cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024): June" : 21 Documents clear
Pendampingan Pengelolaan Laboratorium IPA SMP Muhammadiyah Kota Malang Untuk Memfasilitasi Keterampilan Proses Sains Siswa Permana, Tutut Indria; Nuryady, Moh Mirza; Ariesaka, Kiky Martha; Ganes, Tegar; Nazila, Farah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1855

Abstract

Pengelolaan laboratorium IPA harus didayagunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung kegiatan kurikuler secara optimal. Pengelolaan laboratorium IPA yang optimal dapat mendukung tercapainya keterampilan proses sains siswa ketika menggunakan laboratorium pada proses pembelajaran. Namun demikian, tidak semua sekolah sudah memiliki sumber daya yang memadai dan pengelolaan laboratorium IPA yang baik. Seperti halnya yang terjadi di beberapa SMP Muhammadiyah di kota Malang yang mengalami kendala dalam pengelolaan laboratorium IPA di sekolah, seperti belum adanya etiket dan label pada alat bahan, belum adanya Standart Operational Procedure setiap alat, dan juga penataan alat bahan yang tidak aturan. Agar mampu memfasilitasi siswa untuk dapat memiliki keterampilan proses sains, sekolah memang perlu melakukan pengelolaan laboratorium IPA secara optimal untuk mendukung kegiatan akademik maupun non akademik siswa. Pengelolaan laboratorium yang baik akan memudahkan proses pembelajaran laboratorium, sehingga kegiatan pembelajaran praktik dilaboratorium dapat lebih maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pengelolaan laboratorium IPA di SMP Muhammadiyah kota Malang. Kegiatan pengelolaan laboratorium ditujukan pada pihak sekolah yang terdiri dari pejabat struktural dan guru mata pelajaran yang berkaitan dengan kegiatan praktikum dalam laboratorium IPA. Kegiatan pengabdian tersusun atas: 1) observasi kondisi laboratorium IPA yang ada di sekolah; 2) sosialisasi dan workshop tentang standar pengelolaan laboratoium IPA; dan 3) pelaksanaan perbaikan managemen pengelolaan laboratorium IPA. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan guru dalam pengelolaan laboratorium yang sesuai standar dan telah dilakukan perbaikan managemen pengelolaan laboratorium dengan melengkapi SOP yang ada di laboratorium. Lebih lanjut lagi, di laboratorium setiap sekolah mitra telah terdapat poster tatacara praktikum, SOP, etiket dan labelling alat bahan. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini akan mewujudkan pengelolaan laboratorium IPA yang memadai untuk mendukung kegiatan akademik dan non akademik siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di SMP Muhammadiyah Malang. Assistance in Managing Science Laboratories at Muhammadiyah Junior High Schools in Malang City to Facilitate Students' Scientific Process Skills Abstract The management of science laboratories must be utilized effectively and efficiently to optimally support curricular activities. Optimal management of science laboratories can support the achievement of students' scientific process skills when using the laboratory in the learning process. However, not all schools have adequate resources and good science laboratory management. This is the case in several Muhammadiyah Junior High Schools in Malang city, which face challenges in managing their science laboratories, such as the lack of labels and etiquette on equipment and materials, the absence of Standard Operating Procedures for each piece of equipment, and the disorganized arrangement of equipment and materials. To facilitate students in acquiring scientific process skills, schools indeed need to manage their science laboratories optimally to support both academic and non-academic student activities. Good laboratory management will facilitate the laboratory learning process, making practical learning activities in the laboratory more effective. This community service activity aims to provide assistance in managing science laboratories at Muhammadiyah Junior High Schools in Malang city. The laboratory management activities are aimed at school personnel, including structural officials and subject teachers involved in laboratory practical activities. The community service activities consist of: 1) observing the current condition of science laboratories in the schools; 2) socialization and workshops on standard science laboratory management; and 3) implementing improvements in laboratory management. The results of this community service activity include an increase in teachers' knowledge in managing laboratories according to standards, and improvements in laboratory management by completing the existing SOPs in the laboratories. Furthermore, each partner school's laboratory now has posters on practical procedures, SOPs, etiquette, and labeling of equipment and materials. Thus, this community service activity will result in adequate science laboratory management to support both academic and non-academic student activities, aiming to improve the quality of the learning process at Muhammadiyah Junior High Schools in Malang city.
Pelatihan Metodologi Riset Sebagai Upaya Implementasi Program Madrasah Riset Bagi Guru Madrasah di Kabupaten Paser Salmitha, Lely; Ulfah, Zakiyah; Raihan, Raihan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1863

Abstract

Dalam program madrasah riset, guru pembimbing memiliki peran dalam mengarahkan dan memotivasi siswa dalam mewujudkan kreatifitas dan inovasinya dalam kegiatan riset. Sebagai upaya implementasi program madrasah riset pada madrasah di Kabupaten Paser penting untuk dilakukan pelatihan metodologi riset untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membimbing riset siswa dan sebagai bukti profesionalisme pada bidang keilmuan yang diampu. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan riset. Kegiatan pelatihan metodologi riset, dilaksanakan dengan pendekatan andragogi dengan tahapan kegiatan meliputi observasi, perencanaan dan persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa 84,87% peserta sangat setuju dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan metodologi riset, dan dapat dikatakan bahwa pelatihan tersebut telah berhasil dengan indikator bahwa kegiatan pelatihan telah sesuai sasaran, materi yang disampaikan juga relevan dengan kebutuhan peserta pelatihan, yang cakupan materinya sesuai dengan tujuan dan sasaran pelatihan serta sesuai dengan perkembangan ilmu dan Pendidikan. Training in Research Methodology to Implement a Research Madrasah Program for Teachers in Paser District Abstract As an attempt to implement the research madrasah programme in Paser district, it is important to conduct training in research methodology in order to improve the teacher's ability to guide students' research and as proof of professionalism in the field of science. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of teachers when conducting research. Research methodology training activities are carried out with an andragogic approach, with stages of activities including observation, planning and preparation of activities, implementation activities, and evaluation activities. Based on the results of the survey, it is known that 84.87% of participants strongly agree with the implementation of training activities and the and the methodology of research, and it can be said that the training has been successful with indicators that training activities have been targeted. The material submitted is also relevant to the needs of the training participants, whose coverage matters in accordance with the purposes and objectives of training as well as in line with the progress of science and education.
Pelatihan Perancangan Logo Sebagai Identitas Visual Pure Management Palembang Yulius, Yosef; Halim, Bobby; Aiununnisa, Amelia; Rahma, Hadhira
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1895

Abstract

Dengan berkembangnya pemasaran digital, para pengusaha jasa perlu memanfaatkan promosi digital, termasuk penggunaan logo sebagai identitas merek dan penerapannya pada media promosi. Logo sebagai identitas visual penting untuk memudahkan target pasar mengenali dan mengidentifikasi merek. Pure Management, yang bergerak di bidang pelayanan musik rohani, menghadapi tantangan dalam hal ini karena kurangnya divisi promosi dan desain grafis. Akibatnya, penggunaan logo sebagai identitas visual sering terabaikan, mempengaruhi citra perusahaan di mata publik. Untuk mengatasi masalah ini, Pure Management mengadakan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang penerapan logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini menggunakan metode design thinking lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendidik Pure Management tentang pentingnya penggunaan logo sebagai identitas organisasi yang tepat untuk meningkatkan pengenalan dan penggunaan oleh target pasar. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pembelajaran dasar desain komunikasi visual bagi masyarakat umum mengenai pentingnya logo. Diharapkan pelatihan ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas merek Pure Management dan media promosi lainnya. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya sebuah logo yang mampu menjadi identitas visual Pure Management atas dasar pemikiran bersama mulai dari konsep hingga hasil akhir, yang berdampak pada meningkatnya wawasan para peserta akan proses pembuatan logo berdasarkan sudut pandang keilmuan desain komunikasi visual, dan lebih dikenalnya Pure Management di kalangan Masyarakat. Logo Design Workshop as Visual Identity Pure Management Palembang Abstract With the development of digital marketing, service entrepreneurs need to utilize digital promotion, including the use of logos as brand identity and their application in promotional media. Logos as visual identities are essential to make it easier for the target market to recognize and identify the brand. Pure Management, which operates in the field of religious music services, faces challenges in this regard due to the lack of a promotion and graphic design division. As a result, the use of logos as visual identities is often neglected, affecting the company's image in the public eye. To address this issue, Pure Management held a collaborative training with the community service team on the proper application of logos in promotional media. This training uses the five stages of the design thinking method: empathize, define, ideate, prototype, and test. The goal of this community service is to educate Pure Management about the importance of using logos as the correct organizational identity to increase recognition and usage by the target market. This activity also serves as a basic learning experience in visual communication design for the general public regarding the importance of logos. It is hoped that this training can continue to improve the quality of the Pure Management brand and other promotional media. The result of this activity is the creation of a logo that can serve as the visual identity of Pure Management based on shared ideas from concept to final result, which impacts the participants' understanding of the logo creation process from a visual communication design perspective, and increases the recognition of Pure Management in the community.
Pelatihan Digital Marketing Batik Ecoprint (Bacoprint) Dengan Memanfaatkan Media Sosial Kelompok Nasyiatul Aisiyah Pekalongan Farida, Nurul; Kusumawati, Fitri Palupi; Budiono, Desi; Lepiyanto, Agil
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1909

Abstract

Nasyiatul Aisiyah (NA) Cabang Pekalongan, Lampung Timur merupakan organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah pada kalangan kelompok Perempuan muda keluarga Muhammadiyah yang terletak di kecamatan Pekalongan. Nasyiatul Aisiyah (NA) memiliki potensi potensi SDM yang mumpuni dan produk kewirausahaan hasil karya inovasi bacoprint Perempuan muda Nasyiatul Aisiyah. Namun, dengan potensinya tersebut belum dapat mengoptimalkan pemasaran produk kewirausahaan Batik Ecoprint (Bacoprint) melalui platform digital. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua dan sekretaris, setidaknya terdapat 70% anggotanya telah menggunakan platform digital media sosial instagram. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran produk kewirausahan bacoprint, salah satu cara yang kami terapkan adalah dengan memberikan pelatihan bagi kelompok Nasyiatul Aisiyah (NA) dalam melakukan teknik pemasaran bacoprint melalui digital marketing dengan memanfaatkan media sosial. Pelatihan Digital Marketing Bacoprint diharapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital marketing Batik Ecoprint (bacoprint). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dengan tatap muka dengan penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung oleh para peserta. Hasil pelatihan ini menunjukkan keberhasilan yang mampu membuat peserta sangat antusias dan berminat untuk mengikuti kegiatan serupa untuk meningkatkan soft skill mereka. Batik Ecoprint (Bacoprint) Digital Marketing Training Utilizing Social Media of the Pekalongan Nasyiatul Aisiyah Group Abstract Nasyiatul Aisiyah (NA) Pekalongan Branch, East Lampung is an autonomous organization of the Muhammadiyah Association among young women's groups of the Muhammadiyah family located in Pekalongan sub-district. Nasyiatul Aisiyah (NA) has the potential for qualified human resources and entrepreneurial products resulting from the innovative work of Nasyiatul Aisiyah's young women. However, with this potential it has not been possible to optimize the marketing of Batik Ecoprint (Bacoprint) entrepreneurial products via digital platforms. Based on the results of interviews with the chairman and secretary, at least 70% of members have used the digital social media platform Instagram. To increase knowledge and skills in marketing bacoprint entrepreneurial products, one of the methods we apply is by providing training for the Nasyiatul Aisiyah (NA) group in carrying out bacoprint marketing techniques through digital marketing by utilizing social media. It is hoped that the Bacoprint Digital Marketing Training will provide benefits for increasing Batik Ecoprint (bacoprint) digital marketing knowledge and skills. The method used in this training is face-to-face with interactive delivery of material, demonstrations and direct practice by the participants. The results of this training showed success which made participants very enthusiastic and interested in taking part in similar activities to improve their soft skills.
Pengoptimalan Olahan Blondo untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan Rahmi, Alia; Rohmanna, Novianti Adi; Saufi, Ahmad; Khusna, Lailil; Aristya, Muhammad Nabil Raihan; Azizah, Nur; Sari, Nur Sinta; Khairina, Mahfuzah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1930

Abstract

Desa Pingaran Ulu merupakan salah satu desa yang terletak diwilayah Kecamatan Astambul, Kalimantan Selatan. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai produsen Jengkol saus tahi lala. Pengolahan tahi lala secara lanjut dapat menghasilkan blondo. Blondo mengandung protein dan asam amino dan baik untuk dimanfaatkan sebagai makanan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengoptimalkan olahan blondo sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan dengan melibatkan sekitar 10 produsen saus tahi lala. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, demonstrasi, dan diskusi. Evaluasi program dilakukan dengan mengukur partisipasi masyarakat, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dan perubahan perilaku. Selama kegiatan masyarakat diberikan informasi terkait proses pembuatan blondo dari saus tahi lala dan demontrasi pembuatan bolu dan brownis dari blondo. Berdasarkan hasil kegiatan, sekitar 60% dari 40 peserta memahami teknik pengolahan blondo menjadi produk. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan dan berniat untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam usaha mereka. Kegiatan ini dinilai berhasil karena antusias warga untuk terlibat sangat tinggi. Masyarakat juga mampu mengolah blondo menjadi bolu dan brownies sebagai opsi penambahan pendapatan. Optimizing The Blondo Product to Improve the Economy of Pingaran Ulu Village Community, South Kalimantan Abstract Pingaran Ulu Village is one of the villages located in Astambul District, South Kalimantan. Most of the people work as producers of Jengkol tahila sauce. Further processing of tahilala sauce could produce blondo. Blondo contains protein and amino acids and is suitable for use as a food. Therefore, the aim of this service activity is to optimize the blondo product to improve the economy of Pingaran Ulu Village community, South Kalimantan. The activity was carried out for 3 months involving around 10 tahilala sauce producers. Service activities are carried out through socialization, coercion, and discussion. Program evaluation is carried out by measuring community participation, increased knowledge and skills, and behavior changes. During the activity, the community was given information regarding the process of making blondo from tahilala sauce and a demonstration on making sponge cake and brownies from blondo. Based on the results of the activity, about 60% of the 40 participants understood the technique of processing blondo into products. Participants also showed high enthusiasm in attending the training and intended to apply the knowledge and skills gained in their business. This activity was successful because the enthusiasm of the communities was very high. The community was also able to process blondo into cakes and brownies as an option to increase income.
Rumah Belajar Keluarga Pintar Sebagai Solusi Literasi Masyarakat Rawas Desa Noman Lama Saputra, Rama; Kusmiati, Iis; Dinissjah, Yupita Anjelica; Ulandari, Sefti; Lestari, Fitria
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1953

Abstract

Suku Rawas Merupakan suku bangsa pribumi yang berasal dari Sumatra Selatan. Salah  satu desa yang banyak dihuni oleh Suku Rawas adalah di desa Noman Lama kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara. Desa Noman Lama merupakan salah satu desa terpencil yang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara yang aksesnya hanya dapat dilalui dengan menggunakan jembatan kayu atau alat transportasi air yang dikenal dengan istilah “ketek”. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan yaitu “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)”  Tujuan Kegiatan “Rujak Pintar Ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan keterampilan serta minat masyarkat Suku Rawas dalam bidang Literasi Dan Numerasi. Metode yang digunakan pada program “Rujak Pintar” dengan Sosialisasi dan Pelatihan Program “Rujak Pintar” Menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Rawas. Hasil dari pelatihan ini berupa resep masakan dan pantun yang menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa rawas. Disimpulkan dari program “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)” dapat menjadi solusi bagi anak-anak hingga lansia yang tidak bisa menempuh pendidikan secara formal namun, dapat menikmati pendidikan secara non formal yang dilaksanakan Tim ”Rujak Pintar” dalam membantu Masyarakat untuk mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat literasi. SMART FAMILY LEARNING HOUSE AS A LITERACY SOLUTION FOR THE RAWAS COMMUNITY IN NOMAN LAMA VILLAGE Abstract Suku Rawas tribe is an indigenous tribe originating from South Sumatra. One of the villages inhabited by the Rawas tribe is Noman Lama village, Rupit sub-district, North Musi Rawas Regency. Desa Noman Lama is one of the remote villages in North Musi Rawas Regency which can only be accessed using a wooden bridge or a means of water transportation known as "ketek". Therefore, the solution offered is "Rujak Pintar (Smart Family Learning House)". The aim of the "Rujak Pintar" activity is to empower and improve the skills and interest of Suku Rawas Tribe community in the field of Literacy and Numeracy. The method used in the "Rujak Pintar" program is the "Rujak Pintar" Socialization and Training Program using two languages, namely Indonesian and Rawas. The results of this training are recipes and rhymes that use two languages, namely Indonesian and Rawas. It is concluded that the "Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)" program can be a solution for children and the elderly who cannot receive formal education, but can enjoy non-formal education carried out by the "Rujak Pintar" Team in helping the community to develop and channel literacy interests and talents.
Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Kegiatan Pelatihan Menggambar Pada Murid di Sekolah Alam Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1962

Abstract

Pelatihan Menggambar yang diadakan oleh tim PkM dari Universitas Indo Global Mandiri melibatkan murid-murid di Sekolah Dasar Sekolah Alam Palembang sebagai mitra. Adapun jumlah mitra yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 75 murid. Pelatihan ini berangkat dari permasalahan dasar, yaitu pada Jenjang awal pendidikan di Sekolah Dasar, orangtua dan guru hendaknya tidak hanya berfokus mengajarkan anak mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi juga pengembangan kecerdasan interpersonal mereka juga harus diasah dan diperhatikan. Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan seseorang dalam memahami perasaan orang lain, memotivasi dan mudah memiliki hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Permasalahan lainnya, pada konteks pendidikan, di Sekolah-sekolah tidak jarang ditemui yang mengajarkan tentang bidang seni merupakan guru yang bukan bidangnya atau tidak memiliki kompetensi dibidang seni, terutama seni rupa. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah, mengasah keterampilan, kreatifitas serta yang lebih terpenting adalah mengasah kecerdasan interpersonal mereka. Kegiatan PkM yang dilaksanakan ini menggunakan metode Survei, wawancara, sosialisasi, dan Pelatihan. Adapun hasil kegiatan menggambar untuk murid Sekolah Dasar diantaranya adalah menghasilkan karya gambar yang memiliki nilai estetik, serta sesuai dengan unsur-unsur dan kaedah pada bidang seni rupa. Peserta juga dapat pengetahuan terkait dengan bahan, alat dan teknik yang digunakan untuk menggmbar, serta yang paling terpenting adalah dapat mengasah kecerdasan interpersonal untuk peka terhadap lingkungan sekitar baik dalam bersosialisi, maupun dalam merespon benda ataupun objek disekitar untuk diadikan ide dalam menciptakan atau menghasilkan sebuah karya seni. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Increase Student Skills in Palembang Abstract The Drawing Training held by the PkM team from Indo Global Mandiri University involved students at Sekolah Alam Palembang Elementary School as partners. The number of partners who took part in this training was 75 students. This training starts from the basic problem, namely that at the initial level of education in elementary school, parents and teachers should not only focus on teaching their children to read, write and count. However, the development of their interpersonal intelligence must also be honed and paid attention to. Interpersonal intelligence is a person's ability to understand other people's feelings, motivate and easily have social relationships with the surrounding environment. Another problem, in the educational context, is that in schools it is not uncommon to find teachers who teach about the arts, who are not in the field or do not have competence in the arts, especially fine arts. This training aims to increase, hone their skills, creativity and, more importantly, hone their interpersonal intelligence. The PkM activities carried out use survey, interview, outreach and training methods. The results of drawing activities for elementary school students include producing drawings that have aesthetic value, and are in accordance with the elements and rules in the field of fine arts. Participants also gain knowledge related to materials, tools and techniques used for drawing, and the most important thing is to be able to hone their interpersonal intelligence to be sensitive to the surrounding environment both in socializing, and in responding to things or objects around them to use as ideas in creating or producing a work art.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Perumahan Samaji Asri Kecamatan Taktakan, Kota Serang Ghifari, Brillan Reihan Al; Fauzi, Ahmad; Darmawan, Dadan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1981

Abstract

Pemberdayaan masyarakat harus ada dalam semua hal, termasuk dalam memelihara kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan mencerminkan kondisi masyarakat yang tinggal di dalamnya. Pemberdayaan lingkungan merupakan cita-cita bersama sehingga diciptakan secara bersama-sama. Berdayanya lingkungan ditandai dengan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas masyarakatnya, artinya aktivitas masyarakat tidak akan terganggu dikarenakan alasan lingkungannya. Tujuan pendiri bank sampah di Perumahan Samaji Asri sebenernya bukan hanya berorientasi pada penambahan kesejahteraan tapi juga memberikan kesadaran kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya menjaga lingkungan dan bisa menjadi budaya bagi masyarakat Perumahan Samaji Asri. Penambahan soft skill keterampilan berupa keahlian daur ulang sampah yang ditujukan bagi para pengelola bank sampah dan masyarakat setempat, tujuan diberikannya soft skill ini adalah masyarakat dapat melilah sampah dengan benar dan mampu menghasilkan produk-produk bernilai jual/ekonomis tinggi. Sehingga bisa membuat masyarakat Perumahan Samaji Asri lebih kreatif dan bisa menjaga lingkungan dengan baik. Community Empowerment Through Waste Management at the Samaji Asri Housing Waste Bank, Taktakan District, Serang City Abstract Community empowerment must exist in all matters, including maintaining environmental cleanliness. A clean environment will reflect the condition of the people living in it. Environmental empowerment is a shared ideal so it is created together. Environmental empowerment is characterized by environmental conditions that support community activities, meaning that community activities will not be disturbed due to environmental reasons. The aim of establishing the waste bank at Samaji Asri Housing is actually not only oriented towards increasing welfare but also providing awareness to the community so that people can know the importance of protecting the environment and that it can become a culture for the Samaji Asri Housing community. The addition of soft skills in the form of waste recycling skills is aimed at waste bank managers and local communities. The aim of providing these soft skills is that the community can process waste properly and be able to produce products of high selling/economic value. So that it can make the Samaji Asri Housing community more creative and able to protect the environment well.
Diseminasi Media Pembelajaran Materi Virus Berbasis Permainan Peran Virulent Attack bagi MGMP Biologi Kota Malang Zahrah, Natasya Adiba; Ramadhan, Muhamad Justitia; Kharomah, Sinta; Kharomah, Sindi; Setiawan, Deny; Mahanal, Susriyati; Zubaidah, Siti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1985

Abstract

Materi virus dianggap sebagai materi yang sulit untuk dipelajari di kelas 10 SMA. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan diseminasi ini adalah untuk menyebarluaskan media pembelajaran permainan peran Virulent Attack pada materi virus, kepada peserta diseminasi melalui giat rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Kota Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan diseminasi ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan dengan melakukan Focus Disscussion Group (FGD) untuk mendiskusikan rincian kegiatan yang akan dilakukan, (2) persiapan dengan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan saat tahap pelaksanaan (3) pelaksanaan dengan penyampaian materi terkait media pembelajaran yang dikembangkan, dan (4) evaluasi dengan menganalisis hasil diseminasi melalui angket respon peserta diseminasi terkait keterlaksanaan diseminasi dan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan diseminasi menunjukkan peserta sepakat dengan persentase 100%, bahwa kegiatan diseminasi dan produk media pembelajaran memiliki kebermanfaatan yang baik. Dengan demikian, kegiatan diseminasi ini telah memberikan manfaat bagi guru biologi untuk dapat mengembangkan media pembelajaran serupa agar siswa dapat mengatasi kesulitannya dalam mempelajari materi virus. Dissemination of Learning Media on Virus Concept Based on Virulent Attack Role Play for MGMP Biology Malang City Abstract Virus concept is considered difficult to learn in grade 10th of high school. This difficulty can be overcome by developing interactive and fun learning media. The purpose of this dissemination activity is to disseminate the Virulent Attack learning media on virus concept, to dissemination participants through routine activitiy of the Malang City Biology Subject Teacher Meeting (MGMP). The method used in this dissemination activity consists of four stages: (1) planning through Focus Discussion Group (FGD) to discuss the details of the activities to be carried out, (2) preparation by preparing the things needed during the implementation stage, (3) implementation by delivering materials related to the learning media developed, and (4) evaluation by analyzing the results of dissemination through a questionnaire of dissemination participants' responses related to the dissemination activity and learning media product. The results of this dissemination activity shows participants agreed with a percentage of 100%, that dissemination activity and learning media product have good usefulness.. Thus, this dissemination activity has provided benefits for biology teachers to be able to develop similar learning media so that students can overcome difficulties in learning virus concept.
Pengembangan Keterampilan Praktis Mahasiswa melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA Azmi, Irham; Asy’ari, Muhammad; Prayogi, Saiful; Hunaepi, H.; Firdaus, Laras; Rahmawati, Helmi; Sukarma, I Ketut
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa Program Studi Fisika di Universitas Pendidikan Mandalika melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA. Mitra yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa semester 2 dan 4 dari Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, dengan total peserta sebanyak 15 mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah In-Service Training (IST) dan On-Service Training (OST), yang mencakup sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung di laboratorium. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan praktis mahasiswa. Nilai pretest berkisar antara 40 hingga 65, sedangkan nilai posttest berkisar antara 85 hingga 100. Peningkatan nilai terbesar adalah 57 poin, dan yang terkecil adalah 25 poin. N-Gain untuk semua responden berada di atas 0.7, menunjukkan efektivitas tinggi dari program pelatihan ini. Partisipasi aktif mahasiswa juga meningkat, dengan 75 respons menyatakan bahwa kontribusi mereka dihargai selama sesi praktek, dan masing-masing 70 respons untuk lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan dari instruktur. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk memperluas program pelatihan ini ke skala yang lebih besar dan mengimplementasikannya pada bidang studi lain yang memerlukan keterampilan laboratorium. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap kinerja akademik dan karir profesional mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa. Developing Student Practical Skills through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program This study aims to enhance the practical skills of Physics Study Program students at Universitas Pendidikan Mandalika through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program. The partners involved in this program are second and fourth-semester students from the Faculty of Applied Science and Technology, with a total of 15 students participating. The implementation methods used are In-Service Training (IST) and On-Service Training (OST), which include theoretical sessions, demonstrations, and hands-on practice in the laboratory. The results of this program show a significant improvement in students' understanding and practical skills. The pretest scores ranged from 40 to 65, while the posttest scores ranged from 85 to 100. The highest increase in scores was 57 points, and the lowest was 25 points. The N-Gain for all respondents was above 0.7, indicating high effectiveness of the training program. Students' active participation also increased, with 75 responses indicating that their contributions were valued during practice sessions, and 70 responses each for a conducive learning environment and instructor support. The recommendations from this study are to expand this training program to a larger scale and implement it in other fields of study that require laboratory skills. Additionally, further research is needed to evaluate the long-term impact of this program on students' academic performance and professional careers. This program is expected to serve as a model for other educational institutions in developing students' practical skills.

Page 2 of 3 | Total Record : 21