cover
Contact Name
Aldila Wanda Nugraha
Contact Email
aldilanugraha89@gmail.com
Phone
+6281249651421
Journal Mail Official
aldilanugraha89@gmail.com
Editorial Address
Universitas Bhinneka PGRI Jl. Mayor Sujadi Timur. No.24, Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kode pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA
ISSN : -     EISSN : 27209458     DOI : doi.org/10.29100
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA menyajikan hasil penelitian yang berkenaan dengan bidang kajian fisika, kimia, biologi, dan penerapan IPA atau sains dalam pendidikan. Jurnal diterbitkan 2 kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2025)" : 52 Documents clear
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN EKOSISTEM UNTUK PENINGKATAN LITERASI SAINS SISWA SD Daria, Jasum Novi; Sumarni, Sri; Raharjo, Makmum
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media video dalam pembelajaran materi ekosistem guna meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Literasi sains merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang mencakup kemampuan memahami konsep ilmiah, berpikir kritis, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Namun, masih banyak siswa SD yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep ekosistem karena penyajian materi yang bersifat abstrak dan kurangnya media pembelajaran visual yang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara guru, angket siswa, dan observasi proses pembelajaran. Hasil studi menunjukkan bahwa siswa dan guru sangat membutuhkan media video pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Video dengan durasi 5–10 menit, berisi animasi dan ilustrasi nyata, serta menggunakan bahasa yang sederhana dinilai efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi ekosistem. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan media video berbasis kebutuhan dapat menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan literasi sains siswa SD secara signifikan. This study aims to analyze the need for video media in learning ecosystem material to improve elementary school students' scientific literacy. Scientific literacy is an important competency in 21st-century learning that includes the ability to understand scientific concepts, think critically, and apply knowledge in real life. However, many elementary school students still have difficulty in understanding the concept of ecosystems due to the presentation of abstract material and the lack of attractive visual learning media. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through teacher interviews, student questionnaires, and observations of the learning process. The results of the study indicate that students and teachers really need contextual, interactive learning video media that are in accordance with the characteristics of child development. Videos with a duration of 5-10 minutes, containing real animations and illustrations, and using simple language are considered effective in increasing students' interest and understanding of ecosystem material. These findings indicate that the development of needs-based video media can be a strategic alternative to significantly improve elementary school students' scientific literacy.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK E-MODULE BERBASIS PjBL TERINTEGRASI ETNO-STEAM PADA MATERI KLASIFIKASI ZAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORATIF SISWA SMP/MTs Nurhaliza, Elma; Indriyanti, Nurma Yunita; Ariani, Sri Retno Dwi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8108

Abstract

Pembelajaran abad 21 bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan seperti berpikir kreatif dan kolaboratif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa keterampilan tersebut masih rendah di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik e-module berbasis Project based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan Etno-STEAM untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kolaboratif pada materi Klasifikasi Zat dan Perubahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan Teknik survei, melibatkan 31 siswa dan 3 Guru IPA di salah satu MTs Negeri Kota Surakarta. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis persentase untuk memperoleh generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran masih didominasi pendekatan teacher-centered dengan sumber belajar konvensional yang kurang interaktif. Rendahnya minat belajar siswa turut menjadi hambatan dalam mengasah keterampilan abad 21. Diharapkan, identifikasi karakteristik e-module yang dihasilkan mampu memberikan solusi terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan kolaboratif siswa pada materi klasifikasi zat dan perubahannya.
PENGEMBANGAN LKPD MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STEM-PBL PADA SUBMATERI ZAT ADITIF UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VIII Umaeroh, Umah; Islami, R. Ahmad Zaky El; Taufik, Annisa Novianti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas dan angket respon peserta didik terhadap LKPD dengan menggunakan model pembelajaran STEM-PBL pada submateri zat aditif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research Development (RD). Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dari Sugiyono (2016) yang hanya dilaksanakan sampai 4 tahap yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), dan implementasi (implementation) pada kelompok kecil. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket validasi ahli dan angket respon peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata total persentase dosen  Pendidikan IPA masuk dalam kategori “Sangat Valid” yaitu sebesar 90,76%. Sedangkan kategori “Sangat Positif” yaitu sebesar 86,92% berdasarkan respon peserta didik. Karena selaras dengan tahapan model pembelajaran STEM-PBL dan indikator kemampuan berpikir kritis, maka penggunaan model pembelajaran STEM-PBL pada LKPD pada submateri zat aditif dapat dikatakan sangat valid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOROGAN-BANDONGAN UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN INDIVIDU PADA MATERI ASAM BASA Irfania, Aqila; Rinaningsih, Rinaningsih
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah putaran pembelajaran sorogan-bandongan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mencapai ketuntasan individu dalam materi asam basa. Jenis penelitian ini adalah pra ekperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest. Sasaran penelitian ini adalah 33 peserta didik SMA. Instrumen yang digunakan adalah lembar pretest-posttest dan lembar tes diagnostik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putaran pembelajaran peserta didik untuk mencapai ketuntasan individu bervariasi, terdapat 8 peserta didik yang membutuhkan 1 kali putaran pembelajaran; 16 peserta didik yang membutuhkan 2 kali putaran pembelajaran: 7 peserta didik yang membutuhkan 3 kali putaran pembelajaran; dan 2 peserta didik yang membutuhkan 4 kali putaran pembelajaran. Kata Kunci: Putaran Pembelajaran; Sorogan-Bandongan; Ketuntasan Individu
DEVELOPMENT OF AUDIO-VISUAL LEARNING MEDIA BASED ON THE CAPCUT APPLICATION TO ENHANCE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENT'S LEARNING MOTIVATION Patibang, Rike Trisanti; Paat, Meike; Rungkat, Jovialine Albertine; Warouw, Zusje Wiesje Merry; Rampengan, Mercy Maggy Franky; Mokalu, Yohanes Bery
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7795

Abstract

This study aims to develop audio-visual learning media based on the CapCut application to enhance junior high school students' learning motivation on the topic of the human digestive system. The method employed is Research and Development (RD) using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) to produce learning media that are valid, practical, and effective. The research subjects were eighth-grade students at SMP Negeri 1 Tombulu. Validation results indicated that the media were deemed highly valid by both content experts (94%) and media experts (96%). The practicality of the media was also rated highly, with teacher responses at 96%, small group trials at 97.53%, and large group trials at 96.06%. The effectiveness of the media was evidenced by a significant increase in students’ learning motivation, with an N-Gain score of 0.95 or 94.57%, and an improvement in learning outcomes with an N-Gain of 0.79 or 79%. This media integrates animation, text, audio, and interactive video, thereby facilitating engaging delivery of the material. The study demonstrates that CapCut-based media can serve as an innovative solution to improve the quality of science learning at the junior high school level.
MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN MELALUI PRAKSIS KRITIS PENDIDIKAN SAINS EMANSIPATORIS DI SEKOLAH DASAR Gustina, Devi Maya; Rahayu, Dwi Puri; Jannah, Fitri Miftahul; Julianto, Julianto; Susiyawati, Enny; Hidayati, Fitria
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8021

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya pendidikan sains emansipatoris di tingkat sekolah dasar untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan berkelanjutan pada siswa. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin parah, pendidikan berbasis keberlanjutan menjadi sangat penting untuk membentuk generasi yang peduli terhadap alam. SD Negeri 1 Sonoageng, dengan pendekatan pendidikan yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan berbasis lingkungan, menjadi lokasi penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan sains emansipatoris dapat memfasilitasi pembelajaran yang kritis dan transformatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran sains dan wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan beberapa siswa. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola-pola penting dalam praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan sains emansipatoris di SD Negeri 1 Sonoageng efektif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis siswa, meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya dan tekanan kurikulum. Siswa menunjukkan perubahan perilaku positif terhadap lingkungan dan merasa lebih bertanggung jawab atas keberlanjutan alam sekitar. Kesimpulannya, pendidikan sains emansipatoris dapat menjadi alat yang efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan berkelanjutan pada siswa sekolah dasar, meskipun membutuhkan dukungan kebijakan dan sumber daya yang lebih baik.
ANALISIS KEBUTUHAN AWAL PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED-REALITY BERBASIS ASSEMBLER-STUDIO-WEB PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Asy'ari, M.; Widodo, Wahono; Prahani, Binar Kurnia; Julianto, Julianto; Suryanti, Suryanti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan awal dalam pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Assembler Studio Web pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap guru untuk menggali informasi terkait kendala dalam pembelajaran IPAS, kebutuhan akan media pembelajaran interaktif, serta kesiapan dalam mengadopsi teknologi AR. Observasi dilakukan di kelas untuk memahami proses pembelajaran secara langsung, sedangkan dokumentasi mencakup analisis silabus, modul ajar, dan bahan ajar yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih didominasi metode ceramah dan buku teks, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak. Guru dan siswa membutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. AR berbasis Assembler Studio Web berpotensi menjadi solusi efektif karena dapat menyajikan materi dalam bentuk visual dan interaktif. Namun, implementasi teknologi ini memerlukan dukungan infrastruktur sekolah, pelatihan guru, serta desain media yang mudah digunakan. Dengan demikian, pengembangan media AR dalam pembelajaran IPAS berpotensi meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan penerapannya di sekolah dasar.
EFEKTIVITAS MODUL PEMBELAJARAN HYPERCONTENT DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN HOTS DI KELAS V SD Widyastika, Dinda; Misykah, Zulvia; Daulay, Raja Sakti Arief
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.9411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas modul pembelajaran hypercontent digital berorientasi HOTS (High Order Thinking Skills) di tingkat sekolah dasar. Menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dengan desain kuasi eksperimen, penelitian dilaksanakan di SD Negeri 066038 Simalingkar dengan subjek siswa kelas V. Pengembangan modul mengacu pada taksonomi Anderson Krathwohl (2001), teori multimedia Mayer (2014), dan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP). Validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan modul masuk kategori “sangat layak” dan “layak” (persentase 79,7%–90%). Uji coba skala kecil dan besar melibatkan 37–118 siswa, dengan instrumen berupa tes HOTS, angket respons, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis siswa: kategori “Berkembang Sangat Baik” meningkat dari 20 menjadi 34 siswa, sementara kategori “Mulai Berkembang” menurun dari 35 menjadi 9 siswa. Uji statistik (uji-t, α = 0,05) menghasilkan p-value = 0,000 ( 0,05), membuktikan modul berpengaruh positif terhadap HOTS. Temuan ini menegaskan bahwa modul hypercontent digital beroreintasi HOTS, khususnya pada dimensi berpikir kritis, kreatif, dan mandiri
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RADEC TERINTEGRASI ETNOKIMIA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI GREEN CHEMISTRY Antika, Vivi Dwi; Arianingrum, Retno; Mutiarasani, Dwi Rizki
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.9183

Abstract

Mengkaji bagaimana keterampilan berpikir kritis dan komunikasi siswa dalam Green Chemistry dipengaruhi oleh paradigma pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) yang mencakup etnokimia ialah tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini mempergunakan desain quasi-experimental dengan dua kelompok: satu kelompok menggunakan model Discovery Learning sebagai kontrol, sementara kelompok lainnya menggunakan model RADEC dengan ethnochemistry sebagai komponen eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari empat kelas X SMA Negeri 5 Cirebon yang ditentukan melalui random sampling setelah uji normalitas dan homogenitas. Instrumen penelitian meliputi tes two-tier multiple choice untuk mengukur kemampuan berpikir kritis serta angket dan lembar observasi untuk menilai keterampilan komunikasi. Analisis data mempergunakan N-gain, MANOVA, dan effect size. Hasil penelitian memperlihatkan model RADEC lebih efektif dibandingkan Discovery Learning, dengan peningkatan N-gain kemampuan berpikir kritis sebesar 0,51 (kategori sedang) dan keterampilan komunikasi senilai 0,49 (kategori sedang), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji MANOVA mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan (p 0,05), dengan kontribusi efektif senilai 53,1% secara simultan, 13,0% pada berpikir kritis (efek sedang), dan 51,5% pada komunikasi (efek besar). Simpulannya ialah bahwa model RADEC terintegrasi etnokimia efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan komunikasi, sekaligus menguatkan relevansi pembelajaran kimia dengan konteks budaya lokal.
A LITERATURE-BASED INVESTIGATION OF THE BRAIN-BASED LEARNING MODEL IN SCIENCE LEARNING Solehah, Fadila Ismar; Irwandani, Irwandani; Pratama, Anisa Oktina Sari
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8512

Abstract

This research seeks to evaluate the impact of the brain-based learning approach on science education. The method applied is a systematic literature review using the PRISMA model, utilizing various databases such as Google Scholar through the publish or perish application, Garuda, and scopus. A systematic literature review is used to conclude and provide recommendations that are relevant to issues related to the impact of brain-based learning models in science education from 2020-2024. The analysis demonstrated that the application of the BBL model had a positive effect on students' concept understanding and critical thinking skills, especially in Biology and Physics. Interest in BBL had decreased in 2022-2023 but increased again in 2023. This model is predominantly applied in senior high schools, although it is also effective in elementary schools to improve students' memory. Geographically, BBL is more optimal in Western and Central Indonesia, while Eastern regions face challenges related to facilities and teacher training. The BBL method can enhance the quality of science learning but requires more attention to teacher training and the provision of facilities.