cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 482 Documents
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Gamified Quiz terhadap Motivasi Belajar Siswa di MI Darussalam Kota Bengkulu Dita Hayati; Sili Marlini; Pahrozi Ahmad; Tania Syahputri; Hendro Ade Saputra
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis gamified quiz terhadap motivasi belajar siswa di MI Darussalam Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) berbentuk posttest only control group design dengan tiga kelompok. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa kelas IV yang dibagi menjadi kelas eksperimen 1 (gamified quiz digital), kelas eksperimen 2 (gamified quiz manual), dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar dengan skala Likert yang telah diuji validitas menggunakan korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha dengan nilai 0,87. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA satu arah, serta uji lanjut (Post Hoc Tukey). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa antar kelompok dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( 0,05). Kelompok gamified quiz digital menunjukkan hasil tertinggi dibandingkan kelompok lainnya. Dengan demikian, pembelajaran berbasis gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah.
Analisis Literasi Digital dan Etika Berinternet (Cyber Ethics) pada Siswa Sekolah Dasar di Era Media Sosial Hasnatul Mardia; Triana Wulandari; Salamah Salamah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.872

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial pada siswa sekolah dasar menimbulkan berbagai permasalahan, terutama terkait rendahnya kemampuan literasi digital dan penerapan etika berinternet (cyber ethics), seperti penyebaran hoaks, perundungan digital, dan perilaku tidak bertanggung jawab di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital dan etika berinternet pada siswa sekolah dasar, mengidentifikasi perilaku siswa dalam menggunakan media sosial, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri dari siswa, guru, dan pihak terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa berada pada kategori cukup baik dalam penggunaan perangkat dan akses media sosial, namun masih rendah dalam kemampuan mengevaluasi informasi. Dari sisi etika berinternet, sebagian siswa telah memahami pentingnya berperilaku sopan, tetapi belum sepenuhnya menerapkannya secara konsisten. Perilaku siswa dalam menggunakan media sosial tergolong tinggi, namun belum sepenuhnya bijak dan bertanggung jawab, serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti peran orang tua dan guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi digital dan etika berinternet memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk perilaku siswa di era media sosial, sehingga diperlukan integrasi literasi digital dan pendidikan etika dalam pembelajaran serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk membentuk siswa yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Analisis Butir Soal SAS Matematika Kelas X SMA Negeri 25 Makassar dengan Anates 4.0 Suryadi Ishak; Irfawandi Samad; Muh. Khairul Arfandi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal Sumatif Akhir Semester mata pelajaran Matematika kelas X di SMA Negeri 25 Makassar dengan menggunakan program Anates Versi 4.0 for Windows. Analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh pada setiap butir soal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari lembar jawaban peserta didik kelas X yang mengikuti Sumatif Akhir Semester tahun ajaran 2025/2026. Data dianalisis menggunakan bantuan program Anates Versi 4.0 for Windows untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik setiap butir soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tes memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,88 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, sehingga instrumen tes memiliki tingkat konsistensi yang baik. Analisis tingkat kesukaran menunjukkan bahwa dari 15 butir soal yang dianalisis terdapat 10 butir soal (66,67%) berkategori sedang, 4 butir soal (26,67%) berkategori mudah, dan 1 butir soal (6,67%) berkategori sangat mudah. Selanjutnya, hasil analisis daya pembeda menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki daya pembeda yang cukup hingga sangat baik dengan rentang nilai 37,50% sampai 93,75%. Analisis kualitas pengecoh menunjukkan bahwa sebagian besar alternatif jawaban telah berfungsi dengan baik. Dengan demikian, secara umum instrumen tes yang digunakan memiliki kualitas yang cukup baik dan layak digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Visual Thinking Strategy (VTS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di MI Nurul Huda Kota Bengkulu Zahwa, Sabrina; Saputri, Dinda Oktaria; Mindani, Mindani; Utami, Intan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis Visual Thinking Strategy (VTS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di MI Nurul Huda Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) berbentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas V yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas menggunakan product moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha dengan nilai 0,82 yang menunjukkan kategori reliabel. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berbasis VTS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 ( 0,05). Rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Evaluasi Pelaksanaan Program Keterampilan Multimedia Menggunakan Model CIPP di MAN 2 Bantul Awla Putri Adibah; Suwadi Suwadi; Sutrisno Sutrisno; Cici Laras Jabil
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.945

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada abad ke-21 menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Program Keterampilan Multimedia di MAN 2 Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keterampilan Multimedia menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru keterampilan multimedia, dan peserta didik. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan kompetensi digital peserta didik dan sejalan dengan visi madrasah. Keberhasilan program didukung oleh kompetensi guru, motivasi peserta didik, kurikulum yang relevan, sarana pendukung, serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan praktik, project-based learning, Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan Uji Kompetensi Keterampilan (UKK) berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi digital, kreativitas, kepercayaan diri, dan kesiapan kerja peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa Program Keterampilan Multimedia di MAN 2 Bantul telah berperan sebagai strategi penguatan kompetensi digital peserta didik, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek pembaruan teknologi, kemitraan industri, dan evaluasi program secara berkelanjutan.
Analisis Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik melalui Manajemen Kelas: Kajian Literatur Jihan Karimah; Fara Dila Affarani Putri; Dita Ainul Kamala; Lailatul Usriyah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.900

Abstract

Kesulitan belajar merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelajaran dan dapat mempengaruhi keterlibatan serta hasil belajar peserta didik. Permasalahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik, tetapi juga berkaitan dengan strategi pembelajaran dan pengelolaan kelas yang dilakukan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik melalui manajemen kelas serta menjelaskan peran manajemen kelas dalam mendukung keberhasilan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dengan tahapan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan mensintesis temuan-temuan dari berbagai literatur berdasarkan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan belajar peserta didik muncul dalam berbagai bentuk, seperti kesulitan memahami materi, rendahnya konsentrasi belajar, kesulitan menyelesaikan tugas, dan rendahnya partisipasi belajar. Strategi guru yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemberian motivasi dan penguatan positif, serta komunikasi yang baik dengan peserta didik. Selain itu, hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen kelas berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta mendukung efektivitas strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Dengan demikian, manajemen kelas tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban pembelajaran, tetapi juga menjadi faktor pendukung utama dalam membantu peserta didik mencapai proses belajar yang lebih optimal.
Strategi Pengembangan Profesional Guru PAUD di Indonesia: Sebuah Systematic Literature Review Delvhina Manga
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.896

Abstract

Pengembangan profesional guru merupakan faktor krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Meskipun berbagai strategi telah diterapkan, pemahaman yang komprehensif dan sistematis tentang jenis, karakteristik implementasi, serta tren kajiannya masih terfragmentasi. Kajian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis serta model strategi pengembangan profesional yang telah diterapkan pada guru PAUD di Indonesia, (2) mendeskripsikan karakteristik implementasinya ditinjau dari pendekatan, durasi, dan konteks pelaksanaan, serta (3) menganalisis tren penelitian dan kesenjangan kajian yang masih perlu dikembangkan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA dan sintesis tematik. Pencarian dilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar dan Garuda dengan rentang tahun 2014–2024, menghasilkan 31 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menemukan enam kategori strategi utama: pelatihan formal, coaching dan mentoring, lesson study, supervisi akademik dan klinis, komunitas belajar profesional, serta strategi digital dan blended learning. Implementasi didominasi pendekatan kolaboratif jangka panjang, terkonsentrasi di Pulau Jawa dan lembaga TK formal, dengan dukungan kelembagaan sebagai determinan keberhasilan. Tren menunjukkan pergeseran dari pelatihan terisolasi ke model kolaboratif, akselerasi digital pasca-pandemi, dan penguatan kontekstualisasi lokal. Kesenjangan kajian yang teridentifikasi meliputi minimnya studi longitudinal, ketimpangan geografis, dan absennya studi komparatif empiris antar-strategi. Temuan ini berimplikasi pada perlunya reorientasi kebijakan pengembangan profesional guru PAUD menuju pendekatan yang berkelanjutan, berbasis komunitas, dan merata secara geografis.
Penerapan Metode Kolase dalam Menstimulasi Motorik Halus dan Daya Cipta Anak Usia 4-5 Tahun Sistriani Sistriani; Eka Danik Prahastiwi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.913

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan tahap penting dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, termasuk kreativitas dan kemampuan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui penerapan metode kolase di TK Mentari Tulakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pengamatan pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan kolase mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak. Anak menjadi lebih aktif, kreatif, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengombinasikan warna dan bentuk, menghasilkan karya yang lebih variatif, serta meningkatkan koordinasi mata dan tangan melalui kegiatan menggunting, menempel, dan menyusun bahan kolase. Dengan demikian, metode kolase dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan motorik halus anak usia dini.
Manajemen Kesiswaan dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Sukoharjo Irwan Rilandi; Suprapti Suprapti
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter religius peserta didik di madrasah sebagai respons terhadap perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan pembinaan moral peserta didik. Manajemen kesiswaan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi perilaku peserta didik dalam kehidupan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam pembentukan karakter religius peserta didik di MTs Negeri 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2025/2026, serta mengidentifikasi hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi. Pelaksanaan tersebut tampak pada integrasi program pembiasaan religius, pembagian peran antarunsur madrasah, keteladanan guru, serta pemantauan perilaku peserta didik secara berkala. Pembentukan karakter religius peserta didik tampak pada ketaatan beribadah, kedisiplinan, tanggung jawab moral, dan kepatuhan terhadap tata tertib serta norma madrasah. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala madrasah, keteladanan guru, kultur religius madrasah, dan kerja sama orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan guru pembina, pengaruh lingkungan luar, penggunaan gawai yang kurang terkontrol, dan heterogenitas latar belakang keagamaan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius memerlukan manajemen kesiswaan yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Analisis Pengelolaan Kelas dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di MAN Kota Surabaya Zahwa Nabilah Pasya; Syahrun Nizam Udin; Fathur Rohman
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.925

Abstract

Studi ini menyelidiki pengelolaan kelas dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN Kota Surabaya. Berbagai masalah sosial di dunia pendidikan seperti intoleransi, pelecehan, krisis moral, dan kurangnya kepedulian sosial siswa adalah pendorong penelitian. Kurikulum Berbasis Cinta, yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, adalah paradigma baru dalam pendidikan Islam yang menekankan nilai-nilai seperti kasih sayang, toleransi, moderasi beragama, dan kepedulian sosial dalam proses pendidikan. Studi ini adalah studi kasus kualitatif deskriptif. Pendidik yang langsung terlibat dalam pelaksanaan kurikulum diwawancarai dalam metode pengumpulan data yang semi-terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Tahap pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dilakukan.Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Panca Cinta dimasukkan ke dalam semua mata pelajaran, alat pembelajaran, dan budaya sekolah untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN Kota Surabaya. Pendekatan edukatif berbasis kasih sayang, pembiasaan, dan keteladanan memungkinkan pengelolaan kelas yang humanis. Sesuai dengan karakteristik materi, guru harus mengintegrasikan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan tanah air ke dalam tujuan pembelajaran mereka. Penggunaan media pembelajaran digital seperti PowerPoint, Quizizz, proyektor, dan smart TV mendukung pelaksanaan kurikulum. Media ini membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna. Selain itu, pembentukan karakter siswa dibantu oleh kegiatan pendukung seperti shalat Duha, program infaq sosial, konser lagu Indonesia Raya, dan proyek cinta lingkungan. Ketiadaan konsistensi pembiasaan antara lingkungan sekolah dan keluarga merupakan kendala utama dalam menerapkan kurikulum ini. Oleh karena itu, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta berjalan dengan baik.