cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 482 Documents
Strategi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran PAI pada Lembaga Pendidikan Islam Hilya Izatillah; Patimah Patimah; Ajahari Ajahari
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.901

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta merumuskan strategi pemanfaatan teknologi informasi yang relevan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah berupa jurnal, buku, artikel, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan teknologi informasi dalam pembelajaran Pendidikan agama islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran PAI telah mulai diterapkan melalui penggunaan media digital seperti video pembelajaran, PowerPoint, Learning Management System, dan aplikasi pembelajaran interaktif. Namun, penerapannya masih belum optimal karena adanya keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya pelatihan, serta keterbatasan fasilitas teknologi. Strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kompetensi guru, pengembangan bahan ajar digital interaktif, pemanfaatan platform pembelajaran digital, dan penerapan blended learning. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara efektif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Evaluasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Astrella Vanindya Sheren; Annisa Hangesti Prihaningrum; Beryl Shira Filiandri; Risma Tria Syahrani; Tauran Tauran; Wilda Sumarsyah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Negeri Surabaya menggunakan kriteria evaluasi OECD Development Assistance Committee (OECD-DAC) yang meliputi enam dimensi: relevansi, koherensi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluasi on-going, yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola program KIP-K di tingkat universitas serta mahasiswa penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KIP-K memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dibuktikan dengan besarnya jumlah pengusul bantuan dibandingkan kuota yang tersedia. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain ketidaktepatan sasaran penerima yang mencapai sekitar 30%, keterlambatan pencairan bantuan, belum terintegrasinya sistem informasi antara unit pengelola, serta keterbatasan sumber daya manusia. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan studi, motivasi akademik, dan kondisi sosial mahasiswa penerima, namun keberlanjutannya masih memerlukan penguatan pada aspek tata kelola, validasi data, transparansi informasi, dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem verifikasi data, penyederhanaan prosedur administrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola program, serta evaluasi program secara berkala dan menyeluruh.
Implementasi Keterampilan Pengelolaan Kelas Guru PAI Dalam Menciptakan Pembelajaran Yang Kondusif Di Kelas XI SMAN 1 Telukjambe Karawang Medi Yulison Arza; Muhammad Rivai; Putri Andina Aminarti; Muhammad Yusron; Nia Karnia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.888

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dan implementasi keterampilan pengelolaan kelas oleh guru PAI, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji dampak dan evaluasi pengelolaan kelas dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif di kelas XI SMAN 1 Telukjambe Karawang. studi ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari guru PAI dan siswa kelas XI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan kelas dan mampu mengimplementasikannya melalui strategi yang variatif dan adaptif, seperti pembelajaran diferensiasi, penggunaan metode ceramah, praktik, CTL, dan PBL, serta pemanfaatan media pendidikan berbasis teknologi. Kendala yang dihadapi meliputi karakteristik siswa yang beragam, rendahnya kedisiplinan, dan pengaruh lingkungan sosial. Dalam mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan berbagai upaya seperti pemberian reward dan punishment yang mendidik, bimbingan, serta kerja sama dengan lembaga pendidikan dan wali murid. Pengelolaan kelas yang efektif berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa di berbagai ranah afektif, kognitif, dan psikomotor. Dengan demikian, keterampilan pengelolaan kelas oleh guru PAI berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.
Optimalisasi Proses Pembelajaran Kognitif dan Evaluasi Berbasis Taksonomi Bloom Revisi (Systematic Literature Review) Chairunnisa Chairunnisa; Nurhadi Nurhadi; Kusnadi Kusnadi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.907

Abstract

Proses pembelajaran kognitif merupakan inti dari keberhasilan pendidikan di setiap jenjang, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Namun, praktik di lapangan kerap terjebak pada aktivitas kognitif tingkat rendah yang hanya menekankan hafalan dan pemahaman dangkal, sehingga terjadi ketimpangan antara tuntutan kurikulum dan realitas kelas. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi kondisi-kondisi yang mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran kognitif yang optimal; (2) mendeskripsikan enam tingkatan kemampuan berpikir kognitif C1 hingga C6 berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi beserta implikasinya bagi praktik pembelajaran; dan (3) mengkaji pendekatan serta instrumen evaluasi pembelajaran kognitif yang tepat diterapkan guru di berbagai jenjang pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis (systematic literature review) mengacu panduan PRISMA, dengan menganalisis 35 artikel dari jurnal bereputasi (Scopus, Web of Science, SINTA 1-2) yang diterbitkan antara 2016-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kognitif berjalan optimal ketika didukung oleh tiga pilar: desain instruksional berbasis scaffolding yang berjenjang, iklim kelas yang aman secara psikologis, dan kompetensi pedagogis guru yang memadai. Keenam tingkatan kognitif C1-C6 perlu difasilitasi secara utuh dan tidak dapat diabaikan salah satunya. Evaluasi yang efektif mencakup kombinasi asesmen formatif dan sumatif, penilaian berbasis kinerja, portofolio, serta asesmen digital adaptif yang mampu menjangkau seluruh dimensi kognitif secara proporsional. Temuan anomali mengungkap bahwa 74% studi melaporkan dominasi soal C1-C2 dan 63% melaporkan ketidakselarasan antara tujuan dan instrumen evaluasi. Implikasi penelitian ini mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang secara eksplisit menargetkan Higher-Order Thinking Skills (HOTS) dan menggunakan instrumen evaluasi yang selaras dengan tujuan kognitif yang telah ditetapkan.
Rekonstruksi Pendidikan Karakter Perspektif Ibnu Sina dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Jihan Aulia Nur Rizqi; Muhammad Chusein Ubaidillah; Muhammad Ikhwa Fillah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.903

Abstract

Pendidikan karakter menjadi isu penting dalam pendidikan kontemporer karena meningkatnya berbagai permasalahan moral serta kecenderungan pendidikan yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pembentukan akhlak. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan karakter menurut Ibnu Sina serta relevansinya bagi pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap karya-karya Ibnu Sina dan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Ibnu Sina berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh melalui integrasi aspek intelektual, moral, dan spiritual. Konsep budi pekerti yang dikemukakannya bertumpu pada empat nilai utama, yaitu hikmah (kebijaksanaan), syaja’ah (keberanian), iffah (pengendalian diri), dan ‘adalah (keadilan). Selain itu, metode pendidikan yang menekankan keteladanan, pembiasaan, pendekatan psikologis, serta penyesuaian dengan bakat dan minat peserta didik dinilai masih relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan rekonstruksi pendidikan karakter berbasis pemikiran Ibnu Sina sebagai model pendidikan Islam yang integratif, humanis, dan kontekstual dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab secara sosial.
Penggunaan Media Powerpoint dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah GUPPI Raffi Audi Yudistira; Eka Danik Prahastiwi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media PowerPoint dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III di Madrasah Ibtidaiyah GUPPI. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah GUPPI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media PowerPoint mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Siswa menjadi lebih fokus, aktif, dan antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, penggunaan media PowerPoint membantu siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru melalui tampilan visual berupa teks, gambar, dan animasi sederhana. Penggunaan media PowerPoint juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III. Dengan demikian, media PowerPoint dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Perbedaan Self – Disclosure pada Mahasiswa dan Mahasiswi Pengguna Second Account Instagram Satrio Adi Sartomo; Gendon Barus
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menakar tingkat self-disclosure pada mahasiswa dan mahasiswi pengguna second account Instagram, mengidentifikasi butir pengukuran yang capaian skornya kurang optimal, serta menganalisis perbedaan perilaku self-disclosure tersebut berdasarkan jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparatif. Subjek penelitian terdiri dari 59 mahasiswa (21 laki-laki dan 38 perempuan) Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang menggunakan second account Instagram. Instrumen pengumpulan data berupa skala self-disclosure Pengguna Second account yang terdiri dari 48 butir valid yang mencakup enam aspek: sikap dan opini, selera dan minat, keuangan, pendidikan, kepribadian, serta fisik. Skala ini memiliki reliabilitas sangat tinggi dengan indeks Alpha Cronbach sebesar 0,965. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kategori dan uji beda independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil mahasiswa memiliki perilaku self-disclosure pada kategori sedang (29%) dan rendah (29%), sementara sebagian besar mahasiswi berada pada kategori tinggi (68%). Terdapat tiga aspek yang capaian skor pengukurannya kurang maksimal, yaitu aspek sikap dan opini, keuangan, serta kepribadian. Meskipun rata-rata skor mahasiswi (152,97) lebih tinggi dibanding mahasiswa (138,19), hasil uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan perilaku self-disclosure yang signifikan antara mahasiswa dan mahasiswi pengguna second account Instagram (p = 0,113 0,05).
Implementasi Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti Berbasis Kurikulum Cinta dalam Meningkatkan Kompetensi dan Dampak Pembelajaran di SMA Choirunnisa Rahma Nabila; Fira Santika Rahmawati; Moh. Faizin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.906

Abstract

Pendidikan merupakan peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, tidak hanya secara intelektual unggul tetapi juga memiliki karakter dan moral yang baik. Pendidikan karakter dan moral dapat membentuk siswa yang beriman, bertanggung jawab, dan memiliki empati serta sikap sosial yang baik. Namun, dalam praktiknya, masalah tetap muncul, seperti proses pembelajaran yang cenderung menekankan aspek kognitif dibandingkan pengembangan karakter, sehingga nilai moral dan disiplin siswa tidak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pendidikan karakter dan moral berdasarkan Kurikulum Cinta dalam meningkatkan kompetensi siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Cinta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang humanis, meningkatkan motivasi belajar, dan mengembangkan kompetensi siswa secara komprehensif, termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, pendekatan ini merupakan alternatif yang efektif dalam mendukung pembentukan karakter dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kompetensi Sosial Guru pada Peningkatan Karakter Peduli Sosial Femas Galih Alfansyah; Diah Puji Nali Brata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.938

Abstract

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama guru, murid, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Namun, rendahnya kompetensi sosial guru masih menjadi penghambat dalam proses pendidikan, karena sebagian pendidik cenderung bersikap egois dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan perasaan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) karakter peduli sosial, (2) kompetensi sosial guru, dan (3) bentuk kompetensi sosial dalam penguatan karakter peduli sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakter peduli sosial tercermin melalui perilaku sehari-hari seperti menjadi pendengar yang baik, peduli terhadap lingkungan sekitar, beri perhatian, dan membiasakan diri membantu sesama, (2) kompetensi sosial guru tercermin dalam bersikap inklusif, objektif, serta tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, maupun status sosial ekonomi, kemampuan berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun, beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja, dan berkomunikasi dengan komunitas profesi dan lainnya, (3) bentuk kompetensi sosial guru dalam penguatan karakter peduli sosial dilakukan melalui pengendalian diri, komunikasi yang santun, kemampuan beradaptasi, kolaborasi antarguru, pembiasaan kegiatan sosial, serta keteladanan dalam perilaku sehari-hari.
Pengaruh Permainan Edukatif Digital Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Madrasah Ibtidaiyah Nur Cholis Mudyastuti; Ezif Rizqi Imtihana
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan edukatif digital terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V di MIN 1 Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental design melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 21 siswa kelas eksperimen dan 21 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis berbentuk pilihan ganda yang disusun berdasarkan indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Instrumen telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli evaluasi pembelajaran dengan kategori valid serta memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,87. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, independent sample t-test, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,78 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,44 dengan kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 0,05 sehingga terdapat pengaruh signifikan penggunaan permainan edukatif digital terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Secara ilmiah, temuan ini menunjukkan bahwa permainan edukatif digital mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memberikan umpan balik langsung, serta mendorong proses analisis dan pengambilan keputusan dalam pembelajaran matematika.