cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 518 Documents
Hubungan Kualitas Sumber Daya Manusia Dengan Kinerja Pegawai Non Medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024 Oktaviani, Rindy; Rakhmawati, Fitria; Tri Sugiyarti, Anis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2325

Abstract

Kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas memicu akan rendahnya kinerja pegawai di era yang semakin kompetitif ini sehingga menjadi masalah utama di dalam sebuah instansi seperti rumah sakit yang disebabkan oleh faktor kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai non medis di RSIA Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024. Penelitian ini termasuk dalam dalam jenis penelitian kuantitatif menggunakan cross sectional study. Pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan data primer disertai kuisioner, sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 70 responden. Analisis data menggunakan uji statistic Spearman’s rho dan hasil uji Spearman’s rho mempunyai p-value 0,041 (ρ < 0,05) bahwa Ha diterima ada hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 responden yang menilai kualitas sumber daya manusia sebagian besar mengatakan cukup sebesar 60,0% dan yang menilai kinerja pegawai sebagian besar mengatakan cukup sebesar 85,7%. Terdapat hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai non medis di RSIA Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024. Diharapkan bagi rumah sakit perlu mengembangkan beberapa indikator kualitas sumber daya manusia untuk peningkatan kinerja pelayanan rumah sakit agar terpenuhinya kinerja pegawai yang lebih baik
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pratek Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Nembol Wilayah Kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024 Zuniawati S, Lilis; Marbun, Henny Theresia; Anwar, Ade; Putri, Riska Mitalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2230

Abstract

Payudara adalah sel-sel yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ terdekat payudara atau kebagian tubuh lainnya. Penyakit kanker payudara dapat menyebabkan kematian, yang ditandai dengan benjolan atau penebalan pada payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel tumbuh secara abnormal di kelenjar susu pada payudara wanita usia subur. Mengetahui faktor yang mempengaruhi praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di desa Nembol, wilayah kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Adapun variabel usia WUS, pendidikan WUS, dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan WUS Berdasarkan uji Chi-Square test didapatkan hasil statistic pada variabel berdasarkan usia , terdapat 85,4% dengan kelompok usia resiko kecil (<35 tahun) dan 14,6% dengan usia resiko besar (35-49 tahun), berdasarkan tingkat pendidikan umumnya pada kategori pendidikan dasar (SD,SMP) 36,5%, pendidikan menengah (SMA) 36,5% dan tingkat pemdidikan pada jenjang perguruan tinggi sebesar 1%, berdasarkan dukungan keluarga, terdapat 97,4% tidak mendapatkan dukungan keluarga dan sisanya 2,6% mendapatkan dukungan keluarga, berdasarkan tingkat pengetahuan terhadap praktek pemeriksaan SADARI diperoleh data sekitar 69,3% tingkat pengetahuan kurang, 72,4% pengetahuan cukup, 8,3% pengetahuan baik. Didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan WUS dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) P value (>0,05), pengetahuan dan dukungan keluarga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan , dukungan keluarga dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). P value (<0,05). Introduction: Breasts are cells that grow and develop uncontrollably so that they can spread between tissues or organs closest to the breast or to other parts of the body. Breast cancer can cause death, which is characterized by a lump or thickening in the breast. Breast cancer occurs when cells grow abnormally in the mammary glands in the breasts of women of childbearing age.Objective: To determine the factors that influence the practice of breast self-examination (SADARI) in women of childbearing age (WUS) in Nembol village, Mandalawangi Health Center working area in 2024. Method: This research uses quantitative analytical methods, with a cross sectional approach. The variables are WUS age, WUS education, WUS knowledge and family support. Results: Based on the Chi-Square test, statistical results were obtained on variables based on age, there were 85.4% with a low risk age group (<35 years) and 14.6% with a high risk age (35-49 years), based on general education level in the basic education category (SD, SMP) 36.5%, secondary education (SMA) 36.5% and education level at the tertiary level of 1%, based on family support, there were 97.4% who did not get family support and the remaining 2.6% received family support, based on the level of knowledge of SADARI examination practices, data was obtained about 69.3% of knowledge was lacking, 72.4% had sufficient knowledge, 8.3% had good knowledge. Conclusion: There was no significant relationship between the age and education of WUS with the practice of breast self-examination (SADARI) P value (>0.05), knowledge and family support there was a significant relationship between knowledge, family support with the practice of breast self-examination (SADARI). P value (<0.05).
Gambaran Hasil Pemeriksaan Penderita Demam Tifoid dengan Metode Widal di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Sukabumi Zaranggi, Ahmad; Fauziah, Prima Nanda; Widhyasih, Retno Martini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2240

Abstract

Typhoid fever is a systemic disease that becomes a world health problem. Typhoid fever occurs in both tropical and sub-tropical countries, especially in developing countries. To determine the exact diagnosis of this disease required examination Widal test. typhoid characterized by prolonged heat followedby bacteremia and bacterial invasion of Salmonella sp. The study aims to determine whether the diagnosis of Typhoid Fever Suspect isappropriate with the Widal Serology Test. The type of this research is descriptive research. Population of this research is outpatient in Sukabumi city health laboratory patients with typhoid fever in august 2020 – april 2021. The sample in this study were as many as 30 respondents. The results showed that the percentage of Widal Serology Test on positive Typhoid Fever was 18 people and 12 people with negative Widal Serology Test results. Positive results for Salmonella typhi O = 9 samples, Salmonella typhi H = 8 samples, Salmonella paratyphi AO as many as 9 samples, with positive results for Salmonella paratyphi BO as many as 11 samples, with positive results for Salmonella paratyphi CO as many as 13 samples, with positive results for Salmonella paratyphi AH as many as 7 samples, with a positive result of Salmonella paratyphi BH as many as 8 samples, with a positive result of Salmonella paratyphi CH as many as 7 samples. The conclusion of this study for the Widal Serology Test in positive Typhoid Fever was around 60%.The conclusion of the writing of this is more a hepatitis b patients (100%) men than women with age 30 - 65 years, decline and a rise in the number of platelets and SGPT and SGOT levels .
Hubungan Durasi Mengemudi Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pengemudi Bus Akap Di Terminal Kampung Rambutan Tahun 2023 Parnonto, Wiratama Ibnu; Djaali, Nur Asniati; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2285

Abstract

Background: Low back pain disease varies greatly every year with a figure of 15-45%. According to the WHO, 33% of the population in developing countries experience persistent pain. Work as a bus driver is prone to low back pain, resulting from the factors of sitting for a long time in conditions of static vibration, vibration due to the road, ergonomic factors, and the type of seat on the vehicle will cause rapid fatigue and soreness in the waist/lower back area. Objective: to determine the relationship between driving duration and complaints of low back pain in AKAP Bus Drivers at Kampung Rambutan Terminal in 2023 Method: the study used an analytical survey with a cross sectional research design. This research was carried out at the Kampung Rambutan Terminal in July 2023. A sample of 198 respondents was taken using simple randong sampling. The implementation of this research was carried out by distributing questionnaires to respondents. Results: 76 respondents (38.4%) experienced complaints of low back pain and 122 respondents (61.6%) did not experience complaints of low back pain, 167 respondents (84.3%) and 31 respondents (15.7%) had normal driving duration. There is a relationship between driving duration and complaints of low back pain in AKAP Bus Drivers at the Kampung Rambutan Terminal in 2023 (p value =0.000). Recommendation: It is hoped that the government should be able to conduct regular evaluations of occupational health and safety, especially for bus drivers. Keywords: Lower Back Pain, Driving Duration
Skrining Talasemia Pada Mahasiswa TLM (D3) Fakultas Ilmu Dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi: Skrining Talasemia Pada Mahasiswa TLM (D3) Fakultas Ilmu Dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Novilla, Arina; Clarisa, ⁠Tiara Nur; Furqon, Ayi; Romlah, Sitti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2327

Abstract

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2021, diperkirakan bahwa sekitar 20% dari seluruh populasi dunia menderita talasemia beta mayor. Di Indonesia, prevalensi talasemia berkisar antara 6-10%, dan provinsi Jawa Barat mempunyai kasus talasemia mayor tertinggi. Talasemia mayor terjadi akibat perkawinan antara individu yang membawa gen talasemia atau menderita talasemia minor, yang seringkali tanpa gejala, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skrining talasemia menggunakan uji fragilitas osmotic (OTOF/One Tube Osmotic Fragility), hasil positif dilanjutkan dengan penentuan nilai indeks eritrosit, lalu dilanjutkan dengan penentuan Indeks Mentzer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, subjek penelitian adalah mahasiswa TLM (D3) di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi. Berdasarkan hasil penelitian dari 155 mahasiswa TLM (D3), hasil skrining talasemia minor menunjukkan bahwa 10 orang (6%) menunjukkan hasil OTOF positif. Hasil yang positif dilanjutkan pemeriksaan darah lengkap untuk menentukan Indeks Eritrosit, sebanyak 8 orang (80%) memiliki MCV <80 fL dan MCH <27 pg. Hasil MCV dan MCH rendah tersebut kemudian ditentukan nilai Indeks Mentzer dan didapatkan sebanyak 2 orang (25%) memiliki Indeks Mentzer <13. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat 2 orang (1%) yang terindikasi menderita talasemia beta minor, dan disarankan selanjutnya untuk dilakukan pemeriksaan elektroforesis hemoglobin.
Uji Daya Hambat Anti jamur dari Ekstrak Bawang Merah (Allium Cepa L.) dan Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Candida Albicans. Romlah, Sitti; Yulianti, Rika; Septiani, Anggy Candra; Hudli Febrian, Muhammad; Sumirat, Defan Angga; Manansang, Adittya Perwirang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2328

Abstract

Antibiotik biasanya efektif dalam mengobati kandidiasis; namun, dalam praktiknya, resistensi obat semakin m eningkat, sehingga pengobatan menjadi sulit. Pendekatan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan obat termasuk penggunaan pengobatan herbal, seperti ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan bawang putih (Allium sativum), merupakan bahan yang alami tersedia dengan efek samping yang rendah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimal dan daya hambat bawang putih (Allium sativum), bawang merah (Allium cepa L.), dan kombinasi kedua bahan alami ekstrak terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak bawang merah (Allium cepa L.), ekstrak bawang putih (Allium sativum), dan kombinasi kedua ekstrak tersebut pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100%, serta kontrol negatif (air suling steril) dan kontrol positif (ketoconazole 2%), digunakan dalam metode penelitian. Metode eksperimen mempunyai tiga konsentrasi berbeda dan dua kali pengulangan. Zona penghambatan lebih sempit dibandingkan kontrol positif (11 mm), menurut data. Pertumbuhan jamur Candida albicans dihambat sebesar 50% 8 mm dengan ekstrak bawang merah (Allium cepa L.), 8 mm ekstrak bawang putih 100%, dan 50% 10 mm ekstrak gabungan pada konsentrasi optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih (Allium sativum), bawang merah (Allium cepa L.), serta kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki sifat antijamur.
Perbandingan Kadar Hemoglobin Menggunakan POCT (Point Care Of Testing) dengan Alat Hematology Analyzer Pada Pasien Normal dan Anemia Fauzi, Anggi; Novilla, Arina; Ningrum, Nining Ratna; Herawati, Iis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2329

Abstract

Di laboratorium pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan skrining, penggunaan alat bervariasi salah satunya adalah menggunakan POCT. Alasan penggunaan alat ini karena lebih efisien dibanding hematology analyzer, seperti pengerjaannya lebih mudah karena POCT biasanya bersifat portabel, sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium pusat sehingga POCT bisa dijadikan alternatif pada kondisi tertentu. Alat POCT biasanya lebih murah untuk dibeli awalnya karena ukurannya yang kecil dan teknologi yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini membandingkan kadar hemoglobin yang diukur memakai alat Point of Care Testing (POCT) dan Hematology Analyzer pada pasien dengan kondisi normal, anemia sedang, dan anemia berat. Metode yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan desain cross sectional. Besaran sampel digunakan dalam penelitian ini adalah 40 pasien dibagi secara proporsional menjadi 20 pasien dengan kadar hemoglobin normal, 10 pasien dengan anemia sedang dan 10 pasien dengan anemia berat. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin kategori normal pada POCT adalah 14,37 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 13,95 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia sedang pada POCT adalah 9,45 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 8,77 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia berat pada POCT adalah 6,42 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 5,82 mg/dL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil uji Independent t-test ketiga kategori didapat nilai p value >0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan POCT dengan hematology analyzer. Kata Kunci: Point of Care Testing, Hematology Analyzer, Anemia
Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas: Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas Citra Dinanda; Ratna Mutu Manikam; Nursita Angesti, Annisa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2351

Abstract

Balita termasuk pada kelompok usia yang sangat rentan mengalami permasalahan gizi. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita merupakan hal yang sangat penting agar pemenuhan asupan makanan dan zat gizi dapat tercukupi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita dapat melalui edukasi gizi menggunakan media leaflet. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media leafletterhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment designdengan rancangan pre test and post test with control group design. Populasi penelitian ini adalah ibu balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan. Pengambilan sampel menggunakan metode teknik simple random sampling berjumlah 56 responden. Analisis data univariat menggunakan uji statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita (P = 0,000). Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan secara signifikan pada saat pre test (P = 0,540) dan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan secara signifikan pada saat post test (P = 0,001). Kesimpulan penelitian adalah media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita. Saran bagi ibu balita diharapkan pengetahuan tentang gizi seimbang yang meningkat dapat mempertahankan pengetahuan dan mengubah sikap dalam kehidupan sehari-hari mengenai gizi seimbang pada balita usia 24 – 59 bulan.
Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga Qurrota'aini, Nafila Happy; Mardiyati, Nur Lathifah; Widyawati, I Gusti Ngurah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2377

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi.
Perancangan dan Optimalisasi Alat Digital TFU Sebagai Inovasi Diagnostik Usia Kehamilan dan Taksiran Berat Badan Janin lili Ruhyana; Utami, Febi Puji; Husniawati, Neli; Muhafilah, Ilah; Muktar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2382

Abstract

Judul Penelitan: Perancangan dan Optimalisasi Alat Digitalisasi TFU Sebagai Inovasi Diagnostik Usia Kehamilan dan Taksiran Berat Badan Janin. Latar Belakang: Tinggi Fundus Uteri (TFU) merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan dalam menilai perkembangan janin selama kehamilan. Pengukuran TFU yang akurat dan praktis sangat dibutuhkan untuk membantu tenaga medis dalam memantau kondisi kehamilan. Pengukuran secara manual sering kali memerlukan waktu dan berpotensi menimbulkan perbedaan hasil. Dengan pengembangan alat digitalisasi TFU berbasis arduino pada penelitian ini bisa memberikan solusi praktis yang memungkinkan pengukuran TFU lebih cepat, akurat, dan mudah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk untuk merancang dan mengembangkan prototipe alat diagnostik TFU untuk estimasi Taksiran Berat Janin (TBJ), Tasiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil pengukuran Tinggi Funus Uteri (TFU) pada trimester II dan trimester III. Tinjauan Pustaka: Penelitian terkait telah dilakukan pada pengembangan alat pemantauan kehamilan berbasis digital, namun umumnya masih berfokus pada parameter seperti detak jantung janin. Sedangkan dalam penelitian ini dikembangkan alat digitalisasi untuk pengukuran TFU yang dilengkapi dengan estimasi Taksiran Berat Janin (TBJ) dan Taksiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil pembacaan sensor untuk pengkuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) yang ditampikan dalam satu tampilan LCD Oled. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Riset and Development) dengan pengembangan alat berbasis arduino dengan tahapan-tahapan mulai dari analisis masalah, studi literatur, desain dan perancangan alat baik hardware maupun software, pabrikasi prtototipe alat, pengujian alat, analisis hasil pengujian. Instrumen Alat: Alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Arduino Nano, Rotarry Encoder KY 40, LCD Oled 128x64, Modul Charger, Batterai Littium, Push Bottom, Buzzer, Sitch On/Off. Prosedur Pelaksanaan: Merancang skema perangkat keras (hardware) yang meliputi integrasi komponen Rotarry Encoder, Arduino Nano, LCD Oled, dan tombol menu, reset. Membuat program secara software untuk mengintegrasikan pembacaran sensor rotarry encoder sebagai perangkat input yang diproses oleh arduino nano dan ditampilkan dalam LCD Oled hasil perhitungan Taksiran Berat Janin (TBJ), Taksiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil pembacaan rotarry encoder. Menguji kinerja alat dengan cara membandingkan data hasil perhitungan berdasarkan data pembacaan yang ditampilkan pada LCD Oled dan hasil uji lapangan pengukuran jarak menggunakan alat ukur. Hasil yang diharapkan: Alat TFU ini diharapkan dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat mengenai Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan membantu dalam hasil Taksiran Berat Janin (TBJ) dan Taksiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil ukur Tinggi Fundus Uteri (TFU). Alat ini dirancang dapat mempermudah tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan ibu hamil dengan tampilan informasi yang jelas. Kesimpulan: Prototipe ini bekerja sesuai dengan sistem yang dibuat, hasil uji coba lapangan ada selisih pembacaan jarak yang diukur berdasarkan hasil pembacaan sensor. Saran: Untuk tingkat akurasi hasil pembacaan gunakan senor yang tingkat pembacaan dan akurasi yang baik.