cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
ANALISA KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI DUSUN BUTUN KABUPATEN KEDIRI Erni Anikasari; Setiawan, Fery
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi, salah satu penyakit kronis yang paling umum, membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien.. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi setelah mendapatkan pengetahuan di Dusun Butun, Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah analisis observasional dengan pengambilan data pada satu waktu. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 19 responden penderita hipertensi yang dipilih dengan teknik probability sampling. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (78,9%) dengan rentang usia terbanyak 61–65 tahun (26,3%) dan tingkat pendidikan mayoritas SD/MI (84,2%). Evaluasi tingkat kepatuhan menunjukkan bahwa 57,89% responden memiliki kepatuhan rendah, 15,79% kepatuhan sedang, dan hanya 26,32% yang memiliki kepatuhan tinggi. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yakni tingkat kepatuhan penggunaan di Dusun Butun masih tergolong rendah obat pada pasien hipertensi, sehingga diperlukan edukasi, pendampingan, serta monitoring berkelanjutan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Kepuasan Masyarakat Terkait Penanggulanag Bencana Gunung Meletus sumaningrum, ningsih dewi; Margareta, Sheylla Septiana; Santosa, Winanda Riski Bagus
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sugihwaras menjadi desa yang berdampak akibat bencana letusan gunung kelud. Gunung Kelud mengalami erupsi yang merupakan peristiwa berulang yang kesekian kalinya dapat terjadi kapan saja. Hal tersebut dapat ditelusuri dalam sejarah kegunungberapian yang ada di tanah Jawa. Tidak semua masyarakat memahami, bahkan bisa dikatakan merupakan pengalaman baru pada sebagian masyarakat dari generasi ke generasi sehingga akan mempengaruhi adanya peran dan keterlibatan pada respon dan kesiapsiagaan saat terjadi erupsi. Dalam proses evakuasi maupun di dalam pengungsian masih terjadi kegagapan dari berbagai pihak saat proses tanggap darurat. Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk mengatasi dampak buruk yang dapat timbul, seperti kegiatan pemulihan darurat, penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pengurusan pengungsi, perlindungan kelompok rentan seperti orang tua, ibu hamil, hal ini yang disebut dengan tanggap darurat bencana (BNPB, 2014). Kepuasan terhadap pelayanan Dinas BPBD terhadap mitigasi bencana gunung Meletus dapat diketahui rata – rata masyarakat merasa puas dengan layanan badan BPBD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dimana hal ini dibuktikan dari angka puas dengan capaian scor diatas 45 suara dari 50 perwakilan masyarakat yang diminta melakukan penilaian. Kata kunci: Kepuasan, BNPB, Pengetahuan, Sikap
“GEMAYUR” (Gemar Makan Sayur) Pengembangan Permainan Edukatif Petualangan Sayur Dalam Upaya Peningkatan Konsumsi Sayur Pada Anak Di SDN Grogol 2. Margareta, Sheylla Septina; Astari, Kharintria Urfila; Puspita, Febrilia; W, Berlian Hesti; S, Alisya Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDN Grogol 2 adalah sekolah yang berlokasi di Jalan Gringging no 265, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Masalah yang terdapat pada mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang sayur dan kurangnya konsumsi sayur karena anak-anak lebih tertarik untuk makan camilan yang tidak sehat, seperti makanan siap saji, makanan-makanan manis, makanan yang banyak mengandung minyak dan penyedap rasa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang sayur dan konsumsi sayur pada anak. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu pengetahuan anak tentang sayuran meningkat, dari sebelum diberikan edukasi dengan nilai rata-rata 71,42 dan sesudah diberikan edukasi nilai rata-rata 81,29. Selain data pengetahuan telah dinilai juga frekuensi konsumsi sayur pada anak meningkat, dari sebelum diberikan kartu pemantauan dengan nilai rata-rata 10,96 (45%) dan sesudah diberikan kartu pemantauan dengan nilai rata-rata 13,35 (55%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan gemayur ini dapat memberikan peningkatan pengetahuan anak terhadap sayur serta dapat meningkatkan konsumsi sayur pada anak. Kata kunci: Edukasi, Anak, Sayur
Peningkatan Kesadaran Bahaya dan Dampak Bullying melalui Pendidikan Stop Bullying Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Putri, Mardiana Prasetyani
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying tends to be done repeatedly to victims and can have a negative impact on victims, including discomfort, excessive depression, depression, stress, low self-esteem, trauma, and other negative impacts. The importance of knowledge on the negative impact of bullying needs to be given to students to minimize bullying, especially in the school environment. The Community Service activities (PkM) were carried out through five stages, namely: pretest, education, role playing, mentoring, and evaluation. The participants of the activity were class XII students in one public school in Kediri Regency. The selection of activity targets is based on considerations, including: (1) class XII is the highest class which will be used as a role model for the class below, (2) class XII will be assigned to be a peer tutor in transferring knowledge related to bullying actions, (3) class XII can help the school to conduct cadre in the class below, and (4) class XII can be a senior who is able to nurture, protect, and set a good example for the younger class. In the data analysis using the Wilcoxon test, it was found that the sig value was smaller than 0.05, so it can be interpreted that there is a significant difference between the pretest and posttest scores, where the posttest score is greater than the pretest score. Based on the analysis of the data obtained, it can be concluded that stop bullying education can increase students' awareness of the dangers and impacts of bullying.
Gerakan Opimba (Orang Tua Pintar Minum Obat): Penyuluhan dan Kaderisasi Orang Tua Cerdik dan Cermat dalam Penggunaan Obat Cair Shoviantari, M.Farm., Apt., Fenita; Saputra, Sony Andika; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma; Sugiyartono, Sugiyartono; Mawardika, Herlinda
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat yang berbentuk liquida atau obat cair merupakan obat yang banyak digunakan oleh anak – anak dan juga lansia atau pasien yang memiliki kesulitan untuk menelan obat padat. Obat ini dianggap lebih praktis dan tepat dalam dosis penggunaannya karena dilengkapi dengan sendok takar sehingga dosis yang dapat diberikan lebih variatif bergantung pada kondisi pasien. Sebuah survei yang dilakukan terhadap pasien yang sedang menunggu di ruang tunggu dokter menunjukkan bahwa 73 persen pasien menggunakan sendok makan atau sendok teh untuk mengukur dosis obat cair, bukan menggunakan sendok/mangkuk ukur yang biasanya diberikan bersama obat cair. Pengukuran menggunakan sendok makan atau sendok teh yang sangat tidak akurat dapat menyebabkan masalah, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikitnya obat yang dikonsumsi. Untuk itu, penting sekali untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai pentingnya menggunakan sendok atau gelas takar yang disediakan di dalam kemasan obat Ketika menggunakan obat cair. Pengabdian Masyarakat yang bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata Ummat Trenggalek ini memberikan materi mengenai macam sediaan cair, cara penggunaan obat cair, cara membaca brosur obat cair, dan cara pemusnahan obat cair. Kegiatan pengabdian diawali dengan pre test dan diakhir dengan post test untuk mengukur pengetahuan Masyarakat sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pengmas. Dari hasil evaluasi pre dan post test didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan penyuluhan.
COUNSELING ON THE USE OF FAMILY MEDICINAL PLANTS (TOGA) WERDININGSIH, WIWIK WERDININGSIH
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dadapan Village is an urban area but is categorized as a disadvantaged village because its location is quite far from the center of Kediri city, so this hamlet is a hamlet that can be categorized as a rural area. Most of the people in Dadapan hamlet are housewives. The area of Dadapan hamlet is quite large and not too dense, so there are still many large yards in the hamlet. Residents in Dadapan hamlet are used to using the yards around their houses to plant various types of plants. Of the various kinds of plants that live in people's yards, many of them are plants that can be used as traditional medicinal plants. Some residents sometimes use these plants to treat health complaints, but their use is not optimal because so far the use of traditional medicinal plants has only been based on the opinions of friends or neighbors. It is feared that the use of traditional medicines that do not comply with the rules could reduce the efficacy of the medicine itself. If it is used too much, it is feared that it will also have toxic effects that will harm society. By using the method of educating the public about the TOGA utilization program at the PKK meeting on Sunday 14 January 2024, it is hoped that it will provide the public with insight into the use of TOGA to be managed into medicinal preparations to improve family health. The results of the posttest showed that 100% of the community understood and could explain the use of TOGA for family health.
Asuhan Mandiri Ramuan Herbal sebagai Upaya Pemeliharaan Kesehatan melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Badriyah, Lailatul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan yang dapat ditanaman di perkarangan rumah. TOGa dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan tertentu disesuaikan dengan khasiat masing-masing komponen. Kompilasi beberapa tanaman TOGA dapat dijadikan menjadi sebuah ramuan herbal yang berkhasiat bagi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah ingin memberikan informasi manfaat dari TOGA serta bagaimana cara pembuatan ramuan herbal yang benar sesuai anjuran Kemenkes. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kemudian praktek langsung membuat ramuan herbal. Hasil kegiatan diukur berdasarkan kuisioner pra dan pasca kegiatan pengabdian. Masyarakat belum mengetahui manfaat secara keseluruhan pada komponen tanaman herbal yang digunakan, yaitu jahe, kayu manis, dan jeruk nipis. Namun setelah kegiatan masyarakat memahami manfaat TOGA serta dapat membuat ramuan herbal yang benar. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sokaraja memahami manfaat TOGA bagi kesehatan dan mampu membuat ramuan herbal secara mandiri bagi keluarga.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggolongan Obat Dan Beyond Use Date (BUD) Melalui Penyuluhan pada kader siaga Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Pertiwi, Krisna Kharisma; Basuki, Dewy Resty
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga mutu dan kualitas obat, maka pengelolaan terhadap obat itu sendiri sangat memberikan peran yang vital. Salah satunya adalah dengan mengetahui batas masa kadaluarsa dan penggolongan obat maka akan memudahkan masyarakat untuk menentukan waktu dan metode penyimpanan . Tanggal kadaluarsa obat yang sudah dibuka dapat berbeda dengan yang tertera pada kemasan yang berlaku untuk sediaan baik sediaan steril maupun non steril dimana ketika melewati batas tanggal tersebut maka sediaan yang dimaksud tidak boleh digunakan dan disimpan. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di periode bulan desember 2022 pada kader siaga desa di kecamatan karangan, kabupaten trenggalek, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pre dan post test juga diikuti dengan kegiatan konseling. Instrumen yang digunakan adalah dengan pemberian quesioner baik pada waktu pre test maupun post test , peserta juga diberi leaflet materi tentang penggolongan obat dan beyond use date (BUD). Konseling diberikan dalam waktu 3 hari setelah sosialisasi menggunakan media watshap. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan ada kenaikan prosentase pengetahuan yang cukup signifikan. Dimana datap dilihat pada tabel 1 bahwa rata-rata pengetahuan kader ada kenaikan dari 54,9% menjadi 92,5%.
Edukasi Penggunaan Obat, Suplemen, Herbal Dan Bahaya Doping Pada Olahragawan Prasetyo, Eko Yudha; Kusumaratni, Dyah Ayu; Marhenta, Yogi Bhakti; Astutik, Widhi; Hartini, Indah Sri; Nugroho, Septiawan Adi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik yang dilakukan dalam olahraga selain berdampak pada kebugaran tubuh juga beresiko menimbulkan cidera. Pharmaceutical care di bidang olahraga berkontribusi dalam perkembangan olahraga modern. Besarnya manfaat tersebut juga dibarengi masalah penyalahgunaan dan penggunasalahan obat karena terbatasnya pemahaman. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta tentang penggunaan obat, suplemen dan herbal pada olahragawan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan penyuluhan kelompok dengan sasaran anggota komunitas olahraga. Kegiatan meliputi pengisian pre test, penyampaian materi, diskusi tanya jawab dan pengisian post test. Pre dan Post test berisi pertanyaan tentang pengetahuan DAGUSIBU peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberi dampak pada peningkatan pengetahuan penggunaan obat, supplemen, dan herbal pada olahragawan. Peningkatan pengetahuan tertinggi terjadi pada domain cara mendapatkan dan menggunakan obat.
PENYULUHAN KESEHATAN LANSIA Sabban, Indra Fauzi; Wahyuni, Ismiy Noer
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penampilan fisik sebagai bagian dari proses penuaan pada umumnya, antara lain munculnya uban, kerutan wajah, berkurangnya ketajaman panca indera, dan menurunnya sistem kekebalan tubuh yang merupakan ancaman terhadap integritas lansia. Upaya promotif juga dapat dilakukan untuk lansia, keluarga dan masyarakat sekitarnya, meliputi penyuluhan tentang perilaku hidup sehat, nutrisi untuk lansia, teknik degeneratif termasuk katarak dan depresi. Upaya Pencegahan ini bertujuan untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyakit dan sakit kepala akibat strategi degeneratif. olah raga berupa deteksi dini dan pemantauan kebugaran lansia dapat dilakukan di kelompok lanjut usia (posyandu lanjut usia) atau fasilitas kesehatan masyarakat dengan menggunakan Kartu Sehat Lanjut Usia (KMS).