cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Gerakan Sehat Reproduksi Wanita dengan Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Sadar Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti; Dwi Norma Retnaningrum
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.8823

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual dan beberapa faktor penyebab lainnya seperti perokok aktif, paritas tinggi, pada penderita HIV dan penggunaan kontrasepsi. Semakin meningkatnya angka kejadian kanker serviks di Indonesia yaitu sekitar 396 ribu kasus baru dan sekitar 234 kematian akibat kanker. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rutin dilakukannya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan beberapa metode. Salah satu metode yang mudah dan ekonomis adalah pemeriksaan IVA. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks dengan mengolesi larutan asam asetat pada dinding rahim. Metode ini sangat mudah dilakukan dan hasil segera diketahui. Hasil pengkajian data dari bidan koordinator, di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan Poncokusumo Kabupaten Malang belum pernah dilakukan kegiatan pemeriksaan IVA. Tim Kesehatan Reproduksi dari Puskesmas Poncokusumo telah melaku­kan sosialiasasi dan pemeriksaan gratis di Puskesmas namun belum ada antusias dan keinginan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pengendalian kanker serviks yang dimulai dengan upaya promotif, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi dengan pemeriksaan IVA dan edukasi tentang kanker serviks. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan Poncokusmo Kabupaten Malang dengan melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada 33 kader serta pemeriksaan IVA gratis kepada 87 wanita usia subur. Kegiatan ini dilakukan selama hampir 2 minggu, yaitu mulai 11 sampai dengan 22 September 2022. Berdasarkan hasil uji dapat dilihat nilai probabilitas 0.000 dan α=0.05 sehingga didapat nilai Z hitung lebih besar Z1 – (α/2), artinya terdapat peningkatan tingkat pengetahuan kader sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan. Dari pemeriksaan IVA didapatkan 82 peserta dengan hasil IVA negatif, 3 peserta IVA radang dan 2 peserta perlu dilakukan rujukan ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada kader, diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan penghubung pemberian informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA. Adanya kegiatan pemeriksaan IVA ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa sangat penting dilakukan pemeriksaan deteksi kanker serviks agar dapat meningkatkan kesejahteraan kesehatan khususnya pada wanita.Cervical cancer is a disease caused by human papillomavirus (HPV) infection, which is transmitted through sexual intercourse and several other causal factors such as active smoking, high parity, HIV sufferers, and contraceptive use. The increasing inci­dence of cervical cancer in Indonesia is around 396 thousand new cases and around 234 deaths due to cancer. One preventive measure that can be taken is to carry out routine early-detection examinations for cervical cancer using several methods. One easy and economical method is an IVA examination. IVA examination is an examination carried out to detect cervical cancer by smearing an acetic acid solution on the uterine wall. This method is very easy to do, and the results are immediately known. The results of data review from the coordinating midwife in Dompyong Hamlet, Dawuhan Poncokusumo Village, Malang Regency, and IVA examination activities have never been carried out. The Reproductive Health Team from the Poncokusumo Community Health Center has carried out outreach and free examinations at the Community Health Center. However, the public has no enthusiasm or desire to carry out examinations. This community service activity aims to control cervical cancer, starting with promotive, preventive, early detection, treatment, and rehabilitation efforts with VIA examinations and education about cervical cancer. Community service activities were carried out in Dompyong Hamlet, Dawuhan Poncokusmo Village, and Malang Regency by counseling and assisting 33 cadres and providing free IVA examinations to 87 women of childbearing age. This activity was carried out for almost two weeks, from 11 to 22 September 2022. Based on the test results, it can be seen that the probability value is 0.000 and α=0.05. Hence, the calculated Z value is greater than Z1 – (α/2), meaning there is an increase in the level of care knowledge before and after providing counseling and assistance. From the IVA examination, 82 participants had negative IVA results, 3 IVA participants had inflammation, and 2 participants needed to be referred to the Community Health Center for further examination. By providing counseling and assistance to cadres, it is hoped that this can become a bridge in providing information to the public about the importance of VIA examinations. It is hoped that this IVA examination activity can motivate the public that it is very important to carry out cervical cancer detection examinations in order to improve health welfare, especially in women. 
Online IELTS (International English Language Testing System) Training for High School Teachers as Preparation for Applying for Foreign Scholarships Andri Suherman; Hamzani Wathoni; M Adib Nazri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.10301

Abstract

IELTS is a mandatory requirement in applying for overseas master's degree scholarships. However, many people, including senior and vocational high school teachers in Selong City, East Lombok, face difficulty answering IELTS questions. Other than having no educational background in the English Language, they also have no time to take IELTS courses because of their heavy workload. Therefore, this community service activity aims to provide IELTS training to high school teachers in Selong City, East Lombok. This IELTS training is expected to help them meet the IELTS score when applying for overseas scholarships. Twenty teachers participated in this IELTS training, which was held in August 2023. Data from the pre-test and post-test revealed that the participants showed increased IELTS scores, although insignificant. Besides, data obtained from the online questionnaire and interview session showed that the participants positively responded to this IELTS training. 
Eco-enzyme Making Assistance for Family Welfare Guidance Women Siti Patonah; Lussana Rossita Dewi; Ummi Kaltsum
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.9693

Abstract

The lack of understanding and skills of Family Welfare Guidance women in Bawen Village in making eco-enzymes in processing organic waste impacts the suboptimal processing of household-based waste. This community service program aims to provide counseling, education, and practice in making eco-enzymes. The methods used in this activity are socialization and counseling, practical training in making, harvesting, and application. The activity lasted for five months, starting from January to May 2023. The results of this activity are twofold: participants' increased understanding of eco-enzymes, participants' ability to make eco-enzymes, participants' ability to harvest eco-enzymes, and participants' ability to use eco-enzymes for various kitchen and plant fertilization purposes. All participants were able to make, harvest, and use eco-enzymes. The increase in participants' understanding is evident.
Pelatihan Kompetensi Literasi dan Numerasi Guru Sebagai Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Junaity Soften Sine; Ireni Irnawati Pellokila; Deviana Sibulo; Mariyanti Adu; Dina Rosina Sefi; Evelinda Fransina Nau
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10051

Abstract

Pendidikan di Indonesia masih menunjukkan persoalan pada kemampuan literasi dan numerasi para peserta didik. Sebagai respon atas permasalahan ini, pemerintah mencanangkan Kurikulum Merdeka Belajar yang fokusnya pada kamampuan literasi dan numerasi. Dalam penerapan kurikulum baru, para guru dituntut untuk cepat beradaptasi sehingga diperlukan dukungan dan pendampingan bagi mereka dalam proses persiapan penerapan kurikulum baru. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memperlengkapi para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara khusus terkait kompetensi literasi dan numerasi. Pelatihan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Semau Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 (tigapuluh) orang guru. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 28 Juli 2023 ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni pembukaan, kegiatan inti, dan penutupan. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan dimana rerata nilai pretest naik dari 65 (kategori rendah) menjadi 73 (kategori sedang). Selain itu, evaluasi kegiatan yang dilakukan menunjukkan tingkat kepuasan para guru dalam kategori tinggi, baik terkait penyelenggaraan, narasumber, maupun sarana prasarana. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil posttest dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah menjawab kebutuhan sekolah.Literacy and numeracy have been challenges for Indonesian education. To respond to such a problem, the Indonesian government has implemented Kurikulum Merdeka Belajar, focusing on literacy and numeracy competence. In implementing a new curriculum, teachers are forced to quickly adapt to it. Therefore, support and assistance for them are needed. The purpose of this Community Service activity was to equip teachers to face the implementation of Kurikulum Merdeka, especially related to literacy and numeracy competence. The training was conducted at SMA Negeri 1 Semau Selatan and involved as many as 30 (thirty) teachers. The training conducted on Friday, 28th July 2023, covered three phases: opening, training, and closing. Based on the pretest and posttest, the mean score was improved from 65 ( low category) to 73 (average category). Besides, the evaluation showed that the participants expressed satisfaction with the training, trainer, and venue. All in all, based on posttest result and evaluation, it can be concluded that the community service conducted has answered the school’s problem. 
Increasing Society Awareness about Climate Change Impacts and Adaptation and Mitigation Strategies in Rural Areas Yunindyawati Yunindyawati; Yosi Arianti; Ridhah Taqwa; Rinto Rinto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.11542

Abstract

This integrated scheme community service activity focuses on increasing society's awareness of climate change, its impacts, and mitigation and adaptation efforts that need to be carried out. This theme was chosen because climate change has become a global problem and needs to be addressed on the international, national, and local levels. Therefore, this community service activity is carried out to increase society's awareness about climate change. The activity will take place on August 6, 2023, at the Semambu Island Hall, North Indralaya district, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The target audience is comprised of residents of Semambu island, both men and women and a total of 30 people. The method of activity is empowerment, which provides material on the concept of climate change, the impact of climate change, mitigation efforts, and adaptation to climate change through counseling and mentoring methods. The results of this activity show that activities to increase society's awareness about climate change, its impacts, and mitigation and adaptation efforts that need to be carried out provide benefits in the form of increasing understanding and awareness of participants as target audiences. The understanding and awareness of activity participants increased by 26%. These results are obtained by comparing the pretest and posttest, carried out before and after the activity is carried out. Pretest and posttest are carried out by providing several questions in the form of questionnaires related to climate change material, the impact of climate change, mitigation, and adaptation to climate change. Thus, this activity is able and successful in contributing to increasing society's awareness about climate change in accordance with the objectives and benefits of the expected activities. The advice is that activities to increase society's awareness of climate change need to be continuously socialized to help the earth's safety. Related parties can follow up through programs related to saving the environment.
Edukasi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Artificial Intelegence bagi Guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidiyah Muhammad Fathul Amin; Agus Rizal; Gerhana Danan Jaya; Muhammaad Farriz Adi; Anjasmoro Setyo Waloyo; Bakhrudin All Habsy; Siti Arifah; Rohana Maryam; Wardatul Mufidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.9934

Abstract

Di era digital saat ini, pemerintah di Negara Indonesia masih berusaha sejak dini dalam memasuki tentang kehidupan bermasyarakat dengan mengandalkan pemrograman dan kecerdasan buatan, yang akan digunakan untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD). Tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikaitkan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yang masih memiliki beberapa program seperti pelatihan aplikasi openAI, canva dan aplikasi yang mendukung dalam pembuatan model pembelajaran, selain mengimplementasikan upaya pemerataan literasi juga pada upaya peningkatan kompetensi bidang teknologi komunikasi dan informasi di seluruh wilayah dan kalangan masyarakat. Metodologi yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan focus group discussion (FGD) untuk memberikan pemahaman baru tentang kegiatan pelatihan Thematic Academy (TA). Adapun tujuan proses kegiatan tersebut guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta daya saing sumber daya manusia bidang teknologi informasi dan komunikasi sebagai bagian dari program pembangunan dilakukan dalam 3 (tiga) kali pertemuan meliputi pengenalan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Hasil temuan pada kegiatan pelatihan dibuktikan dengan tindak lanjut yang mana adanya pemahaman mengenai pembelajaran Berbasis kecerdasan buatan bagi pengajar sehingga dapat disalurkan kepada murid-murid yang diajarnya. Peserta terkait pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk menunjang pembelajaran di SD.In the current digital era, the government in Indonesia is still trying from an early age to enter into social life by relying on programming and artificial intelligence, which will be used for teaching in elementary schools. The aim of developing Human Resources (HR), which is related to the field of communication and information technology, which still has several programs such as training on OpenAI applications, Canva, and applications that support the creation of learning models, apart from implementing efforts to equalize literacy, is also an effort to increase competence in the field of communication technology and information in all regions and communities. The methodology used in community service activities uses focus group discussions (FGD) to provide a new understanding of Thematic Academy (TA) training activities. The activity aims to improve the knowledge, skills, attitudes, and competitiveness of human resources in information and communication technology as part of a development program carried out in three meetings, including the introduction of artificial intelligence. The findings from the training activities were proven by follow-up in which there was an understanding of artificial intelligence-based learning for teachers so that it could be distributed to the students they taught. Participants related to using Artificial Intelligence to support learning in elementary schools. 
Improving Understanding in the Development of Teaching Modules in the Independent Curriculum through Training of Mathematics Teacher Karim Karim; Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Asdini Sari; Muhammad Rayhan Ramadhan; Muhammad Alif Anwar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.9161

Abstract

In implementing the "Independent Curriculum," one of the materials that need to be prepared by the teacher is the teaching module. However, since this is relatively new, the teachers who are members of the Association of Mathematics Teachers of Senior High School in Banjarmasin need to receive training regarding implementing the "Independent Curriculum" and preparing teaching modules. Therefore, a workshop for preparing mathematics teaching modules for mathematics high school teachers needs to be implemented. The purpose of this service is to increase the understanding of high school mathematics teachers in Banjarmasin regarding the "Independent curriculum" and to develop teachers' ability to compose teaching modules. This Community Service Method is implemented using the PAR (Participatory Action Research) approach. The cycles implemented are to know, to understand, to plan, to act, and to change. The results of the service show an increase in understanding regarding the implementation of the “Independent Curriculum” and the participants' ability to develop teaching modules in the “Independent Curriculum”. This is indicated by an increase in the average percentage of teachers answering pre-test to post-test questions correctly from 71.39% to 83.22% and the collection of teaching modules that have been prepared by the participants after completing the workshop and mentoring by the community service team.
Pelatihan Pelatih Fisik Tingkat Dasar untuk Meningkatkan Kompetensi Melatih Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Samudra Andi Nova; Rizkei Kurniawan; Muhajjir Syahputra; Fitria Fitria; M Anas Surimeirian; Julio Roberto; Boby Helmi; Rinaldi Aditya; Agung Nugroho; Dedi Nofrizal
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9938

Abstract

Pelatih fisik (Strength Conditioning) menjadi peluang yang besar bagi Mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP UNSAM dalam mengembangkan bakat dan potensi. Peluang ini tentunya harus didukung dengan kualifikasi yang sesuai melalui pelatihan berlisensi sehingga mempunyai legalitas. Mendukung program ini Mahasiswa melakukan Pelatihan pelatih fisik yang dilaksanakan selama tiga hari dimulai dari tanggal 6 sampai 8 Februari 2023. Peserta pelatihan adalah mahasiswa Pendidikan Jasmani semester VI yang berjumlah 30 orang mahasiswa. Tujuan pelatihan sebagai upaya Peningkatan kompetensi mahasiswa dengan memberikan pengalaman, pengetahuan dan pelatihan untuk capaian IKU Perguruan Tinggi. Peningkatan IKU perguruan tinggi sangat mendukung kompetensi lulusan, khususnya pada Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Samudra dengan pelatihan profesional pelatih fisik. Waktu pelaksanaan kegiatan ini mencakup lima tahapan dimulai dari pretes teori dan praktik, pemaparan materi secara kolaboratif dengan metode teori, praktik, diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi yaitu melakukan implementasi dengan praktik menyusun program latihan dan tahapan terakhir melakukan evaluasi pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan ini mempunyai manfaat yang besar dalam menunjang kompetensi SDM mahasiswa. Dengan adanya pelatihan pelatih fisik tingkat dasar dapat memberikan daya saing mahasiswa setelah lulus sehingga mahasiswa Pendidikan Jasmani FKP Universitas Samudra memiliki skill melatih dengan dibekali sertifikat kompetensi pelatih fisik.Physical training (Strength Conditioning) is a great opportunity for FKIP UNSAM Physical Education Students to develop talents and potential. This opportunity must certainly be supported by appropriate qualifications through reviewed training so that it has legality. Supporting this program, students conduct physical trainer training, which will be held for three days from February 6 to 8, 2023. The training participants were Physical Education students in semester VI, totaling 30 students. The training aims to increase student competence by providing experience, knowledge, and training for the achievements of IKU Universitas. The improvement of higher education at IKU greatly supports the competence of graduates, especially in the Physical Education Study at FKIP Universitas Samudra, with professional training of physical trainers. The method of implementing this activity includes five stages, starting from theoretical and practical pretests, collaborative presentation of material with theory, practice, discussion, and question and answer methods. The material delivery is implemented by compiling training programs and the last stage of evaluating training. The evaluation results show that this training greatly benefits student HR competencies. The basic level of physical trainer training can provide student competitiveness after graduation so that Physical Education students of FKP Universitas Samudra have training skills by being equipped with a physical trainer competency certificate.
Peningkatan Pengetahuan Petugas Kesehatan melalui Workshop dan Pelatihan Deteksi Dini Masalah Perkembangan dan Perilaku Anak Jafar Arifin; Rizma Adlia Syakurah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.6676

Abstract

Peran petugas kesehatan, terutama bidan, sangat krusial dalam deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang anak. Sayangnya, beberapa faktor menghambat kontribusi kurang optimalnya kinerja bidan dalam melaksanakan SDIDTK (Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang). Sebagai upaya peningkatan pengetahuan petugas kesehatan mengenai pemeriksaan tumbuh kembang anak yang sesuai, maka diadakan sebuah workshop dan pelatihan. Hal tersebut dikarenakan masih ditemukan petugas kesehatan yang melakukan kesalahan dalam pemeriksaan tumbuh kembang anak. Menggunakan pendekatan manajemen program, kegiatan workshop dan pelatihan dilaksanakan di Hotel Santika Premier Bandara Palembang pada 26 Februari 2022. Peserta pelatihan sebanyak 41 orang. Kuesioner pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta. Hasil kegiatan pengabdian kemudian disajikan secara deskriptif. Perencanaan dilakukan dengan pembentukan panitia dan pembagian tugas, serta menetapkan jadwal kegiatan. Kegiatan workshop dilakukan dengan metode ceramah, kemudian dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Prima dari IDAI untuk deteksi dini tumbuh kembang anak, serta sesi tanya jawab oleh peserta. Evaluasi ditentukan melalui tes awal dan tes akhir. Hasil tes menunjukkan bahwa rata-rata awal pengetahuan peserta sebesar 62,68 dan mengalami peningkatan menjadi 89,51. Hal ini mengindikasikan adanya peningktan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui kegiatan workshop dan pelatihan. Masih ditemukan beberapa kendala dalam kegiatan, baik pada kendala internal maupun eksternal. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang mengikuti kegiatan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan sehingga pemeriksaan tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.   Health workers, particularly midwives, play a crucial role in detecting and monitoring child growth and development early. However, suboptimal performance in implementing SDIDTK (Stimulation of Early Detection and Intervention of Growth and Development) is influenced by various factors. To address this, a workshop and training program were conducted to enhance health workers' knowledge in conducting appropriate assessments. The program took place at Santika Premier Hotel Airport Palembang on February 26, 2022, with 41 participants. Pre-test and post-test questionnaires were used for evaluation, and descriptive analysis was performed on the service activities. Planning involved forming a committee, dividing tasks, and scheduling activities. The workshop included lectures and training on the Prima application from IDAI for early detection. Question and answer sessions facilitated participant interaction. Initial and final tests were conducted for evaluation. The results showed a significant increase in participants' average knowledge score from 62.68 to 89.51. This indicates enhancing health workers' knowledge of child growth and development examination through the workshop and training. Despite encountering internal and external obstacles, participants are expected to apply their newfound knowledge to improve the examination of child growth and development.
Pengembangan Diversifikasi Produk Olahan Aloe vera di Kelompok Wanita Tani Lestari Pakem Sleman Zuhud Rozaki; Farrah Fadhilalh Hanum; Elvina Nurrohma; Yudhi Pramudya; Nur Rahmawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.8679

Abstract

Tanaman lidah buaya atau juga dikenal sebagai Aloe vera merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan, mulai dari sebagai bahan makanan, sampo, sabun ataupun hand sanitizer. Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari adalah salah satu kelompok yang mengembangkan aloe vera, akan tetapi secara umum masih dijual dalam mentah. Melihat potensi pengembangannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan diversitas produk anggota KWT melalui pengembangan produk olahan aloe vera dalam bentuk sabun. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan dari November 2022 sampai Februari 2023, dan dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan sabun dengan merek “Lesta”, baik yang cair ataupun padat. Antusiasme anggota dan pengurus KWT menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Rencana tindak lanjutnya adalah pengajuan ijin produk, dan pemasaran produk sabun ini secara luas yang bisa dimulai dari jaringan yang dimiliki kelompok.Aloe vera plants, also known as Aloe vera, are an agricultural commodity that has the potential to be developed in a range of applications, including foodstuffs, shampoo, soap, or hand sanitizers. The Lestari Women's Farmer Group (KWT) is one of the groups that developed aloe vera, but it is generally sold raw. Seeing its development potential, this service activity aims to increase the product diversity of KWT members by developing processed aloe vera products in the form of soap. The methods used are counseling, training, and mentoring. This activity will be carried out from November 2022 to February 2023, and its implementation will run smoothly. It can produce soap with the brand "Lesta," both liquid and solid. The enthusiasm of KWT members and administrators is the benchmark for the success of this service activity. The follow-up plan is to apply for a product license and the widespread marketing of this soap product, which can be started from the network owned by the group.