cover
Contact Name
Eka Vidya Putra
Contact Email
ekavidyaputra@gmail.com
Phone
+628116601294
Journal Mail Official
abdi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 2656369X     EISSN : 26848570     DOI : https://doi.org/10.24036/abdi
Jurnal Abdi bertujuan untuk memfasilitasi publikasi artikel yang disarikan dari hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Abdi ini membatasi pengabdian masyarakat yang berada dalam ruang lingkup bidang: Pembangunan manusia dibidang pendidikan dan Sosio-Humaniora, Pengentasan kemiskinan, Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Industri Kreatif.
Articles 507 Documents
Penguatan Karakter Religius dan Cinta Tanah Air bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia Mutik Nur Fadhilah; Suwantoro Suwantoro; Rasidi Rasidi; Novem Sri Wahyuni; Wardatul Basyra; Rina Paramita; Siswanto Siswanto; Ahmad Fawaid; Muliatul Maghfiroh; Jamiluddin Usman
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1116

Abstract

Realita di lapangan menunjukkan bahwa rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial hingga generasi platinum, saat ini mengalami krisis identitas nasional. Tantangan ini semakin besar dihadapi oleh anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal di luar negeri, seperti di Malaysia, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan karakter berbasis nilai religius dan nasionalisme. Program Penguatan Karakter Religius dan Cinta Tanah Air bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Ampang Selangor Malaysia dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut. Program ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada identifikasi, mobilisasi, dan pemanfaatan potensi serta aset komunitas. Pelaksanaan program dilakukan dalam lima tahap: identifikasi aset, pembentukan kemitraan, pendidikan dan pelatihan, penerapan, serta evaluasi. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam karakter religius anak, yang tercermin dari peningkatan stabilitas emosional, penguatan identitas budaya, pemahaman moral dan etika, serta dukungan sosial yang lebih baik. Sementara itu, karakter cinta tanah air anak juga meningkat, ditandai dengan pemahaman yang lebih kuat terhadap identitas nasional, kebanggaan dan loyalitas terhadap bangsa, integrasi sosial di lingkungan komunitas migran, serta motivasi untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia di masa depan. Partisipasi aktif orang tua, guru, pengelola sanggar, dan KBRI Malaysia menjadi faktor kunci keberhasilan program. Selain memberikan dampak jangka pendek, program ini juga berpotensi berkelanjutan melalui integrasi modul penguatan karakter dalam kurikulum sanggar dan terbentuknya forum orang tua. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas pekerja migran Indonesia di negara lain sebagai upaya strategis membangun karakter bangsa di era globalisasi.
PENERAPAN PEMBUATAN SABUN DARI JAMUR TIRAM SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL Maria Magdalena Riyaniarti Estri Wuryandari; Vivien Dwi Purnamasari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1127

Abstract

Pada tahun 2022 produksi jamur tiram di Kabupaten Kediri mencapai 31.422 kuintal. Namun, hasil dari budidaya tersebut hanya dimanfaatkan untuk membuat kripik jamur saja, dan belum ada olahan yang lainnya. Jamur tiram mengandung senyawa bioaktif seperti beta-glukan, protein dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Disamping itu Desa Sidomulyo tersebut memiliki perkumpulan Ibu rumah tangga kelompok Dewi jamur dan UMKM yang memiliki peluang untuk menjadi usahawan sehingga memerlukan pelatihan pembuatan produk lainnya selain kripik jamur tiram. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan masyarakat berwirausaha terutama dalam pembuatan sabun dengan memanfaatkan hasil panen dari Jamur Tiram Desa Sidomulyo, Kabupaten Kediri dan mengembangkan produk sabun berbahan dasar jamur tiram serta menganalisis dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pengabdian Masyarakat ini, mengadakan kegiatan bimtek bagi kelompok anggota Dewi jamur dan Kelompok UMKM yang berjumlah 20 orang. Salah satu kegiatan pembuatan sabun ini meningkatkan pengetahuan mitra yang dihasilkan 100% mitra kelompok anggota Dewi Jamur paham cara pembuatan sabun. Dengan adanya inovasi ini diharapkan dapat tercipta model usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bimtek ini juga meningkatkan ketrampilan mitra yang dibuktikan dapat membuat sabun dengan benar dan mengemas sabun dengan menarik. Bimtek pembuatan sabun jamur tiram sudah dihasilkan oleh kelompok Dewi jamur di Desa Sidomulyo.
Empowering Communities Through Legal Counseling in Agrarian Reform: A Simojayan Village Case Herlindah Herlindah; Jonathan Pascal Chrisananto; Rachel Olivia Pasaribu; Fransiskus Arya Kusuma Aji; Andhika Arya Tamtama; Dhianya Azzahra Jasmine
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1130

Abstract

Simojayan Village in Malang Regency has long experienced unresolved agrarian conflicts. Addressing these issues requires not only innovative legal strategies but also increased public legal awareness. In response, a legal outreach program was conducted, involving expert presentations and interactive dialogue, and attended by over 70 participants. The program successfully enhanced the community’s understanding of agrarian law, particularly regarding the legal status of former HGU lands and the opportunities presented by agrarian reform. A notable outcome of the outreach was the community’s initiative to form a citizen forum for agrarian advocacy and their commitment to collaborate with legal organizations, including the Forum of Law Students for Justice (FORMAH PK). Follow-up plans include legal counseling, participatory land mapping, and paralegal training. These results indicate that legal education can serve as an effective entry point for community empowerment and equitable conflict resolution.
Pelatihan Penggunaan Sluice Box untuk Pemisahan Emas Alluvial bagi Penambang Emas Tradisional di Kabupaten Sijunjung Afni Nelvi; Deri Kurniadi; Annisa Intan Yustisia Rahmalina; Khalik Dwika Putra; Mutiara Salvira; Hisni Rahmi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1138

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan Penggunaan Sluice Box untuk Pemisahan Emas Alluvial bagi Penambang Emas Tradisional. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan keterampilan mitra dalam mengoperasikan alat sederhana namun efektif untuk meningkatkan efisiensi penambangan sekaligus meminimalisasi kerugian emas yang terbuang bersama material sisa. Mitra kegiatan adalah kelompok penambang emas tradisional yang dipilih berdasarkan kriteria: aktif melakukan penambangan skala kecil, belum memiliki pemahaman teknis terkait penggunaan sluice box, dan memiliki komitmen untuk mengikuti pelatihan secara penuh. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara operasional melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi teknologi, demonstrasi penggunaan sluice box, praktik lapangan oleh penambang, serta evaluasi tingkat pemahaman dan keterampilan mitra. Pelatihan ini berlangsung selama 3 bulan sehingga mitra memiliki kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan keterampilan yang diperoleh. Hasil pelatihan menunjukkan terjadi peningkatan level keberdayaan dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan sluice box dalam pemisahan emas dari pengotornya. Selain itu sluice box yang portabel sehingga mudah dibawa kemana-mana terutama untuk kegiatan survey lokasi baru oleh mitra.
Penguatan Positive Character (Strengths) melalui Ruang Refleksi bagi Remaja Dewi Fatmasari Edy; Femmi Nurmalitasari; Syurawasti Muhiddin; Nauroh Nadzifah A. T. E.; Widi Febrianti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1145

Abstract

Sebaran tenaga kesehatan mental profesional belum sepenuhnya merata dan masih terpusat di Indonesia Bagian Barat. Berdasarkan data Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, wilayah Indonesia bagian Timur hanya memiliki 143 psikolog klinis, sementara Pulau Jawa memiliki ratusan di setiap provinsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong pemerataan akses layanan kesehatan mental melalui program Ruang Refleksi, khususnya bagi remaja di Sulawesi Selatan. Program ini diikuti oleh 33 siswa kelas X SMAN 1 Pinrang dan menggunakan metode seminar, pengerjaan lembar kerja, konseling kelompok, serta roleplay. Hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam peningkatan pemahaman diri peserta (t(33) = -2,416; p < 0,01). Nilai rata-rata meningkat dari 15,33 (SD = 2,102) menjadi 16,18 (SD = 1,530). Selain data kuantitatif, analisis kualitatif dari umpan balik peserta menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan pemahaman emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa Ruang Refleksi berkontribusi positif dalam menguatkan karakter dan kesehatan mental remaja, serta dapat menjadi model layanan psikososial preventif di wilayah dengan akses terbatas terhadap tenaga profesional. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3: kehidupan sehat dan sejahtera.
Penyuluhan Pengendalian Penyakit Ikan pada Masyarakat Pembudidaya Ikan Air Tawar di Desa Andoolo Utama Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Indriyani Nur; Muhaimin Hamzah; La Ode Santiaji Bande; Weka Gusmiarty Abdullah; Putu Arimbawa; Rizal Adi Saputra; Bagus Rifaldi; Alma Fisabillah; Gusti Putu Pupaningrum
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1153

Abstract

Penyuluhan pengendalian penyakit ikan pada masyarakat pembudidaya ikan air tawar di Desa Andoolo Utama, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pembudidaya ikan dalam mengelola kesehatan ikan, mencegah penyebaran penyakit, serta meningkatkan produktivitas budidaya. Penyuluhan ini melibatkan masyarakat setempat, dilaksanakan dengan metode partisipatif yang menggabungkan teknik identifikasi penyakit berbasis lokal, pemanfaatan bahan alami sebagai pengobatan alternatif, serta pelatihan praktis pengelolaan kualitas air. Data dikumpulkan melalui survey lapangan dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan terkait, selanjutnya dilakukan penyuluhan mengenai pengelolaan kesehatan ikan. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para pembudidaya dalam mengenali gejala awal penyakit ikan dan hama pengganggu, serta kemampuan dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti perbaikan kualitas air dan penggunaan bahan-bahan alami sebagai pengobatan alternatif. Diharapkan, penyuluhan ini mampu meningkatkan produksi ikan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Strategi Pengembangan Home Industry Gula Aren di Desa Tapong Kecamatan Maiwa Dian Wahyudi; Vernita Sari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1154

Abstract

Tapong adalah sebuah desa yang terletak di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, sebagian masyarakatnya memiliki pekerjaan sebagai petani aren. Thamrin adalah salah satu warga Desa Tapong, seorang petani aren bersama keluarga memiliki usaha produksi gula aren balok. Usaha mereka ini masih tergolong sebagai usaha kecil atau home industry, pengelolaannya masih tradisional dan sulit untuk berkembang, karena belum memiliki legalitas usaha, produk belum beragam, belum memiliki kemasan, serta pemasaran masih mengandalkan pesan produksi dari konsumen. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), maka dilakukan kegiatan pembinaan untuk pengembangan usaha tersebut, yakni pendampingan pengurusan izin usaha, diversifikasi produk, branding dan packaging, serta memperluas akses pasar melalui pemanfaatan website desa. Setelah pendampingan dan pembinaan, usaha tersebut mulai berkembang, terlihat dari meningkatnya permintaan dari konsumen akan produk gula aren hasil produksi mereka, serta keuntungan pelaku usaha meningkat dibandingkan sebelum adanya proses pendampingan dan pembinaan.
Penguatan Ekonomi dan Kapasitas Teknologi Tepat Guna (TTG) Kelompok Madu Kelulut Utama Mandiri Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Gusti Hardiansyah; Yudi Purnomo; Tri Wahyudi; Agustiah Wulandari; Ivan Sujana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1164

Abstract

Desa Sungai Itik memiliki keanekaragaman hayati dan potensi ekonomi yang tinggi, salah satunya melalui komoditas madu kelulut. Kelompok Produktif Itama Mandiri merupakan salah satu pelaku utama dalam pengembangan madu kelulut di Parit Wa’bibah Dusun Mawar, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa kelompok mitra masih menghadapi sejumlah permasalahan utama, yaitu proses produksi madu yang masih sederhana, kadar air madu kelulut yang tinggi, penggunaan mesin pompa rakitan yang kurang higienis, serta belum diterapkannya manajemen pemasaran secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui transfer iptek dan pemanfaatan produk Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam mendukung ekonomi hijau serta pengembangan kelompok petani berkelanjutan, khususnya melalui penerapan TTG pasca panen madu kelulut. Kebaruan program ini terletak pada implementasi inovasi TTG berupa mesin pengurang kadar air tanpa pemanasan dan mesin pompa madu kelulut yang higienis, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk secara berkelanjutan. Program ini sangat penting dilakukan mengingat para petani masih menghadapi keterbatasan teknologi pasca panen yang berdampak pada nilai jual serta keberlanjutan ekonomi lokal, di samping minimnya adopsi teknologi ramah lingkungan di tingkat kelompok tani di Kalimantan Barat. Pelaksanaan PKM ini menghasilkan peningkatan kuantitas dan kualitas madu kelulut melalui penerapan mesin pengurang kadar air dan mesin pompa madu kelulut yang lebih higienis, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan kelompok. Strategi keberlanjutan program dijalankan melalui pembinaan kepada kelompok-kelompok masyarakat lain agar dapat mengadopsi teknologi dan pengetahuan yang telah diperoleh.
Peran Kader Kesehatan dalam Skrining Faktor Risiko dan Deteksi Dini Kanker pada Wanita Berbasis Aplikasi Android Erika Emnina Sembiring; Gresty Natalia M Masi; Victor Tarigan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1167

Abstract

Wanita memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks. Kader kesehatan memiliki peranan penting dalam mengedukasi setiap wanita disekitarnya untuk mampu melakukan skrining faktor risiko dan deteksi dini kanker secara mandiri dengan menggunakan media aplikasi android. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 Juli 2024 di Puskesmas Tateli, Sulawesi Utara. Peserta adalah kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tateli yang berjumlah 44 orang. Tahap pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Media utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah aplikasi Android VWOMCARE. Aplikasi tersebut dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk materi edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh kader kesehatan, alat untuk melakukan skrining faktor risiko dan deteksi dini kanker pada wanita, serta panduan tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila ditemukan tanda dan gejala yang mengarah pada penyakit kanker.Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil yang diperoleh menunjukkan peserta sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan ini. Tingkat pengetahuan peserta tentang kanker payudara sebelum pelatihan mayoritas pada kategori cukup 79,54% dan setelah pelatihan mayoritas pada kategori baik 79,54%. Tingkat pengetahuan peserta tentang kanker serviks sebelum pelatihan mayoritas pada kategori cukup 77,27% dan setelah pelatihan mayoritas pada kategori baik 86,37%. Pelatihan penggunaan aplikasi Android terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai agen edukasi dan pelaksana skrining faktor risiko dan deteksi dini kanker berbasis masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi VWOMCARE mempermudah akses informasi kesehatan dan dapat mempercepat skrining faktor risiko dan deteksi dini kasus kanker pada wanita.
Integrated Farming System Berbasis Zero Waste pada Peternakan Chicken Farm di Kota Langsa Elisa Putri; Rizka Haryudi; Farahdiba Thahura; Fiqri Khayqal; Risqi Amanda Putri Balqis
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1169

Abstract

Limbah peternakan yang tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan berupa pencemaran udara, air, dan tanah, menjadi sumber penyakit, meningkatkan emisi gas metana, serta menurunkan estetika dan kenyamanan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan solusi melalui penerapan konsep zero waste sebagai upaya pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra dalam mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik cair, serta memberikan edukasi mengenai pemanfaatan lahan peternakan sebagai kebun sayur dalam rangka mewujudkan sistem pertanian terpadu (integrated farming system). Metode kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian ini berjalan dengan baik, ditandai dengan partisipasi aktif dan antusiasme mitra selama proses berlangsung. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan dan pengetahuan mitra tentang konsep zero waste. Mitra mampu mengolah limbah ayam menjadi produk bernilai tambah berupa pupuk organik cair, serta memperoleh wawasan baru dalam memanfaatkan lahan peternakan menjadi kebun sayur yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha tani berkelanjutan.

Filter by Year

2019 2025