cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.cjpe@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jl. Latamacelling No 19B, Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Primary Education
ISSN : 26546426     EISSN : 26546434     DOI : -
The focus of this journal is primary education, which covers related aspects such as students, teachers, teaching materials, evaluation and assessment, curriculum, and lesson study.
Articles 370 Documents
Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Program Sekolah Ramah Anak Berbasis Kearifan Lokal di SD Negeri Kasihan Bantul Septina, Allya Zulfa; Muhtarom , Taufik
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6191

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang program sekolah ramah anak berbasis kearifan lokal, sebagai upaya untuk mencegah kekerasan di sekolah sekaligus melestarikan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui perencanaan program sekolah ramah anak berbasis kearifan lokal di SD Negeri Kasihan, 2) Mengetahui implementasi program sekolah ramah anak berbasis kearifan lokal di SD Negeri Kasihan, serta 3) Mengetahui evaluasi program sekolah ramah anak berbasis kearifan lokal di SD Negeri Kasihan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kasihan Bantul. Sumber data ini diperoleh dari berbagai pihak, antara lain kepala sekolah, guru, serta peserta didik. Guru wali kelas 4 dan kelas 5, satu guru mata pelajaran, serta sembilan orang peserta didik sebagai responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yaitu dimulai dari kegiatan sosialisasi, identifikasi kebutuhan dan aspirasi peserta didik, penyusunan kebijakan SRA, pembentukan tim SRA, dan pengidentifikasi potensi. Implementasi yaitu dengan melakukan pelaksanaan kurikulum seperti menggabungkan nilai-nilai karakter dan budaya lokal dalam kegiatan sehari-hari. Terdapat pendidik dan tenaga kependidikan terlatih, sarana dan prasarana, Selain itu, dalam pelaksanaan program juga didukung dengan adanya partisipasi peserta didik, orang tua dan pihak luar. Evaluasi yaitu dengan asesmen diagnostik, formatif dan sumatif. Penilaian ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, tetapi juga pada keterampilan dan sikap peserta didik secara komprehensif.
Pembelajaran PPKn Materi Gotong Royong dengan Model Pembelajaran Make a Match Berbantuan Kartu Bergambar Kelas V Siswa Sekolah Dasar Rohmah, Atika Nur; Zuliana, Eka
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6243

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah Pemenuhan nilai KKM yang hanya 55% nilai siswa kelas V serta terdapat kejenuhan dan ketidak tertarikan siswa dalam pembelajaran khususnya pada muatan pelajaran PPKn. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Make a Match berbantuan kartu bergambar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada materi gotong royong di kelas V MI An-Nashriyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis dan mendalam fenomena yang terjadi tanpa menggunakan angka/statistic dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas V MI An-Nashriyah berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada materi gotong royong, wawancara beberapa siswa kelas V, dan dokumentasi saat penerapan model Make a Match. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, membangun kerja sama, serta memperkuat pemahaman konsep gotong royong. Penggunaan kartu bergambar membantu siswa dalam mengaitkan materi dengan situasi nyata secara visual, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa model Make a Match berbantuan kartu bergambar efektif diterapkan dalam pembelajaran PPKn untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong pada siswa sekolah dasar. Penggunaan model Make a Match direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan di sekolah dasar
Problem-Based Learning Model to Increase Self-Efficacy of Grade IV Elementary School Students Ponsa, Angela Carolina; Wati, Tri Linggo
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6244

Abstract

This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on improving the self-efficacy of fourth-grade elementary school students in science subjects. The research was conducted at SDN Ngampelsari, Sidoarjo Regency, East Java, Indonesia, involving 32 fourth-grade students. Self-efficacy refers to students’ belief in their ability to face challenges, complete tasks, and achieve learning goals. It plays a critical role in enhancing motivation, learning behavior, and academic success. This study employed a quantitative method with a pre-experimental design, using a one-group pretest-posttest format. The instrument used was a self-efficacy questionnaire distributed before and after the implementation of the PBL model. The model was applied through structured learning activities involving real-life problem solving, collaboration in group work, and the development of critical thinking skills to find solutions. The contextually meaningful tasks helped students actively engage with the material and with one another. The data collected were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and N-Gain analysis. The Wilcoxon test showed a significance value of 0.000, which indicates a statistically significant difference in students' self-efficacy before and after treatment. The average N-Gain score was 0.7835, categorized as high. These findings demonstrate that the PBL model had a strong positive effect on students' psychological readiness for learning by enhancing their confidence, active participation, and persistence when facing challenges. In conclusion, the Problem-Based Learning model is not only effective for improving cognitive outcomes but also contributes to the development of students’ non-cognitive competencies. It is recommended for wider implementation in elementary schools to promote meaningful, student-centered, and empowering learning environments aligned with 21st-century education goalsy.
Pengembangan Model Pembelajaran SAVI Berbasis Budaya Melayu Langkat untuk Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air dan Kepedulian Sosial Siswa Akbar, Wawan; Rambe, Andina Halimsyah; Parapat, Humaidah Fatimah
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6257

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penanaman rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial untuk meningkatkan karakter di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) berbasis lokal, khususnya budaya Melayu Langkat. Penelitian menggunakan metodologi pengembangan (Research and Development/R&D). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan 4D yang memiliki 4 tahapan, yaitu: (1) Define (pendefinisian), (2) Design (perancangan), (3) Develop (pengembangan), dan (4) Dessiminate (penyebaran).. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Langkat. Hasil validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa model yang dikembangkan tergolong sangat valid dan layak digunakan. Uji kepraktisan oleh guru juga menunjukkan bahwa model ini mudah diterapkan dalam pembelajaran tematik. Implementasi model dengan integrase unsur budaya Melayu Langkat menunjukkan antusiasme tinggi siswa baik secara fisik, emosional dan intelektual, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai budaya. Model ini terbukti menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sosialnya melalui pembelajaran kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, model pembelajaran SAVI berbasis budaya Melayu Langkat efektif diterapkan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat membentuk karakter siswa sejak usia dini melalui integrasi antara kearifan lokal dan pendekatan gaya belajar yang aktif.
Implementasi Program Pengembangan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Membentuk Karakter Disiplin Positif Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun Zuliana, Zuliana; Sumanto, Reni Pawestuti Ambari
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6322

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu adanya fenomena keterlambatan berulang pada beberapa anak di TK Pertiwi 45 Kalisegoro. Penelitian ini bertujuan 1. menggambarkan implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 2. Menganalisis kebiasaan yang muncul pasca program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 3. Faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter disiplin positif pada anak usia dini. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, berfokus  pengalaman subjektif informan, yaitu kepala sekolah, guru kelas, dan tiga orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data  meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berjalan efektif, terintegrasi dalam operasional sekolah, dan berhasil menumbuhkan prubahan positif pada anak sesuai konsep disiplin positif Thomas Lickona. Sinergi orang tua menjadi faktor pendukung utama. Namun, inkonsistensi kebiasaan di rumah, terutama terkait bangun pagi dan persiapan sekolah, menjadi penghambat signifikan dalam mengatasi masalah keterlambatan. keberhasilan maksimal program ini membutuhkan dukungan konsisten dari seluruh pihak, khususnya keluarga, agar dampak positifnya terasa menyeluruh.
Pengembangan Media Kartu Kuartet Rangka Tubuh Manusia (Raktuma) pada Pembelajaran IPAS Kelas VI di SDN 4 Labuan Tereng Putri, Ersa Anugraheni; Dewi, Nurul Kemala; Nurwahida, Nurwahida
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6350

Abstract

Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar masih menghadapi kendala, salah satu kendala utama adalah pada materi yang bersifat abstrak dan minimnya pemanfaatan media berbasis teknologi. Hal ini berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman peserta didik terhadap materi IPAS. Sementara itu, Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu menunjang proses belajar yang efektif dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media Kartu Kuartet Rangka Tubuh Manusia (Raktuma) yang valid dan praktis pada pembelajaran IPAS kelas VI di SDN 4 Labuan Tereng. Jenis penelitian yang digunakan adalah Reseacrh and Development (R&D) dengan model penelitian ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi dari ahli media dan ahli materi, serta angket kepraktisan yang diisi oleh peserta didik dan guru. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan hasil wawancara prapenelitian, masukan ahli, dan pembimbing, serta kuantitatif berdasarkan hasil angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Kartu Kuartet Rangka Tubuh Manusia (Raktuma) memperoleh skor persentase sebesar 84,70% dengan kriteria sangat valid dari ahli media dan memperoleh skor persentase sebesar 95,71% dengan kriteria sangat valid dari ahli materi. Pada uji kepraktisan dari peserta didik memperoleh skor persentase sebesar 91,47% dengan kriteria sangat praktis dan uji kepraktisan dari guru memperoleh skor persentase sebesar 96,66% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, media Kartu Kuartet Rangka Tubuh Manusia (Raktuma) sangat valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas VI di SDN 4 Labuan Tereng.
Penggunaan Metode Bernyanyi dan Tepuk Tangan dalam Mengenalkan Angka 1-10 pada Anak kelas Apel di SPS Nusa Indah 63 Faizah, Mila Auliyatul; Dahlan, Mukhtar Zaini; Prayogo, Basuki Hadi; Pinanta, Raden Roro Maya Candra
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.5999

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran penting sebagai pondasi pengembangan seluruh aspek perkembangan anak, termasuk pengenalan konsep dasar numerasi. Namun demikian, pengenalan angka di kelas PAUD sering kali masih dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik minat belajar anak. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan menyenangkan melalui penerapan metode bernyanyi dan tepuk tangan dalam mengenalkan angka 1–10 pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 10 anak kelompok Apel di SPS Nusa Indah 63. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru kelas, serta dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bernyanyi dan tepuk tangan mampu meningkatkan antusiasme, daya ingat, konsentrasi, serta keterlibatan aktif anak dalam kegiatan belajar. Anak-anak tampak lebih fokus dan berani menghafal urutan angka sambil melakukan gerakan tepuk tangan sesuai jumlah bilangan. Selain itu, metode ini juga mempermudah guru dalam menciptakan suasana belajar yang hidup tanpa memerlukan media pembelajaran yang rumit. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi dan tepuk tangan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran numerasi di PAUD, serta membuka peluang pengembangan metode serupa untuk materi pembelajaran lainnya. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dapat terus berinovasi dan memodifikasi lagu serta pola gerakan sesuai karakteristik anak dan materi yang diajarkan.
Pengembangan Media Engklek Berbasis Digital Quiz dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan pada Anak Usia Dini Amani, Siti Nailul; Pradana, Pascalian Hadi; Suwargono, Trio
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6013

Abstract

Kemajuan teknologi telah mendorong pergeseran minat anak-anak dari permainan tradisional menuju permainan digital berbasis gadget. Keterbatasan efisiensi waktu dalam permainan tradisional turut menjadi alasan rendahnya penggunaan oleh guru maupun peserta didik. Di sisi lain, lemahnya karakter peduli lingkungan pada anak usia dini menjadi latar belakang penting pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan engklek berbasis digital quiz sebagai sarana menanamkan karakter peduli lingkungan yang lebih menarik dan fleksibel bagi anak. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok A di TK Plus Al Ishlah Jenggawah (9 laki-laki dan 5 perempuan). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, validasi ahli, dan dokumentasi. Hasil validasi oleh ahli media mencapai persentase 95,5%, sedangkan validasi materi sebesar 93,3%. Implementasi menunjukkan 12 anak mampu menunjukkan sikap peduli lingkungan secara optimal, sementara 3 anak masih memerlukan bimbingan. Dengan demikian, media permainan engklek berbasis digital quiz dinyatakan sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran karakter untuk anak usia dini.
Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Sekolah Dasar: Tantangan dan Peluang Isnayanti, Andi Nur; Putriwanti, Putriwanti; Kasmawati, Kasmawati; Rahmita, Rahmita
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6027

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya integrasi pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam kurikulum sekolah dasar sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk kompetensi abad ke-21. Kompetensi tersebut mencakup penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kesadaran kewarganegaraan. Pendekatan pembelajaran mendalam menawarkan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konseptual, penggabungan antara pengetahuan teoretis dan aplikatif, serta penerapan konsep dalam konteks nyata. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam implementasi pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan dalam hal kesiapan guru dan infrastruktur pendidikan, penerapan pembelajaran mendalam dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman materi, dan mendorong pembentukan pola pikir kritis serta kreatif. Selain itu, pendekatan ini dapat didukung melalui pelatihan guru yang berkelanjutan, penerapan teknologi pendidikan, serta kebijakan yang fleksibel dan inovatif. Dengan kolaborasi antara pendidik, institusi pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya, pembelajaran mendalam dapat menjadi katalisator transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan relevan. Karena itu, diperlukan langkah-langkah yang terstruktur untuk mengatasi hambatan yang ada dan memaksimalkan potensi pembelajaran mendalam guna menciptakan lulusan yang kompeten serta siap menghadapi persaingan global.
Penerapan Inquiry-Based Learning dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Inovatif Peserta Didik Fadila, Fauziah Nur; Husna, Riska Latifatul; Rabiudin, Rabiudin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 2 (2025): April - Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.2.2025.6085

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya transformasi model pembelajaran di sekolah dasar Indonesia dari pendekatan konvensional yang menekankan hafalan menuju pendekatan yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kreatif dan inovatif peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh Pembelajaran Berbasis Inkuiri (IBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan inovatif di kalangan siswa sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental digunakan. Siswa kelas tiga SD Muhammadiyah 2 Kota Sorong berpartisipasi, dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerima instruksi IBL dan kelompok kontrol yang menerima pengajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan Tes Torrance Berpikir Kreatif (TTCT) untuk kreativitas dan kuesioner inovasi yang dimodifikasi dan divalidasi. Analisis statistik melibatkan uji-t untuk membandingkan skor rata-rata antara kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor yang jauh lebih tinggi dalam pemikiran kreatif dan inovatif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa IBL adalah metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Akibatnya, penerapan IBL secara luas dalam pendidikan dasar direkomendasikan untuk menumbuhkan keterampilan penting untuk tantangan masa depan. Keterbatasan penelitian ini meliputi ukuran sampel dan durasi yang terbatas, yang menyarankan penyelidikan yang lebih luas dan jangka panjang untuk penelitian di masa mendatang.