cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 368 Documents
PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH DAN MADRASAH Ilham Fatoni; Agus Pahrudin; Agus Jatmiko; Koderi Koderi
AT-TAJDID Vol 8, No 2 (2024): JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i2.3801

Abstract

Kurikulum berperan sebagai wadah yang mencakup seluruh aspek pembelajaran PAI di sekolah, termasuk pendidik, peserta didik, lingkungan pendidikan, alat pembelajaran, metode, dan evaluasi. Keberhasilan pembelajaran PAI dapat dilihat melalui pengembangan kurikulumnya sendiri. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pengembangan kurikulum PAI di sekolah dan madrasah.Penelitian ini dilakukan menggunakan Metode penelitian literature review (tinjauan pustaka) Metode ini digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mensintsis, berbagai literature yang relevan dengan topik atau pertanyaan penelitian tertentu. Ini adalah cara untuk memahami dan merangkum penelitian sebelumnya, teori, konsep, dan temuan dari berbagai sumber seperti buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian ini mengungkapkan PAI di sekolah umum biasanya menjadi bagian dari kurikulum yang lebih luas, di mana pendidikan agama merupakan salah satu mata pelajaran di antara berbagai mata pelajaran lainnya. Di Madrasah, pendidikan agama merupakan inti utama kurikulum. Madrasah menggabungkan pendidikan umum dengan penekanan yang lebih kuat pada pendidikan agama, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam akidah, syariah, akhlak, dan sejarah Islam.The curriculum acts as a forum that covers all aspects of Islamic religious education learning in schools, including educators, students, educational environment, learning tools, methods and evaluation. The success of Islamic religious education learning can be seen through the development of the curriculum itself. The purpose of writing this article is to determine the development of the Islamic religious education curriculum in schools and madrasas. This research was carried out using the literature review research method. This method is used to collect, analyze and synthesize various literature that is relevant to a particular topic or research question. It is a way to understand and summarize previous research, theories, concepts, and findings from various sources such as books, journal articles, research reports, and other documents. The results of this research reveal that Islamic religious education in public schools is usually part of a broader curriculum, where religious education is one subject among various other subjects. In Madrasas, religious education is the main core of the curriculum. Madrasahs combine general education with a stronger emphasis on religious education, thereby providing a deeper understanding of Islamic faith, sharia, morals, and history.
PENGARUH MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP KINERJA GURU DI LAMPUNG TIMUR Muhammad Ihsan Dacholfany; Retnowati Retnowati; Agus Sutanto; Heri Cahyono; Iswati Iswati
AT-TAJDID Vol 6, No 2 (2022): JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v6i2.2432

Abstract

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN MANAJEMEN MUTU DI SMAN 2 GADING REJO Tila Paulina; Siti Patimah
AT-TAJDID Vol 7, No 1 (2023): JANUARI-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i1.2694

Abstract

PERAN PEMIMPIN DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN INTERNAL (STUDI DI UIN RADEN INTAN LAMPUNG) Listiyani Siti Romlah; Siti Patimah; Subandi Subandi; Deden Makbulloh
AT-TAJDID Vol 7, No 2 (2023): JULI-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i2.2984

Abstract

OPTIMASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SLB ISLAM QOTHRUNNADA Unik Hanifah Salsabila; Angga Yuniarto; Natyanisa Satriafitri; Diniati Putri Vikasari; Diana Hasni Marfu’ah
AT-TAJDID Vol 6, No 2 (2022): JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v6i2.2382

Abstract

REVITALISASI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Muhammad Feri Fernadi; Nurul Hidayati Murtafiah; Nurul Aslamiyah
AT-TAJDID Vol 7, No 1 (2023): JANUARI-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i1.2688

Abstract

MENGAMALKAN DAN MENYEBARKAN ILMU PERSPEKTIF NABI: SEBUAH ANALISIS PEDAGOGIS UNTUK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Azis, Annisa Rahmania; Kurjum, Mohammad
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3886

Abstract

Artikel ini menganalisis metode pengajaran Nabi Muhammad SAW sebagai teladan pedagogis untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di era modern. Pendekatan yang inklusif, dialogis, dan berbasis konteks sosial Nabi digunakan sebagai model utama. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan sumber-sumber literatur seperti hadis, buku pendidikan Islam, dan penelitian terdahulu. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa metode pengajaran Nabi tidak hanya efektif dalam transfer ilmu, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan penguatan iman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pedagogis Nabi, seperti hubungan interpersonal, pengajaran berbasis konteks, dan penguatan nilai moral, relevan untuk mengatasi tantangan pendidikan agama di era digital. Implementasi metode ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan inspiratif, sehingga mendukung tercapainya keseimbangan antara dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pendidikan agama Islam.This article explores the teaching methods of Prophet Muhammad SAW as a pedagogical model to improve the quality of religious education in the modern age. The Prophet’s inclusive, dialogical, and contextually relevant approach forms the core model. The study utilizes content analysis with a qualitative methodology, drawing on sources such as hadiths, Islamic education literature, and prior research. The analysis indicates that the Prophet’s methods are not only effective for knowledge transfer but also for character development and faith enhancement. The findings highlight that the Prophet’s pedagogical strategies such as fostering interpersonal relationships, context-based instruction, and emphasizing moral values remain highly relevant in addressing contemporary challenges in religious education, especially in the digital era. Adopting these methods is expected to create a more effective, relevant, and inspiring learning environment, thereby ensuring a balanced development of cognitive, affective, and psychomotor dimensions in Islamic education.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PAKET C DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT HARAPAN BANGSA Ayu Wardani, Raden Roro Wulan
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4158

Abstract

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan nonformal di Indonesia. PKBM memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal, termasuk melalui program Paket C yang setara dengan jenjang SMA. Di dalam kurikulum Paket C, Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan untuk membentuk akhlak mulia, meningkatkan keimanan, dan memberikan dasar moral yang kuat bagi peserta didik.Pendidikan Agama Islam dalam Paket C di PKBM tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga menekankan pada pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan membahas bagaimana pendidikan agama Islam diterapkan dalam program Paket C di PKBM. Strategi pembelajaran merupakan elemen kunci dalam proses pendidikan yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam berbagai strategi pemeblajaran pendidikan agama islam, seperti metode ceramah, diskusi, demonstrasi, inkuiri, pembelajaran kooperatif, hingga pembelajaran berbasis proyek, serta teknik-teknik pelengkap seperti simulasi, studi kasus, permainan edukatif, dan pemanfaatan teknologi digital. Setiap metode dan teknik dijelaskan berdasarkan karakteristiknya, kelebihan, kekurangan, serta situasi pembelajaran yang paling cocok untuk penerapannya.Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas strategi pembelajaran pendidikan Agama Islam sangat bergantung pada faktor-faktor seperti usia peserta didik, tingkat pendidikan, gaya belajar, kompleksitas materi, serta ketersediaan fasilitas. Misalnya, metode ceramah lebih efektif untuk penyampaian materi konseptual, sedangkan teknik simulasi lebih sesuai untuk pembelajaran berbasis praktik. Di sisi lain, pengintegrasian teknologi, seperti pembelajaran berbasis daring dan aplikasi multimedia, menjadi tren yang semakin penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung fleksibilitas waktu serta tempat belajar.The Community Learning Activity Center (PKBM) is one of the forms of non-formal education provision in Indonesia. PKBM plays a crucial role in providing learning opportunities for those who are unable to access formal education, including through the Paket C program, which is equivalent to the senior high school level. In the Paket C curriculum, Islamic Religious Education is one of the subjects taught to foster noble character, strengthen faith, and provide a strong moral foundation for learners. Islamic Religious Education in Paket C at PKBM not only focuses on theoretical aspects but also emphasizes the application of Islamic values in daily life. This article discusses the implementation of Islamic Religious Education in the Paket C program at PKBM. Learning strategies are key elements in the educational process designed to achieve learning objectives effectively. This article aims to deeply analyze various Islamic Religious Education learning strategies, such as lecture, discussion, demonstration, inquiry, cooperative learning, and project-based learning, along with complementary techniques like simulation, case studies, educational games, and the use of digital technology. Each method and technique is explained based on its characteristics, advantages, disadvantages, and the most appropriate learning situations for its application. Research shows that the effectiveness of Islamic Religious Education learning strategies greatly depends on factors such as learners' age, educational level, learning styles, material complexity, and availability of facilities. For instance, the lecture method is more effective for delivering conceptual material, whereas simulation techniques are more suitable for practice-based learning. Moreover, the integration of technology—such as online learning and multimedia applications—has become an increasingly important trend to enhance student engagement and support flexible learning in terms of time and place.
PENGARUH PROGRAM KEAGAMAAN KEPUTRIAN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Syarif, Aliyah Muthi'ah; Anton, Anton; Nazib, Fiqra Muhamad; Rahmat, Acep
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program keagamaan keputrian terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMA Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Data diperoleh dari Sumber primer melalui wawancara dan kuesioner, serta sekunder dari buku dan artikel. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara, dan kuesioner. Dari populasi 143, sebanyak 36 responden dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana, di mana program keagamaan keputrian sebagai variabel independen dan pembentukan karakter sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar (14,740) lebih besar dari t tabel (2.0280), dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara program keagamaan keputrian terhadap pembentukan karakter. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 5,556 + 0,889X, Dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 (nilai alpha), dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara Program Keagamaan Keputrian terhadap Pembentukan Karakter. Koefisien regresi variabel Program Keagamaan Keputrian (X) sebesar 0,889 menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam program tersebut akan meningkatkan Pembentukan Karakter (Y) sebesar 88,9%. Hal ini mengindikasikan bahwa program keagamaan keputrian memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakter Peserta didik di SMA Ciledug Al-Musaddadiyah Garut.This study aims to analyze the influence of religious programs for women on the character formation of students at SMA Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. The method used is quantitative descriptive with survey design. Data were obtained from primary sources through interviews and questionnaires, and secondary from books and articles. Data collection techniques include interviews and questionnaires. From a population of 143, 36 respondents were randomly selected using random sampling techniques. Data analysis was carried out using simple linear regression, where religious programs for women are independent variables and character formation is the dependent variable. The results showed that the t-count value of (14.740) is greater than the t-table (2.0280), with a significance level of 0.001 <0.05. This indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a significant influence between religious programs for women on character formation. The regression equation obtained is Y = 5.556 + 0.889X, With a significance level of 0.001 <0.05 (alpha value), it can be concluded that there is an influence between the Religious Program for Women on Character Formation. The regression coefficient of the Religious Program for Women (X) variable of 0.889 indicates that every increase in the program will increase Character Formation (Y) by 88.9%. This indicates that the religious program for women has a major influence on the character formation of students at SMA Ciledug Al-Musaddadiyah Garut.
SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI INSPIRASI BUDAYA Azis, Taufik Burhanudin
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3995

Abstract

Al-Qur’an dan sunnah merupakan sumber hukum Islam. Kedudukan tertinggi sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an. Kedudukan sunnah berada di satu tingkat dibawah Al-Qur’an dalam hukum islam dan unsur pembentuk syari’at  Islam. Statemen dalam Al-Qur’an yang memerintahkan umat Islam agar taat kepada Nabi Muhammad SAW menunjukkan adanya bukti bahwa Nabi Muhammad SAW menjadi teladan dan panutan bagi kita semua. Nabi Muhammad SAW telah memberikan bentuk dan contoh-contoh dalam menerapkan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an. Cara-cara Nabi Muhammad SAW dalam menerapkan ajaran-ajaran Al-Qur’an ini terbentuk dalam berbagai sunnah dan menjadi hukum bagi masyarakat terutama umat islam. Oleh karena itu, jika kita tidak menaati atau menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW, sama artinya dengan sikap kita yang tidak mau menerima Al-Qur’an pada sisi yang lain. Pada artinya, Al-Qur’an dan sunnah merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan dalam umat Islam terutama dalam hukum Islam. Dalam banyak situasi, ternyata Sunnah nabi bertemu dengan berbagai tradisi lokal Arab yang sudah ada sejak zaman pra-Islam, misalnya antara lain adanya pengagungan terhadap Ka’bah, Nabi Ibrahîm as. dan Nabi Isma’îl as., penghormatan pada bulan suci Ramadãn, hari Jumat, musyawarah dan tahkim, perayaan aqiqah untuk menyambut kelahiran, khitan dan ritual dalam acara kematian, maupun tradisi dalam hukum bisnis jual beli, perdata–keluarga, pidana dan pemerintahan. Hal ini membuktikan bahwasanya sunnah dan budaya terdapat suatu keterkaitan ataupun hubungan.The Qur'an and Sunnah are sources of Islamic law. The highest position of the source of Islamic law is the Qur'an. The position of the Sunnah is one level below the Qur'an in Islamic law and the elements that form Islamic law. The statement in the Qur'an that orders Muslims to obey the Prophet Muhammad SAW shows evidence that the Prophet Muhammad SAW is an example and role model for all of us. The Prophet Muhammad SAW has provided forms and examples in implementing the teachings contained in the Qur'an. The ways in which the Prophet Muhammad SAW implemented the teachings of the Qur'an are formed in various sunnahs and become laws for society, especially Muslims. Therefore, if we do not obey or apply the example of the Prophet Muhammad SAW, it is the same as our attitude of not wanting to accept the Qur'an on the other side. In other words, the Qur'an and Sunnah are two things that are interrelated and cannot be separated in Muslims, especially in Islamic law. In many situations, it turns out that the Prophet's Sunnah meets various local Arab traditions that have existed since pre-Islamic times, for example, among others, the glorification of the Kaaba, Prophet Ibrahim (AS) and Prophet Isma'il (AS), respect for the holy month of Ramadan, Friday, deliberation and tahkim, the celebration of aqiqah to welcome births, circumcisions and rituals at death ceremonies, as well as traditions in business law for buying and selling, civil-family, criminal and government.1 This proves that there is a connection or relationship between the Sunnah and culture.