cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
syarifmbojo2@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
bimaberilmu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, RT. 009, RW. 003 desa Leu, Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
ISSN : 27972879     EISSN : 27972860     DOI : https://doi.org/10.53299/jppi.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) dengan p-ISSN: 2797-2879 dan e-ISSN: 2797-2860 merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan template dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 477 Documents
Penanaman Nilai Toleransi Beragama pada Anak Usia Dini RA Al-Amin Kota Bima Rahmatiah Rahmatiah; Agus Salam; Wahyu Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1673

Abstract

Toleransi merupakan nilai mendasar dalam kehidupan bermasyarakat yang tercermin melalui sikap menghormati, menerima, dan terbuka terhadap keberagaman, baik dalam hal pandangan, keyakinan, agama, suku ras, maupun status sosial. Menanamkan nilai toleransi sejak dini merupakan upaya strategis dalam membentuk karakter anak agar mampu hidup rukun dalam keberagaraman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan nilai toleransi pada anak usia dinidi RA Al-Amin Kota Bima, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menjunjukan bahwa penanaman nilai toleransi dilakukan melalui pembiasaan keiatan salat berjamaah, pemanfaatan media bergambar dalam proses pemberlajaran , serta pengintegrasian nilai-nilai keagamaan ke dalam aktivitas harian anak. Faktor-faktor yang mendukung antara lain keterlibatan orang tua secara aktif, pendekatan komunikatif dari guru, serta tersedianya fasilitas belajar yang menunjang. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman anak terhadap keberagaman, pengaruh negatif media, serta kurangnya sinergi antara tenaga pendidik dan orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga pendidik  dan orang tua dalam membentuk karakter anak yang toleran sejak dini, serta memberikan kontribusi bagi pengembagan pendidikan karakter berbasis nilai keberagaman.
Implementasi Digital Marketing melalui Program Kelas Industri Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) Aulia Persada Semarang Nasta Safira Ramadhina; Hendra Dedi Kriswanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1675

Abstract

Tingginya angka pengangguran pada kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menyentuh persentase 8,62% per tahun 2024 menunjukkan adanya kesenjangan keterampilan individu dengan kebutuhan dunia industri. Merujuk pada fenomena tersebut, penelitian ini disusun guna mendeskripsikan kolaborasi antara pendidikan formal dan non formal yang diwujudkan demi menciptakan penguatan kompetensi lulusan SMK. Pelatihan digital marketing program kelas industri yang dikelola oleh LPK Aulia Persada menjadi salah satu alternatif untuk memperdalam kapabilitas siswa sekolah vokasi melalui keterlibatan langsung dalam dunia industri. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data observasi non-partisipan, wawancara semistruktur, dokumentasi yang teruji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan sumber, menghasilkan deskripsi mengenai proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang mengadopsi experiential learning sebagai pendekatan dalam aktivitas praktis dengan subjek utama peserta dari SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Temuan dalam penelitian menunjukkan seluruh proses pelatihan diimplementasikan secara bertahap dimulai dari simulasi pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi abstrak dan eksperimen aktif. Seluruh kegiatan tersebut berpusat pada peserta dengan dorongan motivasi diri serta pihak eksternal seperti fasilitator, teman sebaya maupun keluarga. Sementara itu, keterbatasan perangkat pribadi seperti spesifikasi laptop yang kurang memadai hingga kecenderungan sikap procrastination pada peserta perlu ditinjau kembali. Hasil dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi digital marketing disertai dengan sikap adaptif dalam pemecahan masalah, penguatan rasa percaya diri serta rasa tanggung jawab terhadap tujuan awal hingga pembentukan etos kerja profesional.
Implementasi Prinsip Andragogi pada Program Pelatihan Menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Putra Mandiri Meira Dion Soraya; Muarifuddin Muarifuddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1676

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan serta teknologi yang semakin canggih saat ini membuat manusia terus berinovasi dalam dunia kerja agar tidak tertinggal dengan kecerdasan mesin-mesin yang diciptakan oleh industri. Salah satu bidang pendidikan yang mendukung proses pembelajaran adalah pendidikan nonformal seperti pelatihan menjahit yang tidak sepi peminat. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan prinsip andragogi mencangkup konsep diri, pengalaman belajar, kesiapan belajar, orientasi belajar, dan motivasi belajar pada program pelatihan menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Putra Mandiri. Urgensi penelitian ini adalah mendorong masyarakat sebagai peserta pelatihan atau calon peserta pelatihan menjahit dengan prinsip andragogi agar dapat bersaing di dunia kerja serta memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk menganalisis penerapan prinsip andragogi pada pelatihan menjahit. Teknik pengambilan data dengan observasi partisipatif moderat, wawancara terstruktur, dan dokumentasi prinsip andragogi. Subjek penelitiannya peserta pelatihan, kepala LKP Putra Mandiri, dan instruktur. Hasil penelitian adalah penerapan andragogi dengan prinsip konsep diri, pengalaman belajar, kesiapan belajar, orientasi belajar, dan motivasi belajar di LKP Putra Mandiri yang mengharuskan setiap lulusannya menjadi individu mandiri berketerampilan. Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan prinsip andragogi dalam pelatihan menghasilkan orang dewasa mandiri dan memiliki keterampilan yang berguna untuk menyelesaikan permasalahan.
Perbedaan antara Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan Model Discovery Learning (DL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Zat Aditif di SMP Negeri 2 Samarinda Intan Eti Pratia; Muhammad Amir Masruhim; Yuli Hartati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1680

Abstract

Berpikir kritis ialah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Kemampuan ini membantu siswa untuk berpikir secara logis, serta mampu mengevaluasi berbagai informasi yang mereka terima, khususnya di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan antara model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan model Discovery Learning pada kemampuan berpikir kritis siswa pada materi aditif dengan metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian yakni semua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Samarinda yang terdiri dari sebelas kelas. Penentuan dilaksanakan dengan teknik cluster random sampling yang tersusun dari dua kelas yakni kelas eksperimen 1 memakai model Discovery learning (DL) dan kelas eksperimen 2 memakai model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Desain penelitian ini memakai post-test only group design. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument tes berupa soal uraian (essay) dengan menggunakan 6 indikator berdasarkan Fisher meliputi mengidentifikasi masalah, menyusun alternatif pemecahan masalah, mengumpulkan infomasi relevan, mengungkapkan pendapat, membuat kesimpulan, mengevaluasi argumen. Data dianalisis dengan memakai uji Independent Sample T-test. Hasil analisis menunjukkan jika siswa pada kelas yang menerapkan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) (69,27) mempunyai rata-rata kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas Discovery Learning (59,90). Aktivitas guru dan siswa menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan dalam pembelajaran Discovery learning mencapai 93% dan tingkat keterlibatan dalam pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) mencapai 97%. Dengan demikian, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan model Discovery Learning (DL).
Efektivitas Media Pembelajaran Wordwall pada Elemen Dampak Sosial Informatika Kelas VII SMP Nazhiroh Tahta Arsyillah; Triyanna Widiyaningtyas; Satria Putra Pratama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1697

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran, hasil belajar merupakan salah satu peran yang utama karena dengan hasil bealajar tersebut guru dapat memahami tingkat pemahaman yang diperoleh peserta didik dalam upaya memenuhi tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, sebagai pendidik harus mampu memberikan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Agar hasil belajar yang diperoleh dapat maksimal. Fokus utama dari penelitian yang dilakukan adalah untuk meningkatkan pencapaian belajar peserta didik pada mata pelajaran informatika elemen dampak sosial informatika dengan pemanfaatan media wordwall. Jenis penelitian yang diterapkan pada peneilitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian berlangsung dalam dua siklus dengan peserta didik kelas VII-D di SMPN 9 Malang sebanyak 31 peserta didik sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif melalui nilai pretest dan postest, serta melalui proses observasi secara langsung kepada peserta didik. Uji N-Gain score diterapkan untuk menganalisis nilai pretest dan postest peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I nilai N-Gain peserta didik yaitu 0,57 atau 57% dengan berkategori sedang dan tingkat keefektivannya cukup efektif. Berikutnya pada siklus II hasil uji N-Gain adalah 0,81 atau 81% dengan berkategori tinggi dan tingkat keefektivannya efektif. Dengan itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran wordwall dapat membantu peningkatan hasil belajar informatika elemen dampak sosial informatika pada peserta didik kelas VII-D SMPN 9 Malang.
Penerapan Model Project Based Learning Berbasis Video Tik Tok dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII E SMP Negeri 3 Mande Marya Ulpa; Iis Ristiani; Abdul Aziz
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1702

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menerapkan model Project-Based Learning (PjBL) yang berbasis video TikTok sebagai sumber belajar guna meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII E SMPN 3 Mande. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen jenis pretest-posttest control group. Instrumen yang digunakan berupa lembar tes menulis teks deskripsi dengan indikator penilaian yang mencakup: (1) struktur teks, (2) kaidah kebahasaan, dan (3) kejelasan isi dalam menggambarkan objek. Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan berupa model PjBL berbasis video Tik Tok dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar kedua kelompok. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney mengungkapkan bahwa penerapan model PjBL berbasis video Tik Tok memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa.
Perspektif Guru SMPN 3 Nglegok dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Kurikulum Merdeka: SMP 3 Nglegok Teacher's Perspective on Differentiated Learning in the Independent Curriculum Tsiqotul Ma’wa; Saptono Hadi; Agus Hermawan; Lailiyatus Sa’diyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif guru di SMP Negeri 3 Nglegok mengenai implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain studi kasus mendalam. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan yang dipilih secara purposif serta observasi langsung di kelas, guna memperoleh gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Aspek-aspek yang digali dalam wawancara dan observasi mencakup pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi, strategi yang diterapkan di kelas, serta tantangan yang dihadapi selama proses implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi beragam dan bersifat kompleks. Sebagian besar guru menyadari efektivitas pendekatan ini dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang heterogen dan meningkatkan hasil belajar. Namun, implementasinya di lapangan menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, alokasi waktu yang terbatas, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan. Kurangnya kolaborasi antarguru juga menjadi hambatan dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Oleh karena itu, dukungan institusional dan penguatan budaya kolaboratif di antara guru sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah.
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition Berbantuan Question Card terhadap Pemahaman Konsep Bahasa Indonesia Kelas IV Zahraul Muslimah; Muhammad Muchsin Afriyadi; Farida Farida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1715

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep Bahasa Indonesia di lembaga pendidikan dasar mendorong perlunya rencana proses belajar yang inovatif dan efisien. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dampak model AIR dengan bantuan Question Card terhadap pemahaman konsep Bahasa Indonesia di kelas IV MIS MMA IV di Sukabumi, Bandar Lampung. Riset ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen, tepatnya pada kelompok kontrol yang tidak setara (non-equivalent control group) melibatkan kelas eksperimen (n=28) yang menggunakan model AIR dan kelas kontrol (n=24) dengan Cooperative Learning. Instrumen berupa pretest dan posttest dikembangkan berdasarkan Taksonomi Bloom C2. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen, N-Gain 48,86%, yang merupakan kategori sedang-tinggi lebih besar dari kelas kontrol 27,72%, yang merupakan kategori rendah-sedang.  Sebagai hasilnya, penolakan Ho dan penerimaan Hi ditegaskan oleh hasil analisis paired sample t-test dengan nilai p 0,000 (p < 0,05), yang menandakan perbedaan signifikan model AIR berbantuan Question Card berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep peserta didik. Disimpulkan bahwa model AIR efektif dalam membangun pemahaman konsep yang mendalam dan berkelanjutan, serta mendukung pengembangan pembelajaran berbasis multisensori yang aktif dan bermakna.
Strategi Guru Keterampilan dalam Mengembangkan Life Skill Siswa di MAN 3 Palembang Rezki Setiawati; Emil El Faisal
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan guru keterampilan dalam mengembangkan life skill siswa di MAN 3 Palembang. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, sementara teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Keabsahan data dijamin melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru keterampilan di MAN 3 Palembang terbukti efektif dalam mengembangkan life skill siswa. Efektivitas tersebut tercermin dalam penerapan empat indikator strategi pembelajaran, yaitu: (1) perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik menggunakan modul berstandar nasional; (2) pengorganisasian dengan sistem blok yang terstruktur serta didukung oleh fasilitas yang memadai; (3) pelaksanaan berbasis proyek yang mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan praktis; dan (4) evaluasi menyeluruh melalui ujian kompetensi, supervisi, serta penilaian terhadap proses dan hasil kerja. Melalui strategi ini, pengembangan keterampilan hidup peserta didik dapat berjalan secara optimal.
Pemanfaatan Genially dalam Pengembangan Media Interaktif untuk Materi Opini dan Fakta Informatika Kelas VIII Mohamad Yusuf Kurniawan; Triyanna Widiyaningtyas; Satria Putra Pratama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1739

Abstract

Tuntutan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong kreativitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajr mengajar. Pemanfaatan teknologi untuk proses belajar yang lebih interaktif bisa dilakukan dengan membuat media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Materi opini dan fakta elemen DSI mata pelajaran informatika menjadi pengetahuan penting bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan terkait etika dan tanggung jawab sebagai masyarakat digital. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu mengembangkan media belajar interaktif menggunakan Genially dengan melihat kelayakan serta efektifitas media pada materi opini dan fakta informatika kelas VIII. Metode penelitian dan pengembangan (R&D) digunakan dalam penelitian ini, dengan mengadopsi model pendekatan ADDIE melalui 5 tahapan proses pengembangan. Metode pengumpulan data yang dilakukan berasal dari angket uji ahli dan angket pengguna, selain itu terdapat data efektivitas media yang berasal dari perbandingan skor pre-test dan post-test. Perolehan data uji kelayakan media mendapatkan klasifikasi sangat layak dengan skor 93% dan untuk hasil uji kelayakan materi memperoleh skor 83% dengan klasifikasi sangat layak. Media pembelajaran yang dihasilkan terbukti sangat praktis digunakan pengguna dengan rata-rata skor 84%. Pengujian efektivitas media menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 11%. Media yang dikembangkan dinilai sangat layak dan terbukti memberikan hasil positif untuk memaksimalkan hasil belajar.