cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER" : 16 Documents clear
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI DINAMIKA LITOSFER BERBANTUAN MEDIA INSTAGRAM : STUDI KASUS SMAN 1 TUMPANG Febriani, Farika Dwi; Soelistijo, Djoko; Suharto, Yusuf; Nikmatussolihah, Nikmatussolihah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32980

Abstract

Abstrak: Materi dinamika litosfer merupakan salah satu topik utama dalam kurikulum geografi di tingkat sekolah menengah atas, karena membahas proses-proses geologi yang membentuk dan mempengaruhi struktur bumi. Berdasarkan observasi serta wawancara bersama guru mata pelajaran geografi di SMAN 1 Tumpang, siswa kurang pemahaman dalam materi dinamika litosfer. Hal ini dikarenakan tidak mempunyai bahan ajar seperti buku atau sumber referensi yang disarankan. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengkaji pengaruh penggunaan media instagram pada siswa terhadap minat belajar siswa kelas X di SMAN 1 Tumpang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan di analisis hubungan dari pengguna instagram dengan minat belajar siswa. Hasil uji spearman adalah 0.704 dan signifikansinya kurang dari 0.05, hasil ini menunjukkan hubungan kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa penggunaan platform instagram dalam pembelajaran terbukti meningkat partisipasi dan ketertarikan siswa pada materi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan media pembelajaran berbasis digital, khususnya dalam meningkatkan minat belajar geografi di era teknologi saat ini.  Abstract: The topic of lithosphere dynamics is one of the main topics in the high school geography curriculum, as it discusses the geological processes that form and influence the structure of the earth. Based on observations and interviews with geography teachers at SMAN 1 Tumpang, students lack understanding of lithosphere dynamics. This is because they do not have teaching materials such as books or recommended reference sources. The purpose of this study is to examine the effect of using Instagram on students' interest in learning among 10th-grade students at SMAN 1 Tumpang. The study uses a quantitative approach with a survey design and analyzes the relationship between Instagram use and students' interest in learning. The Spearman's correlation coefficient is 0.704, and the significance level is less than 0.05, indicating a strong relationship. The results of this study indicate that the use of the Instagram platform in learning has been proven to increase student participation and interest in the material. These findings have important implications for the development of digital-based learning media, particularly in increasing interest in learning geography in the current technological era.
PEMANFAATAN NETWORK ANALYSIS DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) UNTUK PEMODELAN SPASIAL PROTEKSI KEBAKARAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA MATARAM Kurniawan, Agus; Ridha, Rasyid; Yuniarman, Ardi; Ningtyas, Dara Cipta
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.30883

Abstract

Abstrak: Kota Mataram menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan permukiman padat yang meningkatkan risiko kebakaran. Pada tahun 2023, tercatat 38 kasus kebakaran, dengan 67% disebabkan oleh korsleting listrik. Permasalahan diperparah oleh akses jalan sempit dan minimnya fasilitas hidran, menyebabkan waktu respons pemadam kebakaran rata-rata mencapai 12 menit, melebihi standar ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemodelan spasial proteksi kebakaran kawasan permukiman di kota mataram dengan memanfaatkan metode Network Analysis dan Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pusat kota, seperti Kecamatan Mataram, Cakranegara, dan Selaparang, telah tercakup layanan dalam radius 1500–3000 meter, sedangkan Ampenan, Sekarbela, dan Sandubaya masih memerlukan perhatian lebih karena cakupan di atas 6000 meter. Lokasi strategis seperti Location 1, 4, dan 3 memiliki cakupan layanan luas dan harus menjadi prioritas dalam alokasi sumber daya. Sementara Location 7 dan 5 menunjukkan kebutuhan layanan lebih rendah. Temuan ini memberikan rekomendasi penting untuk perencanaan distribusi pos dan penguatan kapasitas proteksi kebakaran di Kota Mataram, guna meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan darurat. Abstract:   Mataram City faces serious challenges due to population growth and dense residential developments that increase the risk of fire. In 2023, 38 fires were recorded, with 67% being caused by electrical short circuits. The problem is exacerbated by narrow road access and a lack of fire hydrant facilities, resulting in an average fire department response time of 12 minutes, exceeding the ideal standard. This study aims to determine the spatial modeling of fire protection in residential areas in Mataram City using Network Analysis and Inverse Distance Weighting (IDW) methods. The analysis results show that most of the city center, such as Mataram, Cakranegara, and Selaparang Districts, have service coverage within a radius of 1500–3000 meters, while Ampenan, Sekarbela, and Sandubaya still require more attention because the coverage is above 6000 meters. Strategic locations such as Locations 1, 4, and 3 have extensive service coverage and should be prioritized in resource allocation. Meanwhile, Locations 7 and 5 show lower service needs. These findings provide important recommendations for post distribution planning and strengthening fire protection capacity in Mataram City, in order to improve the efficiency and speed of emergency services.
ANALISIS MULTIKRITERIA FAKTOR PENYEBAB INTRUSI AIR LAUT DI KOTA TERNATE Pasongli, Hernita; Sugandi, Dede; Maryani, Enok
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32347

Abstract

Abstrak: Intrusi air laut sebagai permasalah lingkungan yang mengancam keberlanjutan sumber daya air tanah di wilayah pesisir. Air laut menyusup ke dalam lapisan air tanah, mengakibatkan peningkatan salinitas dan penurunan kualitas air tanah. Fenomen instrusi air laut terjadi di kota Ternate. Kota Ternate yang berada di gugusan kepulaun Maluku dengan luas 111,4 km² pada akhirnya bergantung pada air tanah untuk kebutuhan sehari-hari mengingat belum semua kawasan terjangkau oleh jaringan distribusi air bersih dari perusahaan daerah (PDAM) di Ternate. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab intrusi air laut secara Multikriteria meliputi faktor iklim, geologi, serta antropogenik. Metode yang digunakan adalah studi Pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis berbasis data sekunder. Hasil kajian menunjukan bahwa peningkatan muka air laut akibat perubahan iklim dan struktur geolologi vulkanik yang permaibel, penurunan muka air tanah dan eksploitasi air tanah secara berlebihan menyadi penyebab instrusi air laut di Kota Termate. Diperlukan pengelolaan terpadu sumber daya air tanah serta mitigasi berbasisi komunitas untuk mencegah dampak lebih lanjut   Abstract:  Seawater intrusion is an environmental issue that threatens the sustainability of groundwater resources in coastal areas. Seawater infiltrates groundwater layers, leading to increased salinity and declining groundwater quality. This phenomenon occurs in Ternate City. Located within the Maluku archipelago and covering an area of 111.4 km², Ternate relies heavily on groundwater for daily needs, as many areas are still not served by the municipal water distribution network (PDAM). Therefore, this study aims to identify the multiple contributing factors to seawater intrusion, including climatic, geological, and anthropogenic factors. The method employed is a literature review using a descriptive-analytical approach based on secondary data. The findings indicate that rising sea levels due to climate change, permeable volcanic geological structures, declining groundwater levels, and excessive groundwater extraction are key drivers of seawater intrusion in Ternate. Integrated groundwater resource management and community-based mitigation efforts are urgently needed to prevent further impacts.
EVALUASI SEBARAN SPASIAL SABUK HIJAU SEBAGAI MITIGASI STRUKTURAL BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN CILACAP DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A Kirani, Nabila Salsa; Juhadi, Juhadi; Suharini, Erni; Husna, Vina Nurul
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.30979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran spasial sabuk hijau serta mengevaluasi sebaran spasial sabuk hijau eksisting untuk mitigasi struktural tsunami di kawasan pesisir Kabupaten Cilacap. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif meliputi metode NDVI dan Weighted Overlay Analysis. Penelitian ini menghasilkan temuan kelas risiko tsunami berdasarkan parameter penggunaan lahan, kelerengan, elevasi, jarak dari sungai dan jarak dari pantai. Wilayah dengan kelas risiko sangat tinggi seluas 604,6 Ha direkomendasikan sebagai sabuk hijau dengan berbagai tanaman pesisir seperti mangrove dan native plant yang sesuai dengan karkteristik wilayahnya. Di Segara Anakan ditemukan kelas efektivitas hutan pesisir sebagai wilayah penyangga tsunami yang dapat mereduksi tsunami tergolong lebih efektif dengan nilai 78%.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS Xl SMAN 6 PALU Allobunga, Agustina; Hasan, Haslita Rahmawati; Khairurraziq, Khairurraziq; Arsy, Risma Fadhilla
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33047

Abstract

Abstrak: Isu lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia seperti pencemaran, kerusakan habitat, dan perubahan iklim, yang menunjukkan bahwa generasi muda perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi terhadap lingkungan. Observasi awal di SMA Negeri 6 Palu menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah yang menggunakan wadah sekali pakai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan botol plastik. Permasalahan ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa melalui implementasi pendidikan lingkungan hidup di kelas XI SMA Negeri 6 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 62 siswa yang terbagi menjasi dua kelompok ySaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran outdoor study dan kelas kontrol yang menggunakan metode classroom learning. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat signifikan dari 46 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52 menjadi 74. Uji t menunjukkan nilai signifikasi (p-value) 0,000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan lingkungan yang signifikan pada kelas eksperimen. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis outdoor study atau pengalaman di luar ruangan lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong sekolah lain untuk menerapkan metode outdoor study dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.  Abstract:  Environmental issues that are increasingly pressing in Indonesia such as pollution, habitat destruction, and climate change, which indicate that the younger generation needs to have high awareness and knowledge of the environment. Initial observations at SMA Negeri 6 Palu showed that students' low knowledge of environmental management can be seen from the behavior of students who litter and students often buy food and drinks in the school canteen that use disposable containers, such as plastic waste, styrofoam, and plastic bottles. These problems encourage the need to increase environmental knowledge among students. This study aims to improve students' environmental knowledge through the implementation of environmental education in class XI of SMA Negeri 6 Palu. The research method used was quasi-experiment with nonequivalent control group design. The sample in this study consisted of 62 students who were divided into two groups, namely the experimental class that applied outdoor study learning and the control class that used classroom learning method. Data was collected through pre-test and post-test to measure the increase in students' environmental knowledge. The results showed that the average post-test score of the experimental class increased significantly from 46 to 87, while the control class only increased from 52 to 74. The t-test showed a significance value (p-value) of 0.000 which means there was a significant increase in environmental knowledge in the experimental class. So this study concluded that the outdoor study-based learning method is more effective in increasing students' environmental knowledge. It is hoped that the results of this study can encourage other schools to apply the outdoor study method in the implementation of environmental education so as to create a generation that is more caring and responsible for environmental sustainability.
APPLICATION OF INSTAGRAM AS A GLOBAL WARMING LEARNING MEDIA TO STUDENTS (STUDY CASE SMAN 2 KLATEN REGENCY, INDONESIA) Khoirunisa, Nanda; Susilawati, Siti Azizah; Fatta, Firda Nur; Noviani, Rita
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32474

Abstract

Abstrak: Pemanasan global merupakan fenomena yang mempengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai aspek, termasuk kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran mengenai pemanasan global menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Instagram sebagai media pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa terhadap media tersebut. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Klaten kelas XI IPS 2 dengan sampel 35 siswa menggunakan desain pre-eksperimental (pra-tes dan pasca-tes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86% siswa memiliki persepsi positif terhadap akun Instagram @fakta_globalwarming. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan Instagram sebagai media belajar dengan peningkatan rata-rata sebesar 27%. Hasil ini menunjukkan bahwa Instagram efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis digital yang lebih menarik dan relevan di era industri 4.0. Abstract:  Global warming is a phenomenon that affects various aspects of human life, including students’ daily activities. Therefore, learning media that address global warming are critically important. This study aims to examine the effectiveness of using Instagram as an innovative learning medium to enhance students’ understanding of global warming and to analyze students’ perceptions of the platform. The research was conducted at SMAN 2 Klaten, class XI IPS 2, with a sample of 35 students using a pre-experimental design (pre-test and post-test). The results show that 86% of students had a positive perception of the Instagram account @fakta_globalwarming. In addition, there was a significant improvement in students’ learning outcomes after using Instagram as a learning tool, with an average increase of 27%. These findings indicate that Instagram is an effective learning medium. It is hoped that the results of this study can serve as a foundation for developing more engaging and relevant digital learning strategies in the era of Industry 4.0.
EVALUASI PENERAPAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PER KAPITA DI DESA DURIAN, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Asdiani, Harlinda; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Sukuryadi, Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31735

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sustainable Development Goals  (SDGs) dalam perencanaan pembangunan Desa Durian, Kabupaten Lombok Tengah, dengan fokus khusus pada aspek pendapatan per kapita masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah mixed methods, yang menggabungkan analisis kuantitatif data pendapatan rumah tangga sebelum dan sesudah penerapan SDGs menggunakan paired sample t-test, serta wawancara kualitatif dengan perangkat desa dan masyarakat untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dampak dan tantangan pelaksanaan SDGs. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pendapatan rata-rata rumah tangga dari Rp311.111 pada tahun 2019 menjadi Rp1.050.000 pada tahun 2024 dengan nilai t-hitung sebesar 28,47 dan p-value 0,000 (<0,05). Peningkatan ini mengindikasikan keberhasilan program pembangunan berbasis SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Temuan kualitatif mendukung hasil tersebut dengan menunjukkan peran penting partisipasi masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta sinergi antara pemerintah desa dan berbagai pihak terkait dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi aparat desa dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk memperkuat implementasi SDGs di masa mendatang. Dengan demikian, Desa Durian dapat menjadi model keberhasilan pelokalan SDGs yang relevan untuk desa-desa lain di Indonesia.  Abstract:  This study aims to evaluate the implementation of Sustainable Development Goals  (SDGs) in the development planning of Durian Village, Central Lombok Regency, with a specific focus on the per capita income aspect of the village community. The study employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis of household income data before and after SDGs implementation using paired sample t-test, alongside qualitative interviews with village officials and residents to gain deeper insights into the impacts and challenges of SDGs implementation. Quantitative results show a significant increase in average household income from IDR 311,111 in 2019 to IDR 1,050,000 in 2024, with a t-value of 28.47 and a p-value of 0.000 (<0.05). This increase indicates the success of SDGs-based development programs, particularly in poverty alleviation and local economic empowerment. Qualitative findings support these results, highlighting the crucial roles of community participation, institutional capacity strengthening, and synergy between the village government and related stakeholders in improving residents’ economic welfare. The study recommends enhancing training for village officials and increasing community involvement to further strengthen SDGs implementation in the future. Therefore, Durian Village can serve as a successful model for localizing SDGs that is relevant for other villages across Indonesia.
KECERDASAN SPASIAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA DAN PERGURUAN TINGGI Astina, I Komang; Suharto, Yusuf; Susetyo, Bigharta Bekti; Allifah, Aimmaul; Kurniawan, Muchammad Akbar; Amin, Saiful; Dewi, Sari; Maulidiah, Linda
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33108

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecerdasan spasial geografi pada jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik survei yang dilakukan di SMAN 1 Ponorogo dan Jurusan Geografi Universitas Negeri Malang (UM). Instrumen berpikir spasial menggunakan indikator analisis, pemahaman, representasi, aplikasi, skala, dan interaksi spasial. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode statistik deskriptif, khususnya dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kecerdasan spasial di SMAN 1 Ponorogo berada dalam kategori sedang dengan persentase mencapai 68,02, sementara di Jurusan Geografi UM termasuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 61,37. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesulitan soal kognitif yang lebih tinggi di perguruan tinggi serta variasi latar belakang pendidikan mahasiswa yang berasal dari berbagai jenjang sekolah menengah atas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan model pembelajaran inovatif terintegrasi teknologi geospasial (GIS, AR), melakukan penelitian longitudinal, evaluasi kurikulum, pelatihan guru/dosen, studi komparatif, serta integrasi kecerdasan spasial dengan life skills guna meningkatkan kemampuan berpikir spasial. Abstract: This study aims to assess geographic spatial intelligence among students at both high school and university levels. This type of research is quantitative with survey technique conducted at SMAN 1 Ponorogo and Department of Geography, State University of Malang (UM). The spatial thinking instrument uses indicators of analysis, understanding, representation, application, scale, and spatial interaction. The data analysis employed descriptive statistical methods, specifically utilizing percentages. The findings indicated that spatial intelligence at SMAN 1 Ponorogo fell into the medium category, with a percentage score of 68.02, whereas at the Geography Department of UM, it was categorized as low, with a percentage score of 61.37. This difference is influenced by the higher cognitive level of questions in college and the diverse educational backgrounds of students from high school. Future research is recommended to compare innovative learning models integrated with geospatial technology (GIS, AR), conduct longitudinal research, curriculum evaluation, teacher/lecturer training, comparative studies, and integration of spatial intelligence with life skills to improve spatial thinking ability.
ENVIRONMENTAL CRITICAL THINKING : THE ROLE OF PROBLEM BASED LEARNING INTEGRATED WITH INSTAGRAM GREENPEACEID Chairunnisa, Nabila Nirwasita; Utomo, Dwiyono Hari; Handoyo, Budi; Masruroh, Heni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32497

Abstract

Abstrack: This study was motivated by increasing environmental damage. Critical thinking abilities are developed through education, which helps students get ready for future environmental issues. Geography learning at MAN 1 Malang is still dominated by a teacher-centred learning model, which is ineffective in developing students' critical thinking abilities. The purpose of this study is to investigate how Grade XI students' critical thinking abilities are affected when the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with Instagram Greenpeaceid. The method used is a quasi-experimental design with a post-test only control group, involving an experimental class and a control class. The experimental class uses PBL integrated Instagram, while the control class uses the Direct Instruction method. There was a substantial difference between the two classes, based on the independent sample t-test results, which revealed significance at 0.005 < 0.05. These results show that using Instagram Greenpeaceid integrated with the PBL paradigm successfully improves students' critical thinking abilities through logical, argumentative, and collaborative discussion and presentation activities. This integration also supports the achievement of 21st-century competencies in geography education. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kerusakan lingkungan yang semakin meningkat. Pendidikan berperan penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis guna mempersiapkan siswa menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. Pembelajaran geografi di MAN 1 Malang masih didominasi model teacher centered, yang kurang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terintegrasi Instagram Greenpeaceid terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain post-test only control group, melibatkan kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen menggunakan PBL terintegrasi Instagram, sedangkan kelas kontrol menggunakan Direct Instruction. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan signifikansi 0,005 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL terintegrasi Instagram Greenpeaceid efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui kegiatan diskusi dan presentasi yang logis, argumentatif, dan kolaboratif. Integrasi ini juga mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 dalam pembelajaran geografi.
PEMANFAATAN WILAYAH REKLAMASI PANTAI SERUNI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DALAM PUSAT KEGIATAN KABUPATEN BANTAENG Islamy, Munandar; Sumarmi, Sumarmi; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Utaya, Sugeng; Mutia, Tuti; Shida, Shida; Purnamasari, Wulan Safriani
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.28388

Abstract

Abstrak: Reklamasi Pantai Seruni dilakukan sebagai usaha dalam mengembangkan pembangunan dan pengembangan wisata, khususnya di Pantai Seruni. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan perubahan wilayah reklamasi Pantai Seruni sebagai daya tarik wisata dalam pusat kegiatan Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan metode spasial dan kuantitatif, teknik pengumpulan data analisis spasial pada citra digital Pantai Seruni tahun 2009-2023 dan kuantitatif menggunakan kuesioner yang disebar kepada wisatawan yang telah mengunjungi Pantai Seruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir pola pengembangan reklamasi Pantai Seruni terjadi penambahan luasan yang semula 9,51 ha menjadi 19,13 ha. Reklamasi di Pantai Seruni membawa potensi yang baik. Pantai Seruni menyajikan pesona yang menarik baik dari aspek keindahan, sosial masyarakat sekitar maupun lingkungan fisik. Arah pengembangan Pantai Seruni dilakukan dengan memanfaatkan wilayah pesisir sebagai bentuk penyelamatan dari degradasi lingkungan yang disebabkan oleh alam maupun aktivitas manusia. Abstract:  Seruni Beach Reclamation is carried out as an effort to develop tourism development and development, especially in Seruni Beach. The purpose of this study is to determine the Utilization of Changes in the Seruni Beach Reclamation Area as a Tourist Attraction in the Bantaeng Regency Activity Center. This type of research is descriptive research with spatial and quantitative methods, spatial analysis data collection techniques on digital images of Seruni Beach in 2009-2023 and quantitative using questionnaires distributed to tourists who have visited Seruni Beach. The results of the study show that over the past 10 years the pattern of Seruni Beach reclamation development has increased the area from 9.51 ha to 19.13 ha. Reclamation at Seruni Beach has good potential. Seruni Beach presents an attractive charm both in terms of beauty, social community around it and the physical environment. The direction of Seruni Beach development is carried out by utilizing coastal areas as a form of rescue from environmental degradation caused by nature and human activities.

Page 1 of 2 | Total Record : 16