekologis sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pelatihan pembuatan eco-detergent atau deterjen ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jatiroke, Kabupaten Sumedang, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan warga, kelompok lokal seperti PKK dan Karang Taruna, serta fasilitator dari universitas. Materi pelatihan mencakup edukasi mengenai dampak limbah plastik, literasi keuangan rumah tangga, serta praktik pembuatan eco-detergent berbahan alami, seperti surfaktan kelapa dan enzim buah. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi antara literasi ekologis, efisiensi ekonomi rumah tangga, dan praktik produksi eco-detergent berbasis bahan lokal dalam satu model pemberdayaan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan pengeluaran deterjen rumah tangga hingga 50% serta pengurangan limbah plastik sebesar 90–95%. Selain itu, program ini juga meningkatkan pemahaman peserta tentang konsumsi berkelanjutan dan mendorong terbentuknya kelompok warga yang mampu memproduksi eco-detergent secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah tangga tidak hanya berperan sebagai sasaran edukasi lingkungan, tetapi juga sebagai aktor utama dalam membangun praktik konsumsi berkelanjutan yang ekonomis, aplikatif, dan berpotensi direplikasi di desa lain.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ISTRI NELAYAN KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG MELALUI SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENGOLAHAN PRODUK HASIL TAMBAK Anggreini, Putri; Nisaa, Nur Rezky Khairun; Kawareng, Andi Tenri; Wahyuni, Leny Eka Tyas; Prasesti, Gayuk Kalih; Fadilla, Raisa; Badawi, Satriani; Arief, Maryam Jamila; Sinthary, Venna; Siregar, Vita Olivia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66863

Abstract

This community service activity was carried out in Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, Samarinda City, targeting a group of fishermen’s wives as an effort to empower them through the innovation of functional food and nutraceutical products based on aquaculture products. The program aimed to improve the community’s knowledge and skills in utilizing abundant local aquaculture resources, such as milkfish and shrimp heads as aquaculture waste. The activity began with providing education on the nutritional content, health benefits, and economic potential of shrimp heads and milkfish through interactive socialization sessions. This was followed by a workshop on processing shrimp heads into a nutraceutical product in the form of powdered broth, as well as producing calcium-fortified milkfish nuggets as a functional food. The results showed an increase in participants’ knowledge of nutrition and health, as well as new skills in processing local raw materials into value-added products. This activity is expected to encourage the creation of new business opportunities, improve household income, and support healthy and sustainable food consumption patterns in aquaculture-producing communities. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang Kota Samarinda dengan sasaran kelompok istri nelayan sebagai upaya pemberdayaan melalui inovasi produk pangan fungsional dan nutrasetikal berbasis hasil dan limbah tambak. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal tambak yang melimpah seperti ikan bandeng dan kepala udang sebagai limbah tambak. Kegiatan diawali dengan memberikan edukasi mengenai kandungan gizi, khasiat, serta potensi ekonomi dari kepala udang dan ikan bandeng melalui sesi sosialisasi interaktif. Selanjutnya dilakukan workshop pengolahan kepala udang menjadi produk nutrasetikal berupa kaldu bubuk, serta pembuatan nugget ikan bandeng terfortifikasi kalsium sebagai pangan fungsional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai gizi dan kesehatan, serta keterampilan baru dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini dapat mendorong terciptanya peluang usaha baru, peningkatan pendapatan keluarga, serta mendukung pola konsumsi pangan sehat dan berkelanjutan di masyarakat area penghasil tambak.
PENGUATAN KAPASITAS PELAKU WISATA DAN UMKM MELALUI PELATIHAN GREEN TOURISM DI KAWASAN BOROBUDUR Al Anshori, Hannif Andy; Alif Fahmi Rizki, Galuh; Tri Widayati, Maria; Nurasa, Heru; Nugraha, Awaludin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67843

Abstract

The Borobudur area, as a super-priority destination, has considerable potential to serve as a model for community-based green tourism management. However, micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) and tourism business groups in the area still require capacity strengthening to implement sustainability principles and environmentally friendly business practices. This community engagement program aimed to enhance the competencies of tourism-related MSMEs through a Training of Beneficiaries on Green Tourism MSMEs. The training focused on financial literacy, marketing strategies, and the internalization of green tourism values. The program was designed using Adult Learning (andragogy) principles and the Experiential Learning Cycle (ELC). It employed participatory, experiential learning strategies, emphasizing active engagement through practical reflection, group discussions, case studies, role-playing activities, and follow-up action planning. Pre-test and post-test evaluations showed a significant improvement in participants’ understanding. The average score increased from 61.34 to 85.66, with an N-Gain of 0.55, indicating a moderately effective effect size. Beyond knowledge enhancement, participants showed positive shifts in attitudes toward business sustainability, improved financial management, and the emergence of collaboration and environmentally oriented product innovation. Overall, the program was effective in strengthening the capacity and awareness of tourism MSMEs in the Borobudur area to adopt more sustainable green business practices.Kawasan Borobudur sebagai destinasi super prioritas memiliki peluang besar untuk menjadi contoh pengelolaan pariwisata hijau berbasis komunitas. Namun, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kelompok usaha wisata di kawasan ini masih membutuhkan penguatan kapasitas untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dan praktik usaha ramah lingkungan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku usaha melalui pelatihan Training of Beneficiaries on Green Tourism MSMEs yang berfokus pada literasi keuangan, strategi pemasaran, dan internalisasi nilai-nilai pariwisata hijau (green tourism). Pelatihan dirancang menggunakan prinsip Pembelajaran Orang Dewasa (andragogi) dan Experiential Learning Cycle (ELC), dengan strategi partisipatif berbasis pengalaman yang menekankan keterlibatan aktif peserta melalui refleksi praktik, diskusi, studi kasus, bermain peran, dan perencanaan tindak lanjut. Evaluasi pretest dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, ditandai kenaikan nilai rata-rata dari 61,34 menjadi 85,66 dengan skor N-Gain 0,55 (kategori efektivitas sedang). Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan perubahan sikap terhadap keberlanjutan usaha, perbaikan kemampuan manajemen keuangan, serta munculnya kolaborasi dan inovasi produk berbasis lingkungan. Secara keseluruhan, program ini efektif membangun kapasitas dan kesadaran UMKM pariwisata di kawasan Borobudur untuk mengadopsi praktik bisnis hijau yang lebih berkelanjutan.
CORN COBS AND RUMEN MICROBES FOR COMPLETE GOAT FEED: A ZERO-WASTE CASE STUDY FROM THE TANAH LAUT GOAT FARMERS ASSOCIATION Ali, Muhammad Irvan; Hidayatulloh, Rifqi; Atmaja, Baluh Medyabrata; Bakti, Makmur Batara; Mecca, Rehad Edya; Santoso, Santoso; Rosidi, Maksum
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67321

Abstract

This community service program addressed high feed costs and the underutilization of crop and slaughter by-products among goat-keeping households in Tanah Laut Regency, Indonesia, by introducing fermented complete feed made from corn cobs and hygienically processed bovine rumen digesta. The program aimed to strengthen farmer self-reliance while reducing open burning and the disposal of residues through a participatory action approach that iteratively combined co-design, hands-on training, on-farm application, evaluation, and refinement. Activities included orientation on feed management and waste-related issues, group mentoring on planning and record-keeping, practical production sessions using locally available inputs, and a thirty-day feeding trial on partner farms. Product quality was supported by simple process control and laboratory proximate analysis, which indicated a semi-dry fermented feed with moderate protein and high carbohydrate content, as is typical of upgraded crop residues. Goats readily consumed the feed, and farmers consistently reported improved appetite and palatability during the trial. Post-training surveys found that seventy-five percent of participants could independently reproduce the fermentation process and integrate it into routine management. Overall, the program demonstrated that converting corn cobs and rumen contents into fermented feed is feasible and acceptable at the farm level, supports skill adoption, and contributes to a zero-waste pathway. Follow-up monitoring will focus on batch consistency, spoilage prevention, feed intake, weight gain, and feed efficiency to document sustained impacts.Program pengabdian kepada masyarakat ini menanggapi tingginya biaya pakan dan belum termanfaatkannya limbah pertanian serta hasil samping rumah potong hewan di kalangan peternak kambing sekala rumah tangga di Kabupaten Tanah Laut, Indonesia, melalui penerapan pakan fermentasi berbahan tongkol jagung dan isi rumen sapi yang diproses secara higienis. Tujuan program adalah meningkatkan kemandirian peternak dalam penyediaan pakan, sekaligus mengurangi praktik pembakaran dan pembuangan limbah dengan mengubahnya menjadi pakan bernilai guna. Metode yang digunakan adalah partisipatif berbasis pemberdayaan yang dijalankan berulang melalui perancangan bersama, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan. Kegiatan meliputi sosialisasi manajemen pakan dan isu lingkungan, pendampingan perencanaan serta pencatatan, pelatihan praktik produksi pakan fermentasi menggunakan bahan lokal, analisis proksimat produk, dan uji pemberian pakan selama tiga puluh hari pada peternakan mitra. Pakan hasil pelatihan dikonsumsi dengan baik oleh kambing dan peternak melaporkan peningkatan nafsu makan serta palatabilitas selama masa uji. Survei pascapelatihan menunjukkan bahwa tujuh puluh lima persen peserta mampu memproduksi kembali pakan fermentasi secara mandiri dan menerapkannya dalam manajemen rutin. Secara keseluruhan, program menunjukkan bahwa pemanfaatan tongkol jagung dan isi rumen sebagai pakan fermentasi layak diterapkan di tingkat peternak, memperkuat adopsi keterampilan, dan mendukung pendekatan zero-waste; pendampingan lanjutan akan diarahkan pada konsistensi mutu, pencegahan kerusakan, konsumsi pakan, pertambahan bobot, dan efisiensi biaya pakan untuk memastikan keberlanjutan dampak.
OPTIMALISASI PERAN KARANG TARUNA MELALUI PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI BERBASIS ECOLOGICAL CITIZENSHIP DI DESA SELEMAK Dharma, Surya; Perangin-angin, Reh Bungana Beru; Sinaga, Osberth; Putra, Mulhady; Jahro, Iis Siti; Junaidi, Junaidi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.65535

Abstract

Selemak Village faces a serious environmental issue due to high levels of pollution caused by unmanaged goat farming waste. In response to this problem, a community empowerment program was implemented by providing assistance to the local youth organization (Karang Taruna) in developing educational tourism based on the concept of ecological citizenship. The method used in this program was Participatory Action Research (PAR), which was carried out in three stages. The Preparation Stage involved: (1) program planning, (2) focus group discussions (FGDs), and (3) community service socialization. The Implementation Stage included: (1) livestock pen construction training, (2) educational tourism development assistance, and (3) ongoing mentoring. The Evaluation Stage comprised: (1) a pre-test and (2) a post-test. The results show that this program successfully optimized the role of Karang Taruna in Selemak Village through training in processing goat manure into organic fertilizer. The activities were conducted using a participatory approach through educational sessions, technical guidance, and hands-on field practice. Participants demonstrated high enthusiasm and active engagement throughout the entire program. Evaluation through pre-tests and post-tests, analyzed using a paired-samples t-test, showed a significant improvement, with a p-value of < 0.001. These findings indicate that the program effectively enhanced participants' understanding and skills in waste management based on the principles of ecological citizenship.  Desa Selemak mengalami permasalah dalam tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat limbah ternak kambing yang tidak terkelola dengan baik. Maka berdasarkan permasalahan yang dihadapi dilakukan kegiatan Pendampingan kepada Karang taruna dalam pengembangan wisata edukasi berbasis Ecological citizenship. Metode kegiatan menggunakan Participatory Action Research dengan alur kegiatan yaitu Tahap Persiapan melibatkan: (1) Perencanaan Pelaksanaan, (2) Focus Group Discusion, dan (3) Sosialiasi PKM. Tahap Pelaksanaan terdiri atas: (1) Pelatihan Pembuatan Kandang, (2) Pendampingan Pengembangan Wisata, dan (3) Mentoring. Tahap Evaluasi terdiri atas: (1) Pre-test, (2) Post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Program ini berhasil mengoptimalkan peran Karang Taruna Desa Selemak melalui pelatihan pengolahan limbah kohe kambing menjadi pupuk kandang organik. Kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pendampingan teknis, dan praktik lapangan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi pretest dan posttest yang dianalisis dengan paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai signifikansi < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa program pendampingan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolaan limbah berbasis prinsip Ecological citizenship.
SOSIALISASI DAMPAK PERKAWINAN USIA DINI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PELUANG BONUS DEMOGRAFI DI SMA AL-ISLAM 1 KOTA SURAKARTA Sulistyowati, Ulfah; Magna, Merlin Swantamalo; Luthviati, Resti Dian
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67663

Abstract

Salah satu tantangan yang dapat menghambat tercapainya potensi bonus demografi adalah tingginya angka pernikahan pada usia dini. Padahal, pernikahan merupakan tahapan sakral dalam kehidupan manusia, karena dengan pernikahan maka seseorang dapat memiliki keseimbangan hidup yang lebih baik. Sehingga perlu pemikiran matang dalam melakukan pernikahan, agar tercipta kesejahteraan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan, pernikahan usia dini berdampak pada kesehatan reproduksi dan pendidikan, dan mampu menurunkan potensi produktivitas individu. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan jumlah perkawinan usia dini, melalui sosialisasi kepada usia remaja sekolah. Melalui kegiatan sosialisasi yang diberikan secara panel diskusi, salah satunya dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih utuh dengan dasar hukum yang baik kepada peserta kegiatan terkait dampak pernikahan dini terhadap masa depannya dan pembangunan manusia.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue