cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2024): December" : 47 Documents clear
Penerapan KIT Listrik Dinamis Berbasis Energi Terbarukan dengan Pendekatan Steam-Kontekstual bagi Guru-Guru SMP Se Kabupaten Siak Z, Fakhruddin; Nasir, Muhammad; Syahril, Syahril; Ernidawati, Ernidawati; Vilmala, Berry Kurnia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2272

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dibidang IPA fisika pada jenjang Sekolah Menengah Pertama adalah terjadinya proses pembelajaran yang masih menggunakan buku-buku dan KIT nasional memberikan pembahasan secara universal dengan contoh-contoh yang bersifat umum, belum menyentuh kehidupan nyata dilingkungan peserta didik sehingga penyerapan ilmu yang diberikan belum maksimal,  sehingga pengembangan dan penerapan KIT Listrik Dinamis  Berbasis Energi Terbarukan dengan  Pendekatan STEAM-Kontekstual merupakan solusi yang dirasa sangat diperlukan. Pengintegrasian media kontekstual dan pendekatan STEAM mempunyai keunggulan dibandingkan dengan media lain. Media ini memberikan pengalaman belajar siswa dengan kehidupan dihadapi siswa, semua percobaan akan dilatihkan kepada guru dalam keterampilan proses, keterampilan psikomotor, keterampilan Tingkat tinggi, berfikir kritis tanpa meninggalkan sikap ilmiah, KIT disertai dengan LKPD dan panduan penggunaannya dengan menggunakan azas atau prinsip kolaboratif. Integrasi dari sains, teknologi, teknik, seni dan matematika merupakan keterpaduan yang tidak bisa dipisahkan, beberapa percobaan listrik dinamis dapat dibuktikan dan dilatihkan dengan mengunakan KIT  listrik ini, adapun percobaan-percobaan yang bisa dilatihkan yaitu percobaan hukum Ohm, Rangkaian listrik Seri, paralel dan rangkaian gabungan seri dan paralel, energi terbarukan. Pengabdian ini telah melibatkan 25 Guru SMP di Kabupaten Siak. Pengabdian ini sudah berhasil baik dari segi pelaksanaannya maupun dari respon guru terhadap KIT dan LKPDnya dengan kategori Sangat Tinggi. Implementation of Dynamic Electricity KIT Based on Renewable Energy with Steam-Contextual Approach for Junior High School Teachers in Siak Regency Abstract The problem faced in learning in the field of physics science at the Junior High School level is the occurrence of a learning process that still uses books and national KIT that provide universal discussions with general examples, have not touched on real life in the student environment so that the absorption of knowledge provided is not optimal, so the development and implementation of Dynamic Electricity KIT Based on Renewable Energy with the STEAM-Contextual Approach is a solution that is considered very necessary. The integration of contextual media and the STEAM approach has advantages compared to other media. This media provides students with learning experiences with the lives faced by students, all experiments will be trained to teachers in process skills, psychomotor skills, high-level skills, critical thinking without leaving a scientific attitude, KIT is accompanied by LKPD and a guide to its use using collaborative principles or principles. The integration of science, technology, engineering, art and mathematics is an inseparable integration, several dynamic electricity experiments can be proven and practiced using this electricity KIT, the experiments that can be practiced are Ohm's law experiments, Series, parallel and combined series and parallel circuits, renewable energy. This service has involved 25 Junior High School Teachers in Siak Regency. This service has been successful both in terms of its implementation and in terms of teacher responses to the KIT and LKPD with the Very High category.
Pendampingan Literasi Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Silvester, Silvester; Saputro, Totok Victor Didik; Manggu, Blasius
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2276

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital memerlukan guru yang memiliki literasi digital yang memadai untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang sangat terkait dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Namun, banyak guru, terutama di sekolah dasar, masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital di kelas akibat minimnya pelatihan literasi digital yang komprehensif. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital yang tidak hanya mencakup penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi digital dan kemampuan untuk menciptakan materi pembelajaran berbasis digital yang inovatif. Program pendampingan literasi digital menggunakan metode Goal, Reality, Options, Will (GROW) dilakukan di SDN 03 Bengkayang, Kalimantan Barat untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital sebesar 85%, serta peningkatan kepercayaan diri sebesar 75% dalam mengintegrasikan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, hasil pre-test menunjukkan bahwa 70% guru memiliki pemahaman dasar terhadap Platform Merdeka Belajar, sementara setelah pendampingan, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 85%. Guru berhasil menggunakan teknologi digital secara efektif untuk mendukung pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik, serta mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka, khususnya di wilayah perbatasan. Digital Literacy Assistance for Elementary School Teachers in Implementing the Merdeka Curriculum Abstract The transformation of education in the digital era requires teachers to possess adequate digital literacy to implement the Merdeka Curriculum. This curriculum emphasizes the development of 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, and collaboration, which are closely linked to the effective use of digital technology in learning. However, many teachers, especially in elementary schools, still face challenges in integrating digital technology in the classroom due to a lack of comprehensive digital literacy training. This study highlights the importance of digital literacy that not only involves the use of technological devices but also includes a critical understanding of digital information and the ability to create innovative digital learning materials. The method used in this study is Goal, Reality, Options, Will (GROW), which is a systematic approach to help teachers understand goals, identify obstacles, explore alternative solutions, and take concrete actions. The digital literacy mentoring program using the GROW method was conducted at SDN 03 Bengkayang, West Kalimantan, to support the implementation of the Merdeka Curriculum. The results showed an 85% increase in teachers' digital literacy competencies, as well as a 75% increase in confidence in integrating technology-based learning applications. In addition, the pre-test results showed that 70% of teachers had a basic understanding of the Merdeka Learning Platform, while post-test results showed an increase to 85% after mentoring. Teachers successfully used digital technology effectively to support a flexible learning approach. This activity is expected to continue to enhance teachers' competencies in creating interactive and engaging learning experiences, and to support the achievement of the Merdeka Curriculum goals, particularly in border areas.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Komoditas Kerajinan bagi Sekolah di Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir Ernidawati, Ernidawati; Hermita, Neni; Hasanuddin, Hasanuddin; Zulkarnain, Zulkarnain; Fakhruddin, Fakhruddin; Satria, Defni; Idris, Idris; Ulfa, Zulia; Listia, Engla; Pasaribu, Alfredo Flarianus; Syahputra, Rizki; Arianti, Gusva; Pebriani, Nur Syifa; Pasaribu, Sari Adinda; Mgh, Tagun; Rizal, Adilla Alya; Panggabean, Tara Sri Melati br; Salsabila, Febry Defma; Septiani, Viona; Mulya, Dara Eka Permata; Putri, Indah Widya; Sabda, Rozianti; Shella, Melda Okta; Sinambela, Tasya; Nurfadila, Anya; Marpaung, Rian Rinaldi; Januriansyah, Yudis
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2279

Abstract

Pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bahan kerajinan di Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Daerah ini memiliki perkebunan kelapa yang luas, tetapi limbah sabut kelapa belum banyak dimanfaatkan, sehingga sering menumpuk dan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi dan edukatif bagi guru dan siswa di sekolah. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan partisipatif dimana pada pendekatan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: tahap identifikasi/assessment, tahap perencanaan/desain program, menyusun desain program, tahap pelaksanaan dan pemantauan, serta tahap evaluasi. Secara keseluruhan respon peserta setelah mengikuti kegiatan ini sangat baik dengan persentase 86,74%. Kegiatan ini dinilai positif dan bermanfaat bagi guru dan siswa karena pemanfaatan limbah sabut kelapa tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam menciptakan produk dengan nilai jual yang potensial. Training on Utilization of Coconut Fiber Waste into Craft Commodities for Schools in Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency Abstract Utilization of coconut fiber waste as a craft material in Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency, is an effective strategy to reduce negative impacts on the environment and increase the economic value of the community. This area has extensive coconut plantations, but coconut fiber waste has not been widely utilized, so it often piles up and pollutes the environment. This community service activity aims to process coconut fiber waste into craft products that have economic and educational value for teachers and students at school. This activity uses a participatory approach method where this approach consists of several stages, namely: identification/assessment stage, program planning/design stage, compiling program design, implementation and monitoring stage, and evaluation stage. Overall, the response of participants after participating in this activity was very good with a percentage of 86.74%. This activity is considered positive and beneficial for teachers and students because the utilization of coconut fiber waste not only reduces waste but also increases the creativity of teachers and students in creating products with potential selling value.
Peningkatan Literasi Digital di RT 029 Kelurahan Lamaru Melalui Sarasehan Penggunaan Internet Bijak, Sosialisasi Instagram, dan Pembuatan Website Administrasi Darmansyah, Darmansyah; Utomo, Muchammad Chandra Cahyo; Farezky, M Irghi; Amelia, Mila Yusi; Sasmito, Shafa Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2282

Abstract

Meningkatnya penetrasi internet yang tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat literasi digital masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting dan mendesak untuk dimiliki oleh setiap individu. Program pengabdian masyarakat di RT 029 Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, bertujuan untuk meningkatkan literasi digital warga melalui penerapan empat pilar utama Peta Jalan Literasi Digital Nasional 2020-2024, yakni Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture. Kegiatan ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era digital, seperti penggunaan media sosial yang produktif, pengelolaan website administrasi RT, serta pemahaman tentang keamanan dan etika digital. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Indikator keberhasilan  digunakan  untuk  mengukur tingkat pencapaian tujuan kegiatan. Indikator ini mencakup penyampaian materi dan kebermanfaatan program sosialisasi sosial media, penggunaan internet dengan bijak dan website administrasi RT .Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa penyampaian materi dinilai cukup baik dengan rata-rata skor 4,00 dari skala 5, sedangkan kebermanfaatan program memperoleh nilai 4,31 dari skala 5. Hal ini menunjukkan bahwa warga merasa bahwa program ini memberikan dampak positif dan bermanfaat, baik dari segi peningkatan keterampilan maupun pemahaman terhadap literasi digital. Improving Digital Literacy in RT 029 Lamaru Village through Internet Wise Use Workshop, Instagram Socialisation, and Administrative Website Creation Abstract Increasing internet penetration is not always directly proportional to the level of digital literacy of the community. In the midst of rapid technological development, digital literacy is one of the most important and urgent skills to be possessed by every individual. The community service programme in RT 029 Lamaru, East Balikpapan Sub-district, aims to improve the digital literacy of residents through the implementation of the four main pillars of the National Digital Literacy Roadmap 2020-2024, namely Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, and Digital Culture. This activity aims to equip residents with the skills needed to face challenges in the digital era, such as productive use of social media, management of neighbourhood administration websites, and understanding of digital safety and ethics. The methods used in data collection were questionnaires, observation, interviews and documentation. Success indicators were used to measure the level of achievement of the activity objectives. These indicators include the delivery of material and the usefulness of the social media socialisation programme, the wise use of the internet and the RT administration website. The evaluation of the activity indicates that the material delivery was rated fairly well, with an average score of 4.00 out of 5, while the program’s usefulness received a score of 4.31 out of 5.. This shows that residents felt that the programme had a positive and beneficial impact, both in terms of improving skills and understanding of digital literacy.
Peningkatan Kunjungan Wisata Desa Melalui Pendampingan Penguatan 3a Wisata Di Desa Masaingi Sutomo, Maskuri; Syamsuddin, Syamsuddin; Asngadi, Asngadi; Tambaru, Rachman; Palawa, Riswandi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2293

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi wisata Desa Masaingi melalui peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Desa Masaingi memiliki berbagai potensi wisata alam, budaya, dan agrowisata yang belum dikembangkan secara optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Design Thinking dan konsep "3A" (Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas) untuk mengidentifikasi dan merancang strategi pengelolaan wisata secara partisipatif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas pengelola Desa Wisata Masaingi yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam perencanaan dan pengelolaan Desa Wiaata Masaingi dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan. Selain itu semakin terjalin kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, Bumdes, Pokdarwis dan dan pihak eksternal seperti perguruan tinggi dalam mengelola Desa Wisata Masaingi. Pada akhinya pendampingan yang dilakukan tim pengabdian adalah terjadinya peningkatan jumlah kunjungan wisata ke Desa Wisata Masaingi sebesar 45 persen selama 2 bulan pasca pendampingan. Increasing Village Tourism Visits Through 3a Tourism Strengthening Assistance in Masaingi Village Abstract This community service activity aims to support the development of Masaingi Village's tourism potential through increasing community capacity, especially the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Masaingi Village has various natural, cultural and agrotourism potentials that have not been developed optimally. The method used in this activity is the Design Thinking approach and the "3A" concept (Attractions, Amenities, Accessibility) to identify and design participatory tourism management strategies. The results of this activity show that there has been an increase in the capacity of the Masaingi Tourism Village management, namely the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), in planning and managing the Masaingi Wiaata Village so that it can become a leading sustainable tourist destination. Apart from that, there is increasingly collaboration between the village government, community, Bumdes, Pokdarwis and external parties such as universities in managing the Masaingi Tourism Village. In the end, the assistance provided by the service team resulted in an increase in the number of tourist visits to the Masaingi Tourism Village by 45 percent during the 2 months following the assistance.
Hilirisasi Prototype Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Koro Lokal dalam Upaya Pengembangan Produk Pangan Sehat Dan Ekonomi Hijau di Sumenep Purwanti, Elly; Warkoyo, W.; Hidayati, Asmah; Nuryady, Moh. Mirza; Permana, Tutut Indria; Lestari, Novi Puji
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2305

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan hilirisasi prototipe diversifikasi pangan fungsional berbasis kacang koro lokal dalam rangka pengembangan produk pangan sehat dan ekonomi hijau di Sumenep. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Triple Helix yang melibatkan tiga komponen utama: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai pemegang inovasi, Kemendikbudristek sebagai pemberi dana, dan mitra industri rumah tangga (IRT) di Sumenep, yaitu CV Bunga Anggrek dan CV Akancatani, sebagai penerima manfaat utama. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri ini bertujuan untuk mendorong inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi hijau. Kegiatan hilirisasi ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, dan pendampingan intensif oleh tim UMM kepada mitra IRT, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produk berbasis koro. Selain itu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Grujugan, Sumenep, turut memperkuat upaya ini dengan program kerja yang mengembangkan potensi desa dan memperluas akses pasar produk koro. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha IRT berbasis koro, tetapi juga memperkuat daya saing produk di pasar yang lebih luas, mendukung ekonomi lokal dengan adanya peningkatan pendapatan, dan membangun keterampilan masyarakat dalam pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi hijau di wilayah lain di Madura dan Indonesia. Downstreaming of Functional Food Diversification Prototype Based on Local Koro in an Effort to Develop Healthy Food Products and a Green Economy in Sumenep Abstract This activity aims to downstream a prototype of functional food diversification based on local koro beans in order to develop healthy food products and a green economy in Sumenep. This program is implemented using the Triple Helix approach involving three main components: the UniversitAS Muhammadiyah Malang (UMM) as the innovation holder, the Ministry of Education, Culture, Research and Technology as the funder, and home industry partners (IRT) in Sumenep, namely CV Bunga Anggrek and CV Akancatani, as the main beneficiaries. The synergy between academics, government, and industry aims to encourage innovation that can improve community welfare through the development of a green economy. This downstream activity is carried out through Focus Group Discussions (FGD), socialization, and intensive mentoring by the UMM team to IRT partners, with a focus on improving the quality and quantity of koro-based products. In addition, the implementation of the Real Work Lecture (KKN) in Grujugan Village, Sumenep, also strengthens this effort with a work program that develops village potential and expands market access for koro products. Overall, this activity not only supports the sustainability of koro-based IRT businesses, but also strengthens product competitiveness in the wider market, supports the local economy with the increase in income, and builds community skills in sustainable business management. This activity can also be an inspiration for the development of a green economy in other regions in Madura and Indonesia.
Diversifikasi Olahan Ikan Haruan Dalam Upaya Program Zero Stunting Dan Peningkatan Ekonomi Sundari, Utari Yolla; Maryani, Maryani; Sandriya, Ardi; Norhayani, Norhayani; Nursiah, Nursiah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2306

Abstract

Ikan Haruan (Channa striata) merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi secara ekonomi maupun gizi. Diversifikasi cara pengolahan pada produk lokal menjadi kebaharuan yang dituntut hadir pada produk pangan sebagai upaya mendukung perkembangan bahan lokal. Diversifikasi olahan ikan dapat bertujuan sebagai upaya menurunkan angka stunting dan mendukung peningkatan ekonomi. Pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan melalui observasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Pada tahap perencanaan dilakukan kajian dari hasil observasi. Pelaksanaan kegiatan dibagi penjadi dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan. Peserta berjumlah 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu TP-PKK Kecamatan Pahandut. Penyuluhan diadakan dengan metode penyampaian materi dan diskusi secara tatap muka. Pelatihan diawali dengan pembuatan kerupuk kulit ikan haruan, pembuatan abon daging ikan haruan, dan stik tepung tulang. Pemilihan produk olahan ini didasarkan atas pola konsumsi masyarakat yang menyukai makanan ringan dan makanan pendamping, sehingga diharapkan terjadi konsumsi secara berkala yang dapat memperbaiki status gizi untuk mencegah stunting. Selain itu, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan sebagai produk makanan bergizi. Pada hasil pretest peserta yang mengetahui konsep diversifikasi sebanyak 2 orang, cara pengolahan produk sebanyak 11 orang, jenis produk olahan sebanyak 4 jenis dan 2 jenis manfaat mengonsumsi ikan haruan. Hasil posttest menunjukan peserta yang mengetahui tentang konsep diversifikasi sebanyak 20 orang, cara pengolahan produk sebanyak 20 orang, jenis produk olahan sebanyak 7 jenis dan 4 jenis manfaat mengonsumsi ikan haruan. Perbandingan antara hasil pretest dan posttest menunjukan peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep diversifikasi, cara pengolahan produk, jenis produk olahan dan manfaat mengonsumsi ikan haruan. Diharapkan adanya dukungan dari pemerintah kepada ibu-ibu TP-PKK Kecamatan Pahandut agar dapat memanfaatkan potensi ikan Haruan sebaik mungkin agar dapat mencegah terjadinya stunting dan dapat meningkatkan perekonomian. The Diversification of Processing Methods for Haruan Fish Is A Crucial Aspect of The Zero Stunting Program And Efforts to Improve The Economy Abstract The Haruan fish (Channa striata) is a commodity with significant economic and nutritional value. Implementing various processing methods for locally produced goods is an innovative approach necessary to enhance food products and promote the advancement of local resources. The diversification of fish processing has the potential to lower rates of stunting and contribute to the advancement of the economy. This community service is split into several phases, specifically including the preparation, planning, execution, and assessment phases. The preparation phase involves careful observation and coordination with relevant stakeholders. During the initial phase of the project, an investigation was conducted based on the observations' findings. The execution of activities is separated into two phases, specifically counseling and training. There were a total of 20 participants in the study, all of whom were mothers affiliated with the TP-PKK Pahandut District. Counseling sessions were conducted utilizing a combination of didactic instruction and in-person interactions. The training session commenced with the preparation of haruan fish skin crackers, the creation of haruan fish meat floss, and the production of bone meal sticks. The choice of these processed food items is influenced by the dietary preferences of individuals who enjoy snacks and accompanying dishes. It is anticipated that regular consumption of these products will contribute to improved nutritional health and aid in the prevention of stunting. Furthermore, the goods that are manufactured have the potential to be promoted and sold as nourishing food items. In the preliminary test findings, 2 participants demonstrated an understanding of diversification concepts, 11 participants exhibited knowledge of product processing techniques, 4 different types of processed products were identified, and 2 specific benefits of consuming haruan fish were recognized. The findings from the posttest illustrated that 20 participants were knowledgeable about the concept of diversification, 20 were familiar with the processing of products, there were 7 types of processed products identified, and 4 types of benefits from consuming haruan fish were recognized. The analysis of both the pretest and posttest data revealed a significant improvement in the participants' understanding of diversification, product processing techniques, various types of processed products, and the advantages of consuming haruan fish. The expectation is for governmental assistance to be extended to the TP-PKK in Pahandut Subdistrict, for them to effectively harness the potential of Haruan fish for the prevention of stunting and the enhancement of the local economy.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Di Desa Bahaur Hulu Permai Kabupaten Pulang Pisau Nopembereni, Eti Dewi; Elvince, Rosana; Jaya, Adi; Maryani, Maryani; Evnaweri, Evnaweri; Adventa, Alma; Page, Susan E.; Upton, Caroline
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2307

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan pembuatan pakan ikan atau pelet, berbasis bahan dasar lokal di ekosistem gambut, bertujuan agar para pembudidaya mampu memiliki keterampilan dalam pengolahan pakan ikan secara mandiri, karena porsi terbesar dalam proses budidaya ikan adalah untuk pakan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat disekitar ekosistem gambut masih bisa ditingkatkan, melalui budidaya ikan dalam kolam tanah, maupun kolam plastik/terpal, sehingga program revitalisasi ekonomi masyarakat bisa berjalan baik, dan berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat. Ketersediaan pakan terbatas, dengan harga yang cukup tinggi, menjadi permasalahan bagi para pembudidaya ikan, baik yang dikelola dalam kolam tanah, maupun kolam plastik/terpal, khususnya di Desa Bahaur Hulu Permai Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Pelatihan pengolahan pakan ikan menjadi pilihan, karena berbahan dasar lokal yang tersedia disekitar wilayah desa Bahaur Hulu Permai, terutama tepung ikan yang bisa dibuat sendiri oleh para petani dan keluarganya, berasal dari hasil tangkapan nelayan, terutama ikan-ikan kecil, yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat sekitar pesisir. Permasalahan utama kelompok masyarakat di Desa Bahaur Hulu Permai adalah tidak memiliki keterampilan membuat pakan secara mandiri, sehingga para pembudidaya perlu diberikan pelatihan, guna meningkatkan kemampuan, dan keterampilan dalam membuat pakan ikan sendiri, dengan pakan ikan bisa dikelola dan dibuat sendiri, maka diharapkan pembudidaya ikan tidak khawatir lagi dengan ketersediaan pakan bagi ikan yang diusahakan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bahwa program ini sangat diminati oleh peserta, terbukti 76% dari peserta mampu mengolah sendiri pakan ikan berdasarkan bahan baku lokal yang tersedia di wilayah Bahaur Hulu Permai. Pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal, merupakan program pengembangan perikanan budidaya, sebagai upaya untuk kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat, serta upaya pelestarian ekosisten gambut yang berkelanjutan. Community Training on Fish Feed Making in Bahaur Hulu Permai  Village, Pulang Pisau Regency Abstract The community service activity themed "Training on Fish Feed or Pellet Production Based on Local Ingredients in Peatland Ecosystems" aims to equip fish farmers with skills to independently process fish feed, as feed accounts for the largest portion of fish farming costs. The socioeconomic conditions of communities around peatland ecosystems can be improved through fish farming in earthen ponds or plastic/tarpaulin ponds. This program is designed to support economic revitalization efforts, aiming to enhance the community's economic well-being. Limited availability and high costs of fish feed present significant challenges for fish farmers, whether in earthen or plastic/tarpaulin ponds, particularly in Bahaur Hulu Permai Village, Kahayan Kuala Subdistrict, Pulang Pisau Regency. Training on fish feed production was chosen as a solution, utilizing locally available materials in Bahaur Hulu Permai, especially fishmeal that can be produced by farmers and their families. This fishmeal is derived from the catches of local fishermen, primarily small fish that are not consumed by the coastal community. The main issue faced by the community groups in Bahaur Hulu Permai Village is their lack of skills to independently produce fish feed. Therefore, training programs are necessary to enhance their capabilities and skills in making fish feed on their own. With the ability to manage and produce their own fish feed, farmers can alleviate concerns about feed availability for their aquaculture operations. Based on evaluation results, the program was well-received, with 76% of participants successfully producing fish feed using locally available raw materials in Bahaur Hulu Permai. This training program represents an initiative in aquaculture development, aiming to improve livelihoods and community welfare while contributing to the sustainable preservation of the peatland ecosystem.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Berbasis Canva Dewi, Citra Ayu; Kurniasih, Yeti; Muhali, Muhali; Ahmadi, Ahmadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2317

Abstract

Sekolah SMKN 3 Mataram berada di wilayah Mataram. Lokasi sekolah terletak di Kecamatan Mataram, Kabupaten Mataram. Sekolah ini memiliki cukup banyak torehan prestasi di skala kabupaten maupun nasional. Namun, sebagian besar para guru jarang terlibat dalam kegiatan-kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Sebagai dampaknya pengetahuan dan pemahaman para guru di sekolah ini masih kurang terkait dengan pembuatan media pembelajaran interaktif ataupun inovasi-inovasi kegiatan pembelajaran lainnya. Tujuan pelaksanaan program PKM ini adalah: a) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru tentang pembuatan media interaktif berbasis canva, b) melatih guru membuat media interaktif berbasis canva, c) melatih dan mendampingi cara penggunaan media interaktif berbasis canva dalam pembelajaran kimia di kelas. Metode pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan menggadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap yaitu: 1) tahap perencanaan program dengan membentuk kelompok guru berdasarkan mata pelajaran, 2) tahap tindakan dengan memberikan pelatihan pembuatan media interaktif berbasis canva serta melatih dan mendampingi cara penggunaan media interaktif berbasis canva dalam pembelajaran kimia di kelas, 3) tahap observasi dan evaluasi yakni observasi dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan yang muncul dalam proses pembuatan dan penggunaan media interaktif berbasis canva dalam pembelajaran kimia di kelas, sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan produk yang dihasilkan, 4) tahap refleksi dilakukan untuk mengetahui kegiatan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 20 peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan hanya 15 media interaktif yang dihasilkan sedangkan sisanya 5 media interaktif masih dilakukan proses perbaikan sesuai dengan saran dari tim pengabdi. Pemahaman dan keterampilan peserta setelah kegiatan praktik dan pendampingan langsung dalam pembuatan media pembelajaran interaktif sangat bagus yakni sebesar 100% pseserta sudah mengetahui media canva dan 90% peserta sudah mencoba menggunakan media canva dalam membuat media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini memberikan kebermanfaatan bagi peserta pelatihan baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan dalam menghasilkan media interaktif sehingga secara tidak langsung mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Teacher Competency Improvement Through Canva-Based Interactive Media Creation Training  Abstract SMKN 3 Mataram School is located in the Mataram area. The location of the school is located in Mataram District, Mataram Regency. This school has quite some achievements at the district and national scale. However, most teachers are rarely involved in scientific activities carried out by universities. As a result, the knowledge and understanding of teachers in this school are still not related to creating interactive learning media or other learning activity innovations. The objectives of this PKM program are: a) improving teachers' knowledge and skills about making Canva-based interactive media, b) training teachers to make Canva-based interactive media and c) training and assisting how to use Canva-based interactive media in chemistry learning in the classroom. The method of implementing the activities that will be carried out adopts the pattern of implementing action research includes four stages, namely: 1) the program planning stage by forming teacher groups based on subjects, 2) the action stage by providing training on making Canva-based interactive media and training and assisting how to use Canva-based interactive media in chemistry learning in the classroom, 3) the observation and evaluation stage, namely observations are carried out to find out Obstacles, shortcomings, and weaknesses that arise in the process of making and using Canva-based interactive media in chemistry learning in the classroom, while the evaluation is carried out to find out the extent of the success of the product produced, 4) the reflection stage is carried out to find out the activities that have been carried out. Based on the results of the evaluation of the training activities that have been carried out, it shows that of the 20 participants who took part in the training activities only 15 interactive media were produced while the remaining 5 interactive media are still in the process of being improved according to the advice of the service team. The understanding and skills of participants after practical activities and direct assistance in making interactive learning media are very good, namely 100% of participants already know Canva media and 90% of participants have tried using Canva media in making interactive learning media. Thus, it can be concluded that this PKM activity provides benefits for trainees both in terms of knowledge and skills in producing interactive media so that it is indirectly able to create an interesting and fun learning atmosphere for students.
Pelatihan Kebun Gizi Organik Sebagai Upaya Pengenalan Mandiri Pangan Pada Mahasiswa Pendidikan Biologi UNDIKMA Armiani, Sucika; Harisanti, Baiq Muli; Dharmawibawa, Iwan Doddy; Hajiriah, Titi Laily; Mursali, Saidil; Hardi, Banu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2327

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa bercocok tanam, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan gizi organik secara mandiri. Mahasiswa, sebagai agen perubahan pemimpin masa depan, memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui kegiatan kebun gizi. Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mendapat manfaat jangka panjang berupa terbentuknya generasi yang peduli terhadap ketahanan pangan dan lingkungan. Pelatihan ini diikuti oleh 10 mahasiswa Pendidikan Biologi UNDIKMA semester 7. Kegiatan terdiri dari empat tahapan yakni: sosialisasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sosialisasi merupakan tahap awal perkenalan mengeani gambaran kegiatan. Tahap persiapan yaitu menyiapkan alat, bahan dan materi yang digunakan dalam pelatihan. Adapun Bahan-bahan yang digunakan berasal dari sumberdaya lingkungan sekitar. Pelaksanaan kegiatan kebun gizi organik menggunakan teknik permakultur, meliputi kegiatan pemberian nutrisi tanah, pembuatan bedengan, pembibitan dan pembuatan pupuk organik cair. Evaluasi di lakukan setelah praktek dilaksanakan dan selama kegiatan monitoring kebun gizi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran dan partisipasi aktif mahasiswa tergolong tinggi ditandai dengan jumlah kehadiran 100%, serta antusias yang tinggi ditandai dengan semua peserta aktif bekerja dalam praktek kebun gizi. Selain itu hasil post test menunjukkan rentang nilai yang didapatkan adalah 90-98, hal ini menunjukkan mahasiswa telah berhasil memahami materi serta praktek yang dilakukan. Hasil monitoring menunjukkan benih yang disemai berhasil tumbuh, berkembang dan dirawat  dengan baik. Dengan demikian kegiatan telah mampu meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran mahasiswa akan pentingnya ketahanan pangan mandiri.  Organic Nutrition Garden Training as an Effort to Introduce Food Resilience to Biology Education Students of UNDIKMA  Abstract This training aims to increase students' awareness and skills in gardening, so that they can meet their organic nutritional needs independently. Students, as agents of change for future leaders, have a strategic role in realizing food resilience through nutritional garden activities. Through this activity, students not only gain practical skills that can be applied in everyday life, but also get long-term benefits in the form of a generation that cares about food security and the environment. This training was attended by 10 of the 7th semester Biology Education students of UNDIKMA. The activity consists of four stages, i.e. socialization, preparation, implementation, and evaluation. Socialization is the initial stage of introduction regarding the description of the activity. The preparation stage is to prepare the tools, materials and materials used in the training. The materials used come from the surrounding environmental resources. The implementation of organic nutritional garden activities uses permaculture techniques, including the activities of providing soil nutrients, making beds, nurseries and making liquid organic fertilizers. Evaluation is carried out after the practice is carried out and during the nutritional garden monitoring activities. The results of the activity evaluation showed that the presence and active participation of students were relatively high, marked by 100% attendance, and high enthusiasm marked by all participants actively working in the nutritional garden practice. In addition, the post-test results showed a range of scores obtained of 90-98, this indicates that students have succeeded in understanding the material and the practices carried out. The monitoring results showed that the seeds that were sown successfully grew, developed and were well cared for. Thus, the activity has been able to improve students' skills, knowledge, and awareness of the importance of food resilience security.