cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 4 (2025): October" : 19 Documents clear
Enhancing Literacy, Numeracy, and Mathematics Learnig Motivation Using the Problem-Based Learning Model Sumartini, Tina Sri; Wahyuni, Widi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.2497

Abstract

Kemampuan literasi numerasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rendahnya minat belajar siswa yang dapat menurunkan motivasi dan selanjutnya berdampak pada kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Problem-Based Learning (PBL) guna meningkatkan literasi, numerasi, dan motivasi belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Modul ajar, lembar kerja peserta didik, dan instrumen evaluasi dikembangkan dan disempurnakan secara sistematis pada setiap siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IX-E SMPN 4 Tarogong Kidul yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, observasi, dan angket. Analisis data mengombinasikan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan analisis deskriptif kualitatif, yang meliputi reduksi data, penyajian data secara sistematis melalui narasi dan tabel, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang substansial pada kemampuan literasi dan numerasi siswa, dengan 68% siswa menunjukkan perkembangan yang terukur disertai peningkatan motivasi belajar. Meskipun capaian tersebut belum sepenuhnya memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 70%, peningkatan yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan model PBL memberikan dampak yang bermakna dan positif terhadap pembelajaran matematika siswa. Numeracy literacy skills are influenced by various factors, one of which is low student interest, which can reduce learning motivation and subsequently affect critical thinking and mathematical problem-solving abilities. This study aims to implement the Problem-Based Learning (PBL) model to enhance students’ literacy, numeracy, and motivation in learning mathematics. The research employed a classroom action research design consisting of three cycles, each including planning, implementation, observation, and reflection stages. Teaching modules, student worksheets, and evaluation instruments were systematically developed and refined in each cycle. The subjects were 25 students from class IX-E at SMPN 4 Tarogong Kidul, selected through purposive sampling. Data were collected using written tests, observations, and questionnaires. Data analysis combined descriptive statistics in the form of percentages and qualitative descriptive analysis, including data reduction, systematic presentation of findings through narratives and tables, and conclusion drawing. The results showed a substantial improvement in students’ literacy and numeracy skills, with 68% of students demonstrating measurable progress, accompanied by increased learning motivation. Although the outcome did not fully reach the predetermined 70% success indicator, the observed gains indicate that the implementation of the PBL model had a meaningful and positive impact on students’ mathematics learning.
Analysis Enhancing Math Problem Solving Skills in Slow Learners: The Impact of Differentiated Learning and Educational Games: Analysis of Math Problem Solving Skills in Slow Learner Students in Elementary School Firmansyah, Agung; Wardono, Wardono; Isnarto, Isnarto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.2518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa lamban belajar di tingkat sekolah dasar. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi dampak metode pembelajaran diferensiasi dan media permainan edukatif serta alat bantu pembelajaran konkret terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa lamban belajar dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain pretest-posttest dengan empat siswa dalam lingkungan yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penerapan pendekatan konten terdiferensiasi dan media edukatif. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 22,5 poin pada seluruh siswa, yang menyoroti dampak positif dari intervensi tersebut. Selain itu, penggunaan balok Dienes sebagai alat bantu pengajaran konkret secara signifikan membantu siswa lamban belajar menghubungkan konsep matematika abstrak dengan objek konkret, sehingga meningkatkan keterampilan berhitung mereka. Lebih lanjut, penerapan permainan edukatif labirin matematika terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, dengan tingkat kepuasan siswa sebesar 79,9%. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi rujukan bagi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih diferensiatif, konkret, dan interaktif untuk mendukung kebutuhan belajar siswa lamban belajar. This study aims to identify the factors influencing the mathematical problem-solving abilities of slow learner students at the primary school level. Specifically, the study explores the impact of differentiated instructional methods, educational game-based media, and concrete learning aids on improving the understanding and skills of slow learners in solving mathematical problems. The research employed a pretest–posttest design involving four students in a controlled setting. The findings indicate a significant improvement in students’ mathematical problem-solving abilities following the implementation of differentiated content approaches and educational media. The pretest and posttest results show an average increase of 22.5 points across all students, highlighting the positive impact of the intervention. Furthermore, the use of Dienes blocks as concrete instructional aids significantly helped slow learners to connect abstract mathematical concepts with tangible objects, thereby enhancing their numeracy skills. In addition, the implementation of an educational mathematics maze game proved effective in increasing students’ motivation and engagement, with a student satisfaction rate of 79.9%. Practically, these findings may serve as a reference for primary school teachers in designing more differentiated, concrete, and interactive mathematics instruction to better support the learning needs of slow learner students.
Developing Google Sites Learning Media to Enhance Students' Mathematical Communication and Self-Confidence on Geometry Arnisya, Melinda Fahriani; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3309

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis dan kepercayaan diri siswa masih rendah. Hal ini disebabkan proses pembelajaran yang monoton dan siswa tidak aktif terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga membutuhkan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Google Sites pada materi Geometri Bangun Ruang dan untuk menganalisis validitas, kepraktisan, dan efektivitas media pembelajaran tersebut. Penelitian ini merupakan studi penelitian dan Pengembangan (RnD) dengan menggunakan model ADDIE. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah kuesioner, tes kemampuan komunikasi matematis, dan lembar observasi. Subjek percobaan adalah siswa kelas delapan SMP Swasta di Kabupaten Garut. Hasilnya diketahui bahwa media pembelajaran berbasis Google Sites memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri siswa. Hal ini diketahui dari validitas media pembelajaran, berdasarkan hasil penilaian validitas media dan materi, menunjukkan hasil yang valid; kepraktisan media pembelajaran, menunjukkan hasil yang termasuk dalam kategori praktis; efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis diperoleh dari hasil tes yang menunjukkan peningkatan dengan interpretasi sedang dan tinggi; efektivitasnya dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa diperoleh dari peningkatan dengan interpretasi sedang. Students' mathematical communication ability and self-confidence are still low. This is due to the learning process being monotonous and students not being actively involved in the learning process, thus requiring effective learning media to improve students' mathematical communication ability and self-confidence. This research was conducted to develop Google Sites-assisted learning media on the Geometry of Solid Shapes material and to analyze the validity, practicality, and effectiveness of the learning media. This research is a Research and Development (RnD) study using the ADDIE model. The instruments used in this research and development are questionnaires, mathematical communication ability tests, and observation sheets. The subjects of the trial were eighth-grade students of a Private Junior High School in Garut Regency. The result is known that the Google Sites-assisted learning media meets the criteria for validity, practicality, and effectiveness in improving students' communication ability and self-confidence. This is known from: the validity of the learning media, based on the assessment results of the media and material validity, showed valid results; the practicality of the learning media, showed results that fall into the practical category; its effectiveness in increasing mathematical communication ability was obtained from an increase with moderate and high interpretation; its effectiveness in increasing students' self-confidence was obtained from an increase with moderate interpretation.
Bilingual Pop Up Mathbook Based on Bangka Belitung Culture: An Innovative Learning Media of Geometry Lathiifah, Iis Juniati; Handayani, Rindu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3321

Abstract

Tiga jenis literasi yang baiknya dikuasai adalah literasi matematika, bahasa, dan science. Sayangnya, laporan PISA tahun 2022 menunjukkan ketiga literasi tersebut menurun. Ditambah minimnya media ajar inovatif yang mampu memvisualisasikan konsep dan pemahaman abstrak matematika. Siswa Sekolah Dasar memerlukan integrasi pembelajaran yang meningkatkan kreatifitas, kolaborasi, komunikasi, serta cara berpikir yang kritis sesuai dengan keterampilan abad 21. Penelitian bertujuan mengembangkan pop up mathbook bilingual dengan sajian budaya Bangka Belitung yang valid pada materi bangun ruang. Penelitian menggunakan model Pengembangan ADDIE dengan lima tahapan penelitian yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Instrumen menggunakan lembar validasi, dan angket. Hasil validitas instrumen didapat bahwa bilingual pop up mathbook berbasis budaya Bangka Belitung sangat valid dengan nilai konten 100%, konstruk 96,59% dan Bahasa 90,63%. Sehingga pop up mathbook dapat diimplementasikan kepada siswa untuk menyiapkan generasi abad 21. Adapun hasil respon siswa didapat bahwa media dinyatakan sangat praktis digunakan dengan nilai 87,23%. Media yang dihasilkan memiliki karakteristik khas menggunakan bentuk bangun rumah adat, jembatan, makanan, alat transportasi serta produk pangan khas Bangka Belitung. Three types of literacy that should be mastered are mathematical, linguistic, and scientific literacy. The 2022 PISA report shows that three types of literacy have declined. Lack of innovative teaching media capable of visualizing abstract mathematical concepts and understanding. Students need learning that enhances creativity, collaboration, communication, and critical thinking to 21st-century skills. This study aims to develop a valid bilingual pop-up mathbook with Bangka Belitung cultural. Research uses the ADDIE development model with steps of the Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results showed that Bangka Belitung culture-based bilingual pop-up mathbook was very valid, with a content score of 100%, a construct score of 96.59%, and a language score of 90.63%. Therefore, the pop-up mathbook teaching book can be implemented for students to prepare the 21st-century generation. The results of student responses showed that the media was stated to be very practical to use with a value of 87.23%. The resulting media has unique characteristics using the forms of traditional houses, bridges, food, means of transportation and typical Bangka Belitung food products.
The Integration of Local Wisdom in Mathematics Education: Developing a Culture-Based Digital Platform for Mathematical Literacy in the Kuta Traditional Village Prabawat, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan platform digital untuk literasi matematika berbasis budaya Kampung Adat Kuta dan menganalisis respons siswa terhadap penggunaannya dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan kuesioner. Instrumen penelitian terdiri dari lembar panduan wawancara dan kuesioner penilaian kualitas media. Subjek penelitian adalah pakar materi, pakar media, dan siswa kelas 8 SMP Negeri 10 Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan kearifan lokal Kampung Adat Kuta ke dalam pembelajaran matematika secara interaktif. Kelayakan platform dinilai berdasarkan aspek kelayakan konten, presentasi, dan bahasa oleh pakar materi, serta aspek tampilan, kemudahan penggunaan, kegunaan, dan grafis oleh pakar media. Kedua pakar menyimpulkan bahwa platform tersebut sangat layak digunakan. Lebih lanjut, siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penggunaan platform digital ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui media digital dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan literasi matematika siswa. This study aims to explain the feasibility of a digital platform for mathematical literacy based on the culture of Kampung Adat Kuta and to analyze students’ responses to its use in mathematics learning. The research method employed is Research and Development (R&D) with the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. Data collection techniques included semi-structured interviews and questionnaires. The research instruments consisted of interview guideline sheets and media quality assessment questionnaires. The research subjects were material experts, media experts, and eighth-grade students of SMP Negeri 10 Tasikmalaya. The results of the study indicate that the developed digital platform successfully integrates the local wisdom of Kampung Adat Kuta into mathematics learning in an interactive manner. The feasibility of the platform was assessed based on content, presentation, and language feasibility aspects by material experts, as well as display, ease of use, usability, and graphic aspects by media experts. Both experts concluded that the platform is highly feasible for use. Furthermore, students gave very positive responses toward the use of this digital platform. Therefore, it can be concluded that the integration of local wisdom through digital media can serve as an innovative alternative to enhance students’ mathematical literacy.
Exploring Creative Thinking in Probability Through Polya’s Framework and Contextual Learning Mahmudah, Hilda; Kania, Nia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3452

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan keterampilan penting bagi siswa dalam menghadapi berbagai situasi yang menantang pada abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa menerapkan empat tahap pemecahan masalah Polya dalam menyelesaikan soal peluang kontekstual secara kreatif. Sebanyak 32 siswa kelas XII di salah satu SMA negeri di Majalengka terlibat sebagai subjek penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan berdasarkan hasil tes tertulis, tiga siswa dipilih secara purposif untuk mengikuti wawancara mendalam, yang masing-masing mewakili kategori kemampuan berpikir kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian kontekstual, observasi, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian secara sistematis, namun masih mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah dan memeriksa kembali hasil. Hanya 16% siswa yang melakukan refleksi akhir secara efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanakan strategi penyelesaian, yang mencerminkan kelancaran dan elaborasi dalam berpikir kreatif matematis. Namun, keterbatasan siswa dalam memahami konteks permasalahan membatasi keluwesan dan keaslian mereka dalam menghasilkan berbagai pendekatan penyelesaian masalah. The ability to think creatively in mathematics is crucial for pupils to deal with a variety of difficult problems in the twenty-first century. The purpose of this study is to examine how students creatively solve contextual probability questions using Polya's four stages of problem-solving. Using a descriptive qualitative approach, 32 twelfth-grade students from a Majalengka public high school served as research subjects based on the written exam results, three students were purposefully chosen to participate in in-depth interviews, each of whom represented the categories of high, medium, and poor creative thinking abilities. Semi-structured interviews, observations, and contextual essay examinations were used to gather data. The study's findings indicate that while most students can follow the solution plan methodically, they still struggle with comprehending the issue and analyzing the findings. Just 16% of students completed their final reflection successfully. based on the written exam results, three students were purposefully chosen to participate in in-depth interviews, each of whom represented the categories of high, medium, and poor creative thinking abilities.
The Students’ Ability in Differentiating Linear and Non-Linear Functions Assisted by Photomath Nur’Aini, Diah; Indaryanti, Indaryanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3470

Abstract

Penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan dalam pembelajaran matematika telah meningkat secara signifikan, termasuk juga penggunaan aplikasi Photomath, yang menyediakan solusi instan dan visualisasi grafis. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman siswa dalam membedakan fungsi linear dan non-linear dengan bantuan aplikasi Photomath. Studi ini dengan menggunakan studi deskriptif yang melibatkan 20 siswa kelas VIII.1 di SMPN 2 Indralaya Utara. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman tertulis dan dianalisis berdasarkan tiga indikator: translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. Hasil menunjukkan bahwa Photomath sangat mendukung kemampuan interpretasi siswa, khususnya dalam menginterpretasikan karakteristik grafis fungsi linear dan non-linear. Namun, keterbatasan diamati pada indikator translasi dan ekstrapolasi. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menerjemahkan representasi grafis ke dalam gambar dan tabel manual, serta dalam melakukan sintesis berbagai karakteristik menjadi kesimpulan yang komprehensif. Temuan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan Photomath efektif mendukung visualisasi dan interpretasi awal, namun tidak secara otomatis mendorong kelancaran representasi atau penalaran tingkat tinggi. Oleh karena itu, penggunaan Photomath harus disertai dengan dukungan instruksional yang eksplisit untuk mendukung pemahaman konseptual yang lebih mendalam. The use of artificial intelligence-based application in mathematics learning has increased significantly, including the Photomath application, which provides instant solutions an graphical visualizations. This study aims to describe students’ comprehension ability in distinguishing linear and non-linear functions assisted by the Photomath application. The study employed a descriptive study involving 20 students of class VIII.1 at SMP 2 Indralaya Utara. Data were collected through written comprehension test and analyzed based on three indicators: translation, interpretation, and extrapolation. The results indicate that Photomath strongly support students’ interpretations abilities, particularly in identifying and interpreting graphical characteristic of linear and non-linear functions. However limitations were observed in the translation and extrapolation indicators. Several students experienced difficulties in translating graphical representations into manual drawings and tables, as well as in synthesizing multiple chracteristics into comprehensive conclusions. Theses findings suggest that whole Photomath effectively supports visualization and initial interpretation, it does not automatically foster representational fluency or higher-order reasoning. Therefor,  the use Photomath should be accompanied by explicit instructional scaffolding to support deeper conceptial understanding. 
Binary Representation of the Weaving Motifs of Rumah Bubungan Tinggi: An Ethnomathematical Exploration for Discrete Mathematics Learning Riadi, Arifin; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang; Dahlan, Jarnawi Afgani; Ferita, Rolina Amriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3471

Abstract

Motif anyaman pada dinding anjung Rumah Bubungan Tinggi menampilkan pola berulang yang dapat dimodelkan sebagai barisan biner. Penelitian eksploratif kualitatif ini merepresentasikan orientasi bilah sebagai digit 1 dan 0, kemudian menganalisis periodisitas, memformulasikan aturan berbasis modulo, serta melakukan konversi biner–desimal–karakter untuk menautkan motif tradisional dengan struktur pengodean informasi digital. Hasil menunjukkan motif membentuk barisan biner deterministik berperiode tertentu yang dapat dijelaskan melalui fungsi modulo. Berdasarkan pemetaan digit–arah bilah, disusun pula model konseptual steganografi: penyisipan pesan biner melalui variasi orientasi bilah tanpa mengubah karakter visual motif. Temuan ini menegaskan potensi motif anyaman sebagai media representasi informasi sekaligus konteks budaya untuk pembelajaran matematika diskret melalui tugas bertahap (pengodean motif, identifikasi unit ulang/periode, penurunan aturan modulo, dan konversi bilangan). Motif weaving on the anjung wall of the Rumah Bubungan Tinggi exhibits repeating patterns that can be modeled as binary sequences. This qualitative exploratory study encodes strip orientation as 1 and 0, then examines periodicity, formulates modulo-based rules, and performs binary–decimal–character conversions to connect traditional motifs with the basic structure of digital information encoding. The results show that the motifs form deterministic binary sequences with specific periods that can be described using modulo functions. Based on digit-to-orientation mapping, the study also proposes a conceptual motif-based steganography model: embedding binary messages through variations in strip orientation without altering the motif’s overall visual character. These findings highlight the potential of weaving motifs as both an information representation medium and a cultural context for discrete mathematics learning through stepwise tasks (motif encoding, identification of repeating units/periods, derivation of modulo rules, and number conversion).
The Effectiveness of the Probing-Prompting Learning Model on Students' Mathematics Learning Mastery in Three-Variable Linear Equation Systems Ginting, Muhamad Saleh; Mahmuzah, Rifaatul; Hadi, Mirsal; Yeni, Manovri; Zubainur, Cut Morina; Yuhasriati, Yuhasriati; Roslina, Roslina; Usman, Bukhari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penguasaan hasil belajar matematika di kalangan siswa kelas X di SMAN 1 Peukan Bada melalui penerapan model pembelajaran Probing-Prompting. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Peukan Bada, dengan sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Sampel terdiri dari 20 siswa dari kelas X-2. Data dikumpulkan melalui tes akhir yang terdiri dari tiga pertanyaan esai yang diberikan setelah perlakuan. Hasil menunjukkan rata-rata sampel sebesar 86,15, melebihi kriteria penguasaan minimum (KKM) sebesar 70. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan tingkat signifikansi α=0,05 dan 19 derajat kebebasan (df) menghasilkan tobserved > ttable (7,78 > 1,729). Akibatnya, H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan model Probing-Prompting berhasil mencapai penguasaan. This study aims to determine the mastery of mathematics learning outcomes among Grade X students at SMAN 1 Peukan Bada through the implementation of the Probing-Prompting learning model. The research population consisted of all Grade X students at SMAN 1 Peukan Bada, with the sample selected using purposive sampling. The sample included 20 students from class X-2. Data were collected through a post-test consisting of three essay questions administered after the treatment. The results showed a sample mean of 86.15, exceeding the minimum mastery criterion (KKM) of 70. Hypothesis testing using a t-test with a significance level of α=0,05 and 19 degrees of freedom (df) resulted in tobserved > ttable (7,78 > 1,729). Consequently, H0 was rejected and Ha was accepted. It can be concluded that student learning outcomes using the Probing-Prompting model successfully achieved mastery.
Additive vs Multiplikatif Thinking: An Exploration of Middle School Students’ Proportional Reasoning Ability in Rural Indonesian Context Sari, Filian Yunita; Zulkardi, Zulkardi; Putri, Ratu Ilma Indra; Susanti, Ely
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3538

Abstract

Kemampuan penalaran proporsional sangat penting untuk memahami berbagai materi matematika dan menjadi tujuan utama di kurikulum sekolah dasar dan menengah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa SMP dalam bernalar proporsional dalam konteks pedesaan Indonesia. Penelitian kualitatif ini dilakukan pada 33 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Belitang dengan menggunakan tes uraian rasio dan proporsi yang mencakup seluruh indikator penalaran proporsional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam bernalar proporsional masih rendah, ditandai dengan tingkat kesalahan menjawab soal lebih dari 87%. Sebagian besar kesalahan terjadi karena siswa menggunakan strategi aditif, bukan strategi multiplikatif yang benar. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pembelajaran matematika yang mendukung pengembangan penalaran proporsional, misalnya dengan mengintegrasikan konteks nyata dan aktivitas yang mendorong siswa memahami hubungan multiplikatif secara lebih mendalam. Proportional reasoning is essential for understanding various mathematical topics and is a key goal in primary and secondary school curricula. Aims of this research is to identify middle school students' proportional reasoning in rural Indonesia context. This qualitative research was conducted with 33 seventh-grade students at SMP Negeri 1 Belitang using a descriptive test on ratio and proportion that covered all indicators of proportional reasoning. The results show that students’ proportional reasoning abilities are still low, with error rates exceeding 87%. Most errors occurred because students used additive strategies instead of the appropriate multiplicative strategies. These findings indicate the need to strengthen mathematics instruction to support the development of proportional reasoning, such as integrating realistic contexts and learning activities that help students better understand multiplicative relationships.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue