cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KECAMATAN LINTONG NIHUTA Widiastuti, Maria; Naibaho, Dorlan; Simatupang, Hasudungan; Anakampun, Risden
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33257

Abstract

Moderasi beragama sangat penting untuk mendorong masyarakat yang harmonis dan damai, terutama di negara yang beragam seperti Indonesia. Hal ini tidak hanya mencakup toleransi tetapi juga menghargai perbedaan, menghindari ekstremisme, dan mempromosikan kerukunan. Dalam konteks Kecamatan Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, di mana sebagian besar penduduknya beragama Kristen tetapi juga termasuk komunitas dengan keyakinan lain, moderasi beragama sangat penting untuk menjaga kohesi sosial. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2024 bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama melalui pendidikan agama Kristen. Dipimpin oleh Prof. Dr. Albiner Siagian, M.Si., dan didukung oleh dosen-dosen dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, termasuk Maria Widiastuti, Dorlan Naibaho, Hasudungan Simatupang, dan Risden Anakampun, bersama dengan Henriwati Siregar, penyuluh agama Kristen dari Humbang Hasundutan, program ini menggunakan pendekatan komprehensif yang menggabungkan ceramah, diskusi kelompok, dan kegiatan praktis. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang moderasi beragama, menyoroti bahwa ini adalah pendekatan yang seimbang antara kebebasan beragama dan tanggung jawab sosial. Ceramah memberikan dasar teoretis, sementara diskusi kelompok memfasilitasi berbagi pengalaman pribadi dan tantangan praktis. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam toleransi dan saling menghormati, berpartisipasi dalam kegiatan lintas agama dan mempromosikan interaksi yang harmonis dalam komunitas mereka. Keterlibatan tokoh masyarakat memainkan peran penting dalam keberhasilan program, memberikan contoh nyata tentang moderasi beragama. Partisipasi aktif anggota masyarakat dan pengembangan keterampilan praktis mempertegas efektivitas program. Terlebih lagi, program ini juga meningkatkan kapasitas penyuluh agama Kristen, memperlengkapi mereka dengan strategi komunikasi yang lebih baik dan metode praktis untuk mempromosikan moderasi beragama. Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan potensi pendidikan agama Kristen dalam mendorong moderasi beragama dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan damai di Kecamatan Lintong Nihuta. Komitmen peserta untuk terus mempraktikkan dan mempromosikan moderasi beragama menunjukkan dampak positif jangka panjang. Program-program di masa depan dapat memperluas jangkauan mereka, melibatkan lembaga lokal, dan menggabungkan teknologi untuk memperluas pengaruhnya.**
SEHAT TUBUH JASMANI DAN ROHANI: UPAYA MENEKAN ANGKA STUNTING MELALUI PENDEKATAN BUDAYA DAN AGAMA DI LINTONG NIHUTA Ariawan, Sandy; Sinambela, Maringan; Taruli, Dame; Silalahi, Maryska Debora
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33258

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di daerah seperti Lintong Nihuta. Kondisi ini terjadi akibat asupan gizi yang tidak memadai dalam jangka waktu lama, mempengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan kesejahteraan emosional anak. Anak-anak stunting cenderung memiliki kemampuan belajar rendah, sistem kekebalan tubuh lemah, dan rentan penyakit kronis di kemudian hari. Dalam jangka panjang, stunting menghambat produktivitas individu dan pembangunan sosial-ekonomi suatu daerah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek budaya dan agama dalam pencegahan stunting. Pendekatan ini sangat relevan di Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang kaya akan tradisi budaya dan nilai-nilai agama. Melibatkan pemimpin agama dan budaya membuat pesan kesehatan lebih efektif diterima oleh masyarakat. Program pengabdian masyarakat "Sehat Tubuh dan Rohani: Upaya Menekan Angka Stunting melalui Pendekatan Budaya dan Agama di Lintong Nihuta" dilaksanakan dengan pembicara utama seperti Dr. Zulhaida Lubis, M.Kes., dan fasilitator Dr. Sandy Ariawan, S.M.G., S.Pd.K., M.A., M.Pd.K., Dr. Maringan Sinambela, M.Th., Dr. Dame Taruli, M.Pd.K., dan Maryska Debora Silalahi, M.Pd. Program ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan melibatkan identifikasi pembicara dan koordinasi dengan otoritas lokal. Pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan tentang nutrisi seimbang dan pengasuhan baik, serta diskusi yang menghubungkan konsep kesehatan dengan nilai agama dan budaya lokal. Evaluasi mengukur dampak program melalui kuesioner dan wawancara, menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat mengenai nutrisi seimbang dan pengasuhan yang baik. Lebih dari 85% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang dampak stunting. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan budaya dan agama efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku masyarakat terkait pencegahan stunting. Partisipasi aktif masyarakat dan pengembangan kapasitas pemimpin agama dan budaya sangat penting untuk keberhasilan program. Strategi ini memerlukan komitmen dan kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk mencapai dampak positif jangka panjang pada kesehatan masyarakat dan mengurangi angka stunting di Lintong Nihuta.
PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK DI DESA UJUNG LABUHAN KECAMATAN NAMORAMBE Sinaga, Sahat; Sihombing, Ismadi; Kemala, Sarma Dewi; Barus, Syafril; Ginting, Junius Gian; Purba, Hermawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33282

Abstract

Kecacingan adalah infeksi cacing usus yang sering disebabkan oleh cacing gelang, cacing cambuk dan cacing tambang. Penyebaran infeksi cacing dapat disebabkan oleh masuknya makanan, minuman yang terkontaminasi dengan telur cacing kemudian masukkan cacing dari permukaan kulit melalui vektor cacing yang terdapat pada tanah. Infeksi cacing dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, anemia, lemas, mengantuk, malas belajar, IQ menurun, prestasi dan produktivitas menurun, terganggunya perkembangan fisik dan mental serta kekurangan gizi. Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan tentang penyakit kecacingan pada anak di desa ujung labuhan kecamatan namorambe yang dilaksanakan pada hari senin, 03 Juni 2024. Peserta yang hadir terdiri dari 30 anak yang didampingi oleh ibunya. Kesimpulan kegiatan menunjukkan adanya pemahaman pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang dapat dilihat dari antusias para ibu dalam sesi tanya jawab. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung karena telah menambah wawasan terkait dampak buruk akibat penyakit kecacingan sehingga para ibu berupaya untuk mencegah penyakit kecacingan memalui Tindakan kebersihan diri dan lingkungan.
IMPACT OF CASH FLOW MANAGEMENT ON THE SUSTAINABILITY OF INDONESIAN MSMES Tandean, Vivi Adeyani; Kusnadi, Eko; Anantadjaya, Samuel PD; Nawangwulan, Irma M
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33286

Abstract

UMKM memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia karena memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan Produk Domestik Bruto (PDB). Namun demikian, bisnis-bisnis ini memiliki banyak kendala, terutama di bidang manajemen arus kas, yang sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan dan memfasilitasi prospek ekspansi. Manajemen arus kas yang efisien menjamin bahwa organisasi dapat memenuhi tanggung jawab keuangan yang mendesak dan mengalokasikan dana untuk usaha-usaha strategis. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia sering kali menghadapi tantangan dalam mengelola arus kas secara efektif. Kesulitan-kesulitan ini muncul karena terbatasnya akses ke sumber daya keuangan dan kurangnya pengetahuan keuangan yang dimiliki oleh pemilik dan manajemen. Epidemi COVID-19 telah memperburuk kerentanan ini, sehingga menekankan perlunya strategi manajemen arus kas yang kuat untuk bertahan dari guncangan ekonomi. Kegiatan komunitas ini berfokus pada pentingnya meningkatkan metode manajemen arus kas untuk memperkuat keberlanjutan dan ketahanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
STRATEGI PEMBERDAYAAN BRANDING DAN DIGITAL MARKETING BAGI UMKM MENUJU EKONOMI DIGITAL DI DESA PETANANG KECAMATAN LEMBAK PROVINSI SUMATERA SELATAN Fahlevie, Recja; Rapiudinsyah, Ahmad; Alsha, Muhammad Raffy Anugra; Putra, Prima Darma; Veronika, Meilin; Alie, Juhaini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33315

Abstract

Ekonomi digital telah menjadi pendorong utama dalam transformasi bisnis, menawarkan peluang besar bagi UMKM untuk berkembang dengan cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi branding dan digital marketing yang dapat diterapkan oleh UMKM di Desa Petanang, Kecamatan Lembak, Provinsi Sumatera Selatan, guna meningkatkan daya saing mereka di pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelaku UMKM di Desa Petanang telah mengakui pentingnya branding, mereka masih menghadapi kendala signifikan, seperti kurangnya pengetahuan dalam menciptakan identitas merek yang kuat dan keterbatasan dalam penerapan digital marketing. Penggunaan metode pemasaran tradisional masih mendominasi, sementara teknologi digital seperti media sosial dan e-commerce belum dimanfaatkan secara optimal. Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan identitas merek, strategi pemasaran digital, dan literasi digital merupakan langkah penting untuk mengatasi tantangan ini. Kolaborasi dengan pemerintah dan akademisi juga dianggap krusial untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM di era ekonomi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM di Desa Petanang, serta memperkuat posisi mereka dalam pasar global.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI DESA KARANGGUDE KULON DAN PASIR KULON KECAMATAN KARANGLEWAS TAHUN 2024 Amalia, Pety Valeria; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33328

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang berat badan lahirnya di bawah 2.500 gram. Bayi baru lahir prematur dan BBLR menyumbang 60-80% dari seluruh kematian neonatal. Dibandingkan bayi cukup bulan, bayi prematur dan BBLR memiliki risiko kematian 2-10 kali lebih tinggi. Kejadian BBLR dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor maternal, faktor janin, keadaan sosial ekonomi yang rendah dan kebiasaan. Pengetahuan ibu juga berhubungan dengan kejadian BBLR. Pengabdian masyarakat melalui penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang BBLR. Kegiatan pengabdian diawali dengan melakukan survei dan koordinasi dengan perangkat desa, serta kader kesehatan. Partisipan penyuluhan adalah ibu hamil di Desa Karanggude Kulon dan Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas yang berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan ibu hamil antara pre-tes (sebelum penyuluhan) dan post-test (setelah penyuluhan) sebesar 3,10 point; Hasil uji statistik bivariat menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh p-value = 0,000 < 0,005, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu hamil tentang BBLR antara sebelum dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan.
PEMUDA DIGITAL: MENCIPTAKAN PELUANG DI ERA TEKNOLOGI Telaumbanua, Aprianus; Zebua, Yelisman; Telaumbanua, Arisman; Harefa, Envilwan Berkat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33334

Abstract

Di era globalisasi, teknologi digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pendidikan, bisnis, dan sosial. Meskipun teknologi menawarkan banyak peluang, kesenjangan digital masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil. Pemuda, sebagai agen perubahan, memerlukan literasi digital yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara efektif. Pengabdian kepada masyarakat di PKBM Ziona, di bawah Yayasan Gozena Bangkit Berkarya, bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini melalui ceramah dan pelatihan praktis. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital siswa. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan berhasil memahami materi mengenai keterampilan digital dan peluang teknologi. Evaluasi melalui kuis dan diskusi kelompok mengungkapkan potensi siswa untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Pelatihan praktis juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pengelolaan media sosial dan pembuatan konten digital. Hasil pengabdian ini mencerminkan keberhasilan dalam meningkatkan literasi digital dan keterampilan siswa, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan mereka di era teknologi.
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN DESA SEBERIDA KECAMATAN BATANG GANSAL KABUPATEN INDRAGIRI HULU Erny, Erny; Yaspita, Hasanah; Sahriyal, Sahriyal; Neswita, Nedra; Trisnawati, Lisa; Agustin, Sri; Djulinaldi, Djulinaldi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33336

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kegiatan masyarakat (PKM) antara tim Dosen Teknik Sipil dan manajemen Institut Teknlogi dan Bisnis Indragiri (ITB Indragri) berupa pelatihan penyusunan rencana angaran biaya pembangunan desa Seberida kecamatan Batang Gansal kabupaten Indragiri Hulu. Metode di gunakan ceramah, diskusi dan praktik langsung (on the job training methods).Tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dalam penyusunan rencana anggran biaya pembangunan di desa oleh aparat desa dan masyarakat untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan proyek pembanguan desa. Anggaran yang disusun dengan baik dapat membantu dalam pengalokasian sumber daya yang efisien dan efektif atau mengendalikan pengeluaran dan mengelola minimal risiko keuangan yang terkait dengan proyek pembangunan desa. Pelatihan berjalan dengan baik, lancar dan adanya peningkatan sebesar tujuh puluh satu koma tiga puluh Sembilan persen (71, 39%) pemahaman aparat desa dan masyarakat tentang penyusunan rencana anggran biaya (RAB) pembangunan di desa.
EDUCATION AND ERADICATION OF INFECTIOUS DISEASES THROUGH HYGIENE CAMPAIGNS IN VILLAGES Churniawati, Ninik; Wahidin, Wahidin; Octiva, Cut Susan; Primulyanto, Brevmana Anugrah; Rastiti, Liza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33345

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat masyarakat Desa terkait praktik higiene sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Kampanye dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom, melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sesi edukasi daring, serta monitoring dan evaluasi perubahan pengetahuan dan perilaku masyarakat. Hasil survei awal menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya higiene masih rendah, dengan hanya 40% yang menerapkan cuci tangan dengan sabun. Setelah kampanye, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan (85%) dan perilaku sehat (70% menerapkan cuci tangan dengan sabun). Meskipun hasil kampanye menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku higiene, tantangan terkait keterbatasan akses air bersih dan fasilitas sanitasi tetap menjadi hambatan. Kesimpulannya, kampanye ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat masyarakat Desa, dan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan program PKM berbasis teknologi di wilayah pedesaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model untuk kampanye kesehatan serupa di masa depan.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN BUILDING SUSTAINABLE AND DIGNIFIED COMMUNITY EDUCATION Faliza, Nur; Asfahani, Asfahani; Fahrizal, Effan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33348

Abstract

The importance of community education is increasingly recognized as essential for fostering social cohesion, lifelong learning, and sustainable development, especially in marginalized communities. However, many existing initiatives fail to achieve long-term sustainability and do not adequately respect the cultural dignity of the communities they serve. This community empowerment project aimed to develop a sustainable and dignified community education model that is deeply rooted in the cultural and social contexts of the community. The project employed a Participatory Action Research (PAR) method, involving community members as co-researchers in identifying educational needs, developing strategies, and implementing solutions. The collaborative approach ensured that the educational programs were culturally relevant, addressing the specific challenges and aspirations of the community in Lhokseumawe. Local educational committees were established, and community members were trained in leadership roles to ensure the sustainability of the initiative. The results demonstrated significant improvements in community engagement, educational outcomes, and social cohesion. Community members took active roles in the educational process, resulting in a stronger sense of ownership and responsibility. The integration of cultural heritage into the curriculum enhanced the relevance and effectiveness of education, while the establishment of sustainable structures ensured the long-term impact of the project. The findings underscore the importance of participatory, culturally responsive approaches in building sustainable and dignified community education systems. In conclusion, this project provides a successful model for future initiatives, highlighting the need for continued community involvement, cultural relevance, and sustainability in educational development efforts.