cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
MANFAAT LATIHAN FISIK PADA PENANGANAN OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA HALIMSETIONO, ELITA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya saturasi oksigen akibat episode berulang dari penghentian atau tidak cukupnya aliran udara di saluran napas bagian atas selama tidur. Continuous positive airway pressure (CPAP) merupakan pengobatan pilihan OSA, namun pengobatan CPAP secara terus menerus tidak dapat ditoleransi oleh semua pasien OSA, dan sering kali tidak cocok untuk kasus OSA ringan, sehingga perlu adanya pendekatan baru dalam penanganan OSA. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang manfaat latihan fisik pada penanganan OSA. Artikel ini bersifat studi literatur dengan sumber data berasal dari jurnal internasional berbahasa Inggris yang terbit pada tahun 2014-2023 yang pencariannya melalui database pada PubMed, ScienceDirect, Springer, dan Google Scholar. Hasilnya didapatkan bahwa latihan fisik secara signifikan dapat meningkatkan tonus otot dilator saluran napas bagian atas, mengurangi akumulasi cairan di leher, meningkatkan fase tidur gelombang lambat, mengurangi berat badan, mengurangi respons inflamasi sistemik, dan memperbaiki fungsi kognitif pada pasien OSA. Kesimpulannya adalah latihan fisik memberikan manfaat pada perbaikan kasus OSA sesuai temuan di atas, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode pada penanganan OSA. Kata kunci: latihan fisik, latihan olahraga, obstructive sleep apnea DOI : 10.35990/mk.v6n4.p406-417
EFEKTIVITAS INFUSA DAUN BINTARO (Cerbera manghas) TERHADAP LARVA INSTAR III Musca domestica Nurlaela, Lutfhi; Dika Nurulloh, Tsana Makarim; Pratiwi, Siska Telly; Hidayat, Emma Mardliyah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) merupakan salah satu lalat yang paling sering berada di sekitar hunian rumah. Musca domestica berperan sebagai vektor penyakit (vektor mekanis) agen patogen yang dibawa dari tempat tinggal/tempat berkembang biaknya pada lingkungan yang banyak mengandung bahan organik seperti di tempat sampah, tinja, limbah buangan, atau kotoran hewan ke hunian atau makanan yang akan dikonsumsi manusia. Penggunaan insektisida kimia ataupun sintetik dapat menyebabkan resistensi M. domestica, dan mencemari lingkungan. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut ialah penggunaan insektisida alami yang mengandung zat aktif yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan dari larva M domestica seperti daun bintaro (Cerbera manghas). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas infusa daun bintaro terhadap larva M. domestica. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan infusa daun bintaro dalam berbagai konsentrasi yaitu 30%, 50%, 70%, dan 90%. Hasil penelitian membuktikan infusa konsentrasi 30% dapat mematikan 30% larva dan rata-rata kematian terus meningkat sampai 76,5% pada konsentrasi 90%. Hasil uji One-Way ANOVA bahwa konsentrasi 70% dan 90% memiliki efektivitas yang sama, dan hasil analisis probit didapatkan nilai LC50 adalah 74% dan nilai LC90 adalah 137%. Hal ini membuktikan seluruh konsentrasi infusa daun bintaro dapat mematikan larva instar III M. domestica. Sehingga infusa daun bintaro dapat dipergunakan oleh masyarakat sebagai larvasida alami. Kata kunci: Cerbera manghas, lalat rumah, larvasida, Musca domestica DOI : 10.35990/mk.v7n0.p26-36
PENGARUH TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEKUATAN ISOMETRIK OTOT LENGAN BAWAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNJANI PENDERITA OBESITAS Wendra, Wendra; Anugerah, Andri; Tri Raharjo, Akbar Risky
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas mahasiswa kedokteran umumnya menggunakan kekuatan otot lengan bawah seperti menulis, mengetik, memegang, dan menggengam yang membutuhkan kekuatan otot yang baik. Kekuatan otot yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut adalah kekuatan otot isometrik. Obesitas dapat menyebabkan perubahan struktur jaringan otot yang berdampak terhadap kekuatan otot. Salah satu penyebab timbulnya obesitas adalah kurangnya aktivitas fisik akibat gaya hidup sedentary lifestyle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat aktivitas fisik terhadap kekuatan isometrik otot lengan bawah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani penderita obesitas. Metode penelitian merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 64 orang mahasiswa yang memenuhi kriteria digunakan sebagai sampel penelitian dan dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan aktivitas fisik rendah (n=33) dan kelompok dengan aktivitas fisik tinggi (n=31). Sampel penelitian didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengukur tingkat aktivitas fisik digunakan kuesioner ASAQ (Adolescent Sedentary Activity Questionnaire), perhitungan status gizi menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT) sedangkan berat badan dan tinggi badan diukur menggunakan timbangan dan microtoise yang sudah dikalibrasi, pengukuran kekuatan otot lengan bawah menggunakan hand grip dynamometer. Analisis data disajikan dalam bentuk univariat dan bivariat. Untuk mengetahui perbedaan kekuatan otot antar kelompok penelitian digunakan Uji chi square. Data deskriptif menunjukkan 51,6% mahasiswa memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, 51,5% memiliki kekuatan otot lengan bawah dengan kategori lemah. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh tingkat aktivitas fisik terhadap kekuatan otot lengan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa kedokteran penderita obesitas dan memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah dapat berdampak pada penurunan kekuatan otot. Kata kunci: aktivitas fisik, kekuatan otot lengan bawah, obesitas DOI : 10.35990/mk.v7n0.p81-90
KOMBINASI METODE PENYULUHAN DEMONSTRASI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA Idaryati, Ni Putu
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan gigi serta mulut dibutuhkan oleh setiap individu termasuk anak-anak. Berdasarkan laporan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, terdapat 93% anak menderita gigi dan mulut dengan usia 6-12 tahun dengan capaian 40-50% sehingga upaya penyuluhan kesehatan gigi mulut dengan sasaran anak sekolah merupakan prioritas utama. Media dan alat bantu memiliki peran penting dalam penyuluhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas metode konseling demonstrasi audio visual dalam mempengaruhi tingkat pengetahuan kesehatan mulut siswa. Metode demonstrasi memberikan informasi dengan menampilkan item secara dekat Audiovisual dapat digunakan bersama dengan metode demonstrasi untuk menyampaikan informasi dengan mudah dan membuatnya lebih menarik. Desain one-group pre-test – post-test design digunakan dalam metodologi penelitian kuantitatif deskriptif ini. Tiga SD swasta di wilayah Denpasar dengan 106 responden yang merupakan siswa SD kelas IV, V, dan VI dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data memakai kuesioner melalui google form yang berisi 10 pertanyaan seputar kesehatan gigi dan mulut. Siswa perempuan menjawab pertanyaan pre-test dengan benar sebesar 59,1% sedangkan siswa laki-laki dengan persentase 54,42%. Siswa perempuan yang benar menjawab soal postes sebesar 93,15% sedangkan siswa laki-laki sebesar 87,3%. Terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dengan kombinasi metode demonstrasi audiovisual sebesar 33%. Siswa perempuan memiliki peningkatan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki- laki. Penelitian ini menunjukkan penyuluhan kombinasi demonstrasi audiovisual mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa. Kata kunci : audiovisual, demonstrasi, kesehatan gigi dan mulut, penyuluhan DOI : 10.35990/mk.v7n1.p24-33
PROFIL METABOLIK PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT DUSTIRA TAHUN 2023 Setyasari, Arinta; Rakhmat, Iis Inayati; Aviliani, Nur
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang sampai saat ini masih menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia, dan merupakan penyebab kematian yang umum terjadi. Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular terdiri dari gejala-gejala gangguan metabolik, meliputi hipertensi, obesitas sentral, hiperglikemia, hipertrigliserida, dan rendahnya kadar High Density Lipoprotein (HDL). Sindrom metabolik berdasarkan NCEP ATP-III dapat didiagnosis jika seseorang memenuhi minimal tiga dari lima kriteria tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil metabolik pasien PJK di Rumah Sakit Dustira tahun 2023. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Jumlah responden 100 orang diambil secara consecutive sampling dengan dilakukan pengambilan data rekam medis, pemeriksaan lingkar pinggang, pemeriksaan tekanan darah, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian didapatkan sebagian besar subjek memiliki IMT obesitas-1 (47%), dengan lingkar pinggang yang meningkat (46%) pada laki-laki, tekanan darah meningkat sebanyak (74%), dengan kadar glukosa darah puasa (57%). Sebanyak 52% pasien PJK di RS Dustira memiliki faktor risiko sindrom metabolik. Komponen sindrom metabolik meningkat pada pasien PJK karena berkaitan dengan atherosklerosis dan disfungsi endotel. Kata kunci : penyakit jantung koroner, profil metabolik, sindrom metabolik DOI : 10.35990/mk.v7n1.p80-90
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK DENGAN COVID-19 DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Pranata, Muhammad Ari; Asyik, Hadi; Purwoko, Mitayani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 (Corona virus disease-19) merupakan penyakit infeksi pernafasan berat yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe acute respiratory syndrome – Corona virus -2). COVID-19 dapat disertai pneumonia ataupun tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian pneumonia pada anak dengan COVID-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data penelitian diperoleh dari rekam medik. Besar sampel penelitian sebesar 126 sampel anak usia 0-17 tahun yang terkonfirmasi COVID-19 menggunakan RT-PCR yang didapatkan mengunakan teknik total sampling. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan antara faktor risiko status gizi kurang-buruk (nilai p= 0,026 dan PR= 1,693), status gizi lebih-obesitas (nilai p= 0,014; PR=2,405), usia <5 tahun (nilai p=0,000; PR= 3,688), dan jenis kelamin laki-laki (nilai p= 0,039; PR= 1,512) dengan kejadian pneumonia pada anak yang menderita COVID-19. Kesimpulan, kejadian pneumonia pada anak dengan COVID-19 dipengaruhi oleh status gizi, usia, dan jenis kelamin anak. Balita berjenis kelamin laki-laki dengan status gizi kurang atau lebih memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami pneumonia akibat COVID-19. Kata kunci : COVID-19, faktor risiko COVID-19, pneumonia, status gizi DOI : 10.35990/mk.v7n2.p135-145
PEMANFAATAN MONOTERAPI DAN TERAPI KOMBINASI VITAMIN C TOPIKAL DAN DERIVATNYA SEBAGAI AGEN PENCERAH KULIT: A SCOPING REVIEW Sakinah, Olivia Puteri; Rohmah, Restu Nur; Suryaningsih, Betty Ekawati; Rosmelia, Rosmelia
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu agen pencerah kulit, vitamin C maupun derivatnya digunakan dalam industri kosmetik dalam beragam konsentrasi dan bentuk topikal. Formulasi kosmetik dengan kandungan vitamin C seharusnya efektif dalam mencapai manfaat vitamin C pada kulit. Telaah ini bertujuan untuk mengetahui jenis, besar konsentrasi, dan bentuk vitamin C topikal dan derivatnya sebagai agen pencerah kulit manusia. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan alur PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews). Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel pada database yaitu “(vitamin C OR ascorbic acid OR asam askorbat) AND (brightening OR lightening OR whitening OR pencerah)” pada database Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, ProQuest, dan EBSCOHost, “vitamin C” pada database Neliti, serta “vitamin C DAN kulit” pada database GARUDA. Jenis artikel yang dipilih merupakan artikel yang terbit pada tahun 2011–2021 dengan metode RCT dan non-RCT, baik original article maupun grey literature. Didapatkan hasil vitamin C (L-ascorbic acid) dan derivatnya (palmitoyl-KVK-L-ascorbic acid, tetrahexadecyl ascorbate, dan magnesium ascorbyl phosphate) digunakan sebagai pencerah kulit pada kondisi normal, melasma, atau amyloidosis makular. Ditemukan beragam besar konsentrasi yang digunakan dari 2% hingga 30% dalam bentuk losio, krim, atau serum; serta disimpulkan bahwa penggunaan vitamin C topikal atau derivatnya dapat mencerahkan kulit wajah. Kata kunci: pencerah kulit, topikal, vitamin C DOI : 10.35990/mk.v7n2.p198-208
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KIA DI PUSKESMAS ANTAPANI TAHUN 2022 Astuti Setiawan, Shellita Melanie; Tsaniyassilmi, Shabrina; Sudjana, Primal
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang dapat dipengaruhi oleh pendidikan dan pengetahuan. Angka kematian ibu (AKI) dapat dikurangi dengan melakukan tindakan pencegahan berupa pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak atau buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil mengenai buku KIA. Desain penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendekatan metode potong lintang. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang yang dipilih dengan teknik nonprobability sampling yaitu convenience sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil berpengetahuan baik 73%, cukup 22%, dan kurang 5%. Tidak ada hubungan antara usia (p=0,239), pekerjaan (p=0,056), dan kehamilan (p=0,601) dengan pengetahuan ibu hamil mengenai buku KIA. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil mengenai buku KIA (p=<0,001). Dapat disimpulkan bahwa dari hasil tersebut dengan nilai (p=<0,001) lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang mana terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Kata kunci: buku KIA, pendidikan, pengetahuan DOI : 10.35990/mk.v6n4.p364-373
TELAAH PUSTAKA: STRES, SUMBU OTAK DAN KULIT, DAN VITILIGO Islamy, Nabila Nur Bilqis; Nugroho, I Gusti Bagus Indro
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitiligo merupakan penyakit kulit kronis yang berdampak pada psikologis. Untuk alasan ini, vitiligo dapat memengaruhi kualitas hidup sehingga disabilitas psikiatris tidak boleh diremehkan. Metode penelusuran bukti ilmiah berupa buku dan jurnal. Penelusuran menggunakan buku yang diterbitkan dalam waktu 10 tahun terakhir atau edisi terakhir. Penelusuran literatur jurnal dengan cara pencarian jurnal ilmiah melalui database yang terpercaya dan sering digunakan yaitu Pubmed, Cochrane, Wolters Kluwer, Springer, Karger, dan Science Direct dengan kata kunci yang digunakan yaitu “Stress” AND “Vitiligo” AND “Brain-skin Axis” AND “Psychosocial Impact” dengan filter publikasi jurnal, lima tahun terakhir, dengan jenis prospective cohort, retrospective cohort, systematic review, meta-analysis, dan pilihan bahasa Inggris. Dari hasil penelusuran bukti ilmiah berupa buku dan jurnal, didapatkan lima artikel dalam penelusuran namun ada satu artikel yang didapat hanya berupa overview dan dinilai kurang bisa menjawab pertanyaan klinis sehingga disingkirkan. Hasil akhir penelusuran, terdapat empat jurnal yang sesuai dengan topik mengenai Stress, Brain-skin Axis, dan Vitiligo. Dari hasil telaah literatur, terdapat hubungan terjadinya vitiligo dengan stres dan inflamasi. Psikopatologi yang terjadi pada pasien vitiligo melibatkan hubungan antara brain-skin axis. Selain faktor biologi, terdapat faktor psikososial yang mempengaruhi psikolatologi pada pasien vitiligo, seperti coping, self-esteem, dukungan sosial dan stigmatisasi. Kata kunci: brain-skin axis, dampak psikososial, stres, vitiligo DOI : 10.35990/mk.v6n4.p418-429
GAMBARAN PASIEN KARSINOMA HEPATOSELULER BERDASARKAN USIA, JENIS KELAMIN, MANIFESTASI KLINIS, FAKTOR RISIKO, DAN STADIUM Abbas, Endah Hamidah; Fiddiyanti, Ilma; Agustina, Ashria Tiara; Kristiana, Ris
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma hepatoseluler merupakan keganasan berasal dari sel hepatosit. Kanker ini menjadi penyebab kematian terbanyak ke-3 di seluruh dunia akibat kanker pada tahun 2020. Pasien karsinoma hepatoseluler banyak terdiagnosa pada stadium akhir dimana prognosis buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pasien karsinoma hepatoseluler di Rumah Sakit UmumPusat Dr. Hasan SadikinBandung periode 2018-2020.Penelitian inimenggunakan metode deskriptif dengan sampel dari data rekam medis pasien terdiagnosa karsinoma hepatoseluler dari bagian Rekam Medis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2018-2020 dengan teknik pengambilan totalsampling. Hasil penelitian didapatkan 156 pasien terdiagnosa karsinoma hepatoseluler dengan 69 pasien memenuhi kriteria inklusi. Faktor risiko terbanyak adalah sirosis hati dengan 27 pasien (39,1%). Kelompok usia 56-65 tahun merupakan kelompok dengan diagnosa terbanyak dengan 21 pasien (30,4%). Laki-laki lebih banyak ditemukan dibanding wanita dengan perbandingan 3:1. Manifestasi klinis terbanyak ditemukan adalah nyeri abdomen dan letargia masing-masing sebanyak 20 pasien (29,0%). Stadium D menurut Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) merupakan stadium terbanyak ditemukan dengan 26 pasien (37,7%). Dapat disimpulkanbahwa sirosis hepatis merupakan faktor risiko terbanyak karsinoma hepatoseluler. Banyak diderita pada usia tua, jenis kelamin laki-laki, dan manifestasi klinis terbanyak nyeri abdomendan letargia dengan stadium terbanyak menurut BCLC adalah stadium D. Pada sirosis hati, terjadi aktivasi sel stelata hati menyebabkan proliferasi sel hepatosit terus-menerus yang menjadi faktor risiko terbanyak penelitian ini. Karsinoma hepatoseluler banyak terjadi pada laki-laki disebabkan reseptor androgen berikatan EZH2 memiliki efek hambatan gen p-53. Kata kunci : Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC), hepatosit, karsinoma hepatoseluler DOI : 10.35990/mk.v7n0.p37-47

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue