cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 478 Documents
PENGARUH POSISI MENYUSUI SECARA BIOLOGIC NURTURING BABY LEDFEEDING TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI POST SECTIO CAESAREA DI RSUD BAYUNG LENCIR TAHUN 2023 RAHMAWATI, dwi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2020

Abstract

Nyeri post operasi sectio caesarea akan mempengaruhi kualitas hidup ibu dengan munculnya berbagai gangguan seperti gangguan inisiasi menyusui dini, ketidakstabilan emosinal ibu, mobilitas fisik dan personal higyene ibu. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi menyusui secara biologic nurturing baby ledfeeding terhadap penurunan rasa nyeri post sectio caesarea di RSUD Bayung Lencir tahun 2023.Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment dengan pendekatan one groub pretest and posttest. Penelitian ini akan dilakukan di Ruang Bersalin RSUD Bayung Lencir dan telah dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan sectio caesarea di RSUD Bayung Lencir bulan Januari s/d Oktober tahun 2022 sebanyak 172 orang dan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri ibu pada post Sectio Caesarea lebih tinggi sebelum dilakukan posisi menyusui secara biologic nurturing baby ledfeeding dibandingkan dengan setelah dilakukan posisi menyusui secara biologic nurturing baby ledfeeding, dan adanya pengaruh posisi menyusui secara biologic nurturing baby ledfeeding terhadap penurunan rasa nyeri post sectio caesarea di RSUD Bayung Lencir dengan.Diharapkan petugas kesehatan dilakukannya pendidikan kesehatan mengenai pengaruh posisi menyusui secara biologic nurturing baby ledfeeding terhadap penurunan rasa nyeri post sectio caesarea, menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar responden dapat memahami dengan baik dan juga dengan cara memberikan leaflet, brosur, dan kegiatan promotif lainnya seperti melakukan diskusi bersama responden. Kata Kunci          : Posisi Menyusui, Nyeri Post Sectio Caesarea
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI KELURAHAN KAMPUNG NELAYAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Gustien Siahaan
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2424

Abstract

Berdasarkan World Health Organization sebanyak 70%  wanita dan pria yang terinfeksi gonore atau klamidia mempunyai gejala yang asimptomatik. Antara 10% - 40% dari wanita yang menderita infeksi klamidia yang tidak tertangani akan berkembang menjadi pelvic inflammatory disease. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang penyakit menular seksual. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan  one  group test design yang bertujuan untuk mengetahui penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang penyakit menular seksual di kelurahan kampung nelayan tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 remaja Kelurahan Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner. Penelitian ini dillaksanakan pada bulan Maret 2024 di Kelurahan Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate dengan uji statistik paired simple t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual di Kelurahan Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 dengan p-value = 0,000. Hasil penelitian sikap bahwa adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap sikap remaja tentang penyakit menular seksual di Kelurahan Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 dengan p-value = 0,001. Diharapkan pihak kelurahan atau warga setempat dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang penyakit menular seksual pada remaja.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Penyakit Menular Seksual (PMS)
Hubungan Graviditas, Riwayat Hipertensi Dan Umur Ibu Dengan Kejadian Hipertensi Gestasional Di Puskesmas Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Ramadona, Mayang Dwi; Yulizar, Yulizar; Indriani, Putu Lusita Nati; Minarti, Minarti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.1996

Abstract

WHO (World Health Organization)menunjukkanbahwa   hipertensi gestasional   merupakan   salah   satu   penyebab utama  morbiditas  dan  mortalitas  di  dunia,  baik bagi   ibu   maupun   janin.   Secara   global, 80% kematian    ibu    yang    diklasifikasikan   sebagaipenyebab  langsung  kematian  ibu  adalah  karena perdarahan (25%), biasanya perdarahan postpartum,   dan   hipertensi   pada   ibu   hamil (12%),  eklampsia  (8%),  aborsi  (13%)  dan  untukalasan lain (7%). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan graviditas, riwayat hipertensi dan umur ibu dengan Kejadian Hipertensi Gestasional di Puskesmas Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Tahun 2022. Penelitian survey analitik dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III (usia kehamilan lebih dari 28-40 minggu) yang datang memeriksakan kehamilannya berjumlah 64 responden dan besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 64 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square dengan hasil penelitian p value ≤ nilai α (0,05). Hasil penelitian ini dari 64 responden graviditas primigravida 43,3%, dan hubungan graviditas dengan kejadian hipertensi gestasional (p-value = 0,01), riwayat hipertensi 74,3% dan hubungan riwayat hipertensi gestasional (p-value = 0,03) sedangkan, umur ibu beresiko47,4% dan hubungan umur ibu dengan kejadian hipertensi gestasional (p-value = 0,01). Bidan Diharapkan menjadi sumber informasi dan evaluasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, sekaligus dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi dalam kehamilan.
HUBUNGAN STIMULAI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 0 – 2 TAHUN jesica, fanny; Hayu, Ramah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.1965

Abstract

Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai 2 tahunyang merupakan fase yang sangat fundamental bagi anak. Perkembangan anak mencakup perkembangan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial. Prevalensi penyimpangan perkembangan pada anak usia dibawah3 tahun di Indonesia yang dilaporkan WHO adalah 7.512,6 per 100.000 populasi atau sekitar 7,51% (WHO, 2018). Data angka mengenai kejadian keterlambatan perkembangan anak belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1% hingga 5% anak di bawah usia 2 tahun mengalami keterlambatan perkembangan secara umum. Stimulasi dinilai sebagai kebutuhan dasar anak yaitu asah, dengan mengasah perkembangan anak secara terus-menerus akan meningkatkan kemampuan anak. Stimulasi dapat diberikan oleh ayah dan ibu sebagai orang terdekat bagi anak, pengganti ibu atau pengasuh anak, keluarga dan lingkungan luar rumah. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square didapatkan ada hubungan antara stimulasi yang diberikan orang tua dengan perkembangan anak dengan pvalue 0,022. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik stimulasi yang diberikan oleh orang tua maka perkembangan anak akan berjalan dengan normal, sebaliknya disaat anak kurang diberikan stimulasi maka akan besar kemungkinan anak mengalami gangguan perkembangan. Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai 2 tahunyang merupakan fase yang sangat fundamental bagi anak. Perkembangan anak mencakup perkembangan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial. Prevalensi penyimpangan perkembangan pada anak usia dibawah3 tahun di Indonesia yang dilaporkan WHO adalah 7.512,6 per 100.000 populasi atau sekitar 7,51% (WHO, 2018). Data angka mengenai kejadian keterlambatan perkembangan anak belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1% hingga 5% anak di bawah usia 2 tahun mengalami keterlambatan perkembangan secara umum. Stimulasi dinilai sebagai kebutuhan dasar anak yaitu asah, dengan mengasah perkembangan anak secara terus-menerus akan meningkatkan kemampuan anak. Stimulasi dapat diberikan oleh ayah dan ibu sebagai orang terdekat bagi anak, pengganti ibu atau pengasuh anak, keluarga dan lingkungan luar rumah. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square didapatkan ada hubungan antara stimulasi yang diberikan orang tua dengan perkembangan anak dengan pvalue 0,022. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik stimulasi yang diberikan oleh orang tua maka perkembangan anak akan berjalan dengan normal, sebaliknya disaat anak kurang diberikan stimulasi maka akan besar kemungkinan anak mengalami gangguan perkembangan. Kata Kunci: Stimulasi, Perkembangan, Gangguan Perkembangan, Golden Ages 
DAMPAK KEBIASAAN SARAPAN TERHADAP GIZI LEBIH DAN OBESITAS PADA REMAJA Fitri Annisa; Indhit Tri Utami
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2329

Abstract

Sarapan merupakan kegiatan penting bagi remaja yang menyokong aktivitas, fungsi kognitif, dan kesehatan fisik. Namun, kegiatan sarapan untuk remaja masih sering tidak dilakukan dan dianggap kurang penting, padahal sarapan memiliki banyak manfaat dan dapat menimbulkan beberapa dampak negatif di kemudian hari, termasuuk obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitis deskriptif potong lintang dengan uji statistik chi square untuk menguji variabel kebiasaan sarapan dan status gizi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 125 remaja di wilayah Jakarta dengan metode convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan disebarkan melalui google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa 54,4% remaja memiliki kebiasaan sarapan dan 45,6% tidak memiliki kebiasaan sarapan. Kemudian 81,6% status gizi remaja normal dan 18,4% status gizi abnormal. Pada data bivariat, didapatkan hasil adanya korelasi antara kebiasaan sarapan dengan status gizi pada remaja (p= 0,041), dengan 65% remaja yang tidak memiliki kebiasaan sarapan memiliki status gizi abnormal (obesitas dan gizi lebih). Sarapan yang reguler dan berkualitas adalah hal yang perlu menjadi kebiasaan bagi remaja, karena dapat mencegah obesitas dan penyakit kardiometabolik di kemudian hari.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RSUD SUNGAI DAREH KABUPATEN DHARMASRAYA Delima, Mera; Maidaliza, Maidaliza; Novaldi, Muhammad
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2180

Abstract

Discharge planning merupakan salah satu bagian penting dalam asuhan keperawatan. Kinerja perawatdalam pelaksanaan discharge planning dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan discharge planning di RSUD SungaiDareh Kabupaten Dharmasraya. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan ujichi-square dan dilakukan di Ruang Rawatan RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. Sampeldalam penelitian ini berjumlah 48 orang, menggunakan teknik sampel stratified random sampling.Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner . Hasil penelitian menunjukkan 56% respondenbaik dalam pelaksanaan discharge planning, 52% memiliki usia dewasa akhir, 94% berjenis kelaminperempuan, 48% memiliki tingkat pendidikan DIII Keperawatan, 58% memiliki pengalaman kerja ≥ 5tahun, 67% memiliki kemampuan yang baik, 63% memiliki sikap positif, 52% memiliki motivasi yangtinggi dan 56% memiliki desain pekerjaan yang baik. Hasil uji analisis menunjukkan tidak ada hubunganantara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan desain pekerjaan dengan pelaksanaan dischargeplanning. Hasil uji analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengalaman kerja (0,019),kemampuan (0,029), sikap (0,018) dan motivasi (0,040) dengan pelaksanaan discharge planning.Rumah Sakit disarankan untuk terus memaksimalkan kinerja perawat dalam pelaksanaan dischargeplanning.Kata Kunci: Discharge planning; kinerja perawat
DIFFERENCES IN THE INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN BASED ON MATERNAL OBSTETRIC STATUS Fridalni, Nova; Yanti, Etri; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2062

Abstract

Anemia in pregnancy is a common problem because it reflects the socio-economic welfare of society and has a very large influence on the quality of human resources. Anemia in pregnant women is called potential danger of mother and child, which is why anemia requires serious attention from all parties involved in health services in the future. Anemia in pregnancy has an adverse effect on the mother, both during pregnancy, childbirth and in the postpartum period. Various diseases can arise due to anemia such as abortion, premature labor, prolonged labor due to uterine inertion, shock, infections both intrapartum and postpartum. The aim of this study was to determine the proportion of anemia in pregnant women based on their obstetric status. This type of research is descriptive with a cross sectional approach. The research was conducted at Puskesmas Andalas Padang  in May 2023, with a sample size of 58 pregnant women who met the criteria set by researchers. Data analysis was carried out univariately by displaying a frequency distribution table. The results of the study showed that a higher proportion, namely 74.1% of pregnant women experienced anemia, where the incidence of anemia was found to be higher in pregnant women who were grande multigravida, multipara and with pregnancies less than 2 years apart. It can be concluded that the obstetric status of pregnant women is related to the incidence of anemia in pregnancy. Keywords: Pregnant women, anemia, obstetric status.
HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KADAR KREATININ DAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DIRUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT TK. III DR. REKSODIWIRYO PADANG Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika; Vino Rika Nofia; Dian Dwiana Maydinar
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2569

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus di Sumatera Barat pada tahun 2021 yaitu sebesar 1,8%, lebih tinggi dari tahun 2017 yaitu 1,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan kadar kreatinin dan  hemoglobin pada pasien  chronic kidney disease (ckd) di ruang Hemodialisa  Rumah Sakit TK. III dr. Reksodiwiryo Padang.  Metode penelitian  ini menggunakan  metode deskriptif analitik  dengan  desain pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodwiryo Padang pada tanggal 12-14 September 2023. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien chronic kidney disease sebanyak 120 orang dan sampel 54 orang. Teknik pengambilan sampel Studi Dokumentasi. Analisa data dilakukan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil uji statistik terdapat (62,3%) memiliki kadar kreatinin tidak normal, (61,1%) memiliki kadar Hemoglobin tidak normal, (38.9%) mengalami penyakit diabetes melitus, terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kadar kreatinin (p value = 0,015), dan terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kadar hemoglobin (p value = 0,112). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan diabetes melitus dengan kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien chronic kidney disease. Saran diharapkan agar perawat lebih menambah wawasan tentang hubungan diabetes melitus dengan kadar kreatinin dan hemoglobin yang sangat berpengaruh dengan pasien dalam kesehatan.Kata kunci : Diabetes Melitus, Kadar Kreatinin, Hemoglobin, Chronic Kidney Disease dan   Hemodialisa.
DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Tarigan, Renny Adelia; Roza, Nelli; Handayani, Trisna Yuni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2066

Abstract

Remaja putri lebih rawan terkena anemia dibandingkan usia anak-anak dan dewasa karena masa remaja adalah masa pertumbuhan, sedangkan pada masa ini remaja putri sudah memikirkan bentuk tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian anemia pada remaja putri di SMP 46 Kecamatan Galang.Penelitian observasional ini dilakukan secara Cross Sectional dengan metode survei. Populasi adalah remaja putri dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang . dengan tehnik pengambilan sampeling total sampel. Data yang diteliti meliputi faktor sosial ekonomi keluarga, pengetahuan, dan sikap tentang anemia, pola menstruasi, Indeks Massa Tubuh, infeksi dan kadar hemoglobin pada remaja putri.Data dianalisis secara bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square, kemudian dilanjutkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik menggunakan metode forward. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia remaja putri sebesar 23,3%. Sebagian besar remaja putri mempunyai orangtua dengan tingkat pendapatan tinggi  dan pendidikan rendah. Sebagian besar remaja putri mempunyai pengetahuan yang baik tentang anemia, tetapi sikap kurang baik terhadap anemia. Sebagian besar remaja putri mempunyai IMT dan pola menstruasi yang normal, dan tidak menderita infeksi dalam satu bulan terakhir. Hasil uji korelasi menunjukkan ada hubungan pendidikan orangtua, pendapatan keluarga, pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia dengan kejadian infeksi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p<0,05). Determinan kejadian anemia pada remaja putri di SMP 46 Kecamatan Galang adalah pola menstruasi, dan kejadian infeksi.Kata kunci : Kejadian anemia, Status sosial ekonomi, Tingkat konsumsi gizi, Kejadian infeksi, Remaja putri
HUBUNGAN PENGETAHUAN BENCANA BANJIR DENGAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TANJUNG AGUNG RT.001 KOTA BENGKULU Apriani, Waytherlis; Neni, Rifda; Ningsi I, Dewi Aprilia; Tri Oklaini, Suhita
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2107

Abstract

Banjir merupakan peristiwa ketika air menggenangi suatu wilayah yang biasanya tidakdigenangi air dalam jangka waktu tertentu. Banjir biasanya terjadi karena curah hujan turunterus menerus dan mengakibatkan meluapnya air sungai, danau, laut, atau drainase karenajumlah air yang melebihi daya tampung media penopang air dari curah hujan tadi.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Hubungan Pengetahuan Bencana BanjirDengan Kesiapsiagaan Masyarakat di Kelurahan Tanjung Agung RT.001 Kota BengkuluPenelitian ini menggunakan metode observasi analitik deskriptif kuantitatif denganmenggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahMasyarakat Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu RT.001 yang terkena banjir, yaituberjumlah 74 kk. Pengambilan sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 kk menggunakanteknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder, Teknik analisis menggunakanUnivariat dan Bivariat (Chi square). Hasil penelitian didapatkan (1) dari 74 orang kepalakeluarga terdapat 28 orang (37,8%) dengan pengetahuan kurang, 24 orang (32,4%) denganpengetahuan cukup dan 22 orang (29,7%) dengan pengetahuan baik (2) Dari 74 orangkepala keluarga terdapat 26 orang (35,1%) dengan kesiapsiagaan kurang, 25 orang (33,8%)dengan kesiapsiagaan cukup dan 23 orang (31,1%) dengan kesiapsiagaan baik (3) Adahubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalammenghadapi banjir di wilayah kelurahan Tanjung Agung RT.001 Kota Bengkulu.Diharapkan hasil penelitian ini pemerintah setempat dapat memberikan pelatihanpertolongan pertama saat terjadinya banjir kepada masyarakat, pemerintah membuattempat evakuasi untuk masyarakat, menyiapkan obat-obatan penting lainya, dan jugapersediaan makanan instan, dan untuk masyarakat agar tetap menjaga kebersihan danmenjaga kesehatan pada saat musim banjir atau tidak untuk mencegah terserangnya daripenyakit.Kata Kunci :Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Bencana Banjir