cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 482 Documents
Analisis Kebutuhan Pengembangan LKPD Bangun Ruang Berbasis PjBL untuk Mengoptimalkan Literasi Spasial Siswa Kelas V SD Kurnia Safitri; Deli Puspika Kaidah; Fera Zasrianita; Yashori Revola
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bangun ruang berbasis Project-Based Learning (PjBL) guna mengoptimalkan literasi spasial siswa kelas V SD,. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan mengadopsi model ADDIE yang difokuskan hanya pada tahap pertama, yaitu tahap analisis (Analysis). Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas V dan guru matematika di SDN 16 Kota Bengkulu, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan yang dikembangkan oleh peneliti,. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk menentukan tingkat kebutuhan pengembangan bahan ajar,. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan literasi spasial yang signifikan, di mana rata-rata 75% siswa mengalami kesulitan dalam aspek visualisasi dan penalaran spasial pada materi bangun ruang. Temuan empiris mengungkapkan bahwa kebutuhan terhadap pengembangan LKPD berbasis PjBL sangat tinggi, dengan rata-rata respons positif sebesar 77,5%,. Karakteristik LKPD yang diharapkan siswa mencakup penggunaan visual 3D yang menarik (90%), langkah kerja proyek yang sistematis (85%), serta keterkaitan materi dengan benda nyata di lingkungan sekitar (75%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis kebutuhan ini menjadi landasan krusial untuk mengembangkan LKPD geometri yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan literasi spasial sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka
Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam di Sekolah SD Masehi Lumbu Menggit Menggunakan Model CIPP Deristy Santhika Rambu Enga Lika; Vidriana Oktoviana Bano
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.821

Abstract

Pembelajaran Mendalam (deep learning) merupakan pendekatan pedagogis yang menekankan pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan dengan mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Pendekatan ini sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Mendalam di SD Masehi Lumbu Menggit menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas wakil kepala sekolah, guru, dan peserta didik, sedangkan fokus penelitian diarahkan pada pemahaman guru serta implementasi Pembelajaran Mendalam dalam praktik pembelajaran di kelas. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen konteks, guru dan pihak sekolah telah memahami konsep Pembelajaran Mendalam serta keterkaitannya dengan Kurikulum Merdeka, namun pemahaman tersebut masih dominan pada tataran konseptual. Pada komponen input, sekolah telah memberikan dukungan berupa pelatihan dan panduan penyusunan modul ajar, tetapi keterbatasan sarana prasarana serta kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran dan LKPD masih menjadi kendala. Pada komponen proses, pelaksanaan Pembelajaran Mendalam belum berjalan secara konsisten karena pembelajaran masih didominasi metode ceramah, penggunaan media terbatas, dan keterlibatan peserta didik belum optimal. Sementara itu, pada komponen produk, dampak Pembelajaran Mendalam terhadap kualitas pembelajaran dan perubahan perilaku peserta didik belum menunjukkan hasil yang signifikan dan merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Pembelajaran Mendalam dipengaruhi oleh kesiapan input dan konsistensi proses pelaksanaannya di kelas.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Analisis Literatur Terhadap Inovasi dan Tantangan Pendidikan Rahmawati, Yuwana; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.895

Abstract

Era digital telah membawa perubahan mendasar dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di ranah pendidikan. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran inti di jenjang pendidikan dasar hingga menengah tidak luput dari transformasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis dinamika transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital melalui pendekatan analisis literatur sistematis. Kajian mencakup enam dimensi utama: (1) konsep transformasi pembelajaran di era digital, (2) inovasi metode dan media berbasis teknologi, (3) tantangan implementasi pembelajaran digital, (4) implikasi terhadap kompetensi guru dan peserta didik, (5) efektivitas media digital berdasarkan hasil penelitian empiris, serta (6) dampak penggunaan teknologi terhadap proses dan hasil belajar. Dengan menganalisis 20 sumber ilmiah dari tahun 2020 hingga 2025, artikel ini menemukan bahwa pemanfaatan platform digital, aplikasi pembelajaran interaktif, dan pendekatan blended learning terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Namun demikian, kesenjangan infrastruktur, keterbatasan kompetensi digital guru, serta minimnya konten digital berbahasa Indonesia yang berkualitas masih menjadi hambatan serius. Artikel ini menegaskan pentingnya kebijakan pendidikan yang komprehensif, pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan, serta kolaborasi multipihak sebagai prasyarat keberhasilan transformasi digital pembelajaran Bahasa Indonesia.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Lingkungan Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di SD Negeri 79 Kota Bengkulu Yunita Sari; Febriani Melinda Putri; Nur hikma
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.870

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya karakter disiplin siswa sekolah dasar, khususnya pada siswa kelas V di SD Negeri 79 Kota Bengkulu yang ditunjukkan melalui perilaku seperti kurang patuh terhadap aturan, keterlambatan, dan rendahnya tanggung jawab dalam pembelajaran. Permasalahan ini diduga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan lingkungan sekolah yang belum optimal dalam mendukung pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif dan desain korelasional. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 29 siswa dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan orang tua dan lingkungan sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Secara parsial pola pengasuhan orang tua berpengaruh signifikan dengan nilai thitung 3,45 ttabel 2,056, sedangkan lingkungan sekolah juga berpengaruh signifikan dengan nilai thitung 3,12 ttabel 2,056. Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung 18,72 dan signifikansi 0,000 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,58 menunjukkan bahwa 58% karakter disiplin siswa dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pola asuh orang tua dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter disiplin siswa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam menciptakan pembiasaan disiplin melalui keteladanan, aturan yang konsisten, serta lingkungan yang kondusif.
Model Mind Mapping dalam Pembelajaran IPA Kelas V di SDIT Ummu Fathimah Risqi Melani Saputri; Padhilah Padhilah; Heny Friantary; Asmara Yumarni; Novita Angra
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.876

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran ipa dengan menggunakan model mind mapping menggunakan media gambar kelas V SDIT Ummu Fathimah. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan yakni kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, saat pembelajaran dengan model pembelajaran model mind mapping menggunakan media gambar dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas V SDIT Ummu Fathimah sudah sering dilakukan oleh guru IPA kelas V, dengan begitupun pembelajaran yang disampaikan oleh guru mudah diterima oleh siswa. Guru pun dengan mudah menjelaskannya kepada siswa. Model mind mapping dengan menggunakan media gambar ini sangat efektif ketika belajar di kelas apalagi dalam pembelajaran IPA, yang mana pembelajaran ini biasanya lebih dominan terhadap gambar. Mind mapping akan lebih memudahkan siswa serta guru dalam memberikan materi dan memahami materi yang diberikan. Kondisi itu semua kita juga harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta media pembelajaran yang dibutuhkan untuk membantu tercapainya seluruh aspek perkembangan siswa.
Technology-Based Islamic Religious Education Policy: a Regulatory Study af Madrasahs and Schools in Indonesia Hengki Satrisno; Alfauzan Amin; Zubaedi Zubaedi; Rohimin Rohimin; Wildan Nur Hidayat
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.904

Abstract

This study examines the regulatory framework and implementation of technology-based Islamic Religious Education (IRE) policies in madrasahs and schools in Indonesia. A qualitative approach with a normative–empirical design is employed to analyze policy documents, educational regulations, and relevant scholarly literature. Findings indicate that government policies have increasingly emphasized digital transformation, integration of information and communication technology, and the development of teacher digital competencies within Islamic education. Regulatory structures demonstrate a dual governance system between madrasahs and general schools, which influences policy interpretation and implementation across institutions. Implementation challenges include disparities in infrastructure, limited digital readiness among educators, and inconsistencies in curriculum adaptation. Policy gaps are also identified in coordination between governing bodies and in the operationalization of digital governance systems. Effective implementation requires stronger institutional support, capacity building, and alignment between technological innovation and Islamic educational values. The study concludes that technology-based IRE policy plays a strategic role in enhancing educational quality, but its success depends on comprehensive, adaptive, and context-sensitive regulatory frameworks.
Pengaruh Media Pembelajaran Visual terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas IV SDN 56 Kota Bengkulu Jeni Putri Sari; Denti Herlezah; Khermarinah Khermarinah; Wildan Murtadho; Ade Bayu Saputra
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.883

Abstract

Penelitian ini bermula dari keprihatinan atas rendahnya pemahaman konsep IPA di kalangan siswa kelas IV SDN 56 Kota Bengkulu, yang mulai teridentifikasi saat observasi awal pada 22 Januari 2026. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan obrolan langsung dengan guru kelas, ternyata sebagian besar siswa belum mampu memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok sekolah pada angka 75. Kondisi tersebut diduga erat kaitannya dengan kurangnya pemanfaatan media visual dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Penelitian ini lalu dirancang untuk melihat sejauh mana media visual memberi dampak pada pemahaman konsep IPA di tahun ajaran 2026/2027. Metode yang dipilih adalah quasi-experiment dengan pola nonequivalent control group design, melibatkan masing-masing 28 siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji t independen, diperoleh nilai t=4,217 (p=0,000) dengan Cohen's d=1,59 yang masuk kategori large effect. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 82,36 terbukti jauh melampaui kelas kontrol yang hanya mencapai 69,14. Selanjutnya, ketuntasan KKTP di kelas eksperimen mencapai 89,3%, berbanding jauh dengan kelas kontrol yang hanya 35,7%. Kesimpulannya, penggunaan media visual memberikan pengaruh yang positif dan nyata terhadap pemahaman konsep IPA siswa SDN 56 Kota Bengkulu.
Analisis Self-Regulated Learning dan Faktor yang Mempengaruhi Siswa Kelas VI SD Negeri 20 Kota Bengkulu Khodijah Khodijah; Fiqi Arifatul Afifah; Deni Febrini; Heny Friantary; Yosi Yulizah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat self-regulated learning (SRL) serta faktor-faktor yang memengaruhi siswa kelas VI SD Negeri 20 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket SRL berjumlah 15 item yang mencakup empat indikator, yaitu perencanaan belajar, monitoring belajar, evaluasi diri, dan motivasi belajar. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,770 yang menunjukkan reliabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor, persentase, dan kategorisasi tingkat SRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-regulated learning siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase rata-rata 89,00%. Indikator perencanaan belajar memperoleh persentase tertinggi sebesar 91,46% (sangat tinggi), monitoring belajar 89,58% (sangat tinggi), evaluasi diri 87,71% (tinggi), dan motivasi belajar 87,22% (tinggi). Berdasarkan skor individu, 18 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 10 siswa kategori tinggi, dan 2 siswa kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa secara umum telah memiliki kemampuan regulasi diri belajar yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi SRL siswa meliputi motivasi belajar, peran guru, dan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan kemandirian belajar siswa.
Analisis Konseptual Pembelajaran Menulis dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Renita, Liza; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pembelajaran menulis dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mengkaji dampak penggunaan media digital terhadap proses dan hasil pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-analitis. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, laporan resmi, tesis, dan disertasi yang relevan dengan topik penelitian. Proses analisis meliputi seleksi sumber, pengodean data, kategorisasi tema, dan analisis isi tematik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep pembelajaran menulis dalam Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memperkenalkan rekonstruksi paradigma pembelajaran menulis yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran menulis diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan literasi digital peserta didik. Penggunaan media digital memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, kreativitas, kolaborasi, serta kualitas hasil tulisan peserta didik. Media digital juga mendukung pengembangan literasi digital dan proses pembelajaran yang lebih interaktif serta relevan dengan tuntutan abad ke-21. Tantangan dalam implementasi pembelajaran menulis berbasis digital meliputi keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan literasi digital, dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pembelajaran.
Efektivitas Media Video dalam Meningkatkan Pemahaman Mengenai Perilaku Bullying pada Siswa Kelas V SD Negeri 78 Kota Bengkulu Larasati, Sinta; Piona, Lala; Zasrianita, Fera; Revola, Yashori
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.884

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas V SD Negeri 78 Kota Bengkulu mengenai perilaku bullying, khususnya dalam membedakan antara perilaku bercanda dan tindakan perundungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas media video dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pengertian, jenis, dampak, dan cara pencegahan bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest serta observasi selama pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah diberikan perlakuan berupa media video edukatif. Rata-rata skor pretest sebesar 45,3 meningkat menjadi 81,7 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 36,75%. Sebagian besar siswa mampu memahami konsep bullying secara lebih baik, termasuk jenis, dampak, dan upaya pencegahannya. Selain itu, media video juga meningkatkan perhatian, keterlibatan, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya menghindari perilaku bullying. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media video efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang perilaku bullying. Implikasi penelitian ini adalah media video dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar dalam upaya pencegahan bullying sejak dini.