cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 401 Documents
Keanekaragaman Capung (Odonata) pada Taman di Kota Bogor Armanda, Dievo Al Qodri; Kurnia, Insan; Muzoffar, Ferdi; Sofyan, Michael Ghibran Putra; Napitupulu, Boni Fargas
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 1 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.1.11119

Abstract

Kawasan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi bagian penting dari ekosistem perkotaan. Kawasan RTH berperan secara ekologis, ekonomis, maupun sosial budaya. Capung (Odonata) merupakan unsur ekosistem yang dapat dijumpai di ekosistem perkotaan termasuk RTH. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies capung di taman Kota Bogor. Penelitian dilaksakan pada Bulan Januari 2023 di 44 taman yang ada di Kota Bogor yang terbagi menjadi taman kota (21 taman), taman perumahan (21 taman), dan dua hutan kota. Data capung diambil dengan sensus seluruh area taman yang diamati Lima spesies capung ditemukan di 10 taman Kota Bogor, sementara 34 taman tidak dijumpai spesies capung. Spesies yang dijumpai yaitu Orthetrum sabina, Orthetrum testaceum, Pantala flavescens, Neurothemis ramburii, dan Libellago lineata. Total individu yang ditemukan di seluruh taman sebanyak 50 individu, dengan Pantala flavescens merupakan spesies dengan jumlah individu paling banyak yaitu 37 individu. Nilai H’ untuk seluruh lokasi taman yaitu 0,89 dan nilai E yaitu sebesar 0,55. Spesies yang paling banyak tersebar yaitu Pantala flavescens ditemukan di tujuh taman, sementara empat spesies lain ditemukan antara 1-3 taman.
Keanekaragaman Burung Cenderawasih di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen Womsiwor, Asnat M.; Raunsay, Edoward Krisson; Kawatu, Paul Johan; Rehiara, Rosaniya E.; Rophi, Apriani Herni; Jesajas, David Reinhard
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11291

Abstract

Keberadaan burung Cenderawasih semakin terancam punah karena perburuan liar, dan rusaknya habitat, oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung Cenderawasih yang ada di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, mengetahui bentuk penyebaran jenis-jenis cenderawasih di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen, dan mengetahui gambaran umum habitat burung cenderawasih di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Index Ponctuelle de Abondance (IPA). Teknik analisis data yang digunakan adalah Kelimpahan Burung, Keanekaragaman Jenis Burung, Frekuensi Atau Sebaran Burung. Hasil analisis kelimpahan menunjukkan P. m. jobiensis sebanyak 0.68, Manucodia jobiensis sebanyak 0.09, Cicinnurus regius 0.14, dan Diphyllodes magnificus 0.090, keragaman jenis burung Cenderawasih adalah sebesar 1, Frekuensi Relatif Sebaran Burung jenis Paradisaea minor jobiensis terdapat 68%, Manucodia jobiensis 9%, Cicinnurus regius 14%, dan Diphyllodes magnificus 9%.
Stimulasi Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) Melalui Pengaruh Suara Musik pada Fase Vegetatif Ulmillah, Aulia; Saputri, Dwijowati Asih; Cholik, Arifin
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11355

Abstract

Budidaya kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dilakukan secara organik dan anorganik dengan media tanam yang sesuai. Peningkatan hasil tanam kangkung, dibutuhkan sebuah teknologi yang mempermudah dalam budidaya tanaman kangkung. Salah satunya dengan teknik yang menggunakan suara atau musik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genre musik yang berbeda terhadap pertumbuhan vegetatif kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Dalam penelitian ini, digunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memberikan 4 suara musik berbeda yaitu M0 (kontrol), M1 (klasik), M2 (murottal), dan M3 (hardcore) dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Penelitian ini berlangsung 30 hari. Parameter yang diukur selama 7 hati sekali meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang tanaman, berat basah, dan bukaan stomata pada minggu ke-4. Data dianalisis dengan One Way Anova SPSS 20 dan uji lanjut Duncan dengan taraf 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa musik memiliki pengaruh nyata pada pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dan perlakuan suara musik hardcore merupakan yang paling baik terhadap lebar daun dan berat basah tanaman kangkung yang dihasilkan.
Pengaruh Jenis Bahan Organik pada Pembuatan Eco-Enzyme terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphyloccocus aureus Haliza, Siti Nur; Tivani, Inur
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 1 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.1.11368

Abstract

Sampah organik di Indonesia semakin meningkat akibat pertumbuhan jumlah penduduk. Dalam upaya menangani masalah ini, pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme adalah solusi yang mudah. Eco-enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula molase dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kemampuan eco-enzyme dari campuran jenis bahan organik yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Campuran bahan organik pada eco-enzyme yang digunakan dibagi kedalam 3 wadah. Eco-enzyme 1 berisi kulit lemon, gula, air. Eco-enzyme 2 terdiri dari kulit lemon, kulit nanas, gula, air. Eco-enzyme 3 berisi kulit lemon, kulit nanas, sayur kangkung, gula, air. Serta dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji statistik dengan metode One Way Analysis of Varience (ANOVA satu arah), dan menguji homogenitas serta uji post-hoc bonferroni. Berdasarkan hasil penelitian uji aktivitas antibakteri eco-enzyme terhadap S. aureus menunjukkan bahwa kombinasi bahan organik tertentu memiliki efektivitas yang berbeda. Kombinasi komponen organik yang paling signifikan untuk membunuh bakteri S. aureus adalah eko-enzim 3, dengan diameter zona hambat 11,39 mm. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan signifikan dalam diameter hambat antara bahan organik dan campuran enzim. Uji homogenitas menujukkan bahwa antar kelompok eco-enzyme sama atau homogen dengan nilai signifikan 0.98. Hasil uji post-hoc bonfenni diperoleh eco-enzyme tiga yang paling berpengaruh dalam menghambat bakteri S. aureus. Kesimpulan dari penelitin yang dilakukan yaitu banyaknya campuran jenis bahan organik yang digunakan pada eco-enzyme, maka semakin kuat kemampuanya dalam menghambat bakteri S. aureus.
Studi Etnobotani Ritual Adat Hajat Lembur di Desa Wisata Tutugan Cibolerang Kecamatan Cinunuk Kabupaten Bandung Cahyani, Hilda Wulan; Cahyanto, Tri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11392

Abstract

Adat hajat lembur adalah suatu tradisi yang memiliki makna sebagai tolak bala atau sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada Yang Maha Kuasa. Ritual ini masih dilakukan di Desa Wisata Tutugan di Cibolerang, Kecamatan Cinunuk, Kabupaten Bandung, yang dilakukan setahun sekali setiap bulan Safar ataupun pada bulan Muharram, dan sering berbarengan dengan hari bersejarah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui berbagai jenis tumbuhan serta bagian tumbuhan yang digunakan pada ritual adat hajat lembur masyarakat di Desa Tutugan, mengetahui cara penggunaan tumbuhan pada ritual adat serta mengetahui makna dan filosofi dari penggunaan tumbuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan purposive sampling. Sehingga dengan metode ini menggunakan informan kunci untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan yang digunakan pada upacara tersebut. Hasilnya, pada ritual hajat lembur banyak jenis tumbuhan dari berbagai organ yang digunakan dalam ritual ini, yaitu untuk dijadikan sesajen, pembuatan alat musik, bahan baku makanan, dan juga untuk perlengkapan kesenian lainnya.
Jenis Tanaman pada Adat Mandi 7 Bulan Masyarakat Suku Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Halwa, Aulia; Dharmono, Dharmono; Badruzsaufari, Badruzsaufari; Mahdian, Mahdian
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 1 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.1.11485

Abstract

Masyarakat Dayak Bakumpai merupakan suku yang memiliki banyak adat istiadat. Masyarakat suku Dayak Bakumpai merupakan salah satu suku yang banyak tinggal di daerah pulau Kalimantan, salah satunya yaitu di wilayah kelurahan Lepasan dari provinsi Kalimantan Selatan. Masyarakat ini memiliki salah satu adat yaitu adat mandi 7 bulanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja tumbuhan yang digunakan dalam ritual adat tersebut. Penelitian dilakukan dengan 4 kunci utama narasumber yang berasal dari suku Dayak Bakumpai. Pengamatan data dilakukan dengan cara mengamati lalu mendokumentasi foto-foto tumbuhan dengan bantuan alat berupa handphone, meteran jahit dan aplikasi untuk mengukur ketinggian pohon. Berdasarkan hasil wawancara terdapat 7 jenis tumbuhan yang digunakan dalam adat mandi 7 bulanan yaitu mawar, melati, kenanga, cempaka putih, kelapa, pinang, dan tebu. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu bunga dan buah. Penelitian yang dilkukan menunjukkan bahwa masyarakat setempat melestarikan tanaman-tanaman tersebut sampai saat ini sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya setempat.
Primordial Germ Cells (PGCs) Embrio Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) pada beberapa tahap perkembangan Habibah, Aulidya Nurul; Wijayanti, Gratiana Ekaningsih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 1 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.1.11518

Abstract

Primordial Germ Cells (PGCs) merupakan prekusor gamet yang penting dalam reproduksi ikan. PGCs dialokasikan di luar gonad dan bermigrasi menuju gonad primordia selama masa perkembangan embrional ikan. Pengetahuan mengenai alokasi dan migrasi PGCs penting dalam pengembangan model penelitian gametogenesis dan peningkatan produksi akuakultur. Penelitian ini bertujuan mengetahui lokasi PGCs pada tahap embrio ikan nilem menggunakan metode hibridisasi in situ dengan penanda vasa germ cell ikan nilem. Embrio ikan nilem umur 30 menit, 60, 180 dan 240 menit paska fertilisasi difiksasi dalam NBF 10% kemudian didechorionasi. Selanjutnya dilakukan hibridisasi in situ dengan penanda vasa germ cell ikan nilem. PGCs pada embrio ikan nilem ditemukan pada daerah di sekitar alur pembelahan blastomere pada embrio umur 30 menit, 60 menit dan terdeteksi pada blastoderma di daerah kutub animalis pada embrio umur 18 menit dan 240 menit yang telah memasuki tahapan blastula dan gastrula.
Jenis dan Kelimpahan Ektoparasit pada Ikan Budidaya di Balai Benih Ikan Sidabowa Banyumas Jawa Tengah Rokhmani, Rokhmani; Prihastina, Marlina Yoga; Setyowati, Endang Ariyani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11613

Abstract

Balai Benih Ikan (BBI) Sidabowa merupakan salah satu Balai Benih Ikan di Banyumas yang terletak di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Komoditas ikan yang dibudidayakan di BBI Sidabowa adalah ikan tawes (Barbonymus ganionotus) dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pada pembudidayaannya ada satu tantangan yaitu serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang ikan adalah ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit apa saja yang menyerang ikan tawes dan ikan nila serta mengetahui kelimpahan ektoparasit yang menyerang ikan tawes dan ikan nila di BBI Sidabowa, Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Parameter yang diamati adalah jenis dan jumlah ektoparasit. Kelimpahan ektoparasit ikan tawes dan ikan nila dengan menghitung jumlah individu ektoparasit yang ditemukan dibagi jumlah ikan sampel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan pada ikan tawes dan ikan nila terdapat empat jenis ektoparasit yaitu Ichthyophthirius multifilis, Trichodina sp, Dactylogyrus sp dan Gyrodactylus sp. Kelimpahan ikan tawes pada Ichthyophthirius multifilis (17,66), Dactylogyrus sp (0,28), dan Gyrodactylus sp (0,07). Kelimpahan ikan nila pada Trichodina sp (2,44), Dactylogyrus sp (0,15), dan Gyrodactylus sp (0,08).
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN FAMILI PANDANACEA DI KAWASAN HUTAN SIBAYAK II SUMATERA UTARA Puspita, Ayu; Hutasuhut, Melfa Aisyah; Rahmadina, Rahmadina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11671

Abstract

Pandanaceae includes Monocotyledoneae plants that have shrub, tree and liana habitus. This study aims to determine the types of members of the Pandanaceae family that live in the Sibayak II Forest Area in North Sumatra, as well as the diversity index and key identification of these members. The method used in this research is an exploratory survey method with a purposive sampling quadrat plot technique with 10 plots measuring 10m x 10m. The results obtained 6 species from the Pandanaceae family, namely Freycinetia javanica Blume, Freycinetia sumatrana Hemsl., Freycinetia sp., Pandanus furcatus Roxb., Pandanus houletti Carriere, Pandanus sp. The diversity index of the Pandanacaeae family is 2.504 which is classified as moderate. The identification key for the Pandanaceae family has common characteristics. The Pandanaceae family is found in highland tropical forests with high rainfall and reproduces vegetatively (budding) under favorable environmental conditions.
Inventarisasi Keanekaragaman Serangga di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Menggunakan Perangkap Warna Amalia, Istia Siti; Ramadhan, R. Arif Malik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11738

Abstract

Serangga merupakan organisme yang berperan penting dalam ekosistem. Keragaman serangga dapat dijadikan indikator biodiversitas lingkungan dan kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati keragaman serangga dan mengidentifikasi peranannya bagi ekosistem Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah dengan memasang perangkap kuning dan perangkap hijau di beberapa tempat dengan waktu pengamatan 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap serangga yang terperangkap lalu dihitung tingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah serangga yang terperangkap lebih banyak pada perangkap kuning daripada perangkap hijau. Pada perangkap kuning, sebanyak 109 ekor serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 4 spesies predator, 2 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Pada perangkap hijau, sebanyak 68 serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 2 spesies predator, 3 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Hasl pengamatan pada perangkap kuning dan hijau memiliki Indeks Keragaman Shannon-Wiener (H’) dengan kriteria sedang yaitu 2,064 dan 2,048. Berdasarkan Indeks Dominansi Simpson (C) perangkap kuning dan hijau termasuk ke dalam kriteria rendah, yaitu 0,188 dan 0,182. Hasil pengamatan pada kedua perangkap tersebut menunjukkan bahwa Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki keragaman serangga yang sedang, tekanan ekologi sedang, kondisi ekosistem yang cukup seimbang, dan tidak terdapat spesies yang mendominasi pada ekosistem tersebut.