cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jmpengabmas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi,Universitas Mandala Waluya Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27224902     EISSN : 27453588     DOI : https://doi.org/10.35311/jmpm
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 427 Documents
Sosialisasi Program Pemberdayaan Kelompok Tani dan PKK di Desa Palrejo Kabupaten Jombang Jawa Timur Sebagai Upaya Meningkatkan Produksi dan Sumber Daya Rahayuningsih, Suesthi; Rijanto, Achmad; Zulfika, Dicki Nizar
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.725

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Mitra pemerintah kegiatan ini adalah Pemerintah Desa Palrejo, sedangkan mitra sasaran terdiri dari Kelompok Tani (Poktan) Desa Palrejo dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Palrejo. Permasalahan yang dihadapi Poktan Desa Palrejo ada 2 bidang yaitu bidang produksi dan bidang manajemen, sedangkan permasalahan TP PKK Desa Palrejo ada 2 yaitu bidang sosial kemasyarakatan dan manajemen. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengatasi permasalahan Kelompok Tani Desa Palrejo di bidang produksi dan manajemen dalam bentuk memberikan hibah alat penanam benih padi, pompa air sawah berbahan bakar ganda (bensin dan gas) dan cara penggunaannya, sedangkan kepada TP PKK di bidang sosial kemasyarakatan dan manajemen, dalam bentuk meningkatkan pengetahuan stunting dan gizi buruk serta hibah alat pengolah makanan dan minuman ringan berupa deep friyer gas, cup sealer, dan spinner beserta cara penggunaannya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode edukatif kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi program pemberdayaan kepada kedua mitra sasaran. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah Poktan Desa Palrejo mengetahui dan memahami berbagai program kegiatan pemberdayaan yang akan diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi kelompok tani, anggota TP PKK mengetahui dan memahami berbagai program kegiatan pemberdayaan yang akan diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh TP PKK Desa Palrejo.  Kelompok tani dan TP PKK desa Palrejo sangat mendukung dengan adanya program pemberdayaan masyarakat ini, karena program ini dapat meningkatkan aset di bidang produksi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha Kelompok Tani dan TP PKK desa Palrejo.
Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Melalui Kegiatan Sosialisasi Deyantri, Mona; Tresa Nursolekhatun; Fatmawati, Dwi Putri; Tania, Joyce Michelle; Hidayatulloh, Amir
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.726

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara, bahkan pajak adalah sumber penerimaan negara terbesar. Sehingga, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Salah satunya adalah sosialisasi pajak dan retribusi. Hal ini bisa jadi masyarakat tidak bersikap patuh karena masyarakat belum mengetahui pajak secara keseluruhan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan pajak dan retribusi yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayarkan pajaknya. Kegiatan sosialisasi pajak dan retribusi ini dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Juli 2025 bertempat di Kota Yogyakarta yang diikuti 14 peserta. Kegiatan ini berbentuk sosialisasi secara langsung yang dilakukan dengan mendatangi secara langsung masyarakat (jemput bola). Pengabdian ini mengukur pengetahuan masyarakat sebelum pengabdian (pre-test) dan setelah pengabdian (post-test). Analisis data dilakukan dengan analisis persentase pemahaman masyarakat terkait pengetahuan pajak dan retribusi. Uji Pre-test menghasilkan bahwa 71,43% masyarakat memahami definisi pajak, 50% memahami perbedaan pajak dan retribusi, 71,43% memahami fungsi pajak, 64,28% memahami bahwa ketika parkir ditepi jalan dikenakan retribusi, 50% memahami bahwa ketika membeli produk di supermarket dikenakan Pajak, dan 92,86% memahami bahwa ketika masuk tempat wisata dikenakan retribusi. Setelah diadakan sosialisasi (hasil uji post-test), 100% peserta memahami definisi pajak, perbedaan pajak dan retribusi, fungsi pajak, pengenaan retribusi saat parkir ditepi jalan, pengenaan pajak saat melakukan pembelian di supermarket, dan pengenaan reribusi saat memasuki tempat wisata.
Pemberdayaan GAPOKTAN “Tani Agung” Banyuwangi dalam Diversifikasi Produk Buah Naga melalui Teknologi Vacuum Frying kusumasari, Findi citra; Mardiyanto, Mohammad; Kurniawati, Emi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.731

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan komoditas hortikultura unggulan dengan potensi pasar tinggi, namun distribusi kualitas hasil panen tidak merata. GAPOKTAN “Tani Agung” Banyuwangi menaungi kelompok petani buah naga dimana sekitar 10% produksi buah naga yang dihasilkan tergolong grade C dengan mutu rendah sehingga bernilai jual sangat rendah dan seringkali terbuang, menimbulkan kerugian ekonomi dan beban lingkungan. Permasalahan ini menuntut adanya solusi pengolahan pascapanen yang mampu meningkatkan nilai tambah buah naga grade C. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan petani melalui pelatihan diversifikasi produk menjadi keripik buah naga menggunakan teknologi vacuum frying, yang dapat menjaga warna, rasa, tekstur, serta kandungan gizi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 35 petani anggota GAPOKTAN. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan (penyusunan modul dan instrumen pre-test), sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra secara signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata pre-test 71.1±5.27 menjadi 88.05±4.70 pada post-test. Produk keripik yang dihasilkan memiliki tekstur renyah, warna menarik, rendah, serta cita rasa khas yang berpotensi dipasarkan sebagai camilan sehat. Kendala utama yang dihadapi adalah kompleksitas pengoperasian mesin vacuum frying yang masih memerlukan pendampingan teknis lebih lanjut. Pelatihan yang telah dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah buah naga grade C menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi food waste, memperkuat daya saing agroindustri lokal, dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani.
Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Berbasis Digital (Cyber Violence) Setiawati, Ida Agus; Agustina, Indria; Hila, Syahrio Marta
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.732

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga meningkatkan risiko kekerasan berbasis digital pada anak. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya kerentanan anak terhadap kejahatan online. KPAI mencatat 26.869 kasus kekerasan digital pada 2024, sedangkan Simfoni PPA melaporkan 7.842 kasus kekerasan terhadap anak pada periode Januari–Juni 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di LKSA Aisyiyah “Kasih Ibu” dengan sasaran 18 anak berusia 8–18 tahun. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam menggunakan media digital secara aman. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, storytelling, dan ice breaking. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi perilaku, serta perbandingan kemampuan awal (pre-evaluasi) dan capaian akhir (post-evaluasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan praktik keamanan digital. Sebelum kegiatan, hanya 4 dari 18 anak yang mampu menyebutkan empat jenis kekerasan digital, dan 15 anak memiliki akun media sosial tanpa pengaturan privasi. Setelah kegiatan, 12 anak secara mandiri mengunci akun mereka, sedangkan 6 lainnya melakukan pengaturan privasi dengan pendampingan. Selain itu, 85% anak mampu menjawab pertanyaan evaluatif dan 7 anak aktif berdiskusi serta bertanya mengenai risiko dunia maya. Temuan ini menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, sikap kehati-hatian, serta perubahan perilaku nyata dalam menjaga privasi. Implikasi kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi literasi digital sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari paparan kekerasan digital. Edukasi berbasis pendekatan interaktif terbukti efektif dan dapat direplikasi di panti maupun sekolah lain.
Pelatihan Pengolahan Gurita Menjadi SAGU (Sambal Gurita) di Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur Thoy Batun Citra Rahmadani; Mulyani, Laily Fitriani; Dipokusumo, Bambang
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.734

Abstract

Kelompok nelayan yang termasuk dalam Pokmaswas Tanjung Menangis merupakan salah satu kelompok yang berada di Pantai Ketapang, Desa Pringgabaya, Lombok Timur. Salah satu hasil tangkapan mereka adalah gurita. Gurita merupakan hewan cephalopoda yang cukup melimpah di Perairan Ketapang, Lombok Timur. Selama ini kelompok masyarakat hanya mengandalkan pendapatan dari hasil tangkapan di alam, sehingga ketika terjadi cuaca buruk maka nelayan tidak memiliki penghasilan. Oleh sebab itu program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan diversifikasi produk dari gurita menjadi sambal gurita. Olahan sambal sudah sangat popular di Indonesia, namun sambal yang terbuat dari gurita masih sangat jarang ditemukan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu survei lokasi, persiapan alat dan bahan, diskusi, praktik pembuatan sambal gurita dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk meneruskan kegiatan pembuatan sambal dan menjadikan sumber pendapatan. Dari segi hasil olahan, sambal yang diolah memiliki warna merah cerah dan rasa yang sesuai dengan selera masyarakat. Selanjutnya, dari hasil evaluasi terlihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pemahaman pengolahan gurita menjadi sambal gurita dari 20% di tahap awal dan setelah pelatihan menjadi 90%.
Optimalisasi Penggunaan Media Website sebagai Upaya Peningkatan SDGs Desa Kalitengah Banjarnegara Septiana, Ika; Ulfiyani, Siti; Harjanto, Aris Tri Jaka
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.738

Abstract

Perkembangan dunia teknologi yang kian berkembang pesat memberikan pengaruh pada pemerintahan salah satunya desa. Dengan adanya teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi lokal di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Kurangnya platform digital yang representatif untuk memasarkan pariwisata dan produk UMKM menyebabkan terbatasnya visibilitas desa sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan kompetensi literasi digital masyarakat melalui pengelolaan situs web, mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan SDGS desa dan meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian yaitu diskusi, ceramah, praktik dalam bentuk pelatihan. Tahapan metode yang digunakan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Peserta kegiatan pengabdian meliputi unsur Pokdarwis, UMKM, Karangtaruna, perangkat desa, PKK, tokoh masyarakat yang didominasi peserta dengan usia 31—40 sebanyak 35,7%. Peserta yang belum mengetahui website desa sebanyak 64,3%. Pelatihan pembuatan media web berfokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan teknis pembuatan konten dan pengelolaan platform serta peningkatan kesadaran akan pentingnya transformasi digital di era modern. Luaran kegiatan berupa terbentuknya website Desa Kalitengah untuk memperkuat tata kelola desa dan mendukung keberlanjutan desa SDGs desa melalui peningkatan ekonomi melalui pariwisata dan UMKM. Kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait pengelolaan Web desa sehingga meningkatkan literasi digital dan menyediakan platform promosi desa.
Batik Warna Alam untuk Konservasi Lingkungan: Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Wisata MENARI, Kabupaten Semarang Handayani, Widhi; Handoko, Yoga Aji
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.739

Abstract

Berbagai kerusakan lingkungan hidup yang berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat menuntut diupayakannya pendidikan lingkungan hidup sejak dini. Salah satu bentuk pendidikan lingkungan hidup sejak dini adalah memperkenalkan batik warna alami melalui pelatihan membatik di Desa Wisata MENARI, Ngrawan, Kabupaten Semarang. Desa wisata ini merupakan salah satu kelompok binaan ASTRA yang mendedikasikan upaya pelestarian berbagai kesenian tradisional. Batik dipilih karena ia merupakan warisan budaya Indonesia, motifnya melibatkan keanekaragaman hayati, dan dapat memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kekayaan hayati yang potensial digunakan sebagai pewarna alami untuk batik. Oleh sebab itu, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelatihan membatik bagi siswa kelas SD. Pelatihan diikuti oleh 120 siswa kelas IV SDIT Permata Bunda dari Demak dengan metode eksperiensial yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) pemaparan materi; dan (2) praktik membatik dan pewarnaan dengan pewarna alami.  Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias, dan hasilnya berupa kain batik yang diwarnai dengan Secang dan Tingi dapat mereka bawa pulang.  Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebelumnya para peserta pelatihan ini sudah pernah belajar membatik dengan pewarnaan sintetis. Ada berbagai alasan mereka mengikuti pelatihan ini, dan yang paling banyak dikemukakan adalah bahwa (1) mereka ingin belajar membatik; (2) membatik adalah kegiatan yang menyenangkan; (3) mengikuti program sekolah.  Meski demikian, ada sedikit (3%) yang mengikuti pelatihan membatik untuk melestarikan budaya bangsa.  Hasil post-test menunjukkan bahwa 79% dari peserta sudah memahami proses membatik.  Pelatihan membatik ini diharapkan akan dapat menumbuhkan kecintaan siswa SD dalam melestarikan lingkungan hidup, yaitu keanekaragaman hayati, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Edukasi Mikrobiota Usus dan Pengolahan Pangan Probiotik sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sokawera, Banyumas Pauzi, Rizqi Yanuar; Wahyurin, Izka Sofiyya; Ihtiaringtyas, Suci; Khoirunnisa, Rihhadatul; Inayah, Jannah Al
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.741

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang serius di Desa Sokawera, Banyumas. Permasalahan ini diperburuk oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang peran mikrobiota usus dalam penyerapan gizi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanggulangi stunting melalui intervensi holistik yang mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research yang melibatkan 40 ibu balita dan kader Posyandu. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: asesmen awal (pre-test), implementasi program (penyuluhan kesehatan dan pelatihan produksi pangan fungsional “LowiPro” berupa yoghurt dan biskuit pisang), dan evaluasi (post-testdengan analisis N-gain). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek yang diukur, meliputi pemahaman tentang mikrobiota usus, stunting, infeksi parasit, serta keterampilan produksi dan sertifikasi produk. Analisis data menunjukkan skor N-gain berada pada kategori rendah hingga sedang (0,14–0,37). Peserta berhasil memproduksi produk “LowiPro” dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan produksi sebagai wirausaha mandiri dan alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Oleh karena itu, integrasi edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk pencegahan stunting.
Edukasi Dan Pemeriksaan Hemoglobin Pada Masyarakat Pesisir Dan Pertambangan di Kecamatan Kapoila Desa Lalimbue Kabupaten Konawe Purnamasari, Wa Ode Gustiani; Purnama, Titi; Arif, Erick Erianto; Yuhadi, Asfani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.744

Abstract

Edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan penunjang utama untuk mendeteksi adanya indikasi penyakit anemia. Lokasi pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Kapoila Desa Lalimbue Kabupaten Konawe Selatan merupakan wilayah pesisir dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan yang rentan mengalami anemia akibat faktor nutrisi dan pola hidup. Anemia terjadi akibat penurunan kadar hemoglobin dalam darah akibat defisiensi zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat pesisir Desa Lalimbue. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin dan penyuluhan kesehatan pada 23 responden dengan rentang usia 29 – 45 dan 26 – 77 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan 57% responden memiliki kadar hemoglobin normal dan 43% mengalami kadar hemoglobin abnormal yang menunjukkan risiko anemia. Edukasi kesehatan mengenai pengenalan penyakit degeneratif. Kegiatan ini penting untuk deteksi dini anemia dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya kelompok rentan di wilayah pesisir.
Pelatihan Integrasi Teknologi berbasis TPACK bagi Guru IPA untuk Membumikan Sains melalui Proyek Kontekstual Siswa YANTI, MEILI; Rizal, Haryanti Putri; A, Fauziah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.745

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru Ilmu Pengetahuan Alam dalam menerapkan kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge melalui pembelajaran kontekstual berbasis proyek. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya minat dan literasi sains siswa yang disebabkan oleh dominasi metode hafalan, keterbatasan pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan penguasaan konten lintas bidang karena sebagian besar guru berlatar belakang Biologi atau Fisika. Program pengabdian dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan, penerapan, dan evaluasi. Pelatihan disusun secara sistematis dalam tiga fokus utama: penguasaan teknologi, penguatan strategi pedagogis, dan penyegaran konten materi IPA. Jumlah Guru yang dilatih sebayak 20 orang yang terdiri dari 10 sekolah di Majene. Guru dilatih memanfaatkan berbagai media digital seperti simulasi interaktif dan platform pengolahan data untuk memvisualisasikan konsep abstrak, merancang pembelajaran berbasis proyek, serta mengintegrasikan konsep Fisika, Biologi, dan Kimia secara terpadu. Setelah pelatihan, guru mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dengan membimbing siswa mengidentifikasi masalah lokal, merancang proyek sains, dan memamerkan hasilnya dalam gelar karya siswa. Terdapat 10 jenis proyek yang berbeda dari setiap kelompok guru. Hasil evaluasi menunjukkan respons sangat positif, peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi, serta keberhasilan mereka membimbing pembuatan proyek sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini disimpulkan berhasil memperkuat keterampilan integratif guru, memfasilitasi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis data, serta memberikan dampak nyata pada peningkatan kreativitas, partisipasi, dan literasi sains siswa. Temuan ini menjadi dasar penting bagi keberlanjutan program dan diseminasi praktik baik ke sekolah lain.