cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V SD Latief, Muhammad Ade Rizki Abdul; Munir, Muhammad Misbahul
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5081

Abstract

Based on observations made at the research site, it was determined that pupils' mathematics communication abilities were still quite inadequate. This condition may be evident in the absence of active student participation in Mathematics learning, particularly in the area of Distance and Speed. To address these challenges, the Think Talk Write (TTW) learning approach was used as a novel solution. The purpose of this study is to increase the TTW model's efficacy in developing students' mathematical communication abilities. This study took an experimental approach with a pre-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 15 students picked at random. Data were gathered via pretest and posttest exams with descriptive questions, as well as oral interviews with Mathematics teachers. The results revealed that the pretest scores in the experimental group varied from 13 to 60, with an average of 29.33. Following the intervention, the posttest scores climbed dramatically, ranging from 60 to 100 with an average of 78.67. The hypothesis test yielded a significance value of 0.000, indicating a substantial change in students' mathematical communication abilities before to and following the introduction of the TTW paradigm. Thus, the use of the TTW learning approach has been shown to considerably improve the mathematical communication abilities of SD Negeri 5 Sinanggul Jepara students on the topic of Distance and Speed. ABSTRAKBerdasarkan pengamatan yang dilakukan di lokasi penelitian, ditentukan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa masih cukup tidak memadai. Kondisi ini mungkin terlihat dari kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Matematika, khususnya di bidang Jarak dan Kecepatan. Untuk mengatasi tantangan ini, pendekatan pembelajaran Think Talk Write (TTW) digunakan sebagai solusi baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas model TTW dalam mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Studi ini mengambil pendekatan eksperimental dengan desain pra-eksperimental, khususnya desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari 15 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui ujian pretest dan posttest dengan pertanyaan deskriptif, serta wawancara lisan dengan guru Matematika. Hasilnya mengungkapkan bahwa skor pretest pada kelompok eksperimen bervariasi dari 13 hingga 60, dengan rata-rata 29,33. Setelah intervensi, skor posttest meningkat secara dramatis, berkisar antara 60 hingga 100 dengan rata-rata 78,67. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000, menunjukkan adanya perubahan substansial dalam kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan setelah penerapan paradigma TTW. Dengan demikian, penggunaan pendekatan pembelajaran TTW telah terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa SD Negeri 5 Sinanggul Jepara pada topik Jarak dan Kecepatan.
ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SUPREMUM DAN INFIMUM BERDASARKAN TEORI NEWMAN Sihotang, Harry Marcel Wahyu; Sitindaon, David Micle; Saing, Nasib Maruli Tua; Silalahi, Lisbeth Grace Luciana; Sinaga, Debora; Simanullang, Michael Christian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5090

Abstract

This study aims to analyze students' misconceptions in solving problems related to the concepts of supremum and infimum in Real Analysis courses. These concepts are fundamental in mathematics, yet many students struggle to understand and apply them correctly. Using a qualitative approach and Newman’s Error Analysis theory, this research identifies the stages of errors made by 8 Mathematics Education students at Universitas Negeri Medan through a written test consisting of three problems. Data were descriptively analyzed based on Newman’s five error stages: reading error, comprehension error, transformation error, process skill error, and encoding error. The results reveal that the most dominant errors occur at the comprehension stage, where students frequently confuse supremum/infimum with maximum/minimum values. Transformation and process skill errors were also significant, particularly in problem modeling and computational operations, while encoding errors reflected inaccuracies in presenting final answers. These findings highlight the need for teaching strategies that emphasize conceptual understanding, in-depth discussions, and visualization tools. Adaptive scaffolding and intensive practice are recommended to address student misconceptions. This study contributes to the development of more effective Real Analysis teaching methods and opens opportunities for further error-diagnosis-based research. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal terkait konsep supremum dan infimum pada mata kuliah Analisis Real. Konsep ini merupakan fondasi penting dalam matematika, namun banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkannya secara tepat. Studi kualitatif ini menggunakan teori Analisis Kesalahan Newman untuk mengidentifikasi tahapan kesalahan yang dilakukan oleh 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan melalui tes tertulis yang mencakup tiga soal. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan lima tahapan kesalahan Newman, yaitu reading error, comprehension error, transformation error, process skill error, dan encoding error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terjadi pada tahap pemahaman (comprehension error), di mana mahasiswa sering keliru membedakan supremum/infimum dengan nilai maksimum/minimum. Kesalahan transformasi (transformation error) dan proses penyelesaian (process skill error) juga signifikan, terutama dalam memodelkan soal dan melakukan operasi perhitungan, sementara kesalahan pengkodean (encoding error) mencerminkan ketidaktepatan dalam menyajikan jawaban akhir. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, diskusi mendalam, dan penggunaan alat visualisasi. Strategi seperti scaffolding adaptif dan latihan intensif direkomendasikan untuk memperbaiki miskonsepsi mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran Analisis Real yang lebih efektif serta membuka peluang penelitian lanjutan berbasis diagnosis kesalahan.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN DI KELAS IV SD Lahay, Nurhayati; Abdullah, Gamar; Kudus, Kudus; Arif, Rifda Mardian; Arifin, Irvin Novita
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5093

Abstract

This study aims to describe the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by Canva media on student learning outcomes on plant body parts material in class IV SDN 10 Kabila, Bone Bolango Regency, using a quasi-experimental method with a Nonequivalent control group design, where data collection is carried out through observation, interviews, tests, and documentation with a sample of 34 class IV students of SDN 10 Kabila in the 2024/2025 academic year. The difference in learning outcomes can be seen from the average pre-test and post-test scores in the experimental and control classes. In the pre-test of the control class, an average score of 42.3 was obtained. The average post-test score in the control class was 62.11. While the average pre-test score of the experimental class was 43.76 and the post-test score was 84. From the learning outcomes of students, there was a difference in learning outcomes in the most significant material on plant body parts through the PBL model assisted by Canva  media and conventional learning. So it can be concluded that the use of the PBL model assisted by Canva AI media has an effect on the learning outcomes of students in class IV SDN 10 Kabila, Bone Bolango Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Canva terhadap hasil belajar peserta didik pada materi bagian tubuh tumbuhan di kelas IV SDN 10 Kabila Kabupaten Bone Bolango, menggunakan metode quasi experimental dengan desain Nonequivalent control group design, dimana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi dengan sampel sebanyak 34 peserta didik kelas IV SDN 10 Kabila tahun ajaran 2024/2025. Perbedaan hasil belajar terlihat dari rata-rata skor pre-test dan post test di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada pre test kelas kontrol, diperoleh nilai rata-rata 42,3. Nilai rata-rata post test pada kelas kontrol yaitu 62,11. Sedangkan nilai rata-rata pre test kelas eksperimen yaitu 43,76 dan nilai posttest 84. Dari hasil belajar peserta didik, terdapat perbedaan hasil belajar pada materi bagian tubuh tumbuhan yang paling signifikan melalui model PBL Berbantuan media canva dan pembelajaran konvensional. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL berbantuan media Canva berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik di kelas IV SDN 10 Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS DENGAN PBL BERBANTUAN MATCHA MATH CARD PADA MATERI FUNGSI KUADRAT SISWA X SMA Pratama, Amalia Dita; Fatqurhohman, Fatqurhohman; Hasanah, Firda Dyah Alvin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5094

Abstract

Mathematical communication skills are essential competencies in 21st-century learning that need to be developed through contextual, collaborative, and interactive methods. However, observations conducted in class X-5 of SMA Negeri Pakusari indicate that students still struggle to communicate mathematical concepts, particularly in the topic of quadratic functions. This study aims to improve students’ mathematical communication skills by implementing the Problem Based Learning (PBL) model supported by the Matcha Math Card media. The research method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis & McTaggart model, consisting of two cycles with the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 37 students of class X-5 at SMA Negeri Pakusari, with instruments including essay tests, observation sheets, and field notes. The results showed a significant improvement in students’ mathematical communication skills. The average score increased from 58,92 in the pre-cycle to 69,7 in the first cycle, and reached 86,49 in the second cycle, with a classical completeness rate of 100%. This improvement was observed not only in cognitive aspects but also in the learning process, such as increased learning interest, active participation in discussions, and students’ ability to express ideas logically and systematically. Thus, the implementation of Problem Based Learning supported by the Matcha Math Card has proven effective in enhancing students’ mathematical communication skills. This model has the potential to be more widely applied across various mathematical topics and educational levels to improve critical thinking and communication skills in mathematics learning. ABSTRAKKemampuan komunikasi matematis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui metode yang kontekstual, kolaboratif, dan interaktif. Namun, observasi yang dilakukan di kelas X-5 SMA Negeri Pakusari menunjukkan bahwa peserta didik masih memiliki kesulitan dalam mengomunikasikan konsep matematika, terutama dalam materi fungsi kuadrat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media Matcha Math Card. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis & McTaggart, yang terdiri dari dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 37 peserta didik kelas X-5 SMA Negeri Pakusari, dengan instrumen berupa tes uraian, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Nilai rata-rata meningkat dari 58,92 pada pra-siklus, menjadi 69,7 di siklus I, dan mencapai 86,49 di siklus II, dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada aspek kognitif, tetapi juga tercermin dalam proses pembelajaran, seperti meningkatnya minat belajar, keterlibatan aktif dalam diskusi, serta kemampuan peserta didik dalam menyampaikan gagasan secara logis dan sistematis. Dengan demikian, penerapan Problem Based Learning yang didukung oleh Matcha Math Card terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Model ini berpotensi untuk diterapkan lebih luas dalam berbagai materi atau jenjang pendidikan guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi dalam pembelajaran matematika.
KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 25 SANTI KOTA BIMA Lusiana, Lusiana; Salam, Agus; Masitha , Dewi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5095

Abstract

This research aims to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 25 Santi. This research uses qualitative research with a case study design. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in the research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor is that learning takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA di SDN 25 Santi Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan tiga siswa kelas IV. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar melalui asesmen diagnostik kemudian membuat modul ajar berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Diketahui bahwa siswa kelas IV terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik. Dalam penerapannya guru melakukan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk. Faktor pendukung berasal dari siswa yang antusias, suasana belajar yang menyenangkan, siswa merasa aman dan nyaman, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat utama dalam pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih lama. Solusi yang dilakukan kepala sekolah dan guru yaitu melakukan refleksi bersama di setiap minggunya.
IMPLEMENTASI MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE DALAM PEMBELAJARAN IPAS MATERI EKOSISTEM KELAS III Putri, Dinda Ayu; Suntari, Yustia; Yudha, Chrisnaji Banindra
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5096

Abstract

Understanding complex ecosystem material is often a challenge for elementary school students, so an effective learning model is needed. This study aims to test the effectiveness of the application of the Children Learning in Science (CLIS) model in science learning on ecosystem material for third grade elementary school students. The CLIS model that focuses on active learning through exploration, experimentation, and discussion is expected to improve students' understanding. The research method used is quantitative experiment with a nonequivalent control group design, involving an experimental group that applies the CLIS model and a control group that uses conventional methods. Data collection was carried out through pretests and posttests to measure student understanding, which were then analyzed for differences in order to see the increase in understanding between the two groups. The results showed that the experimental group experienced a significant increase in understanding of ecosystem material with an average increase in the posttest of 41.09%, while the control group only experienced an increase of 23.60%. Thus, it is concluded that the CLIS model is effective in improving the understanding of third grade elementary school students on ecosystem material compared to conventional methods. ABSTRAKPemahaman materi ekosistem yang kompleks sering menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan model pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model Children Learning in Science (CLIS) dalam pembelajaran IPAS materi ekosistem pada siswa kelas III sekolah dasar. Model CLIS yang berfokus pada pembelajaran aktif melalui eksplorasi, eksperimen, dan diskusi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain nonequivalent control group, melibatkan kelompok eksperimen yang menerapkan model CLIS dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman siswa, yang kemudian dianalisis perbedaannya guna melihat peningkatan pemahaman antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman materi ekosistem yang signifikan dengan kenaikan rata-rata posttest sebesar 41,09%, sementara kelompok kontrol hanya mengalami kenaikan sebesar 23,60%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa model CLIS efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas III sekolah dasar terhadap materi ekosistem dibandingkan dengan metode konvensional.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V MI Widayanti, Febi Dwi; Rahayuningsih, Sri; Yuliana, Fika; Christian, Steven
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5145

Abstract

This study examines the difficulties in learning mathematics experienced by fifth grade students of MI Wahid Hasyim. The main objective is to identify the forms of difficulties and the factors causing them. The method used is descriptive qualitative with data collection through interviews, observations, written tests, and document studies. The research sample involved 22 students (10 males and 12 females) from fifth grade of MI Wahid Hasyim Pakis Malang. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, presentation of results, and verification of conclusions. The research findings show that most students have not met the KKM (Minimum Completion Criteria), with the main obstacles including difficulty in understanding questions, weak mastery of mathematical concepts, inappropriate use of formulas and symbols, and limitations in problem-solving steps. The causes of these difficulties come from two aspects, namely internal factors (such as less active learning attitudes, intelligence levels, low motivation, and lack of interest in learning) and external factors (including family economic conditions, family relationship dynamics, curriculum policies, availability of learning media, school facilities, and the influence of the social environment). ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kesulitan belajar matematika yang dialami siswa kelas V MI Wahid Hasyim. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi bentuk kesulitan serta faktor penyebabnya. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, tes tertulis, dan studi dokumen. Sampel penelitian melibatkan 22 siswa (10 laki-laki dan 12 perempuan) dari kelas V MI Wahid Hasyim Pakis Malang. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian hasil, dan verifikasi kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum), dengan hambatan utama meliputi kesulitan memahami soal, lemahnya penguasaan konsep matematika, penggunaan rumus dan simbol yang tidak tepat, serta keterbatasan dalam langkah penyelesaian masalah. Penyebab kesulitan ini berasal dari dua aspek, yaitu faktor internal (seperti sikap belajar kurang aktif, tingkat kecerdasan, motivasi rendah, dan kurangnya minat belajar) dan faktor eksternal (termasuk kondisi ekonomi keluarga, dinamika hubungan keluarga, kebijakan kurikulum, ketersediaan media pembelajaran, fasilitas sekolah, serta pengaruh lingkungan sosial).
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: STRATEGI PEMBELAJARAN TERINTEGRASI DENGAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, MATHEMATICS) DAN TANTANGANNYA Dina, Alifa Shafira
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5162

Abstract

21st century education is implemented by focusing on implementing learning on students. This research aims to obtain a description of STEAM-based mathematics learning that is integrated with learning strategies at the elementary, middle and high school levels. The research method used in this research is a systematic literature review (SLR), namely analyzing literature related to the STEAM approach to mathematics learning from journal articles published in the time period between 2014-2024. This research uses several articles published nationally and internationally. The literature review was carried out in an organized and comprehensive manner to see the impact of mathematics learning integrated with STEAM. The research results show that the application of STEAM integrated learning strategies is able to improve student’s skills. The challenges that exist during the implementation of STEAM-based learning strategies come from both within and outside the students. The challenges that arise show the importance of careful planning, training for educators, and the creation of a supportive learning environment to ensure the effectiveness of learning strategies in improving students' understanding and engagement as a whole. ABSTRAKPendidikan abad ke-21 dilaksanakan dengan memfokuskan pelaksanaan pembelajaran pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang pembelajaran matematika berbasis STEAM yang terintegrasi dengan strategi pembelajaran pada tingkat SD, SMP dan SMA. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah systematic literature review (SLR), yaitu menganalisis literatur terkait pendekatan STEAM pada pembelajaran matematika dari artikel jurnal yang diterbitkan pada trentang waktu antara 2014-2024. Penelitian ini menggunakan beberapa artikel yang terpublikasi nasional dan internasional. Pengkajian literatur dilakukan secara terorganisir dan komprehensif guna melihat dampak pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan STEAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang terintegrasi STEAM mampu meningkatkan keterampilan peserta didik. Tantangan yang ada selama pengimplementasian strategi pembelajaran berbasis STEAM berasal dari dalam diri maupun luar diri peserta didik. Tantangan-tantangan yang muncul menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang, pelatihan untuk pendidik, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung untuk memastika efektivitas strategi pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik secara menyeluruh.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERBASIS KEARIFAN LOKAL MUSI BANYUASIN SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DI KELAS I SEKOLAH DASAR Aswandari, Aswandari; Maraharani, Siti Dewi; Susanti, Rahmi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5221

Abstract

The This study is an initial development study that focuses on needs analysis in order to design learning media in the form of flashcards based on the local wisdom of Musi Banyuasin to support the understanding of addition concepts in first grade elementary school. The development model used is ADDIE, with an emphasis on the Analysis stage. The research was conducted at SDN 1 Air Balui, Musi Banyuasin Regency, in the even semester of the 2024/2025 academic year. The research subjects included 23 first-grade students and two classroom teachers as informants. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and observations. The analysis results indicated that most students struggled with abstract addition concepts and showed high enthusiasm for visually appealing, contextual, and locally culturally based learning media. 95.65% of students felt assisted by images in understanding the material, and 100% stated they had never used flashcards before. Teachers also expressed the need for practical, visual, and relevant learning aids. These findings indicate the urgency of developing flashcards based on the Musi Banyuasin culture that can bridge pedagogical needs, cognitive characteristics of young students, and the preservation of local cultural values. This needs analysis serves as an important foundation for the design phase in the subsequent development process. ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi pengembangan tahap awal yang berfokus pada analisis kebutuhan dalam rangka merancang media pembelajaran berupa flashcard berbasis kearifan lokal Musi Banyuasin untuk mendukung pemahaman konsep penjumlahan di kelas I Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, dengan titik berat pada tahap Analysis. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Air Balui, Kabupaten Musi Banyuasin, pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian melibatkan 23 siswa kelas I dan dua guru kelas sebagai informan. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara, dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami penjumlahan secara abstrak dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap media pembelajaran visual yang menarik, kontekstual, serta berbasis budaya lokal. Sebanyak 95,65% siswa merasa terbantu dengan gambar dalam memahami materi, dan 100% menyatakan belum pernah menggunakan media flashcard sebelumnya. Guru pun menyampaikan kebutuhan akan media bantu yang praktis, visual, dan relevan dengan lingkungan siswa. Temuan ini mengindikasikan urgensi pengembangan media flashcard berbasis budaya Musi Banyuasin yang mampu menjembatani kebutuhan pedagogis, karakteristik kognitif siswa usia dini, serta pelestarian nilai budaya lokal. Analisis kebutuhan ini menjadi fondasi penting bagi tahapan desain media dalam proses pengembangan selanjutnya.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN CANVA PADA MATERI JARING-JARING MAKANAN DI SEKOLAH DASAR Tasmayanti, Lilis; Susanti, L.R. Retno; Safitri, Erna Retna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5223

Abstract

This study aims to analyze the need for developing interactive multimedia learning aids using Canva for food chain material in elementary schools. The background of this study is based on the importance of using digital learning media that is interesting, interactive, and in line with the characteristics of 21st-century students to improve the effectiveness of the science learning process. The research method used was qualitative descriptive with data collection techniques through observation, interviews, and questionnaires to teachers and fifth-grade students at SD Negeri 2 Sumber Rezeki. The analysis results showed that the majority of teachers still use conventional media and face challenges in developing interactive digital media independently. Meanwhile, students showed high interest in visual and animated media that can help them understand abstract concepts such as energy flow in ecosystems. Canva is considered to have high potential as an interactive multimedia design platform due to its ease of use, design flexibility, and integration of visual features. Therefore, the development of interactive multimedia learning based on Canva is highly necessary to support contextual and enjoyable learning of food web material. Recommendations are directed toward the development of media based on actual user needs, considering pedagogical, technological, and relevant content aspects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbantuan Canva pada materi jaring-jaring makanan di Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan media pembelajaran digital yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21 guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran sains. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket kepada guru dan siswa kelas V di SD Negeri 2 Sumber Rezeki. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80%  guru masih menggunakan media konvensional dan mengalami kendala dalam mengembangkan media digital interaktif secara mandiri. Sementara itu, 63,3 % siswa menunjukkan minat tinggi terhadap media visual dan animatif yang dapat membantu mereka memahami konsep abstrak seperti alur energi dalam ekosistem. Canva dinilai memiliki potensi tinggi sebagai platform desain multimedia interaktif karena kemudahan penggunaan, fleksibilitas desain, dan integrasi fitur visual. Oleh karena itu, pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis Canva sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran materi jaring-jaring makanan secara kontekstual dan menyenangkan. Rekomendasi diarahkan pada pengembangan media berbasis kebutuhan aktual pengguna dengan mempertimbangkan aspek pedagogis, teknologis, dan konten yang relevan.