cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 368 Documents
RAHMAH EL YUNUSIYYAH DAN PENDIDIKAN PEREMPUAN Al Hawari, Sarah Rifat; Rahman, Imas Kania; Lisnawati, Santi
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3877

Abstract

Pendidikan perempuan menghadapi banyak perubahan; mulai dari sebelum zaman penjajahan hingga kini. Zaman dahulu perempuan masih dikenal dengan kaum klaster kedua yang tidak memerlukan Pendidikan tinggi. Perempuan tidak diizinkan menuntut ilmu seperti yang dilakukan kaum lelaki. Berbeda dengan apa yang kita lihat hari ini, Pendidikan perempuan telah menyeluruh dan menjadi hak bagi setiap warga Indonesia. Hal ini, tidak luput dari perjuangan sosok perempuan yang dikenal dengan Rahmah El yunusiyyah. Dalam penelitian library research yang dilakukan, ditemukan bahwa Rahmah memiliki beberapa pemahaman terkait pendidikan, diantaranya: (1) Kesetaraan Pendidikan Perempuan dan Laki-laki, (2) Pendidikan Agama dan Keterampilan yang Sesuai dengan Perempuan, (3) Kesempatan belajar bagi perempuan yang didampingi oleh guru perempuan serta Pemisahan Pelajar Putra dan Putri. Dengan ini, diharapkan bagi praktisi Pendidikan mengkaji kembali tujuan mulia dan buah pemahaman sosok Rahmah El yunusiyyah guna mendapatkan jalan keluar dalam menyelesaikan problematika Pendidikan perempuan saat ini.Women's education has faced many changes; from before the colonial era until now. In the past, women were still known as the second cluster of people who did not require higher education. Women were not allowed to study as men did. Unlike what we see today, women's education has become comprehensive and a right for every Indonesian citizen. This is due to the struggle of a woman known as Rahmah El Yunusiyyah. In the library research conducted, it was found that Rahmah had several understandings related to education, including: (1) Equality of Education for Women and Men, (2) Religious Education and Skills Appropriate to Women, (3) Learning opportunities for women accompanied by female teachers and Separation of Male and Female Students. With this, it is hoped that education practitioners will review the noble goals and the fruit of understanding the figure of Rahmah El Yunusiyyah in order to find a way out in solving the current problems of women's education.
KONSEP PENDIDIKAN REMAJA DALAM ISLAM PERSPEKTIF ABDULLAH NASHIH ‘ULWAN DALAM KITAB TARBIYATUL AULAD FIL ISLAM Dewanti, Anneke Puteri; Istikomah, Istikomah
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan serta untuk mengetahui tanggung jawab bagi seorang pendidik dalam mendidik anaknya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yang mencakup konsep, pendekatan, prosedur, dan analisis data penelitian kepustakaan dari sumber primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam yang diajarkan oleh Abdullah Nashih ‘Ulwan adalah dengan menjalankan salah satu tanggung jawab seorang pendidik yaitu pendidikan fisik. Tujuannya adalah untuk membentuk dan menanamkan karakter yang sesuai dengan syari’at Islam. Apabila seorang pendidik sudah menerapkan pengajaran yang sesuai dengan ketentuan Islam maka remaja bisa tumbuh dalam ketakwaan, keimanan, serta memiliki akhlak yang mulia. Penelitian ini juga diharapkan bisa memperbanyak wawasan tentang pendidikan Islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan yang diajarkan sesuai dengan ketentuan agama Islam.This study aims to determine the concept of Islamic education according to Abdullah Nashih 'Ulwan and to find out the responsibility for an educator in educating his child. The research method used is a qualitative approach, the data is collected through the documentation method, which includes concepts, approaches, procedures, and analysis of library research data from primary and secondary sources. The results showed that the concept of Islamic education taught by Abdullah Nashih 'Ulwan is to carry out one of the responsibilities of an educator, namely physical education. The goal is to shape and instill character in accordance with Islamic law. If an educator has implemented teaching in accordance with Islamic provisions then adolescents can grow in piety, faith, and have noble morals. This research is also expected to increase insight into Islamic education according to Abdullah Nashih 'Ulwan which is taught in accordance with the provisions of Islam.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AZYUMARDI AZRA Nuryanti, Dela Mala; Istikomah, Istikomah
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4033

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peranan penting dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia. Dalam konteks ini, Azyumardi Azra, seorang ilmuwan Muslim asal Indonesia, mengembangkan sebuah konsep pendidikan Islam yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan zaman saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Azyumardi Azra mengenai pendidikan Islam yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir sekaligus aspek spiritual, moral, dan sosial individu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskripsi berbasis studi literatur, menggunakan metode dokumentasi dan analisis isi data dari karya-karya Azyumardi Azra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan kurikulum yang fleksibel dan inovatif, serta sinergi antara keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan merupakan kunci dalam menyiapkan individu yang cerdas dan berkarakter kuat. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu agama dan pengetahuan umum sebagai solusi praktis menghadapi tantangan modernitas dan globalisasi yang mampu menghasilkan generasi yang bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan peradaban manusia secara umum. Keunikan penelitian terletak pada penekanan terhadap aplikasi konsep Azyumardi Azra dalam pengembangan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan relevan sehingga dapat menjadi model strategis dalam pendidikan Islam masa depan yang berorientasi pada keberlanjutan dan keunggulan kompetitif.Islamic education plays an important role in forming a quality and noble generation. In this context, Azyumardi Azra, a Muslim scientist from Indonesia, developed a comprehensive concept of Islamic education that is relevant to the needs of today's era. This study aims to explore Azyumardi Azra's thoughts on Islamic education that emphasizes the development of thinking skills as well as the spiritual, moral, and social aspects of individuals. The method used is qualitative research with descriptive analysis based on literature studies, using documentation methods and data content analysis from Azyumardi Azra's works. The results of the study indicate that the preparation of a flexible and innovative curriculum, as well as synergy between family, society, and educational institutions are the keys to preparing intelligent and strong-character individuals. This study highlights the importance of integration between religious knowledge and general knowledge as a practical solution to the challenges of modernity and globalization that can produce a responsible generation and be able to make a positive contribution to national development and human civilization in general. The uniqueness of the study lies in the emphasis on the application of Azyumardi Azra's concept in developing an adaptive, innovative, and relevant curriculum so that it can become a strategic model in future Islamic education that is oriented towards sustainability and competitive advantage.
PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGI DI LEMBAGA PENDIDIKAN: SEBUAH TINJAUAN EMPIRIS Tisnawati, Nina; Farida, Farida; Anjar, Tri; Iskandar, Iskandar; Badrudin, Badrudin
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi stakeholder terhadap implementasi manajemen strategi di lembaga pendidikan dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi partisipatif, dan analisis dokumen pada beberapa lembaga pendidikan, madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi stakeholder bervariasi tergantung pada tingkat keterlibatan, kualitas komunikasi, dukungan sumber daya, dan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan lembaga. Stakeholder yang dilibatkan secara aktif dan diberikan pemahaman yang jelas cenderung memiliki persepsi positif dan mendukung implementasi strategi dengan lebih baik. Sebaliknya, kurangnya partisipasi dan komunikasi yang tidak efektif menyebabkan persepsi negatif, resistensi, dan hambatan dalam pelaksanaan strategi. Penelitian ini menekankan pentingnya melibatkan stakeholder sejak tahap perencanaan hingga evaluasi, memperkuat komunikasi, serta memberikan dukungan sumber daya yang memadai untuk meningkatkan keberhasilan implementasi strategi. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu lembaga pendidikan dalam mengembangkan kebijakan dan praktik manajemen yang lebih inklusif dan efektif.This study aims to explore stakeholders' perceptions of the implementation of strategic management in educational institutions and the factors influencing its success. A qualitative approach using a case study method was employed to collect data through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), participatory observations, and document analysis across various educational institutions madrasahs. The findings reveal that stakeholders' perceptions vary depending on the level of involvement, quality of communication, resource support, and leadership style applied by institutional leaders. Stakeholders who are actively involved and provided with a clear understanding tend to have positive perceptions and better support the implementation of strategies. Conversely, a lack of participation and ineffective communication leads to negative perceptions, resistance, and obstacles in strategy implementation. This study highlights the importance of involving stakeholders from the planning to the evaluation stages, strengthening communication, and providing adequate resource support to enhance the success of strategy implementation. The implications of this research are expected to assist educational institutions in developing more inclusive and effective management policies and practices.
TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENCEGAHAN BULLYING Nisa', Mas Ayu Ainun; Thobroni, Ahmad Yusam
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3857

Abstract

Bullying di lingkungan pendidikan merupakan masalah serius yang menimbulkan dampak  merugikan seperti stres, depresi, hingga risiko bunuh diri. Indonesia tercatat memiliki prevalensi bullying tertinggi di ASEAN dengan kasus mencapai 84%. Meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, praktik bullying masih terus terjadi. Dengan menggunakan metode tafsir maudhui, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dan menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat menjadi solusi komprehensif untuk mencegah bullying. Penelitian ini membahas tujuan pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an sebagai upaya pencegahan bullying, dengan mengidentifikasi tiga aspek utama: Peningkatan takwa, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan akhlak mulia. Ketakwaan menjadi landasan pengendalian diri dan hubungan sosial yang harmonis, ilmu pengetahuan membangun kesadaran untuk menghormati sesama dan menghindari perilaku tercela, sementara akhlak mulia memperkuat nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama.Bullying in educational environments is a serious issue that causes detrimental effects, such as stress, depression, and even the risk of suicide. Indonesia has the highest prevalence of bullying in ASEAN, with cases reaching 84%. Despite various preventive efforts, bullying practices persist.  Using the thematic interpretation (tafsir maudhui) method, this study analyzes relevant Quranic verses and demonstrates that Islamic education can serve as a comprehensive solution to prevent bullying. The study explores the goals of education from the Quranic perspective as a means to combat bullying, identifying three main aspects: enhancing piety (taqwa), developing knowledge, and fostering noble character. Piety provides the foundation for self-control and harmonious social relations; knowledge builds awareness to respect others and avoid reprehensible behavior; while noble character strengthens values of compassion and respect for others.
KONSEP PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDEKATAN INTEGRITAS-INTERKONEKTIF Fajri Aprillia, Dhilla Nur; Istikomah, Istikomah
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang konsep pemikiran Amin Abdullah dalam Pendidikan islam dengan pendekatan integratif-interkonektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep integratif-interkonektif dalam pendidikan Islam merupakan gagasan yang dikembangkan oleh Amin Abdullah untuk mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kajian ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai disiplin ilmu dalam satu kesatuan yang saling memperkuat. Amin Abdullah menekankan bahwa ilmu agama tidak boleh terisolasi dari perkembangan ilmu pengetahuan modern, dan sebaliknya, ilmu umum harus memiliki nilai-nilai keislaman agar tidak bersifat sekuler. Dengan model "Jaring Laba-Laba", Amin Abdullah menjelaskan bagaimana ilmu agama dan ilmu umum dapat terintegrasi dengan dasar utama Al-Qur'an dan Sunnah. Melalui pendekatan ini, pendidikan Islam dapat lebih relevan dan berdaya saing di era globalisasi.This research aims to analyze Amin Abdullah's concept of thought in Islamic education with an integrative-interconnective approach. The method used in this research is a qualitative method with a library research approach. The results of this research show that the integrative-interconnective concept in Islamic education is an idea developed by Amin Abdullah to overcome the dichotomy between religious knowledge and general knowledge. This study aims to connect various scientific disciplines into one unit that strengthens each other. Amin Abdullah emphasized that religious knowledge must not be isolated from the development of modern science, and conversely, general science must have Islamic values so that it is not secular. With the "Spider Web" model, Amin Abdullah explains how religious knowledge and general knowledge can be integrated with the main basis of the Al-Qur'an and Sunnah. Through this approach, Islamic education can be more relevant and competitive in the era of globalization.
PROPHETIC EDUCATION AS THE FOUNDATION OF CURRICULUM INNOVATION: A REVIEW OF THE LITERATURE AND ITS RELEVANCE FOR UM METRO Cahyono, Heri
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4204

Abstract

Prophetic education represents an alternative paradigm that emphasizes the core values of humanization, liberation, and transcendence in the educational process. This study aimed to critically examine the concept of prophetic education and evaluated its relevance as a foundational framework for curriculum innovation at the University of Muhammadiyah Metro. Employing a literature review method and a qualitative analytical approach, the study analysed academic literature and relevant institutional documents. The findings indicated that prophetic education could enrich curriculum orientation by balancing scientific mastery with character development and social responsibility. Although challenges persist in operationalizing this concept within a formal curriculum, strategic opportunities remain, particularly in value-driven institutions such as UM Metro. This study recommends a curriculum transformation that is not only responsive to global developments but also firmly rooted in progressive Islamic values hallmarks of Islamic higher education. Prophetic education thus proves to be both relevant and promising as a foundation for transformative curriculum development in the era of disruption.Pendidikan profetik merupakan paradigma alternatif yang menekankan nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai inti proses pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis konsep pendidikan profetik dan merefleksikan relevansinya sebagai fondasi inovasi kurikulum di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif analitis terhadap literatur akademik dan dokumen kelembagaan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan profetik dapat memperkaya orientasi kurikulum dengan menyeimbangkan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter serta tanggung jawab sosial. Meskipun terdapat tantangan dalam operasionalisasi konsep ini ke dalam kurikulum formal, peluang strategis tetap terbuka lebar, terutama di institusi berbasis nilai seperti UM Metro. Kajian ini merekomendasikan perlunya transformasi kurikulum yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan global, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Islam berkemajuan sebagai ciri khas pendidikan tinggi Islam. Pendidikan profetik terbukti relevan dan potensial menjadi landasan bagi kurikulum transformatif di era disrupsi.
PENDEKATAN REKONSTRUKSI SOSIAL SEBAGAI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG RELEVAN DAN RESPONSIF Hidayah, Ahwil Lutan
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3906

Abstract

Perubahan sosial dalam masyarakat menuntut penyesuaian kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Artikel ini mengeksplorasi pendekatan rekonstruksi sosial dalam pengembangan kurikulum PAI untuk menciptakan pendidikan yang relevan dan responsif. Pendekatan ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan sosial melalui pembelajaran berbasis masalah, integrasi nilai-nilai agama, pengetahuan, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan pendekatan teori kritis untuk meninjau kurikulum sebagai alat transformasi sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis rekonstruksi sosial mengarahkan peserta didik untuk memahami, menganalisis, dan mencari solusi terhadap isu-isu sosial nyata. Pendekatan ini menekankan kolaborasi, pembelajaran berbasis praktik, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam pelaksanaannya, kurikulum ini berfokus pada keterkaitan antara tujuan nasional dan kebutuhan individu peserta didik. Penilaian dilakukan secara holistik untuk mengukur dampak pendidikan terhadap kualitas sosial masyarakat. Pendekatan ini memberikan kerangka pembelajaran yang lebih relevan dalam menjawab dinamika sosial, membentuk peserta didik yang adaptif, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang lebih adil dan beradab.Social changes in society demand adjustments to the Islamic Religious Education (PAI) curriculum that can meet the needs of the times. This article explores the social reconstruction approach in the development of the PAI curriculum to create relevant and responsive education. This approach aims to prepare students to face social challenges through problem-based learning, the integration of religious values, knowledge, and technology. This research uses a qualitative method based on literature study, with a critical theory approach to review the curriculum as a tool for social transformation. The study results show that the social reconstruction-based curriculum directs students to understand, analyze, and seek solutions to real social issues. This approach emphasizes collaboration, practice-based learning, and the integration of Islamic values in shaping students' character. In its implementation, this curriculum focuses on the relationship between national goals and the individual needs of students. Assessment is conducted holistically to measure the impact of education on the social quality of society. This approach provides a more relevant learning framework in addressing social dynamics, shaping adaptive, morally upright learners, and enabling them to make tangible contributions to a more just and civilized society.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF-INTERKONEKTIF Hidayat, Yusron; Hamami, Tasman; Nida, Sofwatun; Lutfiyani, Aisyah Daffa
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3910

Abstract

Pendekatan integratif-interkonektif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) bertujuan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum untuk menciptakan keselarasan yang saling melengkapi di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan analisis deskriptif, melibatkan pengumpulan dan analisis literatur berupa buku, dokumen, dan artikel terkait. Tujuan utama pendekatan ini adalah mengatasi stagnasi perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus membangun paradigma yang memandang bahwa ilmu agama dan ilmu umum tidak terpisahkan, melainkan Dalam konteks konteks PAI, pendekatan ini diwujudkan melalui integrasi internal, yang menggabungkan mata pelajaran Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, Akidah, dan Akhlak, serta integrasi eksternal dengan sains, teknologi, dan kewarganegaraan. Pendekatan ini tidak hanya relevan dengan tantangan kehidupan nyata, tetapi juga mendorong kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Dengan memberikan siswa pemahaman tentang hubungan erat antara agama dan ilmu pengetahuan, pendekatan ini meningkatkan daya tarik, relevansi, dan kontekstualitas PAI. Implementasi yang tepat diharapkan mampu membekali siswa dengan landasan moral dan intelektual yang kokoh untuk menghadapi tuntutan era modern secara dinamis dan adaptif.The integrative-interconnective approach in Islamic Religious Education (PAI) aims to integrate religious and general sciences to create a complementary harmony between the two. This research uses a qualitative method of literature with descriptive analysis, involving the collection and analysis of literature in the form of books, documents, and related articles. The main purpose of this approach is to overcome the stagnation of scientific development, as well as to build a paradigm that views religious and general sciences as inseparable, but in the context of PAI context, this approach is realized through internal integration, which combines the subjects of Al-Qur'an, Hadith, Fiqh, Akidah, and Akhlak, as well as external integration with science, technology, and citizenship. This approach is not only relevant to real-life challenges, but also encourages teachers' creativity in designing contextualized and innovative learning. By providing students with an understanding of the close relationship between religion and science, this approach increases the attractiveness, relevance, and contextuality of PAI. Proper implementation is expected to equip students with a solid moral and intellectual foundation to face the demands of the modern era dynamically and adaptively.
STRATEGI PENINGKATKAN KECAKAPAN KOMUNIKASI DAN VOKASIONAL SANTRI DI PESANTREN LA RAIBA HANIFIDA Fikriyah, Siti Taskiyatul; Hosna, Rofiatul
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4156

Abstract

Pesantren La Raiba Hanifida merupakan salah satu pesantren di Jombang, Jawa Timur, Indonesia yang berfokus pada pengembangan keterampilan komunikasi dan vokasional santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pesantren dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan vokasional santri. Penelitian ini berfokus pada 3 aspek: (1) Apa saja strategi Pesantren La Raiba Hanifida? (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan vokasional santri? (3) Apa dampak strategi pesantren dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan vokasional santri? Untuk menyelesaikan masalah dan menemukan jawaban atas ketiga permasalahan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru, pengasuh, dan santri, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, strategi Pesantren La Raiba Hanifida adalah dengan menerapkan program pelatihan aksi yang pasti, Kedua, dengan dukungan strategi pengembangan kurikulum, pembelajaran pengalaman, bimbingan dan konseling, pembentukan organisasi siswa, dan kerja sama dengan pihak eksternal. Faktor penghambatnya adalah perbedaan intelegensi masing-masing individu dan kurangnya motivasi diri dari santri. Dan dampak dari strategi pesantren adalah santri memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh untuk menjadi santri mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.La Raiba Hanifida Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools in Jombang, East Java, Indonesia that focuses on developing its students' communication and vocational skills. This study aims to analyze the strategies of the Islamic boarding school in improving the communication and vocational skills of its students. This study focuses on 3 aspects: (1) What are the strategies of La Raiba Hanifida Islamic Boarding School? (2) What are the supporting and inhibiting factors in improving students' communication and vocational skills? (3) What are the impacts of the Islamic boarding school's strategies in improving students' communication and vocational skills? To solve the problem and find answers to these three problems, the research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through participant observation, in-depth interviews with teachers, caregivers and students, and documentation. The results of this study show that: First, the strategy of La Raiba Hanifida Islamic Boarding School is to implement a definite action training program, Second, with the support of curriculum development strategies, experiential learning, guidance and counseling, student organization formation, and cooperation with external parties. The inhibiting factors are the different intelligence of each individual and the lack of self-motivation from the students. And the impact of the Islamic boarding school's strategies is that the students have good communication skills and are able to apply the knowledge they have gained to become independent and useful students for society.