cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 44 Documents clear
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MEMBENTUK KARAKTER YANG BERKUALITAS Oktarini, Dinda; Shera, Shera; Aliyah, Aliyah; Ayu, Citra
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6454

Abstract

The formation of quality character in Islamic education requires a solid philosophical foundation to align knowledge with values. This background emphasizes the importance of understanding the basic framework of the philosophy of science. Therefore, the focus of this research is to analyze the integral role of three main branches of philosophy—ontology, epistemology, and axiology—in shaping a comprehensive Islamic education system. As a research step, a library research method was used to collect and analyze data from various scientific literature to synthesize the contributions of each branch of philosophy. The main findings indicate that ontology defines the essence of Islamic education, which is centered on monotheism and the purpose of human creation as servants and caliphs. Epistemology regulates the acquisition of knowledge, which is not only sourced from reason and the senses but also guided by revelation (the Qur'an and Sunnah). Meanwhile, axiology provides a value and ethical dimension, directing the use of knowledge to develop noble character and achieve goodness in this world and the hereafter. In conclusion, the integration of these three branches of philosophy forms a holistic Islamic education system and is crucial for producing a generation that is not only intelligent but also possesses strong character and is able to apply their knowledge responsibly. AbstrakPembentukan karakter berkualitas dalam pendidikan Islam memerlukan landasan filosofis yang kokoh untuk menyelaraskan ilmu dengan nilai. Latar belakang masalah ini mendorong pentingnya pemahaman terhadap kerangka dasar filsafat ilmu. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah menganalisis peran integral tiga cabang utama filsafat—ontologi, epistemologi, dan aksiologi—dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang komprehensif. Sebagai langkah penelitian, metode studi kepustakaan (library research) digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai literatur ilmiah, guna mensintesiskan kontribusi masing-masing cabang filsafat tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa ontologi mendefinisikan hakikat pendidikan Islam yang berpusat pada tauhid dan tujuan penciptaan manusia sebagai hamba dan khalifah. Epistemologi mengatur cara perolehan ilmu yang tidak hanya bersumber dari akal dan indra, tetapi juga berpedoman pada wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah). Sementara itu, aksiologi memberikan dimensi nilai dan etika, yang mengarahkan agar ilmu dimanfaatkan untuk membentuk akhlak mulia serta mencapai kebaikan di dunia dan akhirat. Kesimpulannya, integrasi ketiga cabang filsafat ini membentuk sistem pendidikan Islam yang holistik dan sangat penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu mengamalkan ilmunya secara bertanggung jawab.
LITERATUR REVIEW : ANALISIS KEBUTUHAN DAN MANAJEMEN KELAS MELALUI PENDEKATAN KOLABORATIF Siregar, Julinda; Pramasti, Aliza; Nadirah, Nadirah; Naza, Kasyifatun
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6455

Abstract

Effective classroom management is the primary foundation for creating a conducive learning environment, but challenges such as diverse student characteristics often hinder the achievement of learning objectives. This background encourages the study of more adaptive strategies. This research focuses on needs analysis and classroom management through a collaborative approach as an innovative solution. As the primary research step, a Systematic Literature Review (SLR) method was used, examining 40 relevant scientific articles published between 2019 and 2025. Key findings indicate that a collaborative approach has proven highly effective in managing heterogeneous classes. This approach significantly encourages active student engagement, hones critical thinking skills, and develops social skills through group discussions and problem-solving. Teachers transform from learning centers into responsive facilitators, while students are empowered to construct knowledge independently and collaboratively. In conclusion, a collaborative approach is a superior classroom management strategy for addressing diverse student needs and enhancing learning effectiveness. Its success depends heavily on the teacher's role as a skilled guide to ensure equitable and productive participation from each student. ABSTRAKManajemen kelas yang efektif merupakan fondasi utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, namun tantangan berupa keragaman karakteristik siswa seringkali menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Latar belakang ini mendorong kajian terhadap strategi yang lebih adaptif. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan dan manajemen kelas melalui pendekatan kolaboratif sebagai salah satu solusi inovatif. Sebagai langkah penelitian utama, digunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 40 artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025. Temuan utama menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif terbukti sangat efektif dalam mengelola kelas yang heterogen. Pendekatan ini secara signifikan mendorong keterlibatan aktif siswa, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui diskusi serta pemecahan masalah secara berkelompok. Guru bertransformasi dari pusat pembelajaran menjadi fasilitator yang responsif, sementara siswa diberdayakan untuk membangun pengetahuan secara mandiri dan bersama. Kesimpulannya, pendekatan kolaboratif merupakan strategi manajemen kelas yang unggul untuk menjawab kebutuhan siswa yang beragam dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Keberhasilannya sangat bergantung pada peran guru sebagai pembimbing yang terampil untuk memastikan partisipasi yang merata dan produktif dari setiap siswa.
ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Mustabsyirah, Mustabsyirah; Mardyawati, Mardyawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6456

Abstract

This article analyzes the Full Day School (FDS) policy in Indonesia, which is regulated by Permendikbud No. 23/2017, to evaluate its impact on character building in children. The purpose of this study is to identify the supporting and hindering factors in the implementation of FDS and to assess its effectiveness in holistic character development. The method used is a literature review (library research) by analyzing academic sources related to FDS policy, character education, and the Indonesian social context. The research findings reveal the positive impact of FDS in building discipline, responsibility, independence, cooperation, and tolerance through structured activities, collaborative projects, and extracurricular activities. The intensive school environment also minimizes exposure to negative external influences and strengthens the internalization of character values through the integration of religious education, local culture, and literacy. However, significant negative impacts were also identified: the risk of academic burnout due to excessive study time, which reduces children's motivation and creativity; reduced family involvement in instilling moral values; and inadequate infrastructure (insufficient facilities) and teacher competence (lack of training in character education methods). Although FDS has the potential to shape children's character, its success depends on strategic interventions: (1) context-based implementation reform (differentiated policies for urban/rural areas); (2) strengthening teacher capacity and integrated curriculum; (3) tripartite synergy between schools, families, and communities; and (4) ensuring children's psychological well-being. Without this multidimensional approach, FDS risks failing educational disparities and failing to achieve the goal of holistic character development. ABSTRAKKebijakan Full Day School (FDS) di Indonesia yang diatur melalui Permendikbud No. 23/2017 dianalisis dalam artikel ini untuk mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi FDS serta mengkaji efektivitasnya dalam pengembangan karakter holistik. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menganalisis sumber-sumber akademis terkait kebijakan FDS, pendidikan karakter, dan konteks sosial Indonesia. Hasil penelitian mengungkap dampak positif FDS dalam membangun disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan toleransi melalui kegiatan terstruktur, proyek kolaboratif, dan ekstrakurikuler. Lingkungan sekolah yang intensif juga meminimalkan paparan pengaruh negatif eksternal serta memperkuat internalisasi nilai-nilai karakter melalui integrasi pendidikan agama, budaya lokal, dan literasi. Namun, ditemukan pula dampak negatif signifikan, yaitu risiko burnout akademik akibat beban waktu belajar berlebihan yang menurunkan motivasi dan kreativitas anak, pengurangan peran keluarga dalam penanaman nilai moral, hingga ketidaksiapan infrastruktur dan fasilitas yang tidak memadai, dan kurangnya kompetensi guru dalam pendidikan karakter. Meskipun FDS berpotensi membentuk karakter anak, keberhasilannya bergantung pada: (1) reformasi implementasi berbasis konteks (diferensiasi kebijakan untuk daerah perkotaan/pedesaan); (2) penguatan kapasitas guru dan kurikulum terintegrasi; (3) sinergi tripartit sekolah-keluarga-komunitas; dan (4) penjaminan kesejahteraan psikologis anak. Tanpa penanganan multidimensi ini, FDS berisiko memperdalam ketimpangan pendidikan dan gagal mencapai tujuan pembentukan karakter utuh.
A PSYCHOLINGUISTIC ANALYSIS OF TIME PRESSURE EFFECTS ON ENGLISH WRITING ACCURACY AND COMPLEXITY Brinda, Sonya; Ardiyanto, Fahrur Rijal
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6609

Abstract

This study investigates the psycholinguistic effects of time pressure on English writing performance, focusing specifically on writing accuracy and complexity among EFL learners. Writing in a second language involves complex cognitive processes, including working memory, lexical retrieval, and syntactic structuring, which may be disrupted under time constraints. The research aims to analyze how time pressure affects these two critical aspects of writing. A quasi-experimental within-subjects design was employed, involving 40 students of Mayjen Sungkono University. Each participant completed two narrative writing tasks: one under time pressure (15 minutes) and one without time limits. Writing accuracy was assessed through error analysis, while writing complexity was measured using syntactic complexity indices. The findings revealed that time pressure significantly reduced grammatical accuracy and syntactic complexity in students' writing. These results indicate a trade-off between speed and language quality under time constraints. The study concludes that time pressure limits cognitive resources for monitoring and complex sentence construction, highlighting the need for balanced instructional approaches in English writing classes. ABSTRAKStudi ini menyelidiki efek psikolinguistik dari tekanan waktu terhadap kinerja menulis dalam bahasa Inggris, dengan fokus khusus pada akurasi dan kompleksitas tulisan di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Menulis dalam bahasa kedua melibatkan proses kognitif yang kompleks, termasuk memori kerja, pengambilan kosakata, dan penyusunan sintaksis, yang dapat terganggu ketika terdapat batasan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tekanan waktu memengaruhi dua aspek penting dalam menulis tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental, melibatkan 40 mahasiswa di Universitas Mayjen Sungkono. Setiap peserta diminta menyelesaikan dua tugas menulis narasi: satu di bawah tekanan waktu (15 menit) dan satu tanpa batasan waktu. Akurasi tulisan dianalisis melalui identifikasi kesalahan tata bahasa, sementara kompleksitas tulisan diukur menggunakan indeks kompleksitas sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan waktu secara signifikan menurunkan akurasi tata bahasa dan kompleksitas sintaksis dalam tulisan mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan adanya keterbatasan antara kecepatan dan kualitas bahasa ketika peserta dihadapkan pada batasan waktu. Studi ini menyimpulkan bahwa tekanan waktu membatasi sumber daya kognitif yang diperlukan untuk memantau kesalahan dan membangun struktur kalimat yang kompleks, sehingga menekankan pentingnya penerapan pendekatan pengajaran yang seimbang dalam pembelajaran menulis bahasa Inggris.
ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA BOS SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GOOD SCHOOL GOVERNANCE Fatimatuzzahra, Siti; Murapi, Ikang; Ihyani, Layali
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6607

Abstract

ABSTRACT The management of School Operational Assistance (BOS) funds is an important responsibility for every educational unit because it is related to the use of public funds that must be carried out efficiently, transparently, and responsibly. This study focuses on the implementation of the principles of good governance. The approach used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews and documentation. The data analysis process was carried out using qualitative descriptive analysis methods. The purpose of this study is to examine how accountability and transparency in fund management are implemented as a step to realize good school governance. This research was conducted directly at SDN 2 Banyumulek. The results show that fund management has been running quite well, especially in terms of transparency and accountability. The school is open in budget use and involves the principal, treasurer, teachers, and the school committee in reporting and supervision. This reflects the school's commitment to the principles of good governance, namely transparency, accountability, and participation. ABSTRAK Pengelolaan dana (Bantuan Operasional Sekolah) BOS merupakan tanggung jawab penting bagi setiap satuan pendidikan karena berkaitan dengan penggunaan dana publik yang harus dilakukan secara efisien, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian ini berfokus pada implementasi prinsip good governance. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana yang diterapkan sebagai langkah untuk mewujudkan tata kelola sekolah yang baik. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung di SDN 2 Banyumulek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana sudah berjalan cukup baik, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Sekolah terbuka dalam penggunaan anggaran dan melibatkan kepala sekolah, bendahara, guru, serta komite sekolah dalam pelaporan dan pengawasan. Hal ini mencerminkan komitmen sekolah terhadap prinsip tata kelola yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 235 LENGKONG KECIL BANDUNG Sobari, Sobari; Handayani, Neng Kiki; Maesaroh, Nimas; Utami, Puji Ratna Dwi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6690

Abstract

This study aims to describe the role of the school principal as an educational supervisor in efforts to improve the quality of learning at SD Negeri 235 Lengkong Kecil, Bandung City. The principal’s role as a supervisor does not only involve administrative oversight, but also focuses on mentoring and facilitating the continuous professional development of teachers. This research employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and document studies. The results show that the supervision carried out by the principal focuses on enhancing teacher competence in lesson planning, implementation, and evaluation. The applied approach is humanistic, participatory, clinical, and reflective, and is integrated with professional development programs such as training sessions and teacher working groups (MGMP). Despite challenges such as limited time and administrative workload, the principal continues to implement supervision effectively. Furthermore, supervision contributes to creating a school climate that is conducive, collaborative, and quality-oriented. It can thus be concluded that the principal’s role as a supervisor is highly strategic in supporting the achievement of quality education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri 235 Lengkong Kecil, Kota Bandung. Peran kepala sekolah sebagai supervisor tidak hanya mencakup aspek pengawasan administratif, tetapi lebih pada fungsi pembinaan dan fasilitasi pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan yang diterapkan bersifat humanis, partisipatif, klinis, dan reflektif, serta terintegrasi dengan program pengembangan profesional guru seperti pelatihan dan MGMP. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan waktu dan beban administratif, kepala sekolah tetap berupaya menjalankan supervisi secara efektif. Supervisi juga berperan dalam menciptakan iklim sekolah yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada budaya mutu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor sangat strategis dalam mendukung pencapaian mutu pendidikan yang berkualitas.
EVALUASI PROGRAM AKSIS DALAM MENINGKATKAN POTENSI SISWA DI SMP NEGERI 1 PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Hadi, Riswan; Iqbal, Muhammad; Hariawan, Rudi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6720

Abstract

This research is motivated by the importance of developing students’ potential through well-structured school programs, such as the AKSIS Program (Ajang Kreativitas Siswa) at SMP Negeri 1 Pemenang, which serves as a platform for students to explore their talents in arts, science, and sports. The focus of this study includes: (1) the relevance of the AKSIS Program to students’ needs and expectations, (2) the adequacy of resources supporting the program, (3) the alignment of program implementation with school planning, and (4) the impact of the program on enhancing student potential. This research employs a qualitative approach using an evaluative method and the CIPP model (Context, Input, Process, Product), with data collected through interviews, observation, and documentation. The findings show that the program is relatively effective, aligns with students’ interests, is supported by sufficient resources, and is implemented according to plan despite some technical challenges. Moreover, the program has a positive impact on students’ potential, creativity, and self-confidence. It is recommended that the school continue improving the quality of mentors, strengthen routine program evaluation, and optimize supporting facilities to ensure the sustainability of the AKSIS Program. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan potensi siswa melalui program sekolah yang terarah, seperti Program AKSIS (Ajang Kreativitas Siswa) di SMP Negeri 1 Pemenang yang menjadi wadah eksplorasi bakat di bidang seni, sains, dan olahraga. Fokus penelitian ini meliputi: (1) relevansi Program AKSIS dengan kebutuhan dan harapan siswa, (2) kecukupan sumber daya yang mendukung pelaksanaan program, (3) kesesuaian pelaksanaan program dengan perencanaan sekolah, dan (4) dampak Program AKSIS terhadap peningkatan potensi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluatif dan model CIPP (Context, Input, Process, Product), serta pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan cukup efektif, relevan dengan kebutuhan siswa, didukung sumber daya yang memadai, pelaksanaannya sesuai rencana meskipun masih terdapat kendala teknis, serta berdampak positif terhadap peningkatan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa. Disarankan agar pihak sekolah terus meningkatkan kualitas pembina, memperkuat evaluasi program secara berkala, dan mengoptimalkan fasilitas sebagai dukungan terhadap keberlanjutan Program AKSIS.
MANAJEMEN PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 1 KARANGREJA PURBALINGGA Rofiqoh, Nadilatur; Hanif, Muh.
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5933

Abstract

ABSTRACT Discussions about education and violence will always be a hot topic and long discourse amidst the increasing cases of radicalism. Education is an effort that is carried out consciously and systematically, so that students can develop their potential. Violence that occurs in the world of education is increasing every year. The Indonesian Child Protection Commission (KPAI) noted that in 2023 there were 1,478 cases of violence against children. Therefore, child-friendly schools are needed to overcome these things. In this study, the approach used by the researcher is a qualitative approach with a field research method (Field Research) so that the entire process of data extraction, presentation, and analysis uses a qualitative descriptive approach and a constructivist perspective. The data collection technique uses observation, interviews, and documentation. The purpose of this study is to determine how the child-friendly school program is managed at SMP Negeri 1 Karangreja Purbalingga. The results of this study indicate that the management of the child-friendly school program at SMP Negeri 1 Karangreja Purbalingga is globally carried out through 4 main activity steps, namely planning, organizing, implementing, and the last stage is supervision or evaluation which is held according to the schedule where supervision is carried out every day, once a week and every year, all stages have been carried out sequentially and continuously. ABSTRAK Pembahasan mengenai pendidikan dan kekerasan akan selalu menjadi topik hangat dan diskursus panjang di tengah maraknya kasus radikalisme. Pendidikan adalah suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan tersusun, supaya peserta didik dapat mengembangkan potensinya. Kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan semakin meningkat setiap tahunnya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa di tahun 2023 terdapat 1.478 kasus kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu sekolah ramah anak sangat di butuhkan untuk mengatasi hal-hal tersebut. Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan peneliti yaitu pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (Field Research) sehingga seluruh proses penggalian, penyajian, dan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan perspektif konstruktivis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen program sekolah ramah anak di SMP Negeri 1 Karangreja Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen program sekolah ramah anak di SMP Negeri 1 Karangreja Purbalingga secara global dilakukan melalui 4 langkah kegiatan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan tahap yang terakhir adalah pengawasan atau evaluasi yang diadakan sesuai dengan jadwalnya di mana pengawasan yang dilakukan setiap hari, setiap seminggu sekali dan setiap tahunnya, semua tahapan telah dilakukan secara runtut dan berkesinambungan.
PENERAPAN KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI SDIT MA’ARIF PADANG PANJANG BERDASARKAN Al-QUR’AN DAN HADIS Damri, Damri; Bustamam, Risman; Prasetyo, Yudo Indra
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5936

Abstract

This study aims to examine the implementation of Islamic educational management values based on the Qur’an and Hadith in managing Islamic educational institutions, with a case study at SD IT Ma’arif Padang Panjang. The background of this research stems from the weak managerial systems found in several Islamic educational institutions, which have led to suboptimal achievement of educational goals, both academically and spiritually. This research employs a qualitative descriptive approach, using data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. The analysis is conducted through the interpretation of relevant Qur’anic verses, Hadiths of Prophet Muhammad (PBUH), and their application in the field. The results indicate that management principles in Islam emphasize not only rationality and efficiency but also ethical values, spirituality, and moral responsibility. The concept of amanah serves as a fundamental basis for educational leadership, while the value of hidayah reinforces the role of educators as moral and intellectual guides. This study concludes that the Qur’an and Hadith provide a strong and comprehensive conceptual foundation for Islamic educational management. The novelty of this research lies in its synthetic approach, combining Qur’anic exegesis, Hadith analysis, and empirical field studies to demonstrate the relevance of Islamic values in addressing contemporary educational management challenges. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai manajemen pendidikan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, dengan studi kasus di SD IT Ma’arif Padang Panjang. Latar belakang penelitian ini adalah lemahnya sistem manajerial di sejumlah lembaga pendidikan Islam yang berdampak pada kurang optimalnya pencapaian tujuan pendidikan, baik dari aspek akademik maupun spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui kajian terhadap penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta implementasinya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip manajemen dalam Islam tidak hanya menekankan aspek rasionalitas dan efisiensi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan tanggung jawab moral. Konsep amanah menjadi landasan utama dalam kepemimpinan pendidikan, sedangkan nilai hidayah memperkuat peran pendidik sebagai pembimbing akhlak dan intelektual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Qur’an dan hadis memberikan landasan konseptual yang kuat dan menyeluruh dalam manajemen pendidikan Islam. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan sintesis antara kajian tafsir, analisis hadis, dan studi empirik yang menunjukkan relevansi nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan manajemen pendidikan kontemporer.
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 8 BATANG HARI PROVINSI JAMBI Sumiyani, Sumiyani; Safitri, Dini; Adila, Risti; Zuliana, Rizqi; Annisa, Siti; Miranti, Peni Alya; Sagita, Lilis
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6047

Abstract

Training to improve the competence of educational personnel is a crucial effort to enhance the quality of educational services in schools. As part of the human resources in education, educational personnel play a strategic role in supporting teaching and learning activities, both in administrative and technical aspects. However, field observations show that many educational personnel still lack the necessary competencies in line with current demands and technological advancements. Therefore, well-structured and continuous training is essential to improve their professionalism. This training aims to strengthen the competencies of educational personnel in various areas, including educational administration management, the use of information technology in daily tasks, excellent service delivery for the school community, and the reinforcement of work ethics and discipline. The training methods used include participatory approaches, group discussions, case studies, and real-work simulations, allowing participants to not only understand the theory but also practice it in their respective work environments. The results of the training indicate significant improvement in participants' ability to prepare administrative documents, operate supporting software, and their awareness of ethical behavior and friendly service. This training also fosters collaborative spirit among educational personnel, creating a more harmonious and productive working environment. Overall, this training has a positive impact on improving the performance of educational personnel and is expected to become part of a continuous human resource development program in schools. With well-targeted training, educational personnel can become professional partners who contribute to the overall improvement of education quality. ABSTRAK Pelatihan peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan merupakan langkah penting dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah. Tenaga kependidikan sebagai bagian dari sumber daya manusia pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan belajar mengajar, baik dalam aspek administratif maupun teknis. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak tenaga kependidikan yang belum memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan teknologi. Oleh karena itu, pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mutlak untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penguatan kompetensi tenaga kependidikan dalam beberapa aspek, antara lain: manajemen administrasi pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi dalam pekerjaan, pelayanan prima terhadap warga sekolah, serta penguatan etika dan kedisiplinan kerja. Metode pelatihan yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi kerja nyata, sehingga peserta tidak hanya memahami secara teoritis tetapi juga mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja masing-masing. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam menyusun dokumen administrasi, mengoperasikan perangkat lunak penunjang tugas, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya etika kerja dan pelayanan yang ramah. Pelatihan ini juga berhasil mendorong semangat kolaboratif antar tenaga kependidikan, menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif. Secara keseluruhan, pelatihan ini berdampak positif terhadap peningkatan kinerja tenaga kependidikan dan diharapkan menjadi bagian dari program pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan di sekolah. Melalui pelatihan yang tepat sasaran, tenaga kependidikan mampu menjadi mitra profesional yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.