cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN KARDIORESPIRASI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Sagala, Agasy Gideon Admiral; Rusip, Gusbakti; Chiuman, Linda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan perubahan fungsi kardiorespirasi pada mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan desain one-group pre-and post-test untuk menguji hubungan tersebut. Purposive sampling dengan rumus Federer digunakan untuk memilih sampel yang berjumlah 32 orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia. Queen's College Step Test digunakan untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi dan aktivitas fisik dalam data yang dikumpulkan. Analisis data memakai SPSS versi 27 serta Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis statistik, dengan ambang signifikansi P <0,05. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di kalangan mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia, aktivitas fisik dan perubahan fungsi kardiorespirasi berhubungan (P=0,005). Dari tiga puluh dua orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia didapati Delapan orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia semuanya mengalami perubahan pada sistem kardiorespirasi mereka sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik (4,50). Artinya Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan perubahan fungsi kardiorespirasi pada mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia.
EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN KOMIK DIGITAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 6 PRABUMULIH Karyati, Pri; Terati, Terati; Nazarena, Yunita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31593

Abstract

Remaja putri memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami anemia. Penggunaan komik digital dalam edukasi gizi dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan inovatif, sehingga materi dapat disampaikan dengan lebih efektif dan dipahami dengan mudah, serta membantu meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku terkait gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi gizi melalui komik digital terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam pencegahan anemia di kalangan remaja putri di SMP Negeri 6 Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimen (Eksperimen Semu) dengan desain One Group Pre and Post-test. Penelitian ini dilaksanakan dari 13 Januari hingga 19 Maret 2024. Instrumen yang digunakan meliputi formulir kesediaan responden, komik digital, dan kuesioner pre-test serta post-test untuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Analisis data dilakukan dengan uji Paired Sample t-test untuk data yang berdistribusi normal dan uji Wilcoxon untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia di SMP Negeri 6 Prabumulih mencapai 24,1% di antara remaja putri, dengan mayoritas responden berusia 13 tahun dan memiliki status gizi normal (79,4%). Setelah mendapatkan edukasi melalui komik digital, terdapat peningkatan signifikan pada kadar hemoglobin, serta skor pengetahuan, sikap, dan tindakan, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi gizi menggunakan komik digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan untuk pencegahan anemia pada remaja putri.
PENAPISAN ANTIBODI TOXOPLASMA GONDII DAN PROFIL LEUKOSIT PADA DARAH DONOR Wulandari, Meyta; Nafilata, Ikrimah; Wulandari, Sri Wijayanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31624

Abstract

Keamanan produk darah merupakan prioritas bagi UTD dalam menyediakan komponen darah donor sebagai obat esensial yang memiliki risiko menularkan penyakit. Penapisan darah donor telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 91 tahun 2015 untuk uji empat parameter penyakit, diantaranya sifilis, HIV, hepatitis B dan hepatitis C. Toksoplasmosis merupakan infeksi protozoa yang dapat bersifat asimptomatik pada penderitanya. Prevalensi toksoplasma di Asia, khususnya di Indonesia cukup tinggi, sehingga perlu menjadi perhatian bagi UTD melakukan pengamanan darah donor. Infeksi toksoplasma dapat menyebabkan penyakit komorbit pada individu imunodefisiensi. Penularan toksoplasmosis terhadap penderita HIV dengan CD4 yang rendah dapat menyebabkan tambahan penyakit opurtunistik yaitu toksoplasma ensefalitis serta infeksi laten yang menunjukkan risiko komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi antibodi IgG/IgM Toxoplasma gondii pada darah donor dengan desain penelitian deskriptif laboratorik. Sampel didapatkan dari 69 darah donor berupa serum. Deteksi antibodi yang dilakukan menggunakan Rapid Test Voyage Toxo IgG/IgM. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 19% sampel reaktif toksoplasma antibodi imunoglobulin G (IgG), 81% sampel non reaktif IgG, tidak ditemukan sampel darah donor yang reaktif IgM (0%) dan profil leukosit pada sampel darah donor reaktif IgG diketahui leukosit jenis limfosit dan monosit, keduanya meningkat 85% dari nilai normal. Disimpulkan pendonor memiliki riwayat terinfeksi Toxoplasma gondii dan berpeluang dalam menularkan parasit melalui transfusi darah secara horizontal.
TINJAUAN WAKTU TUNGGU RAWAT JALAN POLI SARAF TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD MAJALAYA Shavira Aprilianti, N.; Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31666

Abstract

Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu rawat jalan dipahami sebagai waktu tunggu yang dibutuhkan mulai pasien datang mendaftar hingga dimulai pelayanan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau waktu tunggu rawat jalan poli saraf terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya Tahun 2024 dengan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran deskriptif terhadap lama waktu tunggu rawat jalan, khususnya pada pasien poli saraf. Teknik dan instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi observasi dan wawancara. Dari 234 sampel pasien, 65 pasien (27.78%) yang waktu tunggunya sudah sesuai.dan waktu tunggu rata-rata pasien adalah 120 menit. Untuk waktu tunggu pasien paling cepat memakan waktu 14 menit, sedangkan waktu tunggu pasien paling lama memakan waktu 237 menit. Faktor penyebab terjadinya lama waktu tunggu rawat jalan dikarenakan sistem web rekam medis elektronik diloket pendaftaran yang sering mengalami downtime dan error, rasio dokter dan pasien, kelalaian pasien saat melakukan pendaftaran tidak membawa surat-surat yang diperlukan dan bukan pasien yang bersangkutan yang melakukan pendaftaran
EVALUASI PERGESERAN NILAI METABOLIT PADA MR-SPECTROSCOPY DENGAN DAN TANPA MEDIA KONTRAS DI RSUP PROF DR I.G.N.G NGOERAH DENPASAR Palan, Gawi Roland; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Sugiartha, I Putu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31853

Abstract

Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) adalah teknik pencitraan yang digunakan dalam (MRI) untuk memeriksa komposisi kimia dan metabolisme dalam jaringan tubuh, khususnya otak. Ini adalah salah satu bentuk MRI yang lebih khusus, yang tidak hanya fokus pada gambaran struktur anatomi, tetapi juga pada spektrum sinyal resonansi inti atom dalam molekul. Penulis mengambil evaluasi pergeseran metabolit ini karena Penulis melihat bahwa dengan adanya perbedaan informasi yang dihasilkan dari grafik Spectroscopy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi  nilai pergeseran metabolit pada MR-Spectroscopy dengan atau tanpa media kontras serta untuk menganalisa daerah yang terjadi pergeseran lebih signifikan pada MR-Spectroscopy dengan atau tanpa media kontras. Peneliti melakukan observasi di instalasi radiologi RSUP Prof Ngoerah dengan menggunakan 15 pasien kasus SOL dari bulan april sampai bulan mei 2024. Peneliti melalukan penggunaan pre kontras dan post kontras untuk membandingkan hasil dari keduanya. metode yang digunakan peneliti ialah kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimental tujuannya untuk melihat terdapat pergeseran dan perbedaan informasi antara pengguaan media kontras dan tanpa media kontras pada MRS atau tidak. Setelah observasi yang dilakukan penulis terhadap data yang terdiri dari data primer 15 pasien hasilnya terdapat pergeseran nilai metabolit pada pre dan post kontras. terdapat penurunan nilai metabolit pada post kontras yang cukup signifikan sehingga menimbulkan perbedaan informasi. penulis menyimpulkan bahwa pemeriksaan MR-Spectroscopy tanpa kontras lebih baik dari pada post kontras. dari keseluruhan data pun menunjukan bahwa pre kontras yang lebih tinggi.
HUBUNGAN BERBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK ALERGI DI RS PANEMBAHAN SENOPATI TAHUN 2020 – 2022 Hendritte, Adiella Putri Fitria; Estri, Siti Aminah Tri Susila; Marganingsih, Dwi Rini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31857

Abstract

Dermatitis Kontak Alergi (DKA) merupakan proses terjadinya peradangan kulit disebabkan paparan alergen tertentu. DKA dilaporkan telah dialami banyak orang dan terus meningkat setiap tahunnya, terutama pada orang dengan faktor risiko, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berbagai faktor risiko terhadap kejadian DKA di RS Panembahan Senopati tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode observasional analitik. Sumber data berupa rekam medis pasien DKA dan HZ tahun 2020 – 2022 di RS Panembahan Senopati. Sampel diambil dengan metode total sampling dan metode analisis statistik Chi-square. Subjek berjumlah 341 orang dengan usia >60 tahun (25,80%), jenis kelamin perempuan (68,30%), dan tidak memiliki riwayat penyakit kulit (93%). Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian DKA (p-value = 0,00). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian DKA (p-value = 0,27). Tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit dengan kejadian DKA (p-value = 0,19). Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian DKA dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan riwayat penyakit kulit dengan kejadian DKA
DETERMINAN SIKAP IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI KABUPATEN SEMARANG Ardiningsih, Eka Setya; Agushybana, Farid; Shaluhiyah, Zahroh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31862

Abstract

Tingginya prevalensi malnutrisi anak sangat erat kaitannya dengan praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) yang tidak tepat. Anak usia 6-23 bulan membutuhkan asupan nutrisi yang memadai untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, namun pemenuhan kebuhan nutrisi ini dapat terhambat karena praktik pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Kabupaten Semarang di Provinsi Jawa Tengah, terus mengalami peningkatan masalah kekurangan gizi anak setiap tahunnya. Dalam mengatasi masalah ini, diperlukan upaya perubahan perilaku terutama pada ibu yang memiliki anak berusia 6-23 bulan, untuk meningkatkan kualitas praktik pemberian MP-ASI. Upaya perubahan perilaku harus dimulai dengan perubahan sikap terhadap praktik pemberian MP-ASI yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi sikap ibu terhadap praktik pemberian MP-ASI untuk anak usia 6-23 bulan di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang kuantitatif dengan sampel sebanyak 236 ibu yang memiliki anak usia 6-23 bulan, menggunakan pengambilan sampel acak sederhana. Analisis univariat dilakukan menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi sikap ibu terhadap praktik pemberian MP-ASI meliputi tingkat pendidikan (p-value=0,022), usia ibu (p-value=0,064), jumlah anak (p-value=0,035), akses informasi melalui buku kesehatan ibu dan anak (KIA) (p-value=0,038), serta ketersediaan pangan rumah tangga (p-value=0,003)
PENGARUH VARIASI ROTATION TIME TERHADAP CTDI (CT DOSE INDEX) DAN DLP (DOSE LENGTH PRODUCT) PADA PEMERIKSAAN CT ABDOMEN NON KONTRAS Rohi, Boni Patrick; Diartama, Anak Agung Aris; Darmita, I Made Purwa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31910

Abstract

Pemeriksaan CT abdomen non kontras merupakan salah satu metode diagnostik yang penting dalam mendeteksi kelainan fungsi dan struktur anatomi di area perut tanpa menggunakan bahan kontras. Salah satu parameter teknis yang memiliki peran penting dalam kualitas hasil scanning serta keamanan pasien adalah rotation time pada CT scan. Rotation time yang berbeda dapat mempengaruhi dosis radiasi yang diterima oleh pasien dan juga durasi scanning, sehingga pemilihan parameter ini harus dilakukan dengan hati-hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi rotation time terhadap CT Dose Index (CTDI) dan Dose Length Product (DLP) pada pemeriksaan CT abdomen non kontras yang dilakukan di Laboratorium CT Scan ATRO Bali. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan water phantom sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengukuran CTDI dan DLP pada variasi rotation time, yaitu 1 second dan 1.5 second. Analisis data dilakukan menggunakan uji nonparametric correlations untuk mengevaluasi hubungan antara rotation time dengan CTDI dan DLP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari variasi rotation time terhadap nilai CTDI dan DLP, di mana rotation time yang lebih lama (1.5 second) menghasilkan nilai CTDI dan DLP yang lebih tinggi dibandingkan dengan rotation time yang lebih pendek (1 second). Hasil ini menekankan pentingnya pemilihan rotation time yang optimal dalam pemeriksaan CT abdomen non kontras untuk mengurangi dosis radiasi yang diterima pasien, sambil tetap mempertahankan kualitas gambar yang memadai.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN POST-OPERATIVE DELIRIUM (POD) PADA PASIEN YANG MENJALANI OPERASI DENGAN GENERAL ANESTHESIA Dewanty, Ashita Mary; Sommeng, Faisal; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Dwimartyono, Fendy; Harahap, Muhammad Wirawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31957

Abstract

Post-operative delirium (POD) adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan status mental, kognisi, perhatian, dan peningkatan stres. Terbagi dalam berbagai subtipe motorik, seperti hiperaktif, hipoaktif, campuran. POD tergantung pada demografi pasien, status, dan jenis operasi. Delirium dapat disebabkan oleh peningkatan faktor risiko seperti infeksi, pneumonia, dan kerusakan organ. POD dapat menyebabkan peningkatan tingkat morbiditas dan mortalitas. Faktor yang berkontribusi pada POD termasuk gangguan kognitif, gangguan fungsional, komorbiditas, penggunaan alkohol, dan kondisi kesehatan. Delirium dapat berkembang pada pasien sehat setelah operasi, tetapi juga bisa berkembang pada orang tua. Keparahan delirium tergantung pada jenis operasi, kondisi pasien, dan jenis operasi yang dilakukan. POD merupakan kondisi serius yang membutuhkan manajemen dan evaluasi yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian Post-operative Delirium (POD) pada pasien yang menjalani operasi dengan General Anasthesia. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian ini sebanyak 47 subjek. Didapatkan jumlah responden yang menderita POD sebanyak 12 orang (25,5%) dan yang tidak menderita POD sebanyak 35 orang (74,5%). Pada uji Multiple Logistic Regression nilai R2, ketamin merupakan variabel yang paling signifikan berhubungan dengan outcome, dengan nilai OR=15,5% menunjukkan bahwa subjek dengan ketamin mempunyai efek perlindungan 15,5% kali terhadap kejadian POD dibandingkan dengan subjek yang tidak menggunakan ketamin.  Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian POD adalah agen anastesi ketamin, yang mempunyai dampak protektif terhadap POD.
PROFIL PENDERITA URTIKARIA AKUT DIPOLIKLINIK PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RSUD DR.H.CHASAN BOESOIRIE TERNATE Qomariah, Berlianada Nurul; Hartati, Hartati; The, Fera
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32075

Abstract

Urtikaria adalah penyakit yang terdapat pada kulit ditandai dengan peninggian kulit yang timbul secara tiba-tiba serta memiliki eritematosa atau kemerahan disekitarnya. Urtikaria memiliki ukuran yang bervariasi dan memiliki jumlah yang sedikit ataupun banyak, umumnya akan muncul dengan cepat dan menghilang dalam waktu 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penderita urtikaria akut berdasarkan umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan jenis pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr.H.Chasan Boesoirie periode 2017-2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil dari penelitian di dapatkan penyakit urtikaria akut sering terjadi pada kelompok umur 21-40 tahun (55,6%),jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (81,0%), pekerjaan terbanyak pada Ibu rumah tangga (44,4%), dan jenis pengobatan kombinasi antihistamin, kortikosteroid, dan topikal (79,4%).

Page 90 of 216 | Total Record : 2155